cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Seminar Nasional Pendidikan IPA
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Integrasi Problem Based Learning dalam STEM Education Berorientasi pada Aktualisasi Literasi Lingkungan dan Kreativitas Ratna Farwati; Anna Permanasari; Harry Firman; Tatang Suhery
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.317 KB)

Abstract

Kunci keberhasilan pembelajaran terletak pada strategi pembelajaran yang dirancang. Strategi pembelajaran tersebut dikembangkan dengan berorientasi pada kurikulum, materi ajar, dan karakteristik mahasiswa. Kurikulum dan materi ajar menjadi dasar penentuan capaian pembelajaran atau kemampuan yang dapat dibekalkan kepada mahasiswa. Kurikulum dan materi ajar pada mata kuliah Kimia Lingkungan, misalnya, dapat mengakomodasi pengembangan literasi lingkungan dan kreativitas mahasiswa. Kimia Lingkungan mengkaji penyelesaian masalah-masalah lingkungan dari berbagai sudut pandang bidang ilmu. Dengan demikian, Kimia Lingkungan sangat tepat diselenggarakan dengan pendekatan multidisiplin seperti gabungan dari science, technology, engineering, dan mathematics (STEM). Mengangkat masalah-masalah lingkungan sangat tepat dilakukan dengan pendekatan problem based learning (PBL). Integrasi PBL dalam STEM sangat memungkinkan mengaktualisasi literasi lingkungan dan kreativitas mahasiswa.
Penerapan Model Pembelajaran Giving Question and Getting Answer (GQGA) terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik pada Materi Sistem Koordinasi di SMA Negeri 10 Palembang Devi Fitria Susanti; Yenny Anwar; Suratmi Suratmi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.53 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Giving Question and GettingAnswer (GQGA) terhadap motivasi belajar pada Materi Sistem Koordinasi di SMA Negeri 10 Palembang.Metode penelitian yang digunakan pada adalahQuasi Eksperimentaldengan Posttest Only Control Design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIA 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan lembar oservasi. Berdasarkan hasilAnalisis data dengan cara uji-t menggunakan Independent Sample t-test dengan nilai Sig (2-tailed) > 0,05diperoleh nilai thitung >ttabel yaitu 9,257 > 1,99.Nilai rata-rata motivasi belajar pada kelas eksperimen yakni 81,99% dengan kategori sangat kuat, sedangkan kelas kontrol 62,81% dengan kategori cukup. Penerapan model pembelajaran Giving Question and Getting Answer (GQGA)berpengaruhterhadap motivasi Belajar Peserta Didik Pada materi sistem koordinasi di SMA Negeri 10 Palembang.
Disain Model Multirepresentasi Pada Perkuliahan Pendahuluan Fisika Zat Padat untuk Mengembangkan Kemampuan Berargumentasi Ismet Ismet
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.203 KB)

