cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Seminar Nasional Pendidikan IPA
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN PETUNJUK PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I BERBASIS ETNOKIMIA DI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNSRI Rini Permatasari Pohan; Effendi Effendi; Maefa Eka Haryani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di era global. Pembelajaran sains khususnya kimia masih menghadapi tantangan karena sifat materinya yang abstrak dan kompleks. Pembelajaran kimia perlu dirancang secara kontekstual dan relevan dengan kehidupan melalui pendekatan berbasis budaya lokal, salah satunya etnokimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan petunjuk praktikum Kimia Anorganik I pada materi analisis sulfur berbasis etnokimia dengan mengangkat konteks budaya lokal kain jumputan khas Sumatera Selatan di Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian mahasiswa yang sedang mengampu mata kuliah Praktikum Kimia Anorganik I. Instrument yang digunakan berupa angket analisis kebutuhan yang disebarkan melalui google formulir dan dianalisis menggunakan skala Guttman. Hasil analisis menunjukkan bahwa lebih dari 95% responden memberikan dukungan terhadap pengembangan petunjuk praktikum yang berbasis etnokimia. Meskipun sekitar 85% mahasiswa menyatakan bahwa bahan ajar praktikum telah tersedia, sebanyak 42,9% di antaranya menilai bahwa isi materi belum sepenuhnya mencerminkan konteks budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam pengembangan petunjuk praktikum berbasis etnokimia yang memiliki tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan tinggi dalam mendukung pembelajaran kimia di perguruan tinggi wilayah Sumatera Selatan.
PENGETAHUAN DAN KEARIFAN LOKAL TANAMAN OBAT TRADISIONAL SUKU SEMENDE MARGA BERSEMA OKUS Muhammad Fathan Rayyis; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginventarisasi dan mendeskripsikan tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Semende di Kecamatan Sindang Danau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnobotani melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 responden, terdiri atas 2 tokoh adat, 3 pengobat tradisional (batera), dan 5 warga yang memiliki pengetahuan turun-temurun mengenai pengobatan tradisional. Hasil penelitian mengidentifikasi 42 spesies tumbuhan obat dari berbagai suku yang digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan seperti demam, batuk, luka, sakit perut, dan penyakit kulit. Beberapa jenis yang dominan antara lain Kemiling (Aleurites moluccanus), Bawang Behekung (Eleutherine bulbosa), Sediangin (Kalanchoe pinnata), Kunyit (Curcuma longa), Jahe (Zingiber officinale), Sirih (Piper betle), Lidah Buaya (Aloe vera), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus), dan Sambiloto                    (Andrographis paniculata). Bagian tanaman yang paling sering digunakan adalah daun, diikuti oleh akar, buah, dan batang. Cara pengolahan yang umum dilakukan meliputi perebusan, penumbukan, dan pemanasan, sedangkan penggunaannya dilakukan dengan cara diminum, dioleskan, atau ditempelkan. Analisis nilai kegunaan (Use Value/UV) menunjukkan bahwa Zingiber officinale (UV = 0,8) dan Curcuma longa (UV = 0,7) memiliki frekuensi pemanfaatan tertinggi. Nilai Cultural Importance Index (CI) pada kedua spesies tersebut juga paling tinggi, menandakan peran pentingnya dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat Semende.
PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) DALAM PEMBELAJARAN IPA Ari Widodo
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPA yang bermakna menuntut peserta didik tidak hanya menguasai konsep, tetapi juga membangun pemahaman mendalam (deep learning) yang bertahan lama. Deep learning melibatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif, serta pembentukan sikap dan karakter ilmiah. Tulisan ini membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk mendukung pembelajaran mendalam dalam pembelajaran IPA. AI dimanfaatkan untuk mengembangkan aspek kognitif, metakognitif, afektif, dan metaafektif peserta didik, seperti pengelolaan motivasi, pengendalian kecemasan, serta kesadaran diri (mindfulness). Selain itu, AI berperan dalam melatih cara berpikir dan bekerja ilmiah, kemampuan berargumentasi, dan pemecahan masalah kontekstual melalui model pembelajaran inkuiri, STEM, dan experiential learning. Integrasi AI dalam pembelajaran IPA menciptakan pengalaman belajar yang berkesan, menantang, dan menyenangkan, sehingga siswa tidak hanya memahami materi secara dangkal, tetapi mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, pemanfaatan AI berpotensi memperkuat kualitas pembelajaran IPA yang berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21 dan hasil belajar yang bermakn
