cover
Contact Name
Salman Al Faris
Contact Email
maqasid@um-surabaya.ac.id
Phone
+6289654453687
Journal Mail Official
maqasid@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Maqasid/about/contact
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam
ISSN : 2252 528     EISSN : 26155622     DOI : 10.30651
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian orisinal dengan edisi terbaru dalam Studi Hukum Islam. Ruang Lingkup Jurnal Maqasid adalah (1) Hukum Islam (Islamic Law), (2) Hukum Keluarga Islam (Islamic Family Law), (3) Hukum Perkawinan Islam (Munakahat), (4) Hukum Kewarisan Islam (Mawaris), (5) Hukum Ekonomi Islam (Muamalah), (6) Ilmu Astronomi Islam (Falak), (7) Kajian Studi Hukum Islam.
Articles 355 Documents
Pentingnya Fiqih Kontemporer Untuk Menghadapi Era Globalisasi Solekhah, Maulida Muhimmatus; Zafi, Ashif Az
MAQASID Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v9i1.4611

Abstract

membahasa mengenai seberapa penting fiqih kontemporer dalam menghadapi era globalisasi
توكيل ولي النكاح عند عقد النكاح (دراسة حالة: فهم الولي بقرية جنطيني لارن لامونجان في أركان النكاح) إعداد: محمد نصوحا،المشرف الأول: عيسى أنصاري الماجستر، المشرف الثاني:عبد الباسط الماجستر. Mohammad Nasucha; Isa Anshori; Abdul Basith
MAQASID Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.662 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v9i2.6567

Abstract

Abstract :Guardian is one of the pillars in a marriage, because the position of the guardian is a legal and whether a marriage determinant. However, some trustees understand that the position of guardians is only used as a formality. So that many trustees are still found to represent their guardianship rights to the Penghulu. This is the case, in Centini Village, Laren Subdistrict, Lamongan Regency, many marriage guardians choose someone else to be their guardian on the marriage covenant, although there is no obstacle for the representatives to marry off their daughter on the marriage covenant.From this background, the writer formulates the problem into 2, namely 1) How is the understanding of guardians in Centini Village, Laren Subdistrict, Lamongan Regency, regarding Tauki>l Waly nikah in a marriage covenant? 2) What are the reasons for the marriage guardian in doing Tauki>l Waly ?. This type of research is field research because researchers observe directly what is happening in the community. This research uses descriptive qualitative normative analysis method in presenting the results of research using words based on data obtained. The data collection method is obtained through observation, interviews and documentation.Centini Laren Subdistrict Lamongan Regency has an understanding that Tauki>l Waly nikah is allowed. Their understanding is only based on the many practices of Tauki>l Waly in Centini Village which are carried out by the marriage guardian in each marriage procession. Nevertheless, they agreed that the guardian was a harmonious marriage covenant and was a virtue for the guardian if he allowed his own child getting married. The factors that became the reason for the marriage guardian in doing Tauki>l Waly were 1) The assumption of the trustees that marriage is the duty of the Office of Religious Affairs officers, while the guardian is only looking for a partner for his child. 2) Fear that mistakes occur when Ijab in a marriage covenant. 3) Tauki>l Waly becomes a custom for marriage guardians. Keywords: Guardians’ Understanding, Tauki>l Waly, Marriage Covenan
Implementasi Bimbingan Perkawinan Pranikah di Kantor Urusan Agama Wonokromo Tahun 2019 Panjalu, Gandhung Fajar; Numan, An
MAQASID Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.683 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v10i1.10405

