cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 262 Documents
Gambaran Pengalaman Flow Pada Mahasiswa Yang Bekerja Part-time Rohmatika, Zidna; Sucipto, Muhammad Arif Budiman
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.19883

Abstract

Part-time working students face challenges in balancing academic and work demands, which can affect their learning engagement. This study entitled "Description of Flow Experiences in Part-time Working Students at Pancasakti University, Tegal" aims to describe the types of flow experiences experienced by students in academic activities, identify the factors that influence them, and understand their impact on learning engagement. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method. The subject of the study was one active student who works part-time, with additional data from parents and close friends. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that students can still experience flow in activities such as reading, writing, and discussing, especially when the material is in line with their interests and is carried out in a comfortable learning atmosphere. Flow is triggered by internal factors such as intrinsic motivation and self-confidence, and supported by external factors such as social support and a conducive learning environment. The conclusion of this study shows that despite having a double burden, part-time students are still able to achieve optimal academic engagement through flow experiences facilitated by appropriate learning strategies and adequate environmental support. _____________________________________________________________ Mahasiswa yang bekerja part-time menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan akademik dan pekerjaan, yang dapat memengaruhi keterlibatan belajar mereka. Penelitian ini berjudul "Gambaran Pengalaman Flow pada Mahasiswa yang Bekerja Part-time di Universitas Pancasakti Tegal" bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis pengalaman flow yang dialami mahasiswa dalam aktivitas akademik, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta memahami dampaknya terhadap keterlibatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian adalah satu mahasiswa aktif yang bekerja part-time, dengan data tambahan dari orang tua dan teman dekat. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tetap dapat mengalami flow dalam aktivitas seperti membaca, menulis, dan berdiskusi, terutama saat materi sesuai minat dan dilakukan dalam suasana belajar yang nyaman. Flow dipicu oleh faktor internal seperti motivasi intrinsik dan kepercayaan diri, serta didukung oleh faktor eksternal seperti dukungan sosial dan lingkungan belajar yang kondusif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki beban ganda, mahasiswa part-time tetap mampu mencapai keterlibatan akademik yang optimal melalui pengalaman flow yang difasilitasi oleh strategi belajar yang tepat dan dukungan lingkungan yang memadai.
Pengaruh Konseling Kelompok Teknik Self-Management terhadap Disiplin Belajar Siswa Madrasah Aliyah Rohman, Syahro Unzilatur; Karamoy, Yurike Kinanthy; Mutakin, Fakhruddin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21172

Abstract

Learning discipline is a crucial factor in students’ academic success; however, Islamic senior high school students (Madrasah Aliyah) often experience problems such as tardiness, task procrastination, and poor time management. This study aimed to examine the effect of group counseling services using the self-management technique on students’ learning discipline. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The participants consisted of seven eleventh-grade students selected through purposive sampling. The intervention was conducted in four group counseling sessions focusing on self-monitoring, self-evaluation, and self-reinforcement. Data were collected using a learning discipline scale with established validity and reliability, and analyzed using a paired sample t-test. The results indicated a significant difference in students’ learning discipline levels before and after participating in the group counseling sessions. These findings suggest that strengthening self-regulation through group-based self-management activities is positively associated with improved learning discipline. This study concludes that group counseling with the self-management technique has the potential to serve as a contextual guidance and counseling strategy for fostering learning discipline among Madrasah Aliyah students. _____________________________________________________________Disiplin belajar merupakan aspek penting dalam keberhasilan akademik siswa, namun pada jenjang Madrasah Aliyah masih ditemukan berbagai permasalahan seperti keterlambatan hadir, prokrastinasi tugas, dan rendahnya pengelolaan waktu belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik self-management terhadap disiplin belajar siswa Madrasah Aliyah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah tujuh siswa kelas XI yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan melalui empat sesi konseling kelompok yang menekankan tahapan self-monitoring, self-evaluation, dan self-reinforcement. Data dikumpulkan menggunakan skala disiplin belajar yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat disiplin belajar siswa sebelum dan sesudah mengikuti layanan konseling kelompok dengan teknik self-management. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan pengelolaan diri melalui dinamika kelompok berasosiasi positif dengan peningkatan disiplin belajar siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling kelompok dengan teknik self-management berpotensi menjadi strategi layanan bimbingan dan konseling yang kontekstual dalam membina disiplin belajar siswa Madrasah Aliyah.
Edukasi Pranikah Sebagai Persiapan Kesehatan Keluarga Muslim: Analisis Perspektif Mahasiswi STDI Imam Syafi’i Jember Oktaviani, Witia; Azizah, Azizah; Nasution, Aprida
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20532

