cover
Contact Name
Muh Jibran Nidhal Fikri
Contact Email
jes@unm.ac.id
Phone
+6282259301930
Journal Mail Official
muhjibrannidhal@gmail.com
Editorial Address
Gedung FI, Jurusan Geografi Fakultas MIPA, Jl. Dg Tata Raya, Kampus UNM Parangtambung Makassar.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Environmental Science
ISSN : 26544490     EISSN : 26549085     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
The objective of this journal is to publish original, fully peer-reviewed articles on a variety of topics and research methods in both Geography and all the studies that have related with geography. The journal welcomes articles that address common issues in Physical Geography, Agricultural geography, and all studies about geography Jurnal Environmental Science (JES) is published twice a year (Oktober and April). This journal publishes various articles from peer reviewed and research results related Physical Geography, Agricultural geography, and all studies about geography Jurnal Environmental Science (JES) published manuscripts on research in education, particularly related to teaching and learning, theory and practice in geography science and material object. The journal welcomes submissions from around the world as well as from indonesia.
Articles 128 Documents
ANALISIS POTENSI MATA AIR DI DAERAH AIRAN SUNGAI TANGKA PROVINSI SULAWESI SELATAN Nasiah Badwi
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.731 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i2.32292

Abstract

ABSTRAK Air adalah kebutuhan sangat dalam kehidupan, air tidak ada kehidupan akan punah. Penduduk bertambah maka kebutuhan air meningkat, dimana ketersediaan terbatas. Untuk memenuhi kebutuhn air pada musim kemarau dibutuhkan sumber air dari air tanah dalam bentuk mata air. Penelitian ini bertujuan menggambarkan potensi mata air di Das Tangka. Metode yang digunakan yaitu Penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Variabel yang dioverlay ada 5 yaitu;  curah hujan, topografi, cekungan air tanah, kerapatan sesar, dan kerapatan vegetasi. Hasil menggambarkan ada  tiga kelas potensi mata air. Sebagian besar wilayahnya berada pada kelas sedang seluas 29.929,48 Ha (62,84 persen), kemudian kelas rendah seluas 17.621,30 Ha (37 persen), dan kelas  tinggi hanya 79,06 (0,17 persen).  Potensi mata air kelas tinggi tersebar di Kecamatan Tompobulu dan Kecamatan Kahu.Kelas sedang tersebar di wilayah kecamatan Tinggimoncong, Tompobulu, Sinjai Tengah, sinjai Barat, Bontocani, Bulupoddo, Kahu, Kajuara dan Sinjai Utara. Kelas Rendah berada di wilayah Kecamatan Tinggimoncong, Tompobulu, dan Sinjai Barat.Dapat disimpulkan bahwa potensi mata air Das Tangka  kategori sedang. Adapun faktor yang sangat menentukan ke 5 faktor tersebut dan saling mendukung satu sama lainnya, namun yang paling dominan adalah Curah Hujan dan kerapatan sesar.. Pada wilayah potensi mata air kelas sedang mata air mengalir pada saat musim hujan dan sesudahnya, sedangkan pada saat musim kemarau sudah tidak ada air lagi mengalir.
REVIEW: POTENSI MANFAAT APLIKASI GREEN ROOF Widyastuti Kusuma Wardhani; Ika Rahmawati Suyanto; Sekar Arum Azzahra
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.269 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i2.24630

