cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkomunikasi.untar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 20851979     EISSN : 25822727     DOI : https://doi.org/10.24912/jk
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi (P-ISSN: 2085-1979 and E-ISSN: 2528-2727) http://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/index is a national journal published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Jurnal Komunikasi are result from research and scientific studies conduct by academics and practitioners in communication field. Jurnal Komunikasi published twice a year. First volume will be publish on Juli and second volume on December. Articles published in Jurnal Komunikasi have been trough peer-review process by reviewer. Final decision of articles acceptance will be taken by editor team.
Arjuna Subject : -
Articles 287 Documents
Analisis Penggunaan Twitter Sebagai Media Komunikasi Selebritis Di Jakarta Suzy Azeharie
Jurnal Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i2.35

Abstract

Abstract: This study discusses the use of twitter as a medium of communication that do celebrities in Jakarta, Indra Aziz, Pongki Barata and kerispatih. The support of the fans means a lot to all three top celebrities in order to continue working in the entertainment industry. Communication is the key to self-publish to the public in order to gain support for their new works. Twitter is one of the medium used to communicate with fans. Therefore the aim of this study was to determine the reason and purpose of twitter as a communication media celebrities. This research uses descriptive qualitative research method, using mass communication theory, uses and gratification models, new media, social media celebrities and theories of Public Relations on the Internet. The results of the analysis showed that the reason Indra Aziz, Pongki Barata and Kerispatih chose twitter as penggunaannnya easier when compared to other social media. The use of twitter is considered very effective because the celebrities can convey all the information they want to convey to the people, especially their fans, in a wide range of deployment messages with easy and fast.Abstrak: Penelitian ini membahas penggunaan twitter sebagai media komunikasi yang dilakukan selebritis di Jakarta yaitu Indra Aziz, Pongki Barata dan kerispatih. Dukungan dari penggemar amat berarti bagi ketiga selebritis di atas agar dapat terus berkarya di industri hiburan. Komunikasi menjadi kunci untuk mempublikasikan diri kepada masyarakat guna meraih dukungan terhadap karya karya mereka. Twitter merupakan salah satu media yang digunakan untuk berkomunikasi dengan penggemar. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan serta kegunaan twitter sebagai media komunikasi selebritis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teori komunikasi massa, uses and gratification model, new media, media sosial selebritis dan teori Public Relations on Internet. Hasil analisis menunjukan bahwa alasan Indra Aziz, Pongki Barata dan Kerispatih memilih twitter karena penggunaannnya lebih mudah jika dibandingkan dengan media sosial lainnya. Penggunaan twitter dinilai sangat efektif karena para selebritis dapat menyampaikan segala informasi yang ingin mereka sampaikan kepada masyarakat, khususnya penggemar mereka, dalam jangkauan penyebaran pesan yang luas dengan mudah dan cepat. 
Berita Terjemahan Pada Situs Media Online (Tinjauan Proses Penerjemahan Pada Rubrik Internasional & Rubrik Celebrity-World Celeb Dalam Okezone.Com) Rosita Rosita Anggrain
Jurnal Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i3.36

