cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Pengaruh Father Involvement Terhadap Self-Confidence Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Hasmi Amalia; Muhammad Arsyad; Ali Rachman
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24231

Abstract

This study was motivated by the low level of self-confidence among junior high school students, characterized by a lack of courage in expressing opinions, withdrawal from social environments, and low confidence in personal abilities. This study aimed to analyze self-confidence and father involvement and to examine the effect of father involvement on self-confidence among students at SMP Negeri 8 Banjarmasin. A quantitative correlational design was employed, involving 267 students selected through a simple random sampling technique. Data were collected via questionnaires that had been tested for validity and reliability, and subsequently analyzed using descriptive statistics and simple linear regression with SPSS version 31. The analysis revealed that the majority of students displayed a moderate level of self-confidence (78.3%) and a moderate level of father involvement (72.7%). The results of the regression test indicated that father involvement significantly influenced students’ self-confidence, with a p-value of 0.002 and a contribution of 3.7% (R Square = 0.037). The positive association suggested that higher levels of father involvement were linked to greater student self-confidence. Therefore, while father involvement plays a role in developing students’ self-confidence, its overall impact remains relatively modest. _____________________________________________________________Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya tingkat kepercayaan diri siswa SMP yang ditandai dengan kurang berani mengemukakan pendapat, menarik diri dari lingkungan sosial, dan kurang yakin terhadap kemampuan diri. Penelitian ini berupaya guna menelaah self-confidence serta father involvement serta menguji dampak father involvement atas self-confidence pada siswa SMP Negeri 8 Banjarmasin. Penelitian mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional pengaruh. Sampel penelitian berjumlah 267 siswa yang dipilih mempergunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilaksanakan mempergunakan angket yang telah diuji validitas serta reliabilitasnya, kemudian dianalisis mempergunakan analisis deskriptif kuantitatif serta regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 31. Temuan mengindikasikan mayoritas siswa mempunyai tingkat self-confidence kategori sedang tercatat 78,3% serta father involvement kategori sedang 72,7%. Temuan uji regresi linear sederhana mengindikasikan father involvement berdampak signifikan atas self-confidence dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05 serta kontribusi 3,7% (R Square = 0,037). Arah korelasi positif mengindikasikan semakin tinggi father involvement maka semakin tinggi pula self-confidence siswa. Dengan demikian, keterlibatan ayah berperan dalam perkembangan kepercayaan diri siswa meskipun pengaruhnya relatif rendah.
HALAMAN DEPAN JBKR Vol. 12 No. 1 TAHUN 2026 JBKR Editorial
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24879

Abstract

Hubungan antara Self-Esteem dan Self-Compassion dengan Optimisme Mahasiswa Syaira Princy Auranurani; Edwindha Prafitra Nugraheni
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24276

Abstract

Optimism is an important psychological resource for university students in dealing with academic demands, developmental transitions, and future preparation. Optimism is influenced by various internal factors, including self-esteem and self-compassion. This study aimed to examine the relationship between self-esteem and self-compassion with optimism among university students. This study employed a quantitative approach with a correlational design involving 418 active students at Universitas Negeri Semarang selected through random sampling. Data were collected using the Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Compassion Scale–Short Form, and Revised Life Orientation Test, and were analyzed using multiple linear regression. The findings showed that self-esteem and self-compassion simultaneously had a significant relationship with optimism (R² = 0.715; p < 0.01). Partially, self-esteem had a positive and significant relationship with optimism (β = 0.532; p < 0.01), and self-compassion also showed a positive and significant relationship with optimism (β = 0.362; p < 0.01). These findings indicate that positive self-evaluation and the ability to accept oneself adaptively play important roles in shaping students’ positive expectations toward the future. _____________________________________________________________Optimisme merupakan salah satu sumber daya psikologis yang penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik, transisi perkembangan, dan persiapan masa depan. Optimisme dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, di antaranya self-esteem dan self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan self-esteem dan self-compassion dengan optimisme pada mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 418 mahasiswa aktif Universitas Negeri Semarang yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Compassion Scale–Short Form, dan Revised Life Orientation Test, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem dan self-compassion secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan optimisme (R² = 0,715; p < 0,01). Secara parsial, self-esteem memiliki hubungan positif dan signifikan dengan optimisme (β = 0,532; p < 0,01), demikian pula self-compassion yang juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan optimisme (β = 0,362; p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi diri yang positif dan kemampuan menerima diri secara adaptif berperan penting dalam membentuk harapan positif mahasiswa terhadap masa depan.
Faktor yang Mempengaruhi Regulasi Emosi Siswa SD dalam Menghadapi Perundungan: Kajian Literatur Sistematis Annisa Rizekiati; Nida Hasanati
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24343

