cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2023)" : 11 Documents clear
EVALUASI DAN PERENCANAAN SISTEM DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA KECAMATAN SIMPANG EMPAT Gusti Ihda Mazaya; Chairul Abdi; Muhammad Nur Ramadhan
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.16105

Abstract

Genangan dapat terjadi karena daya tampung saluran alam ataupun buatan tidak lagi dapat menampung aliran air hujan yang datang. Menurut Review Masterplan Drainase Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2015, tempat-tempat yang menjadi genangan air di Kecamatan Simpang Empat hampir semuanya berada dikawasan pemukiman warga, dengan lama waktu genangan satu atau sampai hujan berhenti dengan ketinggian ± 20 cm. Tujuan dari perencanaan ini yaitu menganalisis debit banjir rencana, mengevaluasi kapasitas saluran drainase, merekomendasikan dimensi saluran baru, merekomendasikan dimensi sumur resapan serta membuat layout dimensi baru pada catchment area perencanaan. Analisis yang dilakukan pada perencanaan ini adalah analisis hidrologi dan hidrolika dengan data hujan harian maksimum selama 10 tahun (2012 – 2021). Dari hasil perhitungan debit banjir rencana dapat disimpulkan bahwa debit minimum adalah 0,06 m3/det pada segmen 14, sedangkan debit maksimum adalah 0,20 m3/det pada segmen 12. Pada perencanaan ini menggunakan software Storm Water Managemen Model (SWMM), dengan softwareSWMM, keadaan yang terjadi di lapangan dapat disimulasikan dengan memasukkan parameter yang tertera pada kondisi sesungguhnya. Perbaikan saluran drainase dengan perencanaan ulang dimensi saluran, direkomendasikan untuk segmen 14 yaitu lebar 0,52 m, tinggi 0,62 m sedangkan untuk segmen 12 yaitu lebar 0,81 m dan tinggi 0,86 m.Kata Kunci: Debit Banjir, Drainase, Evaluasi, Genangan, SWMM.
STUDI PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT PUSKESMAS DI KABUPATEN BARITO TIMUR KALIMANTAN TENGAH Jamiatul Khusna; Emmy Sri Mahreda; Rizqi Puteri Mahyudin; Emmy Lilimantik
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.16106

Abstract

Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang setiap pelayanannya menghasilkan limbah medis dan nonmedis baik cair maupun padat. Peningkatan pelayanan Puskesmas secara tidak langsung akan mempengaruhi laju timbulan dan komposisi limbah. Limbah yang dihasilkan Puskesmas ini apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak penyakit dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah timbulan serta komposisi limbah medis padat Puskesmas di Kabupaten Barito Timur, menganalisis kondisi eksisting pengelolaannya dan memberikan rekomendasi strategi pengelolaan limbah medis padat agar sesuai dengan PERMEN LHK NO 56 TAHUN 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan mulai Bulan Januari sampai Februari 2022 pada tiga Puskesmas di Kabupaten Barito Timur yaitu Puskesmas Pasar, Puskesmas Tamiang Layang dan Puskesmas Ampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah timbulan limbah medis padat Puskesmas yang terbesar adalah pada Puskesmas Ampah yaitu 1,94 kg/hari dengan laju timbulan 0,002 kr/org/hari dan komposisi limbah medis yang paling banyak adalah limbah infeksius benda tajam yaitu berupa vial/botol vaksin covid – 19. Kondisi eksisting pengelolaan limbah medis padat Puskesmas di Kabupaten Barito Timur mulai dari tahapan pemilahan, pengumpulan, penyimpanan dan pengangkutan belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.56/MenLHK-Setjen/2015. Berdasarkan dari hasil analisis hal – hal yang belum sesuai dengan peraturan sehingga akan diberikan rekomendasi strategi pengelolaan yang sesuai dengan Permenlhk P.56/MenLHK-Setjen/2015 yang aman dan tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.Kata Kunci:  Limbah Medis Padat, Pengelolaan, Puskesmas di Kabupaten Barito Timur
ANALISIS EFEKTIVITAS SISTEM PEMINDAHAN SAMPAH “SURUNG SINTAK” DI KOTA BANJARMASIN Muhammad Firmansyah; Bella Nadya Safitri
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.16110

