cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Seminar Nasional Pendidikan IPA
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
ANALISIS KESESUAIAN LABEL KONSEP PADA BUKU TEKS KIMIA KELAS X KURIKULUM MERDEKA Fitria Wijayanti; Maefa Eka Haryani; Effendi Effendi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku teks merupakan salah satu media utama yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan konsep kepada peserta didik. Di dalamnya terdapat berbagai label konsep yang berperan penting dalam membantu peserta didik membangun pengetahuan dan pemahaman ilmiah. Buku teks yang digunakan dalam pembelajaran harus merujuk pada kurikulum yang berlaku, yaitu Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian label konsep pada materi struktur atom dan sistem periodik unsur dalam buku teks kimia kelas X Kurikulum Merdeka dengan capaian dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan sumber data berupa dokumen capaian pembelajaran dan buku teks kimia kelas X Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum terdapat kesesuaian antara label konsep dengan tujuan dan capaian pembelajaran sebesar 83%, sedangkan ketidaksesuaian sebesar 17%. Kesesuaian tersebut tampak pada keberadaan label konsep yang relevan serta kedalaman materi yang sesuai dengan tuntutan kognitif dari tujuan pembelajaran. Ketidaksesuaian ditemukan pada tingkat kejelasan label konsep serta kedalaman pembahasan materi. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar guru menggunakan buku teks yang disertai dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai pendamping dalam proses pembelajaran agar pemahaman konsep menjadi lebih optimal.
PEMANFAATAN TANAMAN SEBAGAI BAHAN PANGAN OLEH ORANG LOM DI KABUPATEN BANGKA Emilia Prananda; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanaman sebagai bahan pangan oleh Orang Lom di Kabupaten Bangka mencerminkan kearifan lokal yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan kelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tanaman pangan yang digunakan serta menganalisis tingkat signifikansi budayanya menggunakan Cultural Food Significance Index (CFSI). Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 15 informan yang terdiri atas ibu rumah tangga, juru masak, tokoh adat, dan individu yang diakui memiliki pengetahuan tradisional di Dusun Pejem dan Dusun Air Abik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 83 jenis tanaman pangan yang tergolong ke dalam 32 suku tumbuhan. Tanaman tersebut diolah menjadi berbagai makanan tradisional, seperti kelamay, aruk, buk ajit, dan lempah darat, yang sebagian memiliki keterkaitan dengan upacara adat dan tradisi budaya Orang Lom. Berdasarkan analisis CFSI, diperoleh kategori sangat tinggi sebanyak 16 jenis tanaman, tinggi 24 jenis, sedang 20 jenis, rendah 10 jenis, sangat rendah 9 jenis, dan tidak signifikan 4 jenis. Tanaman dengan nilai sangat tinggi antara lain Singkong (Manihot esculenta), Kencur (Kaempferia galanga) dan Pepaya (Carica papaya). Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan tradisional Suku Lom mengenai tanaman pangan masih lestari dan berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hayati serta memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.
PENGEMBANGAN LKM PBL KONTEKSTUAL KASUS KABUT ASAP UNTUK PEMAHAMAN HUKUM GAS Rahmat Zikri; Fricila Sasqia Wardana; Niken Puspita Sari
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan menganalisis kebutuhan bahan ajar berupa Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis Problem-Based Learning (PBL) pada mata kuliah Kimia Fisika I. Metode yang digunakan merujuk pada tahapan analyze model pengembangan ADDIE, melalui wawancara dengan dosen, kuesioner mahasiswa, dan analisis kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan 100% mahasiswa menyukai dan antusias mengikuti kuliah Kimia Fisika I, namun hanya 34,1% mampu memahami konsep hukum gas menggunakan bahan ajar yang ada. Sebanyak 78% mahasiswa mengalami kesulitan memahami bahasa bahan ajar, 65,9% menilai bahan ajar belum tersusun sistematis dan belum menerapkan pendekatan PBL, serta 75,6% mengalami kesulitan memahami Persamaan Keadaan Gas. Analisis kebutuhan menunjukkan perlunya pengembangan LKM berbasis PBL dengan konteks lokal, seperti kabut asap di Sumatera Selatan, untuk membelajarkan konsep hukum gas secara aplikatif sehingga mahasiswa dapat memahami konsep dengan lebih mudah dan relevan dengan fenomena nyata.
