cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkomunikasi.untar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 20851979     EISSN : 25822727     DOI : https://doi.org/10.24912/jk
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi (P-ISSN: 2085-1979 and E-ISSN: 2528-2727) http://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/index is a national journal published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Jurnal Komunikasi are result from research and scientific studies conduct by academics and practitioners in communication field. Jurnal Komunikasi published twice a year. First volume will be publish on Juli and second volume on December. Articles published in Jurnal Komunikasi have been trough peer-review process by reviewer. Final decision of articles acceptance will be taken by editor team.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
Representasi Maskulinitas Dalam Iklan Televisi Pond’s Men #Lelakimasakini (Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Representasi Maskulinitas) Friska Dewi Yuliyanti; Atwar Bajari; Slamet Mulyana
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i1.180

Abstract

This research aims to know the meaning of denotation, the connotation and the myth or ideology in television commercials POND'S Men that represent the masculine with #LelakiMasaKini edition. The method used in this research is the Semiotic analysis methods. The Semiotic analysis used in this research is the Semiotic Roland Barthes. The results of this research show that there are; meaning denote, the connotation and the myth or ideology in television commercials POND'S #LelakiMasaKini. The results obtained from the signs of the dominant in the preview scenes that are taken in accordance with the criteria that have been determined. Advertising on Rio Dewanto version described three meaning denotes, three meaning of the connotations and three myths. On the version of the advertisement, Keenan Pearce described three meaning denotes, three the meaning of the connotations and three myths or ideologies and on the version of the Marshall Sastra described three meaning denotes, three the meaning of the connotations and 3 myths or ideologies. Concluded the side or the form of masculinity is promoted of the physical appearance of the type of men who tend to metrosexual, the dream of women, the leader success, lack men who think creatively and have hobbies.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna denotasi, konotasi serta mitos atau ideologi dalam iklan televisi POND’S Men yang merepresentasikan maskulinitas dengan edisi #LelakiMasaKini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotik. Analisis Semiotik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotik Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat makna denotasi, konotasi serta mitos atau ideologi pada iklan televisi POND’S Men #LelakiMasaKini. Hasil itu diperoleh dari tanda-tanda dominan pada cuplikan adegan-adegan yang diambil sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Pada iklan versi Rio Dewanto digambarkan 3 makna denotasi, 3 makna konotasi, dan 3 mitos. Pada iklan versi Keenan Pearce digambarkan 3 makna denotasi, 3 makna konotasi dan 3 mitos atau ideologi dan pada versi Marshall Sastra digambarkan 3 makna denotasi, 3 makna konotasi dan 3 mitos atau ideologi. Disimpulkan sisi atau bentuk maskulinitas yang dipromosikan adalah tampilan fisik tipe laki-laki yang cenderung metroseksual, dambaan wanita, pemimpin yang cerdas dengan kesuksesan, lak-laki yang berpikir kreatif dan memiliki hobi. 
Nilai Eksklusivitas Dalam Karya Foto Cover Majalah Tempo Edisi 4351 Tentang Kasus Bom Sarinah 2016 Yohanes Christiansen Tanjung; Rustono Farady Marta
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i2.181