Abstract

Bullying in elementary schools is a serious problem that has a negative impact on students’ mental health and academic performance. Emotional regulation skills are key for children in monitoring, evaluating, and modifying their emotional reactions when facing these psychosocial impacts. This study aims to investigate the dominant internal and external factors influencing emotional regulation in elementary school students, as well as to map the role of the school environment. The method used was a Systematic Literature Review (SLR) based on the Rayyan instrument, analyzing 27 relevant research journals from 2013 to 2026. The review results indicate that internally, this ability is influenced by students’ cognitive maturity, emotional awareness, and temperament. Externally, the family environment plays the most dominant role, where parental emotional warmth, parenting skills, and secure attachment significantly enhance children’s emotional regulation capacity. At school, the principal’s anti-bullying policies, along with teachers’ moral support and emotional literacy, contribute positively as protective factors. Various interventions such as psychoeducation, role-playing, and music therapy have also been proven effective in improving students’ emotional stability. This study concludes the importance of strong synergy between parents and educators to build a resilient emotional foundation for children. ____________________________________________________________________Perundungan di sekolah dasar merupakan masalah serius yang berdampak buruk terhadap kesehatan mental dan prestasi akademik siswa. Kemampuan regulasi emosi menjadi kunci utama bagi anak dalam memonitor, mengevaluasi, dan memodifikasi reaksi emosional saat menghadapi dampak psikososial tersebut. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi faktor internal dan eksternal dominan yang mempengaruhi regulasi emosi siswa sekolah dasar, serta memetakan peran lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis instrumen Rayyan terhadap 27 jurnal penelitian relevan dari rentang tahun 2013 hingga 2026. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa secara internal, kemampuan ini dipengaruhi oleh kematangan kognitif, kesadaran emosional, dan temperamen siswa. Secara eksternal, lingkungan keluarga memegang peranan paling dominan di mana kehangatan emosional orang tua, keterampilan pengasuhan, dan keterikatan aman secara signifikan meningkatkan kapasitas regulasi emosi anak. Di sekolah, kebijakan anti-perundungan kepala sekolah serta dukungan moral dan literasi emosi guru berkontribusi positif sebagai faktor pelindung. Berbagai intervensi seperti psikoedukasi, bermain peran, dan terapi musik juga terbukti efektif meningkatkan stabilitas emosi siswa. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya sinergi kokoh antara orang tua dan pendidik untuk membangun fondasi emosional anak yang tangguh.
Intensitas Mendengarkan Musik K-Pop dengan Self-Love dan Kesehatan Mental Mahasiswa Andi Desviana Indasari; Dhevy Puswiartika; Dian Fitriani
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 11 No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.19810

Abstract

This research investigates the relationship between listening K-Pop music consumption and levels of Self-Love and mental health among students in the Faculty of Teacher Training and Education, class of 2021, at Tadulako University. The research participants consisted of 146 students from the Faculty of Teacher Training and Education, a 2021 batch, who actively listened to K-Pop music. Data collection employed adapted questionnaire instruments: a listening K-Pop music consumption questionnaire, a Self-Love scale, and a mental health assessment scale. The research employed a quantitative research methodology with a causal-associative design, utilizing correlation analysis to examine the relationships between variables. The Pearson Product-Moment correlation analysis yielded the following results: The correlation between BTS music consumption (Variable X) and Self-Love (Variable Y1) had a significance value (2-tailed) of 0.483, which is greater than 0.05. Similarly, the correlation between listening K-Pop music consumption (Variable X) and mental health (Variable Y2) yielded a significance value (2-tailed) of 0.877, which is greater than 0.05. Based on these statistical findings, both relationships demonstrate non-significant correlations. For the BTS music and Self-Love variables, the significance value (2-tailed) exceeds 0.05, leading to the rejection of the alternative hypothesis (Ha). which means there is no relationship between listening K-Pop music and Self-Love and mental health____________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021, subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan angkatan 2021 Universitas Tadulako yang mendengarkan intensitas mendengarkan musik K-Pop. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 146 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner adaptasi yaitu kuesioner intensitas mendengarkan musik K-Pop, skala Self-Love, dan skala kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal menggunakan analisis korelasi. Hasil dari uji korelasi Product Moment Pearson terhadap variabel X dengan variabel Y1 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel Self-Love signifikan (2-tailed) 0,483 > 0,05. Pada variabel X dengan variabel Y2 diketahui nilai variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan variabel kesehatan mental signifikan (2-tailed) 0,877 > 0,05. Maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love. Pada variabel intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan kesehatan mental hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikan (2-tailed) > 0,05 maka Hipotesis alternatif (Ha) ditolak yang artinya tidak ada hubungan intensitas mendengarkan musik K-Pop dengan Self-Love dan kesehatan mental.
Gambaran Pengalaman Flow Pada Mahasiswa Yang Bekerja Part-time Zidna Rohmatika; Muhammad Arif Budiman Sucipto
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 11 No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.19883

