cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkomunikasi.untar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 20851979     EISSN : 25822727     DOI : https://doi.org/10.24912/jk
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi (P-ISSN: 2085-1979 and E-ISSN: 2528-2727) http://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/index is a national journal published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Jurnal Komunikasi are result from research and scientific studies conduct by academics and practitioners in communication field. Jurnal Komunikasi published twice a year. First volume will be publish on Juli and second volume on December. Articles published in Jurnal Komunikasi have been trough peer-review process by reviewer. Final decision of articles acceptance will be taken by editor team.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
Efek Iklan Televisi Program Keluarga Berencana Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i1.45

Abstract

AbstrakPenyebarluasan gagasan keluarga berencana (KB) secara massif dan jangkauan luas salah satunya dilakukan melalui iklan televisi. Iklan dapat menimbulkan efek yang dapat mengubah pengetahuan, sikap, keyakinan dan perilaku individu yang melihat iklan. Artikel ini mendiskusikan tiga level efek iklan televisi program KB terhadap level (1) kognitif, (2) afektif, dan (3) perilaku. Penelitian ini menunjukkan bahwa terpaan iklan KB memiliki efek pada level pengetahuan. Hal ini  dapat terukur dari memori terhadap pesan program KB. Kemudian, terpaan iklan KB juga terbukti tidak mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku responden. Namun, responden memiliki sikap positif terhadap program KB dan adanya keinginan untuk menerapkan gagasan KB di masa akan datang. Terdapat juga indikasi bahwa penerimaan program KB tidak dipengaruhi dari iklan televisi saja melainkan melalui berbagai aspek lainnya seperti ekonomi, keluarga, lingkungan dan lain-lain. Sehingga iklan KB berperan sebagai stimulator yang dapat menggiring masyarakat untuk menerima program KB.AbstractOne of family planning idea dissemination in massive and wide coverage is television ads. Ads could influence the change of people’s knowledge, attitude, belief dan behavior who watches the ads. This article discusses effects of television ads toward (1) cognitive, (2) affective, (3) behavior level. This study shows that exposure of television ads has affected knowledge level. Meanwhile, exposure of television ads does not have any effect on attitude and behavioral level. Respondents have positive attitude toward family planning program and strong willingness to adopt the program in the future. There is also indication that family planning program acceptance is not affected by only televion ads, but it could be influenced  by other aspects such as economy, family, environment and etc. Therefore, family planning television ads role as stimulator that could persuade people to adopt the program.
Literasi Media Pada Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman Inda Fitryarini
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i1.46

Abstract

AbstrakRelasi remaja dengan media massa telah menjadi persoalan yang problematik. Di satu sisi media adalah sarana transformasi ide, nilai, norma, dan transformasi mental ke arah penyadaran, pencerahan, dan kemajuan kehidupan. Namun disisi lain media massa menularkan pengaruh buruk yang mendegradasi format kemanusiaan dan kemampuan berpikir remaja. Dampak buruk media massa tersebut, melahirkan gagasan yang disebut media literacy.Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tahapan literasi media di kalangan 9 remaja Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Mulawarman. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara semistruktur dan observasi sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan literature. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa literasi media di kalangan 9 remaja Prodi Ilmu Komunikasi Angkatan 2014 adalah berada pada tahapan awal. Pada tahap ini audiens memiliki kemampuan berupa pengenalan media, terutama efek positif dan negatif yang potensial diberikan oleh media.  
STRATEGI KOMUNIKASI PROGRAM INTERNET SEHAT DAN AMAN KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA (STUDI KASUS EVALUASI PROGRAM INCAKAP TAHUN 2015 Sucianty Dyah Astuti; Idola Perdini Putri; Dini Salmiyah Fithrah Ali
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i1.47

