cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Studi Potensi Senyawa Antioksidan dari Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) secara in Silico
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n3.49717

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah atau menghambat oksidasi molekul lain, yang pada makhluk hidup berperan dalam mempertahankan pertumbuhan dan metabolisme yang normal. Studi aktivitas antioksidan individual pada senyawa dari jeruk nipis telah dilakukan. Senyawa yang dipelajari difokuskan pada bergamottin, citropten dan asam klorogenat. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari hubungan antara struktur molekul dengan aktivitas antioksidannya melalui perhitungan secara kimia komputasi potensial ionisasi, electrodonating power, dan net electrophilicity. Seluruh perhitungan dilakukan menggunakan program komputasi Gaussian 09 Revision D.01, pada level teori APFD/6-31+G(d) pada keadaan muatan netral (deprotonasi, negatif), positif (netral), dan negatif (negatif dua). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa citropten dan asam klorogenat berpotensi sebagai antioksidan. Vitamin C, asam galat, dan asam klorogenat dalam keadaan terdeprotonasi memiliki sifat antioksidan yang lebih kuat daripada keadaan netral. Analisis ADMET menunjukkan bahwa bergamottin, citropten dan asam klorogenat mampu menghambat enzim sitokrom P450 sehingga dapat pula meningkatkan bioavailabilitas antioksidan, maka bergamottin, citropten dan asam klorogenat dapat pula berperan tidak langsung terhadap aktivitas antioksidan.
Nanoenkapsulasi Hiptolida dari Hyptis pectinata (L.) Poit dengan Kitosan, Pektin, dan TPP menggunakan Metode Koaservasi Kompleks Nur'aini, Luthfiah Putri; Cahyono, Bambang; Wibowa, Pratama Jujur; Suzery, Meiny
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.50657

Abstract

Telah dilakukan enkapsulasi hiptolida dengan penyalut kitosan, pektin, dan tripolifosfat (TPP) menggunakan metode koaservasi kompleks. Proses enkapsulasi dibuat dalam bentuk empat formula: formula 1 kitosan (BM = 500 KDa) 1% dan pektin 0,05%; formula 2 kitosan (BM = 168 KDa) 1% dan pektin 0,05%; formula 3 kitosan (BM = 168 KDa) 1% dan pektin 0,05% yang disertai perlakuan sonikasi; formula 4 kitosan 0,04%, pektin 0,08%, dan TPP 0,01%. Karakterisasi ukuran partikel formula enkapsulasi menggunakan particle size analyzer (PSA), efisiensi enkapsulasi (EE) menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dan interaksi gugus fungsi hiptolida dalam masing-masing formula menggunakan spektrometer Raman. Hasil karakterisasi ukuran partikel formula 1 diperoleh 111,885 µm, formula 2 sebesar 118,389 µm, formula 3 sebesar 118,388 µm, dan formula 4 yaitu 20,578 nm, dengan efisiensi enkapsulasi 97,801%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa formula 4 dengan komposisi kitosan 0,04%, pektin 0,08%, dan TPP 0,01% merupakan formula optimum enkapsulasi hiptolida yang mampu membentuk nanopartikel berukuran 20,578 nm.
TiO2-Activated Carbon Elaeis Guineensis Jacq Composite Degraded COD and BOD at Batua Raya Waterways Rasyid, Firnanelty; Chadijah, Sitti; Windasari, Windasari
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.48959

Abstract

Activated carbon is an important material for purification, adsorbent and catalyst in the chemical industry. This research has been carried out to determine the photocatalytic activity of the modified catalyst and adsorbent TiO2-activated carbon for reduce of COD and BOD of canal water. Carbon composite was successfully synthesized with mixture of two materials that have different physical and chemical properties. Modification TiO2 with porous material was carried out to determine the optimum mass and contact time for reduce COD and BOD in waterways using photocatalysis method. Activated carbon have made from oil palm bunches through the carbonization process. The composite was tested the optimum TiO2-activated carbon with a ratio of 2:0.4 g which was applied into canal water for 60 minutes. The result showed that COD value was 99.65% and BOD 94.44%. The result of SEM data image showed that activated carbon blocked TiO2 clotting and spread on activated carbon. So that TiO2-activated carbon composite can be used to reduce of COD and BOD level in waterways
Synthesis, Characterization, and BSLT Test of Pyrazoline and Pyrazole Compounds from Chalcone using Microwave Irradiation
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n2.47889

