cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2024)" : 8 Documents clear
Studi Penambatan Molekul Senyawa Metabolit Sekunder Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmanni) sebagai Kandidat Obat Antidiabetes Mellitus Tipe II Puspitasari, Anita Dwi; Murti, Nugrahaeni Kresna; Samsuri, Ahmad; Shofiyah, Jihan Labiba Nur
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.53563

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis yang prevalensinya semakin meningkat setiap tahunnya. Salah satu strategi terapi untuk pengobatan DM tipe II melalui penghambatan enzim α-glucosidase. Dalam beberapa tahun terakhir, pencarian obat antidiabetes alami semakin populer. Ekstrak batang kayu manis (Cinnamomum burmanni) diketahui berpotensi sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari batang kayu manis (Cinnamomum burmanni) yang paling potensial sebagai inhibitor α-glucosidase secara in silico. Sembilan senyawa metabolit sekunder hasil isolasi batang kayu manis dari penelitian sebelumnya dilakukan penambatan molekul terhadap enzim α-glucosidase kode PDB 2JKE dengan pembanding miglitol dan dianalisis berdasarkan energi pengikatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode PDB 2JKE valid dengan nilai RMSD 0,2912 Å. Berdasarkan analisis penambatan molekul, senyawa nerolidol memiliki score docking (-81,165) yang lebih kecil dibandingkan miglitol (-80,2642) sehingga secara teoritis senyawa nerolidol memiliki penghambatan yang lebih baik terhadap enzim α-glucosidase dibandingkan miglitol. Selain itu, profil ADMET menunjukkan bahwa nerolidol tidak melanggar Lipinski Rules dan tidak toksik.
Characterization and Antidiabetic Potential of Durian Leaf (Durio zibethinus Linn.) Ethyl Acetate Extract Aruan, Dyna Grace Romatua; Barus, Tonel; Haro, Gindo; Simanjuntak, Partomuan
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.47817

Abstract

Durian leaves (Duiro zibethinus Linn.) are one of the plants whose leaves are used as a fever reducer (antipyretic). The aim of this research is to isolate natural ingredients using natural ingredient extraction techniques by maceration and identify steroid compounds from durian leaves that have anti-diabetic potential. Isolation was carried out through several stages, namely maceration, fractionation, subfractionation using column chromatography, purification using preparative TLC, and testing the purity of the isolate using TLC and determining the melting point of the isolate. The antidiabetic potential of the isolation was carried out using the α-glucosidase enzyme inhibition method. The chemical structure of the isolate was characterized using IR and UV-Vis spectroscopy. Based on IR spectroscopy analysis, the isolation has C=C, OH, O-C functional groups, C-H aromatic functional groups. UV-Vis spectroscopy data shows that there are maximum peaks at 207 nm and 247 nm, meaning that the isolated steroid compound has unconjugated double bonds. Based on spectroscopic data and comparison with reference compounds, it could be identified that the isolate obtained was β-sitosterol.
Fraksinasi Isolat Fungi Tanah dari Biak-Papua BioMCC-f.T.7720 Berbasis Uji Aktivitas Penghambatan Enzim Dihydroorotate Dehydrogenase Plasmodium falciparum Rachmawati, Indra; Yusuf, Muhammad; Chrisnayanti, Evita
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.52447

Abstract

Enzim dihydroorotate dehydrogenase Plasmodium falciparum (PfDHODH) merupakan target menarik untuk mencari kandidat antimalaria. Enzim ini beperan penting untuk kehidupan Plasmodium karena diperlukan dalam jalur biosintesis de novo pirimidin parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fraksi aktif ekstrak fungi yang menunjukkan penghambatan terhadap aktivitas enzim PfDHODH. Pada penelitian ini telah dilakukan skrining penghambatan aktivitas enzim PfDHODH terhadap 80 ekstrak fungi yang diisolasi dari tanah. Berdasarkan hasil skrining diketahui bahwa ekstrak butanol kaldu fermentasi isolat fungi BioMCC-f.T.7720 dari Biak, Papua menunjukkan penghambatan paling tinggi terhadap aktivitas enzim PfDHODH, dengan nilai penghambatan mencapai 90% pada konsentrasi 0,5 μg/mL dan tidak menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap enzim homolog manusia (HsDHODH). Metode pemurnian ekstrak akfif dilakukan dengan fraksinasi berbasis uji aktivitas terhadap ekstrak butanol isolat fungi tersebut. Ekstrak aktif dimurnikan dengan kromatografi kolom silika gel dan dilanjutkan dengan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) preparatif. Diperoleh 2 fraksi aktif, yaitu Fr2A-2 dan Fr2A-3 dengan puncak dominan pada waktu retensi (Rf)14.654 menit dan 15.060 menit, secara berturut – turut. Fraksi aktif menunjukkan penghambatan terhadap enzim PfDHODH sebesar 57,09% (Fr2A-2) dan 83,52% (Fr2A-3) pada konsentrasi 50 μg/mL. Fraksi Fr2A-3 lebih poten dalam menghambat enzim PfDHODH dibanding fraksi Fr2A-2, dengan nilai IC50 2,76 μg/mL.
Pengaruh Perlit sebagai Adsorben pada Adsorpsi Zat Warna Metilen Biru Utami, Mardiana Rimba; Riyani, Kapti; Setyaningtyas, Tien
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.47170

