cover
Contact Name
M Taufik Rahmadi
Contact Email
taufikrahmadi@unimed.ac.id
Phone
+6281262337575
Journal Mail Official
jurnalgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jalan Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20221, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Geografi
ISSN : 20858167     EISSN : 25497057     DOI : -
Jurnal Geografi is published as a scientific communication media in the field of Geography Education in particular and Geography in general, as well as other related fields, for faculty members, alumni of Geography Education both from the Faculty of Social Sciences of State University of Medan and alumni of geography from other universities. As a medium of scientific communication, this magazine serves to provide a means of publication for the field of development of concepts and theoretical studies, including actual issues that are relevant in the field of Geography Education in particular and Geography in general. The content of the writing does not have to be in line with the editorial policy. The magazine is published twice a year in February and August and is distributed as a publication for geography education, geography or other related fields. Circulation for the limited circle and enthusiasts can get it by changing the cost of printing and postage.
Articles 321 Documents
Inovasi Pembelajaran dalam Mata Kuliah Pengantar Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Wilayah Pada Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed Minah Sinuhaji; Walbiden Lumbantoruan; Muhammad Ridha S. Damanik
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 1 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i1.8084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat ketuntasan penguasaan mahasiswa jurusan geografi melalui penerapan model pembelajaran kerja lapangan dan pemanfaatan teknologi informasi pada materi perencanaan pembangunan wilayah.Dalam penelitian ini model pembelajaran yang diterapkan adalah kuliah kerja lapangan, dimana mahasiswa dituntut untuk melakukan pembelajaran di lapangan dengan mengamati dan meanalisis kenampakan di lapanangan dengan konsep teori yang di pelajari. Mahasiswa juga terlibat langsung dalam pemenfaatan IT melalui pencarian data dan informasi menggunakan internet. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah KKL Sosial pada semester ganjil tahun akademik 2011/2012.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatankan pada nilai mahasiswa mulai dari tahap pra lapangan, dimana rata-rata nilai mahasiswa 83,5 dengan komposisi nilai A = 8,82 %, B = 67.65% dan C = 23,53 % , tahap lapangan nilai rata-rata mahasiswa 83,90 dengan komposisi nilai A = 11,76 %, B = 82,35 % dan nilai C = 5,88 % dan tahap pasca lapangan memperoleh nilai rata-rata 84,43 dengan komposisi nilai A = 17,65 %, B = 76,47 % dan C = 5,88 %. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan model pembejaran kerja lapangan dalam mata kuliah perencaan pembangunan dan pembangan wilayah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran pada KDBK Pengembanagn Wilayah, (2) Pengintergasian IT melalui e-learning dapat dilakukan dalam pembelajaran pada KDBK Geografi Teknik dan Pengembangan Wilayah melalui penugasan dalam bentuk data digital yang dikirimkan melalui email, pemanfaatan internet sebagai sumber referensi, serta pemanfaat sistem informasi geografis untuk menganalisis potensi daerah dan perencanaan tata ruang, (3) Adanya peningkatan peningkatan tingkat ketuntasan mahasiswa melalui penerapan inovasi pembelajaran.Kata Kunci :         Inovasi Pembelajaran, Praktek Lapangan, Pengantar Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Wilayah
Analisis Ketelitian Titik Kontrol Dalam Rangka Pemetaan Topografi Skala Besar di Lahan Field Research Center (FRC) Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Anindya Sricandra Prasidya; Untung Rahardjo
JURNAL GEOGRAFI Vol 11, No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v11i2.11171

