cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Seminar Nasional Pendidikan IPA
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Co-op Co-op terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Sistem Ekskresi Kelas XI Di SMA Negeri 1 Buay Madang Anggit Setiari; Rahmi Susanti; Suratmi Suratmi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.948 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Coop Co-op pada materi sistem ekskresi terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Buay Madang. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan di kelas XI IPA 1 dengan jumlah peserta didik sebanyak 29 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes yang menggunakan soal pilihan ganda. Nilai rata-rata nilai tes awal adalah 45, tes akhir 81, rata-rata kategori indeks n-gain sebesar 41,38% kategori sedang, dan hasil belajar dengan kategori sangat baik sebesar 72,41%. Analisis data uji hipotesis dengan menggunakan aplikasi SPSS diperoleh nilai thitung sebesar 13,55 sedangkan ttabel pada taraf signifkansi 5% dengan df 29 adalah 2,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa thitug>ttabel yaitu 13,55>2,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan yang didapat adalah terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model Co-op Co-op pada materi sistem ekskresi pada materi sistem ekskresi terhadap hasil belajar peserta didik kelas XISMA Negeri 1 Buay Madang. Kata kunci : Model Co-op Co-op, Hasil Belajar, Sistem Ekskresi
Pengaruh Penggunaan Virtual Laboratory Dengan Real Laboratory Dalam Pembelajaran Hukum Kirchoff Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Fkip Universitas Sriwijaya Saparini Saparini; Ketang Wiyono; Ismet Ismet
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.761 KB)

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan virtual laboratory dalam pembelajaran hukum kirchoff lebih berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa program studi pendidikan fisika FKIP Unsri dibandingkan penggunaanreal laboratory. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan dua kelompok eksperimen yaitu kelompok yang menggunakan virtual laboratory dan kelompok dengan menggunakan real laboratory. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa pendidikan fisika FKIP Universitas Sriwijaya semester genap 2016/2017. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling dan terpilih mahasiswa semester II tahun akademik 2016/2017 dan menghasilkan mahasiswa program studi pendidikan fisika semester II tahun akademik 2016/2017 kelas Indralaya sebagai kelompok menggunakan virtual laboratory dan mahasiswa program studi pendidikan fisikasemester II tahun akademik 2016/2017 kelas Palembang sebagai kelompok menggunakan real laboratory. Teknik pengambilan data dengan menggunakan teknik tes dan instrumen pengambilan data berupa lembar soal tes hasil belajar materi hukum kirchoff. Pengambilan data dilakukan dengan pretest dan postest terhadap hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan taraf signifikansi 0,5% diperoleh nilai dan . Hal tersebut dapat dinyatakan bahwa penggunaan virtual laboratory dalam pembelajaran hukum kirchoff lebih berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa program studi pendidikan fisika FKIP Unsri dibandingkan penggunaan real laboratory.
Pengembangan Modul Kimia Dasar Materi Termokimia Pendekatan Stem Problem Based Learning Untuk Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Agustin Kurniati; Tatang Suhery; Effendi Effendi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.746 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengembangan Modul Kimia Dasar I materi Termokimia pendekatan STEM Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa modul kimia pada materi Termokimia pendekatan STEM Problem Based Learning yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari tiga tahap yaitu terdiri dari analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Pada penelitian ini tahap evaluasi dikombinasikan dengan evaluasi formatif tessmer yang terdiri dari self evaluation, expert review, one-to-one, small group, dan field test. Penelitian di lakukan di FKIP Universitas Sriwijaya. Rata-rata hasil uji validasi pedagogik, desain, dan materi adalah 0,92 dengan kategori sangat layak. Rata-rata hasil uji kepraktisan pada tahap one to one adalah 0,66 yang termasuk dalam kategori sedang. Kemudian pada tahap small group memperoleh nilai yang meningkat dari tahap sebelumnya, yaitu 0,88 dengan kategori kepraktisan yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa modul pendekatan STEM PBL untuk mahasiswa ini telah memenuhi kriteria valid dan praktis. Bagi dosen dan mahasiswa agar dapat memanfaatkan modul Kimia Dasar I pada materi Termokimia pendekatan STEM PBL sebagai salah satu bahan ajar.
Pengembangan Bahan Ajar IPA Berorientasi Framework Science Pisa Untuk Sekolah Menengah Pertama Devi Destiani; Ismet Ismet; Ketang Wiyono; Murniati Murniati
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.24 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar IPA berorientasi framework science PISA untuk Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Development Research) dari Akker, yang terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap analisis, tahap perancangan, dan tahap evaluasi. Pada tahap evaluasi, menggunakan teknik evaluasi formatif Tessmer yang terdiri dari 5 tahap, yaitu self evaluation, expert review, one-to-one evaluation, small group evaluation, dan field test. Pada pengembangan ini, tahap evaluasi hanya sampai pada tahap small group evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli dan angket tanggapan peserta didik. Berdasarkan hasil expert review diperoleh rata-rata hasil nilai validitas sebesar 4,19 dengan kriteria sangat valid. Pada tahap one-to-one evaluation didapatkan rata-rata hasil penilaian angket tanggapan peserta didik terhadap penggunaan bahan ajar ini, sebesar 88,89% dengan kriteria sangat praktis. Pada tahap uji coba small group evaluation, rata-rata hasil penilaian angket tanggapan peserta didik terhadap penggunaan bahan ajar ini sebesar 92,42% dengan kriteria sangat praktis. Hasil data tersebut menunjukkan bahan ajar yang dikembangkan sudah tergolong valid dan praktis, sehingga layak digunakan sebagai buku teks pelengkap mata pelajaran IPA untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi PISA.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa Pada Materi Suhu dan Kalor Misbah Misbah; Ellyna Hafizah; Syubhan An’nur
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.281 KB)