Abstract

The trend of premarital sex among Indonesian Muslim youth has become increasingly worrying at both global and national levels, largely due to limited knowledge and awareness. This phenomenon poses serious health risks, including sexually transmitted diseases such as HIV/AIDS and the possibility of unhealthy offspring. Premarital education is therefore expected to provide accurate information related to reproductive health, particularly for Muslim women. This study aimed to examine the general perceptions of female students at STDI Imam Syafi'i Jember regarding the quality and benefits of premarital reproductive health education. It also analyzed the correlation between age and differences in marriage plans with these perceptions. A quantitative approach was applied using a Likert-scale questionnaire administered to 130 female students. Data were analyzed using descriptive statistics, correlation tests, and the Mann–Whitney U test with JASP software. The findings showed that 92% of respondents held high or very positive perceptions of the quality and benefits of the education provided. These perceptions were not influenced by age or by differences in the students’ marriage plans. Overall, the results emphasize the urgency and relevance of premarital reproductive health seminars and the need for wedding education._____________________________________________________________Tren seks pranikah mengkhawatirkan baik secara global maupun nasional di kalangan remaja Muslim Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Masalah ini memiliki konsekuensi kesehatan yang parah, termasuk risiko penyakit seperti HIV/AIDS dan potensi keturunan yang tidak sehat. Pelaksanaan edukasi pranikah diharapkan mampu memberikan informasi terkait permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi terutama pada kalangan wanita muslimah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum persepsi mahasiswi STDI Imam Syafi’i  Jember tentang kualitas dan manfaat dari edukasi kesehatan reproduksi pranikah yang dilakukan serta menguji korelasi usia dan perbedaan rencana menikah terhadap persepsi yang diberikan.. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif,  menggunakan kuesioner skala Likert pada 130 mahasiswi. Metode statistik deskriptif, uji korelasi dan uji Mann-Whitney U digunakan untuk menganalisis data dengan menggunakan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswi terhadap kualitas dan manfaat edukasi pranikah yang diberikan termasuk kategori tinggi/sangat positif (92%). Persepsi ini tidak dipengaruhi oleh usia maupun perbedaan rencana menikah dari mahasiswi. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi pranikah melalui seminar kesehatan reproduksi yang dilakukan memiliki urgensi dan relevansi topik seminar tersebut sebagai bekal penting bagi wanita muslimah. Namun edukasi ini belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi persiapan pernikahan. Oleh karen itu perlu dilakukan seminar lanjutan untuk persiapan pernikahan.
Pengembangan Sistem Pakar BK Berbasis Web: Analisis Kebutuhan dan Akuisisi Pengetahuan dengan Metode Forward Chaining Lena, Ai; Denni, Irdam; Bhakti, Demmy Dharma
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21174

