cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkomunikasi.untar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 20851979     EISSN : 25822727     DOI : https://doi.org/10.24912/jk
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi (P-ISSN: 2085-1979 and E-ISSN: 2528-2727) http://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/index is a national journal published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Jurnal Komunikasi are result from research and scientific studies conduct by academics and practitioners in communication field. Jurnal Komunikasi published twice a year. First volume will be publish on Juli and second volume on December. Articles published in Jurnal Komunikasi have been trough peer-review process by reviewer. Final decision of articles acceptance will be taken by editor team.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
Studi Komunikasi Interpersonal Antara Perawat Dengan Lansia Di Panti Lansia Santa Anna Teluk Gong Jakarta Mela Cristanty; Suzy Azeharie
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i2.65

Abstract

Abstrak:Penelitian ini membahas mengenai komunikasi antarpribadi yang dilakukan antara perawat dengan lansia yang tinggal di panti jompo. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa teori antara lain teori komunikasi, komunikasi antarpribadi, teori penetrasi sosial, perawat, lansia, dan panti jompo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk menyelesaikan penelitian ini penulis melakukan wawancara mendalam kepada empat narasumber yaitu dua orang perawat dan dua orang lansia, observasi dan studi kepustakaan. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa memang kedekatan hubungan antarpribadi antara perawat dengan lansia di Panti Lansia Santa Anna dapat dilihat melalui lima kualitas umum yaitu keterbukaan, perilaku positif, perilaku suportif, empati, dan kesamaan. Kelima hal tersebut dijalankan sepenuhnya oleh para perawat di Panti Lansia Santa Anna ini dalam hal berkomunikasi dan membentuk hubungan dengan lansia yang tinggal di panti. 
Tekanan Global Dalam Penundaan Eksekusi Terpidana Mati Di Indonesia Kurniawan Hari Siswoko
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i2.66

Abstract

Abstract:Indonesian authorities decided on July 29, 2016 executing four drug convicts and spared the lives of 10 others that were on a death row. While the decision was the sovereign authority of the Indonesian government, it was undeniable that the decision was the result of an international pressure, particularly from the government of Pakistan which used diplomatic means to influence the Indonesian government. Previously, the Indonesian authorities was so determined to bring the 14 drug convicts, including one Pakistani, before the firing squad. The public was almost certain that all 14 drug convicts would be executed at dawn on July 29. It turned out that only four of them were killed, leaving 10 others, including Pakistani Zulfiqar Ali, spared. This writing observes the diplomatic moves as a form of global communication by the Pakistani government as reported in the media.Abstrak:Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan eksekusi mati terhadap 4 terpidana narkoba pada tanggal 29 Juli, 2016 dan menunda eksekusi atas 10 terpidana lainnya. Keputusan tersebut tentunya merupakan kedaulatan pemerintah Indonesia. Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri keputusan tersebut adalah hasil dari tekanan internasional, khususnya dari pemerintah Pakistan melalui perangkat diplomatik. Sebelumnya, pemerintah Indonesia amat yakin dengan keputusannya untuk melakukan eksekusi terhadap 14 terpidana narkoba, termasuk seorang warga negara Pakistan. Publik pun dibuat yakin bahwa seluruh 14 terpidana itu akan dieksekusi pada dini hari tanggal 29 Juli, 2016. Namun, pada akhirnya hanya 4 terpidana narkoba yang diseksekusi. Tulisan ini mengamati langkah-langkah diplomasi, sebagai bentuk Komunikasi Global, yang dilakukan pemerintah Pakistan sebagaimana dilaporkan dalam pemberitaan media. 
Komunikasi Bisnis Lintas Budaya Sekretaris Pada Atasan (Studi Pada Alila Hotel Solo) Yunita Budi Rahayu Silintowe; Margareta Cahya Christy Pramudita
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i2.67

