cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkomunikasi.untar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 20851979     EISSN : 25822727     DOI : https://doi.org/10.24912/jk
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi (P-ISSN: 2085-1979 and E-ISSN: 2528-2727) http://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/index is a national journal published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Jurnal Komunikasi are result from research and scientific studies conduct by academics and practitioners in communication field. Jurnal Komunikasi published twice a year. First volume will be publish on Juli and second volume on December. Articles published in Jurnal Komunikasi have been trough peer-review process by reviewer. Final decision of articles acceptance will be taken by editor team.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
Konstruksi Makna Kandidat Politik Dalam Pemilu Kepala Daerah Bagi Masyarakat Kota Bandung (Perspektif Komunikasi Politik) EVIE ARIADNE
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i2.1068

Abstract

Bandung is the first city in Indonesia who respond to the decision of the Constitutional Court (MK), which allows candidates for district heads to be submitted individually not proposed by political parties and its implemented already in May 2008 elections. In the next period, candidates from individual lines are increasingly showing their enthusiasm, It can be seen in Bandung Mayor Elections in 2013 where four of the eight candidates who volunteered came from the individual path. The high enthusiasm of the Bandung community towards the nomination of regional heads from individual channels is an interesting phenomenon to be studied, especially from the voters’s point of view.This study aims to investigate how Bandung people interpret and construct the meaning of perseorangant candidates and how they construct the comparison between perseorangant candidates and party representative candidates in the perspective of political communication. Method used in this study is phenomenological method by conducting in-depth interview with 20 active voters from different occupation and education background in Bandung. The result indicates that informants interpret the existence of perseorangant candidates as the manifestation of genuine democracy, which based on the equality of rights and obligations of Indonesian people wherein civil people are able and allowed to nominate themselves as the district leader without have to join a political party. Moreover, being a party representative or an perseorangant one is not the primary consideration for the informants in determining their choice during the election. Informants emphasize that the worthiness of a leader shown by his characters, track record, achievements, and his social approach, not merely a party representative or perseorangant one.  Kota Bandung tercatat sebagai kota pertama di Indonesia yang pada Pemilu Walikota tahun 2008 mengimplementasikan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan calon kepala daerah diajukan secara perseorangan (bukan diajukan oleh partai politik). Pada periode berikutnya, calon dari jalur perseorangan makin menunjukkan antusiasmenya, hal ini terlihat pada Pemilu Walikota Bandung tahun 2013 dimana empat dari delapan calon yang mengajukan diri berasal dari jalur perseorangan. Antusiasme masyarakat kota Bandung yang tinggi terhadap pencalonan kepala daerah dari jalur perseorangan merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji, khususnya dari sudut pandang pemilih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana masyarakat mengkonstruksi makna calon dari jalur perseorangan dan calon dari partai politik dengan menggunakan perspektif komunikasi politik. Penelitian ini menerapkan metode fenomenologi dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 10 pemilih aktif di kota Bandung dari berbagai latar belakang pekerjaan dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memaknai keberadaan calon dari jalur perseorangan sebagai bentuk perwujudan demokrasi yang berlandaskan pada prinsip kesamaan hak dan kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia, dimana seseorang bisa mencalonkan dirinya sebagai calon kepala daerah tanpa harus menjadi bagian atau kader dari partai politik tertentu. Selain itu, informan juga memaknai pencalonan dari jalur perseorangan maupun dari jalur partai bukanlah faktor yang signifikan bagi mereka dalam menentukan pilihan. Informan memandang bahwa faktor utama penentu layak atau tidaknya seseorang dipilih menjadi kepala daerah adalah karakter, prestasi dan pendekatannya terhadap masyarakat, bukan dari soal dari jalur pencalonan mana dia berasal. 
Kognisi Sosial Melalui Situs Jejaring Youtube Pada Komunitas Online (Studi Kasus pada Komunitas Online LinkPictureID) Fitria Ayuningtyas; Ahmad Zakki Abdullah
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i2.1076