Abstract

Part-time working students face challenges in balancing academic and work demands, which can affect their learning engagement. This study entitled "Description of Flow Experiences in Part-time Working Students at Pancasakti University, Tegal" aims to describe the types of flow experiences experienced by students in academic activities, identify the factors that influence them, and understand their impact on learning engagement. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method. The subject of the study was one active student who works part-time, with additional data from parents and close friends. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that students can still experience flow in activities such as reading, writing, and discussing, especially when the material is in line with their interests and is carried out in a comfortable learning atmosphere. Flow is triggered by internal factors such as intrinsic motivation and self-confidence, and supported by external factors such as social support and a conducive learning environment. The conclusion of this study shows that despite having a double burden, part-time students are still able to achieve optimal academic engagement through flow experiences facilitated by appropriate learning strategies and adequate environmental support. _____________________________________________________________ Mahasiswa yang bekerja part-time menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan akademik dan pekerjaan, yang dapat memengaruhi keterlibatan belajar mereka. Penelitian ini berjudul "Gambaran Pengalaman Flow pada Mahasiswa yang Bekerja Part-time di Universitas Pancasakti Tegal" bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis pengalaman flow yang dialami mahasiswa dalam aktivitas akademik, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta memahami dampaknya terhadap keterlibatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian adalah satu mahasiswa aktif yang bekerja part-time, dengan data tambahan dari orang tua dan teman dekat. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tetap dapat mengalami flow dalam aktivitas seperti membaca, menulis, dan berdiskusi, terutama saat materi sesuai minat dan dilakukan dalam suasana belajar yang nyaman. Flow dipicu oleh faktor internal seperti motivasi intrinsik dan kepercayaan diri, serta didukung oleh faktor eksternal seperti dukungan sosial dan lingkungan belajar yang kondusif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki beban ganda, mahasiswa part-time tetap mampu mencapai keterlibatan akademik yang optimal melalui pengalaman flow yang difasilitasi oleh strategi belajar yang tepat dan dukungan lingkungan yang memadai.
Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Dukungan Sosial Terhadap Academic Burnout Cantri Ari Cahyaningtias; Muhammad Arif Budiman Sucipto; Sri Adi Nurhayati
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 11 No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20151

Abstract

Stress coping is an important mechanism in dealing with psychological pressure, especially for students from broken homes. Family disharmony can cause emotional stress that affects learning motivation. The method employed is a quantitative approach with an ex post facto research design and a comparative approach. The sample determination was carried out using a purposive sampling technique calculated using the Isaac Michael formula. The population size was 40, and the sample consisted of 36 students from broken homes, with 18 males and 18 females, respectively. Validity and reliability tests were carried out on different samples, with a Cronbach's Alpha value of 0.947, which indicates that the instrument is highly reliable. Data collection techniques used questionnaires, observation, and documentation. Data were analyzed using the T-test, namely the Independent Sample t-Test shows a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.006, which is below the threshold of 0.05. Thus, it can be concluded that there is a statistically significant difference between male and female stress coping.. The prerequisite test used the normality test with the Shapiro-Wilk method and the homogeneity test with Levene's Test. The results of the study indicate that students' stress coping is in the moderate to high category, and there is a significant difference between the stress coping of male and female students from broken homes. The proposed service used is Group Guidance with a Group Discussion Method. ___________________________________________________________________Coping stres merupakan mekanisme penting dalam menghadapi tekanan psikologis, terutama bagi peserta didik dari keluarga broken home. Ketidakharmonisan dalam keluarga dapat menimbulkan tekanan emosional yang berpengaruh pada motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto dan desain komparatif. Sampel ditentukan dengan purposive sampling melalui rumus Isaac & Michael, dari populasi 40 peserta didik diperoleh 36 responden, terdiri atas 18 laki-laki dan 18 perempuan. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya pada sampel berbeda, dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,947 yang menunjukkan reliabilitas tinggi. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis menggunakan Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi 0,006 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara coping stres laki-laki dan perempuan. Uji prasyarat meliputi normalitas Shapiro-Wilk dan homogenitas Levene’s Test yang menunjukkan data memenuhi syarat. Hasil penelitian memperlihatkan coping stres berada pada kategori sedang hingga tinggi. Penelitian ini merekomendasikan bimbingan kelompok dengan metode diskusi sebagai strategi pendampingan sesuai kebutuhan gender untuk mendukung motivasi belajar peserta didik broken home.
Peningkatan Kepercayaan Diri melalui Bimbingan Klasikal Berbasis Group Discussion dan Media Bamboozle Hafsya Afra Nadhifah; Muhammad Arif Budiman Sucipto; Rahmad Agung Nugraha
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 11 No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20226