Abstract

Para pakar pendidikan sains mulai mengkaji pembelajaran sains sebagai sarana untuk mengkonstruksi pengetahuan melalui proses sosial dalam bentuk argumentasi. Mengingat pentingnya kemampuan bergargumentasi dimiliki oleh para peserta didik, maka perlu dirancang suatu perkuliahan yang dapat membekali peserta didik agar mampu membangun kemampuan bergargumentasi secara ilmiah. Metodepenelitian dan pengembangan yang digunakan terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap studi pendahuluan, tahap perancangan model, tahap pengembangan, dan tahap validasi program. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa perkuliahan fisika zat padat cendrung pada pendekatan matematis dan belum memperhatikan beragam kecerdasan mahasiswa. Hasil tes menunjukkan bahwa tidak semua mahasiswa memiliki kecerdasan logika-matematika yang dominan, sehingga penggunan multiprepresetasi dalam proses pembelajaran Pendahuluan Fisika Zat Padat bisa menjadi potensi yang dapat dioptimalkan dalam pembelajaran. Analisis karakteristik perkuliahan menunjukkan perkuliahan tersebut bersifat abstrak dan mikroskopis sehingga sangat diperlukan sarana untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa melalui penyusunan Perangkat model perkuliahan Pendahuluan Fisika Zat Padat berbasis Multirepresentasi meliputi perancangan sintaks-sintaks pembelajaran. Hasilpengembangan berupa sebuah desain model perkuliahan PFZP-MR yang terdiriatas 7 fase yaitu: Penyajian fenomena, fase Identifikasi konsep-konsep Kunci, Eksplorasi konsep, konstruksi representasi, internalisasi dan konsolidasi konsep, evaluasi dan fase interelasi konsep. Desain tersebut dilakukan uji validasi dan uji kepraktisan dalam uji terbatas pada mahasiswa. Validasi hasil mengungkapkan bahwa desain model yang dikembangkan valid dan hasil uji coba terbatas menunjukkan desain yang disusun tergolong praktis.
Pengaruh Penerapan Pendekatan Saintifik terhadap Penguasaan Konsep Kingdom Animalia pada Peserta Didik SMA Srijaya Negara Palembang Rahmi Susanti; Rizki Putri Puspitahati; Effendi Nawawi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.426 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai pengaruh penerapan pendekatan saintifik terhadap penguasaan konsep peserta didik SMA pada materi dunia hewan (Animalia). Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental design dengan desain penelitian one-group pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan peserta didik kelas X MIA 3 SMA Srijaya Negara Palembang tahun ajaran 2016/2017 (n=33). Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis. Analisis data menggunakan program Statistical Program for Social Science 22 (SPSS 22). Data hasil penelitian dianalisis dengan Kolmogorov-Smirnov Test dan dilanjutkan dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan penguasaan konsep secara signifikan, dengan nilai signifikansi p = 0,000 pada α = 0,025. Peningkatan penguasaan konsep termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai n-gain = 0,76. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik dapat meningkatkan penguasaan konsep peserta didik SMA kelas X pada topik dunia hewan.
Keunggulan Lokal Sumatera Selatan Sebagai Sumber Belajar Pendidikan STEM Suratmi Suratmi; Didi Jaya Santri; Laihat Laihat
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.444 KB)

Abstract

Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi bagian dari Pulau Sumatera yang mempunyai luas wilayah 91.806,36 km2 . Provinsi Sumatera Selatan secara administrasi menjadi 13 (tiga belas) Kabupaten dan 4 (empat) kota dengan jumlah desa sebanyak 2.823 desa, 363 kelurahan dan 231 kecamatan. Luas wilayah dan banyaknya kota maupun kabupaten yang ada di wilayah Sumatera Selatan, masing masing memiliki potensi lokal yang berberda-beda. Setiap daerah memiliki keunggulan yang berbeda-beda yaitu potensi alam, budaya, sejarah, buatan, kuliner, wisata religi, dan agrowisata. Keunggulan lokal Sumatera Selatan adalah potensi daerah yang dapat dikembangkan sebagai sumber belajar peserta didik. Keunggulan lokal yang ada di Sumatera Selatan diharapkan dapat dijadikan sumber belajar Pendidikan STEM di Sekolah Dasar dan Menengah.
Pengaruh Metode Demonstrasi Dengan Menggunakan Alat Peraga Pipa Venturi Terhadap Pemahaman Konsep Fluida Dinamis Kelas XI di SMA Unggul Negeri 8 Palembang Atrisna Atrisna; Patricia Hotma Minar Lubis
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.336 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi dengan menggunakan alat peraga pipa venturi terhadap pemahaman konsep fluida dinamis kelas XI di SMA Unggul Negeri 8 Palembang. Jenis penelitian ini adalah penelitian True Experimental Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI.IPA di SMA Unggul Negeri 8 Palembang. Dengan teknik purposive sampling diperoleh kelas XI.IPA.4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI.IPA.6 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes pilihan ganda. Data analisis dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil analisis diperoleh, nilai rata-rata post test kelas eksperimen adalah 74,57 dan rata-rata kelas kontrol adalah 54,42. Uji-t kedua kelas sampel untuk post test dengan   0,05 diperoleh thitung = 0,92 dan ttabel = 1,69. Karena thitung > ttabel maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh metode demonstrasi dengan menggunakan alat peraga pipa venturi terhadap pemahaman konsep fluida dinamis kelas XI di SMA Unggul Negeri 8 Palembang.
Penentuan Nilai Energi Briket Batubara Berstimulan Penyalaan Serat Pelepah Sawit Sebagai Penerapan STEM Dalam Pembelajaran Kimia Sanjaya Sanjaya
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.721 KB)