Abstract

Guidance and Counseling Services in schools often experience operational inefficiencies, such as manual recording of consultation histories and slow and unstandardized identification of student problems (personal, social, and learning). These problems underlie the need to develop a web-based expert system capable of providing a systematic initial diagnosis. This study aims to analyze the functional requirements of the system and acquire and formulate an initial knowledge base from Guidance and Counseling Teachers as domain experts. The method used is Research and Development guided by the Expert System Development Life Cycle framework, with a focus on the Planning and Knowledge Definition stages through structured interviews. This study specifically fills the gap in the literature on the formalization stage of the initial knowledge base of an expert system focused on guidance and counseling services. The results are the definition of the system's functional requirements (digital history module and PDF reporting) and an initial knowledge base in the form of a structured IF-THEN rule set. This knowledge base justifies the use of the Forward Chaining method as an inference logic that runs from student symptoms to diagnostic conclusions. With this valid rule base, the system is ready to become the foundation for an accurate diagnosis. ___________________________________________________________________Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah seringkali mengalami inefisiensi operasional, seperti pencatatan riwayat konsultasi yang masih manual dan identifikasi masalah siswa (pribadi, sosial, belajar) yang lambat dan belum terstandar. Permasalahan ini mendasari kebutuhan untuk mengembangkan sistem pakar berbasis web yang mampu memberikan diagnosis awal secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan fungsional sistem dan mengakuisisi serta merumuskan basis pengetahuan awal dari Guru Bimbingan dan Konseling sebagai pakar domain. Metode yang digunakan adalah Research and Development yang dipandu oleh kerangka Expert system Development Life Cycle, dengan fokus pada tahap Perencanaan dan Pendefinisian Pengetahuan melalui wawancara terstruktur. Penelitian ini secara spesifik mengisi kekosongan literatur pada tahap formalisasi basis pengetahuan awal sistem pakar yang berfokus pada layanan bimbingan dan konseling. Hasilnya adalah terdefinisinya kebutuhan fungsional sistem (modul riwayat digital dan pelaporan PDF) dan basis pengetahuan awal berupa set aturan IF-THEN yang terstruktur. Basis pengetahuan ini menjustifikasi penggunaan metode Forward Chaining sebagai logika inferensi yang berjalan dari gejala siswa menuju kesimpulan diagnosis. Dengan basis aturan yang valid ini, sistem siap menjadi fondasi diagnosis yang akurat.
Intensitas Mendengarkan Musik K-Pop dengan Self-Love dan Kesehatan Mental Mahasiswa Indasari, Andi Desviana; Puswiartika, Dhevy; Fitriani, Dian
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.19810

Abstract

This research investigates the relationship between listening K-Pop music consumption and levels of Self-Love and mental health among students in the Faculty of Teacher Training and Education, class of 2021, at Tadulako University. The research participants consisted of 146 students from the Faculty of Teacher Training and Education, a 2021 batch, who actively listened to K-Pop music. Data collection employed adapted questionnaire instruments: a listening K-Pop music consumption questionnaire, a Self-Love scale, and a mental health assessment scale. The research employed a quantitative research methodology with a causal-associative design, utilizing correlation analysis to examine the relationships between variables. The Pearson Product-Moment correlation analysis yielded the following results: The correlation between BTS music consumption (Variable X) and Self-Love (Variable Y1) had a significance value (2-tailed) of 0.483, which is greater than 0.05. Similarly, the correlation between listening K-Pop music consumption (Variable X) and mental health (Variable Y2) yielded a significance value (2-tailed) of 0.877, which is greater than 0.05. Based on these statistical findings, both relationships demonstrate non-significant correlations. For the BTS music and Self-Love variables, the significance value (2-tailed) exceeds 0.05, leading to the rejection of the alternative hypothesis (Ha). which means there is no relationship between listening K-Pop music and Self-Love and mental health____________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021, subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021 Universitas Tadulako yang mendengarkan intensitas mendengarkan musik K-Pop. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 146 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner adaptasi yaitu kuesioner intensitas mendengarkan musik K-Pop, skala Self-Love, dan skala kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal menggunakan analisis korelasi. Hasil dari uji korelasi Product Moment Pearson terhadap variabel X dengan variabel Y1 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel Self-Love signifikan (2-tailed) 0,483 > 0,05. Pada variabel X dengan variabel Y2 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel kesehatan mental signifikan (2-tailed) 0,877 > 0,05. Maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love. Pada variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan kesehatan mental hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikan (2-tailed) > 0,05 maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental.
Dinamika Perilaku Fidgeting sebagai Regulasi Emosi pada Remaja dengan Kecenderungan Perfeksionis Salsabila, Esa Jihan; Sucipto, Muhammad Arif Budiman; Lutfia, Alifta Nur; Nabilah, Jihaan
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21638

