cover
Contact Name
Ahmad Nimatullah Al-Baarri, PhD
Contact Email
redaksi@ift.or.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@ift.or.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2012): Agustus 2012" : 8 Documents clear
PEMEKATAN HIDROLISAT DEDAK SORGUM (Sorghum bicolor L Moench) B-100 HASIL HIDROLISIS KULTUR Rhizopus C1 MELALUI ULTRAFILTRASI SEL BERPENGADUK UNTUK ANTI KOLESTEROL Agustine Susilowati; Aspiyanto Aspiyanto; Y M Iskandar
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 3 (2012): Agustus 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.134 KB)

Abstract

Telah dilakukan pemekatan hidrolisat dedak sorgum (Sorghum bicolor L Moench) B-100 hasil hidrolisis kultur Rhizopus C1,melalui ultrafiltrasi (UF) sel berpengaduk untuk memperoleh SDF/soluble dietary fiber sebagai anti kolesterol. Ultrafitrasi dilakukan pada tekanan 30 dan 40 psia dengan kecepatan putar pengaduk yaitu 200, 300 dan 400 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi pemekatan berpengaruh terhadap fluks permeat dan komposisi retentat & permeat. Perlakuan optimal berdasarkan SDF tertinggi dicapai pada tekanan 40 psia dengan kecepatan putar 300 rpm yang menghasilkan konsentrat dengan komposisi SDF 2,1575% (b.k), total padatan 1,8017 %, protein terlarut 0,0492 mg/mL, total protein 1,432 (b.k), tanin  0,043 % dan gula reduksi 1,744 mg/mL pada fluks 1,5 mL/cm2. menit.
YIELD DAN KOMPOSISI KEJU LUNAK (SOFT CHEESE) DARI SUSU SAPI YANG DIBUAT DENGAN TEKNIK DIRECT ACIDIFICATION MENGGUNAKAN EKSTRAK BUAH LOKAL Juni Sumarmono; F M Suhartati
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 3 (2012): Agustus 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.34 KB)

