cover
Contact Name
Aji Septiaji
Contact Email
ajiseptiaji@gmail.com
Phone
+6285294606969
Journal Mail Official
jurnaldiglosiaunma@gmail.com
Editorial Address
Jalan. K.H. Abdul Halim, No. 103, Kabupaten Majalengka
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Diglosia
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 25495119     EISSN : 25495119     DOI : -
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia tergabung dalam Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). Jurnal ini memuat artikel ilmiah penelitian dan gagasan konseptual atau kajian teoretis dalam bidang pendidikan, kebahasaan, dan kesusastraan Indonesia. Setiap artikel melalui peer review process. Adapun scope penelitian pada jurnal ini yaitu (1) sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra); (2) Keterampilan dan pembelajaran sastra; (3) Keterampilan dan pembelajaran bahasa; (4) Analisis wacana; (5) Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik; (6) Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (7) Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (8) Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia; (9) Kajian kebudayaan Indonesia; dan (10) penelitian lainnya yang relevan. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan FEBRUARI dan AGUSTUS.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): Agustus" : 25 Documents clear
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL ISINGA: ROMAN PAPUA KARYA DOROTHEA ROSA HERLIANY Eti Sunarsih; Susan Neni Triani
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.892 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Kekerasan Terhadap Perempuan dalam novel Isinga: Roman Papua karya Dorothea Rosa Herliany. Masalah dalam penelitian bagaimanakah bentuk kekerasan fisik dan  kekerasan nonfisik terhadap perempuan dalam novel Isinga: Roman Papua karya Dorothea Rosa Herliany. Penelitian karya sastra sangat penting dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui relevenasi antara karya sastra dengan kenyataan yang ada di masyarakat karena nilai-nilai yang ada dalam sebuah karya sastra mencerminkan realita sosial yang dapat memberikan pengaruh kepada masyaraka. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan feminisme Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan dalam novel Isinga: Roman Papua karya Dorothea Rosa Herliany terdapat delapan bentuk kekerasan terhadap perempuan yaitu penculikan, eksploitasi tenaga perempuan, ditampar, dipukul, ditendang, diinjak, dibuang, dan dibunuh. Sedangkan  kekerasan fisik terhadap perempuan yang terdapat dalam novel Isinga: Roman Papua karya Dorothea Rosa Herliany terdapat empat bentuk kekerasan yaitu dipaksa menikah, diguna-guna, dikecewakan, suami berhubungan seksual dengan perempuan lain. Dampak dari kekerasan tersebut perempuan mengalami penderitaan fisik dan psikologis.Kata kunci: kekerasan, perempuan, novel, isinga: roman papua This research is entitled Violence Against Women in Novel Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany. The problem in this research is the form of physical violence and non-physical violence against women in the novel Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany. Research on literary works is very important. This is done to find out the relevance between literary works and the reality in society because the values in a literary work reflect social reality that can give effect to society. The approach used is the feminism approach. Based on the analysis and discussion it can be concluded in the novel Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany, there are eight forms of violence against women, namely abduction, exploitation of women, being slapped, beaten, kicked, trampled, thrown away, and killed. While physical violence against women is found in the novel Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany, there are four forms of violence, which are forced to marry, be used, disappoint, the husband has sexual relations with another woman. The impact of such violence women experience physical and psychological suffering.Keywords: violence, woman’s, novel, isinga: roman papua
CERITA RAKYAT TANJUNG MENANGIS MASYARAKAT SAMAWA: KAJIAN STRUKTUR NARATIF VLADIMIR PROPP Methya Khairunnisa Manikam; Haris Supratno; Kamidjan Kamidjan
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.098 KB)

Abstract

Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi yang mengandung dan mengungkapkan nilai-nilai pragmatis sehingga dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk dapat memperoleh manfaat dari cerita jenaka tersebut perlu dilakukan analisis terhadap teks-teks cerita legenda tersebut menggunakan teori-teori struktural naratif. Struktur adalah hubungan antara unsur-unsur pembentukan dalam susunan keseluruhan. Pendekatan yang digunakan dalam kajian yaitu Struktural Naratif Vladimir Propp dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menggambarkan struktur naratif legenda Tanjung Menangis yang dimulai dari lingkaran pertama yaitu pengenalan, hingga berakhir di rangkaian Keempat kembalinya sang pahlawan. Keempat lingkaran tersebut teridentifikasi dari munculnya 9 fungsi yaitu penipuan (trickery), kejahatan (villainy), fungsi bantuan pertama (first function of the donor), reaksi pahlawan (hero’s reaction), bimbingan (guidence), kepulangan (return), pencarian (pursuit), perubahan penampilan (transfiguration), dan  penghukuman (punishment).Kata kunci: legenda, fungsi, struktur naratif, Vladimir ProppLegend is a people's prose story that is considered by those who have a story as something that actually happened that contains and expresses pragmatic values so that it is used as a guide in social life. To be able to benefit from the humorous stories, it is necessary to analyze the texts of the legendary stories using structural narrative theories. Structure is the relationship between the elements of form in the overall order. The approach used in the study is Vladimir Propp's Structural Narrative with qualitative descriptive research methods. The results of this study illustrate the narrative structure of the Tanjung Menangis legend which starts from the first circle that was introduced, ends in the Fourth circle of return of the hero. Replacing the 9 functions as trickery, crime, donor's first reaction, hero reaction, guidance, return, pursuit, transfiguration, and punishment. Keywords: legend, function, narrative structure, Vladimir Propp
KEARIFAN LOKAL MAJALENGKA SEBAGAI MATERI AJAR MATA KULIAH SOSIOLINGUISTIK Pipik Asteka; Sarwiji Suwandi; Andayani Andayani; St. Y. Slamet
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.482 KB)

Abstract

Majalengka merupakan salahsatu kabupaten yang berada di wilayah 3 Cirebon Jawa Barat. Berbatasan dengan wilayah Cirebon yang berbahasa Jawa “Cerbonan” dan kabupaten Indramayu yang  berbahasa Jawa Indramayu, di wilayah bagian selatan kabupaten Majalengka berbatasan langsung dengan kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis yang merupakan wilayah Sunda Priangan. Letak geografis tersebut menjadikan kabupaten Majalengka memiliki beragam dialek bahasa dan juga kearifan lokal yang bervariatif. Pengaruh bahasa Sunda dan Bahasa Jawa secara signifikan menambah khazanah kearifan lokal yang ada di kabupaten Majalengka, selain itu pengaruh sejarah kebudayaan juga memiliki urgensi penting dalam perkembangan dan pemertahanan kearifan lokal di kabupaten Majalengka. Artikel ini membahas mengenai kearifan lokal yang ada di kabupaten Majalengka, perkembangan kearifan lokal dideskripsikan berdasarkan paparan dari informan utama dari masing-masing kecamatan yang dijadikan partisipan penelitian. Selain itu, dideskripsikan pula mengenai pemertahanan kearifan lokal kabupaten Majalengka dalam menghadapi arus globalisasi yang berdampak pada degradasi budaya. Salahsatu hal yang dapat dilakukan dalam pemertahanan kearifan lokal adalah mengintegrasikan kearifan lokal Majalengka sebagai materi ajar mata kuliah Sosiolinguistik.Kata kunci: kearifan lokal, Majalengka, materi ajar, mata kuliah, Sosiolinguistik Majalengka is one of the regencies located in area 3 Cirebon, West Java. It is bordered by Cirebon, which speaks Javanese "Cerbonan" and regency of Indramayu which speaks Javanese Indramayu, in the southern part of Majalengka district, it is directly adjacent to Tasikmalaya, Garut, Ciamis districts which are the Sunda Priangan region. This geographical location makes Majalengka district have various dialects of the language and also varied local wisdom. The influence of Sundanese and Javanese languages significantly adds to the treasure of local wisdom in Majalengka district, besides that the influence of cultural history also has an important urgency in the development and maintenance of local wisdom in Majalengka district. This article discusses local wisdom that exists in Majalengka district, the development of local wisdom is described based on the exposure of the main informants from each district who were the research participants. In addition, it also describes the preservation of local wisdom of Majalengka district in facing the flow of globalization which has an impact on cultural degradation. One of the things that can be done in maintaining local wisdom is integrating local wisdom of Majalengka as teaching material in Sociolinguistics courses.Keywords: local wisdom, Majalengka, teaching materials, courses, sociolinguistics