Abstract

Peta topografi diperlukan dalam membantu perencanaan detail suatu area. Field Research Center (FRC) adalah lokasi kampus baru dari Sekolah Vokasi, UGM (FRC SV-UGM) di Wates, Kulon Progo yang belum memiliki peta topografi skala besar. Dalam rangka untuk menyediakannya,  titik kontrol dan kerangka dasar harus disediakan dahulu. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketelitian titik kontrol yang akan dipakai untuk menghasilkan peta topografi skala besar dari FRC SV-UGM. Pelaksanaannya terdiri atas beberapa tahapan, dimulai dari pemasangan, pengukuran, pengolahan, dan menganalisis titik kontrol, penyediaan titik kerangka dasar dalam bentuk poligon tertutup, pengukuran dan pengolahan datanya, pengukuran detil situasi (X, Y, Z), menyajikannya dalam bentuk peta dan menguji akurasinya, dan mengevaluasi hasil. Hasil yang diperoleh adalah koordinat geodetik dari tiga titik kontrol (BM1, BM2, FRC4) hasil dari pengukuran GNSS moda jaringan. Ketelitian horizontalnya kurang dari 9,1 mm dan ketelitian vertikalnya kurang dari 20,4 mm. Mengacu pada Standar Nasional Indonesia Jaring Kontrol Horizontal (SNI JKH), hasil ini telah memenuhi standar ketelitian orde-3. Selain itu, 8 titik kerangka dasar poligon tertutup telah memenuhi standar, kesalahan penutup sudutnya adalah 28,25”, rasio ketelitian linier poligon adalah 1:13.601, dan kesalahan penutup beda-tinggi adalah 7,9 mm. Hasil ini memenuhi standar ketelitian orde-4 pada SNI JKH dan kelas LC pada SNI JKV. Hasil akhir berupa peta topografi skala 1:1.000 yang berisi semua detil planimetrik dan ketinggiannya. Pengujian akurasi peta ini didasarkan pada Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (Perka BIG) No 15/2014. Komponen horizontal peta ini memenuhi standar ketelitian kelas 3 peta topografi skala 1:1.000 dengan CE90 < 0,5, sedangkan komponen vertikalnya memenuhi standar kelas 1 dengan LE90 < 0,2. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa titik kontrol hasil pengukuran dengan pengamatan GNSS yang memenuhi orde-3 SNI JKH seperti pada penelitian ini dapat menghasilkan ketelitian komponen horizontal kelas 3 dan vertikal kelas 1 dari peta topografi skala 1:1.000.
Potensi Ekowisata Bahari Pulau-Pulau Kecil di Kabupaten Halmahera Selatan Muhammad Agus Umar
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 2 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i2.10323

Abstract

Ekosistem pesisir memiliki potensi yang besar dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kegiatan pariwisata yang dapat dikelola dengan konsep ekoswisata. Dalam konsep ekowisata, wisata yang dilakukan dalam konteks ini memiliki bagian yang tidak terpisahkan dengan upaya-upaya konservasi, pemberdayaan ekonomi lokal dan saling menghargai perbedaan kultur atau budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekowisata bahari di pulau-pulau kecil yang terdapat di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan dan mengetahui aspek yang menjadi kekuatan untuk nantinya dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisata bahari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan penentuan titik stasiun secara purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh nilai Indeks Kesesuaian Wisata pada stasiun I dan II masing-masing 87,14% dan 88,57%. Penilaian mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, pengembangan potensi pantai dinilai dari hasil pengamatan di lokasi penelitian, wawancara dan kuesioner. Pantai Pulau Sali dan Daga Besar di gugusan kepulauan Widi memiliki potensi sebagai kawasan ekowisata bahari seperti keindahan alam yang masih asli, alami dan begitu eksotis, biota laut dan terumbu karang yang beranekeragam. Aspek kekuatan yaitu pemberdayaan  masyarakat  lokal, peningkatan fasilitas dan prasana pendukung lain.Kata kunci : Potensi, Ekowisata bahari, Pulau-pulau kecil
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI KOTA MEDAN (STUDI KASUS DI KAWASAN KUMUH) Novida Yenny
JURNAL GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2009): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v1i1.6360

