cover
Contact Name
Masruchin
Contact Email
aldzikra@radenintan.ac.id
Phone
+6281379788639
Journal Mail Official
aldzikra@radenintan.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits
ISSN : 19780893     EISSN : 27147916     DOI : 10.24042
Core Subject : Religion, Education,
Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Quran dan al-Hadits [ISSN 2714-7916] is peer-reviewed journal dedicated to publish the scholarly study of Quran and Hadits from many different perspectives. Particular attention is paid to the works dealing with: Quranic and Hadits Studies, Quranic and Hadits sciences, Living Quran and Hadits, Quranic and Hadits Studies accros different areas in the world (The Middle East, The West, Archipelago and other areas), Methodology of Qur’an, Tafsir and Hadits Studies. Publishes twice in a year [June and December]. by Quranic and Tafsir studies Programme at Ushuluddin Faculty, UIN Raden Intan Lampung.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 2 (2024)" : 8 Documents clear
Makna Kadhib dalam QS. Ali Imran [3]: 94 Perspektif Tafsir Fath al-Qadir Karya al-Shawkani Nur Falah, Muhammad Zulfikar; an-Najaa, Sarah Safinah
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 18 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v18i2.17626

Abstract

AbstractThis article explicitly reveals the meaning of "kadhib" in QS. A<li Imra>n [3]: 94 from the perspective of the Fath al-Qadir interpretation. This is based on the background that the term regarding lying is an interesting discussion, fundamentally conducted for hidden purposes that can only be known by the individual themselves. This research employs a descriptive analytical method through literature review with relevant and credible sources such as books, journals, theses, and others. Before exploring the content of the Quran, the author discusses the biography of al-Shawkani and the profile of his tafsir book. The results of this study indicate that the context of QS. A<li Imra>n [3]: 94, according to the Fath al-Qadir interpretation, is actualized in relation to the characteristics of the Jewish people. Although not specifically explained, al-Shawkani interprets the word "kadhib" in QS. A<li Imra>n [3]: 94 as a lie committed intentionally, and the implications of his statement lean more towards an element of inconsistency with the essence behind reality.Keywords: Kadhib; QS. A<li Imra>n [3]: 94; Tafsir Fath} al-Qadi>r. AbstrakArtikel ini mengungkap secara eksplisit tentang makna kadhib dalam QS. A<li Imra>n [3]: 94 perspektif tafsir Fath} al-Qadi>r. Hal ini diambil melalui latar belakang bahwa terma perihal berbohong menjadi salah satu pembahasan menarik, yang pada dasarnya dilakukan atas dasar tujuan tersembunyi dan tidak dapat diketahui selain dirinya sendiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis melalui penelusuran pustaka dengan sumber yang relevan dan kredibel seperti buku, jurnal, skripsi, dan lainnya. Sebelum mengeksplorasi isi Al-Qur'an, penulis membahas biografi al-Shawkani dan profil kitab tafsirnya. Hasil penelitian ini adalah konteks pada QS. A<li Imra>n [3]: 94, menurut tafsir Fath} al-Qadi>r, diaktualisasikan kepada sifat kaum Yahudi. Meskipun tidak dijelaskan secara spesifik, al-Shawkani memaknai kata kadhib dalam QS. A<li Imra>n [3]: 94 dengan kebohongan yang dilakukan secara sengaja dan implikasi pernyataannya lebih mengarah kepada unsur ketidaksesuaian terhadap hakikat dibalik realitas. Kata Kunci: Kadhib; QS. A<li Imra>n [3]: 94; Tafsir Fath} al-Qadi>r.
PEMAHAMAN HADIS TSAUB SYUHROH DAN RELEVANSINYA DENGAN FENOMENA OOTD DI MEDIA SOSIAL Oktarina, Rika; Muhajirin, Muhajirin; Nadhiran, Hedhri
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 18 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v18i2.22233