Abstract

Sempitnya wilayah dan padatnya penduduk di Banjarmasin menyebabkan sulitnya mencari lahan untuk membangun TPS di setiap kelurahan sehingga satu TPS dapat melayani beberapa kelurahan. Tidak meratanya TPS di setiap kelurahan mengakibatkan beberapa wilayah pemukiman relatif jauh untuk menjangkau TPS tersedia. Permasalahan tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin menciptakan sebuah inovasi baru yaitu “Surung Sintak”. “Surung Sintak” merupakan tradisi Kalimantan Selatan, yang berarti diserahkan dan diambil. Penerapan “Surung Sintak” pada inovasi pemindahan sampah yang diciptakan oleh DLH Kota Banjarmasin adalah sampah diserahkan oleh petugas pengumpul, yang kemudian akan atau diterima oleh petugas “Surung Sintak” untuk dimasukkan ke dalam truk pengangkut sampah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi teknis operasional pemindahan sampah “Surung Sintak” dan menganalisis efektivitas pemindahan sampah “Surung Sintak” dengan TPS Konvensional. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara dan observasi kepada pihak-pihak terkait. Penetapan daerah layanan Surung Sintak dilakukan dengan pihak kelurahan mengusulkan ke DLH Banjarmasin. Pengumpulan sampah dilakukan oleh petugas pengumpul. Pemindahan sampah dilakukan pada waktu dan lokasi yang telah disepakati bersama dengan estimasi waktu 2 jam pada satu titik layanan. Pengangkutan sampah dilakukan oleh satu orang supir (driver) dan tiga orang yang membantu, dengan alat pengangkut yaitu compactor truck. Dilihat dari jaraknya, pemindahan “Surung Sintak” lebih efektif dibandingkan membuang sampah ke TPS konvensional. Biaya operasional Surung Sintak lebih kecil Rp 87.300.000 dibandingkan TPS konvensional karena upah pekerja, pemeliharaan, dan kelengkapan untuk Surung Sintak lebih sedikit dibandingkan TPS konvensional. Kata Kunci: Efektivitas, Pemindahan Sampah, Surung Sintak.
LIFE CYCLE ASSESSMENT PADA PENGELOLAAN SAMPAH KOTA Rizqi Puteri Mahyudin
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.16640

Abstract

Life Cycle Assessment (LCA) atau pendekatan daur hidup adalah sebuah alat yang mempelajari aspek lingkungan dan dampak penting melalui daur hidup suatu produk dari perolehan bahan mentah sampai hasil produksi, penggunaan dan pemrosesan akhir. Pendekatan LCA telah banyak dilakukan untuk membandingkan alternatif proses produksi dan ini mencakup penggunaan LCA untuk membandingkan strategi pengelolaan sampah. LCA dapat digunakan secara luas untuk menilai dampak lingkungan semua jenis pilihan strategi pengelolaan sampah dan sangat membantu pengambil keputusan untuk mempertimbangkan strategi terpilih terutama dengan mempertimbangkan aspek dampak lingkungan. Kata kunci: Dampak lingkungan, Life Cycle Assessment, pengelolaan sampah.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA BANK SAMPAH DI INDONESIA Rian Yaitsar Chaniago
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17432

Abstract

Bank sampah merupakan salah satu kebijakan pengurangan sampah yang diupayakan oleh pemerintah Indonesia. Selain sebagai strategi pengurangan sampah, implementasi bank sampah bertujuan untuk merubah paradigma masyarakat terhadap sampah, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bank sampah saat ini tidak hanya sebatas tempat untuk jual beli sampah, namun telah berkembang menjadi unit pengolahan sampah. Kegiatan pada bank sampah bergantung dari jenisnya yakni Bank Sampah Induk (BSI) atau Bank Sampah Unit (BSU). Perbedaan antara kedua jenis bank sampah terletak pada jangkauan pelayanan dan kelengkapan fasilitas bank sampah. Saat ini, terdapat beberapa permasalahan yang terjadi pada bank sampah. Hal ini dibuktikan dari adanya penurunan presentase bank sampah di beberapa daerah. Penurunan presentase ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja bank sampah, antara lain: desain pengelolaan sampah, desain Standar Operasional Prosedur (SOP) pendirian bank sampah,infrastruktur bank sampah, sistem organisasi bank sampah, kompetensi pengelola bank sampah, sinergi antar pemangku kepentingan, partisipasi masyarakat, jenis sampah, dan rantai pasok sampah.Kata kunci: bank sampah, kinerja, sampah.
PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DI KABUPATEN TAPIN KALIMANTAN SELATAN Agus Hidayat; Emmy Lilimantik; Irma Febrianty; Emmy Sri Mahreda
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17057

