cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
Nitrogen Determination in Leaves Palm Oil using The San++ Scalar Continuous Flow Analyzer Following Wet Digestion with 50ml Dilution Sulfuric Acid: Testing and Validation Umar, Wakhid Khoirul; Arwendah, Helen; Sustiyani, Etik
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n3.48210

Abstract

Pengaruh Perlit sebagai Adsorben pada Adsorpsi Zat Warna Metilen Biru Utami, Mardiana Rimba; Riyani, Kapti; Setyaningtyas, Tien
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.47170

Abstract

Aktivitas industri di zaman modern yang berkembang pesat dapat menyebabkan permasalahan lingkungan. Hal ini dikarenakan bertambahnya jumlah limbah yang dihasilkan akibat peningkatan produksi. Limbah zat warna tanpa pengolahan dapat menghambat penetrasi cahaya matahari, aktivitas fotosintesis, dan pertumbuhan biota air. Salah satu limbah zat warna yang sering ditemukan adalah metilen biru. Pengolahan zat warna metilen biru dapat menggunakan metode adsorpsi yang praktis, mudah dilakukan dengan biaya rendah. Penelitian ini menunjukkan aktivitas adsorpsi terbaik metilen biru oleh adsorben perlit terhadap parameter pH, waktu kontak, serta penentuan kinetika dan isoterm adsorpsi. Aktivitas terbaik perlit dalam mengadsorpsi metilen biru adalah pada pH 9 dengan waktu kontak 180 menit yang menghasilkan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 3,873 mg/g. Kinetika adsorpsi yang digunakan mengikuti model pseudo orde dua dengan nilai k dan q berturut-turut sebesar 0,0055 g/(mg×menit-1) dan 3,3102 mg/g, sedangkan isoterm adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dengan nilai qmaks dan KL berturut-turut sebesar 3,873 mg/g dan 0,5822 L/mg.
Prediksi Epitop Sel T Sitotoksik dari Protein Selubung Virus Dengue melalui Pendekatan Imunoinformatika sebagai Kandidat Vaksin Dengue Berbasis Peptida Mony, Siti Rasnawati; Yusuf, Muhammad; Subroto, Toto; Widayat, Wahyu; Syani, Mamay
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.45400

Abstract

Infeksi virus dengue (DENV) menjadi ancaman kesehatan global yang terus mengalami peningkatan kasus pada setiap tahun terutama pada musim penghujan, di daerah beriklim tropis maupun subtropis. Vaksin dengue yang tersedia saat ini berbahan dasar virus yang dilemahkan dinilai memiliki potensi antibody-dependent enhancement (ADE) yang memicu terbentuknya badai sitokin, berujung pada kondisi imunopatogenik. Melalui pendekatan imunoinformatika, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peptida sebagai epitop potensial dari protein selubung DENV serotipe 1-4 yang dapat berinteraksi dengan salah satu HLA dominan dan paling banyak dipelajari yaitu HLA-A*02:01, serta HLA-A*24:02 dan HLA-A*24:07, keduanya merupakan HLA kelas I yang paling dominan di populasi Indonesia. Sebanyak 43 protein selubung DENV disejajarkan dan diamati nilai entropi untuk memilih satu urutan residu dari setiap serotipe DENV yang lestari. Penyaringan imunoinformatika dilanjutkan sampai mendapatkan peptida yang memenuhi kriteria seleksi epitop sebagai kandidat epitop vaksin dengue yaitu bersifat antigenik, tidak homolog dengan protein manusia, bukan alergen, dan tidak toksik. Didapatkan 20 peptida memenuhi kriteria diantaranya 10/20 untuk HLA-A*02:01 serta 4/17 dan 6/17 yang mengikat HLA-A*24:02 dan HLA-A*24:07 secara berurutan. Penelitian ini merupakan awal dalam perancangan vaksin peptida dengue yang masih harus dilanjutkan dan dibuktikan secara in silico dengan melihat interaksi molekuler tiga dimensi antara kandidat epitop dengan masing – masing alel.
Review: Mutasi pada DNA Mitokondria dan Pengaruhnya terhadap Diabetes Melitus Tipe 2 dan Kompleks Forforilasi Oksidatif Azizah, Mamlikatu Ilmi; Mulyani, Rahmaniar; Hartati, Yeni Wahyuni; Maksum, Iman Permana
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.49970

