cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
Analisis Kelengkapan Rekam Medis Pasien Rawat Inap Fraktur Tulang Anggota Gerak di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar Suaryanti, Ni Made Ariska; Maha Wirajaya, Made Karma; Sudiari, Made
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 2 (2022): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.67626

Abstract

Latar Belakang: Rekam medis adalah berkas yang memuat atas catatan serta dokumen mengenai identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rekam medis yang lengkap bisa menunjang mutu pelayanan suatu rumah sakit. Laporan 10 besar penyakit rawat inap RS Bhayangkara Denpasar tahun 2020 yang menempati urutan pertama adalah fraktur tulang anggota gerak. Masih banyak ketidaklengkapan rekam medis pada kasus fraktur tulang anggota gerak.Tujuan: Menganalisis kelengkapan dokumen rekam medis pasien rawat inap dengan kasus fraktur tulang anggota gerak di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar tahun 2020.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dipergunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di RS Bhayangkara Denpasar pada bulan Maret-April. Sampel penelitian ini sejumlah 156 dokumen rekam medis. Teknik pengambilan sampel memakai metode systematic random sampling. Pengumpulan data memakai instrumen checklist.Hasil: Review identifikasi kelengkapan mencapai persentase 94%. Review laporan penting memiliki persentase sebesar 81%. Kelengkapan pada review autentikasi mencapai 99%. Review pendokumentasian dan pencatatan yang baik dan benar mencapai kelengkapan 94%.Kesimpulan: Kelengkapan keseluruhan sebesar 72%. Ketidaklengkapan tertinggi pada review laporan penting dan kelengkapan tertinggi ada pada review autentikasi.
Skema Alokasi Biaya Promosi Kesehatan untuk Mengendalikan DM di Kabupaten Sleman: Studi Kasus Kusumo, Mahendro Prasetyo; Yani, Wisnu Murti
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.67670

Abstract

Latar Belakang: Program promosi kesehatan (Promkes) menjadi kunci utama dalam mengendalikan Diabetes Melitus (DM) di Indonesia. Rendahnya alokasi biaya Promkes menjadi salah satu penyebab meningkatnya prevalensi DM, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kabupaten Sleman memiliki prevalensi DM tertinggi setelah Kota Yogyakarta.Tujuan: Mengidentifikasi skema alokasi biaya Promkes di Kabupaten Sleman untuk mengendalikan DM di Kabupaten Sleman.Metode: Penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan terdiri dari lima pemangku kebijakan di Kabupaten Sleman. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Triangulasi dan member checking dilakukan untuk validasi data kualitatif.Analisis data dilakukan menggunakan open code.Hasil: Analisis data menghasilkan koding penting yang diidentifikasi dan dikelompokkan menjadi tiga domain, yaitu: 1) implementasi program Promkes 2) skema alokasi dana Promkes, dan 3) sumber pembiayaan Promkes. Prosedur pengajuan dana kegiatan Promkes rumit dan tidak jelas. Perlu disosialisasikan tata cara pengajuan biaya Promkes di setiap fasilitas pelayanan kesehatan primer. Selain itu, diperlukan strategi untuk mengajukan pembiayaan Promkes di Kabupaten Sleman melalui APBN, APBD, DAK, bagi hasil pajak dan dana desa.Kesimpulan: Skema alokasi biaya Promkes untuk mengendalikan DM di Kabupaten Sleman dapat dilakukan melalui pengajuan dari Puskesmas. Alokasi dana tersebut bersumber dari APBN, APBD, DAK, bagi hasil pajak, dan dana desa.
Pengendalian Infeksi pada Pasien Kanker: Literature Review Hanggoro Putro, Dimas Utomo; Ike Darmayanti, Anisa Rayu; Tandiola, Rosdiana; Aulawi, Khudazi
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.67677

