cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Dukungan Sosial Terhadap Academic Burnout Pravesti, Cindy Asli; Wulandari, Cindy Ayu
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18712

Abstract

This study aimed to examine the relationship between academic self-efficacy and social support on learning burnout among students in Sidoarjo. Involving 160 participants, this quantitative research utilized three measurement instruments: an academic self-efficacy scale, a social support scale, and a learning burnout scale. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS version 26.0, following classical assumption tests including normality, heteroscedasticity, and multicollinearity tests. The results revealed a positive and significant correlation between academic self-efficacy and social support (r = 0.692; p = 0.000). However, the correlation between academic self-efficacy and learning burnout was negative but not statistically significant (r = -0.034; p = 0.797). Simultaneous analysis indicated that academic self-efficacy and social support collectively had a significant effect on learning burnout (F = 58.920 > F table = 3.05; p = 0.000), contributing 27.2% to the variance in burnout levels. Thus, while academic self-efficacy alone did not significantly predict learning burnout, the two variables together played an important role in explaining students’ burnout. These findings underscore the importance of fostering a supportive learning environment and strengthening students' academic self-efficacy to mitigate burnout in the learning process.____________________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keyakinan akademik dan dukungan sosial terhadap kejenuhan belajar pada peserta didik di Sidoarjo. Melibatkan 160 pelajar, studi kuantitatif ini menggunakan tiga skala pengukuran dan dianalisis melalui regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 26.0. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara keyakinan akademik dan dukungan sosial (r = 0,692; p = 0,000). Namun, korelasi antara keyakinan akademik dan kejenuhan belajar bersifat negatif tetapi tidak signifikan (r = -0,034; p = 0,797). Analisis simultan memperlihatkan bahwa keyakinan akademik dan dukungan sosial secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kejenuhan belajar (F hitung = 58,920 > F tabel = 3,05; p = 0,000), dengan kontribusi sebesar 27,2%. Dengan demikian, meskipun secara individu pengaruh keyakinan akademik terhadap kejenuhan tidak signifikan, secara kolektif kedua variabel ini memiliki peran penting dalam menjelaskan tingkat kejenuhan belajar. Temuan ini menekankan pentingnya membangun lingkungan belajar yang mendukung serta memperkuat keyakinan akademik untuk mengurangi kejenuhan dalam proses pembelajaran.
Hubungan Self-Efficacy dengan Prokrastinasi Akademik Siswa SMP Pratama, Mesa Aliata; Dianto, Mori; Triyono, Triyono
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.19341

Abstract

This study aims to investigate the relationship between self-efficacy and academic procrastination among junior high school students. The research method used is a correlational design with a sample of 8th-grade students selected using simple random sampling. Data were collected using self-efficacy scales and academic procrastination scales with a Likert scale type. Statistical analysis was performed using Pearson correlation analysis to examine the relationship between the two variables. The results showed a significant negative relationship between self-efficacy and academic procrastination among junior high school students, with r = -0.536 and p < 0.001. This means that the higher the students' self-efficacy, the lower their academic procrastination. The findings suggest that self-efficacy is a crucial factor influencing academic procrastination among junior high school students. Therefore, teachers and counselors can utilize the results of this study to develop appropriate intervention strategies to enhance students' self-efficacy and reduce academic procrastination. Consequently, this study contributes to the development of more effective educational programs to improve academic achievement among junior high school students. ___________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah desain korelasional dengan sampel siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik simpel random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala efikasi diri dan skala prokrastinasi akademik dengan jenis skala likert. Analisis statistik yang digunakan yang digunakan untuk mengolah hasil penelitian adalah dengan analisis korelasi person untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik siswa SMP yaitu r hitung = -0,536, p= <0.001. Artinya, semakin tinggi efikasi diri siswa, semakin rendah prokrastinasi akademik siswa. Hasil ini menunjukan bahwa efikasi diri merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi prokrastinasi akademik siswa SMP. Oleh karena itu, guru dan konselor dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk mengembangkan strategi intervensi yang tepat untuk meningkatkan efikasi diri siswa dan mengurangi prokrastinasi akademik siswa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan prokgram pendidikan yang lebih efektif dalam meningkatkan prestasi akademik siswa SMP. 
Dampak Broken-Home Terhadap Perolehan Akademik Peserta Didik: Sebuah Studi Kasus Sinta, Pelagia; Yuline, Yuline; Halida, Halida
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.17192