Abstract

ABSTRACT:There are barriers in communication occurs on Operations Secretary at Alila Hotels Solo. Some of obstacles that arise are caused by some leaders or coworkers at Alila Hotels Solo are expatriates or even people in Indonesia who have different cultural backgrounds. There is a culture that affects the way everyone in conveying the message, so that there is a difference in perception between secretary and boss or other colleagues. In this study will be seen from two different viewpoints culture is low context and high context culture. This type of research is qualitative. Data collection techniques is using observation and interview methods to collect the data needed to accurately. The result show that low context and high context culture culture in cross-cultural business communication is not applied exclusively in the process of business communication at Alila Hotels Solo.ABSTRAK:Hambatan-hambatan dalam berkomunikasi terjadi pada Operations Secretary di Alila Hotels Solo. Beberapa hambatan yang muncul disebabkan oleh beberapa pimpinan atau rekan kerja di Alila Hotels Solo adalah expatriate atau bahkan orang Indonesia yang memiliki latar belakang budaya berbeda. Budaya mempengaruhi cara setiap orang dalam menyampaikan pesan, sehingga terdapat perbedaan persepsi antara sekretaris dengan atasan atau rekan kerja yang lain. Dalam penelitian ini akan dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda yaitu low context culture dan high context culture. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data adalah dengan menggunakan metode observasi dan metode wawancara untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan secara akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa low context culture dan high context culture dalam komunikasi bisnis lintas budaya tidak diterapkan secara eklusif dalam proses komunikasi bisnis di Alila Hotels Solo. 
Analisis Framing Pemberitaan Kisruh Partai Golkar Pasca Keputusan Menkumham Dalam Program Dialog Primetime News Metrotv Dan Kabar Petang Tvone Etika Widya Kusumadewi; Farid Rusdi
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i2.68

Abstract

Abstract:In the span of 2014 to 2015, the Golkar Party experienced a tumultuous duality of leadership between Aburizal Bakrie and Agung Laksono version. The Government through the Ministry of Justice and Human Rights issued a decree stating Golkar Party Agung Laksono version is a legitimate stewardship. Two national television news station, Metro TV and TVOne, which are both owned by political party leaders, also 'warm' to the conflict on both sides. This study aims to understand, analyze, describe and compare dialog program Primetime News Metro and Evening News TVOne in framing news Golkar chaotic post-issuance of a decree by the Minister of Justice and Human Rights. Data analysis techniques used in this research is the analysis method with the paradigm framing or constructionist approach. This study uses a model framing analytical approach by using categorization Murray Edelman. From the results of research show can be quite impartial Metro while TVOne are beyond reasonable limits. Both seemed to favor and do not promote objectivity. Media ownership is considered to impact content that do both.Abstrak:Pada rentang waktu 2014 hingga 2015 Partai Golkar mengalami kisruh dualisme kepemimpinan yakni Golkar Aburizal Bakrie versi Munas Bali dan Golkar Agung Laksono versi Munas Jakarta. Menkumham kemudian mengeluarkan SK yang semakin membuat panas tubuh partai. Dua media televisi nasional, Metro TV dan TVOne, yang keduanya dimiliki oleh pimpinan partai politik, turut ‘menghangatkan’ konflik kedua kubu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami, menganalisis, mendeskripsikan serta menbandingkan program dialog Primetime News MetroTV dan Kabar Petang TVOne dalam membingkai pemberitaan kisruh partai Golkar pasca dikeluarkannya SK Menkumham yang isinya menyatakan Golkar Agung Laksono adalah kepengurusan yang sah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis framing dengan paradigma atau pendekatan konstruksionis. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis framing model Murray Edelman dengan menggunakan kategorisasi. Dari hasil penelitian menunjukan MetroTV dapat dikatakan cukup berimbang sedangkan TVOne berada diluar batas wajar. Dapat dilihat keduanya berpihak dan tidak mengedepankan objektivitas. Juga kepemilikan media dinilai memberi dampak terhadap isi pemberitaan yang dilakukan keduanya. 
Analisis Isi Daya Tarik Pesan Iklan Berdasarkan Elemen Print Ad pada Iklan Sabun Mandi di Majalah Femina Periode Januari 2014- Agustus 2016 Nadya Istighfarina; Ratih Hasanah Sudrajat
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i1.76