Abstract

ABSTRACTRecently, The construction industry is growing rapidly in the world, including in Indonesia. The construction of high-rise buildings, industry, and housing certainly has an impact on the environment, one of which is the lack of rain catchment areas. The green building concept is expected to reduce energy consumption significantly through several methods of passive design and active design without sacrificing comfort and productivity due to energy savings. One solution to support the concept of green building is the application of green roofs in buildings. Green roof is a building construction where there is a planting medium and vegetation on the roof. The most important green roof capability is the ability to withstand and hold rainwater, especially in urban areas and reduce energy consumption. This study provides an overview of  the differences between extensive and intensive types of green roofs, the potential benefits of green roof applications on water quantity and quality, environmental impacts, opportunities and challenges of green roof applications, and economic benefits. Based on this positive aspect, it can be concluded that green roof is one of solution to reduce the environmental impact of buildings, save money, and save water reserves.
ANALISIS PENENTUAN KUALITAS AIR SUNGAI GESANG DENGAN PARAMETER BOD DAN COD Zainal Abidin; Farahdilla Andhika Y.F
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.88 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i2.32840

Abstract

Gesang River has an important role for the residents of Palaan Village and Kesaamben Village, Ngajum District, Malang Regency. This study aims to analyze the water quality of the Gesang River. The method used is a survey method, with a sampel of 6 points. Parameters observed were physics and chemistry (BOD, COD, and TSS). The sampling technique was carried out by purposive sampling and the data analysis used was descriptive qualitative. To campare the water quality of the Gesang River, it is necessary to refer to PP. 82 tahun 2001 and Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013. The results of laboratory analysis explain that the water quality of the Gesang River with BOD parameters at points P III, P IV, P V, P VI exceeds the quality standart. On the COD Parameters at points PII, PIV, PV, PVI the highest BOD score was 83,75 mg/L, while the highest COD score was 244,6 mg/L. the pollution load with TSS parameters at 6 points all exceeded the quality standart, with the highest score of 57,5 mg/L. the increased concentration of BOD, COD, dan TSS was caused by the presence of pollution that was found to come from industrial waste, agricultural waste, and household waste. Polluted rivers cause unstable ecosystems and can distrupt human activities. Therefore, continuous is needed between the Palaan Village government, Kesamben and the industry.
ANALISIS PERMUKIMAN NELAYAN YANG KUMUH DI KELURAHAN BULOA KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR Onesimus Sampebua; Mithen Lullulangi; Nuranny Taufieq; Nur Alfiansah
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.995 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i2.30303

Abstract

This research is a survey research, which aims to analyze the slums of fishermen's settlements in Buloa Village. The research variables are: Road network, solid waste, and environmental sanitation. Data collection is done by observation and documentation. Data analysis techniques with qualitative analysis, discussion / efforts to overcome, and draw conclusions. The results showed that the quality of the environmental road network, solid waste, and environmental sanitation in the fishing settlements of RT 008 RW 002, Buloa Village, was very poor and included in the heavy slum category. The efforts to improve the quality of the residential environment are: 1) improving and managing the coast, improving roads according to feasibility standards, 2) managing waste and increasing public knowledge with the 3R method ((Reduce, Recycle, Reuse), and 3) conducting construction and maintenance of drainage networks, with a closed system, and construction of toilet facilities (MCK) connected to a septic tank with a communal system.
KESIAPAN GEOPARK NASIONAL MAROS PANGKEP MENUJU UNESCO GLOBAL GEOPARK ( STUDI PEMBANDING UNSECO GLOBAL GEOPARK GUNUNG SEWU) Ichsan Invanni
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.506 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i2.32478

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengkaji proses pengajuan Geopark Maros Pangkep menjadi anggota UNESCO Global Geopark serta untuk mengidentifikasi kondisi aktual Geopark Nasional Maros Pangkep dan faktor apa saja yang perlu disiapkan badan pengelola untuk menjadi UNESCO Global Geopark. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh tahapan- tahapan yang sedang dan telah dilalui oleh Geopark Maros pangkep telah mencapai tahapan yang berhubungan dengan kebijakan. Kegiatan atau proses yang sedang berlangsung dijalankan secara parallel atau secara bersamaan seperti melakukan kegiatan promosi dengan mengadakan event, sosialisasi, kordinasi, Saat ini Geopark Nasional Maros pangkep melakukan FGD untuk pembuatan Masterplan dan merumuskan kebijakan yang dibutuhkan dalam pengembangan Geopark Maros Pangkep, FGD pembuatan Masterplan melibatkan Masyarakat, dan Stakeholder lainya.
PEMETAAN SEBARAN OBJEK WISATA BAHARI DI PULAU AMBON MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Marhelin Chostansa Mehdil; Heinrich Rakuasa; Daniel Anthoni Sihasale; Roberth Berthy Riry
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.189 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i2.32464

