cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal IPA Terpadu
ISSN : 25978977     EISSN : 25978985     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH IPA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN 2 WATANSOPPENG (Studi Pada Materi Pokok Zat Aditif pada Makanan dan Zat Adiktif) Nur Afni Yulistiawati; Ratnawaty Mamin; Ramlawati Ramlawati
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.683 KB) | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat keterampilan pemecahan masalah peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah di kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng pada materi pokok Zat Aditif pada makanan dan Zat Adiktif, (2) mengetahui tingkat keterampilan pemecahan masalah peserta didik yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng pada materi pokok Zat Aditif pada makanan dan Zat Adiktif, dan (3) mengetahui model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik berpengaruh dibandingkan model pembelajaran konvensional di kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng pada materi pokok Zat Aditif pada makanan dan Zat Adiktif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dan model pembelajaran konvensional. Variabel terikatnya adalah keterampilan pemecahan masalah peserta didik pada materi pokok zat aditif pada makanan dan zat adiktif.  Populasi penelitian ini adalah Peserta didik kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng yang terdiri atas 7 kelas dengan peserta didik sebanyak140 peserta didik Teknik pengambilan sampel yaitu double random sampling. Sampel penelitian terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VII7 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 20 orang dan kelas VII4 sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 20 orang.  Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes keterampilan pemecahan masalah pada materi pokok zat aditif pada makanan dan zat adiktif diberikan pada pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis statistika deskriptif keterampilan pemecahan masalah yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori tinggi, sedangkan model pembelajaran berbasis konvensional berada pada kategori sedang. Analisis statistika inferensial diperoleh thitung=2,56>ttabel=1,68. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Model pembelajaran berbasis masalah berada pada kategori tinggi dibandingkan model pembelajaran konvensional berada pada kategori sedang yang berarti model pembelaran berbasis masalah berpengaruh terhadap keterampilan pemecahan masalah IPA peserta didik kelas VIII SMPN 2 Watansoppeng pada materi pokok zat aditif pada makanan dan zat adiktif.
PENGARUH MEDIA PUZZLE PADA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE DIVISI PENCAPAIAN KELOMPOK PESERTA DIDIK TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 2 MAPPEDECENG (STUDI PADA MATERI POKOK SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA) KABUPATEN LUWU UTARA Samudar, Nurhaerani; Ramlawati, Ramlawati; Sudarto, Sudarto
Jurnal IPA Terpadu Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.645 KB) | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v3i1.11147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan media puzzle pada model pembelajaran kooperatif tipe divisi pencapaian kelompok peerta didik terhadap hasil belajar IPA peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Postest Control Group Design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan media puzzle pada model pembelajaran kooperatif tipe divisi pencapaian kelompok peserta didik di kelas eksperimen, variabel terikatnya adalah hasil belajar IPA peserta didik pada materi pokok Sistem Peredaran Darah pada Manusia. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Mappedeceng yang terdiri atas 8 kelas dengan jumlah peserta didik 248 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan acak kelas (cluster random sampling). Kelas yang terpilih sebagai sampel yaitu kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 30 peserta didik dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 30 peserta didik. Data diperoleh dari tes hasil belajar peserta didik yang terdiri dari 25 butir soal pilihan ganda. Analisis data mengunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif diperoleh peserta didik yang diajar dengan media puzzle lebih tinggi ( 0,511) daripada peserta didik yang diajar tanpa media puzzle ( 0.32). Sedangkan hasil analisis statistik inferensial yang menggunakan uji pihak kanan dan membuktikan H0 di tolak dan H1 diterima. Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji-t, menghasilkan thitung (2,55) > ttabel (2,00) pada a = 0,05. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media puzzle pada model pembejaran kooperatif tipe divisi pencapaian kelompok peserta didik terhadap hasil belajar IPA peserta didik studi pada materi pokok Sistem Peredaran Darah Pada Manusia.
