cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Economica: Jurnal Ekonomi Islam
ISSN : 20859325     EISSN : -     DOI : -
EEconomica: Jurnal Ekonomi Islam is a scientific journal in the field of Islamic economics studies published twice a year by the Institute of Islamic Economic Research and Development (LP2EI), Faculty of Islamic Economics and Business UIN Walisongo Semarang. The editors receive scientific articles in the form of conceptual script or unpublished research results or other scientific publications related to Islamic Economics themes which cover Islamic Finance, Islamic Banking, Islamic Accounting, Islamic Marketing, also Behavioral Economics, Management, and Human Resources in Islamic perspective.
Arjuna Subject : -
Articles 366 Documents
ZISWAF Digital Payment as An Effort to Reach Millennials Hasyim, Fuad; Awwal, Muhammad Al-Farido; Al Amin, Nur Hidayah
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2020.11.2.5752

Abstract

Abstract: ZISWAF is an Islamic-led fundraising instrument aimed at wealth distribution. The existence of technological developments allows the adaptation of payments with all its acceleration. This study aims to determine the digital payment strategy to maximize ZISWAF’s revenue potential in Indonesia. This study uses the TAM, and TPB modification approaches. The methodology used is structural equation modeling (SEM) with a partial least square (PLS) approach. The sample used is the Y generation as a representation of the millennial generation. The results showed that all the variables forming the TAM theory (perceived usefulness, perceived ease of use, attitude) and all the variables creating the TPB theory (subjective norms and perceived behavior control) significantly affect the Intention (INT) of individuals pay for online ZISWAF (sig. 0.05, α=5%). Furthermore, attitude is a mediating variable in a partial/ quasi modification model that links perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEoU) to Intention (INT) (VAF=49.87%).Abstrak: ZISWAF adalah instrumen pengumpulan dana yang dipelopori Islam dengan tujuan untuk distribusi kekayaan. Adanya perkembangan teknologi memungkinkan adaptasi pembayaran dengan segala akselerasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembayaran digital untuk memaksimumkan potensi pendapatan ZISWAF di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan modfikasi TAM dan TPB. Metodologi yang digunakan adalah structural equation modeling (SEM) dengan pendekatan partial least square (PLS). Sampel yang digunakan merupakan generasi Y sebagai representasi generasi milenial. Hasil menunjukkan seluruh variabel pembentuk teori TAM yakni perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEoU) dan attitude (ATT) dan seluruh variabel pembentuk teori TPB yakni subjective norms (SN) dan perceived behavior control (PBC) berpengaruh terhadap intention (INT) individu dalam membayar ZISWAF secara online (sig. 0.05, α=5%).  Attitude (ATT) merupakan variabel pemediasi dalam model modifikasi yang bersifat partial/ quasy yang menghubungkan perceived usefulness (PU), perceived ease of use (PEoU) terhadap intention (INT) (VAF=49.87%)
Al-Ijarah Al-Maushufah fi Al-Dzimmah in the Study of Islamic Financial Economics Syaichoni, Ahmad
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2020.11.2.6834

Abstract

Abstract: In the modern era like today, business transactions have developed along with technological developments. One form of development of business transactions is the modification of classic-contemporary contracts. One form of modification of the contract is the al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah contract. This contract is developed for financing activities of Islamic financial institutions, especially the banking sector, and as an alternative to the financing scheme for infrastructure projects. This research aims to study the issue of al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah in Islamic financial economics. This research is library research with a normative approach. The data analysis used is content analysis and critic analysis. According to the findings of this study, al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah is a contract development employed to suit the community's demands. The monotheism framework underpins the creation of al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah in the study of Islamic financial economics. Tauhid is founded on evolutionary equilibrium and consciousness as a manifestation of monotheism in developing this product. The evolution and consciousness of Islamic banking products into new scientific jewels inside the treasures of Islamic financial economics is the theoretical implication of this research. Compared to previous research, the originality of this study is that the al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah contract is reviewed in terms of Islamic financial economics with a tauhid framework.Abstrak: Era modern seperti saat ini, transaksi bisnis mengalami pengembangan seiring dengan berkembangnya teknologi. Salah satu bentuk pengembangan transaksi bisnis adalah modifikasi akad klasik-kontemporer. Salah satu modifikasi akad tersebut adalah akad al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah. Akad ini merupakan akad yang dikembangkan dalam kegiatan pembiayaan pada lembaga keuangan syariah, khususnya pada bidang perbankan dan merupakan produk alternatif skema pembiayaan yang digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis konsep al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah dalam kajian ekonomi keuangan Islam. Penelitian ini menggunakan library research dengan pendekatan normatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan analisis kritis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah merupakan pengembangan akad yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pengembangan al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah dalam kajian ekonomi keuangan Islam berdasarkan kerangka tauhid. Konsep tauhid dalam pengembangn produk ini didasarkan pada ekuilibrium evolusioner dan kesadaran sebagai manifestasi tauhid. Implikasi penelitian ini dari segi teoretis adalah pengembangan dan inovasi produk perbankan syariah menjadi khazanah keilmuan baru dengan dalam khazanah ekonomi keuangan Islam. Orisinalitas penelitian ini dibandingkan dengan penelitian sebelumnya adalah akad al-Ijarah al-Maushufah fi al-Dzimmah ditinjau dalam pandangan ekonomi keuangan Islam dengan kerangka tauhid.
Term - Deposit Waqf Linked Isthisna (TDWLI): Proposed Models, Accounting Aspects, and Risk Management Analysis Syamlan, Yaser Taufik; Sakinah, Sakinah; Mursalmina, Mursalmina; Asfiah, Asfa
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2020.11.1.4410

