cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
Perspektif Mahasiswa Mengenai Kendala dalam Pembelajaran Kodifikasi Klinis Secara Daring Nuryati, Nuryati; Pramono, Angga Eko; Desristanto, Panca
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 3 (2021): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.65983

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 mengubah sistem pembelajaran secara global, dari tatap muka ke metode pembelajaran jarak jauh secara daring. Beberapa kendala ditemukan selama pembelajaran online ini.Tujuan: Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh para mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang mengambil mata kuliah kodifikasi klinis selama perkuliahan secara daring.Metode: Penelitian kualitatif ini menggali perspektif para mahasiswa yang mengambil mata kuliah kodifikasi klinis tentang fenomena yang mereka alami dan rasakan pada pembelajaran secara daring. Sebanyak 42 mahasiswa direkrut sebagai responden menggunakan teknik purposive sampling. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk melihat pengalaman mahasiswa yang dikategorikan dalam tema dan sub-tema.Hasil: Empat tema telah berhasil digolongkan, yaitu kendala proses pembelajaran, kendala teknologi, kendala waktu pembelajaran, dan kendala individu. Mahasiswa diberikan pertanyaan terkait pengalaman mereka saat mengikuti proses pembelajaran secara daring. Dari empat tema tersebut, sub-tema dijabarkan lebih lanjut untuk memberikan kejelasan dari fenomena yang disampaikan oleh para mahasiswa dalam pembelajaran kodifikasi klinis secara daring.Kesimpulan: Jangkauan koneksi internet yang belum merata menjadi kendala utama dalam proses pembelajaran kodifikasi klinis secara daring. Oleh karena itu, pembelajaran online sebaiknya dipersiapkan dengan lebih matang terutama pada aspek teknologi dan metode pembelajarannya.
Kualitas Hidup Pasien Trauma Kapitis Berdasarkan QOLIBRI dan WHOQOL di RS Bhayangkara Makassa Munir, Nur Wahyuni; Indah, Siti Marwah; Maryunis, Maryunis
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 3 (2021): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.66213

Abstract

Latar Belakang: Trauma kapitis atau cedera kepala dapat menyebabkan deformitas, penurunan kualitas hidup, dan bahkan kematian. Hal ini berdampak pada emosional, sosial dan kemampuan dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari.Tujuan: Mengetahui gambaran kualitas hidup berdasarkan Quality of Life after Brain Injury (QOLIBRI) dan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL) pada pasien trauma kapitis di RS Bhayangkara Makassar.Metode: Desain penelitian deskriptif dengan teknik accidental sampling pada 44 pasien yang datang di poliklinik RS Bhayangkara Makassar pada Agustus hingga September 2019.Hasil: Berdasarkan QOLIBRI, kualitas hidup tertinggi berada pada aspek hubungan sosial, yaitu sebesar 43 responden (97,7%) dan kualitas hidup terendah berada pada aspek perasaan, yaitu sebesar 28 responden (63,6%), sedangkan berdasarkan WHOQOL, kualitas hidup tertinggi berada pada aspek hubungan sosial, yaitu sebesar 42 responden (95,5%) dan kualitas hidup terendah berada pada aspek psikologis, yaitu 12 responden (27,3%).Kesimpulan: Kualitas hidup berdasarkan QOLIBRI tinggi dari segi aspek hubungan sosial dan rendah dari segi aspek perasaan, sedangkan kualitas hidup berdasarkan WHOQOL tinggi dari segi aspek hubungan sosial dan rendah dari segi aspek psikologis. Diharapkan pasien memperbaiki komunikasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar serta memperbaiki pola hidup sehat agar responden tidak mengalami kesepian atau depresi.
Faktor yang Memengaruhi Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit: Kajian Literatur Wirajaya, Made Karma Maha; Rettobjaan, Vitalia Fina Carla
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 3 (2021): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.66282

