cover
Contact Name
Salman Al Faris
Contact Email
maqasid@um-surabaya.ac.id
Phone
+6289654453687
Journal Mail Official
maqasid@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Maqasid/about/contact
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam
ISSN : 2252 528     EISSN : 26155622     DOI : 10.30651
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian orisinal dengan edisi terbaru dalam Studi Hukum Islam. Ruang Lingkup Jurnal Maqasid adalah (1) Hukum Islam (Islamic Law), (2) Hukum Keluarga Islam (Islamic Family Law), (3) Hukum Perkawinan Islam (Munakahat), (4) Hukum Kewarisan Islam (Mawaris), (5) Hukum Ekonomi Islam (Muamalah), (6) Ilmu Astronomi Islam (Falak), (7) Kajian Studi Hukum Islam.
Articles 332 Documents
Peran Biro Konsultasi Dan Konseling Keluarga Sakinah Al-Falah Surabaya Dalam Mencegah Terjadinya Perceraian Bagi Kliennya Fadiyatun Nisa'; Isa Anshori; Gandhung Fajar Panjalu
MAQASID Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.585 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v8i2.5182

Abstract

ABSTRAKSetiap tahunnya angka kasus perceraian di kota Surabaya masih tergolong tinggi dan memprihatinkan. Salah satu lembaga yang menerima konseling untuk mencegah terjadinya perceraian adalah BKSF Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan ini bersifat kualitatif dengan jenis fungsionalisasi organisasi. Hasil penelitian ini diketahui untuk mencegah terjadinya perceraian. BKSF Surabaya mempunyai berbagai pelayanan konsultasi untuk menyelesaikan permasalahan keluarga, untuk membangun keluarga yang bahagia dengan adanya sakinah mawaddah wa rahma di dalam keluarga.Kata kunci: Perceraian, Hukum Islam, BKSF Surabaya.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Dan Penangananya Terhadap Perempuan Dewasa Di Kota Surabaya Tahun 2018 S/D Bulan Juli 2019 Abdul Wahab
MAQASID Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.132 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v8i2.5277

Abstract

ABSTRAKKota Surabaya memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi, yang mencakup angka 60231 ribu jiwa di Kota Surabaya. Kepadatan tersebut menimbulkan banyak problem kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan kasus kekerasan dalam rumah tangga di antaranya  adalah kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, kekerasan pelentaran ekonomi dan kekerasan ekplolitasi, dan ini sesuai dengan data yang berada di Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya. Dan Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan Dan Pelindungan Anak memliki upaya dalam penangananya diantaranya yaitu, penanganan konseling, penanganan medis, penanganan Hukum.Kata kunci: Kekerasan dalam Rumah Tangga, Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, Hukum Islam.
Upaya Memantapkan Pasangan Calon Pengantin Melalui Program Belajar Rahasia Nikah (Berkah) Perspektif Maqasid Shari’ah (Studi Kasus Kantor Urusan Agama Kecamatan Sawahan Surabaya) Mulyono Mulyono
MAQASID Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.073 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v8i2.5278

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan realita yang terjadi saat ini. Perceraian di beberapa Kota mengalami peningkatan, khususnya di Kota Surabaya. Oleh sebab itu, Kantor Urusan Agama (KUA) Sawahan menjalankan program belajar rahasia nikah (BERKAH) dengan tujuan memantapkan pasangan calon pengantin. Program tersebut diinstruksikan langsung dari Kementrian Agama (KEMENAG) pusat ke KUA Kecamatan yang berstatus kelas A.Dan penelitian ini bertujuan memberikan bekal kepada pasangan calon pengantin.Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan yaitu penelitian yang berdasarkan hasil dari observasi dan wawancara kepada kepala KUA Kecamatan Sawahan mengenai program BERKAH. Peneliti mengumpulkan data langsung dan wawancara pada pihak yang bersangkutan di KUA Kecamatan Sawahan Kota Surabaya. Setelah data terkumpul lalu penulis melakukan analisis menggunakan metode kualitatif.Hasil penelitian menyatakan bahwa program tersebut sebagai upaya untuk memberikan bekal bagi pasangan calon pengantin. Agar, pasangan calon pengantin lebih mantap dalam menjalankan rumah tangga. Dari sudut pandang Maqa>s{id Shari>’ah, bahwasanya program tersebut sangat erat kaitannya dengan menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta. Kata Kunci: Pemantapan Calon Pengantin, Program BERKAH, Maqasid Shari’ah.
Peran International Committe Of The Red Cross (ICRC) Dalam Melindungi Tenaga Kesehatan Di Konflik Suriah (2011-2016) Saragih, Hendra Maujana; Muis, Nurmaidi
MAQASID Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.006 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v9i1.5442