Abstract

Pyrazole is an organic compound, classified as an alkaloid, featuring a heterocyclic five-membered ring structure composed of three carbon atoms and two adjacent nitrogen atoms, forming an endocyclic double bond. Pyrazole has various biological activities, such as antibacterial, anticanc er, antiinflammatory, antidepressantion, and antioxidant. Pyrazole 2-(5-(4-chlorophenil)-1-phenil-1H-pyrazole-3il)phenol (TFP-2OH-4Cl) was synthesized via oxidative aromatization reaction of pyrazoline 2-(5-(4-chlorophenil)-1-phenil-4,5-dihydro-1H-pyrazole-3-il)phenol (PF-2OH-4Cl) with glacial acetic acid. Chalcone, pyrazoline, and pyrazole were synthesized using the microwave at 180 W at 85oC. The purity of the compounds was monitored on TLC plates, melting point, and HPLC analysis. The structure of synthesized compounds was confirmed by UV, FTIR, HNMR, and HRMS spectroscopic analyses. The yields obtained from synthesizing 2OHA-4ClBD, PF-2OH-4Cl, and TFP-2OH-4Cl compounds were 63.49%, 64.35 %, and 40.42 %. The cytotoxic activity of chalcone, pyrazoline, and pyrazole was evaluated by Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method with shrimp larvae (Artemia salina Leach). Pyrazoline PF-2OH-4Cl is non-toxic as LC50 260.016 µg/mL, while chalcone   2OHA-4ClBD and pyrazole TFP-2OH-4Cl showed high toxicity with LC50 2.874 and 5.584 µg/mL.
Studi in Silico Potensi Antikanker Senyawa Quercetin, Kaempferol, dan Pelargonidin terhadap Reseptor Histamin 1 Aini, Nur; Permana, Fendy Hardian; Zaenab, Siti; Fatmawati, Diani
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.49063

Abstract

Kanker menjadi permasalahan kesehatan dunia karena menyebabkan kematian dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan. Menurut The Global Cancer Observatory (2020) kasus kanker di Indonesia mencapai 6,89%. Pengobatan kanker dengan memblokir H1R (Histamine 1 Receptor) dengan antagonisnya berpotensi menurunkan proliferasi sel kanker. Senyawa flavonoid seperti quercetin, kaempferol dan pelargonidin dapat mereduksi dan berinteraksi dengan protein sehingga dapat dijadikan sebagai antagonis H1R antikanker. Studi in silico ini bertujuan mengetahui potensi senyawa quercetin, kaempferol dan pelargonidin terhadap H1R sebagai antikanker. Data senyawa quercetin, kaempferol dan pelargonidin dikumpulkan melalui database Pubchem dan struktur H1R dari database PDB dengan kode 3RZE. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan teknik analisis data berupa kuantitatif deskriptif berdasar nilai binding affinity dari proses penambatan molekuler melalui software Autodock tools 1.5.6, nilai ADME Lipinski’s Rule of Five dari webtools swissADME dan toksisitas dari webtools pkCSM. Interaksi ikatan senyawa pelargonidin, kaempferol, quercetin sebagai antagonis reseptor histamin 1 pada penambatan molekuler divisualisasikan menggunakan Discovery Studio 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya interaksi elektrostatik pada residu ASP107 yang  berperan penting sebagai antihistamin yang berpotensi memblokir H1R melalui mekanisme pensinyalan protein G sehingga aktivitas PKA menurun yang menyebabkan terganggunya invasi sel tumor. Selain itu, berdasarkan prediksi prinsip Lipinski’s Rule of Five menunjukkan adanya kemiripan obat oral  dan prediksi pkCSM tidak bersifat toksisitas. 
Development of Photo Electrocatalytic Chemical Oxygen Demand Design (PECOD) Sensor using Highly Ordered Titanium Dioxide Nanotube Arrays Electrodes Utami, Chichi Amne; Syauqi, Muhammad Iqbal; Ningsih, Sherly Kasuma Warda; Wibowo, Rahmat; Gunlazuardi, Jarnuzi
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n3.49333

