cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 246 Documents
Character Development and Student Independence Through Life Skill-Based Learning Aisyah, Siti; Mabnunah, Mabnunah; Nafilah, Anis Khofifatun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.16915

Abstract

The world of education is experiencing rapid development which includes fulfilling students' needs for life skills to support daily life and adaptability to social changes and work challenges. Life skill-based learning is considered important because it focuses on academic aspects and practical skills that support students' success in the future. This article aims to understand the role of life skills learning in shaping students' character and independence at MAN Bangkalan, using a qualitative approach through ethnographic methods that include observation, interviews, and document analysis. The results show that the life skills program positively shapes students' character of discipline, responsibility, and independence. In addition, developing personal, social, and vocational skills helps prepare students for the dynamic social and work world, providing learning experiences relevant to real life. The program is proven to increase students' self-confidence and adaptability, making them better prepared to face future challenges. Further studies should expand the sample, utilize mixed methods, and extend the observation period to produce more in-depth and representative findings. ____________________________________________________________________Dunia pendidikan mengalami perkembangan yang pesat yang meliputi pemenuhan kebutuhan siswa akan keterampilan hidup untuk menunjang kehidupan sehari-hari dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial dan tantangan pekerjaan. Pembelajaran berbasis keterampilan hidup dianggap penting karena berfokus pada aspek akademis dan keterampilan praktis yang menunjang keberhasilan siswa di masa depan. Artikel ini bertujuan untuk memahami peran pembelajaran keterampilan hidup dalam membentuk karakter dan kemandirian siswa di MAN Bangkalan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode etnografi yang meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program keterampilan hidup secara positif membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan mandiri. Selain itu, pengembangan keterampilan pribadi, sosial, dan vokasional membantu mempersiapkan siswa untuk dunia sosial dan pekerjaan yang dinamis, memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata. Program ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan beradaptasi siswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Penelitian selanjutnya sebaiknya memperluas sampel, menggunakan metode campuran, dan memperpanjang periode pengamatan untuk menghasilkan temuan yang lebih mendalam dan representatif.
Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Digital untuk Perencanaan Karier Siswa: Kajian Literatur Sistematis Kusumanegara, Dyah Ayu; Purwoko, Budi; Naqiah, Nadjlatun; Habsy, Bakhrudin All
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.17388

Abstract

The development of information and communication technology has had a significant impact on various aspects of life, including education. Digital-based guidance and counseling services are increasingly seen as important for students' career planning, especially in the face of the challenges of learning in the current digital era. This article aims to examine digital-based guidance and counseling services as an effort to support students' higher education planning. The methodology used in this study is a literature review that covers various sources related to digital guidance and counseling services and career planning for students. The findings show that digital-based guidance and counseling services can provide broader, more effective, efficient, and flexible access to students in supporting career planning. The conclusion of this study emphasizes the importance of digital-based guidance and counseling services in the education system for students' career planning. The implementation of this service is expected to encourage students to be more confident in determining their future career plans. Suggestions for further researchers are more comprehensive and inclusive research needs to be conducted to address and ensure that research findings can be applied more widely and effectively. _____________________________________________________________Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Layanan bimbingan dan konseling berbasis digital semakin dianggap penting untuk perencanaan karier siswa, terutama di tengah tantangan belajar di era digital saat ini. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji layanan bimbingan dan konseling berbasis digital sebagai upaya untuk perencanan studi lanjut siswa. Metodologi yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur yang mencakup berbagai sumber terkait layanan bimbingan dan konseling digital, dan perencanaan karier pada siswa. Temuan menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling berbasis digital dapat memberikan akses yang lebih luas, efektif dan efisien serta fleksibel kepada siswa dalam mendukung perencanaan karier. Kesimpulan dari kajian ini menekankan pentingnya layanan bimbingan dan konseling berbasis digital dalam sistem pendidikan untuk perencanaan karier siswa. Implementasi layanan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam menentukkan perencanaan karier siswa di masa depan. Saran untuk peneliti selanjutnya riset yang lebih komprehensif dan inklusif perlu dilakukan untuk mengatasi dan memastikan bahwa temuan penelitian dapat diterapkan secara lebih luas dan efektif.
Quality of Life Impairment in Bullied Students: A Case Report Muna, Nailin; Yandri, Hengki
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.16127