Abstract

Abstract: This study aims to analyze and describe the process of translating international news in the International and Celebrity-World Celeb section (as the translation product) in Okezone.com. Method of the research is descriptive-qualitative, data sources include news text of the LT (language Target) and LS (Language Source). Purposive sampling technique is to select 10 international news text to be read and analyzed the structure of the news which consist of titles, leads, first paragraph, body and closing at TT (Text Target) in Okezone.com to be compared to news in the TS (Text Source) from several foreign sites and media online.It was identified that the translation method used by Okezone.com more stress to the target language reader is free translation method. Translation in Okezone. com- like other translation products in journalism-has its peculiarities. Translators do a rewrite, reformulation, localization, and use news items from the previous article to write it or to create a hyperlink in the translated news text. Reduction and amplification are used in the translation process. Equivalence in translation is a dynamic equivalence: equivalent according to the language and culture of the target, the context of a specific message, and the target language reader audience by doing diversion such as removal, replacement and alteration. TT often more concise than TS with the aim of simplification and reframing.  Abstrak:Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan proses penerjemahan berita internasional dalam rubrik Internasional dan rubrik Celebrity-World Celeb (sebagai produk terjemahan) di Okezone. com. Metode riset adalah deskriptif-kualitatif, sumber data berupa dokumen teks berita BSa (Bahasa Sasaran) dan teks berita BSu (Bahasa Sumber). Teknik sampling adalah purposif, memilih 10 teks berita internasional untuk dianalisis dibaca dan disimak dengan membandingkan struktur berita yang terdiri dari judul, lead, paragraf pertama, tubuh berita dan penutup pada TSa (Teks Sasaran) yang dimuat dalam Okezone.com dengan TSu (Teks Sumber) yang berasal dari beberapa situs media online asing. Berdasarkan kajian yang dilakukan, teridentifikasi bahwa metode penerjemahan yang digunakan Okezone.com lebih menekankan kepada pembaca bahasa sasaran yaitu metode penerjemahan bebas. Terjemahan dalam Okezone.com seperti penerjemahan produk jurnalistik lainnya memiliki kekhasan. Penerjemah melakukan penulisan ulang, reformulasi, lokalisasi, dan menggunakan item- item berita dari artikel sebelumnya dengan menuliskan atau membuat hyperlink pada teks berita terjemahan. Dalam proses menerjemahkan digunakan prosedur reduksi atau penghilangan dan amplifikasi atau penambahan. Kesepadanan dalam penerjemahan adalah kesepadanan dinamis yang berorientasi pada padanan yang sesuai dengan bahasa dan budaya target, konteks pesan tertentu, dan khalayak pembaca bahasa target dengan melakukan pengalihan baik pemindahan, penggantian dan pengubahan. TSa tak jarang lebih ringkas daripada TSu dengan tujuan penyederhanaan dan reframing. 
Realitas Lesbian, Gay, Biseksual, Dan Transgender (Lgbt) Dalam Majalah Christiany Juditha
Jurnal Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i3.37

Abstract

Abstract: The presence of new media is so fast, do not make the traditional media such as magazines die. Magazine persisted even migrated to the online magazine. Segmentation increasingly diverse magazine specifically for women, men, teens, children, families, until the LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender).The presence of specialized magazines LGBT, much opposed from the general public in Indonesia. Because, the activity of LGBT incompatible with the religion. But specifically LGBT magazines still exist and have to function as a mass media. It has the advantage of a highly segmented audience that the issues contained in this magazine are also very specific and will be sought as a requirement for a special audience. With magazines, illustrated also LGBT reinforces their existence despite a lot of opposition. It is precisely through this medium; LGBT people can freely express themselves and their gender identity at the same time to give effect to its readers.Abstrak: Kehadiran media baru yang begitu pesat, tidak membuat media tradisional seperti majalah mati. Majalah tetap bertahan bahkan bermigrasi ke majalah online. Segmentasinya pun beragam mulai dari khusus wanita, pria, remaja, anak-anak, keluarga, hingga LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Kehadiran majalah khusus LGBT menuai banyak kontra daripada pro dari masyarakat umum termasuk di Indonesia. Lagi-lagi karena aktivitas kaum ini dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama. Terlepas dari pro dan kontra, majalah khusus LGBT tetap eksis dan telah menjalankan fungsinya sebagai media massa. Karena memiliki kelebihan yaitu audiens yang sangat tersegmentasi sehingga isu-isu yang dimuat dalam majalah ini juga sangat spesifik dan tetap akan dicari karena menjadi kebutuhan bagi audiens khusus. Dengan majalah, tergambar juga bahwa kaum minoritas seperti LGBT semakin mengukuhkan keberadaan mereka meski banyak mendapat tentangan. Justru melalui media ini, kaum LGBT dapat dengan bebas mengekspresikan diri dan identitas gender mereka sekaligus memberikan pengaruh bagi pembacanya.
Penyingkapan Diri Melalui Internet Di Kalangan Remaja (Studi Komunikasi Antar Pribadi) Riris Loisa; Yugih Setyanto
Jurnal Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i3.38