ANALISIS KEMAMPUAN PESERTA DIDIK MENYELESAIKAN SOAL-SOAL LEVEL C4 (MENGANALISIS) PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 MAKASSAR Indawati, Nur; Ramlawati, Ramlawati; Rusli, Muhammad Aqil
Jurnal IPA Terpadu Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v3i2.12329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal level C4 (menganalisis) pada mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 3 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Makassar yang telah mencapai hasil belajar kognitif level C3 (mengaplikasikan) yang berjumlah 108 peserta didik yang tersebar pada 12 kelas setelah diberikan tes (soal) yang sekaligus sebagai sampel penelitian, dimana jumlah keseluruhan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Makassar sebanyak 375 peserta didik. Instrumen penelitian ini berupa tes hasil belajar kognitif level menganalisis, pada materi gerak makhluk hidup dan benda. Tes hasil belajar ini berbentuk essay yang berjumlah 8 item soal yang telah divalidasi ahli dan item. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pemberian tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data statistik deskriptif. Hasil analisis deskriptif disimpulkan bahwa persentase jumlah skor kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal level menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas VIII SMP Negeri 3 Makassar pada materi gerak makhluk hidup dan benda yaitu untuk kemampuan membedakan sebesar 54,8%, kemampuan mengorganisasi sebesar 53,9%, dan kemampuan mengatribusikan sebesar 41,7%. Kategori persentase jumlah skor kemampuan menyelesaikan soal-soal level C4 (menganalisis) untuk kemampuan membedakan, mengorganisasi, dan mengatribusikan termasuk dalam kategori rendah. Rata-rata persentase jumlah skor kemampuan peserta dalam menyelesaikan soal-soal level menganalisis sebesar 50,1% yang berada pada kategori rendah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED LEARNING) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 5 PALLANGGA KAB. GOWA (Studi Pada Materi Pokok Pencemaran Lingkungan) Insani, Aunillah; Ramlawati, Ramlawati; Yunus, Sitti Rahma
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.631 KB) | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i1.11158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) terhadap motivasi belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 5 Pallangga Kab. Gowa (pada Materi pokok Pencemaran Lingkungan) dan (2) mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) terhadap hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 5 Pallangga Kab. Gowa (pada Materi pokok Pencemaran Lingkungan). Populasi penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri 5 Pallangga yang terdiri atas 7 kelas (203 peserta didik). Pengambilan sampel menggunakan teknik double random Sampling. Sampel penelitian yang digunakan 30 orang pada kelas eksperimen dan 30 orang pada kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket untuk mengukur motivasi dan instrumen tes hasil belajar yang berupa pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tehnik analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Statistik deskriptif bertujuan untuk mengetahui tingkat pengkategorian pada motivasi dan hasil belajar. Hasil analisis inferensial dengan menggunakan uji-t motivasi belajar diperoleh nilai thitung sebesar 1,89 dan nilai ttabel adalah 1,67. Dari hasil perhitungan Uji-t hasil belajar diperoleh t hitung> t tabel yaitu 4,57 > 1,67 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) terhadap motivasi dan hasil belajar hasil belajar IPA peserta didik kelas VII SMP Negeri 5 Pallangga Kab. Gowa studi pada materi pokok Pencemaran Lingkungan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 5 PALLANGGA Musyabirah, Musyabirah; Mun'im, Abdul; Yunus, Sitti Rahma
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.59 KB) | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i1.11153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick terhadap motivasi belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Pallangga dan (2) mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick terhadap hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Pallangga. Jenis penelitian adalah eksperimen semu. Desain penelitian ini adalah pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri 5 Pallangga yang terdiri atas 7 kelas (203 peserta didik). Pengambilan sampel menggunakan teknik double random sampling. Sampel penelitian yang digunakan 26 orang pada kelas eksperimen dan 26 orang pada kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket untuk mengukur motivasi dan instrumen tes hasil belajar yang berupa pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar peserta didik. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan tehnik analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Statistik deskriptif bertujuan untuk mengetahui tingkat pengkategorian pada motivasi dan hasil belajar. Hasil analisis inferensial dengan menggunakan uji-t motivasi belajar diperoleh nilai thitung 4,12 >  ttabel 2,07. Dari hasil perhitungan uji-t hasil belajar diperoleh thitung 6,77 > ttabel 2,07. sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Pallangga.