Abstract

tujuan akhir dari sebuah pembelajaran adalah menjadikan pelajar maupun mahasiswa yang mandiri dan dapat memecahkan masalah kehidupan yang sebenanrnya. Melihat akan pentingnya kemampuan pemecahan masalah ini, maka kemampuan pemecahan masalah merupakan komponen penting dalam suatu pembelajaran. Untuk itu menganalisis sejauh mana kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dirasa perlu untuk dilakukan, hal ini bertujuan untuk mengetahui dan terus memperbaiki kemampuan pemecahan masalah agar menjadikan mahasiswa kreatif dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan IPA FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes, disertai rubrik penilaian kemampuan pemecahan masalah. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalahan mahasiswa secara umum tergolong baik. Namun pada beberapa proses kemampuan pemecahan masalah seperti useful description dan logical progression masih tergolong cukup baik.
Penerapan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Sistem Ekskresi Kelas XI diSMA Negeri 1 Indralaya Utami Dewi; Yenny Anwar; Suratmi Suratmi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.125 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi mengenai pengaruh penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization terhadap hasil belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri 1 Indralaya. Penelitian ini menerapkan metode PreExperimentaldengan desain One-Group-Pretest-Postest. Pengambilan data tes hasil belajar dilakukan di kelas XI IPA 4. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data hasil belajar dilihat dari perbedaan hasil tes awal dan tes akhir sedangkan pengumpulan data aktivitas belajar dilakukan melalui observasi selama proses pembelajaran disesuaikan dengan sintaks model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization. Berdasarkan hasil penelitian nilai rata-rata tes awal dan tes akhir yaitu 37 dan 77 serta selisih rata-rata nilai tes awal dan tes akhir yaitu 40.Analisis data uji hipotesis dengan menggunakan aplikasi SPSS diperoleh nilai thitungsebesar 8,14 sedangkan ttabelpada taraf signifikasi 5% dengan df 31 adalah 2,04. Hasil tersebut menunjukkan bahwa thitung>ttabel yaitu 8,14 > 2,04, sehingga H0ditolak yang berarti terdapat pengaruh penerapan penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Assisted Individualizationterhadap hasil belajar peserta didik pasa materisistem ekskresi kelas XI di SMA Negeri 1 Indralaya.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajaran Kimia Dengan Mengintegrasikan Pendekatan Stem Dalam Pembelajaran Berbasis Masalah Andi Satriani
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.693 KB)