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah akibat ketidakmampuan pankreas dalam mensekresikan insulin atau tidak bekerjanya reseptor insulin. Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, metabolisme, dan lingkungan yang berinteraksi satu sama lain dan berkontribusi dalam gangguan mekanisme kerja insulin. Studi ini mengulas tentang mutasi pada DNA mitokondria (mtDNA) serta mekanisme molekuler dan jalur yang terlibat dalam metabolisme insulin dan fosforilasi oksidatif serta kaitannya terhadap DMT2. Metode yang dilakukan dalam studi ini adalah penelusuran pustaka menggunakan basis data elektronik seperti Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed dengan kata kunci yang berhubungan dengan diabetes melitus, mutasi pada mtDNA, gangguan mekanisme fosforilasi oksidatif, serta kasus diabetes melitus yang disebabkan oleh mutasi pada mtDNA. Studi ini menunjukkan bahwa mutasi pada mtDNA dalam kompleks fosforilasi oksidatif (OXPHOS) berpengaruh pada mekanisme produksi ATP yang dibutuhkan pada sekresi insulin di sel β pankreas. Gangguan sekresi insulin ini menjadi salah satu penyebab keadaan hiperglikemia yang berujung penyakit diabetes.
Identifikasi Senyawa Aktif Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) sebagai Kandidat Antikanker Melalui Studi In Silico terhadap Reseptor Lymphocyte-Specific Protein Tyrosine Kinase Maharani, Devita Salsa; Redjeki, Sarah Gustia; Emamia, Evelyn Stepania; Mulyadi, Ananda Putri Aulia; Nurviana, Destawesty; Aulifa, Diah Lia; Amirah, Siti Rafa; Karim, Bilqisti Kanzabila
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.49427

Abstract

Curcuma longa L. dapat meningkatkan efek agen kemoterapi dalam pengobatan kanker kolorektal. Kanker kolorektal diekspresikan oleh peningkatan Lck pada sel epitel kolon. Perancangan obat dengan aktivitas sebagai inhibitor Lck dapat menjadi strategi penting untuk mengobati kanker kolorektal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi aktivitas senyawa aktif yang terkandung dalam rimpang kunyit terhadap reseptor Lck melalui studi in silico metode penambatan molekuler sebagai kandidat obat antikanker, khususnya kanker kolorektal. Studi ini dilakukan dengan cara simulasi penambatan molekuler dengan AutoDock Tools-1.5.6., prediksi Lipinski dengan LigandScout, dan ADMET dengan PreADMET. Senyawa bidesmetoksikurkumin memiliki nilai ∆G sebesar -6,36 kkal/mol, konstanta inhibisi 13.71 µM dan interaksi dengan asam amino GLU317 dan MET319. Nilai HIA (Human Intestinal Absorption) dan Caco2 adalah 93,750% dan 21,402 nm/detik dengan nilai PPB (Plasma Protein Binding) dan BBB (Brain-blood Barrier) adalah 93,826% dan 0,785. Senyawa ini tidak bersifat mutagen namun karsinogen, serta memenuhi aturan Lipinski. Senyawa bidesmetoksikurkumin dapat dijadikan sebagai lead compound yang memiliki aktivitas terhadap reseptor Lck sebagai kandidat obat antikanker kolorektal.
Perbandingan Kadar Magnesium pada Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menggunakan Metode Spektrofotometri dan Kompleksometri
Chimica et Natura Acta Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v11.n3.48122