Abstract

Latar Belakang: Kanker salah penyakit kronis yang mematikan di dunia. Upaya perawatan pasien kanker dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu komplikasi yang sering timbul pada pasien kanker adalah infeksi. Perkembangan pengendalian infeksi berperan penting dalam kemajuan pengobatan kanker. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk pencegahan dan pengendalian infeksi pada pasien kanker.Tujuan: Mengetahui tindakan-tindakan pengendalian infeksi pada pasien dengan kankerMetode: Systematic literature review menggunakan database Clinical Key dan Pubmed. Keyword yang digunakan Cancer Patient OR Chemoteraphy Patient AND Infection Control AND Reduce the spread of infectionHasil: Empat artikel memenuhi kriteria inklusi. Artikel yang dianalisis dipublikasikan pada tahun 2011‒2021. Metode dalam 1 artikel penelitian yaitu rancangan quasi eksperimen. Pengendalian infeksi pasien kanker yaitu kebersihan tangan, penggunaan APD, menempatkan pasien di ruang terpisah, pemilihan antibiotik & antifungal profilaksis pada keganasan hematologis, pengendalian lingkungan yang baik dan tepat, dan pemberian edukasi serta penerapan bundle pencegahan infeksi pada kateter.Kesimpulan: Kanker merupakan salah satu penyakit di mana pasien mengalami defisiensi imun dan merupakan sasaran utama berbagai penyakit infeksi sehingga memerlukan upaya untuk mengontrol infeksi pada pasien dengan kanker. Pengendalian infeksi pada pasien kanker yaitu kebersihan tangan, prinsip diet, Antibiotik and Antifungal Prophylaxis, Protective Environment, perlindungan isolasi, dan infeksi terkait kateter 
Determinan Kontrasepsi Modern di Provinsi Maluku (Analisis Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017) Madiuw, Devita; Leutualy, Vanny; Sopacua, Dian Thiofany; Siahaya, Griennasty Clawdya; Dasnel, Muhammad Ridwan
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.68349

Abstract

Latar Belakang: Tren penggunaan kontrasepsi modern di Maluku menurun dalam beberapa tahun terakhir. Penggunaan kontrasepsi modern lebih rendah di perkotaan dibandingkan pedesaan.Tujuan: Mengetahui faktor penentu penggunaan kontrasepsi modern di Maluku berdasarkan hasil SDKI 2017.Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan sumber data yaitu hasil SDKI 2017. Sebanyak 1139 data wanita usia subur menikah umur 15‒49 tahun disertakan dalam analisis. Uji bivariat menggunakan uji chi-square. Selanjutnya, dilakukan analisis mutivariat bagi variabel dengan nilai p<0,25.Hasil: Penggunaan kontrasepsi di antara wanita usia subur menikah adalah 39,9%. Umur (OR: 1,996; 95% CI: 1,471‒2,707), tingkat pendidikan (OR: 1,309; 95% CI: 1,015‒1,687) dan jumlah anak hidup (OR: 0,478; 95% CI: 0,360‒0,635) berhubungan secara signifikan dengan penggunaan kontrasepsi modern. Empat variabel lainnya tidak memiliki hubungan, yaitu daerah tempat tinggal, indeks kekayaan, sumber pelayanan KB dan kunjungan petugas.Kesimpulan: Diperlukan berbagai intervensi sebagai upaya peningkatan pengetahuan serta kesadaran wanita usia subur tentang pentingnya penggunaan metode kontrasepsi modern sebagai metode yang lebih efektif dalam mencegah kehamilan.
Efek Akupunktur Telinga dengan Press Needle terhadap Kecemasan Pasien yang Menjalani Prosedur Esofagogastroduodenoskopi Wahdini, Sri; Srilestari, Adiningsih; Mihardja, Hasan; Abdullah, Murdani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.68503

Abstract

Latar Belakang: Prosedur invasif seperti esofagogastroduodenoskopi (EGD) dapat menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan pada pasien. Diperlukan intervensi tambahan seperti pemberian obat sedasi, intervensi perilaku atau akupunktur untuk membuat pasien tenang dan rileks.Tujuan: Mengetahui efektivitas tindakan  press needle di titik akupunktur telinga terhadap kecemasan pasien yang menjalani prosedur EGDMetode: Penelitian randomized controlled trial ini melibatkan 40 pasien yang menjalani EGD tanpa sedasi. Pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang diberikan perangsangan menggunakan press needle di titik  akupunktur telinga dan kelompok kontrol yang diberikan jarum placebo.  Titik telinga yang dipilih adalah shenmen, relaksasi, dan zero point. Penelitian dilakukan di Pusat Endoskopi Saluran Cerna, RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Pasien mengisi kuesioner Spielberger State Anxiety Inventory (SAI) sebelum intervensi dan 10 menit setelah endoskopi selesai melalui wawancara langsung. Perbedaan skor SAI sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji paired t-test atau mann whitney.Hasil: Skor SAI kelompok perlakuan antara sebelum dan sesudah EGD terdapat penurunan yang bermakna (man whitney p=0,003). Rerata selisih skor SAI  kelompok perlakuan lebih besar bermakna dibandingkan  kelompok kontrol (man whitney p<0,001)Kesimpulan: Aplikasi press needle di titik akupunktur telinga shenmen, relaksasi, dan zero point membantu  menurunkan kecemasan pasien selama prosedur EGD yang diukur mengunakan kuesioner SAI
Terapi Komplementer untuk Mengatasi Fatigue pada Pasien Hemodialisis: Literatur Review Utami, Swastika Sekar; Arifah, Siti; Rahayuningsih, Faizah Betty
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 2 (2023): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.68769