Abstract

Visualization towards a news which is not limited on animation or photographic works in electronic media, online, and printed media has purposively been as additional information and becomes a complement of news. Particularly in spot news of the photojournalism works, every occurrence happens quite quickly. Due to photography, every moment can be recorded and well documented, as well as providing answers to what is actually happening on a rapid occurrence. One example is the use of photographs on a printed media, namely Tempo. This Research aims to observe hidden meaning in the works of photojournalism on the cover of Tempo magazine 4351 edition wether it is objective or subjective meaning that be received by the public after seeing the photo on the cover. The method used is descriptive qualitative method by conducting analysis of Peirce semiotics on the cover photo of Tempo magazine issue of 4351. Based on the research which has been done, it can be concluded that the application of visualization conducted by Tempo referred to the works of photojournalism in the cover of Tempo magazine issue of 4351 created exclusivity both in objective and subjective meaning Visualisasi pada suatu pemberitaan baik itu animasi maupun karya foto dalam media elektronik, online, dan pastinya media cetak, mempunyai tujuan sebagai informasi tambahan serta pemanis suatu berita. Khususnya pada karya foto jurnalistik spot news, setiap peristiwa yang terjadi dengan sangat cepat. Oleh karena fotografi, setiap kejadian dapat direkam dan didokumentasikan dengan baik, serta memberikan jawaban atas apa yang sebenarnya terjadi pada suatu peristiwa yang berlangsung dengan cepat. Salah satu contohnya adalah pemakaian karya foto pada sebuah cover media cetak, yaitu Tempo. Penelitian bertujuan untuk mengetahui makna yang tersembunyi dalam karya foto jurnalistik pada cover majalah Tempo edisi 4351 baik berupa makna obyektif maupun subyektif yang diterima publik setelah melihat foto pada cover tersebut. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif deskriptif dengan melakukan analisis semiotika Peirce pada foto cover majalah Tempo edisi 4351. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan visualisasi yang dilakukan oleh Tempo mengacu pada karya foto jurnalistik dalam cover majalah Tempo edisi 4351 menciptakan nilai eksklusivitas baik itu dalam makna obyektif maupun subyektif.
Kendala-Kendala BKB (Bina Keluarga Balita) Holistik Integratif di Provinsi Sulawesi Utara Urip Tri Wijayanti
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i1.205

Abstract

The development of early childhood needs to be done holistik integrative. The service activities cover the aspects of care, health and nutrition. All Of whice can be obtained through posyandu; Aspects of education through early childhood (early childhood education) and aspects of parenting through Bina Keluarga Balita (BKB) are carried out and applied in an integrated manner. Training and guidance for integrated integrative BKB cadres has been done. The question is, after the cadres get training and coaching whether they can do integration between early childhood and Posyandu or there are obstacles that they face.For that need to be done research, this research is a qualitative research with BKB cadres, PAUD cadres & Posyandu cadres and families who become members of BKB. The results of this study concluded that the obstacles in the implementation Holistik integrative BKB include: (1). Lack of commitment among relevant sectors and partners, so there are not willing to provide integrative services with BKB. (2) Low quality data that is hindering the development of the group BKB Integrative Holistik in the district / city(3). The low quality of cadres and PLKB, so an understanding of Integrative Holistik BKB still less so (4).The low awareness of parents to be active in the activities of BKB.  Pengembangan anak usia dini perlu dilakukan secara holistik integrative Kegiatan pelayanan yang dilakukan mencakup aspek perawatan, kesehatan dan gizi. Kesemuaya itu bisa didapat melalui posyandu; aspek pendidikan melalui PAUD (pendidikan anak usia dini) dan aspek pengasuhan melalui Bina Keluarga Balita (BKB) yang dilakukan dan diterapkan secara terpadu. Pelatihan dan pembinaan bagi kader-kader BKB Holistik integratif sudah dilakukan,menjadi pertanyaan kita, setelah para kader  mendapatkan pelatihan dan pembinaan apakah  mereka sudah bisa melakukan integrasi antara PAUD dan Posyandu atau ada kendala-kendala yang mereka hadapi.Untuk itu perlu dilakukan penelitian, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan informan Kader BKB, Kader PAUD & Kader Posyandu serta keluarga yang menjadi anggota BKB.Hasil penelitiannya antara lain (1).Rendahnya Komitmen antar sector terkait dan mitra kerja, sehingga masih ada yang belum mau memberikan pelayanan secara integrative dengan BKB. (2) Rendahnya Kualitas Data BKB sehingga menghambat pengembangan kelompok BKB Holistik Integratif di kabupaten/kota. (3). Rendahnya kualitas kader & PLKB, sehingga pemahaman tentang BKB Holistik integratif masih kurang sekali (4). Rendahnya kesadaran orangtua untuk aktif dalam kegiatan BKB.
Strategi Kampanye Gubernur Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat Dalam Menghadapi Pilkada Dki Jakarta 2017 Rahmadya Putra Nugraha; Anastasya Christy Puspitasari
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i2.206