Abstract

Aktivitas industri di zaman modern yang berkembang pesat dapat menyebabkan permasalahan lingkungan. Hal ini dikarenakan bertambahnya jumlah limbah yang dihasilkan akibat peningkatan produksi. Limbah zat warna tanpa pengolahan dapat menghambat penetrasi cahaya matahari, aktivitas fotosintesis, dan pertumbuhan biota air. Salah satu limbah zat warna yang sering ditemukan adalah metilen biru. Pengolahan zat warna metilen biru dapat menggunakan metode adsorpsi yang praktis, mudah dilakukan dengan biaya rendah. Penelitian ini menunjukkan aktivitas adsorpsi terbaik metilen biru oleh adsorben perlit terhadap parameter pH, waktu kontak, serta penentuan kinetika dan isoterm adsorpsi. Aktivitas terbaik perlit dalam mengadsorpsi metilen biru adalah pada pH 9 dengan waktu kontak 180 menit yang menghasilkan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 3,873 mg/g. Kinetika adsorpsi yang digunakan mengikuti model pseudo orde dua dengan nilai k dan q berturut-turut sebesar 0,0055 g/(mg×menit-1) dan 3,3102 mg/g, sedangkan isoterm adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dengan nilai qmaks dan KL berturut-turut sebesar 3,873 mg/g dan 0,5822 L/mg.
Review: Mutasi pada DNA Mitokondria dan Pengaruhnya terhadap Diabetes Melitus Tipe 2 dan Kompleks Forforilasi Oksidatif Azizah, Mamlikatu Ilmi; Mulyani, Rahmaniar; Hartati, Yeni Wahyuni; Maksum, Iman Permana
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.49970

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah akibat ketidakmampuan pankreas dalam mensekresikan insulin atau tidak bekerjanya reseptor insulin. Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, metabolisme, dan lingkungan yang berinteraksi satu sama lain dan berkontribusi dalam gangguan mekanisme kerja insulin. Studi ini mengulas tentang mutasi pada DNA mitokondria (mtDNA) serta mekanisme molekuler dan jalur yang terlibat dalam metabolisme insulin dan fosforilasi oksidatif serta kaitannya terhadap DMT2. Metode yang dilakukan dalam studi ini adalah penelusuran pustaka menggunakan basis data elektronik seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed dengan kata kunci yang berhubungan dengan diabetes melitus, mutasi pada mtDNA, gangguan mekanisme fosforilasi oksidatif, serta kasus diabetes melitus yang disebabkan oleh mutasi pada mtDNA. Studi ini menunjukkan bahwa mutasi pada mtDNA dalam kompleks fosforilasi oksidatif (OXPHOS) berpengaruh pada mekanisme produksi ATP yang dibutuhkan pada sekresi insulin di sel β pankreas. Gangguan sekresi insulin ini menjadi salah satu penyebab keadaan hiperglikemia yang berujung penyakit diabetes.
Penentuan Jenis Senyawa Flavonoid pada Isolat Biji Kakao (Theobroma cacao L.) dalam Fraksi N-butanol dengan Aktivitas Antioksidan Tertinggi menggunakkan Metode Spektrofotometri UV-VIS Wardana, I Made Wisnu; Pramitha, Dewa Ayu Ika; Wibawa, Agung Ari Chandra; Sanjiwani, Ni Made Sukma
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.48577

