cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ilmu Gizi Indonesia
ISSN : 2580491x     EISSN : 25987844     DOI : -
Core Subject : Health,
Ilmu Gizi Indonesia merupakan jurnal yang dikelola oleh Universitas Respati Yogyakarta. Jurnal ini menerima naskah ilmiah di bidang gizi. Jurnal ini fokus pada bidang gizi klinik, gizi masyarakat, food science, food service, dan gizi olahraga. Ilmu Gizi Indonesia terbit dua kali dalam setahun, yaitu Bulan Agustus dan Februari.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
Durasi tidur dan aktivitas sedentari sebagai faktor risiko hipertensi obesitik pada remaja Grouse Oematan; Gustaf Oematan
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i2.208

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi obesitik adalah suatu kondisi hipertensi yang didahului oleh obesitas. Prevalensi hipertensi obesitik pada remaja diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini akan berdampak buruk pada kesehatan remaja saat dewasa. Durasi tidur dan aktivitas sedentari dianggap sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya hipertensi obesitik pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah durasi tidur pendek dan aktivitas sedentari sebagai faktor risiko hipertensi obesitik pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain case-control.Subjek dalam penelitian ini adalah 168 siswa sekolah menengah pertama di Kecamatan Pamulang, terdiri dari 84 siswa obesitas dengan hipertensi sebagai kasus dan 84 siswa obesitas tanpa hipertensi sebagai kontrol. Data durasi tidur diambil menggunakan Sleep Clinic Questionnaire, data aktivitas sedentari diambil dengan menggunakan ASAQ (Adolescents Sedentary Activity Questionnaire). Hasil: Penelitian ini menemukan hubungan antara durasi tidur pendek (p<0,001) dan aktivitas sedentari (p<0,05) dengan hipertensi obesitik. Remaja dengan durasi tidur yang kurang dari 8 jam per hari berisiko 5,48 kali untuk mengalami hipertensi obesitik. Sementara itu remaja dengan aktivitas sedentari lebih dari 6 jam per hari memiliki risiko 2,27 kali untuk mengalami hipertensi obesitik. Kesimpulan: Durasi tidur pendek dan aktivitas sedentari adalah faktor risiko hipertensi obesitik pada remaja.
Kadar protein, zat besi dan uji kesukaan sosis tempe dengan penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) Elok Anisa Rahmayanti; Farida Wahyu Ningtyias; Ni&#039;mal Baroya
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i1.153

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri umumnya disebabkan kebiasaan konsumsi makanan yang rendah gizi salah satunya fast food. Sosis merupakan fast food yang cukup digemari masyarakat Indonesia. Modifikasi pengolahan sosis menggunakan bahan baku utama yang berbeda yaitu tempe dan penambahan tepung daun kelor merupakan bentuk diversifikasi pangan (protein dan zat besi) untuk pencegahan anemia khususnya bagi remaja putri. Tujuan: Menganalisis pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kadar protein, zat besi dan uji kesukaan sosis tempe. Metode: Quasi experimental dengan 12 unit perobaan dengan empat perlakuan: sosis tempe tanpa penambahan tepung daun kelor/kontrol (X0), dengan penambahan tepung daun kelor lima gram (X1), 10 gram (X2), dan 15 gram (X3). Kadar protein sampel dianalisis dengan metode Kjeldahl, zat besi dengan metode Spektofometri Serapan Atom (AAS) dan uji kesukaan menggunakan Hedonic Scale Test. Data hasil uji kadar protein dan zat besi dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis dan Mann Whitney U-Test, sedangkan hasil uji kesukaan dianalisis menggunakan uji Friedman dan Wilcoxon Signed Ranks Test dengan tingkat signifikasi 5%. Hasil: Semakin banyak penambahan tepung daun kelor, kadar protein, dan zat besi sosis tempe semakin meningkat. Penambahan tepung daun kelor berpengaruh terhadap kadar protein, zat besi dan uji kesukaan (warna, aroma, rasa, tekstur) sosis tempe (0,002≥α). Kesimpulan: Sosis tempe dengan penambahan tepung daun kelor 15 gram (X3) memiliki kadar protein dan zat besi tertinggi. Sosis tempe yang direkomendasikan yaitu penambahan tepung daun kelor lima gram (X1) karena paling disukai panelis dan telah memenuhi standar persyaratan mutu sosis daging. Kata kunci: protein; zat besi; sosis tempe; tepung daun kelor
Pemberian makanan tambahan olahan ikan untuk ibu hamil trimester III sebagai upaya menurunkan volume darah yang hilang selama persalinan di Kota Yogyakarta Lastdes Cristiany Friday; Mohamad Hakimi; BJ. Istiti Kandarina
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i1.171