Abstract

The phenomenon of fidgeting in perfectionist adolescents is characterized by the emergence of small, repetitive movements in response to academic pressure, anxiety, and the demand for perfection. This study aims to describe the forms of fidgeting behavior, the factors underlying its emergence, and its impact on perfectionist adolescents. This study used a descriptive qualitative approach with a single-case qualitative study design conducted from September to November in Penusupan Village, Pangkah District, Tegal Regency. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation with one primary source and two secondary sources, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions with validity tests using source and technique triangulation. The results of the study indicate that fidgeting behavior appears as a response to academic anxiety, perfectionistic pressure, and emotional tension, and functions as a temporary mechanism to relieve stress, but also has the potential to cause negative perceptions from the social environment. Based on the case findings, this study identified that service approaches focused on emotion management, self-awareness enhancement, and cognitive restructuring, such as emotion regulation, mindfulness, and cognitive-behavioral counseling, have conceptual relevance for helping perfectionist adolescents manage fidgeting behavior adaptively, while still considering the limitations of the case study design. ___________________________________________________________________ Fenomena fidgeting pada remaja perfeksionis ditandai oleh munculnya gerakan kecil berulang sebagai respons terhadap tekanan akademik, kecemasan, dan tuntutan untuk tampil sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perilaku fidgeting, faktor-faktor yang melatarbelakangi kemunculannya, serta dampaknya pada remaja perfeksionis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal (single-case qualitative study) yang dilaksanakan pada bulan September hingga November di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap satu narasumber primer serta dua narasumber sekunder, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku fidgeting muncul sebagai respons terhadap kecemasan akademik, tekanan perfeksionistik, dan ketegangan emosional, serta berfungsi sebagai mekanisme sementara dalam meredakan stres, namun juga berpotensi menimbulkan persepsi negatif dari lingkungan sosial. Berdasarkan temuan kasus tersebut, penelitian ini mengidentifikasi bahwa pendekatan layanan yang berfokus pada pengelolaan emosi, peningkatan kesadaran diri, dan restrukturisasi kognitif seperti regulasi emosi, mindfulness, dan konseling CBT memiliki relevansi konseptual untuk membantu remaja perfeksionis mengelola perilaku fidgeting secara adaptif dengan mempertimbangkan keterbatasan desain studi kasus.
Strategi Coping Anak Broken-home dalam Menghadapi Tekanan Mi'rajtul Jannah, Ananda Dwi Shepty; Winingsih, Evi; Naqiyah, Najlatun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20761

Abstract

A broken-home refers to a family condition marked by disharmony, parental conflict, or separation that disrupts emotional stability and adaptation in children. University students from broken-home backgrounds often experience psychological pressures such as loneliness, loss of parental figures, and difficulties in regulating emotions. This study aims to describe the types of pressures encountered, the coping strategies employed, and the role of social support in helping students deal with these challenges. The research used a qualitative descriptive method. Data were collected through semi-structured interviews with four students from broken-home families. The results revealed that students used two main types of coping strategies: problem-focused coping through problem-solving efforts and seeking social support, and emotion-focused coping through self-control, reflection, and positive activities such as writing or praying. Peer support emerged as a crucial factor that strengthened resilience and promoted self-acceptance among participants. This study suggests that guidance and counseling services in higher education should focus on reinforcing adaptive coping strategies, fostering supportive social environments, and developing psychoeducational programs to enhance resilience and psychological well-being among students from broken-home families. ____________________________________________________________Keluarga broken-home merupakan kondisi di mana keharmonisan keluarga terganggu akibat konflik, perceraian, atau ketidakhadiran salah satu orang tua, yang berdampak pada kestabilan emosional dan kemampuan adaptasi anak. Mahasiswa yang berasal dari keluarga broken-home sering menghadapi tekanan psikologis seperti kesepian, kehilangan figur, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tekanan yang dialami, strategi coping yang digunakan, serta peran dukungan sosial dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif  deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat mahasiswa dari keluarga broken-home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan dua bentuk strategi coping utama, yaitu problem-focused coping melalui upaya penyelesaian masalah dan pencarian dukungan sosial, serta emotion-focused coping melalui pengendalian diri, refleksi, dan kegiatan positif seperti menulis atau berdoa. Dukungan teman sebaya terbukti menjadi faktor penting yang memperkuat resiliensi dan menumbuhkan rasa penerimaan diri. Penelitian ini menyarankan agar layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi lebih berfokus pada penguatan strategi coping adaptif, membangun lingkungan sosial yang suportif, serta mengembangkan program psikoedukasi untuk meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan psikologis mahasiswa broken-home.
Pengaruh Iklim Sekolah dan Self Control terhadap Perilaku Membolos Siswa SMP Indraswari, Berlian Mayang; Naqiyah, Najlatun; Khusumadewi, Ari; Nuryono, Wiryo
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.21278