Abstract

Latar Belakang: Rekam medis adalah dokumen penting dalam sebuah layanan kesehatan. Indikator kunci penyelenggaraan rekam medis yang bermutu adalah pengembalian rekam medis secara tepat waktu. Kenyataannya masih terdapat pengembalian rekam medis yang terlambat di rumah sakit.Tujuan: Mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap keterlambatan pengembalian rekam medis pasien di rumah sakit.Metode: Studi literatur ini yang disajikan secara deskriptif menggunakan kata kunci “faktor keterlambatan pengembalian rekam medis” yang ditelusuri pada google scholar. Database jurnal yang digunakan adalah semua jurnal yang terindeks oleh google scholar.Hasil: Terdapat 11 variabel yang dikelompokkan dalam 5 faktor, yang berpengaruh terhadap keterlambatan pengembalian rekam medis pasien, beberapa di antaranya belum terisi dengan lengkap berkas rekam medis oleh dokter, tidak adanya petugas yang khusus menangani kelengkapan rekam medis, serta tingginya beban kerja dokter dan perawat.Kesimpulan: Terdapat 11 variabel yang memengaruhi keterlambatan rekam medis pasien, yang dikelompokkan dalam 5 faktor, yakni faktor SDM, keuangan, material, dan metode. Rumah sakit diharapkan dapat memperhatikan hal tersebut untuk menjaga kualitas layanan rumah sakit. 
Determinan Rendahnya Partisipasi dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Fadila, Rizki; Ahmad, Aisyah Nurmaliza
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.66299

Abstract

Latar Belakang: Program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) diselenggarakan pemerintah sebagai wujud pengelolaan jangka panjang pada penyakit diabetes melitus dan hipertensi. Meskipun demikian, partisipasi pasien diabetes melitus dan hipertensi dalam kegiatan Prolanis di Puskesmas Kota Malang masih tergolong rendah. Hal tersebut menyebabkan belum dapat terpenuhinya target indikator Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) pada beberapa Puskesmas di Kota Malang.Tujuan: Menganalisis faktor yang mempengaruhi partisipasi dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 85 peserta prolanis yang terdaftar di Puskesmas Kendalkerep Kota Malang dipilih menjadi sampel dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chisquare dan regresi logistik.Hasil: Peserta yang tidak berpartisipasi aktif dalam Prolanis sebanyak 70,6%. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan (p=0,000), persepsi keseriusan penyakit (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,010) berhubungan dengan rendahnya partisipasi Prolanis. Uji regresi logistik menunjukkan tingkat pengetahuan memiliki nilai OR = 37,410 (3,950-354,286) dan persepsi keseriusan penyakit memiliki nilai OR = 70,544 (8,182- 608,238).Kesimpulan: Faktor yang paling mempengaruhi partisipasiprolanis adalah tingkat pengetahuan dan persepsi keseriusan penyakit. 
Latihan Kegel untuk Menurunkan Inkontinesia Urine Pasien Post-Trans Urethral Resection of the Prostate (TURP) Susanto, Joko; Lestari, Trijati Puspita; Mardhika, Amellia; Makhfudli, Makhfudli
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.66336

Abstract

Latar Belakang: Inkontinensia urine (IU) adalah komplikasi yang sering timbul setelah tindakan Trans Urethral Resection of the Prostate (TURP). Kondisi tersebut dapat diatasi dengan latihan kegel karena mampu meningkatkan daya tahan otot dasar panggul sehingga meningkatkan resistensi uretra dan memperbaiki kemampuan berkemih serta mudah dilakukan secara mandiri, kapan saja, dan dimana saja.Tujuan: Menganalisis efektifitas latihan kegel terhadap skor inkontinensia urinepasien pasca-TURPMetode: Desain penelitian menggunakan Quasi Eksperimen dengan besar sampel 64 responden yang diambil dengan metode systematic random sampling (32 kelompok intervensi, 32 kelompok kontrol). Instrumen yang digunakan kuesioner ICIQ-UI-SF untuk mengukur inkontinensia urin. Analisis data penelitian dengan uji Paired t-test dan uji Independen t-test dengan derajat kemaknaan α<0,05.Hasil: Hasil uji statistik Paired t-test menunjukkan latihan kegel mampu menurunkan skor inkontinensia urin pada pasien pasca-TURP dengan p=0,000 dan CI=0,688, dan hasil uji statistik Independent t-test didapatkan perbedaan skor inkontinensia urine pada kelompok intervensi dan kontrol pasca-latihan kegel dengan p=0,000.Kesimpulan: Latihan kegel secara efektif menurunkan skor inkontinensia urinepasien pasca-operasi TURP.
Pengaruh Senam Bugar Terhadap Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi : Studi Quasi Eksperimental Adiputra, I Made Sudarma; Sunariati, Ni Luh Gede Ita; Trisnadewi, Ni Wayan; Oktaviani, Ni Putu Wiwik
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.66441