Abstract

Pendekatan STEM dalam pembelajaran Kimia merupakan salah satu pendekatan yang sangat cocok. Dalam pembelajaran Kimia melibatkan Science, Technology, engeneering, dan Mathematics. Bidang Science, Technology, Engeneering, dan Mathematics yang dipelajari dalam pembelajaran Kimia adalah tentang materi, sifat sifatnya, perubahannya dan energi yang menyertai perubahan materi tersebut. Salah satu pokok bahasan dalam pembelajaran Kimia adalah Termokimia, dimana mempelajari energi yang diperlukan / dihasilkan oleh suatu reaksi kimia dari suatu materi. Briket Batubara merupakan materi yang telah digunakan sebagai penghasil energi. Dalam penentuan nilai energi yang dihasilkan suatu briket batubara, melibatkan keempat komponen STEM. Awal penentuan energi briket batubara dimulai dengan pengenalan science tentang briket batubara, briket berstimulan penyalaan, serat, dan pelepah sawit. Kemudian penerapan technologi pembuatan briket batubara berstimulan penyalaan berikut penentuan nilai kalor briket. Dalam pembuatan briket batubara berstimulan penyalaan terdapat rekayasa pembuatan briket. Setelah dihasilkan data data nilai kalor dilakukan perhitungan mathematic, antara lain penentuan rata rata energi, regresi linear bahkan anava antara komposisi, posisi, kerapatan, ukuran partikel materi penyusun briket terhadap nilai kalor briket. Data data tersebut diolah dengan menggunakan rumus rumus statistik lainnya. Dapat disimpulkan bahwa pembahasan penentuan nilai kalor briket batubara berstimulan penyalaan merupakan salah satu bentuk pembelajaran kimia yang menggunakan pendekatan STEM.
Koherensi Konstruksi Soal Ujian Sekolah terhadap Indikator Nasional Wisnu Juli Wiono
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.643 KB)