Abstract

The Video portal known as Youtube has become one of the alternative broadcasting channels. As the Internet usage is increasing the use of visual form becomes a public space. A YouTuber, a popular slang for video producer on youtube has formed a style of its own, in which there are some interesting research studies, especially in the establishment of reality and social cognition. Videos that teached the perspective and expression of opinion is an example of how the youtuber shapes reality to the audience. This video was varied, ranging from animation, social experiment up to the high-level animation. Social cognition is becoming prominance, that the audience use video logic as a basis for understanding the various things in surrounding environment. However, the capacity and the youtuber background are very wide - range as they have no common standard to their profession as videographer. The aim of this study is an effort to observe how Youtube users see the social situation as a cognitive ability form the use of video. This study used theory about social cognition, social media and youtube. This study used qualitative method. The result of this study is an interaction between users and creators create a whole different kind of dialogue, given in this era of communication technology they are none other than Prosumen (producer-consumer). The rapid reproduction of this message is very dynamic, especially responding to social circumstances. This study focuses on an active online community focusing on the interaction CMC via youtube video portals as the establishment of social cognition.The conclusion this study was social cognition thru youtube give us new perspective that we can get creative as well as possible to be able to work freely. In this study, the community used youtube as reference and benchmark. In this case, LinkPicture ID community well understand about “upgrade” concept that required to speed up in taking a decision based on the dynamics that happened. Portal video Youtube telah menjadi salah satu saluran penyiaran alternatif. Penggunaan internet yang semakin meningkat membentuk sebuah ruang penggunaan visual yang bebas. Youtuber, sebutan untuk para produsen video di youtube telah membentuk sebuah nuansa tersendiri, didalamnya terdapat beberapa kajian kajian menarik terutama di pembentukan realita dan kognisi sosial. Video-video yang mengajarkan cara pandang dan pengungkapan opini maupun pendapat adalah contoh bagaimana para youtuber membentuk realita terhadap penontonnya. Kognisi sosial dalam pandangan ini sangatlah penting mengingat bahwa para penonton menggunakan logika video tersebut sebagai dasar dalam memahami berbagai hal disekitar lingkungannya. Namun demikian kapasitas maupun latar belakang para youtuber ini sangat bermacam–macam mengingat mereka tidak memiliki standard umum terhadap profesi mereka sebagai videografis. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana pengguna youtube melihat keadaan sosial sebagai kemampuan koginitif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kognisi sosial, situs jaringan sosial, dan youtube. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah interaksi antar pengguna dan pembuat video merupakan interaksi yang sangat berbeda, mengingat di era teknologi komunikasi ini mereka tidak lain dari produsen-konsumen. Pesatnya reproduksi pesan ini sangatlah dinamis terutama menanggapi keadaan sosial. Penelitian ini memfokuskan diri pada sebuah komunitas online yang aktif dan mengutamakan interaksi CMC lewat portal video youtube sebagai pembentukan kognisi sosial. Kesimpulan kognisi sosial melalui youtube memberikan pandangan bahwa kita bisa berkreasi sebaik mungkin untuk bisa berkarya secara bebas. Adapun penggunaan youtube sebagai sebagai referensi dan pembanding. Dalam hal ini, komunitas LinkPictureID paham dengan konsep “upgrade” dimana diperlukan sebuah kecepatan dalam mengambil keputusan berdasarkan dinamika yang terjadi.
Diseminasi Informasi Terkait Pariwisata Berwawasan Lingkungan dan Budaya Guna Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan (Studi pada Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat) Yugih Setyanto; Septia Winduwati
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i2.1077

Abstract

Tourism is a huge potential owned by the regions in Indonesia. Many areas in Indonesia that actually has an interesting potential to be developed into tourism object. In order for the potential to have a selling power that attracts potential tourists to come should be disseminated information about the object. The process of information dissemination is adjusted to various things such as the intended audience and what potentials need to be known by the audience. Therefore, each local government has the authority in developing and promoting tourism potential that exists. The local government seeks the promotion of regional tourism potentials through dissemination of information to the public. Roles and functions are carried out so that the potential of tourism areas that are environmentally and culturally relevant tourism can be maximally known by the public and increase the attractiveness of tourists, especially domestic and foreign tourists. Penelitian ini merupakan studi terkait upaya diseminasi informasi di bidang komunikasi pariwisata. Pariwisata merupakan potensi yang sangat besar dimiliki oleh daerah-daerah di Indonesia. Banyak daerah di Indonesia yang sebenarnya memiliki potensi yang menarik untuk dikembangkan menjadi objek pariwisata. Agar potensi tersebut memiliki daya jual yang menarik minat calon wisatawan untuk datang harus dilakukan penyebaran informasi mengenai objek tersebut. Proses diseminasi informasi disesuaikan berbagai hal misalnya khalayak yang dituju dan potensi apa yang perlu diketahui oleh khalayak. Oleh sebab itu, masing-masing pemerintah daerah memiliki otoritas dalam mengembangkan serta mempromosikan potensi wisata yang ada. Pemda mengupayakan promosi potensi wisata daerah melalui diseminasi informasi ke publik. Peran dan fungsi tersebut dilakukan sehingga potensi wisata daerah yakni pariwisata yang berwawasan lingkungan dan budaya bisa secara maksimal dikenal oleh masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisatawan, khususnya turis dalam dan luar negeri. 
Kontribusi Penggunaan Personal Selling Dalam Kegiatan Komunikasi Pemasaran Pada Era Pemasaran Masa Kini Suherman Kusniadji
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i2.1078