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi pada lansia merupakan peningkatan tekanan darah yang terjadi pada lanjut usia. Senam bugar merupakan aktivitas fisik dengan gerakan yang ringan dan sangat tepat bila dilakukan pada lansia hipertensi.Tujuan: Mengetahui pengaruh senam bugar lansia terhadap tekanan darah lansia dengan hipertensi.Metode: Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan Non-Equivalent Control Group Design. Jumlah responden yang berpartisipasi sebanyak 36 orang. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol, pemilihan sampel diambil dengan teknik Purposive Sampling. Data dianalisis  menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan pada kelompok perlakuan nilai rata-rata tekanan darah sistole saat pre-test 168,1 mmHg dan post-test 153,4 mmHg sedangkan diastole pre-test 95,56 mmHg dan post-test 82,67 mmHg, pada kelompok perlakuan secara statistik mengalami penurunan tekanan darah setelah senam bugar lansia dengan p-value <0.001 uji beda dua kelompok didapatkan hasil p-value <0.001, dari hasil ini terlihat ada perbedaan tekanan darah antara kelompok perlakuan dan kontrol.Kesimpulan: Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan senam bugar lansia terhadap tekanan darah lansia dengan hipertensi. Diharapkan lansia berperan aktif dalam mengikuti kegiatan senam dari posyandu lansia secara rutin untuk membantu menurunkan serta mengontrol tekanan darah tinggi.
Antenatal Care dan Komplikasi Kehamilan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat Umniyati, Helwiah; Purnamasari, Telly; Febriani, Esty
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.66968

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya cakupan antenatal care (ANC) dan tingginya komplikasi kehamilan merupakan faktor risiko penting penyebab kematian ibu di Indonesia. RISKESDAS 2010 memperlihatkan komplikasi kehamilan tertinggi di Provinsi D.I. Yogyakarta (13,9%), bila dibandingkan angka nasional (6,5%) dan Jawa Barat (6,9%).Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Barat.Metode: Penelitian ini merupakan gabungan dari penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif menggunakan data RISKESDAS 2010 sedangkan penelitian kualitatif menggunakan wawancara mendalam dan FGD.Hasil: Analisis regresi cox menunjukkan bahwa menginformasikan gejala komplikasi kehamilan selama kunjungan ANC berhubungan secara signifikan dengan komplikasi kehamilan. Hasil dari penelitian kualitatif menunjukkan bahwa penerapan ANC di D.I. Yogyakarta sangat baik ketika dibandingkan dengan Jawa Barat. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan masyarakat. Tingginya deteksi dini risiko kehamilan oleh masyarakat (157,88%) diduga menjadi penyebab rendahnya AKI di D.I. Yogyakarta.Kesimpulan: Pelaksanaan program KIA di D.I. Yogyakarta sudah sangat baik. Disarankan bahwabidan selalu menginformasikan risiko kehamilan sejak ANC pertama. Hal ini dapat mencegah terjadinya komplikasi kehamilan, terutama di provinsi dengan angka kematian ibu yang tinggi.
Hubungan Gaya Koping Remaja dan Keterlibatan Orang Tua dengan Resiliensi pada Remaja Selama Pandemi COVID-19 Syamsiah, Resti Ikhda; Lestari, Retno; Yuliatun, Laily
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.67065

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah memberikan perubahan kehidupan secara drastis bagi seluruh populasi di dunia, termasuk remaja. Perubahan proses pembelajaran dari luring menjadi daring membuat remaja mengalami kehidupan yang penuh tekanan. Hasil studi pendahuluan menunjukkan tidak adanya keterlibatan orang tua selama pembelajaran daring (85,2%). Penting bagi remaja untuk dapat beradaptasi dengan tantangan pembelajaran selama pandemi agar menjadi individu yang resilien.Tujuan: Mengetahui hubungan gaya koping dan keterlibatan orang tua dengan resiliensi pada remaja selama pandemi COVID-19.Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analitik korelasional dengan responden 111 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Lokasi penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Jatilawang pada bulan Maret 2021. Analisis data  multivariat menggunakan uji regresi linier.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara gaya koping dengan resiliensi pada remaja dengan p < 0.001 dan ada hubungan negatif antara keterlibatan orang tua dengan resiliensi pada remaja dengan p < 0.001. Gaya koping merupakan variabel yang paling berhubungan dengan resiliensi remaja dengan nilai standardized coefficient beta 0,773.Kesimpulan: Gaya koping dan keterlibatan orang tua berpengaruh terhadap resiliensi remaja. Gaya koping merupakan faktor penentu dalam proses adaptasi positif menghadapi stress dan trauma  (resiliensi) remaja selama proses pembelajaran daring.
Analisis Health Belief Model dalam Perilaku Pencegahan Covid-19 pada Ibu Hamil Fransiska, Ratna Diana; Kusumaningtyas, Dian; Gumanti, Kentri Anggarina
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.67465