Abstract

Bullying has become a prevalent issue, with widespread media coverage of related incidents. Students' quality of life is important for students who are victims of bullying. The purpose of this study is to analyze the impact of the quality of life of students who are victims of bullying, specifically focusing on the quality of life of students. This study uses a case report research method to describe the quality of life of students who are victims of bullying, the subject of this study is only 1 person, students who experienced bullying were selected based on certain criteria to ensure relevance and suitability for the research objectives. The data of this study was revealed by using structured and in-depth interviews in counseling sessions. Data were collected through thematic analysis, a qualitative analysis method used to identify patterns and themes in the data obtained in the research. The results showed that good physical health, psychological well-being, social relationships, academic achievement, school environment, and emotional well-being can improve quality of life. Future researchers could explore factors that support the recovery of students who are victims of bullying, such as support from family and friends _____________________________________________________________Perundungan telah menjadi masalah yang lazim terjadi, dengan liputan media yang luas terhadap insiden terkait. Kualitas hidup siswa merupakan hal yang penting untuk siswa korban perundungan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dampak kualitas hidup siswa korban bullying, khususnya berfokus pada kualitas hidup siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian case report untuk mendeskripsikan kualitas hidup siswa korban bullying subjek penelitian ini hanya 1 orang, siswa yang mengalami bullying dipilih berdasarkan kriteria tertentu untuk memastikan relevansi dan kesesuaian dengan tujuan penelitian. Data penelitian ini diungkapkan dengan menggunakan wawancara tertruktur dan mendalam dalam sesi konseling. Data dikumpulkan melalui analisis tematik, sebuah metode analisis kualitatif yang digunakan untuk mengidentifikasi pola dan tema dalam data yang diperoleh dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis,hubungan sosial, prestasi akademik, lingkungan sekolah, dan kesejahteraan emosional  yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup. Peneliti selanjutnya bisa mengeksplorasi faktor-faktor yang mendukung pemulihan siswa korban bullying, seperti dukungan dari keluarga, dan teman.
HALAMAN DEPAN JBKR Vol. 10 No. 2 TAHUN 2024 JBKR, Admin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagaimana Fenomena ‘Marriage is Scary’ dalam Pandangan Perempuan Generasi Z? Lestari, Melina; Aimma, Sandhian Lasti; Cahyadi, Shafa Fajriandini; Putri, Khaila Alfiory Lestari Legowo; Mustofa, Mona Maimun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.17187

Abstract

This research aims to examine the views of Generation Z women regarding the "marriage is scary" phenomenon, which reflects their concerns about marriage. The approach in this research is qualitative with a narrative method. Researchers interviewed 10 students from the Guidance and Counseling study program at Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA as a respondent. Researchers asked about the meaning of marriage, issues that make them worry about marriage and their views on the "marriage is scary" phenomenon.  The results of the research show that Generation Z women have a positive view of marriage, namely as a commitment that is full of challenges and concerns about violence that may occur and the increasingly widespread patriarchal culture. Apart from that, generation Z women also value marriage as a forum for personal growth and mutually supportive relationships. The worries they have in a marriage originate from both within themselves and outside themselves. The increasingly growing phenomenon of "Marriage is scary" strengthens their worries and increasingly encourages them to be more selective in finding a partner and to be more mentally prepared to move toward marriage. The implication for premarital guidance and counseling is that preventive services are needed that can resolve concerns about problems in marriage. _____________________________________________________________Penilitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan perempuan generasi Z mengenai fenomena “marriege is scary” yang mencerminkan apa saja kekhawatiran mereka dalam pernikahan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode naratif. Peneliti mewawancarai 10 mahasiswi program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA sebagai responden. Peneliti  menanyakan makna pernikahan, isu yang membuat mereka khawatir akan pernikahan dan pandangan mereka tentang fenomena “marriage is scary”.  Hasil dari penilitian menunjukkan bahwa pandangan positif perempuan generasi Z terhadap pernikahan, yaitu sebagai komitmen yang penuh dengan tantangan dan kekhawatiran terhadap kekerasan yang mungkin akan terjadi serta budaya patriarki yang kian meluas. Selain dari itu perempuan generasi Z juga menghargai pernikahan sebagai wadah untuk pertumbuhan pribadi dan hubungan yang saling mendukung. Kekahawatiran dalam sebuah pernikahan yang dimiliki baik yang bersumber dari dalam diri dan luar diri mereka. Fenomena yang kian berkembang soal “marriage is scary” memperkuat rasa khawatir mereka dan makin mendorong mereka untuk lebih memilih dalam mencari pasangan juga lebih memantapkan mental untuk menuju jenjang pernikahan. Implikasi pada bimbingan dan konseling pranikah adalah diperlukannya layanan preventif yang dapat menyelesaikan kekhawatiran akan permasalahan dalam pernikahan.
Peningkatan Pemahaman Edukasi Seksual Remaja Melalui Media Spin Wheel, Kartu Bergambar, dan Poster Ikmah, Ikmah; Barriyati, Barriyati; Fazny, Bella Yugi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.14148

