cover
Contact Name
M Taufik Rahmadi
Contact Email
taufikrahmadi@unimed.ac.id
Phone
+6281262337575
Journal Mail Official
jurnalgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20221, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20858167     EISSN : 25497057     DOI : -
Jurnal Geografi is published as a scientific communication media in the field of Geography Education in particular and Geography in general, as well as other related fields, for faculty members, alumni of Geography Education both from the Faculty of Social Sciences of State University of Medan and alumni of geography from other universities. As a medium of scientific communication, this magazine serves to provide a means of publication for the field of development of concepts and theoretical studies, including actual issues that are relevant in the field of Geography Education in particular and Geography in general. The content of the writing does not have to be in line with the editorial policy. The magazine is published twice a year in February and August and is distributed as a publication for geography education, geography or other related fields. Circulation for the limited circle and enthusiasts can get it by changing the cost of printing and postage.
Articles 321 Documents
Keadaan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Di Desa Beringin Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang Fitria Fitria; Mbina Pinem
JURNAL GEOGRAFI Vol 4, No 2 (2012): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v4i2.8063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi dan pendidikan anak nelayan di Desa Beringin Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat nelayan yang bermukim di Desa Beringin dengan jumlah 315 KK. Sampel ditentukan 30% sehingga jumlahnya 95 KK. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah komunikasi tidak langsung. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan nelayan masih rendah ( 42,11%  ), pendidikan sedang (SMP dan SMA) 57,89%. Pendapatan nelayan juga masih rendah, 97,90% berpendapatan antara Rp 1.000.000 - < Rp 2.000.000 dalam satu tahun. Pendidikan anak nelayan juga rendah 41,05% tidak tamat/ tamat SD, 38,95% SMP, dan 20% SMA.Kata Kunci : nelayan, kemiskinan, dan pendidikan anak
Pemanfaatan dan Pengelolaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) Sebagai Strategi Pengembangan Kewirausahaan Muhammad Arif; Rosni Rosni
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 1 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i1.8632

Abstract

AbstrakPerguruan Tinggi (PT) dengan berbagai aspek yang berhubungan dengan kekayaan intelektual yang dimiliki oleh setiap dosennya merupakan aset yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi pembangunan nasional dan daerah. Aset ini dapat dilihat berdasarkan hasil-hasil penelitian, temuan (invensi), rekayasa, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan para dosen. Penghargaan terhadap hasil-hasil tersebut haruslah diimplementasikan oleh dosen yang bersangkutan, bukan menunggu atau mengharapkan orang lain yang menghargainya. Berbagai isu tentang hak kekayaan intelektual menjadi tujuan utama dari tulisan ini. Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) atau Intelectual Property Rights (IPR) pada saat ini telah mendapat perlindungan dari pemerintah. Menghargai kekayaan intelektual diri sendiri berarti menghargai karya sendiri sekaligus menghindari konflik kepemilikan karya tersebut pada masa yang akan datang. Menghargai karya diri sendiri merupakan indikasi  sikap mental wirausaha dari individu yang bersangkutan. Disamping itu, pemikiran ini juga sudah selayaknya menjadi perhatian, pemikiran dan dilaksanakan oleh seluruh insan perguruan tinggi, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas perguruan tingginya dalam mengemban Tri Dharma PT. Oleh karena itu, pengelolaannya di PT yakni dengan membentuk Sentra KHI di Perguruan Tinggi. Kata Kunci: Kekayaan intelektual untuk pengembangan kewirausahaan.
ANALISIS KONDISI SARANA DAN PRASARANA PASAR TRADISIONAL KAMPUNG LALANG DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL KOTA MEDAN Rosni Rosni; Muhammad Arif; Herdi Herdi
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i2.5775