Abstract

Kegiatan manusia dan penggunaan sumber daya air sungai adalah penyumbang utama polusi air sungai. Dampak kontaminan terhadap kehidupan hewan air dan lingkungan dapat digunakan untuk memperkirakan polusi sungai. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku masyarakat di sekitar tepian sungai terhadap kualitas air sungai di Kabupaten Tapin. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi, serta diperoleh dari berbagai literatur, laporan hasil penelitian sebelumnya, laporan kegiatan, dan data statistik mengenai hasil pengukuran yang dikeluarkan oleh lembaga terkait. Teknik triangulasi digunakan untuk menentukan pengaruh perilaku masyarakat terhadap kualitas air yang digunakan. Subjek penelitian adalah masyarakat desa di 3 kecamatan yang tinggal di tepian sungai di Kabupaten Tapin. Sampel masyarakat diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air sungai di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, 90,5 persen dipengaruhi oleh sikap dan perilaku masyarakat setempat. Kata kunci: air sungai, masyarakat, perilaku
DESAIN UNIT PENGOLAHAN LUMPUR DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) GUNUNG LINGAI PERUMDAM TIRTA KENCANA KOTA SAMARINDA BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN TIMBULAN LUMPUR YANG DIHASILKAN Salsabilla Nurul Aulia; Fahrizal Adnan; Searphin Nugroho
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17431

Abstract

Pada proses pengolahan air bersih IPA Gunung Lingai menggunakan koagulan berupa tawas, sehingga menghasilkan residu sampingan berupa lumpur. Lumpur yang dihasilkan dari proses pengolahan air bersih tersebut belum dilakukan pengolahan dan pemanfaatan, sehingga diperlukan unit pengolahan lumpur agar tidak mencemari lingkungan. Dilakukan uji parameter lumpur yang keluar dari pipa pembuangan sedimentasi yang diambil secara grab sampling meliputi pH, suhu, kekeruhan, TS, TSS, BOD, COD, Fe, dan Al yang dihasilkan IPA Gunung Lingai. Kuantitas lumpur diketahui dari perhitungan berdasarkan data debit air baku, kekeruhan air baku, dan dosis koagulan yang digunakan IPA Gunung Lingai. Pada penelitian ini dilakukan pemilihan unit dewatering menggunakan analisis SWOT dan analisis decision matrix. Perhitungan dimensi setiap unit digunakan sebagai dasar pembuatan Detail Engineering Design (DED). Berdasarkan hasil uji laboratorium sampel lumpur IPA Gunung Lingai, jika dibandingkan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2014 nilai TSS pada IPA Gunung Lingai 2 melebihi baku mutu lingkungan yaitu sebesar 708 mg/L dan parameter lainnya masih sesuai dengan baku mutu yang berlaku. Volume lumpur yang dihasilkan IPA Gunung Lingai sebesar 65,590 m3/hari. Alternatif yang terpilih meliputi bak pengumpul, gravity thickening, belt filter press, dan bak pengumpul dry cake. Rencana anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 1.589.000.000.Kata kunci: instalasi pengolahan air, perencanaan, pengolahan lumpur 
MOVING BED BIOFILM REACTOR UNTUK MENURUNKAN BOD DAN NUTRIEN PADA AIR LIMBAH INDUSTRI SUSU Agus Slamet; Daffa Rayhan; Ali Masdu
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17058