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kasus infeksi Covid-19 yang terus terjadi menimbulkan kekhawatiran, terutama pada ibu hamil yang termasuk dalam kelompok yang mudah terinfeksi. Pada ibu hamil, infeksi Covid-19 berisiko menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang lebih buruk dibandingkan populasi umum. Oleh karena itu, ibu hamil perlu melakukan upaya pencegahan agar tidak terinfeksi. Perlu adanya perubahan perilaku untuk meningkatkan kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19.Tujuan: Mengetahui penerapan teori Health Belief Model dalam upaya mencegah transmisi Covid-19 pada ibu hamil di Kota Malang.Metode: Penelitian analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Partisipan dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling dari 5 puskesmas di Kota Malang. Pengumpulan data dilaksanakan dari bulan November 2020 sampai dengan Januari 2021, dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur Health Belief Model dan perilaku pencegahan Covid-19 pada ibu hamil.Hasil: Persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, isyarat untuk bertindak, dan persepsi manfaat memiliki pengaruh yang tidak signifikan. Persepsi hambatan dan self-efficacy mempunyai pengaruh signifikan pada perilaku ibu hamil di Kota Malang dalam pencegahan Covid-19.Kesimpulan: Komponen health belief model saling berhubungan satu sama lain dalam mempengaruhi perilaku ibu hamil melakukan pencegahan Covid-19, meskipun tidak semua signifikan secara statistik. Untuk itu diperlukan intervensi untuk meningkatkan pengetahuan dan menciptakan kesadaran yang berkelanjutan untuk mencegah Covid-19.  
Optimalisasi Telemedicine Untuk Menegakkan Diagnosis Sebagai Inovasi Pelayanan Rumah Sakit selama Pandemi COVID-19: Tinjauan Sistematis Lengkong, Selly Gloria; Adisasmito, Wiku Bakti Bawono
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 2 (2022): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.67586

Abstract

Latar Belakang: Telemedicine menurut WHO adalah pemberian pelayanan kesehatan yang dipengaruhi oleh jarak sebagai faktor utama, yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media pertukaran informasi yang valid untuk diagnosis, tatalaksana dan pencegahan penyakit, dan sebagai pengetahuan berkelanjutan pelayanan kesehatan. Pandemi COVID-19 menuntut rumah sakit untuk beradaptasi dengan perubahan sehingga rumah sakit mampu bersaing untuk meningkatkan kualitas hidup pasien walaupun pemeriksaan dilakukan dari jarak jauh.Tujuan: Mengetahui perkembangan penggunaan telemedicine di rumah sakit, baik dengan aplikasi maupun alat-alat atau perangkat yang dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis pasien dari jarak jauh, untuk menjadi inovasi pelayanan rumah sakit selama pandemi COVID-19.Metode: Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan metode PRISMA dari 2 basis data. Artikel yang digunakan terbatas pada tahun 2017-2021.Hasil: Konsultasi, baik melalui telepon audio maupun video melalui telemedicine, masih merupakan bagian besar dari penegakkan diagnosis. Perkembangan teknologi memungkinkan rumah sakit untuk memberikan pelayanan jarak jauh dengan ditemukannya alat-alat untuk melakukan pemeriksaan fisik, skrining kegawatdaruratan pasien, dan aplikasi untuk menegakkan diagnosis pada pasien.Kesimpulan: Telemedicine dapat dioptimalisasi sebagai alat untuk menegakkan diagnosis seiring dengan perkembangan teknologi. Rumah sakit harus mengembangkan inovasi pelayanannya untuk memberikan pelayanan yang terbaik demi meningkatkan kualitas hidup pasien walaupun pelayanan tersebut dilakukan dari jarak jauh selama pandemi COVID-19.

Filter by Year

2016 2026