Abstract

Penelitian ini bertujuan(1) untuk mengetahui kondisi sarana pasar tradisionalKampung Lalang dan (2) untuk mengetahui kondisi prasarana pasar tradisionalKampung Lalang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studidokumenter, dan wawancara terhadap responden dan informan kunci. Data dianalisisdan diinterpretasi secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitan menunjukkan bahwa (1) kondisi sarana pasar tradisional KampungLalang yakni: tempat sampah, area bongkar muat tersedia memadai masing-masingmemperoleh skor 70 sehingga tergolong pada kategori baik, sarana transfortasi tersediadengan skor 100 kategorinya baik. Sedangkan kantor pengelola, toilet umum, drainase,tempat ibadah, kios, dan los tersedia namun belum memadai dan memperoleh skormasing-masing 55 tergolong pada kategori sedang. Sarana areal parkir ada tersediatetapi pada kategori buruk, kemudian hidrant/air pemadam kebakaran dan poskeamanan tidak tersedia maka tergolong pada kategori buruk; (2) kondisi prasaranapasar Kampung Lalang yakni akses jalan dan air bersih tersedia memadai masingmasingmemperoleh skor 80 tergolong pada kategori baik, dan jaringan listrik tersediamemadai memperoleh skor 90 tergolong pada kategori baik. Sedangkan prasaranapelayanan kesehatan tidak tersedia sehingga tergolong kedalam kategori buruk.Kondisi sarana dan sarana pasar ini belum sesuai dengan ketetapan dan peraturanMenteri Dalam Negeri Republik Indonesia No 20 tahun 2012, tentang Pengelolaan danPemberdayaan Pasar tradisional, karena beberapa indikator sarana dan prasarana pasaryang ada belum berfungsi sebagaimana peruntukannya. Pasar ini tergolong pada pasarKelas II, pasar yang bangunannya terdiri dari semi permanen dan mempunyai fasilitasyang belum memadai (Peraturan Kota Madya Tingkat II Medan No.31 Tahun 1993),namun dalam aktifitas pasarnya sudah membuat berlansungnya aktifitas ekonomi dansosial masyarakat.Kata kunci: Sarana dan prasarana, pasar tradisional
Hubungan Praktik Kuliah Lapangan Terhadap Pembentukan Kompetensi Kepribadian Calon Guru Eka Nurdiana; Muhammad Zid; Aris Munandar
JURNAL GEOGRAFI Vol 12, No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v12i01.12397

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Praktik Kuliah Lapangan terhadap Pembentukan Kompetensi Kepribadian Calon Guru di Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli hingga November 2018. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di tiga (3) lokasi, lokasi 1 geografi fisik di Desa Candirenggo-Kebumen, lokasi 2 geografi dan pemetaan sosial ekonomi di Desa Candi-Semarang, dan lokasi 3 Terpadu di Desa Plajan-Jepara. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa Program Studi Pendidikan Geografi untuk 2017, 2016, dan 2015 dengan total 60 siswa sebagai responden. Hasil penelitian ini, yaitu, korelasi antara variabel penilaian pada PKL meliputi: penilaian sikap, kinerja alat, kinerja presentasi, proyek, dan portofolio dengan variabel kompetensi kepribadian, (1) variabel penilaian proyek memiliki kekuatan hubungan yang lebih besar dengan variabel kompetensi kepribadian daripada penilaian orang lain; (2) ada hubungan terbalik antara penilaian sikap dan penilaian portofolio dengan kompetensi kepribadian. Dengan demikian, ini menyatakan bahwa penilaian sikap tidak digunakan karena dibentuk sebagai efek samping dari setiap kegiatan secara tidak langsung dan penilaian portofolio direvisi karena masing-masing kekuatan menghasilkan produk dari hasil yang berbeda.Kata Kunci: Praktik Kuliah Lapangan, Kompetensi Kepribadian, Calon GuruThis study aims to determine the contribution of Praktik Kuliah Lapangan   to the Formation of Personality Prospective Teacher Competencies in Geography Education Study Program, Faculty of Social Sciences, Jakarta State University. This research was conducted from July to November 2018. The sampling method was purposive sampling. This research was conducted in three (3) locations, location 1 physical geography in Desa Candirenggo-Kebumen, location 2 social economic geography and mapping in Desa Candi-Semarang, and location 3 Integrated in Desa Plajan-Jepara. The population and sample in this study were students Geography Education Study Program for 2017, 2016, and 2015 with a total of 60 students as respondents. The results of this study, namely, the correlation between the assessment variables on street vendors include: assessment of attitudes, tool performance, presentation performance, projects, and portfolios with personality competency variables, (1) project appraisal variables have greater relationship strength with personality competency variables than assessment others; (2) there is an inverse relationship between attitude assessment and portfolio assessment with personality competencies. Thus, this states that the attitude assessment is not used because it is formed as a side effect of each activity indirectly and the assessment of the portfolio is revised because each force produces products of different results.    Keywords: Praktik Kuliah Lapangan, Personality Competence, Teacher Candidates
Analisis Koefisien Aliran Permukaan dengan Menggunakan Metode Bransby-Williams Di Sub Daerah Aliran Sungai Babura Provinsi Sumatera Utara Anik Juli Dwi Astuti; Eni Yuniastuti; Dwi Wahyuni Nurwihastuti; Retno Triastuti
JURNAL GEOGRAFI Vol 9, No 2 (2017): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v9i2.7058