Abstract

Population growth, industrialization, and the need to ensure water quality have fostered the demand for analytical methods and tools to determine one of the important values of water quality standards. The oxygen demand of a given water matrix provides valuable information about the presence of organic compounds in a sample. The TiO2-based photoelectrocatalytic COD (PECOD) method offers a faster, more efficient, and more accurate alternative than conventional methods. Highly ordered TiO2 nanotube arrays (HOTNAs) were synthesized by anodizing titanium metal at 45V for 2 hours. HOTNAs/FTO photoanodes are used to oxidize organic compounds in water. HOTNAs/FTO photoanode has a bandgap of 3.4eV and a current density of 0.29 mA/cm2. Environmental samples were tested with the PeCOD sensor using glucose and mixed compound addition standards method. Water samples taken from local small ponds, namely Danau Kenanga, Danau Agathis, and typical wastewater of Laundry activity reveal COD values of 15,4659 to 15,9571 mg/L O2; 19,0500 to 19,6179 mg/LO2; 445,2336 to 449,7830 mg/L O2; respectively. The developed PECOD sensor performed well and provided analytical results that were not much different from conventional methods, with an error percentage below 10%.
Deteksi Mekanisme Efflux Pump Pada Resistensi Bakteri Staphylococcus haemolyticus, Sampel Pus Klinis Rumah Sakit Pekanbaru Wardana, Rexi Dwi; Savira, Maya; Anggraini, Dewi; Amalia, Aisyah Sabrina; Nurulita, Yuana
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n3.52038

Abstract

Infeksi adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen seperti bakteri. Salah satu jenis infeksi yaitu infeksi kulit dan jaringan lunak yang umumnya disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan menyebabkan pembentukan pus. Saat ini, telah dilaporkan bahwa kasus spesies CoNS (Coagulase Negative Staphylococcus) seperti Staphylococcus haemolyticus sebagai penyebab infeksi, mengalami peningkatan. Selain itu, spesies ini juga diketahui telah mengalami resistensi terhadap beberapa golongan antibiotik. Dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi isolat bakteri klinis dari sampel pus agar yang dilakukan dengan identifikasi mikrobiologi (kultur isolat, pewarnaan Gram dan uji biokimia) pada bakteri patogen (Isolat 3887), dan dilanjutkan dengan identifikasi molekuler, antara lain ekstraksi DNA kromoson dan plasmid, amplifikasi gen 16S rRNA, sekuensing dan analisis bioinformatik menggunakan BioEdit, BLAST dan filogenetika. Uji suseptibilitas terhadap 25 jenis antibiotik dan deteksi gen resisten clindamycin (ermA, ermB, ermC dan msrA) dan cefazolin (blaTEM-1, blaSHV dan blaOXA-1) dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan mekanisme resistensi bakteri patogen. Berdasarkan hasil identifikasi mikrobiologi dan molekuler, isolat 3887 merupakan CoNS dengan strain Staphylococcus haemolyticus. Isolat 3887 resisten terhadap 12 dari 25 antibiotik yang diuji dan memiliki fenotipe resisten tertinggi terhadap clindamycin dan cefazolin. Hasil uji deteksi gen resisten clindamycin dan cefazolin menunjukkan hanya gen msrA yang terdeteksi baik pada kromosom dan plasmid isolat 3887 yang menunjukkan bahwa mekanisme resistensi melalui efflux pump.
In Silico-Predicted Cytokeratin Fragment 21-1 (Cyfra 21-1) Immunogenic Epitopes for The Early Detection of Nasopharyngeal Carcinoma Depamede, Brian Umbu Rezi; Alisjahbana, Bachti; Depamede, Sulaiman Ngongu; Hafidhoh, Sanny; Nururrohmah, Siti; Tryawan, Ilham Ngongu; Yusuf, Muhammad
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n3.51749