RUMPUT MUTIARA (HEDYOTIS CORYMBOSA L.) DAN PENINGKATAN MEMORI SPASIAL MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER Miftahul Jannah; Riyanto Riyanto; Masagus Mhd. Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan daya ingat merupakan masalah kognitif yang dapat dipicu oleh stres oksidatif akibat aktivitas radikal bebas. Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa L.) dikenal mengandung flavonoid dan asam fenolat yang berpotensi meningkatkan memori melalui efek antioksidan dan neuroprotektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol rumput mutiara terhadap peningkatan skor memori spasial mencit jantan galur Swiss Webster yang diinduksi alkohol 10% serta menentukan dosis efektifnya. Metode eksperimental dengan rancangan kelompok kontrol dan perlakuan, dimana mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (piracetam 200 mg/kg BB), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak rumput mutiara 100 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 800 mg/kg BB. Perlakuan diberikan secara oral selama 3 hari berturut-turut, lalu memori diukur menggunakan tes Radial Arm Maze (RAM). Data skor memori dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji Duncan pada signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak rumput mutiara dosis 400 mg/kg BB dan 800 mg/kg BB secara signifikan meningkatkan skor memori spasial mencit dibandingkan kontrol negatif (p < 0,05). Dengan demikian, ekstrak etanol rumput mutiara berpotensi sebagai agen alami yang efektif dalam meningkatkan fungsi memori, dengan dosis efektif pada penelitian ini adalah 400 mg/kg BB. Temuan ini dapat mendukung pengembangan bahan alami untuk terapi gangguan memori dan sebagai media pembelajaran interaktif di bidang Biologi SMA.
URGENSI INOVASI BAHAN AJAR DIGITAL BERBASIS CTL PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI ERA DIGITAL: TINJAUAN LIT Maulidia Maulidia; Murniati Murniati
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Perkembangan teknologi digital mendorong dunia pendidikan untuk bertransformasi melalui inovasi pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan abad ke-21. Salah satu pendekatan yang di anggap efektif adalah Contextual Teaching and Learning (CTL) karena menghubungkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa. Artikel ini bertujuan mengkaji pentingnya pengembangan bahan ajar digital berbasis CTL dalam pembelajaran fisika di era digital. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) dengan meninjau berbagai sumber pustaka terkait mengenai pengembangan e-modul berbasis CTL pada berbagai topik fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis CTL telah terbukti valid, berguna, dan efisien dalam meningkatkan literasi sains, motivasi belajar, serta pemahaman konseptual siswa. Integrasi teknologi digital melalui platform seperti Book Creator, Flip PDF Professional, Canva, dan sejenisnya memungkinkan penyajian materi yang lebih interaktif dan menarik. Oleh karena itu, langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisik di era digital adalah mengembangkan bahan ajar digital yang berbasis CTL. Ini juga mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan uji coba empiris guna mengukur efektivitas penerapan e-modul CTL terhadap hasil belajar siswa dalam berbagai konteks pendidikan
ANALISIS KEBUTUHAN UNTUK PENGEMBANGAN LKM DENGAN PENDEKATAN GAMIFIIKASI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI ARGENTOMETRI Fricila Sasqia Wardana; Niken Puspita Sari; Rahmat Zikri; Annisa Yustikarani Mahardika
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman mahasiswa terhadap konsep titrasi argentometri masih tergolong rendah karena proses pembelajaran yang berlangsung cenderung berpusat pada dosen dan belum mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam menemukan konsep. Selain itu, bahan ajar yang digunakan pada mata kuliah Dasar-Dasar Kimia Analitik masih bersifat teoritis dan kurang kontekstual sehingga mahasiswa kesulitan mengaitkan konsep dengan penerapannya dalam kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) berbasis Problem-Based Learning (PBL) kontekstual pada materi Titrasi Argentometri. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan model evaluasi Rountree dan Tessmer pada tahap self-evaluation dan one-to-one evaluation. Data dikumpulkan melalui wawancara dosen pengampu dan angket kebutuhan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan 93,1% mahasiswa menyukai mata kuliah Dasar-Dasar Kimia Analitik, namun hanya 20,8% yang menyatakan telah memiliki bahan ajar yang sesuai. Sebanyak 73,6% mahasiswa mengalami kesulitan memahami konsep titrasi argentometri, 81,9% menilai bahan ajar belum menyajikan contoh kontekstual, dan 98,6% menyatakan memerlukan LKM berbasis PBL yang menarik dan aplikatif. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan pengembangan LKM kontekstual yang dapat membantu mahasiswa memahami konsep titrasi argentometri secara lebih mendalam dan bermakna.
