cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman
ISSN : -     EISSN : 24776300     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Jurnal ini terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan artikel konseptual yang berkaitan dengan bidang ilmu bimbingan dan konseling, pendidikan, dan psikologi pendidikan..
Arjuna Subject : -
Articles 276 Documents
Revolusi Digital dalam Layanan Konseling: Tinjauan Literatur Sistematis Dia Aubah Danila; Christina Ifanta Pratiwi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.24018

Abstract

Digital technology transformation has significantly reshaped counseling practices through the integration of tele-mental health, artificial intelligence (AI)-based chatbots, and interactive digital platforms. This study aimed to examine the development, effectiveness, and implementation challenges of digital technology in counseling services using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The review followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines and analyzed Scopus-indexed articles published between 2023 and 2026. The findings indicate that telecounseling and AI-based interventions enhance service accessibility, intervention efficiency, and user engagement. Digital technologies also support more responsive and sustainable counseling services through data-driven monitoring and intervention systems. However, several challenges remain, including concerns about data privacy and security, therapeutic relationship quality, algorithmic bias, and disparities in users’ digital literacy. The review further reveals that technology cannot fully replicate empathy and contextual understanding, which are essential components of effective counseling relationships. Therefore, the study highlights the importance of developing hybrid counseling models that combine technological efficiency with the relational strengths of human counselors to ensure effective, safe, and sustainable mental health services._____________________________________________________________Transformasi teknologi digital telah mengubah praktik konseling melalui integrasi tele-mental health, chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI), dan platform digital interaktif. Penelitian ini bertujuan mengkaji perkembangan, efektivitas, serta tantangan implementasi teknologi digital dalam layanan konseling melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses telaah dilakukan menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) terhadap artikel terindeks Scopus yang diterbitkan pada periode 2023–2026. Hasil sintesis menunjukkan bahwa telekonseling dan intervensi berbasis AI mampu meningkatkan aksesibilitas layanan, efisiensi intervensi, serta keterlibatan pengguna dalam proses konseling. Teknologi digital juga mendukung pengembangan layanan yang lebih responsif dan berkelanjutan melalui sistem pemantauan dan intervensi berbasis data. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti isu privasi dan keamanan data, kualitas hubungan terapeutik, bias algoritma, serta kesenjangan literasi digital pengguna. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknologi belum mampu sepenuhnya menggantikan aspek empati dan pemahaman kontekstual yang menjadi inti hubungan konseling. Oleh karena itu, pengembangan layanan konseling digital perlu diarahkan pada model konseling hibrida yang mengintegrasikan efisiensi teknologi dengan kekuatan relasional konselor untuk mewujudkan layanan kesehatan mental yang efektif, aman, dan berkelanjutan.
Perilaku Bullying pada Siswa Sekolah Dasar: Analisis Berdasarkan Teori Belajar Sosial Albert Bandura Irshofa Hany; Ningsih Fadhilah
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.21820

Abstract

This study aims to describe bullying behavior among elementary school students and analyze it based on Albert Bandura’s Social Learning Theory. This research employed a qualitative approach with a case study design conducted at an elementary school involving 6 students from grades IV–VI consisting of 3 victims, 1 perpetrator, 1 victim-perpetrator, and 2 bystanders selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and documentation. Data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The data were analyzed using thematic analysis through the stages of coding, data sorting, and data grouping. The results showed that bullying behavior was dominated by verbal and social bullying, such as mocking parents’ names, physical ridicule, and social exclusion. Victims experienced sadness, anger, disappointment, and decreased comfort at school, while bystanders demonstrated empathy and attempted to help victims. Teachers had provided interventions such as advice, warnings, and punishment, but bullying behavior still recurred in several cases. The findings also indicate that bullying behavior emerged through observational learning, imitation of peer behavior, and social reinforcement from classmates who considered bullying as a joke. Based on Albert Bandura’s Social Learning Theory, bullying behavior is learned through observation, modeling, and reinforcement within the social environment. Therefore, schools need comprehensive prevention strategies through positive modeling, social-emotional learning, strengthening counseling services, and collaboration with parents._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku bullying pada siswa sekolah dasar serta menganalisis perilaku tersebut berdasarkan Teori Belajar Sosial Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilakukan di salah satu sekolah dasar dengan melibatkan 6 siswa kelas IV–VI yang terdiri atas 3 korban, 1 pelaku, 1 korban sekaligus pelaku, dan 2 saksi bullying yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik melalui tahap coding, pemilahan data, dan pengelompokan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang dominan adalah bullying verbal dan sosial, seperti ejekan nama orang tua, ejekan fisik, dan pengucilan sosial. Korban menunjukkan respon emosional negatif berupa sedih, marah, kecewa, dan tidak nyaman berada di sekolah, sedangkan saksi menunjukkan empati dan upaya menolong korban. Guru telah melakukan intervensi berupa nasihat, teguran, dan hukuman, namun pada beberapa kasus perilaku bullying masih berulang. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa perilaku bullying terbentuk melalui observational learning, peniruan perilaku teman sebaya, dan reinforcement sosial dari lingkungan yang menganggap bullying sebagai candaan. Berdasarkan Teori Belajar Sosial Albert Bandura, perilaku bullying dipelajari melalui proses observasi, modeling, dan penguatan dari lingkungan sosial. Oleh karena itu, sekolah memerlukan strategi pencegahan yang komprehensif melalui modeling positif, pendidikan sosial-emosional, penguatan layanan bimbingan dan konseling, serta kolaborasi dengan orang tua.
Hubungan antara Kecanduan Game Online dengan Motivasi Belajar Siswa SMP di Era Digital Faza Salsabila Firdausi; Ayong Lianawati
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.23700