Abstract

AbstrakSeiring dengan perkembangan teknologi internet dan penggunaannya dalam kehidupan dan pergaulan, internet telah menjadi sebuah gaya hidup (life style) di masyarakat. Tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia memunculkan berbagai dampak di masyarakat baik positif maupun negatif. Untuk membuat pemahaman di masyarakat terhadap penggunaan internet pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia membuat suatu program, yaitu Internet Sehat dan Aman dengan tujuan untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman melalui pembelajaran etika berinternet sehat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Penelitian ini mengambil fokus pada evaluasi program internet sehat dan aman yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia tahun 2015. Tujuan dari penelitian adalah melihat strategi komunikasi dan pencapaian tujuan dari program internet sehat dan aman  yang dilakukan KemKominfo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan riset studi kasus deskriptif. Data diperloeh melalui wawancara dan studi pustaka, sedangkan informan pada penelitian ini adalah staff KemKominfo pada bagaian Direktorat Jenderal Aplikasi Infomatika sub direktotar pemberdayaan informatika sebanyak tiga orang. Dari seluruh rangkaian proses penelitian diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa: (1) Pencapaian Program Internet Sehat dan Aman  hingga tahun 2015 telah mencapai target namum belum 100%. (2) Dalam pelaksanaan program INSAN terdapat beberapa hambatan yang dihadapi KemKominfo, yaitu: (i) Keterbatasan Anggaran Pemberian dan Belanja Negara (APBN), (ii) keterbatasan daya jangkau akibat letak geografis indonesia yang merupakan negara kepulauan.(3) perlu dilakukan evaluasi menganai penggunaan media online dalam startegi komunikasi program internet sehat dan aman (4) Terjadi beberapa perubahan sejak awal dilaksanakannya program INSAN pada tahun 2008 hingga tahun 2015 sebagai hasil dari evaluasi program yang dilakukan KemKominfo, yaitu : (i) perubahan INSAN nama sejak tahun 2003 menjadi INCAKAP, (ii) Perubahan Logo INSAN, (iii) perubahan maskot INSAN.AbstractInternet has become a lifestyle in community along with the development of internet technology in the life and social relationship. The high number of internet users in Indonesia gave rise to a variety of impacts on society, both positive and negative. Relates with these impacts, to create an understanding in the community against the use of the internet the Government through the Ministry of communications and Informatics of the Republic of Indonesia create  program, that is Internet healthy and safe in order to socialize the use of the internet for healthy and safe through the ethics of the Internet learning healthy by involving all components of society.The research focused on the evaluation of healthy and safe internet programme conducted by the Ministry of communications and Informatics of the Republic of Indonesia in 2015. The objective of the research is to perceive the communication strategy and the achievement of the objectives of the healthy and safe internet program by KemKominfo. This research used the qualitative method with descriptive case study research. The data obtained through interviews and literature studies, while informants in this study was KemKominfo staff on to the various Directorate General Application Infomatika sub direktotar empowerment of informatics as many as three people. Through the whole concatenation of process research obtained results that indicate that: (1) the achievement of healthy and safe Internet Programme until 2015 has achieved the target but not 100%. (2) in the implementation of the program there are some obstacles faced by KemKominfo, specifically: (i) the limitation of APBN, (ii) affordability limitations due to the geographical of indonesia as an archipelago state. (3) the evaluation needs to be done about the use of online media in the communication strategy of healthy and secure internet program. There were some changes since the beginning of the implementation of the Insan program in the year 2008 to 2015 as a result of the evaluation of the program conducted by KemKominfo, namely: (i) the change in INSAN name since 2003 into INCAKAP, (ii) the change of INSAN logo , (iii)  the change of INSAN mascot.
Implikasi Laboratorium dan Keaktifan di Kelas terhadap Ujian Akhir Semester Mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis Richard Andrew; Yugih Setyanto
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i1.48

Abstract

AbstractNowadays, there is a significant change from lecturer centered learning to student centered learning.  This mean that the student must actively participated in class.  In Management course, especially in quantitative subject classes, laboratories exist.  This quantitative laboratory help student to memorize and practices the method which they learn from the theoretical class.  The subject of this research is 50 students in the quantitative subject class.  This research shows that there is a significant impact from the laboratory and the active actions to the final test mark on theoretical class.  This result suggests the students to active on class to increase their marks while the faculty reminded to protect the laboratory percentages as it competitive advantage. AbstrakDewasa ini, ada perubahan yang signifikan pada penerapan sistem pendidikan di dunia. Hal ini juga berdampak pada perubahan tatanan sistem pendidikan di Indonesia, khususnya di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Perubahan yang paling jelas adalah mulai bergesernya pola pembelajaran dari yang tersentralisasi di pendidik menjadi yang tersentralisasi di peserta didik. Perubahan pola ini tentu juga berdampak pada perubahan sistem pendidikan tinggi yang menyarankan semua mahasiswa untuk aktif di kelas. Hal inilah yang terjadi di salah satu jurusan yakni Manajemen Bisnis pada Fakultas Ekonomi. Untuk itulah diambil sampel secara acak di beberapa kelas Laboratorium Kuantitatif. Laboratorium ini hadir untuk membantu dan memfasilitasi sistem pendidikan yang baru. Selain itu, Laboratorium Kuantitatif ini membantu mahasiswa untuk mengingat dan melatih metode aplikasi yang telah dipelajari sebelumnya di kelas teori. Pada penelitian ini, subjek dari penelitian adalah 50 orang mahasiswa yang tersebar di beberapa kelas jurusan Manajemen Bisnis dan metode yang digunakan untuk menganalisis adalah regresi. Dari penelitian ini didapatkan temuan bahwa ada implikasi yang signifikan dari Laboratorium dan keaktifan di kelas terhadap Ujian Akhir Semester (UAS) mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis. Untuk itu Fakultas Ekonomi sebaiknya senantiasa melindungi persentase nilai dari Laboratorium untuk menciptakan keunggulan kompetitif serta menghimbau para mahasiswa untuk aktif di kelas. Peneliti juga menyarankan untuk menambah  sejumlah variabel independen untuk penelitian mendatang.  
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM KEGIATAN PEMASARAN PRODUK CONSUMER GOODS (Studi kasus Pada PT Expand Berlian Mulia Di Semarang Suherman Kusniadji
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i1.49