Abstract

Penelitian ini mengambil lokasi Kota Medan dengan sampel wilayahKecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Johor, dan Kecamatan MedanPolonia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor sosial ekonomiyang mempengaruhi kemiskinan. Subjek penelitian adalah masyarakat miskindi kawasan kumuh Kota Medan, sampel penelitian berjumlah 111 KK. Teknikanalisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan dilanjutkan dengananalisis regresi ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi kemiskinan (kepemilikanrumah, umur, jumlah anggota keluarga, pendidikan, dan akses terhadaplembaga keuangan) mempengaruhi tingkat kemiskinan sebesar 85,40%,sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diikutkan dalampenelitian ini. Variabel yang memiliki pengaruh dominan terhadap kemiskinanadalah pendidikan, kepemilikan rumah, umur, dan jumlah anggota keluarga,sedangkan akses terhadap lembaga keuangan memberikan pengaruh yang kecilterhadap kemiskinan.Berdasarkan temuan penelitian ini maka disarankan pemerintahmemberikan bantuan pendidikan yang berorientasi kerja yang sesuai dengankebutuhan masyarakat miskin, seta memberikan kemudahan dalam akseslembaga keuangan baik dalam informasi maupun dalam pemberian bantuanmodal kerja dalam bentuk kredit dengan bunga yang rendah tanpa anggunanyang penggunaannya bukan untuk konsumtif sehingga dapat meningkatkanekonomi rumah tangga.
ANALISIS POLA SPASIAL PERSEBARAN KAWASAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN KARAWANG Ranti Marinda; Santun R.P. Sitorus; Didit Okta Pribadi
JURNAL GEOGRAFI Vol 12, No 2 (2020): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v12i02.17646

Abstract

Kabupaten Karawang merupakan contoh wilayah yang menghadapi dualisme peran sebagai hinterland 2 kawasan metropolitan (Jabodetabek dan Cekungan Bandung) sekaligus sebagai salah satu lumbung padi nasional. Penetapan rencana tata ruang dan penetapan luasan serta lokasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) telah dilakukan untuk merespon dualisme peran tersebut. Penetapan Kawasan LP2B menjadi menarik untuk diteliti, khususnya terkait persebaran pola spasialnya melalui metode autokorelasi spasial. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menunjukkan pola hubungan atau korelasi antarlokasi, serta menganalisis faktor-faktor pendorong terjadinya korelasi tersebut. Analisis autokorelasi spasial yang dilakukan menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat autokorelasi spasial bersifat positif dengan pola sebaran mengelompok (clustered), yang didefinisikan dalam 2 tipologi hubungan pengelompokan yaitu high-high dan low-low. Hubungan yang terjadi pada persebaran luasan Kawasan LP2B ini membuktikan adanya pengaruh rencana tata ruang dalam mengatur fungsi kawasan di Kabupaten Karawang. Penetapan Kawasan LP2B telah mengadaptasi perkembangan kutub-kutub pertumbuhan ekonomi non-pertanian secara keruangan, yang disesuaikan dengan penggunaan lahan saat ini.Kata kunci: autokorelasi spasial, kutub pertumbuhan ekonomi, LISA, LP2B, Moran’sKarawang Regency faces dualism as a hinterland of 2 metropolitans area (Jabodetabek and Cekungan Bandung), as well as a national rice barn. Determination of the spatial plan and determination of the extent and location of the distribution of Sustainable Food Agricultural Land (LP2B) has been carried out to respond the role dualism. The determination of LP2B area is interesting to study, especially in relation to the spatial pattern distribution through the spatial autocorrelation method. This study aims to be able to show the pattern of relationships or correlations between locations, and analyze the driving factors of correlation. Spatial autocorrelation analysis concluded that there is a positive spatial autocorrelation with clustered patterns, which are defined in 2 typologies of grouping relationships namely high-high and low-low. The relationship that occurred in the distribution of LP2B area proved the influence of spatial plan in regulating the function of area in Karawang Regency. Establishment of the LP2B Area adapted non-agricultural economic growth poles, which are adapted to current land use.Key words: spatial autocorrelation, economic growth poles, LISA, LP2B, Moran’s
Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus SMA Negeri 1 Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai) Ardin Sialagan; Irmayanti Irmayanti
JURNAL GEOGRAFI Vol 3, No 1 (2011): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v3i1.7291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil belajar siswa pada pokok bahasan sumber daya alam yang diajar dengan model Snowball Throwing (2) untuk mengetahui aktifitas siswa melalui model pembelajaran snowball throwing (3) untuk mengetahui efektifitas dalam penerapan model pembelajaran snowball throwing.             Penelitian PTK ini dilaksanakan di Bintang Bayu pada Tahun akademik 2010, objek penelitian 1 kelas yang berjumlah 32 orang.Instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil belajar berupa tes objektif. Reabilitas tes diuji dengan menggunakan Teknik Korelasi Produk Moment dengan hasil sebesar 0.304( r=0.7127). Pengumpulan data dilakukan dengan cara komunikasi langsung dan tidak langsung. Teknik analisa yang digunakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar dengan melihat keaktifan pada siklus I sebesar 70% dan keaktifan pada siklus II sebesar 85% dan Ketuntasan Klasikal pada siklus I sebesar 86 % dan ketuntasan klasikal pada siklus II sebesar 94%. Penerapan model pembelajaran snowball throwing merupakan model yang efektif digunakan karena antara materi pelajaran dan model pembelajaran signifikan untuk digunakan.Kata Kunci : Model Pembelajaran Snowball Throwing, Hasil Belajar Siswa 
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Geografi Lingin Lingin
JURNAL GEOGRAFI Vol 4, No 2 (2012): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v4i2.8062