Abstract

One of mass media in Indonesia that used for advertising is Femina magazine. The target audience of Femina is women and because of its target audience, so Femina being potential magazine for cosmetics and toiletries product to advertise. One of toiletries product is soap.  In copywriting, print ad has an element that consist of headline, subheadline, body copy and ilustration. An advertisement has an appealing point that consist of informational, emotional and combination to attract the readers. The aim of this research is to identify domination of appealing point by print ad element in soap advertisement on Femina magazine period of Jauari 2014- August 2016. Method of this research using quantitative descriptive content analysis. Total object of this research are 27 advertisement. The result of this research showing that domination of using headline in advertisement is provocative headline with percentage 44,44%, advertisement tend to not using subheadline with percentage 51,85%, domination of body copy in advertisement is using picture- caption copy with percentage 48,15%, advertisement tend to using photography ilustration technique with percentage 96,29% and domination of appealing point is using informational appealing point with percentage 48,15%.Salah satu media massa yang terdapat di Indonesia yang digunakan untuk sarana beriklan adalah majalah wanita Femina. Karena target pembaca Femina adalah untuk wanita, maka Femina adalah majalah berpotensial bagi para produk kecantikan dan toiletries untuk beriklan. Salah satu produk toiletries adalah sabun mandi. Dalam penulisan iklan (print ad) memiliki elemen yang terdiri dari headline, subheadline, body copy dan ilustrasi serta mengandung suatu daya tarik agar menarik perhatian pembaca yang terdiri dari daya tarik rasional, emosional dan kombinasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dominasi daya tarik pesan berdasarkan elemen print ad pada iklan produk sabun mandi di majalah Femina periode Januari 2014 hingga Agustus 2016. Metode pada penelitian ini menggunakan analisis isi kuantitatif deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah 27 iklan produk sabun mandi. Dari hasil penelitian yang dibagi ke dalam 5 kategori, menunjukkan bahwa dominasi penggunaan headline adalah provocative headline sebesar 44,44%, iklan cenderung tidak menggunakan subheadline dengan persentase 51,85%, dominasi body copy pada iklan menggunakan  picture- caption copy sebesar 48,15%, iklan cenderung menggunakan teknik ilustrasi fotografi dengan persentase sebesar 96,29% dan dominasi daya tarik pesan pada iklan menggunakan daya tarik rasional sebesar 48,15%. 
Studi Komunikasi Antarpribadi Anak Dengan Orang Tua Tiri Chaterine Setiawan; Suzy Azeharie
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i1.79

Abstract

This study discusses the communication between the child and the stepparent and use the theory that consists of communication theory, communication function, the purpose of communication, interpersonal communication, effective interpersonal communication, interpersonal communication role and function of interpersonal communication. This study used a qualitative method with descriptive qualitative approach. The data used in this study consisted of primary data and secondary data. The primary data of the interviews with sources consisting of four children and one stepparent. While the secondary data obtained from other sources such as books and online data searches. The technique of collecting data using interviews, observation, literature review and data searches online. From this research it is known that children who learn about and understand the prospective stepparent before she married biological parents do relatively better than those who do not recognize his step prospective parents before marriage. It is also known that the interpersonal communication of children with stepparents dependent based on the character of the child and the stepparent respectively. Penelitian ini membahas tentang komunikasi antara anak dengan orang tua tiri dan menggunakan teori yang terdiri dari teori komunikasi, fungsi komunikasi, tujuan komunikasi, komunikasi antarpribadi, komunikasi antarpribadi yang efektif, peranan komunikasi antarpribadi dan fungsi komunikasi antarpribadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berupa hasil wawancara dengan narasumber yang terdiri dari empat orang anak dan satu orang tua tiri. Sedangkan data sekunder berupa data yang diperoleh dari buku dan sumber lain seperti penelusuran data online. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, kajian pustaka dan penelusuran data online. Dari penelitian ini diketahui bahwa anak yang mengetahui dan mengenal calon orang tua tiri sebelum menikah dengan orang tua kandungnya hubungannya relatif lebih baik dibandingkan anak yang tidak mengenal calon orang tua tirinya sebelum menikah. Selain itu juga diketahui bahwa komunikasi antarpribadi anak dengan orang tua tiri tergantung berdasarkan karakter dari anak dan orang tua tiri masing-masing.   
Studi Resepsi Mahasiswa Broadcasting Universitas Mercu Buana Pada Film Journalism “Kill The Messenger” Ahmad Ahmad Toni; Dwi Fajariko
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i2.161

Abstract

This study seeks to reveal receptions university student broadcasting beacon globe on film journalism. The purpose of this study to determine the meaning construction contents journalism-themed films through the movie shows them. The relations of meaning to the theme of movies they watch give you an idea about their opinions on the meanings contained in the movie scene. This study uses analysis reception Stuart Hall stated on the three main elements of meaning that is, the dominant meaning, the opposition of meaning and significance negotiations conducted by the subject studied. Construction of meaning built by the subject of research conducted with data triangulation technique, namely written questionnaires, interviews and discussions after watching the film so we get a more comprehensive picture of signification. The results showed that there are different meanings in one scene to scene ten dominated the meaning opposition to the meanings that awakened nature did the film. Next is the meaning of meaning on meaning construction negotiations in the tenth scene. Meaning become dominant meaning that does not give meaning to the subject of study of journalism movie theme. Penelitian ini berupaya untuk mengungkapkan resepsi mahasiswa broadcasting universitas mercu buana pada film jurnalistik, tujuan penelitian ini untuk mengetahui konstruksi makna isi film bertema journalism melalui tayangan film yang ditonton mereka, relasi pemaknaan dengan tema film yang mereka tonton memberikan gambaran tentang pendapat mereka pada makna-makna yang terdapat di dalam scene film. Penelitian ini menggunakan metode analisis resepsi Stuart Hall yang dinyatakan pada tiga elemen utama pemaknaan yakni, dominan makna, oposisi makna dan negosiasi makna yang dilakukan oleh subjek yang diteliti, konstruksi makna yang dibangun oleh subjek penelitian dilakukan dengan teknik triangulasi data, yakni daftar pertanyaan tertulis, wawancara dan diskusi setelah menonton film sehingga didapatkan gambaran pemaknaan yang lebih menyeluruh. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan pemaknaan pada scene satu hingga scene sepuluh yang didominasi pada pemaknaan opisisi terhadap makna-makna yang terbangun did alam film, pemaknaan berikutnya ialah pemaknaan negosiasi terhadap makna yang dibanun di dalam kesepuluh scene, pemaknaan dominan menjadi pemaknaan yang tidak memberikan arti kepada subjek penelitian terhadap tema film journalism.
Perekrutan Praktisi Hubungan Masyarakat dalam Kajian Teori Feminis dan Velvet Ghetto Deborah N Simorangkir
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i2.163