Abstract

ABSTRACTMarketing communication is a form of communication that aims to strengthen the marketing strategy and communication applications to help the marketing activities of a company. In addition, the marketing communication activities are intended to introduce, establish and create interactions between companies with business partners and customers, and is an attempt to communicate the company, the products or services to outside business partners, suppliers and consumers. Marketing communication strategies in consumer goods marketing should be able to achieve the goal of marketing, that is satisfy the customers. This study wanted to know how the marketing communication strategies in marketing consumer goods in the PT Expand Berlian Mulia Semarang. The object of this study conducted to assess the marketing communication strategies in marketing consumer goods in PT Expand Berlian Mulia Semarang. The study subject is PT Expand Berlian Mulia Semarang and chose this company because of its position as a market leader in the field of consumer goods distributor. The theories used in this research are the process of communication, strategy, marketing communication strategies SOSTAC models, and forms of marketing or promotional communications. The paradigm of this research is construktivist paradigm and research method used the case study method of qualitative approaches. This study tried to find empirical evidence of the object research, reveals how marketing communication strategies in consumer goods marketing products at PT Expand Berlian Mulia and develop the meaning of the implementation of marketing communication activities. Results showed correspondence between conceptual patterns predicted by theories that are relevant to the empirical findings patterns of case studies. Based on the analysis conducted can be concluded that marketing communication strategies in PT Expand Berlian Mulia use promotion mix such as advertising, sales promotion, personal selling and marketing events. Marketing communication activities are supported by the company's brand or principal holder.ABSTRAKKomunikasi pemasaran merupakan bentuk komunikasi yang bertujuan untuk memperkuat strategi pemasaran dan aplikasi komunikasi yang bertujuan untuk membantu kegiatan pemasaran sebuah perusahaan. Selain itu , kegiatan komunikasi pemasaran adalah kegiatan yang ditujukan untuk memperkenalkan, menjalin maupun menciptakan interaksi antara perusahaan dengan mitra usaha maupun konsumen dan merupakan suatu usaha untuk mengkomunikasikan perusahaan, produk maupun jasa kepada pihak luar baik mitra usaha, supplier maupun konsumen. Strategi komunikasi pemasaran dalam kegiatan pemasaran consumer goods harus dapat mencapai tujuan pemasaran yaitu memuaskan pelanggan. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran dalam kegiatan pemasaran consumer goods pada PT Expand Berlian Mulia Di Semarang. Obyek penelitian ini dilakukan untuk mengkaji strategi komunikasi pemasaran dalam kegiatan pemasaran consumer goods pada PTExpand Berlian Mulia di Semarang. Sedangkan subyek penelitian adalah PT Expand Berlian Mulia yang lokasinya di Semarang dan dipilihnya perusahaan ini karena posisinya sebagai pemimpin pasar dalam bidang distributor produk consumer goods. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses komunikasi, strategi, strategi komunikasi pemasaran model SOSTAC, bentuk-bentuk komunikasi pemasaran atau promosi. Paradigma penelitian yang digunakan adalah paradigm kontruktivis dan metode penelitian yang dipakai adalah metode  penelitian studi kasus pendekatan kualitatif. Penelitian ini berusaha mencari bukti empirik dari obyek penelitian, bagaimana mengungkap strategi komunikasi pemasaran dalam kegiatan pemasaran produk consumer goods pada PT Expand Berlian Mulia serta membangun pemaknaan terhadap pelaksanaan aktivitas komunikasi pemasaran.Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian antara pola-pola konseptual yang diprediksikan berdasarkan teori-teori yang relevan dengan pola-pola temuan empirik studi kasus. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh kesimpulan yaitu strategi komunikasi pemasaran PT Expand Berlian Mulia menggunakan bauran promosi berupa advertising, sales promotion, personal selling dan marketing event. Aktivitas komunikasi pemasaran banyak didukung oleh perusahaan pemegang merek atau principal. 
STUDI TERPAAN MEDIA PEMASARAN MELALUI POSTING INSTAGRAM TERHADAP EKUITAS MEREK PELANGGAN SUMOBOO! Rustono Farady Marta; Denise Monica William Monica William
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i1.50