Abstract

Magnesium (Mg) merupakan salah satu mineral penting dalam tubuh yang memiliki fungsi memelihara kesehatan jantung, tulang, mengatur kadar gula darah hingga membantu mengatasi stres. Kebutuhan magnesium diantaranya dapat dipenuhi melalui Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaaan kadar magnesium pada AMDK menggunakan metode spektrofotometri dan kompleksometri. Melalui perbandingan kedua metode tersebut dapat diketahui aplikasi metode yang lebih praktis dan efisien. Penentuan magnesium secara spektrofotometri dilakukan dengan mengukur terbentuknya senyawa kompleks Mg-EBT menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang maksimum 530 nm. Hasil penelitian kadar magnesium pada AMDK metode spektrofotometri didapatkan kadar antara 1,5-19,45 mg/L, sedangkan dengan metode kompleksometri didapatkan kadar magnesium 2,17-14,35 mg/L. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Uji paired sample T-Test disimpulkan bahwa rata-rata kadar magnesium pada AMDK dari kedua metode tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Metode spektrofotometri lebih mudah dan cepat dibandingkan kompleksometri yang membutuhkan banyak bahan, banyak tahapan dan membutuhkan waktu relatif lama.
Penentuan Jenis Senyawa Flavonoid pada Isolat Biji Kakao (Theobroma cacao L.) dalam Fraksi N-butanol dengan Aktivitas Antioksidan Tertinggi menggunakkan Metode Spektrofotometri UV-VIS Wardana, I Made Wisnu; Pramitha, Dewa Ayu Ika; Wibawa, Agung Ari Chandra; Sanjiwani, Ni Made Sukma
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n2.48577

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan flavonoid yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis senyawa flavonoid pada isolat biji kakao dalam fraksi n-butanol yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Sementara itu, pengujian penentuan jenis golongan senyawa flavonoid dilakukan secara kualitatif melalui metode pereaksi geser (NaOH 2M, NaOAc, H3BO3, AlCl3, dan HCl). Penentuan aktivitas antioksidan dilihat dari nilai AAI. Isolat 1 memperlihatkan nilai AAI sebesar 4,30±0,43 (sangat kuat), isolat 2 sebesar 3,75±0,23 (sangat kuat), isolat 3 sebesar 3,04±0,36 (sangat kuat) dan isolat 4 sebesar 1,35±0,05 (kuat). Hasil penentuan jenis flavonoid menggunakan pereaksi geser diperoleh hasil bahwa isolat 1 merupakan senyawa golongan flavanon atau dihidroflavonol dengan jenis 6,7-dihidroksi flavanon/ dihididroksi dihidroflavonol atau 7,8-dihidroksi flavanon/dihididroksi dihidroflavonol yang terdapat orto dihidroksi pada cincin A dan B.
Sintesis Karbon Aktif Magnetik dari Tempurung Kelapa menggunakan Aktivator Soda Kue dengan Variasi Perbandingan Massa Karbon Aktif dan Oksida Besi Suryani, Elma; Destiarti, Lia; Nurlina, Nurlina
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.42382

Abstract

Tempurung kelapa mengandung lignin, selulosa, dan hemiselulosa, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karbon aktif (KA) dan karbon aktif magnetik (KAM) yang dibuat dengan variasi massa karbon aktif :oksida besi (KA:OB) 1:1, 2:1 dan 3:2 serta uji kinerjanya dalam mengadsorpsi ion Pb(II). Tahapan penelitian dimulai dari pirolisis tempurung kelapa (t=2 jam, T=230oC) hingga menjadi karbon selanjutnya diaktivasi dengan larutan natrium bikarbonat (soda kue) 4% dengan perendaman 24 jam menghasilkan KA. Karbon aktif disintesis menjadi KAM dengan metode kopresipitasi refluks pada suhu 70°C dengan mencampurkan larutan besi FeCl3 dan FeSO4 (rasio molar 2:1), dengan penambahan larutan NaOH 5M. Material KAM dikarakterisasi menggunakan FTIR, kemudian diuji kemampuan adsorpsinya terhadap ion Pb(II). Hasil uji kadar air, kadar abu, serapan iodin dan methylene blue KA berturut-turut sebesar 10,85%; 6,48%, dan 676,7916 mg/g, memenuhi SNI No. 06-3730-1995. Analisis FTIR KAM menunjukan puncak khas Fe-O pada bilangan gelombang 546,54 cm-1 (KAM 1:1), 406,38 cm-1 (KAM 2:1) dan 406,78 cm-1 (KAM 3:2). Adsorpsi ion Pb(II) oleh KAM 2:1 memberikan efektivitas adsorpsi 98,444 % mengikuti model isoterm Jovanovich.
The Role of Transforming Growth Factor-Beta, Fibroblast Growth Factor, Platelet-derived Growth Factor, Epidermal Growth Factor, Insulin-like Growth Factor, Vascular Endothelial Growth Factor, and Sonic Hedgehog in the Non-syndromic cleft lip with or without cleft palate development: A Scoping Review Ullah, Irfan; Khan, Muhammad Salman; Nasroen, Saskia Lenggogeni; Maskoen, Ani Melani; Sarilita, Erli
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n3.51493