Abstract

Abstract: Internet presence is believed to have influence on human communication. One of them is self-disclosure issue. This research will describe the self-disclosure among teenager. This is believed to be important to be done, because the current internet users in Indonesia is mostly teenager. The depiction of self-disclosure among teenager over the internet, will provide an overview of the reality of what happened in the virtual communication. Analysis is based on interpersonal communication theories by referring to a thought of Joseph devito and the self-disclosure concept from Richard West and Lynn Turner. This research will be done in quantitative paradigm, through survey methods to high school students in Central Jakarta. The result of data analysis come to the conclusion that the self-disclosure more often done when related to things that are common in the public discussion, while the personal things are still reluctant to be revealed over the internet. Abstrak:Kehadiran internet diyakini membawa pengaruh terhadap perilaku komunikasi manusia. Salah satunya di dalam perilaku penyingkapan diri (self disclosure). Penelitian ini akan menggambarkan penyingkapan diri di kalangan remaja. Hal ini diyakini penting untuk dilakukan, karena saat ini pengguna internet tertinggi di Indonesia adalah kelompok usia remaja. Penggambaran perilaku penyingkapan diri melalui internet di kalangan remaja, akan memberikan gambaran tentang realitas yang terjadi di dalam komunikasi virtual. Analisis dilandasi dari teori komunikasi antar pribadi dengan mengacu pada pemikiran dari Joseph DeVito serta konsep penyingkapan diri dari Richard West dan Lynn Turner. Penelitian dilakukan di dalam paradigma kuantitatif, melalui metode survey terhadap siswa sekolah menengah atas di wilayah Jakarta Pusat. Hasil analisis data sampai pada kesimpulan, bahwa penyingkapan diri lebih sering dilakukan ketika berkaitan dengan hal-hal yang memang lazim di dalam perbincangan publik, sementara itu hal-hal yang bersifat pribadi masih enggan untuk disingkapkan melalui internet.   
Komunikasi Keluarga Sabeulah Dalam Konteks Kesundaan (Studi Etnografi Komunikasi Tentang Komunikasi Ibu Atau Ayah Dengan Anak Di Kabupaten Ciamis) Zikri Fachrul Nurhadi
Jurnal Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i3.39

Abstract

Abstract: This research is motivated by family tendency "sabeulah" or a divorce in Kabupaten Ciamis from year to year that has increased . This increase, giving parenting patterns into two positions that children live with a mother or a father ?sabeulah?, and divorce statistics in the office of religious Ciamis district is also increasing. Based on the data obtained from the year 2009 as many as 3.751, while in 2013 to 2013 increased to 5.319. With the ethnography of communication approach, this study may reveal patterns of communication in the family ?sabeulah? happened to mom or dad ?sabeulah?. The subjects in this study is a mother or father whose status is Randa and duda who lives with the child due to the economic problems of divorce, death, and infidelity. While the data collection techniques that is used in this study is participant observation, in-depth interviews, and study documentation. The results of this study indicate that in single parents family communication mother or father who gets priority for a child to be socialized are religious values, harmony, obedience, responsibility, discipline, respect (courtesy), achievement and honesty. Single parents family communication components that occur in the mother or father made up genre, topic, purpose, setting, participants, shape of message, the message content, sequence of actions, rules of interaction, and norms. While single parents family communication patterns that occur in the mother or the father consists of: patterns of communication about compliance, patterns of communication about expectations, patterns of communication about money management, communication patterns on the role of relatives, about the future of communication patterns, and patterns of communication on learning and experience. Single parents family communication that occurs in the mother or the father produces several perspectives such as: single parents family communication models through interpersonal communication, single parents family communication models through verbal and non-verbal symbols, models are colectivistic single parents family communication, single parents family communication models of the type seen in the face problems, single parents family communication models role in interpersonal communication perspective, the values that formed in single parents family culture, single parents family communication models about the role of extended family or relatives, single parents family communication models viewed from the perspective of symbolic interaction and communication models single parents family in perspective silih asah, asih and asuh).Abstrak:Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kecenderungan keluarga ??sabeulah?? atau tingkat perceraian di Kabupaten Ciamis dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Peningkatan ini, memberikan pola pengasuhan anak berada pada dua posisi yaitu anak yang hidup bersama seorang ibu maupun dengan seorang ayah sabeulah, serta angka statistik perceraian yang ada di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Ciamis pun meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh mulai dari tahun 2009 sebanyak 3.751 sampai dengan tahun 2013 meningkat menjadi 5.319. Dengan pendekatan etnografi komunikasi, penelitian ini dapat mengungkap pola komunikasi pada keluarga sabeulah yang terjadi pada ibu atau ayah sabeulah. Adapun subjek pada penelitian ini adalah ibu atau ayah yang berstatus randa dan duda yang tinggal bersama anak akibat perceraian masalah ekonomi, kematian, perbedaan pandangan dan perselingkuhan. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah pengamatan partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam komunikasi keluarga sabeulah pada ibu atau ayah yang mendapat prioritas untuk dapat disosialisasikan kepada anak adalah nilai religius, kerukunan, ketaatan, tanggungjawab, disiplin, hormat (sopan santun), pencapaian prestasi dan kejujuran. Komponen komunikasi keluarga sabeulah yang terjadi pada ibu atau ayah terdiri atas genre, topik, tujuan, setting, partisipan, bentuk pesan, isi pesan, urutan tindakan, kaidah interaksi, dan norma-norma. Sedangkan pola komunikasi keluarga sabeulah yang terjadi pada ibu atau ayah terdiri atas: pola komunikasi tentang kepatuhan, pola komunikasi tentang harapan, pola komunikasi tentang pengaturan uang, pola komunikasi tentang peran kerabat, pola komunikasi tentang masa depan, dan pola komunikasi tentang pembelajaran dan pengalaman. Komunikasi keluarga sabeulah yang terjadi pada ibu atau ayah menghasilkan beberapa perspektif antara lain: model komunikasi keluarga sabeulah melalui komunikasi interpersonal, model komunikasi keluarga sabeulah melalui simbol verbal dan non verbal, model komunikasi keluarga sabeulah bersifat kolektivistik, model komunikasi keluarga sabeulah dilihat dari tipe dalam menghadapi masalah, model komunikasi keluarga sabeulah tentang peran dalam perspektif komunikasi interpersonal, nilai-nilai yang terbentuk dalam budaya keluarga sabeulah, model komunikasi keluarga sabeulah tentang peran keluarga besar atau kerabat, model komunikasi keluarga sabeulah dilihat dari perspektif interaksi simbolik serta model komunikasi keluarga sabeulah dalam perspektif silih asah, asih dan asuh.  
Internet Dan Fenomena Bangkitnya Peran Aktor Non Negara Pramadafi Irawan
Jurnal Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i3.40