Abstract

The analysis of the Student Needs Assessment Questionnaire (AKPD) indicated that 3.26% of respondents experienced problems related to low self-confidence. This study aims to examine students’ understanding of self-confidence before and after receiving classical guidance through the group discussion method assisted by Bamboozle Media, as well as to evaluate its effectiveness in enhancing self-confidence among seventh-grade students of class VII B at SMP Negeri 12 Kota Tegal. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pre-test and post-test design, involving 32 students with low self-confidence who were selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. The research instrument showed high reliability, with a Cronbach’s Alpha score of 0.945. Data analysis employed normality tests, homogeneity tests, and a paired sample t-test. Findings revealed that the mean self-confidence score increased from the pre-test average of 78.21 (moderate category) to the post-test average of 170.18 (high category). Statistical testing showed a significant difference with a t-value of -40.096 and a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, thus Ha was accepted. Effect size analysis using Cohen’s d yielded a score of 9.566, which indicates very large practical significance. This study provides strong empirical evidence that classical guidance through group discussion, supported by interactive digital media, is highly effective in improving students’ self-confidence, thereby offering innovative strategies for school counselors in the digital era. ____________________________________________________________Analisis Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) menunjukkan 3,26% responden menghadapi masalah kepercayaan diri rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman kepercayaan diri peserta didik sebelum dan sesudah diberikan bimbingan klasikal melalui metode group discussion berbantuan media Bamboozle, serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman kepercayaan diri siswa kelas VII B SMP Negeri 12 Kota Tegal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test dan post-test, melibatkan 32 siswa dengan kepercayaan diri rendah yang dipilih melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi, dengan instrumen reliabel (Cronbach’s Alpha 0,945). Analisis data mencakup uji normalitas, homogenitas, dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan rata-rata skor kepercayaan diri meningkat dari 78,21 (kategori sedang) pada pre-test menjadi 170,18 (kategori tinggi) pada post-test. Uji statistik menemukan perbedaan signifikan (t = -40,096; Sig. 0,000 < 0,05), sehingga Ha diterima. Analisis effect size menunjukkan Cohen’s d = 9,566 yang mengindikasikan signifikansi praktis sangat besar. Penelitian ini menegaskan bahwa bimbingan klasikal dengan metode group discussion berbantuan media digital interaktif Bamboozle terbukti sangat efektif meningkatkan pemahaman kepercayaan diri siswa, serta memberikan kontribusi nyata pada praktik bimbingan dan konseling di sekolah.
Validitas dan Reliabilitas Instrumen Deteksi Ide Bunuh Diri pada Remaja Anisa Siti Nurjanah; Yulia Ayriza; Sindi Ayudia Pama; Syarifudin Syarifudin
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 11 No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20248