Abstract

Abstrak Daerah penelitian adalah sub Daerah Aliran Sungai Babura yang mempunyai luas 4921,88 Ha. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis besarnya koefisien aliran permukaan menggunakan metode Bransby-William di Sub Daerah Aliran Sungai Babura, 2) menganalisis distribusi nilai koefisien aliran di Sub Daerah Sungai Babura. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode survey baik survey instansional maupun lapangan. Survei instansional digunakan untuk memperoleh data curah hujan dan penutup lahan sedangkan survey lapangan digunakan untuk mendapatkan data tekstur tanah dan kemiringan lereng. Selanjutnya hasil dianalisis dengan menggunakan analsis deskriptif dan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien aliran di Sub Daerah Aliran Sungai Babura berkisar 0,4 – 0,55 dengan rata-rata 0,475. Dengan mendasarkan pada nilai koefisien aliran tersebut dapat dikatakan bahwa sub DAS Babura masih dalam kondisi baik. Besarnya koefisien aliran di SubDAS Babura bervariasi dimana pada daerah hulu nilai koefisien aliran permukaan berkisar antara 0,4 – 0,45 sedangkan di daerah hilir sungai pada kisaran nilai 0,5 – 0,55. Kata kunci : koefisien aliran, Bransby-William, sub Daerah Aliran Sungai, Babura Abstract The research located in Babura watershed which has wide of 4921.88 Ha. The purposes of this research are 1) to analyze runoff coefficient using Bransby-Williams method, 2) to analyze the distribution of runoff coefficient in Babura river basin. In this research, data were collected using survey methods both the institutional and field surveys. Institutional surveys were used to obtain rainfall and land use data meanwhile field surveys were used to gain soil texture data and slope. The results of this study were analyzed using descriptive and spatial analysis. The results showed that the runoff coefficient in the Babura watershed was from 0.4 to 0.55 with an average of 0.475. This means that the Babura watershed is still in good condition. Furthermore, runoff coefficient in upstream was 0.4 – 0.45 while in downstream the runoff coefficient was 0.5 – 0.55. Key words: runoff coefficient, Bransby-Williams, Watershed, Babura
Pemetaan Tingkat Risiko Banjir dan Longsor Sumatera Utara Berbasis Sistem Informasi Geografis Muhammad Ridha Safii Damanik; Restu Restu
JURNAL GEOGRAFI Vol 4, No 1 (2012): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v4i1.7926