Abstract

Latar belakang: Masalah fisik yang paling banyak dirasakan oleh pasien hemodialisis di antaranya kelelahan. Fatigue atau kelelahan diartikan sebagai perasaan kelelahan luar biasa, baik saat istirahat ataupun ketika melakukan aktivitas. Kondisi ini akan memengaruhi semua sisi kualitas hidup pada penderita gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis. Terapi komplementer adalah salah satu terapi yang saat ini berkembang dengan pesat untuk membantu menurunkan fatigue pascahemodialisis melalui pikiran dan tubuh.Tujuan: Mengetahui jenis dan efektivitas terapi komplementer untuk mengatasi kelelahan pada pasien yang menjalani hemodialisis.Metode: Tahap yang digunakan dalam review ini adalah mengidentifikasi berdasarkan kata kunci, mengskrining judul dan abstrak, menyeleksi kelayakan artikel, menyeleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi, dan mengekstraksi data. Review ini menggunakan artikel jangka waktu dari 2016‒2021.Hasil: Total keseluruhan artikel yang di-review sebanyak 17 artikel. Terapi komplementer yang dapat dilakukan adalah terapi pijat, aromaterapi, relaksasi, terapi musik, dan terapi footbath.Kesimpulan: Secara keseluruhan, terapi komplementer dapat menurunkan skala fatigue pasien hemodialisis.
Menelusuri Potensi Fraud dalam Jaminan Kesehatan Nasional melalui Rekam Medis di Rumah Sakit Sugiarti, Ida; Masturoh, Imas; Fadly, Fery
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 1 (2022): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.69056

Abstract

Latar Belakang: Akibat fraud, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) harus membayar klaim lebih besar, sehingga terjadi kerugian negara. Salah satu bentuk fraud yang ditemukan di kelompok provider adalah upcoding. Data koding dan rekaman pelayanan kesehatan dalam rekam medis dapat digunakan sebagai deteksi fraud.Tujuan: Menelusuri potensi fraud dalam rekam medis melalui telusur keakuratan kode diagnosis dan clinical pathway.Metode: Pendekatan kuantitatif kualitatif. Jenis penelitian case study, kasus thypoid. Subjek penelitian ditentukan dengan purposive sampling. Sampel penelitian kuantitatif menggunakan berkas rekam medis. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan indept interview. Analisis data kuantitatif dengan analisis deskriptif dan Analisa data kualitatif dengan analisis konten.Hasil: Dari 87 dokumen, ketidaktepatan kode diagnosis 31,03%, dengan presentase ketidaksesuaian tarif klaim 26,44%. Terdapat berbagai penyebab upcoding diantaranya karena aturan pengkodean yang berbeda antara kode diagnosis berdasarkan ICD 10 dan kode untuk kepentingan klaim yang mengacu pada peraturan dari BPJS yang dituangkan dalam Berita Acara. 91,30% ketidaksesuaian merupakan tarif klaim naik. Ketidaksesuaian clinical pathway paling banyak pada item tes widal dengan presentase 21.84%.Kesimpulan: Upcoding tidak selalu disebut fraud, harus ada unsur kesengajaan untuk mendatangkan keuntungan finansial. Upcoding dapat merubah klaim menjadi lebih tinggi. Keberadaan clinical pathway penting sebagai acuan tindakan pelayanan kesehatan.
Kejadian Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja dengan Gerakan Menekan dan Berulang Nurullita, Ulfa; Wahyudi, Rizky; Meikawati, Wulandari
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.69159