Abstract

The identification of suicidal ideation is a crucial first step in comprehensive suicide prevention efforts because it enables timely intervention and appropriate support for individuals at risk. To ensure accuracy, the assessment process requires a measurement instrument that has been empirically tested and proven suitable for the intended population. This study aimed to validate a suicidal ideation detection instrument to confirm its readiness for practical application. The instrument was developed using a research-and-development approach guided by Saifuddin Azwar’s scale development design. The development procedures included defining measurement objectives, determining the measurement domain, operationalizing the construct, preparing a scale blueprint, formulating items, conducting qualitative reviews, carrying out pilot testing, performing item analysis, compiling the initial draft, selecting qualified items, and continuing with reliability and validity testing before producing the final instrument format. Content validity was assessed by three expert validators, followed by field testing involving 200 students. Quantitative data were analyzed using JASP version 0.16 software. The findings showed that the suicidal ideation detection instrument met the required validity criteria, demonstrated by an Aiken’s V coefficient categorized as high (0.866). Additionally, all items exhibited strong discrimination, and the overall reliability score reached 0.926, confirming that the instrument is suitable and effective for early detection among students._____________________________________________________________Deteksi ide bunuh diri sangat penting dilakukan sebagai tahap awal upaya pencegahan bunuh diri. Deteksi ide bunuh diri harus dilakukan menggunakan instrumen asesmen yang telah teruji valid dan layak digunakan. Penelitian ini berusaha melakukan validasi pada instrumen asesmen deteksi ide bunuh diri agar siap digunakan. Pengembangan instrumen menggunakan metode R&D dengan desain penyusunan skala Saifuddin Azwar. Adapun langkah penyusnan yaitu identifikasi tujuan ukur, pembatasan domain ukur, operasionalisasi konsep, penelitian item berdasarkan indikator yang disajikan dalam kisi-kisi skala, reviu kualitatif, uji coba, analisis item, kompilasi I seleksi item, pengujian reliabilitas, validasi, dan kompilasi II format final. Pengujian validitas dilakukan oleh tiga orang validator ahli, dan diujicobakan pada 200 siswa untuk uji validitas. Pengujian kuantitatif dilakukan menggunakan bantuan aplikasi JASP versi 0.16. Hasil menunjukkan bahwa instrumen asesmen deteksi ide bunuh diri valid digunakan karena memenuhi syarat validitas nilai Aiken’s V pada kategori tinggi dengan nilai 0,866. Instrumen memperoleh nilai tinggi pada tiap butir item pada uji daya diskriminasi, dan memiliki reliabilitas tinggi dengan skor 0,926.
Edukasi Pranikah Sebagai Persiapan Kesehatan Keluarga Muslim: Analisis Perspektif Mahasiswi STDI Imam Syafi’i Jember Witia Oktaviani; Azizah Azizah; Aprida Nasution
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 11 No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20532

Abstract

The trend of premarital sex among Indonesian Muslim youth has become increasingly worrying at both global and national levels, largely due to limited knowledge and awareness. This phenomenon poses serious health risks, including sexually transmitted diseases such as HIV/AIDS and the possibility of unhealthy offspring. Premarital education is therefore expected to provide accurate information related to reproductive health, particularly for Muslim women. This study aimed to examine the general perceptions of female students at STDI Imam Syafi'i Jember regarding the quality and benefits of premarital reproductive health education. It also analyzed the correlation between age and differences in marriage plans with these perceptions. A quantitative approach was applied using a Likert-scale questionnaire administered to 130 female students. Data were analyzed using descriptive statistics, correlation tests, and the Mann–Whitney U test with JASP software. The findings showed that 92% of respondents held high or very positive perceptions of the quality and benefits of the education provided. These perceptions were not influenced by age or by differences in the students’ marriage plans. Overall, the results emphasize the urgency and relevance of premarital reproductive health seminars and the need for wedding education._____________________________________________________________Tren seks pranikah mengkhawatirkan baik secara global maupun nasional di kalangan remaja Muslim Indonesia, yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Masalah ini memiliki konsekuensi kesehatan yang parah, termasuk risiko penyakit seperti HIV/AIDS dan potensi keturunan yang tidak sehat. Pelaksanaan edukasi pranikah diharapkan mampu memberikan informasi terkait permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi terutama pada kalangan wanita muslimah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum persepsi mahasiswi STDI Imam Syafi’i  Jember tentang kualitas dan manfaat dari edukasi kesehatan reproduksi pranikah yang dilakukan serta menguji korelasi usia dan perbedaan rencana menikah terhadap persepsi yang diberikan.. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif,  menggunakan kuesioner skala Likert pada 130 mahasiswi. Metode statistik deskriptif, uji korelasi dan uji Mann-Whitney U digunakan untuk menganalisis data dengan menggunakan JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswi terhadap kualitas dan manfaat edukasi pranikah yang diberikan termasuk kategori tinggi/sangat positif (92%). Persepsi ini tidak dipengaruhi oleh usia maupun perbedaan rencana menikah dari mahasiswi. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi pranikah melalui seminar kesehatan reproduksi yang dilakukan memiliki urgensi dan relevansi topik seminar tersebut sebagai bekal penting bagi wanita muslimah. Namun edukasi ini belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi persiapan pernikahan. Oleh karen itu perlu dilakukan seminar lanjutan untuk persiapan pernikahan.