Abstract

The study aimed to determine the influence of school climate and self-control on truancy behavior among junior high school students. A quantitative approach with an ex-post facto design. The sampling technique is purposive sampling in three schools in Surabaya City for grades 7 and 8, involving 143 students. Data collection was conducted using questionnaires on school climate (133 items), self-control (29 items), and truancy behavior (45 items). Data analysis was performed using normality, multicollinearity, heteroscedasticity, simple and multiple linear regression tests. The research findings revealed that there was an effect of X1 on Y (t value = |-11.966| > 1.977; sig 0.00 < 0.05) of 50.4%, there was an effect of X2 on Y (t value = |-11.317| > 1.977; sig 0.00 < 0.05) of 47.6%, and there is an effect of X1 and X2 on Y (F value = 99.044 > 3.06; sig 0.001< 0.05) of 58.6%. Descriptive analysis shows that all three variables are in the moderate range, namely X1 72.7%, X2 67.1%, and Y 67.8%. The research results can provide additional data to schools to improve the quality of the school climate and increase self-control through counseling services with the support of various parties.  ____________________________________________________________________Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh iklim sekolah dan self control terhadap perilaku membolos siswa SMP. Pendekatan secara kuantitatif dengan desain ex-post facto. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling di tiga sekolah Kota Surabaya kelas 7 dan 8 sebanyak 143 siswa. Pengumpulan data melalui angket iklim sekolah (133 item), self control (29 item), dan perilaku membolos (45 item). Analisis data dengan uji normalitas, multikoleniaritas, heteroskedastsitas, regresi linear sederhana dan berganda. Temuan riset mengungkapkan ada pengaruh X1 terhadap Y (nilai t= |-11,966| > 1,977; sig 0,00 < 0,05) sebesar 50,4%, ada pengaruh X2 terhadap Y (nilai t = |-11,317| > 1,977; sig 0,00 < 0,05) sebesar 47,6%, dan ada pengaruh X1 dan X2 terhadap Y (nilai F = 99,044 > 3,06; sig 0,001< 0,05) sebesar 58,6%. Analisis deskriptif menunjukkan ketiga variabel pada kelompok sedang yaitu X1 72,7%, X2 67,1%, dan Y 67,8%. Hasil riset dapat menambah data kepada pihak sekolah untuk memperbaiki kualitas iklim sekolah dan meningkatkan self control melalui layanan BK dengan dukungan berbagai pihak.
Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Dukungan Sosial Terhadap Academic Burnout Cahyaningtias, Cantri Ari; Sucipto, Muhammad Arif Budiman; Nurhayati, Sri Adi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20151