Abstract

Abstract:In the present times of globalization and information disclosure, technology is one of the means to solve various problems and provide solutions for a wide range of issues in various aspects of life. Various problems that occur in different parts of the world and involves a variety of countries is synonymous with the involvement of state actors that play a rolen in them. However, the facts stand out that such roles are not exclusively belong to state actors, non-state actors also have large enough share of roles in them. If we examine them further more, there is collaboration of roles between state actors and non-state actors in realizing various interests. In this case, what is behind the phenomenon of the rise of the role of non-State actors has something to do with internet and some thoughts of Jurgen HabermasAbstrak: Dalam era globalisasi dan keterbukaan informasi seperti sekarang ini, perangkat teknologi merupakan salah satu sarana dalam membantu, mewujudkan, memecahkan berbagai macam permasalahan dan memberikan solusi dari berbagai macam persoalan dalam berbagai aspek kehidupan. Selama ini berbagai permasalahan yang terjadi diberbagai belahan dunia dan melibatkan berbagai Negara identik dengan peran actor Negara didalamnya, dilihat dari faktanya tidak hanya actor Negara yang berperan, peran actornon Negara juga memiliki andil yang cukup besar didalamnya, bahkan jika kita telaah lebih dalam lagi terdapat kolaborasi antara peran actor Negara dan actor non Negara dalam mewujudkan berbagai kepentingan. Dalam hal ini apa saja yang melatarbelakangi fenomena bangkitnya peran actor non Negara, kaitannya dengan internet dan beberapa pemikiran dari Juergen Habermas 
War As Entertainment: Cermatan Terhadap Pemberitaan Isu Teror Dalam New Media M Fikri AR
Jurnal Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i3.41

