cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Seminar Nasional Pendidikan IPA
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
INTEGRASI DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI KEMANDIRIAN BELAJAR Vica Dian Aprelia Resti
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah pembelajaran mendalam sering dibahas oleh para pendidik mulai dari jenjang Pendidikan Dasar hingga jenjang Pendidikan Tinggi. Istilah ini menjelaskan apakah pembelajaran mendalam merupakan istilah baru karena seringnya dibahas atau bahkan istilah lama yang kembali menjadi pembahasan pada akhir-akhir ini. Secara konsep pembelajaran mendalam bukan hanya sekedar transfer ilmu melainkan menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses pembelajaran dengan menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Suasana belajar yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan tersebut menjelaskan bagaimana peran kesadaran diri yang ditunjukkan dalam kemandirian belajar peserta didik untuk memaknai bahwa belajar merupakan kebutuhan adalah bagian integral pada kegiatan belajar. Kesadaran dan kepekaan otak dari segi biologi, persepsi, ingatan dan kaitannya dengan pembelajaran dalam artikel ini dibahas menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam suatu bidang yang disebut Neurosains. Kajian neurosains ini tidak bisa dilepaskan dari peran pendidik sebagai fasilitator yang menghadirkan variasi stimulus dalam lingkungan belajar untuk menguatkan konsepsi visual dengan keterlibatan indera peserta didik yang menjadi dasar terbentuknya ingatan dan akan menjadi pemahaman utuh ketika diproses lebih lanjut dalam Long Term Memory (LTM). Hal tersebut menjadikan catatan besar dalam integrasi Deep Learning di pembelajaran IPA yang berkaitan erat dengan kemandirian belajar baik dari sudut pandang peserta didik maupun sudut pandang pendidik. Pendidik diharapkan memiliki motivasi dalam menghadirkan sitimulus yang bermakna sehingga peserta didik akan mudah membawanya ke dalam pemahaman jangka panjang yang bermanfaat dalam pemecahan masalah sehari-hari di lingkungannya
KEAKTIFAN SISWA DALAM PENGGUNAAN E-LKPD BERBASIS STEM DI SMA NEGERI 19 PALEMBANG Yessy Mardalena; Maefa Eka Haryani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaktifan siswa dalam penggunaan E-LKPD berbasis STEM pada materi Struktur Atom di SMA Negeri 19 Palembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas X SMA Negeri 19 Palembang yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data diperoleh melalui lembar observasi keaktifan siswa dan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan aktivitas siswa selama penggunaan E-LKPD berbasis STEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tampak lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran ketika menggunakan E-LKPD berbasis STEM, seperti aktif berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta bekerja sama dalam kelompok. Berdasarkan hasil observasi selama dua kali pertemuan, diperoleh rata-rata persentase keaktifan sebesar 84% dengan kategori sangat aktif. Dengan demikian, penggunaan E-LKPD berbasis STEM dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, khususnya pada materi Struktur Atom.
PENGARUH OPERASI STERIL TERHADAP POLA MAKAN KUCING DAN PENGEMBANGAN LKPD SISTEM PENCERNAAN BERBASIS PBL Nabilah Afifah Putri; Susy Amizera; Masagus Muhammad Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operasi steril (ovariohysterectomy dan orchiectomy) merupakan prosedur umum untuk mengontrol populasi kucing. Namun, prosedur ini dilaporkan memengaruhi metabolisme dan pola makan kucing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh operasi steril terhadap pola makan kucing dan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi Sistem Pencernaan. Penelitian menggunakan desain Quasi-Experimental dengan Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari 20 ekor kucing (10 kelompok kontrol/tidak disteril dan 10 kelompok eksperimen/disteril). Data pola makan (nafsu makan, frekuensi, dan jumlah konsumsi) dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan yang dikonfirmasi oleh Uji T Independen dan Uji Mann-Whitney U pada berat badan (p=0,001), takaran makan (p=0,000), dan nafsu makan (p=0,000) antara kucing steril dan tidak steril. Kucing steril memiliki rata-rata berat badan (5,22 kg vs 3,66 kg), takaran makan (97 g/hari vs 69 g/hari), dan skor nafsu makan (4,5 vs 3,1) yang lebih tinggi. Selain itu, LKPD Sistem Pencernaan berbasis PBL yang dikembangkan dinyatakan "Sangat Valid" dengan nilai validasi 92%. Disimpulkan bahwa operasi steril berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pola makan kucing dan LKPD yang dihasilkan layak digunakan sebagai penunjang pembelajaran biologi.
