cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
Skrining Talasemia Beta Minor pada Pelajar SMK di Kecamatan Ciamis Setiawan, Doni; Farihatun, Atun; Nurmalasari, Ary
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 3 (2020): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.57621

Abstract

Latar Belakang: Frekuensi talasemia beta minor di Indonesia mencapai 6–10%. Talasemia beta minor bersifat asimtomatik sehingga peran deteksi dini perlu dilakukan untuk mencegah kelahiran talasemia mayor. Pemeriksaan hematologi telah diketahui dan teruji dapat digunakan untuk skrining talasemia beta minor pada populasi beresiko. Meningkatnya penderita talasemia beta mayor di Kabupaten Ciamis dikarenakan belum maksimalnya skrining dilakukan. Tujuan: Mengetahui frekuensi talasemia beta minor pada pelajar SMK di Kecamatan Ciamis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik cross‑sectional, yang telah dilakukan sejak bulan Maret‑Juni 2020. Subjek penelitian adalah pelajar SMK di Kecamatan Ciamis. Parameter pemeriksaan yang digunakan untuk skrining talasemia beta minor adalah MCV, Indeks Men3er, Indeks RDW, dan OTOFT. Hasil: Dari seluruh pelajar yang mengisi kuesioner sebanyak 238 pelajar, hanya 60 pelajar yang bersedia dan memenuhi kriteria penelitian. Hasil pemeriksaan parameter skrining talasemia beta minor didapatkan 5 (8,3%) pelajar MCV < 80 fL, 3 (5%) pelajar Indeks Men8er <13, Indeks RDW < 220 6 (10%) pelajar dan 9 (15%) pelajar dengan OTOFT positif. Kesimpulan: Pada penelitian ini ditemukan 3 (5%) pelajar sebagai talasemia beta minor.
Studi Literatur: Tinjauan Pemeriksaan  Laboratorium pada Pasien COVID-19 Mus, Rosdiana; Thaslifa, Thaslifa; Abbas, Mutmainnah; Sunaidi, Yanti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 4 (2020): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.58741

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Corona virus 19 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-COV-2 terjadi melalui droplet dengan menyerang saluran pernafasan melalui reseptor ACE2, menyebabkan pneumonia berat yaitu Acute Respiratory Distress Syndrome. Pemeriksaan laboratorium penting dalam menunjang diagnosis dan menilai prognosis penyakit COVID-19.Tujuan: Tinjauan ini menjelaskan peran diagnosis dan prognosis pengembangan COVID-19 pada tes laboratorium berdasarkan kemajuan penelitian terbaru SARS-CoV-2 yang telah dilaporkan.Metode: Penelitian bersifat studi literatur dengan menggunakan data sekunder. Sumber data penelitian berasal dari e-journal yaitu Google Scholar, Open Access, dan PubMed Central yang dilakukan skrining berdasarkan kata kunciHasil: Pemeriksaan imunoserologi menunjukan IgM dan IgG muncul secara berurutan pada hari ke 12 dan 14 setelah terinfeksi. Pemeriksaan hematologi melaporkan peningkatan jumlah neutrofil dan penurunan jumlah limfosit. NLR tinggi pada pasien yang parah. Pemeriksaan kimia klinik menunjukan penurunan albumin, peningkatan CRP, LDH, kreatinin, AST dan ALT.Kesimpulan: Pemeriksaan imunoserologi dilakukan dengan pemeriksaan sel T, sel B serta menilai kadar immunoglobin (IgM dan IgG). Parameter hematologi digunakan untuk memprediksi keparahan COVID-19, termasuk limfosit, leukosit dan neutrofil. Peningkatan neutrofil-leukosit rasio (NLR)  dapat digunakan sebagai marker untuk menilai faktor risiko COVID-19. Pada pemeriksaan kimia klinik ditemukan peningkatan kadar pada parameter fungsi hati, fungsi jantung, analisa gas darah dan penanda inflamasi.
Pengaruh Coaching Support Terhadap Kepatuhan Penderita Chronic Kidney Disease (CKD) Susanti, Susanti; Sulistyana, Caturia Sasti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 4 (2020): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.59212