DAGING BELUT SAWAH (Monopterus albus) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA Kahilla Nvidia Rasupa; Riyanto Riyanto; Masagus Mhd. Tibrani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks karena adanya kegiatan bioseluler dan biomolekuler yang terjadi secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak daging belut (Monopterus albus) terhadap penyembuhan luka sayat pada mencit galur Swiss Webster. Ekstrak daging belut mengandung protein albumin yang dapat membantu penyembuhan luka. Hewan uji yang digunakan yaitu mencit sebanyak 25 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif (K–) hanya diberi sayatan tanpa aplikasi salep, sedangkan kontrol positif (K+) diberi sayatan dan diolesi salep Bioplacenton. Kelompok perlakuan terdiri dari P1 dengan salep dari ekstrak daging belut konsentrasi 1%, P2 konsentrasi 2,5%, dan P3 konsentrasi 5%. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA menunjukkan bahwa salep dari ekstrak daging belut berpengaruh terhadap penyembuhan luka dengan nilai signifikan (P < 0,05), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil terbaik diperoleh pada salep dengan konsentrasi 5% yang hasilnya mendekati kelompok pembanding. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan materi pembelajaran biologi pada topik struktur jaringan dan fungsi sistem organ.
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR INVENTIF MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Eka Ad’hiya; Rodi Edi; Fitrah Amini; Deika Zhillan Fatharani; Fidella Marela Candra; Rizqi Zainul Ni&#039;mah
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berfikir inventif merupakan keterampilan yang penting untuk diasah dalam diri peserta didik karena membekali peserta didik dengan proses kognitif yang mendorong pemikiran kreatif dan kritis dalam pemecahan masalah yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil kemampuan berfikir inventif mahasiswa pendidikan kimia Universitas Sriwijaya. Metode penelitian ini yaitu metode survey dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen inventive thinking yang terdiri dari indikator fleksibilitas, pengaturan diri, rasa ingin tahu, kreativitas, pengambilan risiko dan pemikiran tingkat tinggi. Sampel pada penelitian ini yaitu 159 mahasiswa aktif program studi pendidikan kimia Universitas Sriwijaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa pendidikan kimia pada indikator fleksibilitas didapat nilai sebesar 70,3 berada pada kategori sedang, pada indikator pengaturan diri didapat nilai sebesar 83 berada pada kategori sedang, pada indikator rasa ingin tahu didapat nilai 80,8 berada pada kategori sedang, pada indikator kreativitas didapat nilai sebesar 74,6 berada pada kategori sedang, pada indikator pengambilan risiko didapat nilai sebesar 76,3 berada pada kategori sedang dan pada indikator pemikiran tingkat tinggi didapat nilai sebesar 77,6 yang berada pada kategori sedang. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bawah kemampuan inventive thinking mahasiswa pendidikan kimia berada pada kategori sedang.
IDENTIFIKASI POTENSI KEARIFAN LOKAL KOTA PALEMBANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPA Karya Rafika; Murniati Murniati
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal merupakan aset budaya yang kaya dan relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi kearifan lokal Kota Palembang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Palembang memiliki beberapa kearifan lokal yang berpotensi sebagai sumber belajar IPA, antara lain tradisi pengelolaan Sungai Musi, pembuatan makanan tradisional Kota Palembang seperti pempek yang melibatkan proses kimia makanan, arsitektur Rumah Limas yang mencerminkan adaptasi lingkungan bagi Masyarakat Kota Palembang, dan praktik pengelolaan lingkungan. Potensi kearifan lokal ini dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan kontekstualisasi materi, menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal, dan memperkuat pemahaman konsep IPA seperti ekosistem, perubahan materi, dan adaptasi lingkungan. Pemanfaatan kearifan lokal dalam kurikulum IPA diharapkan untuk meningkatkan relevansi dan kebermaknaan pembelajaran bagi siswa, dapat memperkaya pengalaman belajar dan menghubungkan sains dengan konteks budaya dan lingkungan lokal kota Palembang.
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PRAKTIKUM PENETAPAN KAPASITAS PENETRALAN ASAM TABLET ANTASIDA DENGAN TITRASI BALIK Ade Notry Anggraini; Eka Ad’hiya
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan keterampilan proses sains (KPS) kelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia pada mata kuliah Praktikum Kimia Anorganik 1. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sampel penelitian ini adalah kelompok mahasiswa Pendidikan kimia universitas sriwijaya yang mengikuti mata kuliah Praktikum Kimia Anorganik 1 pada tahun ajaran 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh aspek KPS yang diukur, tiga aspek memiliki persentase tertinggi, yaitu Mengamati (100%) dan Mengukur (100%), serta Menyimpulkan (95%). Sementara itu, aspek dengan persentase terendah adalah Komunikasi (80%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains siswa berada pada ketegori sangat baik terutama pada aspek mengamati dan mengukur, namun masih diperlukan upaya untuk mengoptimalkan kemampuan mengomunikasikan hasil percobaan secara logis dan sistematis.