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan flavonoid yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis senyawa flavonoid pada isolat biji kakao dalam fraksi n-butanol yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Sementara itu, pengujian penentuan jenis golongan senyawa flavonoid dilakukan secara kualitatif melalui metode pereaksi geser (NaOH 2M, NaOAc, H3BO3, AlCl3, dan HCl). Penentuan aktivitas antioksidan dilihat dari nilai AAI. Isolat 1 memperlihatkan nilai AAI sebesar 4,30±0,43 (sangat kuat), isolat 2 sebesar 3,75±0,23 (sangat kuat), isolat 3 sebesar 3,04±0,36 (sangat kuat) dan isolat 4 sebesar 1,35±0,05 (kuat). Hasil penentuan jenis flavonoid menggunakan pereaksi geser diperoleh hasil bahwa isolat 1 merupakan senyawa golongan flavanon atau dihidroflavonol dengan jenis 6,7-dihidroksi flavanon/ dihididroksi dihidroflavonol atau 7,8-dihidroksi flavanon/dihididroksi dihidroflavonol yang terdapat orto dihidroksi pada cincin A dan B.
Nanoenkapsulasi Hiptolida dari Hyptis pectinata (L.) Poit dengan Kitosan, Pektin, dan TPP menggunakan Metode Koaservasi Kompleks Nur'aini, Luthfiah Putri; Cahyono, Bambang; Wibowa, Pratama Jujur; Suzery, Meiny
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.50657

Abstract

Telah dilakukan enkapsulasi hiptolida dengan penyalut kitosan, pektin, dan tripolifosfat (TPP) menggunakan metode koaservasi kompleks. Proses enkapsulasi dibuat dalam bentuk empat formula: formula 1 kitosan (BM = 500 KDa) 1% dan pektin 0,05%; formula 2 kitosan (BM = 168 KDa) 1% dan pektin 0,05%; formula 3 kitosan (BM = 168 KDa) 1% dan pektin 0,05% yang disertai perlakuan sonikasi; formula 4 kitosan 0,04%, pektin 0,08%, dan TPP 0,01%. Karakterisasi ukuran partikel formula enkapsulasi menggunakan particle size analyzer (PSA), efisiensi enkapsulasi (EE) menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dan interaksi gugus fungsi hiptolida dalam masing-masing formula menggunakan spektrometer Raman. Hasil karakterisasi ukuran partikel formula 1 diperoleh 111,885 µm, formula 2 sebesar 118,389 µm, formula 3 sebesar 118,388 µm, dan formula 4 yaitu 20,578 nm, dengan efisiensi enkapsulasi 97,801%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa formula 4 dengan komposisi kitosan 0,04%, pektin 0,08%, dan TPP 0,01% merupakan formula optimum enkapsulasi hiptolida yang mampu membentuk nanopartikel berukuran 20,578 nm.
Studi in Silico Potensi Antikanker Senyawa Quercetin, Kaempferol, dan Pelargonidin terhadap Reseptor Histamin 1 Aini, Nur; Permana, Fendy Hardian; Zaenab, Siti; Fatmawati, Diani
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.49063

Abstract

Kanker menjadi permasalahan kesehatan dunia karena menyebabkan kematian dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan. Menurut The Global Cancer Observatory (2020) kasus kanker di Indonesia mencapai 6,89%. Pengobatan kanker dengan memblokir H1R (Histamine 1 Receptor) dengan antagonisnya berpotensi menurunkan proliferasi sel kanker. Senyawa flavonoid seperti quercetin, kaempferol dan pelargonidin dapat mereduksi dan berinteraksi dengan protein sehingga dapat dijadikan sebagai antagonis H1R antikanker. Studi in silico ini bertujuan mengetahui potensi senyawa quercetin, kaempferol dan pelargonidin terhadap H1R sebagai antikanker. Data senyawa quercetin, kaempferol dan pelargonidin dikumpulkan melalui database Pubchem dan struktur H1R dari database PDB dengan kode 3RZE. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan teknik analisis data berupa kuantitatif deskriptif berdasar nilai binding affinity dari proses penambatan molekuler melalui software Autodock tools 1.5.6, nilai ADME Lipinski’s Rule of Five dari webtools swissADME dan toksisitas dari webtools pkCSM. Interaksi ikatan senyawa pelargonidin, kaempferol, quercetin sebagai antagonis reseptor histamin 1 pada penambatan molekuler divisualisasikan menggunakan Discovery Studio 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya interaksi elektrostatik pada residu ASP107 yang  berperan penting sebagai antihistamin yang berpotensi memblokir H1R melalui mekanisme pensinyalan protein G sehingga aktivitas PKA menurun yang menyebabkan terganggunya invasi sel tumor. Selain itu, berdasarkan prediksi prinsip Lipinski’s Rule of Five menunjukkan adanya kemiripan obat oral  dan prediksi pkCSM tidak bersifat toksisitas. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8