Abstract

In today’s marketing era, consumers seem to have known about marketed products and no longer need explanation from a salesperson. The interaction between company and target consumers can be marketed through new media such as email, Facebook, WA, Instagram, and other forms. Such situations need to be in-depth researched in terms of whether personal selling contribution is still needed in marketing communication activities. Considering the uniqueness and personal selling advantages turns out that personal selling is an important partner that can not be replaced by other forms of marketing communications even if there is exposure to new media to promote products. The specialty of personal selling lies in its ability to interact directly to improvise the sales process through person to person communication. Dalam era pemasaran masa kini nampaknya konsumen dianggap sudah mengetahui tentang produk yang dipasarkan dan tidak memerlukan lagi penjelasan dari seorang wiraniaga. Interaksi perusahaan dengan pembeli sasaran dapat dilakukan melalui media baru seperti email, facebook, WA, instagram dan bentuk lainnya. Situasi demikianlah yang memerlukan kajian mendalam dalam kaitannya apakah kontribusi personal selling masih dibutuhkan dalam kegiatan komunikasi pemasaran.  Memperhatikan keunikan dan kelebihan personal selling ternyata personal selling merupakan mitra penting yang tidak dapat tergantikan oleh bentuk komunikasi pemasaran lainnya sekalipun ada terpaan media baru untuk mempromosikan produk. Keistimewaan personal selling terletak pada kemampuan nya untuk berinteraksi secara langsung untuk mengimprovisasi proses penjualan melalui komunikasi person to person.
Spotify: Aplikasi Music Streaming untuk Generasi Milenial S Yollis Michdon Netti; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i1.1102

Abstract

The large population in Indonesia has become a huge market for many products, including streaming music-based technology products, to reach the target audience of young people. One of the applications that is becoming a trend at the moment is Spotify. A streaming music platform that has many interesting features, and is widely used by millenial generation around the world, including in Indonesia to listen to music. This paper aims to explain clearly and detail about Spotify as the world's largest streaming music platform, how the business model used by Spotify, how Spotify helps musicians to maximize their earnings, how Spotify can change the trend of listening to music from millennials and connoisseurs music around the world, what is the millennial reference for listening to music online, how millennial generation consumes music, history and streaming music technology trends, how Spotify prepares its technology to remain number one, how does music streaming in Spotify, what Just about the online advertising services from Spotify For Brands, how to implement Spotify ads for the brand and ad format used, what brand success stories have used Spotify's advertising services, and how Spotify helps the brand to reach millennials in effective, and how Spotify utilizes technology to be at the forefront of the moment. Jumlah penduduk yang besar di Indonesia menjadi pasar yang sangat besar bagi berbagai produk, termasuk di dalamnya produk teknologi berbasis musik streaming, untuk menjangkau target audience anak muda. Salah satu aplikasi yang sedang menjadi tren pada saat ini adalah Spotify. Sebuah platform musik streaming yang memiliki banyak fitur menarik, serta banyak digunakan oleh generasi milenial di seluruh dunia, termasuk di Indonesia untuk mendengarkan musik. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan secara jelas dan detail tentang Spotify sebagai sebuah platform musik streaming terbesar di dunia, bagaimana model bisnis yang digunakan oleh Spotify, bagaimana Spotify membantu para musisi di dalam memaksimalkan pendapatannya, bagaimana Spotify dapat mengubah trend mendengar musik dari para milenial maupun penikmat musik di seluruh dunia, apa yang menjadi acuan dari generasi milenial untuk mendengarkan musik secara online, bagaimana generasi milenial mengkonsumsi musik, sejarah dan tren teknologi musik streaming, bagaimana Spotify mempersiapkan teknologinya untuk tetap menjadi nomor satu,  bagaimana cara kerja music streaming di Spotify, apa saja layanan-layanan periklanan online dari Spotify For Brands, bagaimana implementasi iklan Spotify untuk brand dan format iklan yang digunakan, apa saja kisah sukses brand yang telah menggunakan layanan iklan dari Spotify, dan bagaimana Spotify membantu brand untuk dapat menjangkau generasi milenial secara efektif, dan bagaimana Spotify memanfaatkan teknologi untuk menjadi yang terdepan pada saat ini.
Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Dayak Dalam Menjaga Kerukunan Hidup Umat Beragama H.H Daniel Tamburian
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i1.1220