Abstract

الإرشاد قبل النكاح هو ساحة التقديم لمجند الزوجين في بناء العائلة المستقبل. إذا هذا البزنامج مهم جدا لمجند الزوجين ان يشتركواه، ليجدوا علم عن المناكحات، وسوف يتشكلوا عائلة السكينة. منهج الباحث في هذا البحث هو البحث المكتبي يعني جمع الأنشطة المتعلقة بأسلوب جمع البيانات المكتبية والقراءة والكتابة مع عملية المواد البحثية. نتائج هذا البحث، أولا الإرشاد قبل النكاح الذي تطبق في الإدارة شؤون الدينية متعمد يومين, تبدأ من الساعة الثامنة تختم في الساعة الخامسة. يوجد 16 خصص. المتحدثون الذين يبلغون المحاضرة في برنامج الإرشاد قبل النكاح لهم الشهادة من الوزيرة الدينية. و كذلك المشتركون يوجد 16 منجد الزوجين. و الثاني الإرشاد قبل النكاح الذي تطبق في الإدارة شؤون الدينية يستعمل القواعد تنظيم المدير العام لإرشاد المجتمع الإسلامي رقم : 542 سنة : 2013, بزيادة القواعد قرار المدير العام لإرشاد المجتمع الإسلامي رقم 373 عام 2017. و قد وافق على ذلك.الكلمات الأساسية : الإرشاد قبل النكاح، النكاح
Pemikiran Hukum Dan Pranata Sosial Hamzah, Saiful Ibnu
MAQASID Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.155 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v9i1.10281

Abstract

Dalam suatu masyarakat yang oleh MacIver (The Web of Government, 1954) digambarkan sebagai sarang laba-laba (web), terdapat berbagai kaidah yang mengatur hubungan antar individu yang bertujuan untuk tercapainya kedamaian, ketertiban dan kesejahteraan. Dalam artikel ini penulis membahas kajian bagaimana pemikiran hukum agar tidak bertabrakan dengan pertumbuhan pola pikir dan kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian referensi teori hukum dan sosial serta pertumbuhan pola pikir dan kehidupan sosial masyarakat. Dalam kajian tulisan ini juga membandingkan dengan konsep tatanan kehidupan sosial masyarakat dalam referensi sejarah kebudayaan islam yang lebih dikenal dengan Masyarakat Madanai
Keabsahan Kontrak Lisan Dalam Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Islam Saiful Ibnu Hamzah
MAQASID Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v9i2.10282

Abstract

Jurnal ini membahas tentang kontrak lisan dalam perspektif hukum positif dan hukum lisan
Analisa Kemunculan Dukhan Melalui Skenario Hantaman Asteroid Pada Bumi Andi Sitti Mariyam
MAQASID Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.491 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v9i2.10372

Abstract

Artikel ini membahas tentang  kemunculan dukhan melalui skenario hantaman asteroid pada bumi
Implementasi Pasal (15) Ayat 1 Huruf O Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak (Studi Penelitian Dinas Sosial Provinsi Lampung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kota Bandar Lampung) Pratama, Rahmat
MAQASID Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v11i1.11133

Abstract

Dinas sosial dan dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan dinas yang memiliki wewenang didalam penangan dan pendapingan terhadap anak ketika berhadapan dengan hukum seperti yang termaktub di dalam Pasal (4) ayat 2 huruf F Peraturan walikota Bandar Lampung Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Pembentukan Dan Susunan Orgaisasi Serta Tata Kerja Unit Pelaksanaan Teknis Perlindungan Perempuan Dan Anak Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kota Bandar Lampung. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui dan memahami Implementasi Pasal (15) ayat 1 huruf O Peraturan daerah wali Kota Bandar Lampung Nomor. 2 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak dan mengetahui faktor penghambat pelaksanaan Pasal (15) ayat 1 huruf O Peraturan daerah wali Kota Bandar Lampung Nomor. 2 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Metode penelitian menggunakan normative  empiris. Implementasi Perda Kota Bandar Lampung terhadap perlindungan anak mengatur mengenai penanganan anak yang dilakukan secara rahasia terhadap korban kekerasan seksual, hal ini dikarenakan demi melindungi privasi anak sebagai korban pelecehan seksual. Faktor penghambat pelaksanaan Pasal 15 ayat 1 huruf O Peraturan daerah wali Kota Bandar Lampung Nomor. 2 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.tersebut yaitu adanya faktor dari dalam dan luar seperti orangtua dan masyarakat, anak disabilitas, dan sarana prasarana.
Alat Kontrasepsi dalam Pandangan Fikih Empat Mazhab Dedisyah Putra
MAQASID Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v11i1.7373