Abstract

Makalah ini berjudul “Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran Kimia dengan Mengintegrasikan Pendekatan STEM dalam Pembelajaran Berbasis Masalah”. Salah satu komponen kecakapan hidup di abad 21 yang harus dimiliki siswa yaitu kompetensi memecahkan masalah kompleks yang ditandai dengan kemampuan berpikir kritis. berpikir kritis adalah suatu kegiatan atau suatu proses menganalisis, menjelaskan, mengembangkan atau menyeleksi ide, mencakup mengkategorisasikan, membandingkan dan melawankan (contrasting), menguji argumentasi dan asumsi, menyelesaikan dan mengevaluasi kesimpulan induksi dan deduksi, menentukan prioritas dan membuat pilihan. Kemampuan ini dapat dicapai apabila dalam pembelajaran siswa dibiasakan belajar dengan berbasis masalah. Science, Tecknology, Engineering and Mathematic (STEM) merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan antar ilmu di mana pengaplikasiannya dilakukan dengan pembelajaran aktif berbasis permasalahan. Dalam pendekatan STEM guru melalui topik yang dibahas menghubungkan antara sains dan teknologi melalui teknik rekayasa. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan STEM adalah pembelajaran berbasil masalah. Makalah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran kimia dengan mengintegrasikan pendekatan stem dalam pembelajaran berbasis masalah. Mengintegrasikan STEM dalam pembelajaran berbasis masalah menekankan siswa untuk selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan produk teknologi.Hal ini mampu mendorong siswa belajar lebih aktif dan lebih bermakna sehingga kemampuan berpikir kritis siswa tinggi karena siswa lebih paham terhadap konsep secara utuh dan maksimal.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Facilitator And Explaining (SFE) terhadap Penguasaan Konsep Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 1 Talang Kelapa Materi Sistem Ekskresi Dhebi Yunita; Adeng Slamet; Lucia Maria Santoso
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.637 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif Student Facilitator and Explaining (SFE) terhadap penguasaan konsep peserta didik pada materi sistem ekskresi kelas XI SMA N 1 Talang Kelapa. Metode penelitian eksperimen dengan desain One-Group Pretest-Posttest. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dengan tes berupa pilihan ganda dan non tes berupa angket dan dokumentasi. Analisis data untuk uji normalitas menggunakan aplikasi SPSS 15 uji Shapiro-Wilk, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan aplikasi SPSS 15 melalui uji paired sample T test. Secara keseluruhan penerapan model SFE menghasilkan perbandingan antara pretest (55,46) , posttest (78,93) dan gain (23,46) yang ditunjukkan dengan nilai N-gain (0,32), sedangkan untuk capaian ranah kognitif, yang tertinggi yaitu C6 (73) dan terendah C1 (6,25). Pemberian angket respon peserta didik untuk keterampilan guru mengajar menunjukkan dengan 75 kategori sangat baik dan kategori baik 25 sedangkan untuk respon peserta didik terhadap model SFE yang termasuk kategori sangat baik sebesar 56,25 dan kategori baik sebesar 43,75. Berdasarkan analisis data dan pembahasan penerapan model SFE pada materi sistem ekskresi di kelas XI MIA 4 berpengaruh signifikan, terlihat dari hasil uji t nilai probabilitas (signifikansi) < 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima.
Peran Strategis Buku Ajar dalam Meningkatkan Pemahaman Literasi Sains Mahasiswa Calon Guru Fisika Hesih Permawati; Muhammad Muslim; Ismet Ismet
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.904 KB)

Abstract

Buku ajar memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Pemilihan buku ajar yang tepat dalam pembelajaran dapat berdampak pada peningkatan kemampuan literasi sains seseorang. Salah satu komponen literasi sains adalah STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Realita menunjukkan bahwa tidak semua bahan ajar atau buku teks yang digunakan mahasiswa dalam proses perkuliahan memenuhi komponen literasi sains. Berdasarkan hasil temuan peneliti, buku teks yang digunakan mahasiswa pada mata kuliah Mekanika di program studi Pendidikan Fisika Universitas Sriwijaya yakni buku teks karangan David Morin berjudul Classical Mechanics dan buku pendukung berjudul Classical Mechanics karangan R. Douglas Gregory belum sepenuhnya memuat kategori literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemunculan kategori literasi sains untuk kedua buku sebesar 40,51% untuk sains sebagai pengetahuan, 39,45% untuk sains sebagai cara menyelidiki, 17,16% untuk sains sebagai cara berpikir, dan 2,88% untuk interaksi sains, teknologi, dan masyarakat. Komponen pada buku yang disajikan belum terdapat keseimbangan jika ditinjau dari kategori literasi sains, yakni terdapat hasil yang kontras antara sajian dalam sains sebagai pengetahuan dibandingkan interaksi sains, teknologi, dan masyarakat. Oleh karena itu, menyadari kondisi ini peneliti menyarankan perlunya kajian dan evaluasi lebih lanjut terkait kualitas isi buku ajar yang akan digunakan. Penyusunan buku ajar yang sesuai dengan kategori literasi sains serta terintegrasi dalam STEM perlu dikembangkan sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga dapat menghasilkan lulusan pendidikan fisika yang literat serta mampu bersaing pada tingkat global.
Analisis Konsepsi Siswa dalam Materi Sistem Respirasi Safira Permata Dewi; Ari Widodo
Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021 Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Tahun 2021

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.606 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran konsepsi siswa pada materi sistem respirasi. Sampel penelitian (n=57) merupakan siswa SMA yang belum mendapatkan materi sistem respirasi di sekolahnya. Data diambil dengan menggunakan metode survey. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis dengan metode three-tier test, 18 soal multiple choicedengan empat pilihan jawaban, delapan alasan, dan empat tingkat keyakinan. Data yang didapatkan kemudian dikategorikan dalam empat kelompok, yaitu, miskonsepsi, lack of knowledge, error, dan paham. Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi memiliki prosentase tertinggi diantara kategori lainnya pada semua soal yang diujikan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pijakan untuk menentukan metode, model, pengalaman belajar dan bahan ajar yang sesuai untuk mengajarkan materi ini guna menghilangkan miskonsepsi siswa dan memperdalam pemahaman siswa.

Page 6 of 13 | Total Record : 128