cover
Contact Name
Adhie Tri Wahyudi
Contact Email
adhie@setiabudi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tekinfo@setiabudi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tekinfo | Scientific Journal of Industrial and Information Engineering
Published by Universitas Setia Budi
ISSN : 23031476     EISSN : 23031867     DOI : -
Scientific Journal of Industrial Engineering and Information (Tekinfo) is a journal managed by Study Programme of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Setia Budi. Tekinfo published every six months, in May and November in each year. Our published manuscript covers disciplines of Industrial Engineering and Information Technology. We are open to readers and researchers to contribute submit the articles. It is our hope that research published at Tekinfo provide a meaningful contribution to the development of science and technology. Our thanks to all the researchers who participated also to the readers of the Tekinfo journal. Each article published in Jurnal Tekinfo is Open Access. Full text can be freely accessed, but still observes the principles of literacy in terms of citations or references.
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
Perancangan Alat Pelorot Malam/ Lilin Menggunakan Metode Pahl and Beitz Puryani Puryani; Laila Nafisah; Muhammad Shodiq Abdul Kanan; Pradeas Ridiasa
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2613.801 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v7i1.364

Abstract

Industri Batik Plalangan merupakan UKM batik yang sudah diakui oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Sleman. Batik yang dihasilkan dari UKM ini berupa batik cap dan batik tulis. Proses pembuatan batik di UKM ini masih sangat sederhana. Pada proses pembuatan motif di kain khususnya untuk batik tulis dengan cara menggelar kain di atas pola gambar di lantai kemudian dijiplak. Pada proses pelorotan malam masih menggunakan alat yang sederhana, yaitu menggunakan panci berisi air yang direbus di atas tungku kemudian selembar kain yang sudah dibatik dimasukkan ke dalam panci tersebut sambil diaduk menggunakan tongkat kayu selama ±5 menit/kain. Proses tersebut beresiko cidera terkena air/uap panas dari panci dan kelelahan pada saat mengaduk kain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merancang alat pelorot malam yang praktis dan efisien. Perancangan alat dilakukan dengan menggunakan metode Pahl and Beitz. Hasil perancangan menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan dapat mengurangi tingkat cidera dan tingkat kelelahan operator lebih rendah dari alat lama, yaitu dari 53,60% menjadi 42,61%. Selain itu alat ini dapat mempercepat waktu proses pelorotan. Penggunaan alat lama waktu rata-rata proses prlorotan malam/lembar kain selama 4,38 menit, dengan alat baru membutuhkan waktu 3,77 menit untuk 4 lembar kain batik sehingga produktivitasnya meningkat. Kata kunci: batik, Pahl and Beitz, perancangan alat, pelorot malam/ lilin
Analisis Manajemen Resiko berbasis ISO 9001:2015 dan ISO 31010:2009 pada Pelayanan Sistem Informasi Akademik “EduManage” di Universitas Setia Budi Anita Indrasari; Adhie Tri Wahyudi
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2561.25 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v7i1.365

Abstract

Teknologi Informasi (TI) dalam hal ini program Edu Manage merupakan aset penting bagi Universitas Setia Budi (USB) dalam penjaminan mutu pelayanan bidang akademik yang harus dikelola secara efektif agar penggunaannya menjadi optimal. Penggunaan IT secara optimal dapat dilakukan dengan melibatkan analisa manajemen resiko. Sasaran mutu Universitas Setia Budi (USB) yang menuntut pencapaian layanan akademik yang prima, dan banyak kasus terjadi berkaitan dengan Edu Manage, seperti: perubahan kebijakan/ aturan akademik berupa penyesuaian kurikulum, berkurangnya staf Sistem Informasi, terhentinya aplikasi karena virus dan hacker menuntut agar pengembangan pelayanan dilakukan berdasar analisa manajemen resiko. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi mitigasi risiko TI pada tata kelola layanan Edumanage di USB. Analisa menggunakan pendekatan ISO 9001:2015, ISO 31010:2009 serta menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) sebagai alat bantunya. Dari hasil penelitian diperoleh 37 resiko yang mungkin terjadi, dengan 13 resiko yang berkategori resiko sedang hingga tinggi, sehingga direkomendasikan untuk mendapatkan prioritas mitigasi. Langkah mitigasi resiko yang direkomendasikan adalah: pengadaan UPS di server dengan kapasitas yang mencukupi dan UPS portabel di setiap node jaringan; Pembuatan SOP Backup, konsistensi pelaksanaan dan sistem controlling; Pembuatan flow chart proses, input KRS untuk mahasiswa, input mata kuliah untuk Kaprogdi yang simpel, jelas dan memudahkan user untuk memahami; Pembuatan SOP pengecekan kelengkapan data di setiap akhir semester; Sosialisasi dan notifikasi jadwal input nilai, KRS mahasiswa dan approval KRS lewat beberapa media (web, wa, dll) Kata kunci — manajemen resiko, teknologi informasi, ISO 9001:2015, ISO 31010:2009, FMEA
Desain Kansei Monitoring System Pasien Rawat Inap Ari Subowo; widyastuti widyastuti
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2257.679 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v7i1.366