ANALISIS MIKROPLASTIK PADA PERAIRAN DI SUNGAI ENIM Dimas Adventio; Didi Jaya Santri; Nike Anggraini
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuangan limbah mentah dari daerah perumahan dan kegiatan aktivitas hasil rumah tangga yang membuang sampah plastik ke pinggiran Sungai Enim menyebabkan pencemaran serius dan meningkatkan risiko kontaminasi plastik yang berdegredasi menjadi mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mikroplastik pada perairan di Sungai Enim. Sampel air didapatkan di 5 stasiun daerah aktivitas masyarakat Sungai Enim. Sample air sebanyak 250 mL dicampurkan H2O2 30% 25 mL lalu diinkubasi setelah 24 jam sampel disaring menggunakan kertas Whatman lalu sampel diidentifikasi menggunakan mikroskop stereo. Identifikasi mikroplastik meliputi bentuk, ukuran, warna dan kelimpahan. Hasil analisis menunjukan bahwa sampel air mengandung mikroplastik dengan dominasi bentuk serat dan fragmen. Ukuran mikroplastik yang ditemukan antara 300 um – 1200 um. Warna mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh warna biru dan merah. Kelimpahan yang terkecil didapatkan  pada stasiun pertama yaitu 23 partikel dan terbanyak di stasiun ketiga sebesar 41 partikel. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengelolaan limbah dan edukasi masyarakat untuk menekan pencemaran mikroplastik.
PROFIL SISWA SMA UNTUK ANIMASI SCRATCH BERBASIS KODING SEDERHANA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Yasmine Altira; Melly Ariska
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tantangan dalam pembelajaran fisika abad ke-21, dimana siswa membutuhkan media yang interaktif dan menarik untuk memahami konsep-konsep abstrak, khususnya yang berkaitan dengan isu lingkungan seperti perubahan iklim. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan, minat, dan persepsi siswa terhadap penggunaan animasi edukatif berbasis pemrograman Scratch dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen kuesioner yang disebarkan kepada 50 siswa kelas XI di salah satu sekolah menengah atas. Instrumen penelitian mencakup tiga aspek utama, yaitu kebutuhan dan minat siswa, penerimaan terhadap inovasi, serta persepsi terhadap efektivitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80% siswa memiliki minat yang tinggi terhadap animasi edukatif dan menilai media tersebut mampu membuat pembelajaran lebih menarik serta mudah dipahami. Selain itu, siswa juga menunjukkan penerimaan positif terhadap penggunaan Scratch dan bersedia terlibat dalam proses pengembangan animasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa animasi edukatif berbasis Scratch memiliki potensi besar untuk meningkatkan hasil belajar fisika, menumbuhkan motivasi, dan mendukung penguasaan keterampilan abad ke-21
ARTIFICIAL INTELLIGENCE-ASSISTED CRITICAL AND REFLECTIVE THINKING DESIGN Adam Fernando; Diah Putri Anggun; Diandara Oryza
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The current development of artificial intelligence technology demands that everyone improve their critical and reflective thinking skills. Therefore, efforts are needed to prevent weakening human thinking skills due to dependence on this technology. This research aims to describe a critical and reflective thinking design framework suitable for applying artificial intelligence technology in the biology learning process. It was conducted through a literature review related to this topic. Based on the results obtained, there are eight elements of a critical and reflective thinking design framework for applying artificial intelligence technology.
INTEGRASI DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI KEMANDIRIAN BELAJAR Vica Dian Aprelia Resti
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah pembelajaran mendalam sering dibahas oleh para pendidik mulai dari jenjang Pendidikan Dasar hingga jenjang Pendidikan Tinggi. Istilah ini menjelaskan apakah pembelajaran mendalam merupakan istilah baru karena seringnya dibahas atau bahkan istilah lama yang kembali menjadi pembahasan pada akhir-akhir ini. Secara konsep pembelajaran mendalam bukan hanya sekedar transfer ilmu melainkan menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses pembelajaran dengan menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Suasana belajar yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan tersebut menjelaskan bagaimana peran kesadaran diri yang ditunjukkan dalam kemandirian belajar peserta didik untuk memaknai bahwa belajar merupakan kebutuhan adalah bagian integral pada kegiatan belajar. Kesadaran dan kepekaan otak dari segi biologi, persepsi, ingatan dan kaitannya dengan pembelajaran dalam artikel ini dibahas menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam suatu bidang yang disebut Neurosains. Kajian neurosains ini tidak bisa dilepaskan dari peran pendidik sebagai fasilitator yang menghadirkan variasi stimulus dalam lingkungan belajar untuk menguatkan konsepsi visual dengan keterlibatan indera peserta didik yang menjadi dasar terbentuknya ingatan dan akan menjadi pemahaman utuh ketika diproses lebih lanjut dalam Long Term Memory (LTM). Hal tersebut menjadikan catatan besar dalam integrasi Deep Learning di pembelajaran IPA yang berkaitan erat dengan kemandirian belajar baik dari sudut pandang peserta didik maupun sudut pandang pendidik. Pendidik diharapkan memiliki motivasi dalam menghadirkan sitimulus yang bermakna sehingga peserta didik akan mudah membawanya ke dalam pemahaman jangka panjang yang bermanfaat dalam pemecahan masalah sehari-hari di lingkungannya.