cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Seminar Nasional Pendidikan IPA
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS DAN POLA INTERAKSI BIOTIK DI TAMAN WISATA GREEN PARADISE PAGAR ALAM Olivia Edgina Aurelia; Didi Jaya Santri; Nike Anggraini
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas dan pola interaksi biotik di Taman Wisata Green Paradise Pagar Alam. Metode yang digunakan adalah jalur jelajah dengan pendekatan eksploratif melalui pendataan jenis organisme dan bentuk interaksinya di sepanjang jalur pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas di Green Paradise terdiri atas 5 kelompok, yaitu produsen, konsumen primer, konsumen sekunder, tersier dan dekomposer. Contohnya, produsen diwakili oleh berbagai tumbuhan seperti bunga seribu bintang (Melampodium divaricatum) dan pacing merah (Costus woodsonii), Konsumen primer diwakili oleh lebah madu (Apis cerana) dan semut (Camponotus floridanus), Konsumen sekunder diwakili oleh laba-laba bola emas (Nephila pilipes) dan biawak benggala (Varanus bengalensis), serta dekomposer diwakili oleh lalat hijau (Lucilia sericata). Pola interaksi biotik yang ditemukan terdiri dari 5 jenis, yaitu mutualisme, komensalisme, predasi herbivori, kompetisi dan netralisme. Contohnya, mutualisme antara lebah madu (Apis cerana) dan bunga miana (Coleus scutellarioides), Komensalisme antara tawon kertas (Polistes sagittarius) dan pohon pinang (Areca catechu) serta kupu-kupu kuning (Eurema blanda ssp), Predasi herbivori oleh ulat (Polyura schreiber) dan belalang sembah (Mantis religiosa), serta netralisme antara ayam kampung (Gallus gallus domesticus) dan itik serati (Cairina moschata). Hasil ini menunjukkan bahwa ekosistem Green Paradise memiliki keanekaragaman hayati dengan interaksi ekologis yang kompleks dan stabil.
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MATERI ENERGI TERBARUKAN BERBASIS ETNO STEM PADA SISWA SMAN 22 PALEMBANG Roro Aisiyah Purbasari; Ketang Wiyono; Apit Fathurohman
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Kemampuan berpikir kritis siswa diuji menggunakan pertanyaan pilihan ganda. Populasi dalam penelitian ini yaitu 132 siswa kelas X SMAN 22 Palembang. Instrumen keterampilan berpikir kritis dikembangkan berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis Ennis, yaitu: memberikan penjelasan dasar, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, membuat penjelasan lebih lanjut, strategi dan taktik. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah persentase keseluruhan untuk kelima indikator berpikir kritis diperoleh hasil yang berbeda, untuk indikator memberikan penjelasan dasar diperoleh hasil keseluruhan persentase sebanyak 61%, Indikator membangun keterampilan dasar 67%, menyimpulkan 62%, membuat penjelasan lebih lanjut 53%, strategi taktik 67%. Nilai rata-rata jumlah persentase keseluruhan keterampilan berpikir kritis diperoleh sebesar 62%. Hal ini menunjukkan bahwa kategori keterampilan berpikir kritis siswa sedang. Dengan demikian diperlukan pengembangan media pembelajaran untuk meningkat keterampilan berpikir kritis siswa.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BUKU AJAR PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I BERBASIS ETNOKIMIA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN SUSTAINABILITY AWARENESS Maefa Eka Haryani; Yoni Saputra; Annisa Yustikasari Mahardika; Niken Puspita Sari
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan buku ajar praktikum Kimia Anorganik I berbasis etnokimia sebagai upaya meningkatkan sustainability awareness mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran kimia guna menumbuhkan kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan dan pelestarian kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan Adalah deskriptif dengan melibatkan mahasiswa program studi Pendidikan Kimia sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket kebutuhan yang mencakup aspek relevansi konten, media pembelajaran, dan integrasi konteks budaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa 96% responden menyatakan perlunya pembelajaran berbasis budaya (etnokimia) dalam kegiatan praktikum. Selain itu, ditemukan bahwa bahan ajar yang digunakan selama ini hanya berupa artikel dan panduan umum, sehingga belum mampu memfasilitasi pemahaman konseptual secara mendalam maupun keterkaitan kimia dengan konteks lokal. Materi yang dianggap sulit oleh mahasiswa antara lain karbon aktif dan analisis sulfur, yang membutuhkan penjelasan kontekstual dan pendekatan eksperimen yang lebih aplikatif. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan pengembangan buku ajar praktikum berbasis etnokimia yang tidak hanya memperkuat pemahaman konsep kimia anorganik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran keberlanjutan (sustainability awareness) mahasiswa melalui integrasi nilai-nilai budaya dan potensi lokal.