Abstract

Abstract: Islamic banking (further referred to as the Bank) faces two significant problems: excessive concentration in Murabaha financing contracts and high cost of funds. These two classic problems directly impact the development of the Bank and give rise to the stigma of a less innovative and unprofitable industry. This research aims to make a new product breakthrough that can help stakeholders overcome the two problems above. Term Deposit Waqf Linked Isthisna (TDWLI) has 4 variants: TDWLI Perpetual Principal, TDWLI Perpetual Principal + Profit Sharing, TDWLI Periodic Principal, TDWLI Periodic Principal, and + Profit Sharing. The TDWLI Periodic Principal is the variant that is most ready to be applied because, in accounting terms, it has been regulated in PSAK 112. In general, this TDWLI product will provide several advantages for banks to reduce the cost of funds (especially in the main variant of Waqf only). It will increase Isthisna financing, referring to OJK data in 2019, only 0.3% of total financing. In terms of accounting treatment, PSAK 112 must be adjusted especially if the Bank will release a Perpetual-based product variant. The main problem with perpetual-based products is the uncommon features. In perpetual, cash waqf cannot be withdrawn or, in other words, eternal. This research recommends that OJK is expected to study this product more deeply to develop healthy and innovative Islamic banking.Abstrak: Perbankan syariah (selanjutnya disebut Bank) saat ini sedang menghadapi 2 masalah besar yaitu konsentrasi berlebihan di akad pembiayaan Murabaha serta tingginya Cost of Fund. Kedua masalah klasik ini berdampak langsung kepada perkembangan Bank dan memunculkan stigma industry yang kurang inovatif dan tidak menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat terobosan produk baru yang dapat membantu stakeholders dalam mengatasi kedua masalah diatas. Produk Deposito Waqf Linked Isthisna (DWLI) dengan 4 varian nya baik itu DWLI Perpetual Pokok, DWLI Perpetual Pokok + Bagi Hasil, DWLI Periodic Pokok dan DWLI Periodic Pokok + Bagi Hasil. DWLI Periodic Pokok menjadi varian yang paling siap untuk diaplikasikan karena secara akuntansi sudah diatur dalam PSAK 112. Secara umum produk DWLI ini akan memberikan beberapa keuntungan bagi bank dalam rangka menurunkan cost of fund (terutama pada varian Wakaf pokok saja) serta akan menaikkan pembiayaan Isthisna yang merujuk kepada data OJK tahun 2019 hanya 0,3% dari total pembiayaan. Secara perlakuan akuntansi, PSAK 112 harus disesuaikan terutama apabila Bank akan merelaisasikan varian produk berbasis Perpetual. Permasalahan utama dari produk berbasis perpetual adalah ketidak umuman fitur dimana dalam perpetual, Wakaf uang tidak dapat ditarik atau dengan kata lain abadi. Rekomendasi dari penelitian ini adalah OJK diharapkan dapat mengkaji produk ini lebih dalam demi perkembangan perbank syariah yang sehat dan inovatif.Islamic banking (further referred to as the Bank) faces two significant problems: excessive concentration in Murabaha financing contracts and high cost of funds. These two classic problems directly impact the development of the Bank and give rise to the stigma of a less innovative and unprofitable industry. This research aims to make a new product breakthrough that can help stakeholders overcome the two problems above. Term Deposit Waqf Linked Isthisna (TDWLI) has 4 variants: TDWLI Perpetual Principal, TDWLI Perpetual Principal + Profit Sharing, TDWLI Periodic Principal, TDWLI Periodic Principal, and + Profit Sharing. The TDWLI Periodic Principal is the variant that is most ready to be applied because, in accounting terms, it has been regulated in PSAK 112. In general, this TDWLI product will provide several advantages for banks to reduce the cost of funds (especially in the main variant of Waqf only). It will increase Isthisna financing, referring to OJK data in 2019, only 0.3% of total financing. In terms of accounting treatment, PSAK 112 must be adjusted especially if the Bank will release a Perpetual-based product variant. The main problem with perpetual-based products is the uncommon features. In perpetual, cash waqf cannot be withdrawn or, in other words, eternal. This research recommends that OJK is expected to study this product more deeply to develop healthy and innovative Islamic banking
Backmatter (Author Guidelines, Acknowledgement, and Back Cover) Fuadi, Nasrul Fahmi Zaki
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enhancing The Role of Zakat and Waqf on Social Forestry Program in Indonesia Ali, Khalifah Muhamad; Kassim, Salina; Jannah, Miftahul; Ali, Zulkarnain Muhammad
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2021.12.1.6657