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS SIMULASI PYTHON PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL DI SMA Gisca Rivia Prameswari; Evelina Astra Patriot; Melly Ariska
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan semakin relevan, terutama dalam pembelajaran fisika yang sering dianggap abstrak dan sulit dipahami oleh siswa. Di sekolah, bahan ajar yang digunakan masih terbatas pada LKPD cetak, yang dinilai kurang efektif dalam membantu siswa memvisualisasikan konsep-konsep kompleks. Kondisi ini mendorong perlunya media pembelajaran yang lebih interaktif, praktis, dan mampu meningkatkan motivasi belajar. Salah satu alternatif yang ditawarkan adalah pengembangan E-LKPD berbasis simulasi Python untuk topik pemanasan global. Penelitian ini merupakan studi Research & Development (R&D) yang menerapkan model Rowntree pada tahap perencanaan awal. Subjek penelitian terdiri dari 50 siswa SMA Negeri 7 Prabumulih, dengan data diperoleh melalui angket tertutup yang disebarkan secara daring dan wawancara dengan guru fisika. Hasil analisis menunjukkan bahwa 84% siswa membutuhkan visualisasi berupa simulasi, 78% tertarik pada bahan ajar digital yang interaktif, dan 86% menginginkan media yang mudah digunakan. Temuan ini menunjukkan bahwa E-LKPD berbasis simulasi Python memiliki potensi untuk menjembatani keterbatasan LKPD konvensional dan memenuhi kebutuhan siswa yang telah akrab dengan teknologi digital. Penelitian ini memberikan pijakan awal bagi pengembangan media pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21.
ANALISIS BAHAN AJAR MATERI KIMIA HIJAU YANG MENDUKUNG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) Nivaldo Al’Akmal; Nova Rama Dhini; Diah Kartika Sari; Intan Klesya; Revnika Fethya
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan peserta didik terhadap bahan ajar Kimia Hijau yang berbasis Project Based Learning (PjBL). Data dikumpulkan melalui angket Google Form, observasi, dan analisis dokumen bahan ajar yang digunakan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki minat tinggi terhadap pelajaran kimia dan kepedulian yang besar terhadap isu lingkungan, namun sebagian besar belum memiliki bahan ajar yang relevan, interaktif, dan kontekstual. Peserta didik menginginkan bahan ajar yang mengaitkan konsep kimia dengan masalah lingkungan nyata dan penerapan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan bahan ajar berbasis PjBL untuk meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan kesadaran siswa terhadap isu lingkungan. Hasil penelitian menjadi dasar untuk pengembangan bahan ajar Kimia Hijau yang aplikatif dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
ANALGESIK ALAMI: STUDI POTENSI KERSEN (MUNGITINGIA CALABURA) PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) Desi Anggraini; Riyanto Riyanto; Masagus Mhd. Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah kersen (Muntingia calabura) mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, polifenol, dan alkaloid yang diduga memiliki efek analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgesik ekstrak etanol buah kersen serta menentukan dosis yang paling efektif dalam menurunkan jumlah geliat pada mencit (Mus musculus). Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 perlakuan. Kelompok I diberi tween 80 sebagai kontrol negatif, kelompok II diberi ekstrak etanol buah kersen dosis 50 mg/kg BB, kelompok III diberi ekstrak etanol buah kersen dosis 100 mg/kg BB, kelompok IV diberi ekstrak etanol buah kersen dosis 200 mg/kg BB, dan kelompok V diberi asam mefenamat 500 mg/kg BB sebagai kontrol positif. Pemberian perlakuan secara oral, kemudian setelah 30 menit mencit diinduksi nyeri menggunakan asam asetat 1% secara intraperitoneal. Daya analgesik ditentukan dengan menghitung jumlah geliat pada mencit selama 1 jam pengamatan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kersen memiliki efek analgesik yang signifikan (P < 0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kersen pada dosis 200 mg/kg BB memberikan efek analgesik paling tinggi dengan penurunan jumlah geliat yang mendekati kelompok kontrol positif. Waktu paling efektif pengamatan daya analgesik terjadi pada menit ke-30. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bahan ajar pada pembelajaran Biologi SMA fase F kelas XI pada materi sistem saraf.