Abstract

ABSTRACTAlong with the development of the digital era, now the people of Indonesia, especially Jakarta coexist and can not be separated with the technology. The use of technology is not only used for ease of daily activities, but also implemented in various sectors, one sector of the economy. Social media is used as a medium for promotion and marketing to drive consumers to buy. SumoBoo! is a trademark of Indonesia to adopt the concept of Japan and the Japanese Dessert booth presenters whose success relies on social media trends. Posting photos SumoBoo dessert! through social media a little more able to provide added value and influence of brand equity like an advertisement. Utilization of social media here also make customers as a promotional agent of SumoBoo! either consciously or unconsciously. The purpose of this study was to determine the effect of SumoBoo! dessert photo exposure through social media Instagram to the SumoBoo! customer's brand equity, and is expected to prove that social media can be one effective media campaign in accordance with the development of today's digital economy. The approach used in this study is a quantitative survey methods. Variable relationship model is a simple model. To measure contained two subvariable Media Exposure: Frequency and Intensity. Brand equity (Aaker) has four subvariable: Brand Awareness, impression quality, brand association, and brand loyalty. The theory used in this research is the theory of cultivation by George Gerbner. From the research it can be seen that the influence of exposure of Instagram as social media to brand equity is positive and significant. Media exposure accounted for 21.1% of the equity of the brand, while the remaining 79.9% is influenced by other variables not examined. ABSTRAKSeiring dengan berkembangnya era digital, kini masyarakat Indonesia khususnya Jakarta hidup berdampingan dan tidak dapat dipisahkan dengan teknologi. Pemanfaatan teknologi tidak hanya digunakan bagi kemudahan aktivitas sehari-hari, namun juga diimplementasikan ke dalam berbagai sektor, salah satunya sektor ekonomi. Media sosial dimanfaatkan sebagai media promosi dan pemasaran untuk meningkatkan minat beli konsumen. SumoBoo! adalah merek dagang Indonesia yang mengadopsi konsep Jepang dan merupakan gerai penyaji Japanese Dessert yang kesuksesannya bertumpu pada tren media sosial. Postingan foto dessert SumoBoo! melalui media sosial sedikit banyak mampu memberikan nilai tambah dan mempengaruhi ekuitas merek layaknya sebuah iklan. Pemanfaatan media sosial disini juga menjadikan pelanggan sebagai salah satu agen promosi dari SumoBoo! baik secara disadari maupun tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara terpaan foto dessert SumoBoo! melalui media sosial Instagram terhadap ekuitas merek pelanggan SumoBoo!, dan diharapkan mampu membuktikan bahwa media sosial dapat menjadi salah satu media promosi yang efektif sesuai dengan perkembangan ekonomi digital saat ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Model hubungan variabel adalah model sederhana. Untuk mengukur Terpaan Media terdapat dua subvariabel: Frekuensi dan Intensitas. Ekuitas Merek (Aaker) memiliki empat subvariabel: Kesadaran Merek, Kesan Kualitas, Asosiasi Merek, dan Loyalitas Merek. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kultivasi oleh George Gerbner. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa  pengaruh antara terpaan dari Instagram sebagai media sosial terhadap ekuitas merek adalah positif dan signifikan. Terpaan media memberikan kontribusi sebesar 21,1% terhadap ekuitas merek, sedangkan sisanya 79,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. 
Pengaruh Pemberitaan Media Massa Terhadap Kredibilitas Pemimpin Simbolik Keagamaan Iwan Joko Prasetyo
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i2.61