Abstract

Latar Belakang: Salah satu langkah yang sangat penting untuk kelangsungan hidup penderita Chronic Kidney Disease (CKD) yaitu pengaturan diet secara tepat dan pembatasan cairan. Penderita CKD yang tidak patuh dapat berisiko akan mengalami kelebihan volume cairan di dalam tubuh yang dapat mengancam nyawa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh coaching support terhadap kepatuhan penderita Chronic Kidney Disease (CKD) di RS Adi Husada Surabaya.Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan desain pretest posttest with control group design. Responden dalam penelitian ini adalah 40 penderita CKD dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan dengan teknik consecutive sampling. Coaching support diberikan kepada kelompok perlakuan selama dua minggu empat pertemuan. Data dianalisis menggunakan uji statistik yaitu Paired t-Test dan Independent t-Test dengan signifikansi p<0,05.Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi perbedaan kepatuhan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan p-value = 0,000. Intervensi coaching support efektif terhadap kepatuhan penderita CKD. Pelaksanaan coaching support berlangsung dengan baik karena responden dan keluarga proaktif. Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara coaching support terhadap kepatuhan penderita CKD. Coaching support sebaiknya diterapkan oleh perawat sebagai daily activity manajemen penderita CKD pada stadium dini supaya menghambat progresivitas kerusakan ginjal sehingga penderita tidak jatuh pada stadium lanjut. 
Tingkat Kepatuhan Dokter dalam Menuliskan Resep Berdasarkan Formularium Tahun 2019 Nurfikri, Ari; Sadinanti, Siva Putri
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 4 (2020): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.59393

Abstract

Latar Belakang: Tingkat kepatuhan dokter dalam menuliskan resep berdasarkan formularium merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Jika resep tidak berdasarkan formularium maka akan mempengaruhi mutu layanan kefarmasian di rumah sakit.Tujuan: Mengetahui tingkat kepatuhan dokter dalam menuliskan resep berdasarkan formularium dan mengetahui periode tingkat kepatuhan dokter dalam menuliskan resep berdasarkan formularium pada depo rawat inap, depo rawat jalan, dan depo IGD periode Januari-Desember 2019.Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan deksriptif kuantitatif, dengan menghitung persentase tingkat kepatuhan dokter menuliskan resep berdasarkan formularium dari resep yang telah ditulis dokter di depo rawat jalan, depo rawat inap, dan depo IGD.Hasil: Kepatuhan dokter dalam penulisan resep berdasarkan formularium di depo rawat jalan sebesar 91,73%, tertinggi di bulan Maret dan terendah di bulan Desember. Pada depo rawat inap rata-rata kepatuhannya 94,34% tertnggi di bulan Januari dan terendah di bulan Desember. Pada depo IGD rata-rata kepatuhannya 94,36% tertinggi di bulan Maret dan terendah di bulan Juni. Kesimpulan: Kepatuhan penulisan resep berdasarkan formularium di depo rawat jalan, rawat inap dan depo IGD belum ada yang memenuhi standar pelayanan minimal yang berlaku. Periode tingkat kepatuhan tertinggi pada Januari dan terendah pada Desember. 
Hubungan Karakteristik Individu dengan Kinerja Petugas Rekam Medis pada Rumah Sakit Swasta di Kota Mataram Sadakah, Syamsuriansyah; Chairunnisah, Reni; Andriani, Helmina; Permana, Yan Reiza; Hasanah, Uswatun; Qudsi, Jihadil; Alamsyah, Noor; Supinganto, Agus; Nik Arifin, Nik Azliza binti; Saleh, Mohd Nazil bin; Firmansyah, Muhammad
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 4 (2020): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.60226

Abstract

Latar Belakang: Sebuah rumah sakit harus menyelenggarakan rekam medis sebagai bukti proses pelayanan medis yang telah diberikan kepada pasien. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat beberapa petugas rekam medis yang pendidikan terakhirnya bukan lulusan rekam medis bahkan ada yang lulusan SMA. Selain itu terdapat petugas dengan masa kerja yang baru sehingga belum terbiasa dalam hal membaca diagnosis dokter sehingga kesulitan dalam melakukan proses koding berkas rekam medis. Maka, dilakukan analisis pengaruh karakteristik individu (tingkat pendidikan, masa kerja, umur, jenis kelamin dan status perkawinan) terhadap kinerja responden di RSI “Siti Hajar” dan RSIA “Permata Hati” Mataram.Tujuan: Untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dengan kinerja petugas rekam medis di RSI “Siti Hajar” dan RSIA “Permata Hati” Kota Mataram.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi rank spearman.Hasil: Berdasarkan hasil uji rank spearman didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik individu (tingkat pendidikan, masa kerja, umur, jenis kelamin dan status perkawinan) dengan kinerja petugas rekam medis di RSI "Siti Hajar" dan RSIA "Permata Hati" Kota Mataram.Kesimpulan: Karakteristik individu dari petugas rekam medis tidak berhubungan secara signifikan dengan kinerja petugas rekam medis itu sendiri.
Pilihan Jenis Pelayanan Bidan pada Masyarakat Urban, Sub-Urban dan Rural Nirmala, Sefita Aryuti; Mandiri, Ariyati
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 4 (2020): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.60289