Abstract

Pengelolaan sektor parawisata yang belum maksimal di Pulau Ambon membuat banyak objek wisata bahari yang belum diketahui oleh masyarakat dan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran objek wisata bahari yang ada di Pulau Ambon dengan menggunakan sistim informasi geografis untuk memberikan informasi dan gambaran secara spasial kepada masyarakat guna membatu wisatawan yang berkunjung di Pulau Ambon. Pemetaan ini mengacu pada data sebaran objek wisata bahari yang ada di Pulau Ambon yang diperoleh dari Dinas Pariwisata Provinsi Maluku. Pengolahan data spasial dilakukan dengan menggunakan Software Arc GIS 10.6. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 29 objek wisata bahari yang tersebarn di kecamatan Leihitu Barat, Leihitu, Leitimur Selatan, Salahutu dan Nusaniwe yang dijelaskan secara deskripsi, tabular dan spasial
PEMANFAATAN WAHANA DRONE UNTUK PEMETAAN KAWASAN MANGROVE DI KABUPATEN PANGKEP amal amal
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 2 (2022): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.038 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i2.32635

Abstract

ABSTRAKPenggunaan UAV di masa kini sangat membantu dalam pemantauan kawasan mangrove karena resolusinya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan hutan mangrove pada 4 jenis peruntukan kawasan di kabupaten Pangkep. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif  dengan pengambilan data secara purposive sampling. Data hasil UAV berupa foto dianalisis menggunakan metode PJ dan GIS dengan bantuan Software Agisoft 17.0 untuk menghasilkan ortophoto. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada keempat lokasi pengamatan terdapat beberapa objek dasar yang dapat dikenali yaitu hutan mangrove, tambak, kawasan terbangun, tubuh air dan jaringan jalan. Sedangkan objek yang dapat dikenali lebih lanjut karena asosiasinya terhadap objek lain diantara kawasan ekowisata, kawasan hutan konservasi, kawasan tambak sebagai budidaya yang bagian depanya terdapat mangrove penghalang dan kawasan silvofishery yang ditandai dengan tambak dengan beberapa individu mangrove di dalamnya atau di sisi-sisinya.
Karakteristik Oksigen Terlarut dan BebanPencemaran BOD di Sungai Sembon, Kabupaten Malang Zainal Abidin; Anggraeni Hadi Pratiwi; Afriandi Setiawan
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.45663

Abstract

Penduduk Desa Kesamben, Kabupaten Malang sangat mengandalkan peranan dari Sungai Sembon. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakterisasi oksigen yang terlarut, beban pencemaran BOD dan menentukan beban pencemaran sepanjang Sungai Sembon dengan menggunakan parameter fisika,dan parameter biologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei, pengambilan sampel air, dan analisis laboratorium kualitas air. Teknik pengambilan sampel sebanyak 6 titik (2 titik di hulu, 2 titik di tengah, dan 2 titik di hilir) Sungai Sembon. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001 digunakan sebagai pembanding dalam menganalisis data status mutu air. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin ke hilir pola kadar COD, BOD, dan cemaran Fecal Coliform Sungai Sembon semakin meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin menurunnya kualitas air Sungai Sembon terutama pada bagian hilir. Sungai Sembon sudah tidak bisa menerima beban pencemaran dengan kadar COD dan BOD yang terlalu tinggi. Luaran dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dan bahan pertimbangan kepada penggiat lingkungan serta para pemangku kepentingan Desa Kesamben untuk mengambil kebijakan secara strategis dalam upaya melestarikan lingkungan beserta ekosistemnya.    
Pemanfaatan Penginderaan Jauh Untuk Mengidentifikasi Kepadatan Bangunan Menggunakan Interpretasi Hibrid Citra Sentinel-2a Di Kota Padang Indah Fultriasantri; Fajrin Fajrin
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.43339