Abstract

ABSTRAKKredibilitas seorang pemimpin simbolik keagamaan sangat dipengaruhi oleh pemberitaan yang disampaikan oleh media massa. Penelitian ini membahas kredibiltas KH. Fuad Amin (tokoh simbolik keagamaan) yang tersangkut kasus korupsi di kalangan mahasiswa Madura di Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Pembahasan masalah tersebut dikaji dengan teori-teori yang ada dalam disiplin ilmu komunikasi. Teori yang mendasari adalah teori kepemimpinan, teori-teori tentang media massa, teori tentang kredibilitas kepemimpinan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode “explanatory survey” yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total populasi yaitu menggunakan seluruh populasi mahasiswa Madura yang aktif kuliah di Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Dari hasil perhitungan uji statistik yang dilakukan menunjukkan bahwa secara signifikan terdapat pengaruh yang lemah atau rendah antara pemberitaan kasus korupsi KH. Fuad Amin dengan kredibilitas pemimpin simbolik keagamaan. Hal ini dibuktikan dengan uji statistik dengan menggunakan analisis korelasi, dimana nilai r sebesar 0,276.    ABSTRACTThe credibility of a leader of the religious symbolic greatly influenced by the publicity given by the media. This study discusses the credibility of KH. Fuad Amin (religious symbolic figures) are involved in corruption cases among students at the University of Madura Dr. Soetomo. Discussion of the issue studied by the theories that exist in the communication disciplines. The underlying theory is a theory of leadership, theories about the mass media, the theory of leadership credibility. The method used in this research is the method of "explanatory survey" that is research taking sample from a population and using a questionnaire as a data collection tool that subject. The sample used in this study is the total population that uses the entire population of Madura active student studying at the University Dr. Soetomo. From the calculation of statistical tests performed show that there is a significantly lower influence of the weak or between reporting cases of corruption KH. Fuad Amin with the symbolic leaders of religious credibility. This is evidenced by the statistical test by using correlation analysis, where the r value of 0.276.  
Problem Struktural dalam Praktek Peran Manajerial Public Relations: Kasus Indonesia Narayana Mahendra Prastya
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i2.62

Abstract

Praktek ideal Public Relations (PR) adalah ketika PR dapat melakukan peran-peran manajerial. PR baru disebut profesional ketika mereka telah melakukan peran-peran manajerial PR. Di Indonesia, praktek ideal ini masih sulit untuk dicapai. Minimnya pemahaman organisasi mengenai peran PR, kurangnya pengetahuan praktisi PR mengenai peran manajerial, dan materi pendidikan PR di Indonesia yang terlalu didominasi materi teknis PR merupakan penyebabnya. Apabila dirangkum, praktek peran manajerial PR di Indonesia terkendala problem struktural. Guna mengatasi persoalan tersebut memerlukan infrastruktur yang baik, dalam konteks ini adalah materi pendidikan PR di Indonesia. Untuk itu, peran praktisi PR, organisasi, dan pemerintah diperlukan guna mendukung terwujudnya peran manajerial bagi PR di Indonesia.  The ideal role for Public Relations is managerial role. The indicator for professional Public Relations is when they do the managerial role. In Indonesia, Public Relations find difficulties to do public relations managerial role. The lack of knowledge about public relations role --both in organization and public relations practitioner itself-- is the main factor.  In addition, the public relations education in Indonesia is dominated by technical skill. In the other word, public relations practice in Indonesia faces the structural problems. To solve this problem, Indonesia needs a good infrastructure related to the public relations -- in this context is the body of knowledge for PR education. To build a good infrastructure, it requires the support from Public Relations Practitioners, organization or corporation, and government. 
Infografis Sebagai Media Dalam Meningkatkan Pemahaman Dan Keterlibatan Publik Bank Indonesia Muhammad Bintang Arigia; Trie Damayanti; Anwar Sani
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i2.63