Abstract

AbstractThe Outfit of the Day (OOTD) phenomenon has spread rapidly among millennials via social media, resulting in excessive contemporary clothing trends, raising the question of whether these trends are permissible or even prohibited by religion. This phenomenon is intriguing to investigate using a qualitative approach and the tsaub syuhroh hadith as the foundation for analysis. This research aims to determine the meaning of the hadith tsaub syuhroh and how it relates to the phenomenon of OOTD trends on social media. The findings revealed that OOTD on social media is a modern-era fashion trend that aims to show off what is being worn, which is prohibited in Islam. This concept is consistent with HR. Ibn Majah forbids a Muslim or Muslimah from dressing shuhroh or attempting to attract the attention of others.Keywords: Hadith; OOTD; Tsaub Syuhroh.AbstrakFenomena Outfit of The Day (OOTD) sangat marak di kalangan milenial melalui media sosial dan berakibat pada tren pakaian kekinian yang terlihat berlebihan sehingga menimbulkan persoalan apakah tren tersebut diperbolehkan atau justru dilarang agama. Fenomena ini menarik untuk diteliti dengan menggunakan metode kualitatif dengan hadis tsaub syuhroh sebagai landasan analisis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemahaman hadis tsaub syuhroh dan relevansinya dengan fenomena trend OOTD di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OOTD di sosial media merupakan salah satu tren fashion era modern yang bertujuan untuk memamerkan apa yang dipakai, sehingga hal ini dialarang dalam agama Islam. Hal ini sejalan dengan HR. Ibnu Majah yang melarang seorang muslim atau Muslimah berpaikaian syuhroh atau berpakaian dengan tujuan menarik perhatian orang lain. Kata Kunci: Hadits; OOTD; Tsaub Syuhroh.
Konsepsi Riwayat Asbab al-Nuzul Perspektif al-Suyuti (Telaah Kitab Lubab al-Nuqul fi Asbab al-Nuzul) Nur Ilham, Mochammad Faiz; Khulwani, Khulwani; Musafa'ah, Suqiyah
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 18 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v18i2.22664

Abstract

AbstractOne of the important works in the study of Asba>b al-Nuzu>l is Luba>b al-Nuqu>l fi> Asba>b al-Nuzu>l written by al-Suyu>t}i>. This article seeks to uncover the profile of his work and explore more deeply related to the conception of asba>b al-nuzu>l the perspective of Jala<l al-Di>n al-Suyu>t}i> (d. 911 H), especially in his work entitled Luba>b al-Nuqu>l fi> Asba>b al-Nuzu>l. This study is important to carry out because Jala>l al-Di>n al-Suyu>t}i> is considered to have a more mature conception in formulating the study of asba>b al-nuzu>l. To elaborate the problem, this research will use a descriptive-qualitative method, data taken based on literature data including scientific articles, books, books, and other scientific sources related to the research, so that this research is included in the category of library research. The results of this study show that al-Suyu>t}i> carried out a theoretical-methodological development of the study of asba>b al-nuzu>l. In addition, al-Suyu>t}i> also reconceptualized the study of asba>b al-nuzu>l including the understanding of  asba>b al-nuzu>l, the source of obtaining of asba>b al-nuzu>l, methodological steps in formulating the asba>b al-nuzu>l, and the urgency of understanding the asba>b al-nuzu>l.Keywords: All article type, you should provide maximum 5 keyword and minimum 3 keyword, written in alphabetical, and used; AbstrakSalah satu karya penting dalam kajian Asba>b al-Nuzu>l adalah Luba>b al-Nuqu>l fi> Asba>b al-Nuzu>l yang ditulis oleh al-Suyu>t}i>. Artikel ini berupaya mengungkap profil karyanya tersebut serta menelusuri lebih mendalam terkait konsepsi kajian asba>b al-nuzu>l perspektif Jala<l al-Di>n al-Suyu>t}i> (w. 911 H) khususnya dalam karyanya berjudul Luba>b al-Nuqu>l fi> Asba>b al-Nuzu>l. Kajian ini penting untuk dilakukan karena Jala>l al-Di>n al-Suyu>t}i> dinilai memiliki konsepsi yang lebih matang dalam merumuskan kajian asba>b al-nuzu>l. Untuk mengelaborasi permasalahan, penelitian ini akan menggunakan metode deskriptif-kualitatif, data yang diambil berbasis data kepustakaan meliputi artikel ilmiah, buku, kitab, dan sumber-sumber ilmiah lain yang berhubungan dengan penelitian, sehingga penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa al-Suyu>t}i> melakukan pengembangan teoritis-metodologis atas kajian asba>b al-nuzu>l. Selain itu, al-Suyu>t}i> juga melakukan rekonsepsi kajian asba>b al-nuzu>l meliputi pengertian riwayat asba>b al-nuzu>l, sumber memperoleh riwayat asba>b al-nuzu>l, langkah metodologis dalam merumuskan riwayat asba>b al-nuzu>l, serta urgensitas memahami riwayat asba>b al-nuzu>l.
Menjalin Relasi Interpretasi Al Qur'an Antara Nalar Kritis dan Moderasi Akib, Moh.
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 18 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v18i2.23236