Abstract

This Guidance and Counseling Action Research (PTBK) aims to increase understanding of sexual education among teenagers through interactive media, namely spin wheels, picture cards and posters. This research was carried out at SMA Negeri 03 Sungai Kakap with 30 class XI students as research subjects. This action research method consists of two cycles, each cycle includes the stages of planning, action, observation and reflection. In cycle I, spin wheel media and picture cards were introduced as tools to help convey sexual education material. Observation results show that there is an increase in understanding, but there are still some students who are less responsive. In cycle II, the use of posters was added to strengthen students' visuals and understanding. The research results show a significant increase in students' understanding of sexual education after using interactive media. The average student comprehension test score increased from 20% during the pre-cycle to 50% in cycle I then increased again to reach 83.33% at the end of cycle II. The conclusion of this research is that the use of spin wheel media, picture cards and posters is effective. Spin wheel, picture cards and posters are effective in improving adolescent sexual education. This research recommends the integration of interactive media in guidance learning to achieve better and more interesting understanding._____________________________________________________________________Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman edukasi seksual di kalangan remaja melalui media interaktif yakni spin wheel, kartu bergambar dan poster. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 03 Sungai kakap dengan subjek penelitian siswa kelas XI yang berjumlah 30 orang. Metode Penelitian tindakan ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus meliputi tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pada siklus I diperkenalkan media spin wheel dan kartu bergambar sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi edukasi seksual. Hasil observasi menunjukan ada peningkatan pemahaman namun masih ada beberapa siswa yang kurang responsif. Pada siklus II ditambahkan penggunaan poster untuk memperkuat visual dan pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai edukasi seksual setelah penggunaan media tersebut. Skor rata-rata tes pemahaman siswa meningkat dari 20% saat pra siklus sampai 50% pada siklus I kemudian meningkat lagi mencapai 83,33% pada akhir siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media spin wheel, kartu bergambar dan poster efektif spin wheel, kartu bergambar dan poster dalam meningkatan edukasi seksual remaja. Penelitian ini merekomendasikan integrasi media interaktif dalam pembelajaran bimbingan untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dan menarik.
Kajian Literatur Sistematis: Pola Asuh Otoriter dan Keputusan Childfree Pada Perspektif Gen Z Dewi, Chandra; Kamilah, Rafah; Varoriz, Zanella; Siti, Auliyya; Mutiara, Zingga
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 10, No 2 (2024): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v10i2.17477