Abstract

Abstract: This research aims to initiate the integration model of zakat-waqf with Social Forestry Program. The study is a conceptual paper and qualitative using secondary data and descriptively analyzed. It reviews several existing models related to Zakat and Waqf's role in financing the agriculture and forestry sectors to formulating a novel model for poverty alleviation from communities in and around forests expected to reduce forest destructions in Indonesia. The study concluded that zakat-waqf could finance the Social Forestry program to overcome poverty, inequality and increase the welfare of people living in and around forests. It will provide economic and ecological benefits, especially in reducing forest damage. This research can encourage other researchers to explore the potential of zakat-waqf for financing forestry sectors.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menginisasi model integrasi zakat dan wakaf dengan program Perhutanan Sosial. Penelitian adalah riset konseptual yang menggunakan data sekunder dan analisis deskriptif. Penelitian ini mengulas beberapa model eksisting mengenai peran zakat dan wakaf dalam membiayai sektor pertanian dan kehutanan untuk menyusun formula baru yang diharapkan mampu menjadi solusi kemiskinan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, yang kemudian diharapkan menurunkan tingkat kebakaran dan kerusakan hutan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat dan wakaf dapat menjadi sumber pembiayaan program Perhutanan Sosial untuk mengatasi kemiskinan, kesenjangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di dalam dan sekitar hutan. Program ini dapat memberikan manfaat ekonomi dan ekologi, spesifiknya untuk mengurangi kerusakan hutan. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong peneliti-peneliti lain untuk menganalisis lebih lanjut mengenai potensi zakat dan wakaf untuk membiayai sektor kehutanan.
Securities Issuance Considerations As an External Funding Source for Sharia Commercial Banks Syafrida, Ida; Aminah, Indianik; Awaludin, Taufik
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2020.11.2.4787