Abstract

AbstractThis research is driven by the urgent need to understand how critical reasoning and moderation can be integrated into the interpretation of the Qur'an, particularly in addressing contemporary challenges such as radicalism and the misinterpretation of religious texts. The study aims to explore and formulate an interpretive approach that is not only deep but also capable of integrating critical reasoning with the principles of moderation in understanding the teachings of the Qur'an. The research employs a qualitative approach, focusing on text analysis and literature review. This study includes an examination of both classical and contemporary exegetical works to understand the various interpretive approaches available. Additionally, the research involves in-depth interviews with Qur'anic scholars and ulama to gain a more comprehensive and diverse perspective on the best ways to combine critical reasoning and moderation in the context of Qur'anic interpretation. The findings indicate that combining critical reasoning with the principles of moderation in Qur'anic interpretation can result in a more comprehensive, relevant, and contextual understanding of sacred texts, which not only aligns with current social realities but also contributes to the development of a more inclusive and adaptive Qur'anic exegesis that responds to the ever-changing dynamics of the times.Keywords: Criticality; Qur'anic Interpretation; Tolerance. AbstrakPenelitian ini didorong oleh kebutuhan mendesak untuk memahami bagaimana nalar kritis dan moderasi dapat diintegrasikan ke dalam penafsiran Al-Qur'an, terutama dalam menjawab tantangan kontemporer seperti radikalisme dan penyalahgunaan penafsiran teks-teks keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan merumuskan pendekatan penafsiran yang tidak hanya mendalam, tetapi juga mampu mengintegrasikan nalar kritis dengan prinsip-prinsip moderasi dalam memahami ajaran-ajaran Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan fokus pada analisis teks dan tinjauan literatur. Penelitian ini mencakup kajian terhadap karya-karya tafsir klasik dan kontemporer untuk memahami berbagai pendekatan penafsiran yang tersedia. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan wawancara mendalam dengan para sarjana dan ulama Alquran untuk mendapatkan perspektif yang lebih komprehensif dan beragam tentang cara-cara terbaik untuk menggabungkan nalar kritis dan moderasi dalam konteks penafsiran Alquran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa menggabungkan nalar kritis dengan prinsip-prinsip moderasi dalam penafsiran Alquran dapat menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif, relevan, dan kontekstual terhadap teks-teks suci, yang tidak hanya selaras dengan realitas sosial saat ini, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan penafsiran Alquran yang lebih inklusif dan adaptif yang merespons dinamika zaman yang terus berubah. Kata Kunci: Interpretasi Al Qur'an, Kritikalitas, Toleransi.
Kedudukan Al-Hadis dalam Perkembangan Bahasa Arab Djamaluddin, Burhanuddin; Bimantoro, Prabu; Erizal, Erizal
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 18 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v18i2.23320

Abstract

AbstractThis research discusses the position and influence of Hadith in the development of the Arabic language, focusing on its impact on vocabulary, grammatical structure, stylistic elements, and specific cases. The aim of this study is to explain how Hadith affects these aspects and to highlight the implications of this influence on the culture and religious identity of Muslims. The method used is a literature review of primary and secondary sources, including authentic Hadith and analyses of Arabic literary works. The results indicate that Hadith not only enriches the Arabic language with religious vocabulary and syntactic structures but also influences the stylistic and rhetorical aspects of Arabic literature, reflecting a rich intellectual heritage within the Arab-Islamic tradition.Keywords: Arabic; Grammatical Structure; Hadith; Influence; Vocabulary. AbstrakPenelitian ini membahas bagaimana kedudukan ataupun pengaruh Hadis dalam perkembangan bahasa Arab yang fokus pengaruhnya terhadap kosakata, struktur tata bahasa, gaya bahasa, dan kasus-kasus khusus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana Hadis mempengaruhi aspek-aspek ini dan menyoroti implikasi dari pengaruh tersebut terhadap budaya dan identitas keagamaan umat Islam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk hadis-hadis sahih dan analisis literatur sastra Arab. Hasilnya menunjukkan bahwa Hadis tidak hanya memperkaya bahasa Arab dengan kosakata keagamaan dan struktur sintaksis, tetapi juga mempengaruhi gaya bahasa dan retorika sastra Arab, mencerminkan warisan intelektual yang kaya dalam tradisi Arab-Islam. Kata Kunci: Bahasa Arab; Hadis; Kosakata; Pengaruh; Struktur Tata Hahasa.
A Portrait of the Nineteenth-Century Nusantara Ulema Network in Haramain (Transmission of Shaykh Mahfudz At-Tarmasi's Tafsir-Hadith in Kifāyat Al-Mustafīd) Ghozali, Abdul Malik
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 18 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v18i2.23839