Abstract

This research entitled Cross Cultural Communication Dayak Indigenous in Maintaining Harmony Interfaith Religious Life in Sanggau District West Kalimantan. The lives of people from different backgrounds are vulnerable to horizontal conflicts. The presence of immigrants from various tribes and religions in the Sanggau district figure has the potential to create a new conflict if it is not managed by a cultural approach by the local community. This research uses a qualitative approach and uses constructivist paradigm, where the source data obtained from in-depth interviews prioritizing the depth (quality) of the informants The purpose of this study is to describe intercultural communication of indigenous Dayak community with the immigrant community in Sanggau District Sanggau in maintaining the harmony of religious life . Dialogic communication is a factor that forms a harmonious relationship in a relation. The results of this study indicate that the Dayak community is very open to migrants and in solving their problems put forward a dialogical communication with their Dayak customary approach which is represented by the local Dayak Customary Council.  Penelitian ini berjudul Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Adat Dayak dalam Memelihara Kerukunan Hidup Antarumat Beragama di Kota Sosok Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat. Kehidupan masyarakat yang berasal dari latar belakang yang berbeda rentan terhadap konflik horizontal. Kehadiran para pendatang dari berbagai suku dan agama di kota Sosok Kabupaten Sanggau berpotensi melahirkan konflik baru bila tidak dikelola dengan pendekatan budaya oleh masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan paradigma konstruktivis, dimana sumber data diperoleh dari wawancara mendalam dengan mengutamakan kedalaman (kualitas) dari para informan Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan komunikasi antarbudaya masyarakat adat Dayak dengan masyarakat pendatang di Kota Sosok Kabupaten Sanggau dalam menjaga kerukunan hidup beragama. Komunikasi dialogis merupakan faktor yang membentuk hubungan yang harmonis dalam sebuah relasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat ada Dayak sangat terbuka dengan pendatang dan dalam menyelesaikan masalah mereka mengedepankan sebuah komunikasi yang dialogis dengan pendekatan adat Dayak mereka yang diwakili oleh Dewan Adat Dayak setempat.  
Analisis Industri Kreatif Dalam Memanfaatkan Identitas Kota Melalui Media Baru Farid Rusdi; Gregorius Genep Sukendro
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i1.1221

Abstract

Creative industry in Indonesia is growing rapidly cannot be separated from new media support. Utilization of new media by the creative industry attracts potential customers not only from domestic but also from abroad. They can get information about the creative industry through new media. The place where the creative industry is there is also a consideration for potential consumers in determining the choice. In this study aims to find out how the creative industry strategy communicates the attractiveness of the place where they are so that the interest of potential customers. This research will use marketing communication theory and new media. And in analyzing data obtained by researcher will use SOSTAC analysis. In addition to observation and literature study, researchers also conducted interviews with industry parties from two cities that are identical with the creative industries of Bandung and Yogyakarta, which has gained a reputation in overseas markets. From this research found that creative industry players have the potential to attract tourists, especially from abroad.  Industri kreatif di Indonesia berkembang pesat tidak bisa lepas dari dukungan media baru. Pemanfaatan media baru oleh industri kreatif menarik minat calon konsumen tidak hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri. Mereka bisa mendapatkan informasi tentang industri kreatif melalui media baru. Tempat di mana industri kreatif itu ada juga menjadi pertimbangan bagi calon konsumen dalam menentukan pilihannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi industri kreatif mengkomunikasikan daya tarik tempat di mana mereka berada sehingga menjadi daya tarik minat calon konsumen. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi pemasaran dan media baru. Dan dalam menganalisis data yang diperoleh peneliti menggunakan analisis SOSTAC. Selain melakukan observasi dan studi pustaka, peneliti juga melakukan wawancara dengan pihak industri dari dua kota yang identik dengan industri kreatif yakni Bandung dan Yogyakarta yang sudah mendapat reputasi di pasar mancanegara. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pelaku industri kreatif memiliki potensi untuk menarik minat wisatawan terutama dari luar negeri. 
Infografis Dinamis Sebagai Pengganti Peta Konvensional pada Kawasan Bermain (Studi Kasus : Dunia Fantasi) Anny Valentina; Richard Andrew
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i2.1222