Abstract

Abstract: This paper tries to analyze the news about terror issues which released in online news media as a type of new media. The numbers of this news release in olnline news media are abundant and be a general phenomena in the public. For that reason I called “War as Entertainment” phenomena. From my point of view, there is some problem need to clear up, such as the process of reality that constructed by journalist that works in mass media industries. Is they influence by market, profit, or ideological motive that spread in news media? These papers explain that complexities in five parts. From introduction, then the process of construction of reality in media, definition of war as entertainment, developing theory of message, and conclusions that try to connected to the main problem.Abstrak: Tulisan ini berupaya menganalisis berita tentang isu teror yang dimediasikan media berita online sebagai salah satu tipe new media. Jumlah informasi itu menunjukkan begitu melimpahnya berita yang tersaji, hingga menjadi semacam fenomena umum yang mudah diketahui publik. Berlandaskan hal itu, fenomena itu bisa disebut “War as Entertainment”. Namun demikian, ada beberapa hal mendasar yang perlu dijernihkan lebih jauh. Seperti proses konstruksi realitas dalam new media, dimana wartawan sebagai pekerja media merupakan aktor yang aktif membuat berita ke tengah khalayaknya. Pertanyaannya yakni apakah proses konstruksi realitas itu dipengaruhi market, laba, atau motif penyebaran ideologi tertentu? Tulisan ini berupaya mengurai kompleksitas itu ke dalam lima bagian konseptual yang memiliki keterkaitan. Pertama, pendahuluan. Kedua, proses konstruksi realitas dalam media. Ketiga, pengertian war as entertainment. Keempat, pengembangan teori pesan. Kelima, pernyataan spesifik yang berupaya menghubungkan semua bagian dalam sebuah simpulan.  
Fungsi Komunikasi Media Sosial Twitter Pelaksana Tugas Gubernur Dki Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Suzy Azeharie
Jurnal Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i3.42

Abstract

Abstract: This study discusses about the communication function of Basuki Tjahaja Purnama’s Twitter account as an Implementer Governor of DKI Jakarta. This study was conducted using content analysis method with qualitative descriptive approach. The data that used in this study were primary data and secondary data. The primary data was in the form of Basuki Tjahaja Purnama’s tweet content, @Basuki_btp from 2nd June 2014 until 28th November 2014. While the secondary data was in the form of data and information obtained through the interviews. The result of this study are Basuki Tjahaja Purnama as an Implementer Governor of DKI Jakarta has been running the communication function quite well. It was proven by total 55 tweets from his account, 36 tweets can be categorized into informing function, five tweets can be categorized into the educating function and two tweets that can be categorized into the influencing function in accordance to the communication function described by Onong Uchjana Effendy.Abstrak: Penelitian ini membahas tentang fungsi komunikasi Basuki Tjahaja Purnama sebagai seorang Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta dalam menggunakan media sosial Twitter. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berupa isi tweet dari akun Twitter @Basuki_btp dengan periode 2 Juni 2014 hingga 28 November 2014. Sedangkan data sekunder berupa data atau informasi yang diperoleh dari hasil wawancara. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa Basuki Tjahaja Purnama sebagai seorang Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta telah menjalankan fungsi komunikasi dengan cukup baik. Hal ini terbukti dengan dari total 55 tweet yang di analisis, 36 tweet dapat dikategorikan ke dalam fungsi menginformasikan, lima tweet dapat dikategorikan ke dalam fungsi mendidik dan dua tweet yang dapat dikategorikan ke dalam fungsi mempengaruhi sesuai dengan fungsi komunikasi yang dipaparkan oleh Onong Uchjana Effendy.
Manajemen Kepemimpinan Dan Kemampuan Berkomunikasi Kepala Sekolah Pada Kinerja Pendidik Abdul Rahmat; Syaiful Kadir
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i1.43

Abstract

AbstractThis research aims at ascertaining: (1) correlation between principal’s leadership and teachers’ performance, (2) correlation between principal’s communication capability and teachers’ performance, and (3) principal’s leadership and communication capability with teachers’ performance. Population of this research is 50 teachers. Sample of this research is all of members of population consisting 50 teachers (using total sampling technique). Data collecting is conducted by distributing questionaire to all respondents. Data analysis is done quantitaively by using statistical procedure with regression formula (Product Moment). Correlations Coefficients obtained from the result of testing hypothesis shows that: (1) hypothesis 1 is accepted, meaning that there are positive correlation between principal’s leadership and teachers’ performance, with correlations coefficients rxy = 0,64, categorized into significant correlation; (2) hypothesis 2 is accepted, meaning that there are positive correlation between principal’s communication capability and teachers’ performance, with correlations coefficients rxy = 0,78, categorized into significant correlation; and (3) hypothesis 3 is accepted, meaning that there are simultanously positive correlations among principal’s leadership and principal’s communication capability with teachers’ performance, with correlations coefficients ry.12= 0,86, categorized into very significant correlation.      AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja pendidik, (2) hubungan  kemampuan berkomunikasi kepala sekolah dengan kinerja pendidik, dan (3) hubungan kepemimpinan kepala sekolah dan kemampuan berkomunikasi kepala sekolah dengan kinerja pendidik. Populasi penelitian ini sejumlah 50 orang. Sampel penelitian adalah sejumlah 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan uji statistik menggunakan rumus perhitungan regresi linier dan regresi berganda. Correlations Coefficients dari perhitungan statistik menunjukkan bahwa: (1) hipotesis pertama diterima, artinya terdapat hubungan hubungan kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja pendidik, dengan hasil koefisien korelasi rxy = 0,64, dengan bentuk hubungan kuat; (2) hipotesis kedua diterima, artinya terdapat hubungan kemampuan berkomunikasi kepala sekolah dan kinerja pendidik, dengan hasil koefisien korelasi rxy = 0,78, dengan bentuk hubungan kuat; dan (3) hipotesis ketiga diterima, artinya terdapat hubungan kepemimpinan kepala sekolah dan kemampuan berkomunikasi kepala sekolah secara bersama-sama dengan kinerja pendidik dengan hasil koefisien korelasi ry.12= 0,86, dengan bentuk hubungan sangat kuat/tinggi.    
Bisnis Media: Pasca Matinya Televisi Nasional Dalam Perspektif Jurnalistik Ahmad Ahmad Toni
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i1.44