Abstract

Jurnal ini
(519/Pdt.P/2018/PA.Sby):نظر القضاة في رخصة النكاح المبكر (دراسة تحليلية عن قرار المحكمة الدينية سورابايا رقم Wahyudi, Agus; Mulyono, Mulyono; Masduqi, Ahmad
MAQASID Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.946 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v9i1.6551

Abstract

ABSTRACT            In Indonesia, age is one of the requirements for someone who wants to get married. The existence of the law on marriage age restrictions is for the benefit of family and marriage as regulated in article 7 paragraph 1 of Law No.1 of 1974 that in marriage the bride must be 19 years old and the bride must be 16 years old If this is not fulfilled, the marriage dispensation provided by the Religious Courts must be used. In the Decision of the Surabaya Religious Court number (519/ Pdt.P/2018/PA.Sby) the judge granted the petition of the petitioner, namely giving a dispensation to the applicant's child who had not yet been sentenced to age for marriage. As for this study to determine the judge's consideration of early marriage dispensation based on the Decision of the Surabaya Religious Court number (519/Pdt.P/2018/PA.Sby) and to find out the decision in the perspective of Islamic law.            The method used by the authors in this study is a qualitative or empirical method with documentation data collection techniques which are then analyzed to obta           in conclusions            From the results of the research conducted it can be concluded that, the judge's consideration in deciding the case (519/Pdt.P/2018/PA.Sby) first though the applicant's child had not reached the age of 19 years as stipulated in law number 1 of 1974 but the applicant's child showed his ability to get married then in order to prevent the judge from being obedient, he granted the petitioner's request by providing a marriage dispensation. Both court rulings are in accordance with Islamic law because the Shari'a do not provide a certain age limit for marriage.Keywords: Judge Considerations, Marriage, Early Marriage Dispensation
(حكم "بيليس" في الزواج العرفي فى قبيلة "لاماحولوط" فى مدينة "لارانتوك" بفولوريس الشرقية نوسى تنجرا الشرقية (دراسة تحليلية نقدية Sulaiman, Umar; Berkah, Dian; Basith, Abdul
MAQASID Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.842 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v9i1.6557

Abstract

Abstract In the life of the Lamaholot tribe, customs and beliefs are still developing strongly. It is still found in the Lamaholot tribal community in East Flores, East Nusa Tenggara regarding  "Belis" in the marriage process. "Belis" is a tradition of noble values and forms of respect for women. The purpose of "Belis" is the legal determinant of a marriage, as a sign that the girl has left her home family, and as a tool to raise the name / degree of the family There are various forms of "Belis" in East Nusa Tenggara that are used in the form of gold, silver, money, and animals such as buffalo, cows or horses. The uniqueness of the "Belis" lamaholot community is concrete in the form of value and size of elephant ivory that is difficult to obtain. Although elephant ivory is very difficult to obtain, this tradition still applies and is maintained by the Lamaholot community.The purpose of this study is 1) to find out how the traditional practice of "Belis" in the Lamaholot tribe community 2) to find out how the views of ulama, traditional leaders, and the viewpoint of Islamic law about the customs. The subjects of this research are the local community, community leaders and Ulama '. This research is a type of qualitative research using data collection methods and methods of observation, interviews, and documentation while the data processing is Editing, Classifying, Analizing and Concluding.The conclusions of this study are 1) that the tradition of "Belis" in the Lamaholot tribe is a legacy of ancestors and until now this tradition still exists 2) according to traditional leaders and different religious leaders, according to religious leaders that the tradition of "Belis" is contrary to the Shari'a Islam. And according to traditional leaders, adat belis does not contradict because adat has to be maintained. But to maintain the brotherhood between them, they are at peace and agree to improve the custom of "Belis". If viewed from the perspective of Islamic law that part of the traditional process of "Belis" is contrary to the basic method of Islamic law. Keywords: Belis, Tradition, Marriage
Hukum-Hukum Yang Berbeda Antara Laki-Laki Dan Wanita Menurut Madzhab Syafi'i Dan Madzhab Hanafi Wati, Nofi Setia; Zafi, Ashif Az
MAQASID Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v9i1.4615