Abstract

The selection of the 2017 DKI Jakarta governor was attended by 3 candidates, including the pair Agus Harimurti - Sylviana Murni, the pair Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat and the couple Anies Baswedan - Sandiaga Uno. Basuki Tjahaj Purnama - Djarot Saiful Hidayat is a pair of incumbent governors who again competed in this gubernatorial election. The researcher focused on research to find out how the strategy used by the incumbent governor pair in facing the 2017 DKI Jakarta gubernatorial election. In this case, the author uses the Constructivist paradigm, namely, the truth of a social reality seen as a result of social construction, and the truth of a social reality is relative. The type of research used is descriptive, which describes a social situation as it is by using a qualitative descriptive analysis method. Based on this research regarding the campaign strategy of Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat in facing the gubernatorial election, the researchers concluded that the pair Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat possessed and re-demonstrated the real program that was directly felt by the community and also maximized the entire media to socialize their upcoming programs. Pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 diikuti oleh 3 pasangan calon antara lain pasangan Agus Harimurti – Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan – Sandiaga Uno. Pasangan Basuki Tjahaj Purnama – Djarot Saiful Hidayat adalah pasangan gubernur petahana yang kembali bersaing dalam pemilihan gubernur ini. Peneliti memfokuskan penelitian untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan oleh pasangan gubernur petahana dalam menghadapi pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 ini. Dalam hal ini, penulis menggunakan paradigma Konstruktivis yaitu,  kebenaran suatu realitas sosial dilihat sebagai hasil konstruksi sosial, dan kebenaran suatu realitas sosial bersifat relatif.  Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif, yang menggambarkan suatu keadaan sosial secara apa adanya dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian ini mengenai strategi kampanye Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat dalam menghadapi pemilihan gubernur, maka peneliti membuat kesimpulan bahwa pasangan Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat memiliki dan menunjukkan kembali program nyata yang sudah dirasakan langsung oleh masyarakat dan juga pasangan ini memaksimalkan seluruh media untuk mensosialisasikan program mereka yang akan datang.
PR Crisis Melalui Media Sosial Gladys Carlina; Sinta Paramita
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i1.211

Abstract

The background of this research is communication, new media, PR and PR Crisis. Fourth of this background has a close relationship, starting from communication, human in everyday life would require communication to receive and convey information, human can not be released from human life. The advancement of the times and the development of technology, causing people to communicate easily and the development of this era caused a new challenge for the PR and PR Crisis of a company, they should be able to maintain a positive image of the company in the minds of people. In this study using descriptive qualitative methodology, it contains many writings and drawings compared to the numbers. The purpose of this research is to know the strategy used by Pizza Hut in dealing with the issue of expired food. Penelitin results, social media is very positive impact on Pizza Hut in the recovery of food issues expired. The strategy used by the Pizza Hut Crisis PR is to utilize social media. Visible from the issue of expired food that disappeared in public and Pizza Hut restaurant until now crowded visited.Latar belakang dari penelitian ini yaitu komunikasi, media baru, PR dan PR Krisis. Keempat dari latar belakang ini mempunyai hubungan yang erat, dimulai dari komunikasi, manusia di dalam kehidupan sehari-hari tentunya memerlukan komunikasi untuk menerima dan menyampaikan informasi, manusia tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Majunya perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, menyebabkan manusia melakukan komunikasi dengan mudah dan perkembangan zaman ini menyebabkan adanya tantangan baru bagi para PR dan PR Krisis sebuah perusahaan, mereka harus bisa mempertahankan citra positif perusahaan di benak masyarakat. Dalam penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deksriptif, memuat banyak tulisan dan gambar dibandingkan angka-angka. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh Pizza Hut dalam menangani isu makanan kedaluwarsa. Hasil penelitin,media sosial sangat membawa dampak positif bagi Pizza Hut dalam pemulihan isu makanan kedaluwarsa. Strategi yang digunakan oleh PR Krisis Pizza Hut adalah dengan memanfaatkan media sosial. Terrlihat dari isu makanan kedaluwarsa yang menghilang di public dan restoran Pizza Hut sampai saat ini ramai dikunjungi. 
Kepribadian Dan Komunikasi Susi Pudjiastuti Dalam Membentuk Personal Branding Stevani Stevani; Widayatmoko Widayatmoko
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i1.225