Abstract

Kualitas rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kualitas layanan terhadap pasien. Salah satu permasalahan yang dikeluhkan pasien mengenai pelayanan rumah sakit adalah kurang responsifnya perawat dalam memonitor pasien rawat inap. Keluarga pasien harus aktif memonitor pasien dan selanjutnya menghubungi perawat ketika terjadi permasalahan. Kondisi ini salah satunya disebabkan masih kurangnya peralatan yang dapat digunakan oleh perawat untuk melakukan monitoring pasien dari jarak jauh. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dalam penelitian ini dilakukan desain sistem monitoring pasien rawat inap. Proses desain dilakukan dengan metode Kansei Engineering. Langkah awal penelitian adalah identifikasi kata kansei dengan responden pasien, perawat dan dokter. Berdasarkan hasil survei diperoleh dua kata kansei yang valid dan reliabel yaitu aman dan mudah digunakan. Kedua kata kansei dipetakan menjadi desain parameter, sehingga diperoleh desain perangkat sistem yang terdiri dari modul sensor suhu, pulse sensor, infrared sensor, signal conditioning modul, point router access dan komputer. Tahap selanjutnya adalah pembuatan prototype dan pengujian prototype. Hasil pengujian prototype menunjukkan bahwa perangkat sistem monitoring yang didesain dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Kata kunci: kansei, kualitas layanan, sistem monitoring pasien
Kajian Paparan Panas Lingkungan Kerja Operator Sterilizer Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Willy Tambunan; Muslimin Muslimin
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2485.002 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v7i1.367

Abstract

Temperatur yang tinggi dalam ruangan kerja bisa ditimbulkan oleh kondisi ruangan, mesin-mesin ataupun alat yang mengeluarkan panas serta panas yang bersumber dari sinar matahari yang memanasi atap ruangan yang kemudian menimbulkan radiasi ke dalam ruangan produksi. Lingkungan kerja yang panas ini terjadi pada salah satu proses pengolahan kelapa sawit yakni sterilizer. Pada bagian sterilizer timbul panas akibat perebusan tandan buah segar dengan memakai media panas yakni uap yang berasal dari steam dan panas yang dihasilkan dari radiasi sinar matahari melalui atap pabrik menambah beban panas ruangan kerja. Akibat proses pengantaran panas tersebut suhu ruangan di area sterilizer dapat mencapai antara 34,3 OC s/d 36,6 OC sehingga pekerja mengalami cidera dan terjadi heat stress. Apabila kondisi ini terus berlangsung maka akan mengakibatkan resiko pada pekerja akibat heat stress. Untuk itu perlu dilakukan kajian paparan panas pada area sterilizer agar pekerja berada pada kondisi yang aman dan sehat dalam melakukan pekerjaannya di area tersebut. Berdasarkan hasil kajian diperoleh nilai Heat Stress Index (HSI) sebesar 98% yang artinya bahwa operator yang bekerja pada bagian sterilizer berisiko tinggi terhadap penyakit yang diakibatkan heat stress. Melalui kajian paparan panas ini diharapkan lingkungan kerja yang terpapar panas berada pada nilai indeks suhu bola basah pada kondisi yang aman sesuai Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.51/KEP-MEN/1999. Kata kunci: heat stress, indeks suhu bola basah, keseimbangan panas, paparan panas
Sistem Pendukung Keputusan Kelompok Dalam Penentuan Lokasi Obyek Wisata Terbaik Di Lombok Adhie Tri Wahyudi; Yon Pradana; Onggo Saputro
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.779 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i1.385