Abstract

A map that was originally used as a hint tool to visit a new area or environment, especially if the area visited is wide enough. Start from visiting the new city to the play area. Dunia Fantasi (Dufan) is a large playing area. Until now Dufan provides a map of the area in the form of brochures and standing maps in the play area. With the advancement of technology today is very possible if Dufan can make the navigation system map of its region in digital form. As is known today human habits have changed a lot, because it is very likely to move the map from manual to digital system will be preferred by consumers. Map of digital form because it is considered more practical and easy, especially if the form of dynamic infographic. Infographics itself is a collection of information with the help of images, dynamic use can be interpreted with the addition of motion elements in the map. Using data collection techniques in the form of direct observation and interview. The target of the research is for Dufan visitors covering all ages, ranging from students, students and families and through this research is expected to know what information needed by visitors and media and design that is considered efficient and easy to understand, so through the media map can increase consumer satisfaction.  Peta yang pada awalnya digunakan sebagai alat bantu petunjuk untuk mengunjungi sebuah area atau lingkungan baru, apalagi jika area yang dikunjungi cukup luas.  Mulai dari mengunjungi kota baru hingga area bermain. Dunia Fantasi (Dufan) merupakan kawasan bermain yang cukup luas. Hingga saat ini Dufan menyediakan peta area dalam bentuk brosur dan standing map yang ada di kawasan bermain. Dengan kemajuan teknologi saat ini sangat mungkin jika Dufan bisa membuat sistem navigasi peta kawasannya dalam bentuk digital. Seperti diketahui saat ini kebiasaan manusia telah banyak berubah, karena itulah sangat besar kemungkinan perpindahan peta dari sistem manual ke digital akan lebih disukai konsumen. Peta bentuk digital karena dianggap lebih praktis dan mudah, apalagi jika berbentuk infografis dinamis. Infografis sendiri merupakan kumpulan informasi dengan bantuan gambar, pengguanaan dinamis dapat diartikan dengan penambahan unsur animasi dalam peta. Menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung dan wawancara. Target penelitian ditujukan bagi para pengunjung Dufan yang meliputi segala usia, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan keluarga dan melalui penelitian ini diharapkan akan diketahui informasi yang apa saja yang diperlukan pengunjung serta media dan desain yang dianggap efisien dan mudah dimengerti, sehingga melalui media peta bisa meningkatkan kepuasan konsumen.
Pembentukan Harga Diri: Analisis Presentasi Diri Pelajar SMA di Media Sosial alfi damayanti; Dian Purworini
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i1.1282

Abstract

Self-presentation is a specific action of self-disclosure presenting a positive impression to others. Self-presentation is rapidly growing by the presence of various social media, esppecially Instagram. Instagram as one of social media with a various features and large user, bring major affect to teenager’s presentation of self in the media. This is inseparatable part of teenager process in searching their indentity. This research conducted in SMA Negeri Mojogedang by taking sample of 264 students. The data were collected by using questionnaire. It is a descriptive quantitative reaserch which uses factor data analysis. The findings of the research show that self – presentation of teenagers using Instagram media occurs in two phases, the first phase is self-concept creation, students of SMA Negeri Mojogedang try to create their thoughts and feelings in certain ways that refer to themselves as the object. These teenagers want to show their personality to the public. The second phase is self-esteem creation, this phase contains emotional feeling and self – evaluation towards the first concept they have created. Self-concept that has been created by students of state Senior High School Mojogedang in Instagram can improve their self-presentation that will build their self-esteem. In the reality, it is a fundamental that a teenager wants their presence to be recognized and to be known by public. They try to present themselves widely and passionately by showing a positive image of themselves.Presentasi diri merupakan bentuk pengungkapan diri yang spesifik untuk menunjukkan kesan positif dihadapan orang lain. Presentasi diri berkembang pesat dengan kehadiran berbagai media sosial terutama media Instagram. Instagram sebagai salah satu media sosial memberikan ruang yang cukup luas, sehingga dapat mempengaruhi perilaku presentasi diri remaja untuk menunjukkan diri mereka dihadapan khalayak luas. Hal ini tidak terlepas dari masa pencarian jati diri remaja. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri Mojogedang dengan mengambil sampel 264 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik kuesioner. Penelitian ini memiliki tipe deskriptif kuantitatif menggunakan analisis data faktor analisis.Temuan data menunjukkan jika perilaku presentasi diri remaja di media Instagram terjadi dalam dua fase, fase pertama yaitu pembentukan konsep diri, siswa SMA Negeri Mojogedang berusaha membangun totalitas pemikiran dan perasaan mereka yang mengacu pada diri sendiri sebagai objek dimana pelaku ingin memperlihatkan kepribadian mereka dihadapan khalayak luas. dan fase kedua yaitu membentuk harga diri, pada fase ini merupakan bentuk emosionnal dan evaluasi diri siswa pada konsep yang telah mereka buat. Konsep diri yang telah dibangun oleh siswa SMA Negeri Mojogedang di dalam media Instagram dapat meningkatkan perilaku presentasi diri mereka yang akan membentuk harga diri remaja tersebut. Karena pada dasarnya seorang remaja ingin diakui keberadaan mereka dihadapan khalayak luas, kemudian mereka berusaha menampilkan diri mereka secara luas dan mendalam dengan menunjukkan citra positif dalam diri mereka.
Analisis Wacana Kritis Kasus Penyerangan Terhadap Jemaah Ahmadiyah di Cikeusik Wulan Purnama Sari
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i1.1507