IMPLEMENTASI MODEL PLACE-BASED PROJECT LEARNING (PBPL) BERBASIS EKOPEDAGOGI DENGAN BANTUAN APLIKASI IDENTIFIKASI TUMBUHAN BERBASIS AI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI EKOLOGIS MAHASISWA Nike Anggraini; Muhammad Khoirul Antony; Sakina Rizqiani; Christina Vivid Handayani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari tahapan implementasi model Place-Based Project Learning (PBPL) berbasis ekopedagogi yang dikembangkan untuk meningkatkan literasi ekologis mahasiswa Pendidikan Biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keterlaksanaan dan efektivitas model PBPL yang diintegrasikan dengan aplikasi identifikasi tumbuhan berbasis kecerdasan buatan, yaitu PlantNet dan Seek by iNaturalist, dalam meningkatkan literasi ekologis mahasiswa pada mata kuliah Ekologi Tumbuhan. Penelitian menggunakan pendekatan research and development (R&D) pada tahap uji coba terbatas dengan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sriwijaya semester genap tahun akademik 2024/2025. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi keterlaksanaan model, angket respon mahasiswa, dan tes literasi ekologis dengan reliabilitas α = 0,87. Intervensi pembelajaran berlangsung selama empat minggu dengan tahapan eksplorasi lingkungan, perancangan proyek, implementasi proyek lapangan berbasis aplikasi AI, dan refleksi ekopedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model mencapai 93% (kategori sangat baik), respon mahasiswa terhadap pembelajaran mencapai 91% (kategori sangat positif), dan terjadi peningkatan signifikan pada literasi ekologis mahasiswa dari skor rata-rata 61,5 menjadi 77,2 (t(29)=10,54, p<0,001, Cohen’s d=2,20). Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi teknologi cerdas dalam model PBPL efektif dalam meningkatkan keterlibatan, kesadaran ekologis, dan kemampuan reflektif mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan.
INTEGRASI DEEP LEARNING DALAM IDENTIFIKASI MISKONSEPSI PADA PEMBELAJARAN: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Suci Salsabila; Murniati Murniati
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran tidak semua pendidik dapat menyampaikan secara langsung kepada peserta didik, oleh karena itu hal ini dapat menjadi penghambat bagi peserta didik untuk memahami teori secara mendalam. Pemahaman konsep yang tidak sesuai dengan pemahaman ilmiah atau ilmuwan dalam bidang tertentu disebut sebagai miskonsepsi. Studi terbaru meneliti penerapan kecerdasan buatan (AI) dan deep learning dalam pengajaran. Deep learning yang merupakan subset dari AI, telah menunjukkan potensi dalam menyelesaikan masalah kompleks dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Kajian sistematis yang mengintegrasikan berbagai pendekatan deep learning dalam konteks identifikasi miskonsepsi fisika masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis penggunaan deep learning dalam mengidentifikasi miskonsepsi pada pembelajaran. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis sesuai dengan pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), dengan pencarian dilakukan pada empat mesin pencari akademik utama (Google Scholar, DOAJ, ERIC, dan Publish Or Perish 8) untuk publikasi dari tahun 2020 hingga 2025. Dari 200 artikel yang diidentifikasi, 10 artikel dipilih untuk analisis lebih lanjut. Hasil menunjukkan intergrasi deep learning ini dalam mengidentifikasi miskonsepsi meunjukkan potensi signifikan, melalui umpan balik otomatis yang cepat dan mendekati akurasi manusia, namun masih rentan terhadap konteks non-Inggris atau tanpa pelatihan khusus. Sementara itu,pembelajaran mendalam yang menggabungkan pendekatan bermakna, menyenangkan serta berbasis masalah terbukti lebih efektif dalam mencegah dan mengatasi miskonsepsi melalui pemahaman konseptual dan keterlibatan aktif siswa.
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR MATERI IKATAN KIMIA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BERORIENTASI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) Nova Rama Dhini; Nivaldo Al’ Akmal; Diah Kartika Sari; Intan Klesya; Revnika Fethya
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan bahan ajar pada materi ikatan kimia berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Sustainable Development Goals (SDGs). Analisis dilakukan terhadap materi yang ada dalam buku bahan ajar ikatan kimia guna mengetahui kesesuaian dan kelengkapan materi sesuai kebutuhan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengembangkan bahan ajar yang relevan, interaktif, dan kontekstual agar pembelajaran ikatan kimia menjadi lebih efektif dan dapat mendukung pemahaman siswa dalam konteks SDGs. Oleh sebab itu, pengembangan bahan ajar berbasis PBL sangat diperlukan sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kesadaran lingkungan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% peserta didik menyatakan perlunya bahan ajar tambahan yang lebih interaktif, mudah dipahami, dan kontekstual. Selain itu, 96% peserta didik menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan, serta 92% setuju dengan pengembangan LKPD berbasis PBL yang mengangkat permasalahan lingkungan. Dapat disimpulkan dari data analisis kebutuhan peserta didik, dimana hasil menunjukan bahwa perlunya bahan ajar tambahan pada materi ikatan kimia.