Abstract

One main issue found in gender research studies on public relations is the small number of women who hold a leadership role. However, this fact does not only apply to the public relations inudstry, but almost all industries. The purpose of this article is to analyze the prblem within the recruitment process of PR practitioners from the point of view of the senior practitioners. In order to achieve this, focus group discussions were conducted with senior PR practitioners who are members of a PR professional association. Data gatheredwere analyzed from the perspective of feminist theories and The Velvet Ghetto. Based on the discussions, two conclusions were made. First, That the public relations profession is an ‘open profession’, which means that it should be open for, a) men and women, b) all ages, c) all backgrounds and disciplines. Second, that statistically and universally, a) PR education appears to be more attractive to women compared to men, b) overall, there are more female PR practitioners than males, however, c) at the senior, top management positions in large companies, beit national or international, male practitioners are dominant. The researcher concludes that there needs to be an attempt to increase the status of the PR profession in the society, and strive to achieve gender equity in reaching top management. The researcher suggests for colaborations to be held between three parties, namely: Higher education institutions, professional associations, and industries. Such colaborations can be in the form of mentorships between a beginner and a manager; career counselling; and workshops. Companies are also advised to establish policies, e.g. flextime, and offer facilities, e.g., daycares, that would enable women to pursue a career.    Salah satu pokok permasalahan yang ditemukan dalam studi gender humas adalah sedikitnya perempuan yang memegang peran kepemimpinan. Namun, fakta ini tidak semata-mata terjadi di industri humas, melainkan di hampir semua industri.Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisa permasalahan yang ada pada proses perekrutan praktisi hubungan masyarakat (humas) dalam sudut pandang praktisi senior. Untuk mencapai tujuan ini maka diadakan diskusi kelompok terarah dengan praktisi senior humas yang tergabung dalam sebuah asosiai profesi humas sebagai peserta. Data yang diperoleh dianalisa dari sudut pandang teori feminis dan velvet ghetto. Berdasarkan diskusi tersebut dapat diambil dua kesimpulan. Pertama, Bahwa profesi humas adalah ‘profesi terbuka’, yang berarti, a) baik pria dan perempuan, b) tanpa batasan usia, c) dari latar belakang dan disiplin apapun, tidak hanya komunikasi yang bisa memasuki profesi humas. Kedua, Bahwa secara statistik dan secara universal a) pendidikan humas lebih banyak memikat perempuan daripada laki-laki, b) perempuan praktisi humas jumlahnya melebihi praktisi pria, tetapi c) posisi-posisi senior, pada posisi top pada perusahaan-perusahaan besar, baik itu nasional atau internasional, didominasi oleh praktisi pria. Penulis menyimpulkan bahwa perlu adanya upaya untuk meningkatkan derajat profesi humas di mata masyarakat, dan juga mengupayakan agar adanya keseteraan gender dalam meniti karir humas sampai ke tingkat top management. Penulis mengusulkan adanya kerjasama antara tiga pihak yaitu instansi pendidikan tinggi, asosiasi profesi, dan industri. Kerjasama tersebut dapat berupa mentorship antara praktisi pemula dengan praktisi manager; konseling karir; dan loka karya. Perusahaan juga dihimbau untuk memberlakukan kebijakan yang memudahkan perempuan untuk berkarir, seperti flextime dan pengadaan penitipan anak (daycare).
Pengaruh Media Sosial Instagram @Zapcoid Terhadap Brand Equity Zap Clinic Syafira Putri Kinanti; Berlian Primadani Satria Putri, S.I.Kom.,M.Si
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i1.164