Abstract

AbstractThe existence of isnad, or the transmission of the chain of narrators, is inseparable from the emergence of the Prophetic traditions. However, it turns out that in its development, isnad has been used to maintain the authenticity of the material of the Prophetic traditions and the scientific tradition's authenticity. Scholarly isnads grew rapidly among Muslim scholars, especially in the Middle East, in transferring knowledge among their communities. Not surprisingly, scholarly transmission became a 'benchmark' among scholars. Besides that, scholarly transmission became a portrait of the network built among the Nusantara scholars who studied in the Middle East, not spared the influence of this scientific transmission. Among them are Shaykh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi, a scholar who lived in the 19th century, has multi-talents from Termas village, Pacitan, East Java, has immortalized his scientific transmission in a work “Kifāyat al-Mustafīd Lima 'Alā min al-Asānīd”.This study aims to reveal the network of Nusantara scholars at the time of Shaykh Mahfudz at Haramaian and the implications of ideological transformation and scientific legality through scientific transmission. This research uses a content analysis method with a historical approach and Rijal al-had science. The results of this study prove that the scientific sanad illustrates the network of Ulama in his time and the transformation of ideas among them through access to scientific transmission in addition to scientific legitimacy.Keywords: Isnad; Knowledge; Mahfudz Tarmasi; Network Transmission. AbstrakKeberadaan Isnad atau transmisi mata rantai perawi tidak dapat dipisahkan dari kemunculan hadis-hadis Nabi. Namun ternyata, dalam perkembangannya, isnad tidak hanya digunakan dalam menjaga otentisitas materi hadis-hadis Nabi SAW, tapi sudah digunakan untuk menjaga otentisitas tradisi keilmuan yang telah terbangun. Isnad keilmuan tumbuh pesat di kalangan sarjana-sarjana muslim, khususnya di Timur Tengah dalam mentransfer keilmuan di antara komunitas mereka. Tidak heran, transmisi keilmuan menjadi suatu ‘benchmark’ di kalangan para ulama. Bukan hanya itu, transmisi keilmuan menjadi potret jaringan yang telah terbangun di kalangan para ulama Nusantara yang belajar di Timur Tengah, tidak luput dari pengaruh transmisi keilmuan ini. Di antaranya Syaikh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi, seorang ulama yang hidup pada abad XIX, memiliki multi talenta asal desa Termas, Pacitan, Jawa Timur, telah mengabadikan transmisi keilmuan yang dimilikinya dalam sebuah karya “Kifāyat al-Mustafīd Lima ‘Alā min al-Asānīd”. Penelitian ini bertujuan mengungkap jejaring Ulama Nusantara pada masa Syaikh Mahfudz di Haramaian dan implikasi transformasi ideologi serta legalitas keilmuan melalui transmisi keilmuan. Penelitian ini menggunakan metode content analysis dengan pendekatan sejarah dan ilmu rijal al-hadis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sanad keilmuan menggambarkan jejaring Ulama di masanya dan transformasi ide di antara mereka melalui akses transmisi keilmuan selain sebagai legitimasi keilmuan. Kata Kunci: Isnad; Jaringan; Knowledge; Mahfudz Tarmasi; Transmission.
Understanding the Kitab al-Kāfī by Abū Ja'far al-Kulainī: A Study of the Prophet's Will to 'Alī ibn Abī Ṭālib in Rauḍat al-Kāfī Jubaedah, Siti; Millah, Mus'idul; Burhani, Nasih
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 18 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v18i2.24323