POTRET KEKERASAN SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN DUNIA SUKAB KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: SUATU PERBANDINGAN Maria Benga Geleuk
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.651 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pengulangan pada empat cerpen Dunia Sukab yang menunjukkan adanya kekerasan sosial yang terjadi pada masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru sampai awal Reformasi. Penelitian ini menggunakan metode sastra bandingan dengan memanfaatkan teori fakta cerita Stanton. Berdasarkan kajian terhadap empat cerpen, antara lain PS, MA, JF, dan PP ditemukan bahwa semua cerita merefleksikan sejarah kelam Indonesia pada masa pemerintahan Orde Baru sampai Reformasi. Hal ini ditandai dengan adanya peristiwa Tragedi Tanjung Priok 1984 dan Tragedi Mei 1998 yang tersirat di dalam kumpulan cerpen. Selain itu, kekerasan yang digambarkan oleh pengarang cenderung berbeda-beda setiap masanya. Hal ini menunjukan adanya suatu pergeseran dalam mengambarkan kekerasan di masanya. Kekerasan dalam cerpen PS dan MA dilakukan oleh aparat pemerintah dan korbannya merupakan masyarakat pinggiran, baik laki-laki dan perempuan. Akan tetapi, dalam cerpen JF dan PP kekerasan digambarkan terjadi pada kaum perempuan dalam hal ini pelaku utamanya adalah laki-laki dan pejabat. Kemudian beralihnya ke era Reformasi ditandai dalam cerpen PP, yaitu sebagai gerakan perempuan untuk berani melawan ketidakadilan. Pengulangan tema besar dalam empat cerpen ini sebagai bentuk kritik dari pengarang terhadap penguasa dan aparat pemerintah pada masa Orde Baru yang melakukan pelanggaran HAM dan sampai sekarang tidak pernah diselesaikan secara hukum.Kata kunci: kumpulan cerpen, dunia Sukab, kekerasan sosial, sastra bandinganThis study aims to formulate a repetition of the four Sukab World short stories which show the existence of social violence that occurred in Indonesian society during the New Order until the beginning of the Reformation. This research uses a comparative literary method along with Stanton's structuralism theory. Based on a study of four short stories, including PS, MA, JF, and PP, it was found that all the stories reflect the dark history of Indonesia during the reign of the New Order until the Reformation. This tragedy is marked by the events of the 1984 Tanjung Priok Tragedy and the May 1998 Tragedy which were implied in a collection of short stories. In addition, the violence described by the author tends to be vary from time to time. This shows a shift in describing the violence in his time. Violence in PS and MA short stories was carried out by government officials and the victims were marginalized communities, both men and women. However, in the short stories, JF and PP violence are described to occur in women in this case the main perpetrators are men and officials. Then the shift to the Reformation era is marked in the short story PP, which is a women's movement to dare to fight injustice. The repetition of the major themes in these four short stories is a form of criticism from the author of the authorities and government officials during the New Order who committed human rights violations and until now has never been resolved legally. Keywords: short stories collection, dunia Sukab, social violence, comparative literature
TUTURAN ADAT DALAM UPACARA MASO SA’O NGGUA BARU PADA MASYARAKAT ENDE DESA NDUNGGA KECAMATAN ENDE TENGAH KABUPATEN ENDE Alfonsus Gaa; Siprianus See
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.76 KB)

Abstract

Kebudayaan masyarakat dalam suatu daerah atau wilayah yang terdiri atas kelompok-kelompok suku tertentu dan memiliki bahasa daerahnya tersendiri. Demikian pula dengan masyarakat Ndungga, termasuk yang tinggal dan berdomisili di wilayah Desa Ndungga Kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende memiliki bahasa daerahnya tersendiri yang dikenal dengan bahasa Ende. Sebagai alat komunikasi, bahasa Ende digunakan dalam berbagai ragam interaksi dalam kehidupan masyarakat Ende (khususnya masyarakat Ndungga), mulai dari ragam komunikasi sehari-hari sampai pada komunikasi dalam berbagai upacara adat. Salah satu diantara sekian banyak seremonial adat yang menggunakan bahasa Ende (khususnya masyarakat Ndungga) sebagai media komunikasi yang efektif adalah pada bentuk upacara dalam  bahasa Ende saat  menempati rumah baru yang disebut dengan Upacara Maso Sa’o Nggua Baru yang berarti menempati rumah baru. Maso Sa’o ini merupakan acara  yang dibuat masyarakat setempat secara turun temurun dan bersifat mengikat atau wajib. Hewan yang disembelih untuk memberi makan nenek moyang saat acara Maso Sa’o yaitu ayam, tetapi