STUDI FLORISTIK KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DI TAMAN WISATA ALAM GREEN PARADISE PAGARALAM Nazwa Uswatun Hasana; Didi Jaya Santri; Ermayanti Ermayanti
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragaman tumbuhan merupakan komponen penting dalam ekosistem dan perlu didokumentasikan untuk mendukung konservasi biologi serta pembelajaran kontekstual. Taman Wisata Alam Green Paradise Pagaralam memiliki kondisi lingkungan yang mendukung keberadaan berbagai jenis tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan keanekaragaman tumbuhan di kawasan TWA Green Paradise Pagaralam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode jelajah untuk mengumpulkan data di lapangan. Setiap tumbuhan diamati berdasarkan karakteristik morfologisnya dan diidentifikasi hingga tingkat jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Taman Wisata Alam Green Paradise terdapat 194 jenis tanaman yang terdiri dari 4 jenis Bryophyta, 18 jenis Pteridophyta, dan 172 jenis Magnoliophyta. Jenis-jenis tanaman tersebut memiliki variasi habitus, ciri morfologi yang beragam, serta menempati habitat yang berbeda-beda, sehingga mencerminkan tingginya keanekaragaman tumbuhan di kawasan tersebut. Temuan ini memberikan data floristik yang komprehensif dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi untuk mendukung pemahaman siswa terhadap klasifikasi, morfologi, dan keanekaragaman tumbuhan secara nyata.
ANALISIS KETERLAKSANAAN INDIKATOR FACIONE DALAM PENYELESAIAN SOAL HIGH ORDER THINKING SKILL (HOTS) MATERI STRUKTUR ATOM Yanti Denia; Effendi Nawawi; Maefa Eka Haryani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan indikator berpikir kritis Facione dalam penyelesaian soal High Order Thinking Skill (HOTS) pada materi struktur atom di SMA Negeri 2 Indralaya Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek sebanyak 30 siswa kelas XI yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian meliputi delapan soal esai berbasis indikator berpikir kritis Facione serta lembar wawancara untuk memperdalam hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan indikator berpikir kritis siswa berada pada kategori baikdengan rata-rata persentase sebesar 61,39%. Indikator dengan capaian tertinggi adalah explanation (63,3%), sedangkan indikator dengan capaian terendah adalah evaluation (60,0%), keduanya tetap termasuk dalam kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa telah berkembang dengan cukup baik, khususnya dalam memahami makna soal, mengaitkan konsep-konsep kimia, dan memberikan penjelasan ilmiah terhadap jawaban. Namun demikian, kemampuan evaluatif dan reflektif siswa masih perlu ditingkatkan karena sebagian besar siswa belum terbiasa meninjau kembali logika penyelesaian dan hasil jawabannya. Oleh karena itu, diperlukan penerapan strategi pembelajaran yang mendorong pengembangan keterampilan berpikir reflektif serta pemberian latihan soal HOTS secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama pada aspek evaluation dan self-regulation.
PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA Noprika Rahmadhini; Susy Amizera; Rahmi Susanti
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan lingkungan di sekolah sering kali hanya bersifat teoritis dan kurang menyentuh pada aspek praktik nyata. Padahal, pendekatan berbasis pengalaman langsung lebih efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan empati siswa terhadap isu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kegiatan ekstrakurikuler dalam meningkatkan kesadaran lingkungan siswa di lingkungan sekolah. Melalui metode studi literatur dengan  pendekatan kualitatif deskriptif menganalisis  jurnal ilmiah dan laporan penelitian yang relevan, dikaji berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang terbukti mampu membentuk sikap dan perilaku ramah lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan di luar jam pelajaran formal dapat meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap isu-isu lingkungan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam menjaga kebersihan, mengelola sampah, melakukan penghijauan, dan memahami pentingnya keberlanjutan. Dengan demikian, ekstrakurikuler berperan sebagai media pendidikan nonformal yang efektif dalam membentuk karakter peduli lingkungan di kalangan pelajar. 