Abstract

Kota adalah kawasan padat permukiman pusat berbagai kegiatan aktifitas masyarakat seperti pemerintahan, perkantoran, pendidikan, dan sosial-ekonomi serta memiliki batas wilayah administrasi diatur dalam undang-undang yang memperlihatkan ciri kehidupan masyarakat perkotaan. Perkembangan sebuah kota selalu dihapadi dengan masalah kependudukan, karena semakin terkonsentrasi aktivitas penduduk yang banyak di pusat kota mengakibatkan terjadinya pembangunan yang intensif untuk memenuhi lahan permukiman akibat peningkatan fasilitas pelayanan masyarakat, sehinggan kota dipenuhi dengan padatnya bangunan. Oleh karena itu dilakukanlah penelitian ini di Kota Padang untuk memetakan sebaran kepadatan bangunan serta mengetahui tingkat akurasi kepadatan bangunan dengan interprestasi hibrid. Penelitian ini memanfaatkan data penginderaan jauh yaitu citra Sentinel-2A dengan metode interprestasi hybrid menggunakan indeks NDBI (Normalized Difference Built-up Index) dan autokorelasi sapasial kepadatan bangunan serta penggujian akurasi Kappa.. Hasil autokorelasi identifikasi kepadatan bangunan diperoleh nilai Moran’s I adalah sebesar -0.106659, nilai ini termasuk dalam autokorelasi negatif yang menunjukkan bahwa lokasi-lokasi berdekatan memiliki karakteristik dan nilai yang berbeda cendrung menyebar atau menggambarkan pola ketetanggan berkelompok yang tidak sistematis. Sedangkan hasil perhitungan uji akurasi untuk nilai akurasi keseluruhan (Overall Accuracy) yaitu sebesar 92% dan akurasi Kappa (Kappa Accuracy) sebesar 0,88 dikatan baik dan dapat diterima.
Studi Geografi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Kawasan Hutan Lindung Kecamatan Alu Abdul Mannan; Muhammad Yusuf; Feri Padli; Rusdi Rusdi
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.46200

Abstract

AbstractSecara garis besar, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemanfaatan Hasil hutan bukan kayu dalam kawasan hutan lindung kecamatan Alu.. Dalam Penelitian ini digunakan kombinasi metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan data survey terrestrial, wawancara dan system informasi geografi. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 67 jenis hasil hutan bukan kayu dalam kawasan hutan lindung yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Terdapat 13 tujuan  Terdapat 13 tujuan pemanfaatan hhbk oleh masyarakat di kecamatan alu yang terdiri dari: 1). tujuan konsumsi; 2). sebagai rempah – Rempah; 3). bahan baku obat-obatan tradisional; 4). penyaluran Hobi; 5). Bahan Baku Perkakas Pertanian / Pertukangan; 6 Bahan Baku Alat Musik tradisional; 7). Alat Berburu hewan liar; 8). Bahan baku makanan /minuman tradisional; 9). tujuan Komersil / dijual; 10). bahan Kelengkapan bangunan rumah; 11). tanaman Pembatas Kebun; 12). peralatan / Perabotan rumah tangga; 13). aksesoris / Perhiasan diri dan rumah tangga. Terdapat empat wilayah dalam kawasan hutan lindung di kecamatan alu yang menjadi lokasi pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yaitu 1). wilayah buttu arawunang – kawo kawong; 2). wilayah buttu arawunang-buttu takkararo; 3). wilayah buttu saragian buttu kembar serta; 4). wilayah pao pao – puppuuring.

Page 9 of 13 | Total Record : 128