bagi orang yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi bisa juga hewan lain seperti babi. Acara ini harus disaksikan oleh sanak keluarga dari pemilik rumah, ari kae berserta anak perempuan dan anak  laki-laki. Tujuan dari upacara Maso Sa’o Nggua Baru ini, ialah untuk mendamaikan pemilik rumah dengan roh penjaganya serta ucapan syukur pemilik rumah kepada Tuhan dan para leluhur, seraya memohon perlindungan bagi semua orang yang menghuni rumah baru tersebut.Kata kunci: tuturan adat, upacara, Maso Sa’o, Nggua Baru  The culture of society in a region or region consisting of certain ethnic groups and has its own regional language. Similarly, the Ndungga people, including those who live and reside in the Ndungga village area of Ende Central District of Ende Regency has its own regional language known as Ende language. As a means of communication, the Ende language is used in a wide variety of interactions in the lives of the people of Ende (especially Ndungga people), ranging from the various communication everyday to the communication in various traditional ceremonies. One of the many traditional ceremonial that used the language of Ende (especially the Ndungga community) as an effective communication medium is on the form of ceremonies in the Ende language when occupying a new home called the new Maso Sa'o Nggua ceremony which means occupying a new home. "Maso Sa'o" is an event made by the local community as a hereditary and binding or compulsory. Animals slaughtered to feed ancestors during the event “Maso sa'o” is chicken, but for people who have economic ability can also other animals such as pigs. This event must be witnessed by relatives of homeowners, Ari Kae with girls and boys. The purpose of Maso Sa’o Nggua Baru's ceremony, is to reconcile the homeowner with the spirit of the house owner and the thanksgiving of the Landlord to God and the ancestors, while applying for protection for all those who inhabit the new home.Keywords: uttearance of customs, ceremony, Maso Sa’o, Nggua Baru
INTERELASI DAN KOMPOSISI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM BUKU TEMATIK GURU KELAS III SD Putri Marzalina; Markhamah Markhamah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.089 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu 1) menjabarakan interelasi materi pelajaran bahasa Indonesia dengan mata pelajaran lainnya dalam buku tematik kelas III SD, 2) menjabarkan komposisi materi pelajaran bahasa Indonesia dalam buku tematik kelas III SD. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif kualitatif. Sumber penelitian ini adalah buku teks guru sebagai bahan ajar di kelas III SD. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis dokumen, teknik pustaka (library research), simak, dan catat. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa dalam buku teks guru sebagai bahan ajar di kelas III SD pembelajaran bahasa Indonesia memiliki jam belajar paling banyak yaitu 10 jam permingu. Dalam materi pelajaran lainnya juga terdapat interelasi dengan pelajaran bahasa Indonesia di dalamnya baik itu dari segi morfologi, semantik, dan sintaksis. Kegiatan pelajaran bahasa Indonesia difokuskan pada empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.Kata kunci: buku teks, interelasi, komposisi The purpose of this study are 1) describe the interrelation of Indonesian language subject matter with other subjects in the third grade thematic textbooks, 2) describe the composition of Indonesian language subject matter in the third grade thematic textbooks. This research is a qualitative descriptive study. The source of this research is the teacher's textbook as teaching material in grade III elementary school. Data collection is done by document analysis techniques, library techniques (literature study), see, and record. The results of this study indicate that in teacher textbooks as teaching material in class III Indonesian language learning has the most learning hours, namely 10 hours a week. In the subject matter there is also an interrelation with the Indonesian language here both in terms of morphology, semantics, and syntax. Indonesian language learning activities are supported by four skills that are listened to, speaking, reading, and writing.Keywords: textbooks, interrelations, compositions