Abstract

Lombok adalah salah satu tujuan wisata populer di mancanegara. Ada beberapa tempat wisata favorit di Lombok. Untuk meningkatkan jumlah kesadaran wisatawan dan manajer, pemerintah daerah melakukan penilaian di masing-masing resor. Ada empat partai yang bertugas sebagai penilai atau pengambil keputusan. Penilaian setiap pengambil keputusan masih dilakukan secara manual sehingga penilaiannya masih subjektif. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan kelompok (GDSS). Pengambilan keputusan untuk setiap pengambil keputusan menggunakan sistem integrasi AHP - TOPSIS. Sedangkan proses pengambilan keputusan menggunakan metode BORDA. Proses pengambilan keputusan bersama menghasilkan GILI TRAWANGAN sebagai tujuan wisata terbaik.
Perencanaan dan Pengendalian Bahan Baku Pakan Ternak Menggunakan Metode Probabilistik (Studi Kasus di UD Sari Jaya Makmur, Masaran, Sragen) Andriyanto Andriyanto; Rosleini Ria Putri Zendrato; Erni Suparti
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.662 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i1.386

Abstract

UD Sari Jaya Makmur merupakan industri yang bergerak di bidang produksi pakan ternak. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pakan ternak terdiri dari dedak 30%, onggok singkong 30%, tumpi jagung 35%, pollar 3% dan molase 2%. Pengadaan bahan baku tumpi jagung dan onggok singkong sering mengalami kekurangan akibat keterlambatan kedatangan sekitar 3 – 5 hari, sehingga perlu dilakukan perencanaan dan pengendalian tumpi jagung dan onggok singkong untuk mengatasi keterlambatan tersebut menggunakan metode P dan Q. Hasil pengolahan dan analisis data menggunakan metode P dan metode Q, diperoleh menggunakan metode P tanpa back order memberikan total biaya minimum sebesar Rp 1.129.507.220 untuk onggok singkong dan Rp 1.865.046.824 untuk tumpi jagung. Persediaan optimum onggok singkong sebesar 123,82 ton dengan interval pemesanan 1,05 bulan, dan persediaan optimum tumpi jagung 71,14 ton dengan interval pemesanan 0,26 bulan.
Pendekatan Antropometri dalam Perancangan Ulang Stasiun Kerja Penyoletan Guna Mengurangi Kelelahan Fisik dan Psikis Karyawan Akibat Kerja Bagus Ismail Adhi Wicaksana; Yustinus Joko Dwi Nugroho
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.055 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i1.387

Abstract

Bangsa Indonesia memiliki budaya yang sangat beragam, salah satunya adalah kerajinan batik. Berbagai tempat di Indonesia memiliki kerajinan batik dengan ciri khas yang berbeda – beda. Juwana merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Pati Jawa Tengah yang memiliki sentra industri batik tulis. Batik tulis yang menjadi ciri khas di daerah Juwana sering disebut Batik Bakaran dikarenakan berada di Desa Bakaran Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Permintaan produk batik tulis yang cukup banyak membuat pengusaha masih tetap eksis sampai saat ini, didukung kualitas yang selalu prima. Berdasarkan observasi awal, dari keseluruhan proses membatik terdapat salah satu proses yang menarikuntuk diteliti yaitu proses penyoletan. Proses Penyoletan adalah proses pewarnaan kain pada motif yang sudah digambar pada kain polos. Operator biasanya meletakkan kain di lantai dan melakukan penyoletan dengan cara berjongkok, dengan cara ini operator sering mengeluh merasakan pegal di bagian pinggang. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan perancangan ulang stasiun kerja penyoletan dengan pendekatan Antropometri dan Rapid Upper Limb Assesment (RULA). Berdasarkan data antropometri rancangan stasiun kerja penyoletan berupa meja dengan tinggi 85 cm, panjang 210 cm dan 115 cm, dilengkapi dengan pallet warna. Berdasarkan uji coba yang dilakukan terdapat penghematan waktu sebesar 40% pada proses penyoletan. Hasil perhitungan RULA stasiun kerja usulan mendapatkan skor 2,0 sehingga masih dalam kategori aman untuk operator.
Analisis Perbaikan Kinerja Mesin CNC HAAS TM-3 dengan Metode Overall Equipment Effectiveness pada Departemen Workshop PT. XYZ Erna Indriastiningsih; Muhammad Hafid Ridlo Nugroho
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.816 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i1.388