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk memetakan tingkat risiko banjir dan longsor di propinsi Sumatera Utara. Metode penelitian ini adalah dengan pendekatan sistem informasi geografis untuk mengetahui potensi dan risiko bencana di Provinsi Sumatera Utara. Penentuan risiko bencana diperoleh berdasarkan kriteria faktor medan dan hubungan potensi bencana yang mungkin terjadi dengan tingkat kerentanan.Variabel yang digunakan untuk penentuan risiko banjir adalah kemiringan lereng, penutup lahan, dan bentuk lahan. Sedangkan risiko banjir ditentukan berdasarkan variabel kemiringan lereng, topografi, bentuk lahan, dan penutup lahan.Pemodelan tingkat risiko banjir dan longsor dilakukan dengan metode pembobotan varibel dan tumpang susun (overlay) peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwawilayah di propinsi  Sumatera Utara pada umumnya memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap bencana banjir dan longsor.Terdapat 12 Kabupaten/Kota yang tergolong berisiko sangat tinggi terhadap banjir dan 15 Kabupaten/Kota yang tergolong sangat rawan terhadap longsor.Kata kunci :  Risiko Banjir dan Longsor, Sistem Informasi Geografis
Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis dalam Mengkaji Perubahan Luas Hutan di Kabupaten Kuantan Singingi (Riau) Tahun 2000-2010 Doni Saputra Berutu; Ali Nurman
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 2 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i2.8159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Memetakan perubahan luas hutan di Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2000-2010, (2) Mengetahui perubahan luas hutan di Kabupaten Kuantan Singingi dalam 10 tahun terakhir (2000-2010), dan(3) Mengetahui arah perubahan (konversi) hutan yang terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2000-2010.Penelitian dilakukan di Kabupaten Kuantan Singingi Parovinsi Riau. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh wilayah hutan di Kabupaten Kuantan Singingi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi dokumenter, interpretasi, kerja lapangan, dan analisis. Metode klasifikasi yang digunakan dalam menginterpretasi citra adalah metode interpretasi visual dengan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.Hasil penelitian ini adalah (1) Peta luas hutan tahun 2000 dan 2010 serta peta perubahan luas hutan tahun 2000-2010 dengan tingkat keakuratan data 76,19%. (2) Perubahan luas hutan yang terjadi di Kabupaen Kuantan Singingi adalah 861,08 Km2 dengan kecamatan yang mengalami perubahan luas hutan yang paling besar adalah Kecamatan Kuantan Mudik yaitu 24,44%, dan kecamatan yang mengalami perubahan luas hutan yang paling sedikit adalah Kecamatan Gunung Toar yaitu 0,299% dari seluruh perubahan luas hutan yang terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi. (3) Perubahan (konversi) hutan yang terbesar adalah ke lahan perkebunan rakyat yaitu 89,78% dari seluruh jumlah perubahan luas hutan yang terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi dengan jenis hutan yang paling besar terkonversi adalah jenis hutan produksi.Kata Kunci : Penginderaan jauh, SIG, Perubahan Luas Hutan
ANALISIS BAHAYA LONGSOR DI KECAMATAN BAYANG UTARA KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT Mona Adria Wirda
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 1 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i1.5319

Abstract

This research was conducted because of insuitaibility of land management with geographicaland klimatological region that cause the higher potention of landslide in Kecamatan BayangUtara, Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. The purpose of this research is to explainareas level of landslide and to describe a map of guidance of landuse depending of the level oflandslide. This research is a descriptive research that was conducted in two stages by usingPaimin et al method and by Geographic Information System (GIS) Arc Gis 9.3. The 10samples of research was determined by purposive sampling based on differentiation of landunit in Bayang Utara. The data of this research was land units, topographic, geology, soil,landuse, coordinate, and maps.The results of this research are : (1) there were 2 levels ofdanger of landslide which were medium level in V1 I Tomp Glei Saw , V3 III Qv Kam Hut,and V5 V tomp kam hut; and high level in V5 V Tomp Kam Sem, V5 V Qv Kam Hut Sek,V5 V Qv Kam Teg, and V5 V Pb Kam Hut, V5 V Qou Kam Hut, V4 IV Tqr Kam Hut andV5 V Qv Kam Hut; (2) there were 2 directions of landuse which were zone with mediumlevel of landslide for buffer zone; and zone which were hig level of landslide for conservationarea.Key word : Landslide, Level of Danger of Landslide
Analisis Dampak Pembangunan Infrastruktur Bandara Internasional Jawa Barat Terhadap Alih Fungsi Lahan Pertanian Melalui Citra Satelit Resolusi Tinggi Nurwita Mustika Sari; Dony Kushardono
JURNAL GEOGRAFI Vol 11, No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v11i2.13470