Abstract

ABSTRACTJustice information in socio-cultural perspective of the Indonesian nation is determined by the regulatory system of broadcasting that is healthy, it is characterized by the power of television Jakarta bersiaran in the archipelago with all the violence and the values of modernism that is not required by the subculture of the nation, even the things that are associated with regulation was dominated by the broadcasting authorities in Jakarta. Media conglomerates are widely blamed as the cause of the birth of symbols of violence against the nation's cultural pluralism, the control over the broadcasting rights and the system by media conglomerates into a global cultural colonization that is manifested through the broadcast contains the reference to Western culture. Broadcasting system that causes the death of flavors and tastes diversity owned the nation as a world cultural power. Nullifying the media conglomerate's system will show the broadcasting regulatory system in Indonesia is dominated by the global broadcasting system that would be affiliated with the barons and katrel domestic broadcasting. With the introduction of digital broadcasting system that diprakarsasi with the demise of the national television media is expected to grow the business system fair for all this people, by providing business space for new players with the capital area and the system of regional employment-based local culture as well. Content-based broadcast journalism in the broadcasting system in the future be a great opportunity to foster diversity kontenst release that are not controlled by media conglomerates. Content journalistic diversity to the birth indicator healthy broadcast system and represents the face of Indonesian archipelago in the broadcasting system.ABSTRAKSIKeadilan informasi dalam perspektif sosial budaya bangsa Indonesia ditentukan dengan sistem regulasi penyiaran yang sehat, hal ini ditandai dengan kuasa televisi Jakarta yang bersiaran di nusantara dengan segala kekerasan dan nilai-nilai modernisme yang tidak dibutuhkan oleh subbudaya bangsa, bahkan hal-hal yang berkaitan dengan regulasinya pun dikuasai oleh penguasa penyiaran Jakarta. Konglomerasi media yang banyak dituding sebagai penyebab lahirnya simbol-simbol kekerasan terhadap budaya pluralisme bangsa ini, penguasaan atas hak siar dan sistemnya oleh konglomerasi media menjadi penjajahan budaya global yang dimanifestasikan lewat kontent siaran yang mengacu kepada budaya Barat. Sistem penyiaran inilah yang menyebabkan matinya rasa dan selera keberagaman yang dimiliki bangsa sebagai kekuatan budaya dunia. Pembiaran atas kehendak sistem konglomerasi media ini menunjukan sistem regulasi penyiaran di Indonesia dikuasai oleh sistem penyiaran global yang tentunya berafiliasi dengan cukong-cukong dan katrel penyiaran dalam negeri. Dengan dicanangkannya sistem siaran digital yang diprakarsasi dengan matinya televisi nasional diharapkan tumbuh sistem bisnis media yang berkeadilan bagi segenap bangsa ini, dengan memberikan ruang bisnis kepada pemain baru dengan modal daerah dan sistem ketenagakerjaan daerah yang berbasis budaya lokal pula. Kontent siaran yang berbasis jurnalistik dalam sistem penyiaran kedepan menjadi peluang yang besar dalam menumbuhkan keberagaman kontenst siaran yang tidak dikuasai oleh konglomerasi media. Konten jurnalistik yang beragam menjadi indikator lahirnya sistem siaran yang sehat dan merepresentasikan wajah nusantara dalam sistem penyiaran Indonesia.