Abstract

Parental upbringing plays a crucial role in child development. Authoritarian parenting, which emphasizes power without compromise, often hurts children's social-emotional development, leading to trauma, low self-esteem, and difficulties in emotional regulation. This parenting style may also influence children to adopt certain lifestyles, including the decision to be childfree. This study examines the relationship between authoritarian parenting and childfree choice among Generation Z using a Systematic Literature Review approach. The results indicate that authoritarian parenting can shape children's views on family roles and reproduction. Other factors, such as education, career, and socio-cultural changes, also contribute to the childfree trend. In the last four years, the number of women choosing childfree increased by 8% in 2022, potentially affecting Indonesia's demographic structure. Therefore, parents have a significant responsibility to implement parenting styles that support healthy social-emotional development, fostering self-confident individuals with positive views on family roles. This trend suggests that Indonesia risks losing part of its population pyramid, which has traditionally been considered stable. For Muslims, societal perspectives are often influenced by Quranic teachings. A deep understanding of the Quran's views on parenting and childfree in Generation Z is important to explore. ____________________________________________________________Pola asuh orang tua memegang peran penting dalam perkembangan anak. Pola asuh otoriter, yang menekankan kekuasaan tanpa kompromi, sering berdampak negatif pada perkembangan sosial-emosional anak, seperti trauma, rendahnya percaya diri, dan kesulitan mengelola emosi. Pola asuh ini juga dapat memicu anak untuk memilih gaya hidup tertentu, termasuk Keputusan untuk Childfree. Penelitian ini mengkaji hubungan pola asuh otoriter dengan keputusan childfree pada generasi Z menggunakan metode Systematic Literature Review. Hasilnya menunjukkan bahwa pola asuh otoriter dapat memengaruhi pandangan anak terhadap peran keluarga dan reproduksi. Faktor lain seperti pendidikan, karier, dan perubahan sosial budaya juga berperan dalam tren childfree. Dalam empat tahun terakhir, jumlah perempuan yang memilih childfree meningkat hingga 8% pada 2022, yang berpotensi memengaruhi struktur demografi Indonesia. Oleh karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk menerapkan pola asuh yang mendukung perkembangan sosial-emosional sehat, guna membentuk individu percaya diri dengan pandangan positif terhadap peran keluarga. Trend ini menunjukkan bahwa Indonesia berisiko kehilangan sebagian generasi dalam piramida penduduk yang selama ini dianggap stabil. Bagi yang beragama Islam, perspektif masyarakat seringkali dipengaruhi oleh ajaran Al-Quran. Pemahaman mendalam terhadap pandangan Al-Quran tentang peran orang tua, childfree pada gen Z menjadi penting untuk dikaji.
Efektifitas Konseling Kelompok Teknik Cognitive Defusion Terhadap Self-Confidence Siswa Introvert Al Ridwan, Muhammad Faisal; Galugu, Nur Saqinah; Anuar, Arman Bin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.19335

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of group counseling services using cognitive defusion techniques in improving self-confidence among introverted students at SMAN 2 LUWU and to identify the differences in their self-confidence before and after the intervention. This quasi-experimental study used a one-group pre-test and post-test design to measure the level of self-confidence before and after the intervention. The sample was selected through purposive sampling and consisted of six students from class XI IPS 1 and XI IPS 2 who were identified as having low self-confidence. Data were collected using a self-confidence questionnaire, an interview, and observation. The results show that group counseling employing cognitive defusion techniques is effective in enhancing the self-confidence of introverted students, as demonstrated by the significant improvement in scores from the pre-test to the post-test (mean score before = 41.67; after = 94.17; improvement = 52.5). Furthermore, the paired sample T-test revealed a significance value (2-tailed) of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference. Thus, the study confirms the hypothesis (H1) that group counseling with cognitive defusion techniques can significantly improve the self-confidence of introverted students. _____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive defusion dalam meningkatkan self-confidence pada siswa introvert di SMAN 2 Luwu. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kepercayaan diri siswa introvert yang ditandai dengan keraguan dalam bertanya dan menjawab di kelas, ketakutan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, serta minimnya partisipasi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment tipe one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari enam siswa kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2 yang dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi angket skala self-confidence, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik cognitive defusion efektif dalam meningkatkan self-confidence. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata skor self-confidence dari 41,67 pada pre-test menjadi 94,17 pada post-test, dengan kenaikan sebesar 52,5. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 ≤ 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, hipotesis H1 diterima dan layanan yang diberikan terbukti efektif.
Academic Grit dan Self-Efficacy dalam Kaitannya dengan Resiliensi Mahasiswa Peserta KIP Kuliah Tarigan, Angeline Hosana Zefany; Purnamasari, Ayu; Fikri, Muhammad Zainal
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.17423

