cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
Perbedaan Kasus Covid-19 pada Masa Lockdown dan New Normal di Indonesia Susanto, Nugroho
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 3 (2021): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62889

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 berdampak pada peningkatan angka kesakitan dan kematian di sejumlah negara. Kasus terkonfirmasi COVID-19 yang tercatat 414.179 dengan 18.440 angka kematian (CFR 4,4%) dilaporkan di 192 negara. Adanya penerapan kebijakan lockdown pada Maret-Mei 2020 dan new normal di Juni 2020 berdampak pada perbedaan kasus di kedua periode tersebut.Tujuan: Mengetahui perbedaan kasus terkonfirmasi, angka kematian, dan case fatality rate (CFR) COVID-19 antara masa lockdown dan new normal di Indonesia.Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan cross-sectional disertai telaah dokumen online. Penelitian ini mengidentifikasi kasus COVID-19 selama 156 hari yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan RI melalui laman https://covid19.kemkes.go.id/. Pengumpulan data dilakukan dari Maret−Agustus 2020. Analisis data menggunakan uji independent t test dengan confidence interval 95% (α = 0,05)Hasil: Rerata kasus terkonfirmasi dan kematian akibat COVID-19 lebih tinggi pada saat new normal dibanding saat lockdown, yaitu 338,6±213,1; 1483,7±485,7 dan 20,7±14,1; 58,9±21,9, sedangkan case fatalty rate lebih rendah pada new normal dibanding lockdown (0,04±0,01; 0,08±0,07). Terdapat perbedaan yang signifikan pada kasus terkonfirmasi (p = 0,000), angka kematian (p = 0,000), dan case fatalty rate COVID-19 (p = 0,000) antara masa pemberlakuan lockdown dan new normal.Kesimpulan: Meskipun rerata kasus terkonfirmasi dan kematian lebih tinggi di masa new normal, rerata fatalitas kematiannya lebih rendah.
Pengaruh Terapi Bekam terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi: Studi Quasy Eksperimental Nuridah, Nuridah; Yodang, Yodang
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 1 (2021): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62909

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi sebagai penyakit tidak menular saat ini sangat meningkat dan merupakan penyakit pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya kematian mendadak sehingga penyakit ini dikenal sebagai silent killer. Meningkatnya persentase ketidakpatuhan meminum obat hipertensi disebabkan berbagai alasan dan hal ini membuat banyaknya pengobatan non-farmakologi yang bersifat alternatif dan komplementer yang bermunculan, salah satunya adalah terapi bekam.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam basah pada penderita hipertensi dalam menurunkan tekanan darah.Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan pendekatan Control Group Design pre-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kolaka yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Instrumen dilakukan dengan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan alat pengukuran tekanan darah dan data dianalisis dengan menggunakan uji friedman test.Hasil: Setelah dilakukan pembekaman basah selama tiga bulan berturut-turut, tekanan darah sistole dan diastole mengalami penurunan secara signifikan pada kelompok intervensi sebesar 0,000 (p< 0,05) dan kelompok kontrol (p>0,05) sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata tekanan darah pada ketiga interval waktu pengukuran pada kelompok intervensi.Kesimpulan: Terapi bekam memiliki pengaruh dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Tidur Pasien Lanjut Usia dengan Penyakit Kronis Harisa, Akbar; Syahrul, Syahrul; Yodang, Yodang; Abady, Restu; Bas, Abdul Gani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.62916

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kronis merupakan isu terkait kesehatan yang lazim ditemukan pada lansia yang dapat meningkatkan tingkat morbiditas dan mortalitas pasien lansia. Kualitas tidur pasien lansia dengan penyakit kronis dapat terganggu dan dapat menimbulkan efek buruk terhadap status kesehatan. Tujuan: Menganalisis kualitas tidur beserta determinannya pada pasien lanjut usia dengan penyakit kronis di RS Unhas Makassar. Metode: Penelitian ini dilakukan secara deskriptif analitik dengan metode survey cross-sectional pada pasien lanjut usia yang terdiagnosis penyakit kronis dan sedang dalam Perawatan di RS Unhas Makassarsebanyak 40 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji Mann-whitney. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh antara jumlah komorbit yang dimiliki, lama penyakit yang diderita, penggunaan obat-obatan serta status psikologis terhadap kualitas tidur pada usia lanjut. Satu-satunya risiko yang berpengaruh terhadap kualitas tidur pada penelitian ini adalah jenis kelamin dengan p value 0,049. Kualitas tidur yang buruk lebih sering terjadi ada lansia berjenis kelamin laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Kesimpulan: Jenis kelamin merupakan prediktor terhadap kualitas tidur lansia, sedangkan faktor lainnya tidak menunjukkan signifikansinya. Untuk penelitian selanjutnya, maka penelitian dengan penetapan kriteria sampel yang lebih selektif serta melibatkan jumlah responden yang lebih besar sangat dibutuhkan.
Implementasi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) berbasis dalam Jaringan selama Pandemi Coronavirus Disease-19 Herlambang, Penggalih Mahardika; Yana, Dian Rudy; Riambodo, Rido Muid; Sudaryanto, Sudaryanto
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 2 (2021): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.63402