PENGARUH STRATEGI EVERYONE IS A TEACHER HERE TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 3 PALLANGGA Syam, Farha Mutia; Mun'im, Abdul; Mamin, Ratnawaty
Jurnal IPA Terpadu Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.306 KB) | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v3i1.11143

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian eksperimental-Semu (Quasi-Experimental Research) bertujuan untuk mengetahui: (1) skor hasil belajar peserta didik sebelum diajar menggunakan strategi Everyone is A Teacher Here, (2) skor hasil belajar peserta didik setelah diajar menggunakan strategi Everyone is A Teacher Here, (3) skor hasil belajar peserta didik sebelum diajar menggunakan strategi ekspository, (4) skor hasil belajar peserta didik setelah diajar menggunakan strategi ekspository, (5) perbedaan hasil belajar dari peserta didik yang diajar menggunakan strategi Everyone is A Teacher Here dengan strategi ekspository. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Pallangga yang terdiri dari 7 kelas. Sampel penelitian ada 2 yaitu kelas VII.1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 29 orang dan kelas VII.3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 29 orang, yang dipilih dengan teknik acak kelas. Penelitian ini menggunakan instrument soal pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar peserta didik dan lembar observasi keterlaksanaan strategi. Data hasil belajar peserta didik diperoleh dari tes hasil belajar tentang materi pokok ekosistem yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan strategi Everyone is A Teacher Here lebih baik dibandingkan rata-rata hasil belajar kelas kontrol dengan menggunakan strategi ekspository. Hasil analisis deskriptif dengan hasil analisis inferensial dengan menggunakan uji-t  hasil belajar diperoleh t hitung > t tabel yaitu 3,57 > 1,66 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga ada perbedaan strategi Everyone is A Teacher Here terhadap hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Pallangga dengan strategi ekspository. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa (1) skor hasil belajar peserta didik sebelum diajar menggunakan strategi Everyone is A Teacher Here adalah 8,63 dengan kategori rendah, (2) skor hasil belajar peserta didik setelah diajar menggunakan strategi Everyone is A Teacher Here adalah 15,46 dengan kategori sedang, (3) skor hasil belajar peserta didik sebelum diajar menggunakan strategi ekspository adalah 9,98 dengan kategori rendah,(4) skor hasil belajar peserta didik setelah diajar menggunakan strategi ekspository adalah 12,67 dengan kategori sedang, (5) strategi Everyone is A Teacher Here berpengaruh terhadap hasil belajar IPA peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Pallangga pada materi pokok ekosistem dibandingkan strategi ekspository.
STUDI KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 12 MAKASSAR Saleh, Salsabila Yusuf; Muhiddin, Nurhayani H.; Rusli, Muhammad Aqil
Jurnal IPA Terpadu Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v3i2.11294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan proses sains peserta didik kelas 8 SMP Negeri 12 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 12 Makassar sebanyak 379 peserta didik. Sampel pada penelitian ini berjumlah 80 peserta didik dari 11 kelas yang berbeda yang dipilih melalui teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan proses sains berupa soal pilihan ganda berjumlah 25 item soal yang mewakili setiap aspek keterampilan proses sains: mengobservasi, merumuskan masalah, membuat hipotesis, merancang percobaan, mengkomunikasikan, menarik kesimpulan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan memberikan tes keterampilan proses sains kepada sampel penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk menyelidiki skor rata-rata keterampilan proses sains peserta didik dan skor rata-rata peserta didik adalah sebesar 15, 24 dan berada dalam kategori sedang. Sedangkan analisis inferensial digunakan untuk mengetahui taksiran rata-rata keseluruhan populasi, diperoleh taksiran skor rata-rata untuk keseluruhan populasi berada dalam rentang 14, 41 sampai dengan 16, 04 yang berarti berada dalam kategori sedang dan tinggi.