Abstract

This study aims to describe counseling teachers' characteristics, learning outcomes, impacts, and efforts in addressing the effects of broken homes on student learning outcomes at SMP Negeri 4 Pontianak. The research utilized a qualitative approach with a descriptive method. Data was collected through interviews, observations, and documentation, with the researcher as the primary instrument. The data analysis involved stages of data reduction, data presentation, and drawing/verifying conclusions. The results indicated that students from broken homes in the first case exhibited disruptive behavior in class, lacked focus during lessons, failed to complete assignments, frequently used harsh language, skipped classes, were often angry, and achieved low learning outcomes in mathematics, with daily assignment scores of 0 and 70, and test scores of 30 and 50, against the minimum passing grade of 75. In the second case, the students demonstrated a lack of concentration, failed to complete tasks, often isolated themselves, cried frequently, daydreamed, became easily angered, and also had low math scores, with daily assignment scores of 0 and 70, and test scores of 50 and 70, also below the passing grade of 75. The impact of broken homes on these students included decreased learning outcomes, diminished interest in learning, frequent episodes of anger, and a tendency to isolate themselves. Counseling teachers addressed these issues by providing individual counseling services.    ____________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan karakteristik, hasil belajar, dampak, serta upaya yang dilakukan oleh guru BK dalam menangani dampak broken home terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 4 Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan human instrument sebagai instrumen utama. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami broken home pada subjek pertama karakteristiknya sering mengganggu teman sekelas, kurang fokus saat belajar, tidak menyelesaikan tugas, sering berbicara kasar, membolos, sering marah, dan memiliki hasil belajar yang rendah dalam mata pelajaran matematika dengan nilai tugas harian 0 dan 70, serta nilai ulangan harian 30 dan 50 dari KKM 75. Pada subjek kedua, karakteristiknya mencakup kurang konsentrasi saat belajar, tidak menyelesaikan tugas, sering menyendiri, sering menangis, melamun, sering marah, dan juga memperoleh hasil belajar yang rendah dalam mata pelajaran matematika dengan nilai tugas harian 0 dan 70, serta nilai ulangan harian 50 dan 70 dari KKM 75. Dampak broken home pada siswa meliputi penurunan hasil belajar, menurunnya minat belajar, sering marah, dan kecenderungan untuk menyendiri. Guru BK mengatasi masalah ini dengan memberikan layanan konseling individual. 
Hubungan antara Religiusitas dan Psychological Well-Being pada Remaja: Studi Literatur Sistematik Fitrianti, Zahwa Arbiani; Muslikah, Muslikah; Sutoyo, Anwar
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18763