Abstract

The rapid development of digital technology has increased the intensity of online game usage among students, which may affect their academic aspects. This study aims to examine the relationship between online game addiction and learning motivation among junior high school students. This research employed a quantitative method with a correlational design involving 143 ninth-grade students of SMP Krian 2 selected through purposive sampling technique. The instruments used were an online game addiction scale based on King and Delfabbro’s theory and a learning motivation scale based on Abraham Maslow’s theory. Data analysis included descriptive statistics, normality test, linearity test, and Pearson Product Moment correlation test. The results showed a correlation coefficient of r = 0.270 with a significance value of p < 0.05, indicating a positive and statistically significant relationship between online game addiction and students’ learning motivation. However, the relationship was categorized as low. These findings indicate that online game addiction is not the dominant factor affecting students’ learning motivation, as learning motivation is also influenced by other factors such as family support, social environment, and students’ self-control abilities._____________________________________________________________Perkembangan pesat teknologi digital telah meningkatkan intensitas penggunaan game online di kalangan siswa yang berpotensi memengaruhi aspek akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecanduan game online dan motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 143 siswa kelas IX SMP Krian 2 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kecanduan game online berdasarkan teori King dan Delfabbro serta skala motivasi belajar berdasarkan teori Abraham Maslow. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0,270 dengan nilai signifikansi p < 0,05, yang mengindikasikan adanya hubungan positif dan signifikan secara statistik antara kecanduan game online dan motivasi belajar siswa. Namun, tingkat hubungan kedua variabel tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kecanduan game online bukan merupakan faktor dominan yang memengaruhi motivasi belajar siswa, karena motivasi belajar juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan kemampuan pengendalian diri siswa.
Pengaruh Layanan Kelompok Psikoedukasi Teknik Case Based Learning untuk Meningkatkan Individual Work Performance Student Employment Hurina Nasibatun Sholehah; Caraka Putra Bhakti; Tri Sutanti; Arif Budi Prasetya
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.22943

Abstract

Individual work performance is an abstract and multidimensional construct that reflects individual behavior in the workplace that is relevant to organizational goals. This study used an experimental method with a one-group pretest-posttest design on student employment. The intervention was carried out through psychoeducation with case-based learning techniques for four sessions. The purpose of the study was to determine the effect of psychoeducational group services using case-based learning techniques to improve individual work performance. This study used a one-group pre-test post-test design. The subjects in the study were 10 student employment / student work scholarships selected using a purposive sampling technique with scale results in the low category. The research instrument was an individual work performance scale that refers to Koopmans' theory (2011). The data results were tested for validity using product moment while reliability was tested with Cronbach's alpha. The data obtained were tested using Shapiro Wilk to determine the distribution of the instrument and then retested with the non-parametric Wilcoxon signed rank test. Based on the results of the Wilcoxon test, data was obtained that there was an influence on the pretest and posttest, so it can be concluded that psychoeducational services using case-based learning techniques have an effect on increasing individual work performance of student employment. _____________________________________________________________Individual work performance merupakan konstruk abstrak dan multidimensional yang mencerminkan perilaku individu di tempat kerja yang relevan dengan tujuan organisasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest terhadap student employment. Intervensi dilakukan melalui psikoedukasi dengan Teknik case-based learning selama empat sesi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh layanan kelompok psikoedukasi teknik case-based learning untuk meningkatkan individual work performance. Penelitian ini menggunakan desain one-group pre-test post-test. Subjek dalam penelitian berjumlah 10 student employment / beasiswa karya mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan hasil skala dengan kategori rendah. Instrumen penelitian berupa skala individual work performance yang mengacu pada teori koopmans (2011). Hasil data di uji validitas dengan menggunakan product moment sedangkan reliabilitas dengan alpha cronbach. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan shapiro wilk untuk mengetahui distribusi instrumen dan selanjutnya diuji kembali dengan uji non parametrik wilcoxon signed rank test. Berdasarkan hasil uji wilcoxon diperoleh data bahwa terdapat pengaruh pada pretest dan posttest sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan psikoedukasi teknik case based learning berpengaruh meningkatkan individual work performance student employment. 
Hubungan Resiliensi Akademik Dengan Disiplin Belajar Siswa Ainun Maulidya; Arifin Nur Budiono; Fakhruddin Mutakin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.22888