Abstract

Abstract: This research is to formulate dominant aspects and sub-aspects of benefits, opportunities, costs, risks for the Issuance of Sukuk and shares as an external funding source for Sharia Banks (IBs). The fundamental problem is related to the less optimal role of Islamic banking in the national economy because the market share is 5.94% (early 2019). It is necessary to increase external funding sources through the Issuance of Sukuk and shares. There were 3 IBs share issuers: BPDS, BRIS, BTPNS, and 4 IBs Sukuk issuers: BMI, BSM, BNIS, BRIS. The method uses Analytic Network Process to identify dominant aspects and sub-aspects that IBs consider to issue Sukuk and shares. The primary data from in-depth interviews with each 5 Sukuk and share issuer expert practitioners of  IBs Treasury and Corporate Planning. The consideration of  IBs is much influenced by the benefit and opportunity aspects. Dominant sub-aspects of  IBs considerations in Sukuk issuance: sources of funds for capital and business expansion (benefit aspects), oversubscribed investor demand (opportunity aspects), cost of capital (cost aspects), sharia compliance risks (risk aspects). Dominant sub-aspects of public share issuance: increasing capital (benefit aspect), broad investor base (opportunity aspect), underwriter costs (cost aspect), information disclosure demands (risk aspect).Abstrak: Penelitian ini untuk merumuskan aspek dan sub-aspek dominan dari manfaat, peluang, biaya, dan risiko (BOCR) atas penerbitan sukuk dan saham publik sebagai sumber pendanaan eksternal Bank Umum Syariah (BUS). Dasar masalah terkait belum optimalnya peran perbankan syariah dalam perekonomian nasional karena pangsa pasar yang baru mencapai 5,94% dari total perbankan nasional (awal tahun 2019).  Ini disebabkan minimnya permodalan dan skala industri serta individual BUS, sehingga perlu peningkatan sumber pendanaan eksternal melalui penerbitan sukuk dan saham publik. Di awal 2019 terdapat 3 BUS emiten saham: BPDS, BRIS, BTPNS dan 4 BUS emiten sukuk: BMI, BSM, BNIS, BRIS. Metode analisis data menggunakan Analytic Network Process untuk mengidentifikasi aspek dan sub-aspek dominan yang menjadi pertimbangan BUS menerbitkan sukuk dan saham publik. Data utama hasil wawancara terhadap masing-masing 5 praktisi ahli Treassury dan Corporate Planning BUS emiten saham dan emiten sukuk. Pertimbangan BUS dominan dipengaruhi aspek manfaat kemudian aspek peluang.  Sub-aspek dominan pertimbangan BUS dalam penerbitan sukuk yaitu: sumber dana ekspansi usaha dan permodalan (aspek manfaat), permintaan investor berlebih (aspek peluang), biaya modal (aspek biaya), risiko kepatuhan syariah (aspek risiko). Sub-aspek dominan penerbitan saham publik yaitu: meningkatkan permodalan (aspek manfaat), luasnya basis investor (aspek peluang), biaya penjamin emisi (aspek biaya), tuntutan keterbukaan informasi (aspek risiko). 
Backmatter (Author Guidelines, Acknowledgement, and Back Cover) Fuadi, Nasrul Fahmi Zaki
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An Empirical Analysis of The Impact of Islamic Banking on Real Output in Indonesia Sasana, Hadi; Ramdani, Deni; Novitaningtyas, Ivo
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2020.11.2.4079

Abstract

Abstract: The role and contribution of Islamic finance on economic growth in Indonesia has increased gradually and steadily. This is because the Islamic economy's universal and comprehensively basic principle is the primary foundation of Islamic banking. This research aimed to analyze the role of Islamic Banking on Indonesia's real sector during 2007.01 – 2016.04. This study used the Vector Error Correction Model (VECM) as a tool to analyze secondary data. The result showed that in Indonesia, sharia deposit positively and significantly influenced actual output in the short term. In addition, in the long-term, sharia financing positively and significantly influenced actual output. Moreover, Granger Causality Test proved the occurrence of one-way causality between actual output and inflation. Thus, Islamic banking can encourage actual output in Indonesia. The results of this study become a consideration for stakeholders and policymakers to pay more attention to strategies and policies that support economic growth in Indonesia.Abstrak: Perkembangan keuangan syariah di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Prinsip-prinsip dasar ekonomi syariah yang universal dan komprehensif merupakan landasan utama perbankan syariah. Tujuan penelitian ini untuk menginvestigasi peran perbankan syariah terhadap sektor riil di Indonesia selama periode 2007.01 – 2016.04. Penelitian ini menggunakan Vector Error Correction Model (VECM) sebagai alat untuk menganalisis data sekunder. Hasil penelitian menemukan bahwa dalam jangka pendek deposito syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap output rill. Selain itu, dalam jangka panjang pembiayaan syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap output riil di Indonesia. Lebih lanjut, Uji Kausalitas Granger membuktikan terjadinya kausalitas satu arah antara output riil dan inflasi. Dengan demikian, perbankan syariah mampu mendorong output riil di Indonesia. Hasil penelitian ini menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan untuk lebih memperhatikan strategi dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Strengthening Indonesia's Economic Growth with Islamic and non-Islamic Macroeconomic Variable Alifah, Eba Ismi; Bawono, Anton
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2020.11.1.4907