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI POKOK SISTEM EKSKRESI KELAS VIII SMP NEGERI 15 MAKASSAR Suci Muliana; Nurhayani H. Muhiddin; Sitti Rahma Yunus
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.262 KB) | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis tingkat keterampilan berpikir kritis diajar dengan menggunakan model Kooperatif Tipe Group Investigation (GI); (2) Menganalisis tingkat keterampilan berpikir kritis yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran langsung; dan (3) Menganalisis perbandingan keterampilan berpikir kritis yang dibelajarkan dengan  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dan model pembelajaran langsung pada peserta didik kelas VIII SMPN 15 Makassar pada materi pokok sistem ekskresi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi-Eksperiment) dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMPN 15 Makassar. Pengambilan sampel melalui teknik accidental sampling sehingga diperoleh kelas VIII D sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Hasil analisis deskriptif diperoleh skor rerata N-gain pada kelas eksperimen tergolong kategori sedang dan pada kelas kontrol  juga tergolong kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial mengunakan uji hipotesis diperoleh bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat keterampilan berpikir kritis peserta didik yang diajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) lebih tinggi dari berpikir kritis peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran langsung pada materi sistem ekskresi.
PENGARUH METODE RESITASI TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 7 WONOMULYO (Studi Pada Materi Pokok Sistem Organisasi Kehidupan) Dien Aulia Bansu; Ramlawati Ramlawati; Sitti Rahma Yunus
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.212 KB) | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) tingkat keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas VII SMPN 7 Wonomulyo yang dibelajarkan menggunakan metode resitasi berbentuk proyek pada materi pokok sistem organisasi kehidupan, (2) tingkat keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas VII SMPN 7 Wonomulyo yang dibelajarkan tanpa menggunakan metode resitasi berbentuk proyek pada materi pokok sistem organisasi kehidupan. (3) Pengaruh metode resitasi berbentuk proyek terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas VII SMPN 7 Wonomulyo pada materi pokok sistem organisasi kehidupan. Penelitian ini merupakan Quasi Experimental (eksperimen semu) dengan menggunakan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN 7 Wonomulyo yang juga dijadikan sampel. Pengambilan sampel melalui teknik sampling jenuh dan diperoleh kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan VII B sebagai kelas Kontrol. Instrumen penelitian keterampilan berpikir kreatif berupa soal essay berjumlah 14 item soal. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan pemberian Pretest dan Posttest. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif. Statistik deskriptif untuk mengetahui hasil statistik pada skor rata-rata keterampilan berpikir kreatif. Hasil analisis deskriptif tingkat keterampilan berpikir kreatif peserta didik kelas eksperimen yang dibelajarkan menggunakan metode resitasi berbentuk proyek diperoleh rata-rata skor N-Gain 0,46 berada pada kategori sedang, dan skor untuk kelas kontrol yang dibelajarkan menggunakan metode resitasi berbentuk soal-soal  yaitu 0,26 berada pada kategori rendah. Dengan perbandingan hasil keterampilan berpikir kreatif kedua kelas maka hasil yang diperoleh telah dapat digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan metode resitasi tanpa menggunakan analisis statistik inferensial.
ANALISIS KESULITAN DALAM PEMEBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI LIMBORO Saharuddin Saharuddin; Mawarni Wahab
Jurnal IPA Terpadu Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal IPA Terpadu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.34 KB) | DOI: 10.35580/ipaterpadu.v2i2.11148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penyebab kesulitan yang dihadapi oleh guru mata pelajaran IPA terpadu di SMP Negeri  Limboro. Penelitian menggunakan pendekatan Deskriptif Kuantitatif dan kualitatif dengan metode pengambilan data yakni analisis dokumen dan wawancara. Analisis dokumen dilakukan terkait dengan spesifikasi pendidikan guru IPA terpadu di SMP Negeri Limboro dan analisis hasil belajar peserta didik. Wawancara dilakukan kepada guru dengan menggunakan 8 pertanyaan yang terkait dengan masalah pembelajaran IPA. Hasil penelitian menujukkan kesulitan yang ditemukan dalam pembelajaran IPA di SMP Negeri Limboro secara umum disebabkan oleh dua hal yakni (1) dasar pendidikan guru IPA terpadu yang masih secara khsusu berasal dari pendidikan Biologi dan Pendidikan Fisika dan (2) Kekurangan sarana dan prasarana laboratorium yang menunjang praktikum mata pelajaran IPA. Secara umum solusi yang ditawarkan adalah pemberian pelatihan yang berkaitan dengan kontet IPA terpadu yang setara dengan 30 – 40 sks. Pelatihan seyogaynya diberikan oleh dinas pendidikan terkait disertai dengan identifikasi masalah serupa di kabupaten Polewali Mandar.

Page 7 of 23 | Total Record : 225