Abstract

This paper examines the phenomenon of Ahmadiyah congregation in Indonesia which has long been a conversation for many years. The phenomenon of Ahmadiyah congregation raised in this paper is the result of news from Kompas Online media, in case of attack in Cikeusik in 2011 ago. The method used is critical discourse analysis from Theo Van Leeuwen, who sees the representation of social actors and activities displayed in a text. The representation of the actor and the social act is shown through exclusion and inclusion. The main news that became the object of analysis is the news published by Kompas Online on February 06, 2011, entitled "Thousands of Citizens Cikeusik Serang Jemaah Ahmadiyah". This study examines the use of language on the news to find what discourse is trying to be produced through the news. This study also aims to know the constellation of power in the news, how the representation of Ahmadiyah congregation groups in the news. As a result it is known that the Ahmadiyya congregation group is described as a marginal group, there is an unequal power relationship between the minority and the majority. The Ahmadiyya congregation is unfairly displayed in the discourse or in other words there is discrimination against the Ahmadiyya congregation. It is hoped that this publication will make all Indonesian citizens aware of the existence of discrimination and can be critical in facing it, especially in understanding the news about a particular case in the mass media.  Tulisan ini mengkaji fenomena jemaah Ahmadiyah di Indonesia yang telah lama menjadi perbincangan selama bertahun - tahun. Fenomena jemaah Ahmadiyah yang diangkat pada tulisan ini merupakan hasil pemberitaan dari media Kompas Online, pada kasus penyerangan di Cikeusik tahun 2011 silam. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis dari Theo Van Leeuwen, yang melihat representasi aktor sosial dan kegiatan ditampilkan dalam suatu teks. Representasi aktor dan tindakan sosial tersebut ditampilkan melalui eksklusi dan inklusi. Berita utama yang menjadi objek analisis adalah berita yang diterbitkan oleh Kompas Online pada 06 Februari 2011, dengan judul “Seribuan Warga Cikeusik Serang Jemaah Ahmadiyah”. Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa pada berita tersebut untuk mencari wacana apa yang berusaha diproduksi melalui berita tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui konstelasi kekuatan dalam berita tersebut, bagaimana representasi kelompok jemaah Ahmadiyah dalam berita tersebut. Sebagai hasilnya diketahui bahwa kelompok jemaah Ahmadiyah digambarkan sebagai kelompok marginal, terdapat hubungan kekuasaan yang tidak imbang antara kelompok minoritas dengan kelompok mayoritas. Kelompok jemaah Ahmadiyah ditampilkan secara tidak adil dalam wacana tersebut atau dengan kata lain terdapat diskriminasi terhadap jemaah Ahmadiyah. Diharapkan dengan adanya pemberitaan ini menjadikan seluruh masyarakat Indonesia menjadi sadar akan adanya tindak diskriminasi dan dapat bersikap secara kritis dalam menghadapinya, teruatama dalam memahami pemberitaan tentang suatu kasus tertentu di media massa.