Abstract

Non-syndromic cleft lip with or without cleft palate (NSCLP) birth defect, it imposes an enormous stress on society and requires nutrition, dental, speech, behavioural, and surgical therapies. The NSCLP multifactorial aetiology, including the environment and genetic factors. The environment and genetic factors affect the cellular mechanism, cell proliferation, cell differentiation, and cell migration and signalling pathways. Genetic growth factors including Transforming Growth Factor-Beta (TGF-β), Fibroblast Growth factors (FGFs), Platelet-derived Growth factors (PDGFs), Epidermal Growth factor (EGF), Insulin-like growth factors (IGF), Vascular Endothelial Growth factor (VEGF), Sonic Hedgehog (SHH). The study aims to understand the role of the growth factors “TGF-β, FGFs, PDGFs, EGF, IGF, VEGF, and SHH” in NSCLP development. Preferential Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses (PRISMA) standards were followed when performing this scoping review. The 942 articles were extracted, and the following inclusion and exclusive criteria 43 articles were eligible for review. Twenty-seven studies identify 26 genes and 25 single-nucleotide polymorphisms (SNPs)/variants of the growth factors that are a significant risk for NSCLP development. In conclusion, the analysis of diverse populations and growth factors including TGF-β, FGFs, PDGFs, EGF, IGF, VEGF, and SHH were associated with NSCLP. The growth factors were involved in the cellular mechanism, cell proliferation, cell differentiation cell migration and signalling pathways that lead to the pathogenesis of NSCLP.
Pemanfaatan Zeolit Alam Bayah sebagai Katalisator Biodiesel dan Turunannya dan Adsorben Ammonium: Pengaruh Pretreatment Nuryoto, Nuryoto; Rahmayetty, Rahmayetty
Chimica et Natura Acta Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v12.n1.48601

Abstract

Katalisator dan adsorben seringkali digunakan di dalam sistem proses yang ada di industri, dalam rangka mendapatkan sistem proses yang efektif dan efisien. Penelitian ini mencoba melakukana kajian literatur guna mengetahui tingkat keefektivitasan penggunaan zeolit alam Bayah-Banten sebagai katalisator atau adsorben. Hal ini dilakukan karena zeolit alam bayah dari segi kuantitas sangat melimpah, tetapi pemanfaatannya masih sangat rendah khususnya di bidang industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perlakuan awal yang dilakukan terhadap zeolit alam bayah (ZAB) terhadap performanya sebagai katalisator pada reaksi biodiesel dan turunannya (sintesis triacetin dan solketal), serta adsorben pada proses penjerapan ammonium di dalam air.  Harapannya dengan ditulisnya artikel ini dapat memberikan informasi terkait kelebihan dan kekurangan dari zeolit alam bayah, sehingga dapat dijadikan informasi awal guna perbaikan atau mengadopsi metode yang telah diterapkan oleh peneliti sebelumnya yang dianggap baik ketika ingin digunakan sebagai katalisator maupun adsorben alternatif ke depan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perlakuan awal yang dilakukan terhadap ZAB berdampak positif terhadap perannya sebagai katalisator pada sintesis biodiesel dan turunannya (pada sintesis triacetin dan solketal), dan sebagai adsorben dalam mereduksi ammonium di dalam air dengan tingkat persentase konversi reaktan dan persentase penjerapan yang tinggi.