Abstract

Latar Belakang: Kebijakan Study from Home (SfH) dan Work from Home (WfH) selama pandemi Coronavirus Disease-19 (Covid-19) berdampak pada proses pendidikan mahasiswa kedokteran, salah satunya dalam penyelenggaraan evaluasi keterampilan klinis atau Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Diperlukan sebuah model OSCE berbasis dalam jaringan (daring) agar uji kompetensi tetap berjalan dengan optimal.Tujuan: Mengembangkan model OSCE berbasis daring yang disesuaikan pada kondisi pandemi Covid-19.Metode: Metode observasional deskriptif digunakan melalui dua tahapan. Tahapan pertama meliputi proses pelaksanaan OSCE berbasis daring. Tahap kedua adalah evaluasi pelaksanaan melalui survei kuesioner online kepada 149 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim yang mengikuti OSCE berbasis daring  pada periode Agustus 2020.Hasil: Proses pelaksanaan OSCE berbasis daring meliputi tahap pra-OSCE, OSCE, dan pasca-OSCE. Pada evaluasi selama  pra-OSCE, 79,5% mahasiswa menyebutkan bahwa sarana telah dipersiapkan dengan baik dan 46,1% menyebutkan bahwa informasi yang disampaikan saat technical meeting jelas. Pada tahap pelaksanaan,  91,3% mahasiswa  menyebutkan soal OSCE jelas, 65,9% memiliki koneksi internet dan komunikasi berjalan lancar, 53% menyebutkan dukungan technical support baik, dan 88% menyatakan waktu pengerjaan cukup.Kesimpulan: Pelaksanaan OSCE berbasis daring dapat diimplementasikan. Meskipun demikian, dukungan teknis dan persiapan yang matang diperlukan sehingga dalam pelaksanaannya tetap berlangsung secara efektif.
Perbandingan Skoring Kualitas Hidup Pasien Kanker Menggunakan EORTC QLQ-C30 Dengan FACT-G: Telaah Literatur Gayatri, Dewi; Wardhani, Cynthia Tri; Nuraini, Tuti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.64393

Abstract

Latar Belakang: Kanker merupakan penyakit yang dapat memberikan efek negatif pada fungsi tubuh sehingga memengaruhi kualitas hidup. Pengukuran kualitas hidup dapat menggunakan berbagai instrumen.Tujuan: Menelaah hasil penelitian mengenai perbandingan skoring kualitas hidup pasien kanker dengan menggunakan EORTC QLQ-C30 dan FACT-G.Metode: Literature review dengan PRISMA checklist sebagai protokol. Analisis bias menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal. Pencarian artikel dilakukan Mei-Juli 2020, dengan menggunakan database ClinicalKey, EBSCOhost, Google scholar, ProQuest, dan PubMed. Dari 1.194 artikel yang ditemukan, sebanyak 17 artikel sesuai kriteria inklusi.Hasil: Skor kualitas hidup pada instrumen QoL FACT-G lebih tinggi dibandingkan dengan EORTC QLQ-C30. Selain itu, pada dimensi kualitas hidup dan fisik menunjukkan hubungan yang kuat (r= 0,54—0,76), tetapi lemah pada dimensi sosial (r = 0,00—0,130).Kesimpulan: Penelitian ini merekomendasikan FACT-G sebagai instrumen yang mengukur kualitas hidup secara holistik serta berfokus pada psikososial.
Pemanfaatan Multiplex Nested Polymerase Chain Reaction untuk Deteksi Patogen Penyebab Infeksi Kongenital Naully, Patricia Gita; Septriliyana, R. Noucie
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.64469