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian anemia di Kota Yogyakarta tahun 2011 adalah 25,9% sedangkan tahun 2012 adalah 24,33%. Salah satu dampak anemia adalah perdarahan saat persalinan. Penanggulangan anemia dapat berupa suplementasi tablet besi (Fe) dan pemberian makanan tambahan (PMT). Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ibu hamil sehingga ibu hamil tidak anemia, darah yang keluar selama persalinan tidak berlebihan dan perdarahan postpartum dapat dicegah. Tujuan: Mengkaji pemberian makanan tambahan berupa olahan ikan pada ibu hamil trimester tiga terhadap volume darah yang keluar selama persalinan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan non-equivalent control group design. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 88 (42 kelompok perlakuan dan 46 kelompok kontrol) ibu hamil trimester III yang terdata di Puskesmas Kota Yogyakarta. Kelompok perlakuan diberikan makanan tambahan setiap hari selama 30 hari. Pengukuran volume darah dilakukan menggunakan underpad pada saat responden melahirkan. Analisis data yaitu homogenitas, uji beda rata-rata dan uji regresi linear menggunakan software STATA. Hasil: Perbedaan rata-rata volume darah yang hilang selama persalinan pada kelompok perlakuan lebih rendah yaitu -47.2 ml dibandingkan kelompok kontrol (p=0,008, 95%CI: (-81.75)–(-12.70)). Berdasarkan analisis regresi linier ganda pemberian makanan tambahan apabila mempertimbangkan lingkar lengan atas (LILA) dapat mengurangi volume darah yang hilang selama persalinan sebesar 48,5 ml (p=0,003; R2=0,2382; 95%CI:16,9– 80,1). Kesimpulan: Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil trimester III bermakna secara statistik dapat mengurangi volume darah yang hilang selama persalinan.
Konsumsi pangan dan bioavailabilitas zat besi berhubungan dengan status anemia remaja putri di Jakarta Timur Yulia Warda; Adhila Fayasari
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i2.198

Abstract

Latar Belakang: Angka anemia pada wanita usia subur di DKI Jakarta masih tinggi. Anemia pada remaja dapat mengakibatkan dampak yang negatif pada kondisi remaja antara lain, penurunan konsentrasi belajar, perkembangan motorik dan mental, serta penurunan kesehatan reproduksi. Anemia dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya status gizi, lama masa haid, konsumsi zat besi dan protein, malabsorpsi zat besi, dan penyakit infeksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi pangan, dan bioavailabilitas zat besi dengan status anemia pada siswi di SMPN 91 Jakarta Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada 125 siswi di SMPN 91 Jakarta dengan teknik stratified random sampling. Status anemia ditentukan dengan pengukuran menggunakan Hb meter, status gizi diukur menggunakan timbangan digital dan microtoise, data konsumsi pangan menggunakan food record selama 2 hari, pengetahuan dan karakteristik diperoleh dari pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi Square dan Spearman Correlation. Analisis multivariat menggunakan analisis regresi logistik. Hasil: Anemia remaja putri sebesar 25,6%. Terdapat hubungan antara pendapatan orang tua (p=0,011), siklus menstruasi (p=0,026), konsumsi zat besi (p=0,000), konsumsi protein (p=0,002), konsumsi enhancer (p=0,000), konsumsi inhibitor (p=0,000), dan bioavailabilitas zat besi (p=0,000) dengan status anemia. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi zat besi adalah variabel yang paling berpengaruh dengan kejadian anemia pada remaja putri (OR=15,812). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara konsumsi pangan dan bioavailabilitas zat besi dengan status anemia remaja putri.
Hubungan asupan energi dan protein dengan perubahan berat badan dan kekuatan genggam tangan pasien kanker rawat inap di rsup dr. Sardjito Farah Rizqi; Susetyowati Susetyowati; Aviria Ermamilia
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i1.152