Abstract

Abstract: This research was conducted to determine the effect of taxes, Sukuk, grants, inflation, foreign debt, total financing, and the network of Islamic bank offices on Indonesia's economic growth. Research data for each variable is monthly from 2009-2018. Data analysis variables use Error Correction Model (ECM) Test and Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (ARCH) Test with Eviews ver.10. The results showed that in the short and long term, variables taxes, Sukuk, inflation, foreign debt, total financing, and office networks of Islamic banks) affected the Indonesian economic growth. At the same time, grants have no significant effect on economic growth. For variable predictions in the next year (2019), only economic growth, grants, inflation, foreign debt, and network of Islamic bank offices can be predicted. Meanwhile, taxes, Sukuk, and total financing cannot be identified in 2019 because the variables are not significant in the ARCH analysis, so it cannot be diagnosed about future values. This result implies that the government and the community must continue to work together to manage state revenues used to fund productive projects to stimulate economic growth.Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pajak, sukuk negara, hibah, inflasi, utang luar negeri, jumlah pembiayaan dan jaringan kantor bank syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data penelitian setiap variabel berupa bulanan dari tahun 2009-2018. Uji variabel penelitian menggunakan Uji Error Correction Model (ECM) dan Uji ARCH menggunakan Eviews ver.10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek maupun jangka panjang, variabel pajak, sukuk negara, inflasi, utang luar negeri, jumlah pembiayaan dan jaringan kantor bank syariah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sedangkan variabel hibah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk prediksi variabel di tahun berikutnya (tahun 2019), hanya variabel pertumbuhan ekonomi, hibah, inflasi, utang luar negeri dan jumlah jaringan kantor bank syariah yang dapat diprediksi, sedangkan pajak, sukuk negara, dan jumlah pembiayaan tidak dapat diketahui nilai perkembangannya di tahun 2019 karena variabel tersebut tidak signifikan pada analisis ARCH. Sehingga tidak dapat di diagnosa dalam bentuk ARCH untuk dilakukan forecast data agar diketahui tentang nilai di masa yang akan datang. Implikasi dari temuan ini adalah diperlukan upaya yang berkesinambungan dari pemerintah dan masyarakat dalam mengelola penerimaan negara yang dimanfaatkan untuk mendanai proyek yang produktif sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. 
Not Only About Price but Also Lifestyle: Recent Phenomena of Backpacker Umrah In Indonesia Pitaya, Pitaya; Makhasi, Ghifari Yuristiadhi Masyhari; Hanafiah‬, Mohd Hafiz
Economica: Jurnal Ekonomi Islam Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/economica.2021.12.1.7038

Abstract

Abstract: The increasing interest of the Indonesian Muslim community to perform umrah has been previously studied by many researchers. However, the phenomenon of backpacker umrah, which has attracted the middle-class Muslim community in Indonesia in the last decade, has not been widely discussed. Backpacker umrah is different from conventional umrah because it does not get complete facilities from travel agencies, so the price is lower. This study explores the motivation of umrah pilgrims to choose backpacker umrah solely because of lower prices or other considerations. Then how far is the response of umrah travel agents to this new trend? This type of research is qualitative research that uses a phenomenological approach. The method used was the observation, questionnaires, and unstructured interviews with 15 backpacker umrah participants determined by a snowball. The results of this study indicate that there are other motivations besides low prices, namely lifestyle. In addition, the selection of the type of umrah that is not tied to a schedule can be more solemn in worship. Although it does not publish directly as one of its products, the umrah travel agency responds to this backpacker umrah phenomenon by seeing it as an economic opportunity by providing land arrangement facilities.Abstrak: Meningkatnya minat masyarakat muslim Indonesia untuk melakukan umrah sudah banyak dikaji oleh peneliti. Namun fenomena umroh backpacker yang menarik minat masyarakat muslim kelas menengah di Indonesia dalam satu dekade terakhir ini belum banyak didiskusikan. Umroh backpacker berbeda dengan umroh konvensional karena tidak mendapatkan fasilitas yang lengkap dari biro perjalanan sehingga harganya lebih murah. Penelitian ini menggali motivasi jemaah umrah memilih backpacker umrah semata-mata karena harga yang lebih murah atau pertimbangan lain. Lalu sejauh mana respon travel agent umrah terhadap tren baru ini? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologis. Metode yang digunakan adalah observasi, angket, dan wawancara tidak terstruktur dengan 15 peserta umroh backpacker yang ditentukan dengan bola salju. Hasil enelitian ini menunjukkan bahwa ada motivasi lain selain harga yang murah yaitu gaya hidup. Selain itu, pemilihan jenis umroh yang tidak terikat jadwal bisa lebih khusyuk dalam beribadah. Meski tidak mempublikasikan secara langsung sebagai salah satu produknya, biro perjalanan umrah merespon fenomena umrah backpacker ini dengan melihat sebagai peluang ekonomi dengan memberikan fasilitas land arrangement.