Abstract

Pembangunan infrastruktur seperti bandara akan menyebabkan perubahan penggunaan lahan pada area tersebut dan sekitarnya. Perubahan ini, terutama jika wilayah bandara berada pada wilayah yang dominan dengan lahan pertanian maka akan berpotensi mengubah fungsi lahan pertanian tersebut menjadi lahan non pertanian. Pembangunan infrastruktur bandara termasuk aksesnya akan mendorong pertumbuhan wilayah dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeteksi perubahan penggunaan lahan di wilayah Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati khususnya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian. Metode yang diusulkan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan pada area kajian menggunakan data SPOT multitemporal dimana dilakukan klasifikasi perpaduan antara segmentasi objek secara digital menggunakan metode multiresolution segmentation dan penentuan kelas penggunaan lahan secara visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan luasan sejak 2013 hingga 2018 di wilayah kajian yaitu dari 5.822,80 ha pada tahun 2013 menjadi 5.347,30 ha selama kurun waktu 2013-2018. Kata kunci: penginderaan jauh, perubahan penggunaan lahan, pembangunan infrastrukturThe construction of infrastructure such as airport will cause changes in land use in the area and its surroundings. This change, especially if the airport area is in the dominant area with agricultural land or ricefield, will potentially change the function of the ricefield into non-agricultural land. The construction of airport infrastructure, including its access, will drive regional growth and economic growth in the region. The purpose of this research is to detect changes of land use in the West Java International Airport (BIJB) Kertajati region, West Java, especially the conversion of ricefield to non-agricultural land. The method proposed in this study is to identify changes of land use in the study area using multitemporal SPOT data where the hybrid classification is done with digital object segmentation method using multiresolution segmentation and the determination of land use classes with visual interpretation. The result shows that there had been a decrease in the area of ricefield from 5,822.80 hectares in 2013 became 5,347.30 hectares during the period 2013-2018.Keyword: remote sensing, land-use change, infrastructure development
STUDI PERKEMBANGAN KOTA MEDAN MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SIG Walbiden Lumbantoruan
JURNAL GEOGRAFI Vol 2, No 2 (2010): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v2i2.6373

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: (1) Untukmengtetahui perubahan ruang sebagai permukiman di KotaMedan dalam kurun waktu 1989-2002, dan (2) mengetahuipola perkembangan Kota Medan dalam kurun waktu 1989-2002. Sedangkan manfaat dari hasil penelitian ini adalah (1)sebagai informasi awal tentang perkembangan lahanpermukiman yang terjadi di Kota Medan dalam kurun waktu1989-2002 yang dapat digunakan dalam evaluasipenggunaan lahan oleh instansi terkait, serta (2) sebagaidata pendukung bagi pengambil kebijakan untuk melakukanpengembangan kota sehingga dampak negatif yang mungkinterjadi akibat adanya perubahan penggunaan dalam rangkapembangunan daerah dapat diminimalkan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmelalui pendekatan data penginderaan jauh dan analisisspasial sistem informasi geografis untuk memperolehinformasi perubahan pemukiman. Perkembangan kota dalampenelitian ini dibatasi pada pola perkembangan permukiman.Cakupan lokasi penelitian ini yaitu Kota Medan.Berdasarkan hasil klasifikasi citra Landsat, luas pemukimanKota Medan pada tahun 1989 kurang lebih 84,56 km2 atausekitar 31,90 % dari total luas Kota Medan. Pada tahun2002, luas pemukiman di Kota Medan meningkat menjadi199,50 km2 atau sekitar 75,26 % dari luas Kota Medan. Hasilini menunjukkan bahwa dalam kisara waktu 13 tahun, telahterjadi konversi lahan menjadi pemukiman sekitar 114,95 km2atau 43,36 %. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkatkebutuhan masyarakat kota Medan terhadap ruang untukpemukiman semakin bertambah. Perkembangan Kota Medanpada tahun 1989 menunjukkan pola perkembangan kataklompat (leap frog development) sedangkan pada tahun 2002menunjukkan pola perkembangan konsentris (concentricdevelopment).Kata Kunci : Perkembangan Kota, Penginderaan Jauh danSIG

Page 2 of 33 | Total Record : 321