Abstract

This research is aimed to (1) develop a good interactive Instructional media, easy to be learnt, and can be used for individual learning, (2) examine the effectiveness of the interactive instructional media in Geography.This study is developmental research uses Borg & Gall’s model combined with Dick & Carey’s. The development of this instructional product has systematically proceeded in six steps; research and information collecting, planning, developing the preliminary product, validating, trying out, revising, and producing final product. The subjects of preliminary field testing are two experts in Geography, two experts in instructional design, two experts in media product, three students for one-to-one try out, nine students for small group try out, and fifty-one students for large group try out. The instruments employed in this study is a questionnaire and analyzed by using descriptive statistics. The findings of the study conclude that the quality of the developed instructional is excellent.                The final product of this interactive instructional media is continued with effectiveness test. The study takes place in SMA Sutomo 1 Medan to the students of X class, the academic year 2011-2012. The method used in this study is quasi experiment.  The samples are 96 students consisting 50 students as experiment class given interactive Instructional media while the others given text book as control class.   The result of hypothesis test proof that the study results of the students taught show a significant difference between using interactive instructional media and the textbook. ( Fcount = 5.19 > Ftable = 1.95). The effectiveness of the interactive instructional media is 82.55% higher than the textbook  71.84%.Kata kunci : Media Pembelajaran, Interaktif, Geografi
Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Melalui Pengembangan Bahan Ajar Berbasis TOEFL ITP Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Geografi Sugiharto Sugiharto; Fitra Delita; Muhammad Arif; Rohani Rohani
JURNAL GEOGRAFI Vol 10, No 1 (2018): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v10i1.8617

Abstract

Dalam era globalisasi ini penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris sangatlah penting. Peningkatan kemampuan berbahasa Inggris pada mahasiswa dapat ditingkatkan salah satunya dengan pengembangan bahan ajar yang dilakukan secara kontinu dan tersedianya sumber belajar bagi mahasiswa tersebut. Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar mata kuliah Bahasa Inggris Geografi berbasis TOEFL ITP yang akan diterapkan di tahun ajaran 2017/ 2018. Penelitian ini tergolong penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) pada bahan ajar mata kuliah Bahasa Inggris Geografi. Pengembangan bahan ajar ini melibatkan tim dosen, ahli materi dan ahli media dengan melakukan FGD. Data dikumpulkan dari kuesioner yang diisi oleh ahli materi, ahli media dan mahasiswa. Kemudian data tersebut dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor yang dikonversi menjadi beberapa kategori. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan bahan ajar mata kuliah Bahasa Inggris telah sesuai dengan Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 dan standar yang ditetapkan Universitas Negeri Medan. Pengembangan modul yang dilakukan dengan dua kali proses revisi sesuai saran dari ahli materi dan ahli media serta masukan dari mahasiswa.  Ditinjau dari penilaian aspek materi, bahasa dan kegrafikan maka modul mata kuliah Bahasa Inggris Geografi dapat dikategorikan “Baik” dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci : Pengembangan Bahan Ajar, TOEFL ITP, Bahasa Inggris Geografi
ANALISIS SEDIMENTASI ALIRAN SUNGAI BATANG SINAMAR BAGIAN TENGAH DI KENAGARIAN KOTO TUO KECAMATAN HARAU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Fatmawati Fatmawati
JURNAL GEOGRAFI Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Geografi
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v8i2.5845