Abstract

AbstrakFikih selalu hadir dan mampu mengimbangi setiap keadaan masyarakat dengan segala bentuk permasalahan yang terjadi dalam setiap keadaan dan waktu. Fikih mampu memberikan solusi dan penengah dalam setiap permasalahan yang bersifat dinamis menjadikan agama ini begitu sangat sempurna dalam memberikan pengajaran kepada setiap pemeluknya baik dalam hal ibadah maupun muamalah. Diantara permasalahan fikih yang ada yaitu tentang penggunaan alat kontrasepsi yang sudah di bahas kalangan ulama empat mazhab. Zaman dahulu, masyarakat sudah mempraktikkan metode ‘azl hingga seiring dengan berjalannya waktu, ditemukan banyak sekali alat kontrasepsi lainnya baik dengan cara disuntikkan, maupun dalam bentuk pil maupun alat yang dipasang pada kelamin guna menggagalkan pembuahan sel sperma pada rahim wanita karena pada umumnya, alat kontrasepsi digunakan untuk mencegah kehamilan. Berdasarkan hasil pembahasan ditemukan bahwa seluruh ulama mazhab bersepakat tentang keharaman penggunaan alat kontrasepsi yang bertujuan untuk mencegah kehamilan secara permanen tanpa kedharuratan, demikin juga haram hukumnya bagi pasangan yang khawatir akan ketidaksanggupan para orang tua dalam hal mengurus dan menafkahi anak-anak mereka. Selanjutnya ulama mazhab bersepakat akan kebolehan apabila tujuannya untuk mengatur jarak kelahiran anak ataupun karena alasan kemaslahatan lainnya walaupun berbeda pandangan tentang mekanisme penerapannya.Kata Kunci: Alat Kontrasepsi, Fikih, Ulama Empat Mazhab  
Pertanggungjawaban Pidana dalam Perspektif Hukum Islam Senya, Isnaini Wieldatus; Fatahillah, Agis
MAQASID Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v11i1.11019

Abstract

Pembenahan dan restrukturisasi hukum nasional berimplikasi pada reformasi hukum pidana di Indonesia dimana dalam perkembangannya perubahan juga mempengaruhi pembaharuan konsep pidana tanggung jawab yang harus mengakomodir nilai-nilai hukum yang hidup dalam masyarakat sebagai amanah Bab IV MPR No.IV/MPR/1999 butir a.2. bertindak sebagai wujud nyata dari suatu niat dan kesadaran yang dimiliki pelaku akan dihasilkan dari perbuatan pelaku yang diketahui merupakan syarat-syarat yang harus ada dalam hukum pidana dalam perspektif Islam tentang implikasinya Konsep KUHP Mendatang juga menganut asas yang sama yang dapat dikatakan bahwa Konsep pertanggungjawaban pidana dalam hukum Islam relevan dengan hukum di Indonesia pembangunan khususnya pembaruan KUHP yang akan datang. 
Hak Waris Anak Yang Lahir dari Perkawinan Beda Agama Kurniawan, Adit
MAQASID Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/.v11i1.6827

Abstract

Apabila dilihat dari sudut pandang Hukum Waris Islam, maka anak yang lahir dari perkawinan beda agama tidak mempunyai hak untuk mendapatkan harta waris apabila tidak seagama dengan pewaris yang dalam hal ini pewaris beragama Islam. Namun demikian apabila pewaris tidak beragama Islam (non-muslim), sedangkan ahli warisnya tidak seagama dengan pewaris (non-muslim), maka tetap berhak mewaris. Hal tersebut didasarkan pada hubungan darah antara pewaris dengan ahli waris, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 832 KUH Perdata maupun Pasal 171 huruf c Kompilasi Hukum Islam (KHI).  Hambatan hak mewaris anak yang lahir dari perkawinan beda agama adalah belum adanya unifikasi yang mengatur tentang waris karena dalam kenyataannya masih terdapat pluralisme hukum waris, sehingga dalam menyelesaikan masalah  hak mewaris anak yang lahir dari perkawinan beda agama masing-masing pihak tunduk pada hukum yang berbeda yaitu berdasarkan hukum agama atau adat. Namun demikian berkaitan dengan hal tersebut, hak mewaris anak yang lahir dari perkawinan beda agama dapat diatasi dengan dikeluarkannya Fatwa Munas VII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 5/MUNAS-VII/MUI/9/2005 yang menyatakan bahwa pemberian harta kepada orang yang berbeda agama hanya dapat dilakukan dalam bentuk hibah, hadiah dan wasiat. Sehingga hambatan hak mewaris anak yang lahir dari perkawinan beda agama dapat teratasi.   

Page 10 of 36 | Total Record : 355