AKTIVITAS ANTIBIOFILM EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DAN Staphylococcus aureus Melia Sari; Cut Elza Yunita; Sakina Rizqiani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi hingga kini masih merupakan masalah kesehatan global termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit infeksi di Indonesia masih belum dapat ditanggulangi meskipun berbagai upaya telah dilakukan termasuk memengaruhi faktor eksternal dan internal. Tujuan penelitian untuk menguji optimum ekstrak etanol daun belimbing wuluh yang dapat menghambat pertumbuhan biofilm Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini meliputi pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pengolahan sampel ekstrak etanol daun belimbing wuluh. danpengujian penghambat pembentukan biofilm pada bakteri P. aeruginosa dan S. aureus. Hasil pemeriksaan karakteristik simplisia daun belimbing wuluh penetapan kadar air 7%, kadar sari larut dalam air 21,3%, kadar sari larut dalam etanol 16%, kadar abu total 5,6%, kadar abu tidak larut asam 0,83%. Simplisia daun belimbing wuluh positif mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid. Konsentrasi dari ekstrak etanol daun belimbing wuluh yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri P.aeruginosa adalah 800 µg/ml dengan nilai persen hambatan sebesar 69,3765 ± 2,189, sedangkan S.aureus absorbansi sebesar 71,4144 ± 1,207. Berdasarkan uji ANOVA didapatkan konsentrasi 800 µg/ml lebih efektif dalam menghambat pembentukan biofilm dengan nilai (sig ,073).
NALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I BERBASIS ETHNOCHEMISTRY DI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNSRI Nabila Azahra; Maefa Eka Haryani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kimia di perguruan tinggi masih sering bersifat abstrak dan kurang kontekstual, sehingga mahasiswa kesulitan mengaitkan konsep kimia dengan kehidupan nyata. Kondisi tersebut juga terjadi pada mata kuliah Kimia Anorganik I di Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan petunjuk praktikum Kimia Anorganik I materi karbon aktif berbasis ethnochemistry yang valid, praktis, dan efektif yang mengintegrasikan konsep kimia dengan kearifan lokal, seperti pemanfaatan kayu tembesu (Fagraea fragrans). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Praktikum Kimia Anorganik I. Instrumen yang digunakan berupa angket analisis kebutuhan yang disebarkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan skala Guttman. Hasil analisis menunjukkan bahwa lebih dari 95% mahasiswa menyatakan setuju dan tertarik terhadap pengembangan petunjuk praktikum berbasis ethnochemistry. Sementara itu, dari 85% mahasiswa yang menilai bahan ajar sudah tersedia, sebanyak 42,9% di antaranya berpendapat bahwa materi tersebut belum kontekstual dengan budaya lokal. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengembangan petunjuk praktikum berbasis ethnochemistry yang kontekstual, relevan, dan terintegrasi dengan budaya Sumatera Selatan sebagai dasar pengembangan bahan ajar yang valid, praktis, dan inovatif dalam pembelajaran kimia.
PENGARUH OPERASI STERIL TERHADAP POLA MAKAN KUCING DAN PENGEMBANGAN LKPD SISTEM PENCERNAAN BERBASIS PBL Nabilah Afifah Putri; Susy Amizera; Masagus Muhammad Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operasi steril (ovariohysterectomy dan orchiectomy) merupakan prosedur umum untuk mengontrol populasi kucing. Namun, prosedur ini dilaporkan memengaruhi metabolisme dan pola makan kucing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh operasi steril terhadap pola makan kucing dan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi Sistem Pencernaan. Penelitian menggunakan desain Quasi-Experimental dengan Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari 20 ekor kucing (10 kelompok kontrol/tidak disteril dan 10 kelompok eksperimen/disteril). Data pola makan (nafsu makan, frekuensi, dan jumlah konsumsi) dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan yang dikonfirmasi oleh Uji T Independen dan Uji Mann-Whitney U pada berat badan (p=0,001), takaran makan (p=0,000), dan nafsu makan (p=0,000) antara kucing steril dan tidak steril. Kucing steril memiliki rata-rata berat badan (5,22 kg vs 3,66 kg), takaran makan (97 g/hari vs 69 g/hari), dan skor nafsu makan (4,5 vs 3,1) yang lebih tinggi. Selain itu, LKPD Sistem Pencernaan berbasis PBL yang dikembangkan dinyatakan "Sangat Valid" dengan nilai validasi 92%. Disimpulkan bahwa operasi steril berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pola makan kucing dan LKPD yang dihasilkan layak digunakan sebagai penunjang pembelajaran biologi.
PEDAGOGICAL SHIFTS IN SCIENCE CLASSROOMS: INSIGHTS FROM MASTER OF TEACHING CANDIDATES IN BRUNEI DARUSSALAM Hardimah Hj Md Said
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science education is increasingly required to respond to the demands of 21st-century learning, rapid technological advancement, and the need for inclusive and meaningful learning experiences. This paper examines pedagogical shifts in secondary science classrooms through insights drawn from Master of Teaching (MTeach) science candidates in Brunei Darussalam. Using reflective accounts grounded in sustained school-based practice, the paper highlights shifts from teacher-centred instruction toward student-centred, inquiry-driven, and adaptive pedagogies. It further explores the growing emphasis on conceptual understanding, the purposeful integration of digital and artificial intelligence (AI) tools, and the ethical considerations that accompany their use. The paper argues that reflective practice, mentorship, and professional support are central to sustaining pedagogical transformation and shaping future-ready science classrooms.