Abstract

The life story of Susi Pudjiastuti is admired by many people for her hard work, until becoming successful by having so much company in the field of aviation and fisheries. Susi Pudjiastuti is also well known to the public for his work in the ministry. Good performance makes Susi Pudjiastuti popular among Jokowi's working cabinet. Currently, the Brand Name in humans is personal branding which is the trend of the formation of self-image and the creation of good perception from others to us. This research will discuss about personality, communication and personal branding Susi Pudjiastuti with qualitative research method. Good personality makes Susi Pudjiastuti has the ability to communicate well and liked by the community. Personality and communication can form a personal branding Susi Pudjiastuti a natural. By exposing the personality and communication of Susi Pudjiastuti in forming personal branding, then people will realize the importance of personality and Communication in forming a natural personal branding. Kisah hidup Susi Pudjiastuti banyak dikagumi oleh banyak orang atas kerja kerasnya hingga menjadi sukses dengan memiliki banyak perusahaan di bidang penerbangan dan perikanan. Susi Pudjiastuti juga dikenal baik oleh masyarakat akan kinerjanya dalam bekerja di kementerian.  Kinerja yang baik menjadikan Susi  Pudjiastuti popular  diantara  kabinet  kerja Jokowi. Saat ini, Sebutan merek pada manusia adalah personal branding yang merupakan trend dari pembentukan  pencitraan diri dan penciptaan persepsi yang baik dari orang lain kepada kita.  Penelitian  ini  akan membahas  mengenai  kepribadian,  komunikasi  serta  personal  branding Susi Pudjiastuti  dengan  metode  penelitian  kualitatif. Kepribadian  yang baik menjadikan Susi Pudjiastuti memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dan disenangi oleh masyarakat. Kepribadian dan komunikasi tersebut dapat membentuk personal branding Susi Pudjiastuti yang alami. Dengan memaparkan kepribadian dan komunikasi Susi Pudjiastuti dalam membentuk personal branding,   maka masyarakat akan menyadari pentingnya kepribadian dan Komunikasi dalam membentuk personal branding yang natural.
Upaya Peningkatkan Brand Awareness PT. Go-Jek Indonesia Melalui Aktivitas Marketing Public Relations Umaimah Wahid; Anggun Eka Puspita
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i1.265

Abstract

Online transportation is nowadays popular in Indonesia and becomes a new alternative for people due to its efficiency and effectivity. One of the most famous online transportations is PT.Go-Jek Indonesia. People prefer to choose it to anticipate traffic jam in Jakarta and the surroundings. Besides PT. Go-Jek, there are some similar transportations such as PT.GRAB, UBER, and so on. This condition caused the competition among the online transportations resulting in the necessity to create a strong brand around the people. In accordance to that matter, the role of public relation is quite significant to increase Brand awareness in society. This research focus on the role of public relations to increase the brand awareness of PT Go-Jek using the theory of mixed public relation strategy by Thomas L. Harris that is famous of his concept,  ‘P.E.N.C.I.L.S’. The method of this research is case study by interview completed by data as data collection technique. The activity of public relations involves the 7 strategies of public relation to increase brand awareness. The activities were for example publication, holding interesting events, establishing good relationship with society, cooperating with other companies, creating a positive image, providing services and new features for the society. Those are meant to show that PT. GO-JEK gives the best service for customers and society to strengthen the brand awareness of PT. Go-Jek. Those efforts of PT Go-Jek resulted in increasing the brand awareness so that society chooses that online transportation as an alternative of nowadays internet-based transformation.  Transportasi online saat ini marak di Indonesia dan menjadi alternatif baru bagi masyarakat karena efisien dan efektif. Salah satu transportasi online yang fenomena adalah PT. Go-Jek Indonesia yang menjadi pilihan masyarakat dalam mengantisipasi kemacetan Jakarta dan sekitarnya. Selain PT. Go-Jek, terdapat beberapa transportasi sejenis lannya yang beroperasi seperti PT.GRAB, UBER dan lainnya. Kondisi tersebut memunculkan persaingan di antara perusahan-perusahaan transportasi online yang harus menciptakan brand yang kuat di tengah masyarakat. Dalam Upaya tersebut peran public relations sangat penting untuk meningkatkan Brand Awareness di masyarakat. Fokus penelitan ini adalah peran public relations dalam mingkatkan kesadaran mereka PT. Go-Jek. Menggunakan teori strategi bauran pemasaran Humas Thomas L. Harris yang terkenal dengan konsep ‘P.E.N.C.I.L.S’. Metode penelitian adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dilengkapi data. Kegiatan marketing public relations berlaku dalam meningkatkan brand awareness ke 7 strategi marketing public relations. Kegiatan seperti publikasi, melaksanakan kegiatan-kegiatan menarik, establishgood hubungan dengan masyarakat, menjalin kerjasama dengan perusahaan lain, meningkatkan citra positif, menyediakan layanan, dan menambahkan fitur baru dalam jaringan yang disediakan kepada masyarakat. Semua hal itu sebagai upaya yang serius dan sungguh-sungguh PT. Go-Jek memberikan pelayanan terbaik kepadakonsumen khususnya dan masyarakat umum agar kesadaran merek PT. Go-Jek semakin kuat.
Pencapaian Brand Corporate Melalui Brand Activation Pendekatan Experiential Marketing (Studi Kasus Laboratorium Klinik) Mahdalena Lubis; Leila Mona Ganiem
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i1.457