Abstract

Latar Belakang: Data WHO menunjukkan angka kematian ibu di dunia dari tahun 2000 hingga 2017 mengalami penurunan sebesar 38%. Angka kematian ibu di dunia, 94% berada pada negara miskin dan berbagai faktor pendukung lainnya. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan kondisi di Indonesia. Keberadaan bidan di Indonesia sangat membantu akses pelayanan kesehatan. Layanan kebidanan dapat diakses mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan primer hingga tingkat tersier dan menyebar di berbagai wilayah. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih jasa layanan bidan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis pelayanan bidan yang dipilih oleh masyarakat di daerah urban, sub-urban dan rural.Metode: Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan data primer dengan responden berjumlah 300 orang. Lokasi penelitian daerah urban di Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, daerah sub-urban di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dan Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Daerah rural di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.Hasil: Hasil penelitian didapatkan masyarakat sub-urban terbanyak menggunakan jasa bidan yaitu 97%. Jenis layanan paling banyak pada pemeriksaan kehamilan 96% dan diikuti 79% pertolongan persalinan pada masyarakat sama yaitu daerah sub-urban.Kesimpulan: Masyarakat sub-urban paling banyak menggunakan jasa layanan bidan dengan pilihan jenis layanan pemeriksaan kehamilan dan persalinan.
Analisis Kelayakan Pengembangan Sistem Informasi Pelaporan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Berbasis Web Ningsih, Kori Puspita; Adhi, Sigid Nugroho
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 5, No 4 (2020): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.60572

Abstract

Latar Belakang: Pelaporan SPM RS di RSUD Panembahan Senopati Bantul masih dilakukan secara konvensional. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan sistem informasi, supaya data dapat diakses secara real time, kapanpun dan dimanapun. Analisis kelayakan merupakan bagian vital  pada tahap perancangan sistem informasi. Dokumen feasibility tersebut digunakan sebagai acuan organisasi untuk menentukan kelanjutan dari suatu proyek.Tujuan: Menganalisis kelayakan sistem informasi pelaporan SPM RS berbasis web dari aspek teknis, ekonomi, dan organisasi.Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif, dengan pendekatan pengumpulan data kualitatif. Pengambilan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Untuk menjamin validitas data dilakukan triangulasi sumber.Hasil: Hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa RSUD Panembahan Senopati Bantul memiliki perangkat keras, perangkat lunak dan jaringan yang layak untuk mendukung pengembangan sistem informasi pelaporan SPM RS berbasis web dengan nilai feasibilty sebesar 77,06. Hasil analisis kelayakan ekonomi diperoleh nilai Payback Payment (PP) 0,97, Return of investment (ROI) 4,18 > 0, dan Net Present Value (NPV) > 0, dengan nilai feasibility sebesar 100 dan nilai feasibility organisasi sebesar 93,33, sehingga diperoleh rata-rata nilai feasibilty sebesar 90,13. Kesimpulan: Hasil analisis kelayakan secara teknis, ekonomi dan organisasi menunjukkan RSUD Panembahan Senopati Bantul layak untuk dilakukan pengembangan sistem informasi pelaporan SPM RS berbasis web.
Kesiapan Dinas Kesehatan Kota Surabaya Menghadapi Era Electronic Health Record (EHR) Masyfufah, Lilis; Uktutias, Sendy Ayu Mitra
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 1 (2021): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.60800

Abstract

Latar Belakang: E-Health merupakan inovasi Pemerintah Kota Surabaya di bidang pelayanan kesehatan yang terintegrasi antara data di puskesmas, rumah sakit, Dispendukcapil, dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. E-Health menjadi program layanan kesehatan mutakhir sebelum ke Electronic Health Record (EHR). Penilaian kesiapan EHR penting untuk dilakukan. Salah satu cara mengetahui kesiapan pelaksanaan adalah dengan EHR Assesment and Readiness Starter Assessment oleh Doctor’s Office Quality–Information Technology (DOQ-IT).Tujuan: Menganalisis kesiapan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dalam menerapkan E-Health dalam rangka pelaksanaan Electronic Health Record (EHR).Metode: Penelitian deskriptif, bersifat kuantitatif. Unit analisisnya adalah satu staf bagian PIH Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan lima staf bagian rekam medis di puskesmas perwakilan wilayah kota di Surabaya yang dipilih dengan cara acak. Teknik pengambilan data melalui wawancara. Data dianalisis berdasarkan panduan DOQ-IT. Hasil: Hasil menunjukkan sesuai indikator Penyelerasan Organisasi skor 36 dan Kapasitas Organisasi skor 68, sehingga skor total kesiapan adalah 104 (cukup kuat). Hal ini mengindikasikan kesiapan dalam menghadapi perubahan menjadi EHR dan mengindikasikan keberhasilannya. Nilai terkecil berada pada bagian koordinasi dengan seluruh pihak terkait yang masih kurang optimal. Kesimpulan: Dinas Kesehatan Kota Surabaya siap melaksanakan transformasi E-Health menjadi HER yang melibatkan semua komponen menjadi kunci keberhasilan dalam perubahan yang lebih inovatif.
Sosio-Ekonomi, Sindrom Metabolik terhadap Kekuatan Genggaman Tangan Lansia di Komunitas Sumandar, Sumandar; Fadhli, Rohmi; Mayasari, Eva
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 1 (2021): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.60813