Abstract

Technological development has provided to our generation an easier life in terms of connecting to each other with the blurring boundaries of time and place. According to a survey conducted by wearesocial.com in 2016, 79.0 million out of 88.1 million Internet users in Indonesia are active social media users. Therefore, there has been an increasing number of companies making use of social media to market their products, including ZAP Clinic. Along with the use of social media by ZAP Clinic, the brand equity of the company has become stronger as signified by the company being selected as TOP Brand Award 2016 for the first time. This research aims at understanding to what extent Instagram, as a social media, influences the brand equity of ZAP Clinic, through the company’s Instagram account @zapcoid. This research used quantitative method with explanatory research as its type of research. The data was collected through online questionnaires that were spread via direct messages to Instagram followers of @zapcoid that had done any treament at ZAP Clinic. Sample used in this research amount a hundred. The sampling technique was purposive, while the analysis technique was simple linear regression with the use of Statistical Package for Social Sciences (SPSS). This research demosntrates that social media (X) significantly influences the equity of a brand for 0.621 or 62.1%, while the remnant 37.9% is the contribution of other variables that were not assessed.  Perkembangan teknologi internet di kehidupan manusia mempermudah komunikasi tanpa batas jarak dan waktu. Menurut survei yang dilakukan oleh wearesocial.com pada tahun 2016 dari 88.1 juta pengguna internet di Indonesia 79.0 juta merupakan pengguna aktif media sosial. Oleh karena itu banyak perusahaan yang memanfaatkan media sosial sebagai alat komunikasi pemasarannya, salah satunya adalah ZAP Clinic. Seiring dengan peningkatan kualitas media sosial yang dilakukan, brand equity ZAP Clinic pun semakin kuat yang ditandai oleh terpilihnya ZAP Clinic dalam TOP Brand Award 2016 untuk pertama kalinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media sosial instagram @zapcoid terhadap brand equity ZAP Clinic. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Pengumpulan data dalam bentuk kuesioner yang disebar secara online melalui direct message kepada followers akun instagram @zapcoid dan pernah melakukan treatment di ZAP Clinic. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 100 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana dan dengan menggunakan aplikasi Statistical Package for Social Sciences (SPSS). Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa  media sosial (X) berpengaruh signifikan terhadap brand equity sebesar 0,621 atau 62,1%, sedangkan sisanya sebesar 37,9% lainnya merupakan kontribusi variabel lain yang tidak diteliti. 
Kendala Struktural dan Kultural Praktek Keterbukaan Informasi Publik di Badan Publik Non-Pemerintah : Studi Kasus PSSI NARAYANA MAHENDRA PRASTYA
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i2.170

Abstract

This article discuss about case study on how Indonesian Football Association (Indonesian FA) give their respond to do the Public Information Disclosure. Indonesian FA than express their objection to the demand. Indonesian FA choose as the object in this case, as a representative of non-governmental public organization. This article use Indonesian FA statement related to the Public Information Disclosure, that posted on official website www.pssi.org. Then I use frame analysis Robert N.Entman model as a analytical tool to the statement. The results show that there are two factors that cause Indonesian FA objection. First is structural factor that came from the Indonesian Public Disclosure Act and Act related to the management of football federation. The second is cultural factor that non-governmental public organization in Indonesia, in general, not accustomed to public disclosure obligation.  Tulisan ini mengambil studi kasus bagaimana Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia merespon tuntutan untuk Keterbukaan Informasi Publik. Keputusan Komisi Informasi Pusat (KI Pusat) bahwa PSSI harus menerapkan praktek Keterbukaan Informasi Publik mendapatkan keberatan dari pihak PSSI. Permasalahan pun berbuntut panjang hingga sampai di persidangan tingkat Mahkamah Agung. PSSI dipilih sebagai objek penelitian guna mengkaji bagaimana badan publik non-pemerintah memahami Keterbkaan Informasi Publik. Data dalam tulisan ini menggunakan pernyataan-pernyataan yang disampaikan PSSI melalui website www.pssi.org berkaitan dengan keputusan KI Pusat. Pernyataan tersebut kemudian dianalisis menggunakan framing model Robert N.Entman. Analisis menunjukkan terdapat kendala struktural dan kultural. Faktor struktural datang dari peraturan yang berkaitan dengan PSSI dan peraturan di UU KIP itu sendiri. Sedangkan faktor kultural berkaitan dengan kondisi badan publik non-pemerintah yang tidak terbiasa menghadapi tuntutan keterbukaan informasi.