Abstract

Brand activation is a corporation's endeavor to look deeper into what's in the brand, strategy and position of the brand. A new approach to brand activation by maximizing the range of relevant assets through product and service, employees, identity and communication combined with experiential marketing through sense, feel, think, act, relate, is considered highly effective in achieving corporate brand because it emphasizes the differentiation of competitors. This study aimed to find out how the achievement of corporate brand through brand activation experiential marketing conducted by Clinical Laboratory with the object of PT. Prodia Widyahusada Tbk. This descriptive case study study obtained data through interviews and observations. This research finds the fact that companies do brand activation to achieve corporate brand is holistic to maximize brand in competitive competition, but to create experiential marketing, company can emphasize certain points in accordance with objectives desired by company. At the same time, denial of Schmitt's theory of surprise is the most important, in contrast to that done in the research object that sense and feel are the strongest according to the needs or goals of the company's customers. Utilization of brand activation experiential marketing can create trust, engagement, loyalty, acquisition, share, differentiator with competitors and lead to the achievement of a corporate brand of reputation.berbagai hal yang ada di dalam brand, strategi dan posisi dari brand tersebut. Pendekatan baru terhadap brand activation dengan memaksimalkan berbagai asset yang relevan melalui product and service, employees, identity dan communication dipadu dengan experiential marketing melalui sense, feel, think, act, relate, dinilai sangat efektif untuk mencapai brand corporate karena lebih menekankan differensiasi terhadap kompetitor.  Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pencapaian brand corporate melalui brand activation experiential marketing yang dilakukan oleh Laboratorium Klinik dengan objek PT. Prodia Widyahusada Tbk. Penelitian dengan metode studi kasus deskriptif ini memperoleh data melalui wawancara dan pengamatan. Penelitian ini menemukan fakta bahwa perusahaan melakukan brand activation untuk mencapai brand corporate dilakukan secara holistic untuk memaksimalkan brand di persaingan kompetitif, namun untuk menciptakan experiential marketing, perusahaan dapat menekankan poin-poin tertentu sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh perusahaan. Sekaligus bantahan terhadap teori Schmitt yang menyatakan kejutan (think) adalah yang paling penting, berbeda dengan yang dilakukan di objek penelitian bahwa sense dan feel adalah yang paling kuat sesuai dengan kebutuhan atau sasaran pelanggan perusahaan. Pemanfaatan brand activation experiential marketing dapat menciptakan kepercayaan, engagement, loyalitas, akuisisi, share, pembeda dengan kompetitor dan bermuara pada pencapaian brand corporate berupa reputasi.  
Wacana Perbedaan Gender Dalam Artikel Pendidikan Seks Remaja (Analisis Wacana Kritis Artikel Seksualitas Majalah Hai Edisi 1995-2004) Muria Endah Sokowati
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i1.519