Abstract

Adolescence is a complex developmental phase, where individuals face various emotional and social challenges that can affect their psychological well-being. Religiosity is believed to play a role in improving psychological well-being especially when individuals have meaning in life, emotional support, and stress management strategies. This study aims to explore the relationship between religiosity and psychological well-being in adolescents through a Systematic Literature Review (SLR) approach. This study analyzed 8 articles from the Scopus, Taylor & Francis, and Google Schoolar databases in the range of 2021-2024, which were selected through inclusion and exclusion criteria. The results showed that religiosity has a positive relationship with psychological well-being in adolescents at various levels of education, where adolescents who have high levels of religiosity tend to show better levels of psychological well-being, especially in aspects of self-acceptance, healthy social relationships, and clear life goals. However, religiosity is not the only factor that influences psychological well-being, as other variables such as social support, resilience, emotional intelligence, and economic conditions also play a significant role in shaping adolescent psychological well-being. _____________________________________________________________Masa remaja merupakan fase perkembangan yang kompleks, dimana individu menghadapi berbagai tantangan emosional dan sosial yang dapat mempengaruhi psychological well-being mereka. Religiusitas diyakini berperan dalam meningkatkan psychological well-being terlebih ketika individu memiliki makna hidup, dukungan emosional, serta strategi penanggulangan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara religiusitas dan psychological well-being pada remaja melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini menganalisis 8 artikel dari database Scopus, Taylor & Francis, dan Google Schoolar dalam rentang tahun 2021-2024, yang dipilih melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa religiusitas memiliki hubungan positif dengan psychological well-being pada remaja diberbagai jenjang pendidikan, dimana remaja yang memiliki tingkat religiusitas tinggi cenderung menunjukkan tingkat psychological well-being yang lebih baik, khususnya dalam aspek penerimaan diri, hubungan sosial yang sehat, serta tujuan hidup yang jelas. Meskipun demikian, religiusitas bukan merupakan satu-satunya faktor yang memengaruhi psychological well-being, karena variabel lain seperti dukungan sosial, resiliensi, kecerdasan emosional, serta kondisi ekonomi turut berperan signifikan dalam membentuk psychological well-being remaja.
Kontribusi Empati dan Kepekaan Sosial terhadap Perilaku Prososial Remaja Jamain, Ririanti Rachmayanie; Hamidah, Hamidah
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18825

Abstract

In social life, interactions between people are strongly influenced by the ability to understand and feel the conditions of others. Empathy and social sensitivity are two important factors that contribute to the emergence of prosocial behavior. This study aims to analyze prosocial behavior in students of SMAN 1 Gambut. This research uses a quantitative approach with a type of contribution research. Data collection tools using Likert Scale questionnaires, namely empathy, social sensitivity, and prosocial, were used to obtain a sample of 228 using proportionate stratified random sampling. Data analysis techniques using descriptive statistics and multiple linear regression. The results of this study are, there is a significant influence for the contribution of X1 on Y, is 0.000 <0.05, and the value of fcount 807.174> Ftable 2.843. So it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted, which means (X1) and social sensitivity (X2) contribute to prosocial behavior (Y). The conclusion and this study is that empathy and social sensitivity have contributed to prosocial behavior. Furthermore, it is recommended that future researchers analyze factors that influence prosocial behavior other than empathy and social sensitivity. _____________________________________________________________Dalam kehidupan sosial, interaksi antar manusia sangat dipengaruhi oleh kemampuan untuk memahami dan merasakan kondisi orang lain. Empati dan kepekaan sosial merupakan dua faktor penting yang berkontribusi terhadap munculnya perilaku prososial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kontribusi empati dan kepekaan sosial terhadap perilaku prososial pada siswa SMAN 1 Gambut. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kontribusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kontribusi. Data dikumpulkan menggunakan angket berbasis skala Likert untuk mengukur empati, kepekaan sosial, dan perilaku prososial. Sampel sebanyak 228 siswa diperoleh melalui teknik proportionate stratified sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara empati (X1) dan kepekaan sosial (X2) terhadap perilaku prososial (Y), dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) dan Fhitung 807,174 (> Ftabel 2,834), dengan nilai koefisien kontribusi 87,8% yaitu kontribusi Empati (X1) dan Kepekaan Sosial (X2) terhadap Perilaku Prososial(Y). Empati dan kepekaan sosial secara signifikan berkontribusi terhadap perilaku prososial siswa. Temuan ini menunjukkan pentingnya mengembangkan empati dan kepekaan sosial dalamlingkungan pendidikan.Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku prososial.
Bimbingan Karier dalam Pemilihan Jurusan Perguruan Tinggi: Studi Kasus di SMAN 6 Bandar Lampung Asnanta, Rio; Nasution, Sri Ilham
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18903