Abstract

Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) terjadi karena gerakan berulang yang menekan saraf median terowongan karpal, dengan gejala berupa nyeri yang berlanjut menjadi mati rasa. Pekerjaan membuka buah kapuk membutuhkan gerakan menekan dan berulang. Terdapat keluhan nyeri dan kesemutan pada sebagian pekerja dan sebagian lain mengeluhkan tremor pada tangannya. Keluhan ini sangat dirasakan saat malam hari.Tujuan: Menganalisis faktor risiko kejadian CTS pada pekerja pembuka buah kapuk.Metode: Penelitian cross-sectional ini melibatkan 34 pekerja pembuka buah kapuk. Variabel usia, jenis kelamin, masa kerja, dan riwayat arthritis reumathoid dikumpulkan melalui wawancara, status gizi dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan, frekuensi gerakan berulang diobservasi. Kejadian CTS diidentifikasi melalui tes Phalen.Hasil: Umur pekerja berkisar 35‒80 tahun, mayoritas perempuan (88,2%), masa kerja 1‒8 tahun, 23,5% pekerja terdapat riwayat arthritis reumathoid, status gizi tidak normal 64,7%, 61,8% melakukan gerakan berulang, dan kejadian CTS sebesar 32,3%. Kejadian CTS berhubungan dengan masa kerja (p= 0,000), riwayat arthritis reumathoid (p=0,000), dan frekuensi gerakan berulang (p=0,001).Kesimpulan: Kejadian CTS yang cukup tinggi perlu ditindaklanjuti dengan pengendalian faktor masa kerja, riwayat arthritis reumathoid, dan frekuensi gerakan berulang. 
Implementasi Tatalaksana Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil: Scoping Review Fauzianty, Ariska; Sulistyaningsih, Sulistyaningsih
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 2 (2022): May
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.69318

Abstract

Latar Belakang: Penyebab utama anemia selama kehamilan adalah defisiensi zat besi. Implementasi tatalaksana anemia yang tepat sangat penting, sehingga intervensi yang diberikan akurat dan meningkatkan kualitas pelayanan.Tujuan: Mengkaji bukti terkini implementasi tatalaksana anemia defisiensi besi selama kehamilan.Metode: Scoping review menggunakan framework Arksey dan O’Malley. Peneliti menggunakan tiga database yaitu Pubmed, Science Direct dan Gray literature (Google Scholar). Hanya artikel asli teks lengkap yang diterbitkan dalam bahasa Inggris antara 2010-2020 sesuai dengan kriteria inklusi.Hasil: Dari 110 artikel relevan, lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi dengan grade A. Terdapat dua tema peran, yaitu penerapan four pillars approach, dan pendidikan kesehatan, sedangkan hambatan adalah minimnya kompetensi pengetahuan dan keterampilan klinis tenaga kesehatan, faktor sociocultural, belum tersedia pedoman klinis komprehensif terkait penatalaksanaan anemia selama kehamilan, sarana, dan dukungan suplementasi zat besi kurang memadai.Kesimpulan:  Terdapat peran dan hambatan tenaga kesehatan dalam implementasi tatalaksana anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil.
Faktor yang Berhubungan dengan Berat Badan Kurang pada Balita di Timor Leste Kurniawan, Ardhiles Wahyu; Maulina, Rifzul; Fernandes, Anggelina
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 7, No 3 (2022): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.69648

Abstract

Latar Belakang: Berat badan kurang adalah indikator status nutrisi dan kesehatan balita yang buruk di sebuah negara. Pada tahun 2013 angka kejadian Stunting di Timor Leste tergolong tinggi sekitar 50,2% dibandingkan angka rata-rata untuk wilayah Asia Timur Pasifik yaitu 11,3%. Diantara anak balita yang mengalami stunting terdapat 38% yang memiliki berat badan kurang.Tujuan:  Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian dengan berat badan kurang balita di Timor Leste.Metode: Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional berdasarkan data sekunder Demographic and Health Survey (DHS) pada 13 Provinsi di Timor Leste tahun 2016.  Sampel pada penelitian ini sejumlah 3.723 balita.Hasil: Beberapa faktor yang berhubungan dengan berat badan rendah di Timor Leste adalah pendidikan Ibu (AOR = 0,50, 95% CI: 0,34-0,74), status gizi Ibu yang gemuk (AOR = 0,47, 95% CI:0,35-0,65) dan status gizi Ibu yang normal (AOR = 0,67, 95% CI: 0,55-0,81), jumlah kelahiran anak ≥ 7 (AOR = 1,67, 95% CI: 1,15-2,41), jenis kelamin anak perempuan (AOR 0,79, 95% CI: 0,67-0,94), kondisi ekonomi keluarga sangat kaya (AOR 0,66, 95% CI: 0,46-0,96), sumber air minum tidak higenis (AOR 1,37, 95% CI: 1,09-1,74)Kesimpulan: Upaya perbaikan status gizi balita dapat melalui peningkatan pendidikan dan nutrisi Ibu, ekonomi keluarga serta perbaikan kualitas air.

Filter by Year

2016 2026