Abstract

AbstractThis article discusses al-Ka>fi>, written by Abu Ja'far Al-Kulaini>, with an emphasis on studying the Prophet Muhammad’s will to ‘Ali>> ibn Abī Ṭālib found in the section Raudat al-Ka>fi>. As the third part of al-Ka>fi>, Raudat al-Ka>fi> consists of a collection of hadiths that cover various religious aspects, including the letters and sermons of the Imam, which have a different system compared to the previous two sections. This article highlights the importance of the Prophet's will in the context of leadership and the spiritual authority of ‘Ali>> by discussing key themes contained in the will, namely justice, wisdom, and social responsibility. This article offers a perspective on the influence of these teachings within the Shia hadith and their relevance in contemporary society. This analysis is expected to deepen understanding of al-Ka>fi>’s contribution to the development of Islamic thought and the significance of the relationship between the Prophet and ‘Ali>> in Islamic history.Keywords: al-Ka>fi>, Raud}at al-Ka>fi>, Will. AbstrakArtikel ini membahas kitab Al-Kāfī yang ditulis oleh Abū Ja‘far al-Kulainī, dengan penekanan pada studi wasiat Nabi Muhammad kepada ‘Alī ibn Abī Ṭālib yang terdapat dalam bagian Rauḍat al-Kāfī. Sebagai bagian ketiga dari Al-Kāfī, Rauḍat al-Kāfī terdiri dari kumpulan hadis yang mencakup berbagai aspek keagamaan, termasuk surat dan khutbah Imam, yang memiliki sistematika berbeda dibandingkan dua bagian sebelumnya. Artikel ini menyoroti pentingnya wasiat Nabi dalam konteks kepemimpinan dan otoritas spiritual ‘Ali>>. Dengan membahas tema-tema kunci yang terkandung dalam wasiat, seperti keadilan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab sosial, artikel ini menawarkan perspektif tentang pengaruh ajaran tersebut dalam tradisi Syiah dan relevansinya dalam masyarakat kontemporer. Analisis ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman tentang kontribusi Al-Kāfī terhadap pengembangan pemikiran Islam dan signifikansi hubungan Nabi dan ‘Ali>> dalam sejarah Islam. Kata Kunci: al-Ka>fi>; Raud}at al-Ka>fi; Wasiat.
Critical Criticism of the Interpretation of Usury by Al-Jashshash in Tafsir Ahkam al-Qur'an Mauluddin, Moh
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 18 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v18i2.24344

Abstract

AbstractTafsir Ahkam Al-Qur'an by Al-Jashshash is an important reference in understanding the laws related to usury in the Qur'an. Al-Jashshash, a 4th century Hanafi scholar, focuses on the interpretation of Qur'anic verses related to law, especially usury. This research aims to critically analyze Al-Jashshash' interpretation, including the arguments and proofs he used, and evaluate the criticisms by using a qualitative method with a literature study. In addition, this study also examines the relevance of Al-Jashshash' interpretation in the context of modern economics, especially regarding the concept of 'required addition' in the definition of usury, which emphasizes exploitation and injustice in financial transactions, and its implications for current Islamic financial practices. The results of this study show that his interpretation has been criticized, especially regarding methodological inconsistencies, fanaticism towards the Hanafi school, and inaccuracy of interpretation in several cases, especially the concept of 'required addition' in defining usury which has been debated, especially in the context of modern economics.Keywords: Al-Jashshash; Critique of Interpretation; Islamic Economics; Tafsir of the Rules of the Qur'an; Usury. AbstrakTafsir Ahkam Al-Qur'an karya Al-Jashshash merupakan rujukan penting dalam memahami hukum-hukum terkait riba dalam Al-Qur'an. Al-Jashshash, ulama mazhab Hanafi abad ke-4 Hijriah, fokus pada penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan hukum, terutama riba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis penafsiran Al-Jashshash, termasuk argumen dan dalil yang digunakannya, serta mengevaluasi kritik-kritik tersebut dengan menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji relevansi penafsiran Al-Jashshash dalam konteks ekonomi modern, terutama terkait konsep 'tambahan yang disyaratkan' dalam definisi riba, yang menekankan pada eksploitasi dan ketidakadilan dalam transaksi keuangan, serta implikasinya terhadap praktik keuangan Islam saat ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penafsirannya menuai kritik, terutama terkait inkonsistensi metodologis, fanatisme terhadap mazhab Hanafi, serta ketidaktepatan penafsiran dalam beberapa kasus, terutama konsep 'tambahan yang disyaratkan' dalam mendefinisikan riba yang menuai perdebatan, terlebih dalam konteks ekonomi modern. Kata Kunci: Al-Jashshash; Ekonomi Islam; Kritik terhadap Tafsir; Riba; Tafsir atas Aturan-aturan Al-Qur'an.

Page 1 of 1 | Total Record : 8