Abstract

Choosing a suitable college major remains a challenge for many high school students. Career guidance, as part of counseling services, plays a crucial role in helping students prepare and plan their future careers. This study aims to explore the implementation of career guidance in supporting students’ decision-making when selecting college majors at SMA Negeri 6 Bandar Lampung. This research employed a qualitative descriptive method with data collected through interviews and observations involving one guidance and counseling teacher and four 12th-grade students. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the teacher has implemented structured career guidance using various media tools. This approach significantly helped students understand their interests and make informed choices regarding college majors. The guidance process not only addressed students’ confusion but also aligned their decisions with personal potential and academic goals. ____________________________________________________________________Pemilihan jurusan kuliah yang tepat masih menjadi tantangan bagi banyak siswa SMA. Bimbingan karier sebagai bagian dari layanan konseling memiliki peran penting dalam membantu siswa mempersiapkan dan merencanakan masa depan karier mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan bimbingan karier dalam mendukung pengambilan keputusan siswa dalam memilih jurusan kuliah di SMA Negeri 6 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap satu guru bimbingan dan konseling serta empat siswa kelas XII. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan bimbingan karier secara terstruktur dengan bantuan media bimbingan. Pendekatan ini sangat membantu siswa dalam memahami minat dan menentukan pilihan jurusan secara tepat. Proses bimbingan tidak hanya mengurangi kebingungan siswa, tetapi juga membantu mereka menyesuaikan pilihan dengan potensi diri dan tujuan akademik.
Persepsi Mahasiswa terhadap Dampak Bullying dalam Relasi Sosial: Studi di Universitas PGRI Wiranegara Karisma, Nurul; Yasmin, Yasmin; Farodillah, Rufkah Ayu
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.17926

Abstract

This study aims to analyze students' perceptions of the impact of bullying on social relations at Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara). Using a qualitative approach with a Colaizzi phenomenological design, through in-depth semi-structured interviews with 7 active students from the 2021-2024 intake from various study programs selected purposively, the data were analyzed thematically with the help of NVivo 12 Plus and validated via member check. The results show that verbal bullying (taunts, insults, gossip) is dominant, causing decreased self-confidence, difficulty interacting, alienation, and interpersonal conflict. These impacts disrupt long-term social integration, including decreased sense of belonging and academic participation. Students develop various coping strategies, including prevention efforts such as avoiding perpetrators and guarding their tongues, as well as handling efforts such as providing emotional support to victims. Coping strategies include avoiding perpetrators, emotional support between peers, and preventive efforts such as guarding their tongues. This study concludes the need for the implementation of comprehensive anti-bullying policies at the university level, including the need for integrated anti-bullying policies such as prevention through emotional literacy training, counseling-based handling, and safe victim reporting mechanisms, as well as strict sanctions to create a safe and conducive campus environment for all students._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap dampak bullying dalam relasi sosial di Universitas PGRI Wiranegara (Uniwara). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi Colaizzi, melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 7 mahasiswa aktif angkatan 2021-2024 dari berbagai program studi yang dipilih secara purposive, data dianalisis secara tematik dengan bantuan NVivo 12 Plus dan divalidasi via member check. Hasil menunjukkan bullying verbal (ejekan, hinaan, gosip) dominan terjadi, menyebabkan penurunan kepercayaan diri, kesulitan berinteraksi, keterasingan, dan konflik interpersonal. Dampak tersebut mengganggu integrasi sosial jangka, termasuk penurunan sense of belonging dan partisipasi akademik. Mahasiswa mengembangkan beragam strategi coping, meliputi upaya pencegahan seperti menghindari pelaku dan menjaga lisan, serta upaya penanganan seperti memberikan dukungan emosional kepada korban. Strategi coping meliputi penghindaran pelaku, dukungan emosional antarrekan, serta upaya preventif seperti menjaga lisan. Penelitian ini menyimpulkan perlunya implementasi kebijakan anti-bullying yang komprehensif di tingkat universitas, termasuk diperlukan kebijakan anti-bullying terpadu seperti pencegahan melalui pelatihan literasi emosional, penanganan berbasis konseling dan mekanisme pelaporan korban yang aman, serta sanksi tegas untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan kondusif bagi seluruh mahasiswa.
Analisis Kecemasan dalam Penentuan Jenjang Karier Siswa SMP Sholikah, Siti Marifatus; Rohmah, Silfia Ainur; Asri, Dahlia Novarianing
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.19019