Abstract

Stress coping is an important mechanism in dealing with psychological pressure, especially for students from broken homes. Family disharmony can cause emotional stress that affects learning motivation. The method employed is a quantitative approach with an ex post facto research design and a comparative approach. The sample determination was carried out using a purposive sampling technique calculated using the Isaac Michael formula. The population size was 40, and the sample consisted of 36 students from broken homes, with 18 males and 18 females, respectively. Validity and reliability tests were carried out on different samples, with a Cronbach's Alpha value of 0.947, which indicates that the instrument is highly reliable. Data collection techniques used questionnaires, observation, and documentation. Data were analyzed using the T-test, namely the Independent Sample t-Test shows a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.006, which is below the threshold of 0.05. Thus, it can be concluded that there is a statistically significant difference between male and female stress coping.. The prerequisite test used the normality test with the Shapiro-Wilk method and the homogeneity test with Levene's Test. The results of the study indicate that students' stress coping is in the moderate to high category, and there is a significant difference between the stress coping of male and female students from broken homes. The proposed service used is Group Guidance with a Group Discussion Method. ___________________________________________________________________Coping stres merupakan mekanisme penting dalam menghadapi tekanan psikologis, terutama bagi peserta didik dari keluarga broken home. Ketidakharmonisan dalam keluarga dapat menimbulkan tekanan emosional yang berpengaruh pada motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto dan desain komparatif. Sampel ditentukan dengan purposive sampling melalui rumus Isaac & Michael, dari populasi 40 peserta didik diperoleh 36 responden, terdiri atas 18 laki-laki dan 18 perempuan. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya pada sampel berbeda, dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,947 yang menunjukkan reliabilitas tinggi. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis menggunakan Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi 0,006 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara coping stres laki-laki dan perempuan. Uji prasyarat meliputi normalitas Shapiro-Wilk dan homogenitas Levene’s Test yang menunjukkan data memenuhi syarat. Hasil penelitian memperlihatkan coping stres berada pada kategori sedang hingga tinggi. Penelitian ini merekomendasikan bimbingan kelompok dengan metode diskusi sebagai strategi pendampingan sesuai kebutuhan gender untuk mendukung motivasi belajar peserta didik broken home.
Pengembangan Panduan Model Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Komunikasi Empatik dalam Pencegahan Bullying di Sekolah Bantaran Sungai Rachmayanie, Ririanti; Syammari, Shoofii; Zahidah, Asih Nor
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 11, No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20756

Abstract

This study aimed to develop and test the effectiveness of a Think-Pair-Share (TPS) guideline to enhance empathic communication as a preventive effort against bullying among junior high school students. The study employed the Borg and Gall Research and Development model, limited to the initial product trial stage because the guideline was not yet ready for broader dissemination. Participants consisted of seven ninth-grade students at SMP Negeri 24 Banjarmasin who were selected based on low to moderate levels of bullying behavior, recommendations from the school counselor, and willingness to participate. The instruments included expert validation sheets, an empathic communication questionnaire based on Adler and Towne’s indicators, process evaluation, outcome evaluation, and a student satisfaction questionnaire. The feasibility test showed that the guideline was valid, with scores of 79.6% from the material expert, 91.5% from the media expert, and 97.9% from the practitioner. Normality testing indicated that the data were not normally distributed; therefore, the Wilcoxon Signed Rank Test was used. The results showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), which indicates a significant increase in students’ empathic communication after participating in group guidance using TPS. In addition, process, outcome, and satisfaction evaluations were in the very high category._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas panduan model Think-Pair-Share (TPS) untuk meningkatkan komunikasi empatik sebagai upaya pencegahan bullying pada siswa SMP. Penelitian menggunakan metode Research and Development model Borg dan Gall, namun hanya dilaksanakan sampai tahap uji coba produk awal karena produk belum siap disebarkan secara luas. Subjek penelitian terdiri dari tujuh siswa kelas IX SMP Negeri 24 Banjarmasin yang dipilih berdasarkan tingkat perilaku bullying rendah–sedang, rekomendasi guru BK, serta kesiapan bekerja sama. Instrumen yang digunakan meliputi validasi ahli, angket komunikasi empatik berdasarkan indikator Adler & Towne, evaluasi proses, evaluasi hasil, dan angket kepuasan siswa. Hasil validasi menunjukkan kelayakan panduan dengan persentase 79,6% (ahli materi), 91,5% (ahli media), dan 97,9% (praktisi). Uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis efektivitas menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya peningkatan komunikasi empatik setelah layanan diberikan. Evaluasi proses, hasil, dan kepuasan juga berada pada kategori sangat tinggi, masing-masing 90%, 91,4%, dan 94%. Dengan demikian, panduan TPS dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan komunikasi empatik siswa sebagai upaya pencegahan bullying.