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi kemasan kaleng sebagai produk utama. Selain memproduksi kaleng kemasan, PT. XYZ juga memproduksi tolling/ spare part mesin untuk digunakan pada lini produksinya. Spare part merupakan bagian komponen mesin produksi yang diproduksi pada workshop departemen melalui beberapa proses permesinan seperti lathe, fraise, dan wire cut, grinding baik melalui mesin manual maupun CNC. Untuk menghasilkan kualitas spare part dan tolling yang presisi (0,001 mm) maka digunakan mesin CNC. Namun dalam pengggunaannya, mesin CNC ini sering mengalami breakdown sehingga mesin tersebut tidak dapat beroperasi. Setelah dilakukan pengamatan, mesin yang sering mengalami breakdown adalah pada mesin HASSTM3. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung efektifitas mesin CNC HASS-TM3 menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). OEE merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengukur efektivitas suatu mesin atau peralatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berisi hasil wawancara dengan operator HASS TM-3 dan teknisi listrik tentang penyebab breakdown mesin tersebut, sedangkan data sekunder berisi tentang data jam kerja, perawaatan mesin, delay mesin, data produksi mesin. Hasil perhitungan OEE bulan Desember 2015 – November 2016 menunjukkan bahwa efektivitas mesin HASS-TM3 masih rendah yaitu berkisar antara 55,12%-74,08%. Penyebab utama rendahnya nilai OEE mesin HASS-TM3 adalah keterlambatan maintenance mesin, sehingga tidak beroperasi lama yang menyebabkan rendahnya nilai availability.
Analisis Produktivitas Pabrik Spiritus Menggunakan Fungsi Produksi Cobb-Douglas (Studi Kasus Di PT. XY Yogyakarta) Jono Jono
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.762 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i1.389

Abstract

PT. XY merupakan perusahaan yang memproduksi spiritus dan alkohol. Dalam produksinya mengalami pasang surut setiap tahun. Pengukuran produktivitas dapat dilakukan dengan menggunakan fungsi Cobb-Douglas yang mampu menggambarkan keadaan skala hasil (return to scale). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi produktivitas pabrik spiritus PT. XY dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas, dan mengetahui Indeks Produktivitas yang dicapai pabrik spiritus PT XY. Pengukuran produktivitas di pabrik spiritus PT. XY dengan fungsi Cobb-Douglas menggunakan dasar perhitungan input berupa tetes tebu dan output berupa alkohol. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa produktivitas pabrik spiritus PT. XY menurut fungsi produksi Cobb- Douglas mengindikasikan bercirikan skala hasil menurun (decreasing returns to scale), dengan elastisitas output sebesar 0,899. Indeks produktivitas pabrik spiritus PT. XY rata-rata adalah sebesar 382 atau 27,2% di atas produktivitas standar dan meningkat rata-rata 5,4% tiap bulan. Disarankan sebaiknya perusahaan bisa menggunakan fungsi produksi Cobb- Douglas dalam melakukan pengukuran produktivitas perusahaan, selain menggunakan metode pengukuran yang selama ini sudah dipakai untuk membuat kebijaksanaan demi peningkatan produktivitas perusahaan di masa mendatang. Peningkatan produktivitas pabrik spiritus PT. XY masih bisa ditingkatkan karena elastisitasnya berada pada daerah rasional. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan peningkatan efisiensi tenaga kerja baik jumlah maupun kualitasnya.
Penerapan Prinsip Eko-Efisiensi dengan Memanfaatkan Limbah Ampas Tebu Sebagai Bahan Bakar Ketel Uap (Studi Kasus: PG. Madukismo Yogyakarta) Puji Asih
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.332 KB) | DOI: 10.31001/tekinfo.v6i1.390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa lama limbah ampas tebu dapat dipakai untuk menggerakan ketel uap dan seberapa banyak biaya yang dapat dihemat oleh perusahan untuk membeli bahan bakar solar. Untuk menghitung berapa lama limbah ampas tebu yang dapat digunakan sebagai bahan bakar ketel uap, maka harus diketahui terlebih dahulu keperluan ketel uap akan ampas tebu untuksetiap jamnya. Sedangkan untuk menghitung penghematan biaya yang dapat diperoleh maka harus diketahui berapa lama ampas tebu dapat digunakan untuk bahan bakar ketel uap. Selanjutnya disetarakan dengan kebutuhan akan solar untuk setiap jamnya, maka penghematan biaya dapat dihitung. Limbah ampas tebu periode giling tahun 2016 dapat digunakan sebagai bahan bakar ketel uap pengganti solar selama 3266,18 jam atau 165,44 hari. Penghematan biaya yang dapat dicapai oleh perusahaan dengan memanfaatkan limbah ampas tebu sebagai bahan bakar ketel uap sebagai pengganti solar sebesar Rp 614. 354. 330,80.

Page 8 of 17 | Total Record : 169