Abstract

Anxiety that is often experienced by Junior High School (SMP) students is when faced with the process of determining career levels. This anxiety is closely related to the uncertainty of choices, environmental pressure, and the level of enthusiasm in facing competition. This study aims to obtain a description of junior high school students' anxiety in determining career levels. This study uses a qualitative approach with a phenomenological study. The data collection technique was carried out through structured interviews with five junior high school students to determine their anxiety in deciding their career path in terms of (1) uncertainty regarding future choices; (2) the form of enthusiasm for competition, and (3) pressure from the environment. The study results showed that students experienced anxiety in the uncertainty of future choices caused by the lack of exploration of self-potential, while pressure from the environment, such as family support or social experience, also influenced students' self-confidence levels. Negative anxiety can reduce learning motivation and make students hesitate in determining career choices that suit their abilities and interests. On the other hand, positive anxiety can be a motivation to study harder. For further research, Guidance and Counseling teachers need to provide adequate guidance for junior high school students so that they can recognize their potential, overcome emotional stress, and make the right decisions regarding further education paths. __________________________________________________________________Kecemasan yang seringkali dialami siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah ketika dihadapkan pada proses menentukan jenjang karier. Kecemasan ini berhubungan erat dengan ketidakpastian pilihan, tekanan lingkungan, serta tingkat semangat menghadapi kompetisi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kecemasan siswa SMP dalam menentukan jenjang karier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur terhadap lima siswa SMP untuk mengetahui kecemasan dalam menentukan jenjang karier ditinjau dari (1) ketidakpastian terhadap pilihan masa depan; (2) bentuk rasa semangat terhadap kompetisi, dan (3) tekanan dari lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kecemasan dalam ketidakpastian pilihan masa depan yang disebabkan kurangnya eksplorasi potensi diri, sementara tekanan dari lingkungan, seperti dukungan keluarga atau pengalaman sosial, turut mempengaruhi tingkat kepercayaan diri siswa. Kecemasan yang bersifat negatif dapat menurunkan motivasi belajar dan membuat siswa ragu dalam menentukan pilihan karier yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka. Sebaliknya, kecemasan yang bersifat positif dapat menjadi motivasi untuk lebih giat belajar. Bagi penelitian selanjutnya, guru Bimbingan dan Konseling perlu memberikan pendampingan yang memadai bagi siswa SMP agar dapat mengenali potensi diri, mengatasi tekanan emosional, dan membuat keputusan yang tepat terkait jalur pendidikan lanjutan.
Peningkatan Self-confidence Siswa melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Reframing Ayuni, Putri; Karamoy, Yurike Kinanthy; Triana, Dian
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18543