Abstract

Adolescence is a social category considered as apolitical, hedonist, consumptive, and uncritical. They often become the object of socialization and education of morality from adult. Many social institutions, including the media have subjugated their desire in the name of sex education. Hai magazine-segmented its product for teenage boys-displayed sexual contents for sex education in its articles. In those articles, Hai magazine has presented information relating to dominant sexual norms. This paper focuses on how Hai magazine has built discourse of gender differences in its articles. Using critical discourse analysis, the researcher revealed the attempt of Hai magazine to construct the ideal relationship of teenage boys and girls. The construction cannot be separated from the politics of Hai magazine to accommodate the parents’ interest following sexual normative and conservative discourse. At the same time, Hai also supports sexual liberalism discourse, which becomes the part of media interest as cultural industry. As a result, Hai magazine has performed ambivalence idea of gender differences. The ambivalence is indicated from the idea of sexual attraction, the division of sexual roles, and emphatic strategy.   Remaja adalah kategori sosial yang bersifat apolitis, hedonis, konsumtif dan tidak kritis. Untuk itu remaja kerap menjadi objek sosialisasi dan edukasi soal moralitas oleh orang dewasa. Penundukan hasrat remaja atas nama pendidikan seks banyak dilakukan oleh berbagai institusi sosial, termasuk media. Majalah Hai sebagai majalah yang ditujukan untuk remaja laki-laki menampilkan konten-konten seks dengan tujuan edukasi seks di dalam artikel-artikelnya. Dalam artikel tersebut, majalah Hai menyajikan informasi yang berkaitan dengan norma seks yang dipahami oleh mayoritas masyarakat. Tulisan ini secara khusus memfokuskan pada bagaimana Hai membangun wacana tentang perbedaan gender yang terdapat dalam artikel-artikel seksualitas yang bertemakan relasi laki-laki dan perempuan. Lewat metode analisis wacana kritis, peneliti menyingkap adanya upaya majalah Hai untuk mengkontruksi relasi laki-laki dan perempuan yang dianggap ideal. Konstruksi tersebut tidak dilepaskan dari politik majalah Hai untuk mengakomodasi kepentingan orang tua yang menganut paham seksualitas yang normatif dan konservatif sekaligus mendukung paham liberalisme seksual yang menjadi bagian dari kepentingan media sebagai industri budaya. Akibatnya majalah Hai menampilkan gagasan perbedaan gender yang ambivalen. Ambivalensi tersebut terlihat dalam gagasan majalah Hai tentang daya tarik seksual, pembagian peran secara seksual dan strategi empati. 
Petisi Indonesia untuk Dunia: Potret Globalisasi Gerakan Sosial Digital Andreas Ryan Sanjaya
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i1.520

Abstract

Internet technology brought out about changes in human life. The apparent changes in this study lied in two respects. First, changes in the way citizens conduct social movements. Second, the internet reinforces the impact of globalization, so the issues raised by citizens are also a global issue. This study revealed a portrait of globalization in the digital social movement in Indonesia. The selected case is an online petition addressed to international parties for genocide in Myanmar. The analytical approach in this study used social semiotics. The three components analyzed were field of discourse, tenor of discourse, and mode of discourse. The result was a petitioner used international criminal issues, as well as provocative terms to reinforce the message in the text. Teknologi Internet membawa perubahan pada kehidupan manusia. Perubahan yang tampak dalam penelitian ini terletak pada dua hal. Pertama, perubahan pada cara warga melakukan pergerakan sosial. Kedua, internet menguatkan pengaruh globalisasi, maka isu-isu yang diangkat oleh warga juga merupakan isu global. Penelitian ini mengungkap potret globalisasi dalam gerakan sosial digital di Indonesia. Kasus yang dipilih adalah petisi online yang ditujukan kepada pihak internasional atas kasus genosida di Myanmar. Pendekatan analisis dalam penelitian ini menggunakan semiotika sosial. Tiga komponen yang dianalisis adalah medan wacana, pelibat wacana, dan sarana wacana. Hasilnya adalah pembuat petisi menggunakan isu-isu kejahatan internasional, serta istilah-istilah provokatif untuk menguatkan pesan dalam teks.