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN DIAGNOSTIK BERORIENTASI HIGHER ORDER THINKING SKILLS DALAM PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENSTIMULUS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA Jufri Saputra; Undang Rosidin; Mulyanto Widodo; Sulistiana Sulistiana
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen diagnostik berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) dalam model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning/PBL) untuk menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa sekolah dasar. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Sepang Jaya dan Sekolah Dasar Negeri 3 Labuan Ratu di Bandar Lampung. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2025 dengan fokus pada materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) tentang peran gaya dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, uji coba terbatas, dan uji coba luas untuk memperoleh instrumen yang valid, praktis, dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen diagnostik yang dikembangkan mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa serta membantu guru dalam merancang pembelajaran yang kontekstual sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21. Kesimpulannya, pengembangan instrumen asesmen diagnostik berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran berbasis masalah berkontribusi terhadap peningkatan kualitas proses dan hasil belajar siswa, serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar
PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DAN ALAT RUMAH TANGGA OLEH ORANG LOM DI KABUPATEN BANGKA Jingga Y Ana Tasya; Didi Jaya Santri; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Orang Lom di Bangka Belitung masih mempertahankan pemanfaatan tumbuhan sebagai bagian integral dari kearifan lokal yang mencerminkan praktik budaya yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi keanekaragaman jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan alat rumah tangga oleh Orang Lom serta mendokumentasikan pengetahuan tradisional yang berpotensi terancam oleh perubahan sosial dan lingkungan. Pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan identifikasi dengan 11 informan yang meliputi ketua lembaga adat Mapor, ketua adat, ibu rumah tangga, serta warga yang memiliki pengetahuan tradisional di Dusun Pejem dan Dusun Air Abik. Hasil penelitian mengungkapkan terdapat 21 jenis tanaman yang terbagi dalam 10 bangsa dan 11 suku, yang diolah menjadi 24 jenis komponen bahan bangunan serta 31 jenis alat rumah tangga. Analisis nilai guna menunjukkan bahwa Mentangor (Calophyllum inophyllum), Pelempang putih (Adinandra sarosanthera Miq.), Mengkuang (Pandanus artocarpus), dan Rotan (Calamus manan) merupakan tanaman yang paling banyak dimanfaatkan. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa pengetahuan tradisional masyarakat Orang Lom dalam pemanfaatan tumbuhan untuk bahan bangunan dan alat rumah tangga masih terjaga dengan baik dan berperan penting dalam mendukung keberlanjutan sumber daya hayati sekaligus memperkuat identitas budaya komunitas lokal.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN FISIKA: ANALISIS BIBLIOMETRIK DAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Rif’atur Rohmah; Sri Budiawanti; Suharno Suharno
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah merupakan kompetensi kunci dalam pembelajaran fisika karena mencerminkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan literasi sains siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan kebutuhan peningkatan keterampilan pemecahan masalah melalui systematic literature review (SLR) dan analisis bibliometrik dokumen yang terindeks di Scopus periode 2003–2024. Analisis dilakukan terhadap 15 dokumen terpilih yang berfokus pada siswa sekolah menengah dengan mempertimbangkan kriteria bahasa Inggris, open access, subjek Physics and Astronomy dan Social Sciences, dan jenis publikasi article dan conference paper. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar penelitian bersifat deskriptif, termasuk pemetaan profil keterampilan pemecahan masalah siswa, validasi modul, dan pengembangan instrumen asesmen, dengan intervensi yang diterapkan meliputi Project-Based Learning, STEM, Authentic Learning, PO2E2W, dan Modeling Instruction, namun masih terbatas pada sampel kecil dan topik fisika spesifik. Sebagian besar studi belum mengeksplorasi faktor penyebab kesulitan siswa atau memberikan bukti empiris efektivitas intervensi, serta belum menyertakan panduan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah fisika. Temuan ini menunjukkan kebutuhan pengembangan desain pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) yang lebih komprehensif dan terstruktur, termasuk panduan praktis bagi guru untuk mendukung peningkatan keterampilan pemecahan masalah siswa secara efektif.