Abstract

Hukum islam sebagai salah satu sumber hukum nasional merupakan kumpulan aturan yang berdasarkan pada norma-norma atau kaidah-kaidah fiqhiyah. Kehidupan manusia pada hakikatnyanya selalu berkaitan dengan hukum-hukum dan syariat syariat agama,terkhusus dalam hukum fiqih yang menjadi seluruh aspek kehidupan manusia dalam ber islam, yang bisa masuk pada wilayah akidah, syariah, ibadah dan akhlak. Ada hal atau hukum-hukum fiqih yang berbeda antara laki-laki dan wanita menurut dua pandangan madzhab Syafi'i dan Hanafi mulai dari bab ubudiah sampai muamalah. Banyak hal yang penting yang dibutuhkan wanita muslimah dan laki-laki muslim. Di Indonesia mayoritas menganut pada imam Syafi'i tentang hukum-hukum fiqih. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengkaji hukum fiqih ubudiah laki-laki dan wanita dari pandangan dua madzhab dan juga membicarakan tentang permasalahan fiqih yang sedang terjadi di Indonesia termasuk hukum fiqih terkait pengurusan jenazah pasien corona dan sholat jumat yang banyak berbeda pendapat vtentang hal ini. Islam sendiri pun telah mengatur mengenai hukum-hukum fiqih Laki-laki dan wanita pada kitab-kitab fiqih karangan empat madzhab yang sebenarnya terjadi perbedaan hanya sebagian kecil, seperti masalah aurat laki-laki dan wanita dalam sholat atau dalam permasalahan fiqih sehari-hari.. Artikel ini menggunakan penelitian kajian pustaka dari berbagai kitab-kitab fiqih dan buku-buku fiqih dan artikel-artikel fiqih lainnya.
تحليل رأي الأستاذ عبد الصمد عن نظرية الأسرة السكينة فستبقول راندا، غاندونج فاجار فانجالو، فارح مرزوقي عمار شعبة الأحوال الأشخصية كلية العلوم الإسلامية جامعة محمدية سورابايا Pastabikul Randa; Gandhung Fajar Panjalu; Farikh Marzuqi
MAQASID Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.696 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v9i2.6568

Abstract

ABSTRACTIslam regulates everything in human life, one of which is the problem of marriage. And in this day and age many of the Muslims fail in fostering a sakinah family, and eventually they separate. While Islam does not like it all, because Islam teaches every Muslim how to choose a partner, so it does not cause damage in the household for those who follow the instructions in Islam. Therefore, Muslims need sakinah family concepts for them to practice in their daily families, so that it does not make them confuse in practicing them easily.            From the background of the problem above, the writer formulates the problems into 3, they are 1) What is the concept of the sakinah family according to Abdul Somad? 2) What are the qualifications for a successful sakinah family? 3) How is it applied into our life?This type of research is quantitative. Data collection methods are obtained through the review of books and videos. While the analysis used is the opinion of Ustadz Abdul SomadAbout the Sakinah Family.Based on the results of the discussion in this thesis that building a sakinah family must begin before marriage and after marriage. As for before marriage, he prepares religious knowledge and enters Islamic communities to rid himself of immorality. As for after marriage, he takes care of his partner's feelings, so that there grows love and affection between the two..
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Dan Penangananya Terhadap Perempuan Dewasa Di Kota Surabaya Tahun 2018 S/D Bulan Juli 2019 Mohammad Ikhwanuddin
MAQASID Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.776 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v9i2.6564

Abstract

ABSTRAKKota Surabaya memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi, yang mencakup angka 60231 ribu jiwa di Kota Surabaya. Kepadatan tersebut menimbulkan banyak problem kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan kasus kekerasan dalam rumah tangga di antaranya  adalah kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, kekerasan pelentaran ekonomi dan kekerasan ekplolitasi, dan ini sesuai dengan data yang berada di Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya. Dan Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan Dan Pelindungan Anak memliki upaya dalam penangananya diantaranya yaitu, penanganan konseling, penanganan medis, penanganan Hukum.Kata kunci: Kekerasan dalam Rumah Tangga, Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, Hukum Islam.
Pendekatan Teologis Dalam Memahami Maksud Syariat Dan Hukum Yang Tidak Disepakati Islam Kisdiyanti, Adinda Ayu; Zafi, Ashif Az
MAQASID Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v9i1.4628

Abstract

Fiqh adalah metode dalam mengeksplorasi dan menetapkan hukum Islam. Ilmu ushul fiqh berguna untuk membimbing mujtahid dalam hukum syariah yang benar dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Melalui fiqh juga dapat ditemukan jalan keluar dalam menyelesaikan argumen yang terkesan saling bertentangan. Meskipun argumen dalam studi Ushul Fiqh seperti qiyas, istihsan, masalah mursalah, istishab, dan urf dapat digunakan sebagai dasar untuk membangun hukum dan masalah yang tidak dijelaskan secara langsung oleh teks. Para ulama sepakat untuk menyatakan Tuhan sebagai pihak yang berwenang membuat hukum dalam hukum Islam. Dalam konteks ini, Allah adalah suatu yang menjadikan syariat, menentukan, mengangkat dan sebagai sumber hukum. Atas dasar ini tidak ada syariah dalam Islam kecuali itu bersumber dari Tuhan. Karena, Tuhan menciptakan manusia di bumi dan Tuhan juga menetapkan aturan tentang kehidupan manusia. Fenomena ini pada akhirnya mendorong penulis untuk melakukan penelitian ilmiah tentang agama. Pendekatan agama akan mengalami perkembangan yang signifikan. Ini ditunjukkan oleh pendekatan agama yang tidak hanya berfokus pada aspek teologis, tetapi juga menembus disiplin ilmu humaniora lainnya.

Page 8 of 34 | Total Record : 332