Abstract

Being a college student certainly does not escape the academic burden that is greater than when you were a student. Especially for students participating in KIP Kuliah, the workload and academic responsibilities as a student are certainly not easy. The ability to deal with pressure is different for each individual. To manage and overcome the pressure they face, every student must be able to be resilient to survive and overcome the disappointment they face. This research aims to determine how academic grit and self-efficacy relate to resilience in students participating in KIP Kuliah. This research uses a quantitative approach. Three measuring instruments are used, namely the academic grit scale, self-efficacy scale, and resilience scale. The sampling technique used was simple random sampling, where the sample size was 164 respondents. The data analysis technique used Pearson' product moment and obtained a significance value of 0.000 (Pearson' correlation = 0.452) for the correlation between the academic grit variable and the resilience variable, as well as a significance value of 0.000 (Pearson' correlation = 0.576) for the correlation between the self-efficacy variable with resilience variables. The academic grit variable and the self-efficacy variable together have a significant correlation with the resilience variable, where the significance value is 0.000 (R Square = 0.890). Thus, it can be concluded that the academic grit variable and the self-efficacy variable are both positively correlated with the resilience variable._________________________________________________________Menjadi mahasiswa tentu tidak luput dari beban akademik yang lebih besar dibandingkan dengan saat menjadi siswa. Terutama bagi mahasiswa peserta KIP Kuliah, beban tugas dan tanggung jawab akademik sebagai mahasiswa tentu bukan hal yang mudah. Kemampuan untuk menghadapi tekanan berbeda bagi masing-masing individu. Untuk mengelola dan mengatasi tekanan yang dihadapi, maka setiap mahasiswa harus bisa menjadi resilien untuk bertahan dan memperbaiki kekecewaan yang dihadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana academic grit dan self-efficacy dalam kaitannya dengan resiliensi pada mahasiswa peserta KIP Kuliah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Terdapat tiga alat ukur yang digunakan, yakni skala academic grit, skala self-efficacy dan skala resiliensi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dimana jumlah sampel yaitu 164 responden. Teknik analisis data menggunakan pearson’ product moment dan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (pearson’ correlation = 0, 452) untuk korelasi antara variabel academic grit dengan variabel resiliensi, serta nilai signifikansi sebesar 0,000 (pearson’ correlation = 0,576) untuk korelasi antara variabel self-efficacy dengan variabel resiliensi. Variabel academic grit dan variabel self-efficacy secara bersama-sama memiliki korelasi yang signifikan dengan variabel resiliensi dimana nilai signifikansi sebesar 0,000 (R Square = 0,890). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel academic grit dan variabel self-efficacy sama-sama berkorelasi secara positif dengan variabel resiliensi. 
Pengaruh Religiusitas Terhadap Academic Integrity pada Remaja: Systematic Literature Review Chelmidar, Syarah; Muslikah, Muslikah; Sutoyo, Anwar
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 1 (2025): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i1.18753

Abstract

Integrity and religiosity play a crucial role in shaping adolescents' academic behavior, particularly in preventing academic dishonesty. Integrity, as a fundamental attribute, supports the development of responsible and productive individuals, while religiosity enhances moral awareness and self-control. Academic dishonesty, including cheating and plagiarism, is an ethical violation that negatively impacts both individuals and educational institutions. Research indicates that higher levels of religiosity are negatively correlated with academic dishonesty because religious individuals tend to uphold moral and ethical values. However, other factors, such as academic pressure, also influence dishonest behavior. Therefore, a holistic approach that strengthens integrity, fosters religiosity, and manages academic stress is necessary to cultivate a generation of youth with high integrity who uphold ethical values in education. This study reviewed seven articles selected based on predetermined inclusion criteria. The databases used for article searches included ScienceDirect, Taylor & Francis, and Google Scholar. The findings reveal that religiosity plays a significant role in shaping the ethical attitudes and behaviors of adolescents. Individuals with a deep understanding of religion tend to avoid academic dishonesty due to their belief in a higher moral oversight. ___________________________________________________________________Integritas dan religiusitas memainkan peran penting dalam membentuk perilaku akademik remaja, terutama dalam mencegah kecurangan akademik. Integritas, sebagai atribut fundamental, mendukung pengembangan individu yang bertanggung jawab dan produktif, sementara religiusitas membantu meningkatkan kesadaran moral dan kontrol diri. Kecurangan akademik, seperti menyontek dan plagiarisme, merupakan pelanggaran etika yang berdampak negatif pada individu dan institusi pendidikan. Penelitian menunjukkan bahwa tingkat religiusitas yang tinggi berkorelasi negatif dengan kecurangan akademik, karena individu yang religius cenderung menghormati nilai-nilai moral dan etika. Namun, faktor lain seperti tekanan akademik juga memengaruhi perilaku curang. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang mencakup penguatan integritas, peningkatan religiusitas, dan pengelolaan tekanan akademik diperlukan untuk menciptakan generasi muda yang berintegritas tinggi dan menjunjung nilai-nilai etis dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan 7 artikel yang ditelaah dengan inklusi yang telah ditentukan. Database yang digunakan untuk memudahkan pencarian artikel adalah Sciencedirect, Taylor & Francis, dan Google Scholar. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa religiusitas memainkan peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku etis remaja. Individu dengan pemahaman agama yang mendalam cenderung menghindari kecurangan akademik karena percaya akan adanya pengawasan moral yang leìbih tinggi.