Abstract

Nasopharyngeal Carcinoma, an aggressive cancer in the head and neck region is mostly diagnosed at an advanced stage and thus has a poor prognosis. Cytokeratin Fragment 21-1 (CYFRA 21-1) is one of the oncomarkers discovered in saliva. For developing a diagnostic kit, CYFRA 21-1 antibodies and immunogens are needed. Natural CYFRA 21-1 immunogen is difficult to obtain, so it must be made in-silico using bioinformatics. We aim to predict CYFRA 21-1 immunogenic epitope to produce antibodies polyclonal against CYFRA 21-1, which can be used to develop NPC diagnostics. The immunogenic epitopes were predicted and chosen based on antigenicity, surface accessibility, and hydrophilicity, then characteristic was analyzed and evaluated. The epitope candidates were compared with other saliva protein biomarkers to find if there were cross-reactions. CYFRA 21-1 consists of 57 amino acids, where two immunogenic epitopes (C3 and D2) were chosen. The Ramachandran Plot of both epitopes shows that 100% of the amino acids were in the favoured area. Epitopes C3 and D2 have no cross-reaction with other protein biomarkers. The predicted immunogenic epitopes have the potential as antigen to produce antibodies for developing saliva-based immunodiagnostics to early diagnose NPC patients.
Antioxidant Testing and Identification of Bioactive Compounds in Ethanol Extract of Propolis from Various Locations in Indonesia using LCMS-QTOF Mulyati, Ade Heri; Alawiyah, Hanis; Marom, Muhamad Fathul; Warnasih, Siti
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n3.53081

Abstract

Propolis produced by Trigona sp. stingless bees contains various bioactive substances including alkaloids, flavonoids, polyphenols, saponins, steroids, and terpenoids. The geographical origin of propolis production can influence its composition of secondary metabolites. This study aimed to qualitatively analyze ethanol extracts of propolis from Bintan, Lampung, and Makassar, and evaluate their phenolic and flavonoid contents, as well as antioxidant activities. The extraction method employed kinetic maceration with continuous stirring over 24 hours, using 70% ethanol as the solvent. Additionally, antioxidant activity was assessed using the DPPH method. The qualitative phytochemical analysis revealed that all three ethanol extracts contained alkaloids, flavonoids, and polyphenols. Saponin compounds were uniquely identified in the Makassar ethanol extract. Furthermore, antioxidant activity tests indicated significant potential in all three propolis extracts. These findings highlight the potential of Trigona sp. Stingless bee propolis as a valuable source of bioactive compounds beneficial for human health.
Formulasi Sediaan Hair Tonic dari Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Dan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) Sjamsiah, Sjamsiah; Andriani, Titik; Irmawati, Ekha; Ramadani, Kurnia
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n3.49604

Abstract

Sediaan penumbuh rambut alami telah menjadi pilihan paling populer karena diolah dari berbagai bahan alami dan mempunyai banyak manfaat dan efek samping yang relatif kecil. Tanaman obat seperti daun sirsak dan lidah buaya merupakan bahan-bahan alami yang dapat digunakan dalam pembuatan sediaan tonik rambut alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik tonik rambut dari berbagai ekstrak dan untuk mengetahui pengaruh ekstrak tonik rambut kombinasi ekstrak daun sirsak lidah buaya terhadap efektivitas pertumbuhan rambut pada hewan uji kelinci dengan menggunakan metode uji organoleptik, homogenitas, uji pH, uji berat jenis, uji viskositas dan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik tonik rambut daun sirsak dan lidah buaya berwarna ‘dark olive’ dan bening, berbau khas ekstrak daun sirsak, cair, dan memiliki rasa sejuk pada kulit. Memiliki pH 5-6 dengan berat dosis berkisar antara 0,9519-0,9777 gr/cm3 dan viskositas 0,81-1,11 cPs. Tonik rambut juga memiliki efektivitas yang cukup pada pertumbuhan rambut pada kelinci, di mana persiapan terbaik ditemukan dalam persiapan F2, rasio kombinasi ekstrak adalah 2:1 dengan panjang pertumbuhan rambut rata-rata 0,93 cm.