Abstract

Soal dikatakan baik apabila mampu mengukur capaian siswa terhadap tujuan belajar yang ditetapkan. Tahun pelajaran 2015/2016 adalah masa pengujian hasil penerapan kurikulum 2013 untuk yang pertama kali. Dikarenakan masih berlakunya dua kurikulum, maka pemerintah pusat memutuskan bahwa indikator soal adalah irisan dari keduanya. Tingkat kecocokan dengan indikator pada LUS1 adalah 70%, dan 72.5 untuk LUS2. Sementara US, 100% cocok. Ditemukan 4 materi yang tidak terdaftar tapi diujikan. Tingkat berpikir sampai pada level C3. Jenis pengetahuan, faktual dan konseptual. Meskipun aspek sikap dan keterampilan dijadikan sebagai hasil belajar yang diutamakan, tetap saja tahun ini hanya aspek pengetahuan saja yang penilaiannya dikoordinasi oleh pemerintah pusat. Sikap dan keterampilan siswa tetap sepenuhnya diserahkan kepada guru.Hasil penelitian saya bukan ditujukan untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu, tetapi merupakan cerminan sekaligus tantangan bagi peminat, peneliti, dan pelaku pendidikan, baik struktural maupun fungsional, negeri maupun swasta. Saat ini Ilmu pendidikan telah berkembang dan bergeser. Mengajar adalah satu kesatuan dari aktifitas merencana, mengajar itu sendiri, dan menilai. Menilai, tidak terpaku pada aspek pengetahuan, terdapat sikap dan keterampilan yang juga perlu dilihat guna penggambaran kemampuan siswa yang lebih menyeluruh. Karena hasil penilaian adalah pedoman ilmiah bagi guru untuk membuat keputusan tentang siwa, bagaimana perkembangannya? Apasaja yang ia tidak bisa? Dan apasaja potensi yang miliki? sehingga guru dapat dengan tepat memberikan masukan agar siswa lebih mandiri dan bertanggung jawab di masa depan.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing terhadap Penguasaan Konsep Peserta Didik pada Materi Dunia Hewan di SMA Unggul Negeri 8 Palembang Winner Mustika Agustina; Siti Huzaifah; Kodri Madang
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.188 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai pengaruh dari penerapan model pembelajaran snowball throwing terhadap penguasaan konsep peserta didik pada materi dunia hewan di SMA Unggul Negeri 8 Palembang. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dan melalui metode acak dipilih dua kelas, yaitu kelas X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 5sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah 1) Tes tertulis, tes yang diberikan berupa tes awal untuk mengetahui kesiapan peserta didik sebelum belajar dan tes akhir untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah menerima materi pembelajaran serta mengetahui penguasaan konsep peserta didik pada materi dunia hewan setelah diberi perlakuan, yaitu pembelajaran dengan penerapan model snowball throwing. 2) Lembar angket, bertujuan untuk mengetahui respon peserta didik selama proses pembelajaran dengan menggunakan model snowball throwing.Analisis data menggunakan bantuan program Statiscal Program for Social Science 22 (SPSS 22) dan melalui uji-t menggunakan didapat bahwa nilai signifikansi adalah 0,000 yang artinya nilai signifikansi < 0,05 pada taraf 5% (α = 0,05). Olehkarena H0 ditolakmaka penerapan model pembelajaran snowball throwingberpengaruh signifikan terhadap pengusaan konsep peserta didik pada materi dunia hewan di SMA Unggul Negeri 8 Palembang.
Relasi Rekursi dan Ortogonalitas Polinom Hermite pada Fungsi Gelombang Osilator Harmonik Kuantum dalam Studi Kasus Ketidakpastian Heisenberg Yuli Setianingsih; Hamdi Akhsan; Nely Andriani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.41 KB)

Abstract

Osilator harmonik terjadi jika suatu sistem jenis tertentu bergetar di sekitar konfigurasi kesetimbangannya. Secara kuantum, penyelesaian fungsi gelombang osilator harmonik dilakukan dengan mentransformasikan persamaan Schrödinger tak bergantung waktu dalam satu dimensi ke dalam bentuk persamaan diferensial Hermite untuk batas asimtotik dengan memperhatikan syarat ternormalisasinya fungsi gelombang. Dengan mengganti fungsi Hermite menjadi polinomial Hermite maka fungsi gelombang yang menggambarkan keadaan sistem tersebut dapat diketahui sehingga dapat ditentukan sifat statistik seperti nilai ekspektasi yang merupakan prinsip dari ketidakpastian Heisenberg. Jika biasanya dalam penentuan nilai ekspektasi setiap orde pada fungsi Hermite langsung dimasukkan nilainya, maka kali ini tetap dalam fungsi Hermite tanpa harus memasukkan ordenya sehingga penyelesaiannya dapat menggunakan relasi rekursi dan ortogonalitas polinom Hermite. Nilai ekspektasi dan prinsip ketidakpastian Heisenberg yang dihasilkan dari kedua metode akan memiliki hasil akhir yang sama

Page 5 of 21 | Total Record : 208