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN METODE THINK TALK WRITE Wikanengsih Wikanengsih; Euis Eti Rohaeti; Yeni Rostikawati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.37 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan  meningkatkan kemampuan dan keaktifan siswa dalam   menulis teks eksposisi pada kelas VIII SMP Kartika XIX-2 Bandung melalui penggunaan metode Think Talk Write.  Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan menulis teks eksposisi  dan  keaktifan belajar siswa. Ketuntasan  kemampuan menulis teks eksposisi siswa pada siklus I mencapai 48%,  siklus II  52%, dan  siklus III 60%.  Demikian juga keaktifan siswa, pada siklus I mencapai 24%, siklus II 36 %, dan siklus III 56%. Dengan demikian, penggunaan metode think talk write dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi  dan meningkatkan keaktifan  siswa dalam pelaksanaannya.Kata kunci: menulis, teks eksposisi, think talk writeThis classroom action research aims to improve students' ability and activeness in writing exposition text in class VIII SMP Kartika XIX-2 Bandung through the use of the Think Talk Write method. The results showed that there was an increase in the ability to write exposition text and students' learning activeness. The completeness of the students' exposition text writing ability in cycle I reached 48%, cycle II 52%, and cycle III 60%. Likewise, the activeness of students, in cycle I reached 24%, cycle II 36%, and cycle III 56%. Thus, the use of the think talk write method can improve the ability to write exposition text and increase students' activeness in its implementation. Keywords: writing, exposition text, think talk write
KONSTRUKSI AYAH DAN DOMINASI MASKULINITAS DALAM NOVEL SABTU BERSAMA BAPAK KARYA ADHITYA MULYA Muhamad Adji
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.035 KB)

Abstract

 Artikel ini bertujuan mengungkap konstruksi ayah melalui penghadiran tokoh Bapak secara virtual pada novel Sabtu Bersama Bapak. Meskipun bersifat virtual, nyatanya relasi yang terbangun tersebut bersifat sangat intens dan memunculkan dominasi ideologi maskulinitas. Bagaimana kontruksi ayah ditampilkan di dalam teks, hal tersebut menjadi pertanyaan yang memandu artikel ini. Artikel ini menempatkan teori maskulinitas dalam mengkaji kontruksi ayah dalam novel, sedangkan metode yang digunakan adalah naratalogi. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tokoh Bapak memiliki peran sentral dalam keluarga meskipun melalui relasi virtual. Konstruksi nilai-nilai maskulinitas ayah dihadirkan tokoh Bapak dan disebarkan kepada anak-anaknya melalui pesan-pesan dalam rekaman. Konsep maskulinitas yang dikonstruksi pada tokoh Bapak adalah ayah yang seorang perencana matang, pelindung keluarga, penganut nilai-nilai harga diri laki-laki yang ditentukan melalui  performa fisik  dan mental. Ideologi maskulinitas yang dikonstruksi oleh tokoh Bapak dapat terus bertahan karena diinternalisasi, diduplikasi, dan direpetisi oleh anak-anaknya.Kata kunci: ayah, konstruksi, dominasi, maskulinitas, naratologi This article aims to reveal the father's construction through the virtual presence of your character in the novel Saturday with Bapak. Although it is virtual, in reality the relationship that is built is very intense and gives rise to the dominance of the ideology of masculinity. How father construction is displayed in the text, this is the question that guides this article. This article places theory of masculinity in studying the construction of fathers in the novel, while the method used is narratology. From the results of the study it can be seen that the character of Bapak has a central role in the family even though through virtual relations. The construction of father's masculinity values is presented by the character of Bapak and spread to his children through messages on the record. The concept of masculinity that is constructed on the character of Bapak is a father who is a mature planner, family protector, adherents of male self-esteem values which are determined through physical and mental performance. The ideology of masculinity constructed by the character of Bapak can continue to be endured because is internalized, duplicated, and repetitioned by his children.Keywords: father, construction, domination, masculinity, narratology
KEEFEKTIFAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENGANALISIS FUNGSI DAN MAKNA AFIKSASI PADA MATA KULIAH MORFOLOGI Frilia Shantika Regina