Abstract

This study aims to investigate the correlation between academic resilience and learning discipline among eighth-grade students at SMPN 1 Pakusari. Using a quantitative approach, data were collected via questionnaires from 115 randomly selected respondents. The results of the Pearson Product Moment correlation analysis indicate a significant positive relationship between the two variables, with a correlation coefficient of 0.223. However, this relationship falls into the weak category, suggesting that while a connection exists, academic resilience is not the primary determinant of students' learning discipline. These findings provide a foundational framework for developing school counseling programs that address both constructs. Ultimately, this research is intended to assist school counselors in designing interventions tailored to student needs, thereby optimizing both academic resilience and learning discipline within the school environment._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi akademik dan disiplin belajar pada siswa kelas VIII SMPN 1 Pakusari. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Adapun jumlah  responden yang dilibatkan sejumlah 115 dengan pilihan secara acak. Hasil dari Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel dengan nilai korelasi sebesar 0,223. Namun demikian kekuatan hubungan tersebut tergolong dalam kategori lemah. Hal ini memiliki makna bahwa meskipun terdapat keterkaitan, resiliensi akademik bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi disiplin belajar siswa. Temuan ini dapat dijadikan dasar dalam perancangan program layanan bimbingan dan konseling yang mendukung kedua aspek tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat membantu Guru BK dalam membuat program layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga dapat meningkatkan resiliensi dan kedisiplinan belajar  siswa di sekolah meningkat secara optimal.
Efektivitas Konseling Catur Murti untuk Meningkatkan Self Love Anak Difabel Sumbing Bibir di Kabupaten Pamekasan Halimatus Sakdiyah; Bakhrudin All Habsy; Denok Setiawati
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.23860

Abstract

Self-Love as a love of honor relies on a more complex cognitive structure where individuals must understand themselves as part of a social context with certain normative standards. This study aims to determine whether the data obtained from each variable is normally distributed or not, then a normality test is carried out. Calculating the normality test uses the Kolmogorov-Smirnov formula with a significance level of 100%. Complete analysis can be done using SPSS 22.00 on a Windows PC. This normality check uses pre- and post-test values. If the frequency distribution falls below 0.05, it is considered normal; if it falls above or below this threshold, it is abnormal. Self-Love Results in the experimental and control groups. The research method used in this study is a quasi-experimental method. The experimental approach in this study is an experiment. The dependent variable in this study is Self love. The independent variable in this study is Catur Murti Counseling. This study uses a sampling technique, namely cluster random sampling. This study was conducted at Waru Regional Hospital .Suggestions for the Health Department: Improve coordination with schools and the Education Department in providing medical and psychosocial support for children with cleft lip and palate._____________________________________________________________Self Love sebagai cinta kehormatan mengandalkan struktur kognitif yang lebih kompleks dimana individu harus memahami dirinya sebagai bagian dari konteks sosial dengan standar normatif tertentu.Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari setiap variabel berdistribusi normal atau tidak, maka dilakukan uji normalitas. Menghitung uji normalitas menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov dengan taraf signifikansi 100%. Analisis lengkap dapat dilakukan dengan menggunakan SPSS 22.00 pada PC Windows. Pemeriksaan normalitas ini menggunakan nilai pre dan post test. Jika distribusi frekuensi turun di bawah 0,05, itu dianggap normal; jika jatuh di atas atau di bawah ambang batas ini, itu tidak normal. Hasil Self-Love pada kelompok eksperimen dan kontrol. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu Pendekatan eksperimental pada penelitian ini adalah eksperimen  Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah Self love Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Konseling catur murti Penelitian ini menggunakan teknik sampling yaitu sampling random kelompok (Cluster Random Sampling).Penelitian ini dilakukan di RSUD waru, Saran untuk dinas Kesehatan: Meningkatkan koordinasi dengan sekolah dan Dinas Pendidikan dalam memberikan pendampingan medis dan psikososial bagi anak dengan sumbing bibir dan langit-langit.