Abstract

ABSTRAK:Suatu studi eksploratif mengenai penggunaan infografis sebagai media komunikasi kebijakan dapat membentuk ketertarikan situasi, pemahaman situasi, dan cara berperilaku publik non-ahli ekonomi terhadap informasi kebijakan ekonomi Bank Indonesia yang kompleks. Studi ini menggunakan metode penelitian gabungan dan konsep teori ‘Medium is The Message’ dari Marshall McLuhan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak lima belas (15) orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dan simpulan penelitian yaitu infografis Bank Indonesia sudah cukup baik dalam membentuk ketertarikan situasional publik. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang harus diperbaiki agar dapat memaksimalkan ketertarikan publik. Pada pemahaman situasional, infografis belum mampu membentuk pemahaman publik. Permasalahan ini disebabkan oleh masih banyak terdapatnya bahasa ekonomi dan keterbatasan pengetahuan umum publik mengenai dunia ekonomi. Terakhir, cara berperilaku publik terhadap informasi ekonomi belum dapat terbentuk karena tidak tercapainya pemahaman situasional oleh publik. Meskipun begitu, publik memiliki keinginan dan harapan yang cukup baik terhadap perekonomian Indonesia.ABSTRACT:An exploratory design about the use of infographic as an communication medium can establish situational interest, situational understanding, and public behavior by non-experts towards the information of economics complex policy. This study used Mixed Methods and Medium is The Message Theory propounded by Marshall McLuhan. The sample of this study is fifteen (15) people and use purposive sampling as the sampling technique. The results and conclusions of this research shows that infographic of Bank Indonesia has been good-enough on establishing situational interest by public. However, there is still room for improvement that can optimize more public interest. In situational understanding, infographic has not been good-enough to establish situational understanding. This problem is caused by the presence of many economics terms and languages in the infographic and the limitation of economics knowledge by the public. Lastly, the public behavior towards economics information can not be established due to the unsuccessful forming of situational understanding by the public. Even so, the public still has the desire and hope towards the economics of Indonesia. The public is willing to get involved in the efforts to maintain and improve the economics of Indonesia. 
Karakteristik Inovasi Kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis Bagi Ibu Rumah Tangga Di Kota Bandung Meria Octavianti; Iwan Koswara; Dhisa Yunita Advika Sari
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i2.64

Abstract

Abstract:Bandung become one of the pilot areas of “Kantong Plastik Tidak Gratis” policy which is a pilot project to resolve the plastic garbage problem in Indonesia. At trial implementation of this policy, the mothers of households in the Bandung City, which is the main target of the policy, are required to bring their own shopping bags or have to spend money to pay for plastic bags that they will use. As an innovation, this policy has five characteristics that can be assessed to determine whether the policy can be easily accepted or difficult. According to Rogers, the five policy are relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability (1983 : 5 ). Accordingly, this study aims to reveal how the assessment of mother - housewife in the city of Bandung on the five characteristics of innovation policy. The theory used as the basis of this research is the theory Innovation Diffusion from Everett M. Rogers . The research method used is quantitative method with survey approach. The data collection study conducted by distributing questionnaires to 103 housewives in Bandung, which has been selected by using multistage cluster sampling technique . The results showed that the characteristics of innovation policy consisting of relative advantage, compatibility, triability , and observability overall rated high by mothers of households in Bandung City . While the characteristics of the complexity of the policy rated low because the majority of mothers of households think that this policy is easy to apply. It can be concluded that the characteristics of innovation policy is considered to be good by the mother of households in Bandung City .Abstrak:Kota Bandung dijadikan salah satu tempat uji coba dari kebijakan kantong plastik tidak gratis yang merupakan pilot project untuk mengatasi permasalahan sampah palstik di Indonesia. Pada pelaksanaan ujicoba kebijakan ini, ibu-ibu rumah tangga di Kota Bandung, yang merupakan target utama dari kebijakan, diharuskan untuk membawa tas belanja sendiri atau harus  mengeluarkan uang untuk membayar kantong plastik yang akan mereka gunakan. Sebagai sebuah inovasi, kebijakan ini memiliki lima karakteristik yang dapat dinilai untuk mengetahui apakah kebijakan tersebut dapat dengan mudah diterima atau justru sebaliknya. Menurut Rogers, lima kebijakan tersebut yaitu keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, trialabilitas, dan observabilitas (1983:5). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana penilaian ibu-ibu rumah tangga di Kota Bandung terhadap lima karakteristik inovasi dari kebijakan kantong plastik tidak gratis.Teori yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian ini adalah teori divusi inovasi dari Everett M. Rogers. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 103 ibu rumah tangga di Kota Bandung yang telah terpilih dengan menggunakan teknik multistage cluster sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik inovasi kebijakan kantong plastik tidak gratis yang terdiri dari keuntungan relatif, kompatibilitas, triabilitas, dan observabilitas secara keseluruhan dinilai tinggi oleh ibu-ibu rumah tangga di Kota Bandung. Sedangkan karakteristik kompleksitas dari kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis  dinilai rendah karena mayoritas ibu-ibu rumah tangga menganggap bahwa kebijakan ini mudah untuk diterapkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik inovasi dari Kebijakan Kantong Pastik Tidak Gratis dinilai sudah baik oleh ibu-ibu rumah tangga di Kota Bandung.