Abstract

Penggunaan lahan yang tidak baik, alih fungsi lahan dan penggundulan hutan di sekitar daerah hulu sungai, serta aktifitas manusia lainnya menyebabkan kerusakan sekitar aliran sungai. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya volume sedimentasi yang terkandung di Aliran Sungai Batang Sinamar karena banyak terjadi pengendapan yang menyebabkan pendangkalan sungai. Selain bermanfaat untuk mengembangan dan menambah pengetahuan tentang sedimentasi, juga dapat dijadikan masukan sebagai upaya untuk mencegah kerusakan sekitar aliran sungai Batang Sinamar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, untuk mencapai tujuan penelitian ini digunakan metode survey. Peta yang digunakan adalah peta Administrasi dan peta Batas DAS. Penentuan titik sampel untuk mengambil data kondisi fisik pada lokasi penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu penentuan titik sampel dengan pertimbangan tertentu. Hasil perhitungan rata-rata debit aliran sungai pada musim kemarau 3 m3 dan rata-rata debit pada musim hujan adalah 71,2 m3/s. sedangkan besarnya beban endapan (QS) pada musim kemarau adalah sebesar 26,12 ton/tahun dan besarnya (QS) pada musim hujan adalah 6.028,53 ton/tahun. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa besarnya sedimentasi yang terkandung di aliran Sungai Batang Sinamar pada musim kemarau dan musim hujan berbeda, besar sedimentasi meningkat seiring meningkatnya debit sungai. Sehingga berdasarkan hasil perhitungan kandungan sedimen yang telah dilakukan dapat kita ketahui kalau sungai Batang Sinamar mengalami kerusakan.Kata Kunci : DAS, Sedimentasi
Analisis Perkembangan Wilayah Provinsi Jawa Barat Untuk Arahan Pembangunan Berbasis Wilayah Pengembangan Dian Noviyanti; Andrea Emma Pravitasari; Sahara Sahara
JURNAL GEOGRAFI Vol 12, No 1 (2020): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v12i01.14799

Abstract

Abstract Jawa Barat adalah wilayah dengan jumlah penduduk terbesar dan memiliki ketimpangan pembangunan level tinggi.  Perekonomian masih didominasi wilayah yang dekat pusat pemerintahan. Upaya untuk menanggulangi ketidaksetaraan pembangunan adalah dengan pembangunan berkonsep dimensi kewilayahan. Terdapat enam wilayah pengembangan (WP) di Jawa Barat dengan karakteristik wilayah yang berbeda-beda baik dalam segi ekonomi, demografi serta sumberdaya alam. Faktor apa saja yang dominan serta pengaruhnya pada perkembangan wilayah masing-masing WP sangat penting untuk perumusan solusi pembangunan wilayah yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pengelompokan wilayah, perkembangan perekonomian, tingkat perkembangan wilayah serta arahan rencana dan strategi pembangunan wilayah tiap WP. Metode yang digunakan yaitu analisis tipologi klassen, analisis gerombol, skalogram dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat perkembangan wilayah dan perekonomian masih didominasi WP Bodebekpunjur dan KK Cekungan Bandung. Strategi pembangunan yaitu dengan meningkatkan perkembangan wilayah daerah belakang (hinterland) pada tiap WP. Pusat-pusat pertumbuhan baru tersebut diharapkan dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi.Kata kunci: perkembangan wilayah, pemerataan, ekonomi, WP, strategi pembangunan West Java is the region with the largest population and has a high level of development inequality. The economy is still dominated by areas near the center of government. The effort to overcome development inequality is through the development of the regional dimension concept. There are six development areas (WP) in West Java with different regional characteristics in terms of economy, demography and natural resources. What factors are dominant and their influence on the development of the regions of each WP is very important for the formulation of effective regional development solutions. This study aims to determine the characteristics and grouping of regions, economic development, the level of regional development and the direction of regional development plans and strategies for each WP. The method used is Klassen typology analysis, cluster analysis, scalogram and descriptive analysis. The results showed the level of regional and economic development was still dominated by WP Bodebekpunjur and KK Bandung Basin. The development strategy is to increase the development of the hinterland in each WP. The new growth centers are expected to drive the pace of economic growth.Keywords: regional development, equity, economy, WP, development strategy

Page 5 of 33 | Total Record : 321