Abstract

Latar Belakang:Pasien kanker lebih rentan mengalami malnutrisi yang disebabkan oleh kondisi penyakitnya dan efek samping pengobatan. Hal ini dapat mempengaruhi asupan makan dan status gizi pasien. Status gizi dapat diukur dengan indikator berat badan dan kekuatan genggam tangan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara asupan energi dan protein dengan perubahan berat badan dan kekuatan genggam tangan pasien kanker rawat inap di RSUP Dr. Sardjito. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain kohort prospektif. Penelitian melibatkan 26 pasien kanker yang dirawat inap di RSUP Dr. Sardjito selama minimal 3 hari. Subjek dibagi menjadi kelompok yang asupan energi 24 jam pertama <80% kebutuhan, dan kelompok yang asupan energinya ≥80% kebutuhan. Data berat badan dan kekuatan genggam tangan diukur di awal dan akhir perawatan. Data asupan energi dan protein diamati selama perawatan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square, Fisher’s Exact dan risiko relatif. Hasil: Terdapat hubungan signifian antara asupan energi dengan perubahan berat badan (p<0,05). Subjek dengan asupan energi dan protein yang kurang berisiko empat kali dan 2,9 kali lebih besar mengalami penurunan berat badan (95% CI 0,95−16,83 dan 0,69−12,40). Subjek dengan asupan energi dan protein yang kurang berisiko 1,5 kali dan 1,8 kali lebih besar mengalami penurunan kekuatan genggam tangan (95% CI 0,48−4,65 dan 0,54−5,98). Kesimpulan: Asupan energi yang cukup dapat mencegah penurunan berat badan pada pasien kanker rawat inap di RSUP Dr. Sardjito.
Hubungan konsumsi serat dan indeks massa tubuh dengan hiperkolesterolemia di pos pembinaan terpadu (posbindu) untuk penyakit tidak menular Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta Nur Ifani Shafira; Rr Dewi Ngaisyah; Hesti Yuningrum
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i1.160

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi penyakit jantung di Indonesia menurut diagnosis dokter pada semua umur sebesar 1,5% dan Provinsi DIY masuk ke dalam tiga besar persentase tertinggi. Penyakit jantung menempati urutan ke˗lima penyebab kematian terbanyak di Kulon Progo. Salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner (PJK) adalah hiperkolesterolemia. Sementara itu, konsumsi serat dan indeks massa tubuh (IMT) merupakan faktor risiko hiperkolesterolemia. Data di Puskesmas Pengasih II menunjukkan hanya sebanyak 90 kepala keluarga atau KK (18,1%) dari 498 KK yang makan buah dan sayur atau makanan berserat. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, IMT penduduk dewasa (>18 tahun) di Kabupaten Kulon Progo terdata kurus 17,8%, normal 60,6%, status gizi lebih sebesar 10,7%, dan obesitas 10,9%. Tujuan: Mengetahui hubungan konsumsi serat dan IMT dengan hiperkolesterolemia di Dusun Kopat, Desa Karangsari,  kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Metode: Desain penelitian adalah cross sectional. Subjek penelitian adalah masyarakat berusia ≥40 tahun sebanyak 58 orang. Teknik sampling adalah purposive sampling. Instrumen penelitian berupa cholesterol rapid test, kuesioner SQFFQ, timbangan berat badan, dan microtoice. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan prevalence ratio (PR) untuk mengetahui besarnya risiko. Hasil: Konsumsi serat (p=0,002; PR=2,42) dan IMT (p=0,019; PR=2,01) berhubungan signifikan dengan kejadian hiperkolesterolemia. Kesimpulan: Ada hubungan antara konsumsi serat dan IMT dengan hiperkolesterolemia.
Games Kartu Milenial Sehat sebagai media edukasi pencegahan anemia pada remaja putri di sekolah berbasis asrama Silvia Dewi Styaningrum; Metty Metty
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i2.236