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi di Kabupaten Bandung adalah infeksi kongenital seperti Toxoplasma gondii, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes Simplex Virus (HSV). Untuk menurunkan angka tersebut dibutuhkan metode deteksi yang sensitif dan spesifik. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah multiplex nestedPolymerase Chain Reaction (PCR).Tujuan: Mendeteksi T. gondii, CMV, dan HSV pada wanita hamil di Klinik Praktek Mandiri Bidan Anna Rohanah Kabupaten Bandung dengan metode multiplex nested PCR.Metode: Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang. Gen B1 dari T. gondii, MIEA dari CMV, dan Glikoprotein D dari HSV diamplifikasi menggunakan primer spesifik. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif.Hasil: Dari 42 orang wanita hamil, terdapat 3 orang (7,14%) yang terinfeksi T. gondii dan 1 orang (2,38%) yang mengalami koinfeksi CMV – HSV. Dua dari tiga wanita hamil dengan toxoplasmosis tidak menunjukkan gejala sedangkan wanita dengan koinfeksi CMV - HSV mengalami keputihan, sakit buang air kecil, gatal pada area genital, dan terdapat bintil pada mulutnya.Kesimpulan: Metode multiplex nested PCR berhasil digunakan untuk mendeteksi infeksi T. gondii pada 3 orang wanita hamil dan koinfeksi CMV – HSV pada 1 orang wanita hamil di Klinik Praktek Mandiri Bidan Anna Rohanah Kabupaten Bandung.   
Kepatuhan Orang Tua dalam Membawa Penderita Thalassemia untuk Menjalani Transfusi Darah selama Pandemi COVID-19 Purwoko, Mitayani; Mundijo, Trisnawati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 3 (2021): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.65847

Abstract

Latar Belakang: Pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 di awal tahun 2020 menyebabkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang. Hal ini kemungkinan memengaruhi kesempatan penderita thalassemia untuk melakukan kontrol teratur dan mendapat transfusi darah karena rumah sakit rujukan thalassemia sebagian besar terletak di Kota Palembang.Tujuan: Untuk mengetahui kepatuhan penderita thalassemia dalam melakukan transfusi selama pandemi COVID-19 dan faktor-faktor yang memengaruhinya.Metode: Penelitian dengan desain cross-sectional ini dilakukan di Yayasan Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Kota Palembang. Populasi target dalam penelitian ini adalah orang tua dari pasien penderita thalassemia. Besar sampel adalah 77 orang. Responden diminta mengisi kuesioner tentang pengetahuan dan perilaku. Data dianalisis dengan uji chi square.Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa kepatuhan penderita thalassemia dalam melakukan transfusi darah selama masa pandemi COVID-19 masih baik (74,0%). Hasil uji bivariat diketahui bahwa kepatuhan tidak dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan orang tua mengenai COVID-19, usia orang tua, jenis kelamin orang tua, pekerjaan orang tua, dan pendidikan orang tua.Kesimpulan: Kepatuhan penderita thalassemia dalam melakukan transfusi selama masa pandemi COVID-19 tetap baik.
Hubungan Faktor Internal dengan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja (Analisis SKAP Provinsi Bengkulu 2019) Simanjuntak, Betty Yosephin; Suryani, Desri; Mahyudin, Meriwati; Supardi, Agus; Riastuti, Frensi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.65849

Abstract

Latar Belakang: Perilaku seksual berisiko pada remaja semakin mengkhawatirkan, biasanya diawali dengan meraba, berpegang tangan hingga berciuman. Ada beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya perilaku seksual ini baik internal maupun eksternal.Tujuan: Menganalisis faktor internal yang berkaitan dengan perilaku seksual berisiko remaja di Provinsi Bengkulu.Metode: Penelitian bersifat kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional pada 301 keluarga yang memiliki remaja berusia 10—24 tahun di wilayah Provinsi Bengkulu. Analisis data dilakukan secara deskriptif (univariat) dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil: Perilaku seksual berisiko pada remaja diawali dengan adanya perilaku berpegangan tangan (83,4%), berpelukan (34,2%), ciuman bibir (15,6%), dan meraba/merangsang (3,3%), sebagian besar berusia 15—19 tahun dengan tingkat pendidikan SLTA, serta mayoritas tinggal di pedesaan. Faktor risiko umur berpengaruh terhadap perilaku berpegangan tangan (p=0,018), berpelukan (p<0,001) dan ciuman bibir (p<0,001). Jenis kelamin berpengaruh terhadap perilaku berpelukan (p<0,001), ciuman bibir (p=0,010) dan meraba atau merangsang (p=0,008). Pendidikan berpengaruh terhadap perilaku berpegangan tangan (p<0,001) dan ciuman bibir (p=0,010), sedangkan faktor risiko tempat tinggal diketahui berpengaruh terhadap perilaku ciuman bibir (p=0,030).Kesimpulan: Umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan serta tempat tinggal menjadi faktor risiko terjadinya perilaku seksual remaja khususnya berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, dan meraba/merangsang. Oleh karena itu, perlu dikembangkan media informasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan faktor risiko perilaku seksual kepada remaja.
Analisis Kadar Alkohol dalam Obat Batuk Sirup dengan Menggunakan Metode Headspace Kromatografi Gas Suseno, Dedy; Qomariyah, Qomariyah
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 3 (2021): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.65911