Abstract

Keju adalah produk asal susu yang sebagian besar diimpor dari negara lain. Oleh karena itu sangat penting untuk dikembangkan dengan menggunakan bahan lokal yang tersedia. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari efek dari berbagai jenis ekstrak buah dan metode pasteurisasi susu dengan persentase produk (hasil) dan komposisi keju lunak yang terbuat dari susu sapi dengan menggunakan teknik pengasaman langsung. Penelitian menggunakan susu sapi segar dari Baturraden, ekstrak buah-buahan lokal (nanas, jeruk nipis dan belimbing) sebagai pengasam, dan rennet nabati sebagai koagulan. Perlakuan terdiri dari ekstrak buah-buahan lokal dalam kombinasi dengan metode pasteurisasi HTST dan LTLT]. Tiap perlakuan diulang 4 kali. Variabel yang diukur adalah volume keju, kelembaban, total solid dan protein. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengasaman langsung menggunakan ekstrak buah adalah layak untuk digunakan dalam proses pembuatan keju lunak dari susu sapi. Keuntungan dari teknik ini sangat cepat, mudah dan murah. Hasil dan komposisi keju lunak dari susu sapi bervariasi tergantung pada jenis ekstrak buah dan metode susu pasteurisasi. Untuk menghasilkan keju lunak dengan volume yang tinggi dan kandungan protein yang tinggi, dianjurkan untuk menggunakan ekstrak bilimbi dengan metode pasteurisasi HTST.
KOMBINASI SUSU DENGAN AIR KELAPA PADA PROSES PEMBUATAN DRINK YOGURT TERHADAP KADAR BAHAN KERING, KEKENTALAN DAN PH A M Jannah; Nurwantoro Nurwantoro; Y B Pramono
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 3 (2012): Agustus 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.825 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi susu dengan air kelapa terhadap kadar bahan kering, kekentalan dan nilai pH drink yogurt. Materi yang digunakan yaitu susu segar (BK 8,42%), kultur starter Bakteri Asam Laktat (BAL) (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus) dan air kelapa. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan pada sampel uji yaitu sebagai berikut T0 (kombinasi susu dengan 0% (v/v) air kelapa), T1 (kombinasi susu dengan 5% (v/v) air kelapa), T2 (kombinasi susu dengan 30% (v/v) air kelapa), T3 (kombinasi susu dengan 45% (v/v) air kelapa), T4 (kombinasi susu dengan 60% (v/v) air kelapa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan kering dan kekentalan drink yogurt menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05), sedangkan nilai pH tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05). Hasil analisis kadar bahan kering, kekentalan dan nilai pH drink yogurt yang dihasilkan menunjukkan bahwa semakin tinggi kombinasi air kelapa maka semakin rendah kadar bahan kering dan kekentalan, tetapi nilai pH yang dihasilkan relatif tetap. Kombinasi air kelapa yang optimal ditinjau dari karakteristik yang diharapkan yaitu mempunyai bahan kering rendah, kekentalan rendah terdapat pada perlakuan T2 (30%).
PENGARUH PAKAN MENGANDUNG DAN TIDAK MENGANDUNG TEPUNG IKAN TERHADAP KANDUNGAN Pb DAN Cd PADA AYAM BROILER Bambang Dwiloka; U Atmomarsono; V P Bintoro; B Widianarko
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 3 (2012): Agustus 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.247 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui kandungan Pb dan Cd pada ayam broiler yang diberi pakan mengandung dan tidak mengandung logam berat. Materi penelitian adalah karkas, jantung, hati, gizard, usus, dan ekskreta yang diperoleh dari ayam broiler yang dipelihara dalam kandung model panggung yang diberi 4 perlakuan yaitu T1 = pakan komersial merk X, T2 = pakan komersial merk Y, T3 = pakan buatan sendiri tanpa tepung ikan, dan T4 = pakan buatan sendiri tanpa tepung ikan tetapi ditambah dengan kadmium (sebagai Cd.Cl2.4H2O), yang kemudian dipotong 5 ekor pada minggu IV untuk setiap perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan anova. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa T1 – T4 tidak memberikan perbedaan signifikan (P > 0,5) terhadap kandungan Pb dan Cd pada karkas, jantung, usus, dan ekskreta, kecuali pada hati dan gizard, kandungan Pb dan Cd pada T4 secara nyata (P < 0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan T1, T2, dan T3. Simpulan penelitian ini  bahwa pakan yang mengandung dan tidak mengandung tepung ikan tidak memberikan perbedaan kandungan Pb dan Cd pada pada karkas, jantung, usus, dan ekskreta, sementara kandungan Pb dan Cd pada hati dan gizard ayam broiler yang diberi pakan buatan sendiri tanpa tepung ikan dengan penambahan Cd.Cl2.4H2O, nyata lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan Pb dan Cd pada hati dan gizard ayam broiler yang diberi pakan komersial merk X dan Y serta pakan buatan sendiri tanpa tepung ikan. Kandungan Pb dan Cd yang ditemukan tersebut, masih berada di bawah ambang batas toksisitas.
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP KADAR ALKOHOL, pH, DAN PRODUKSI GAS PADA PROSES FERMENTASI BIOETANOL DARI WHEY DENGAN SUBSTITUSI KULIT NANAS Nur Azizah; A N Al-Barrii; S Mulyani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 3 (2012): Agustus 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.953 KB)

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol, pH, dan produksi gas pada proses fermentasi bioetanol dari whey dengan substitusi kulit nanas telah dilakukan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan yaitu T1, T2, T3, T4, dan T5, yang masing-masing adalah lama fermentasi 12, 24, 36, 48, dan 60 jam. Ulangan dilakukan sebanyak 4 kali untuk masing-masing perlakuan. Data diolah dengan menggunakan ANOVA, apabila ada pengaruh dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil Penelitian menunjukkan lama fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH tetapi tidak menunjukkan pengaruh (P>0,05) terhadap kadar alkohol dan produksi gas. Kesimpulan, lama fermentasi berpengaruh menurunkan nilai pH, tetapi tidak berpengaruh meningkatkan kadar alkohol dan produksi gas.
PENGARUH METODE PEMBERIAN PAKAN TERHADAP KUALITAS SPESIFIK DAGING Nurwantoro Nurwantoro; V P Bintoro; A M Legowo; A Purnomoadi
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 3 (2012): Agustus 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.88 KB)