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.951 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model discovery learning dalam menganalisis fungsi dan makna afiksasi. Afiksasi sebagai salah satu proses morfologis merupakan proses yang selalu berkaitan dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Afiksasi memiliki bentuk yang kompeks, baik berupa awalan, akhiran, sisipan, maupun gabungan antara awalan dan sisipan. Selain itu, afiksasi juga tidak hanya mengubah bentuk tetapi dapat mengubah fungsi dan makna sebuah kata. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2018 yang mengontrak mata kuliah Morfologi Bahasa Indonesia. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan desain simple random sampling diperoleh 30 mahasiswa. Instumen penelitian berupa lembar tes dengan sepuluh soal yang berkaitan dengan analisis fungsi dan makna afiksasi. Beberapa afiks yang dikuasai oleh mahasiswa yaitu meN-, ber-, ter-, peN-, per-, dan ber-an. Hasil penelitian ini diperoleh diperoleh nilai sig (2-tailed) dengan menggunakan uji paired sample t-test sebesar 0,000. Hal tersebut menjawab hipotesis bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yaitu model discovery learning efektif untuk meningkatkan kemampuan menganalisis fungsi dan makna afiksasi pada mata kuliah Morfologi Bahasa Indonesia.Kata kunci: model discovery learning, fungsi afiksasi, makna afiksasi This study aims to determine the effectiveness of discovery learning models in analyzing the function and meaning of affixation. Affixation as one of the morphological processes is a process that is always related to communication, both verbally and in writing. Affixation has a complex from, either in the from of prefixes, suffixes, inserts, or a combination of prefixes and inserts. In addition affixation also not only changes the form but can change yhe function and meaning of a word. This study uses an experimental method with pretest-posttest design. The population in this study werw all 2018 Indonesian Language and Literature Education Study Program who contracted the Indonesian Morphology course. The sample in this study used probability sampling techniques with a simple random sampling design obtained by 30 students. The research instrument was in the form of a test sheet with ten questions related to the analysys of the function and meaning of affixation. Some affixes which are mastered by students are meN-, ber-, ter-, peN-, per- and ber-an. The results of this study obtained the value of sig (2-tailed) using paires sample t-test of 0,000. This answers the hypothesis that Ho is rejected and Ha is acceptes, wich is an effective discovery learning model to improve the ability to analyze the functions and meaning of affixation in Indonesian Morfhology courses. Keywords: discovery learning model, function of affixation, the meaning of affixation 
DEMONISASI FIGUR PEREMPUAN DALAM SERI NOVEL HEROES OF OLYMPUS KARYA RICK RIORDAN: KAJIAN INTERTEKSTUALITAS Yunanda Aprilliani Wijono
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.377 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis mengapa demonisasi terjadi pada beberapa karakter perempuan dalam seri novel Heroes of Olympus karya Rick Riordan. Novel-novel ini ditransformasi dari cerita-cerita di mitologi Yunani dan Romawi yang ditulis dari para penyair terkenal pada zamannya seperti Hesiod dan Rhodius. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah kualitatif-interpretatif dan teori yang digunakan adalah intertekstualitas Julia Kristeva. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua jenis demonisasi, yang meliputi (1) demonisasi fisik, yang terjadi pada karakter Ella sang Harpy dan Gaea; dan (2) demonisasi psikologis, yang terjadi pada Medea dan Aphrodite. Hubungan tersebut juga menunjukkan bahwa posisi perempuan tidak berubah dalam bertahun-tahun dan masih inferior dibandingkan laki-laki. Dalam kata lain, teks transformasi mengafirmasi bahwa perempuan dipersetankan, dan pengaruh datang dari teks-teks yang mendahului seperti Shakespeare dan Euripides yang menggambarkan perempuan memiliki sifat yang lebih ganas dibandingkan laki-laki.Kata kunci: demonisasi, perempuan, feminisme, mitologi Yunani  This article aims to analyze why demonization occurs towards some female characters in Rick Riordan’s Heroes of Olympus novel series. These novels are transformed from the stories in the Greek and Roman mythology written by famous Greek and Roman poets in their era such as Hesiod and Homer. The method used in this article is qualitative-interpretative and the theory used is intertextuality that is proposed by Julia Kristeva. The results of this study show that there are two kinds of demonization, which include (1) physical demonization, that happens on Ella the harpy and Gaea; and (2) psychological demonization, that happens on two female characters including Medea and Aphrodite. The connection also reveals that women’s position does not change over the years and is still inferior to men. In other words, the transformation text affirms that women are demonized, and the influence comes from the preceeding texts such as Shakespeare’s and Euripides’ which portrayed women having a more malignant nature compared to men.Keywords: demonization, women, feminism, Greek mythology

Page 2 of 3 | Total Record : 25