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan remaja putri tentang anemia menjadi masalah yang harus segera diselesaikan mengingat bahaya yang ditimbulkan oleh anemia berdampak pada lintas generasi. Upaya edukasi menjadi kunci karena remaja yang memiliki pemahaman yang baik tentang anemia diharapkan dapat menurunkan risiko kejadian anemia. Edukasi pada remaja membutuhkan metode yang menarik dan mengesankan agar efektif. Games edukasi topik kesehatan dengan media kartu telah banyak digunakan. Penelitian ini bermaksud mengukur pengaruh Games Kartu Milenial Sehat (KMS) sebagai media edukasi anemia bagi remaja putri. Tujuan: Mengetahui pengaruh penggunaan media edukasi Games Kartu Milenial Sehat (KMS) terhadap pengetahuan remaja putri tentang pencegahan anemia di sekolah berbasis asrama. Metode: Penelitian pre eksperimental dengan rancangan one grup pretest posttest. Sebanyak 41 dari 120 siswi terpilih dengan cara stratified random sampling. Sampel penelitian mengisi kuesioner pengetahuan tentang anemia, sebelum dan sesudah edukasi menggunakan Kartu Milenial Sehat (KMS). Materi yang disampaikan tentang anemia yaitu definisi, gejala, akibat, pencegahan, dan suplementasi. Kuesioner terdiri dari 14 pernyataan yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Uji hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Median skor sebelum edukasi adalah 78,6 (minimum=50; maksimum=100) dan setelah edukasi adalah 92,9 (minimum=50; maksimum=100). Uji hipotesis menunjukkan hasil ada beda skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p=0,00). Kesimpulan: Edukasi menggunakan media Games Kartu Milenial Sehat (KMS) berpengaruh pada peningkatan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan anemia (sebelum dan setelah edukasi).
Kualitas susu kedelai hitam ditinjau dari kadar proksimat, aktivitas antioksidan dan kadar antosianin Delima Citra Dewi; Devillya Puspita Dewi; Gita Dewi Nur Laili; Hernawati Hernawati
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i2.197

Abstract

Latar Belakang: Kedelai hitam mengandung antosianin yang berperan sebagai antioksidan. Pengembangan produk olahan berbahan dasar kedelai hitam yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat luas adalah susu. Analisis proksimat, aktivitas antioksidan dan kadar antosianin diperlukan untuk mengetahui kualitas dan potensi susu kedelai hitam sebagai produk pangan fungsional untuk mencegah penyakit degeneratif. Tujuan: Mengetahui pengaruh variasi pencampuran pada pembuatan susu kedelai hitam dilihat dari kadar proksimat, aktivitas antioksidan dan kadar antosianin. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga variasi perbandingan kedelai dan air yaitu 1:4 (A), 1:6 (B), dan 1:8 (C). Pembuatan produk dilakukan di Laboratorium Dietetik Gizi Universitas Respati Yogyakarta, sedangkan analisis proksimat, aktivitas antioksidan, dan antosianin dilakukan di Laboratorium Chemix Pratama, Yogyakarta. Pengamatan kadar protein dilakukan menggunakan metode kjeldahl, kadar lemak dengan metode soxhlet, kadar karbohidrat dengan perhitungan by difference, kadar air dengan metode thermogravimetri, dan kadar abu dengan metode pengabuan kering. Pengamatan aktivitas antioksidan dan antosianin dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Kadar proksimat, aktivitas antioksidan dan kadar antosianin dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan Anova. Hasil: Kadar proksimat dan aktivitas antioksidan terbaik yaitu pada susu kedelai hitam dengan perbandingan 1:4 (500 g:2000 ml). Semakin besar perbandingan kedelai dengan air maka aktivitas antioksidan semakin kecil. Aktivitas antioksidan tertinggi yaitu pada perbandingan 1:4 (30,4065%). Pada uji kadar antosianin, kadar antosianin terbaik yaitu susu kedelai hitam A dengan perbandingan 1:4 (500 g:2000 ml). Kesimpulan: Ada pengaruh variasi pencampuran pembuatan susu kedelai hitam terhadap kadar proksimat, aktivitas antioksidan dan kadar antosianin.
Pengaruh suplementasi ferro sulfat terhadap kadar low density lipoprotein dan high density lipoprotein pada tikus bunting Mustika Pramestiyani; Siti Fadhilah
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i1.162