Abstract

Metode pemberian pakan (pemeliharaan) dapat mempengaruhi kualitas spesifik daging. Kualitas spesifik yang dimiliki daging adalah sifat fisik dan sensori  Pemeliharaan sapi potong sistem indoor dengan pakan konsentrat umumnya dihasilkan   lemak  marbling lebih tinggi, warna daging lebih cerah dan daging lebih empuk dibandingkan sistem  outdoor (pasture).  Pemeliharaan ternak sistem out door umumnya dihasilkan daging dengan kesan jus lebih baik daripada sistem in door.  Nilai pH dan cita rasa daging tidak dipengaruhi oleh sistem pemeliharaan ternak.  Pemeliharaan ternak babi sistem pasture+biji-bijian menghasilkan daging dengan penampilan, tekstur dan cita rasa lebih baik daripada sistem dikandangkan.
RESISTENSI PELELEHAN, OVER-RUN, DAN TINGKAT KESUKAAN ES KRIM VANILLA YANG TERBUAT DARI BAHAN UTAMA KOMBINASI KRIM SUSU DAN SANTAN KELAPA Masykuri Masykuri; Yoyok Budi Pramono; D Ardilia
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 3 (2012): Agustus 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.903 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi krim susu dengan krim santan kelapa terhadap resistensi pelelehan, “over-run”, dan tingkat kesukaan oada es krim vanilla. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan  Laboratorium Ilmu Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. Pembuatan dan pengujian es krim dilakukan di Laboratorium Pangan dan Gizi serta Laboratorium Rekayasa Proses Pengolahan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Materi penelitian yang digunakan adalah skim, krim susu, santan kelapa, gula pasir, kuning telur, CMC, “essence” vanili, dan aquades. Rancangan percobaan yang digunakan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan yaitu kombinasi krim santan kelapa sebanyak 0% (T0), 25% (T1), 50% (T2), 75% (T3), 100% (T4) dari volume krim susu yang digunakan untuk pembuatan es krim vanilla dan empat ulangan. Data hasil pengamatan daya leleh dan “over-run” es krim dianalisis dengan analisa ragam dan bila terdapat perbedaan yang signifikan maka diuji lebih lanjut dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Nilai kesukaan es krim dianalisis dengan analisa ragam dan bila terdapat perbedaan yang signifikan maka diuji lebih lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi krim santan kelapa dengan krim susu dalam pembuatan es krim berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap resistensi pelelehan dan tingkat kesukaan es krim vanilla. Rerata resistensi pelelehan es krim pada perlakuan T0, T1, T2, T3, dan T4  yaitu 920, 874, 792, 765, dan 711 detik. Resistensi pelelehan es krim semakin turun disebabkan titik cair pada lemak krim santan kelapa lebih rendah daripada krim susu. Rerata “over-run” es krim pada perlakuan T0, T1, T2, T3, dan T4 yaitu 36,6%; 37,05%; 37,72%; 38,1%; 38,45%. Pengkombinasian krim susu dengan krim santan kelapa tidak menunjukkan perbedaan yang nyata secara statistik (P>0,05) terhadap nilai “over-run” es krim. Rerata skor tingkat kesukaan es krim pada perlakuan T0, T1, T2, T3, dan T4  yaitu 2,88; 3,44; 3,92; 3,32; 2,04 dari kisaran skor hedonik (amat sangat tidak disukai s/d amat sangat disukai). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh kombinasi krim susu dengan krim santan kelapa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap resistensi pelelehan dan tingkat kesukaan es krim vanilla. Kesimpulan final adalah kombinasi optimal terdapat pada T2.
DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN ZAT GIZI BISKUIT BAYI SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata) DAN TEPUNG IKAN PATIN (Pangasius sp.) Ninik Rustanti; E R Roer; Nurhidayati Nurhidayati
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 1, No 3 (2012): Agustus 2012
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.599 KB)

Abstract

Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk biskuit diharapkan dapat mendampingi ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan merangsang keterampilan makan bayi. Biskuit bayi dapat disubstitusi dengan bahan yang kaya betakaroten yaitu labu kuning dan bahan yang kaya protein seperti ikan patin untuk mendapatkan MP-ASI yang tinggi protein dan betakaroten. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung labu kuning dan tepung ikan patin yang disubstitusikan pada biskuit bayi terhadap daya terima meliputi  warna, rasa, tekstur, aroma, serta kandungan zat gizi meliputi lemak, protein, air, abu, karbohidrat, serat total dan betakaroten.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental rancangan acak lengkap satu faktor yaitu perbandingan substitusi tepung labu kuning dan tepung ikan patin (1:3, 1:1, 3:1) dengan 3 ulangan. Analisis statistik menggunakan uji One Way ANOVA CI 95% dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan tepung labu kuning dan tepung ikan patin yang disubstitusikan pada biskuit bayi berpengaruh nyata terhadap kadar lemak, protein, air, karbohidrat, dan betakaroten, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap daya terima meliputi warna, rasa, tekstur, aroma serta kadar abu dan serat total. Konsumsi satu takaran saji (60 g) biskuit bayi yang disubstitusi dengan perbandingan tepung labu kuning dan tepung ikan patin 1:3 dapat memenuhi 241,6% AKG protein dan 67,9% AKG vitamin A.

Page 1 of 1 | Total Record : 8