Abstract

Latar Belakang: Kekuatan genggaman tangan pada lansia merupakan indikasi kesehatan fisik dan  mobilitas. Faktor penyebab penurunan kondisi ini adalah karakteristik lansia serta kondisi  penyakit yang diderita. Kondisi ini pun dapat meningkatkan risiko keterbatasan mobilitas serta dapat memprediksi kerugian bagi lansia seperti ketergantungan dalam pelaksanaan aktivitas sehari-hariTujuan: Untuk menganalisis hubungan jenis kelamin, status pekerjaan, dan sindrom metabolik dengan kekuatan genggaman tangan pada lansia.Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan berdasarkan jenis kelamin, status pekerjaan, sindrom metabolik, dan kekuatan pegangan tangan. Sampel sebanyak 102 lansia yang berada komunitas kota Pekanbaru dengan teknik cluster sampling.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa kekuatan genggaman tangan rendah sebanyak 60,8%, jenis kelamin perempuan sebanyak 66,7%, tidak bekerja sebanyak  70,6%, dan prevalensi sindrom metabolik sebanyak  20,6%. Terdapat kaitan antara jenis kelamin, status pekerjaan, dan kejadian sindrom metabolik terhadap kekuatan genggaman tangan lansia ( p = 0,000; OR = 6,27; 95% CI = 2,540-15,493 ; ), p = 0,008; OR = 3,4; 95% CI = 1,406- 8,268, p = 0,045; OR = 0,29; CI 95% = 0,91-0,95)Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi kekuatan genggaman tangan pada lansia pada penelitian ini adalah jenis kelamin, status pekerjaan, dan sindrom metabolik.  
Pengaruh Sosialisasi Diagram Pareto terhadap Pengetahuan dan Minat Perawat dalam Pengelolaan Bahan Habis Pakai Pratama, Urip; Nurmaini, Nurmaini; Simamora, Roymond Halomoan
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 1 (2021): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.60964

Abstract

Latar Belakang: Diagram Pareto merupakan salah satu alat ukur mutu untuk menganalisis pengelolaan bahan habis pakai sehingga menjadi hal penting bagi rumah sakit. Hal ini dipengaruhi juga dengan pengetahuan dan minat perawat yang rendah, bukan hanya karena fasilitas yang tidak memadai tetapi karena pengaruh minimnya informasi tentang pentingnya pengelolaan bahan habis pakai tersebut.Tujuan: Mengetahui pengaruh sosialisasi diagram Pareto terhadap pengetahuan dan minat perawat dalam pengelolaan bahan habis pakai.Metode: Metode eksperimen semu dengan pre-posttest dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian 100 perawat pelaksana di Rumah Sakit Daerah Provinsi Aceh, yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=50) dan kelompok kontrol (n=50), dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Pengetahuan perawat diukur menggunakan lembar observasi dan kuesioner penggunaan diagram Pareto, Microsoft Excel Format 2 Axis dan klasifikasi bahan habis pakai, sedangkan minat perawat diukur dengan menggunakan lembar observasi, kemudian data diuji dengan Correlation Pearson Test.Hasil: Setelah intervensi, peningkatan pengetahuan perawat dari kategori sedang (n=12, 24.0%) menjadi tinggi (n=25, 50.0%) dan peningkatan minat perawat dari kategori sedang (n=13, 26.0%) menjadi tinggi (n=27, 54.0%). Kesimpulan: Sosialisasi diagram Pareto berpengaruh meningkatkan pengetahuan p-value=0.027  (p<0.05) dan minat perawat p-value=0.030 (p<0.05) dalam pengelolaan bahan habis pakai di rumah sakit. 

Filter by Year

2016 2026