Abstract

Someone with high self-confidence tends to believe they can find answers to the obstacles they face. On the other hand, individuals with low self-confidence will feel that they cannot solve the problems they face. Based on the phenomenon found at SMPN 02 Silo school, some students have low levels of self-confidence, including being nervous when meeting new people, shy when asked questions, and not daring to express opinions. With this phenomenon, the research aims to increase students' self-confidence. The research method uses a qualitative approach with a PTBK design. The respondents studied were 28 students, with 6 students selected using purposive sampling as samples. The data collection method was carried out using a questionnaire. From the results of observations of the service action process, it was discovered that the level of student self-confidence increased in each research cycle, in cycle I it reached a percentage of 66% of the sample in the medium category (81-120), then in the second cycle the percentage of students had reached 83% of the sample in the high category (121-160), so it can be said that providing guidance services for the reframing technique group was able to increase the self-confidence of class VIII B students at SMPN 02 Silo. __________________________________________________________________Seseorang dengan Self-confidence tinggi cenderung yakin bahwa mereka mampu untuk mencari jawaban atas kendala yang mereka hadapi. Sebaliknya, seseorang dengan Self-confidence rendah sering merasa tidak mampu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Berdasarkan fenomena yang ditemukan di sekolah SMPN 02 Silo bahwa sebagian siswa memiliki tingkat Self-confidence yang rendah diantaranya gugup ketika bertemu orang baru, malu ketika ditanya, serta tidak berani mengungkapkan pendapat. Dengan adanya fenomena tersebut maka tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan Self-confidence siswa. Metode penelitian menggunaakan pendekatan kualitatif dengan desain PTBK. Responden yang diteliti berjumlah 28 siswa, dengan 6 siswa dipilih secara purposive sampling sebagai sampel. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Pada hasil pengamatan proses tindakan layanan diketahui bahwa tingkat Self-confidence siswa meningkat pada tiap siklus penelitian, pada siklus I mencapai persentase 66% sampel dalam kategori sedang (81-120), kemudian pada siklus ke II persentase siswa telah mencapai 83% sampel dalam kategori tinggi (121-160), Hal ini menunjukkan bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok teknik reframing mampu meningkatkan Self-confidence siswa kelas VIII B SMPN 02 Silo.
Studi Fenomenologi Tentang Faktor Penyebab Serta Dampak Prokrastinasi Akademik pada Siswa A'yun, Siti Qurotul; Christiana, Elisabeth; Setiawati, Denok; Habsy, Bakhrudin All
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18986

Abstract

Procrastination is the behavior of delaying tasks or responsibilities. In an academic context, procrastination refers to the tendency to postpone schoolwork or assignments. This study aims to identify the factors that contribute to the growing phenomenon of academic procrastination among students and its potential impacts. The research used a phenomenological approach, a qualitative method that explores individuals’ experiences of a particular phenomenon. The study involved six participants: three as primary data sources who frequently delayed submitting assignments in more than three subjects, and three as supporting participants. Data were analyzed using the Colaizzi model. The findings revealed that the main factors behind academic procrastination include fear of failure, low self-discipline, task aversiveness, and perfectionist attitudes. The negative impacts of this behavior include anxiety, excessive guilt, decreased productivity and motivation, sleep disturbances, physical health issues, and lower academic performance. The study suggests that future research should explore effective intervention strategies to help reduce academic procrastination among students. ___________________________________________________________________Prokrastinasi merupakan perilaku menunda tugas atau pekerjaan. Dalam konteks akademik, prokrastinasi akademik adalah kecenderungan menunda mengerjakan tugas sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor penyebab dan dampak dari prokrastinasi akademik yang terus berkembang di lingkungan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi, yaitu pendekatan yang digunakan untuk mengidentifikasi pengalaman seseorang terhadap suatu fenomena. Partisipan terdiri dari enam orang, tiga sebagai data utama (sering menunda tugas pada lebih dari tiga mata pelajaran) dan tiga sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan dengan model Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab prokrastinasi akademik antara lain: rasa takut gagal, rendahnya disiplin diri, task aversiveness (ketidaksukaan terhadap tugas), dan sikap perfeksionis. Dampak negatif dari prokrastinasi meliputi kecemasan, rasa bersalah, penurunan motivasi dan produktivitas, gangguan tidur, masalah kesehatan fisik, serta penurunan prestasi belajar. Penelitian ini menyarankan perlunya layanan intervensi yang tepat untuk membantu mengurangi prokrastinasi akademik pada siswa sehingga mereka dapat lebih optimal dalam menjalankan tanggung jawab akademiknya.