Abstract

Latar Belakang: Alkohol atau etanol merupakan salah satu bahan baku obat yang biasa digunakan sebagai bahan pelarut dalam obat batuk sirup. Penggunaan alkohol tersebut perlu dikritisi, terutama dalam penggunaan konsentrasi yang tinggi. Nilai konsentrasi alkohol yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan gangguan penglihatan, reaksi yang melemah, gangguan koordinasi, dan kelabilan emosi. Ditemukannya kandungan alkohol dalam obat batuk herbal yang dalam kemasannya tidak mencantumkan keterangan alkohol perlu menjadi perhatian serius, khususnya bagi konsumen.Tujuan: Menganalisis konsentrasi alkohol dalam obat batuk sirup yang dalam kemasannya tidak mencantumkan keterangan alkohol.Metode: Empat belas sampel obat batuk sirup yang tidak menuliskan keterangan alkohol dan satu sampel obat batuk sirup yang menuliskan keterangan alkohol dalam kemasan dianalisis kandungan alkoholnya menggunakan metode headspace kromatografi gas. Konsentrasi alkohol dalam sampel didapatkan dengan memasukkan nilai persamaan regresi standar alkohol ke dalam rumus kadar residual solvent.Hasil: Sembilan sampel terdeteksi mengandung alkohol dengan rentang konsentrasi alkohol 0,045 % b/b sampai 0,503% b/b dan 0,074% v/v sampai 1,569 % v/v.Kesimpulan: Sembilan sampel terdeteksi mengandung alkohol dengan konsentrasi terbesar yaitu 1,569% v/v dan 0,503 % b/b.
Penerapan Model Exponential Smoothing berbasis Metode Evolutionary pada Kasus COVID-19 dan DBD di Bojonegoro Nurdiansyah, Denny; Wafa, Khoirul
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 3 (2021): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.65937

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 menjadi perhatian utama di Bojonegoro karena kasus terinfeksi meningkat sampai akhir tahun 2020. Selain itu, wabah demam berdarah dengue (DBD) juga perlu diantisipasi di musim penghujan agar tidak meningkat bersamaan dengan wabah COVID-19.Tujuan: Mengembangkan model exponential smoothing berbasis metode evolutionary untuk meramalkan banyaknya kasus terinfeksi COVID-19 dan DBD di Bojonegoro.Metode: Penelitian diawali dengan pembuatan aplikasi peramalan model exponential smoothing dengan metode evolutionary dan pemrograman Visual Basic yang dikembangkan di Excel dan Solver. Koefisien-koefisien model dioptimasi secara iteratif dengan metode evolutionary dan metode generalized reduced gradient. Model tersebut dievaluasi kinerjanya dengan nilai mean absolute percentage error (MAPE), mean absolute deviation (MAD), dan mean squared error (MSE). Sumber data penelitian menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Bojonegoro yang berisi data harian kasus terinfeksi COVID-19 dan data bulanan kasus DBD.Hasil: Model double exponential smoothing berbasis metode generalized reduced gradientmenghasilkan kesalahan model peramalan yang lebih kecil untuk nilai MAPE, MAD, dan MSE. Hasil peramalan menunjukkan bahwapeningkatan terjadi pada periode ke depan untuk kasus terinfeksi COVID-19 yang lebih besar dibandingkan DBD.Kesimpulan: Aplikasi peramalan model exponential smoothing dapat menjadi altenatif dalam meramalkan banyaknya kasus terinfeksi COVID-19 dan DBD di Bojonegoro.

Filter by Year

2016 2026