Abstract

Latar Belakang: Penambahan kebutuhan zat besi selama kehamilan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta serta penambahan volume darah ibu sebagai persiapan persalinan. Pemberian tablet tambah darah untuk mencegah anemia pada ibu hamil diberikan minimal 90 tablet selama kehamilan atau setara dengan elemen besi sebesar 60 mg tiap tabletnya. Namun, sebuah studi menyatakan bahwa pemberian suplementasi besi dosis 50–60 mg/hari (150–185 mg/hari fero sulfat) pada wanita hamil berisiko menyebabkan hemokonsentrasi, preeklamsia, dan diabetes gestasional. Suplemen zat besi serta peningkatan cadangan zat besi dalam darah dikaitkan dengan komplikasi pada ibu hamil dan peningkatan stres oksidatif yang menyebabkan peningkatan lipid peroxidase selama kehamilan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ferro sulfat terhadap kadar LDL dan HDL pada tikus bunting. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah post test only control group design. Sampel adalah 25 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok tikus bunting normal, tikus bunting anemia, tikus bunting anemia yang diberi ferro sulfat selama 18 hari, tikus bunting anemia yang diberi ferro sulfat selama 12 hari, dan tikus bunting anemia yang diberi ferro sulfat selama 6 hari. Pemeriksaan parameter dilakukan pada hari ke-18 kebuntingan. Analisis data dilakukan dengan uji One Way ANOVA lalu dilanjutkan uji post hoc Fisher’s Least Significant Different (LSD) menggunakan software SPSS 20. Hasil: Lama waktu pemberian ferro sulfat berpengaruh terhadap kadar LDL dan HDL tikus bunting anemia (p<0,001). Kesimpulan: Lama waktu suplementasi ferro sulfat akan meningkatkan kadar LDL dan menurunkan kadar HDL pada tikus bunting model anemia.
Analisis tingkat penerimaan media Cakram Gizi Buah dan Sayur pada remaja sekolah menengah atas di Kota Yogyakarta Umi Mahmudah; Siska Puspita Sari
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i2.215

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang paling rendah dalam hal tingkat konsumsi buah dan sayur. Obesitas pada remaja berkaitan dengan konsumsi buah dan sayur yang rendah. Diperlukan cara untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur, salah satunya dengan edukasi. Media Cakram Gizi Buah dan Sayur merupakan salah satu alat media edukasi gizi yang bersifat visual yang melibatkan panca indera. Perlu adanya analisis terhadap tingkat penerimaan Cakram Gizi Buah dan Sayur yang dapat digunakan untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat penerimaan media Cakram Gizi Buah dan Sayur pada siswa sekolah menengah atas di Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada remaja sekolah menengah atas di Kota Yogyakarta dengan total responden 128 siswa. Penelitian dilakukan secara daring, dengan mengirimkan media Cakram Gizi Buah dan Sayur ke alamat rumah responden. Data tingkat penerimaan Cakram Gizi Buah dan Sayur diambil menggunakan kuesioner melalui google form, selanjutnya dilakukan analisis dengan uji Chi Square. Hasil: Tidak terdapat perbedaan tingkat penerimaan media Cakram Gizi Buah berdasarkan bentuk dan gambar cakram (p=1,000), desain dan layout (p=0,852), isi (p=1,000), serta kesukaan secara keseluruhan (p=1,000), baik pada sekolah negeri maupun swasta. Tidak terdapat perbedaan tingkat penerimaan media Cakram Gizi Sayur berdasarkan bentuk dan gambar cakram (p=1,000), desain dan layout (p=0,071), serta kesukaan secara keseluruhan (p=1,000), baik pada sekolah negeri maupun swasta. Akan tetapi terdapat perbedaan tingkat penerimaan media Cakram Gizi Sayur berdasarkan isi (p=0,049). Kesimpulan: Media Cakram Gizi Buah dan Sayur bisa diterima dengan baik oleh remaja.

Page 9 of 14 | Total Record : 138