Abstract

Air limbah industri pengolahan susu terdiri dari proses-proses yang membutuhkan air dengan volume besar seperti pencucian, pembersihan, pemanasan, pendinginan, dan pencucian lantai. Tingginya kandungan COD dan BOD pada air limbah tersebut, serta keberadaan senyawa-senyawa seperti laktosa, protein terlarut, lemak, garam mineral, dan deterjen dapat menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, seperti rendahnya oksigen di air dan kematian biota akuatik. Salah satu sistem pengolahan air limbah industri susu yang diusulkan adalah moving bed biofilm reactor (MBBR). MBBR yang didesain menggunakan model Modified Ludzack-Ettinger (MBBR-MLE) dengan tiga zona: anoksik, aerobik pertama, dan aerobik kedua. Proses MBBR tidak memerlukan resirkulasi lumpur dan dapat mengurangi kandungan polutan dalam air limbah. Sistem pengolahan ini mampu menurunkan polutan BOD 2.028 mg/L, COD 6.917 mg/L, TSS 2.600 mg/L, dan NH3 43,15 mg/L menjadi masing-masing 22,8 mg/L, 59,7 mg/L, 1,17 mg/L, dan 1,73 mg/L. Kata kunci: industri susu, moving bed biofilm reactor, nutrien, pengolahan air limbah.
PENGARUH PENAMBAHAN KONSORSIUM BAKTERI AEROB TERHADAP KADAR PENCEMAR LIMBAH CAIR INDUSTRI OBAT TRADISIONAL Oto Prasadi; Witya Nur Yanti; Ayu Pramita
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17061

Abstract

Industri Obat Tradisional menjadi salah satu industri yang menghasilkan limbah cair. Sebelum limbah cair dibuang ke lingkungan terlebih dahulu diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hasil pengujian di IPAL Industri Obat Tradisional menunjukan efektivitas dalam menurunkan TSS 10,7%; BOD 12,97%; COD 5,4%; dan menurunkan pH 0,04. Dari efektivitas tersebut perlu dilakukan upaya optimalisasi pengolahan limbah cair agar lebih efektif. Optimalisasi dilakukan dengan mengolah limbah cair menggunakan teknologi bioremediasi berupa konsorsium bakteri aerob. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dan mencari konsorsium bakteri aerob yang paling efektif dalam menurunkan kadar pH, TSS, BOD, COD, dan Fenol. Penelitian dilakukan dengan mengkonsorsiumkan bakteri AB (Bacillus s. & Pseudomonas a.); AC (Bacillus s. & Klebsiella sp.); BC (Pseudomonas a. & Klebsiella sp.); dan ABC (Bacillus s., Pseudomonas a., & Klebsiella sp.). Hasil penelitian menunjukan konsorsium bakteri ABC mampu menurunkan semua parameter pencemar dan merupakan variasi yang paling efektif dalam menurunkan kadar pH, TSS, BOD, COD, Fenol sebesar 2; 60 ppm; 36 ppm; 78 ppm; 0,002 ppm dan telah memenuhi baku mutu. Kata kunci: bioremediasi, konsorsium bakteri aerob, limbah cair industri obat tradisional
ANALISIS KEHILANGAN AIR DENGAN METODE NERACA AIR DAN INFRASTRUCTURE LEAKAGE INDEX (ILI) PADA PDAM SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA Adityo Faqih Pradana; Adhi Yuniarto
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v9i1.17062

Abstract

PDAM Surya Sembada Kota Surabaya memiliki tingkat Non Revenue Water (NRW) sebesar 30,18% (lebih besar dari standar nasional 20%) pada tahun 2021. Hal ini menyebabkan kerugian pertahun sebesar Rp. 331.265.194.845,-, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah penurunan NRW. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Neraca Air dan ILI (Infrastructure Leakge Index). Metode Neraca Air bertujuan untuk mengidentifikasi kehilangan air yang terjadi dalam sistem distribusi. Metode ILI merupakan suatu indikator kehilangan fisik yang dapat mengukur sejauh mana satu jaringan distribusi dikelola dengan baik (yaitu dirawat, diperbaiki, dan direhabilitasi) untuk pengendalian kehilangan fisik. Penelitian dengan menggunakan metode Neraca Air, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mengalami kehilangan air fisik sebesar 84.461.047 m³/tahun. Sedangkan dengan metode ILI, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya masuk pada golongan D dengan nilai kebocoran >200 liter/sambungan/hari, yang artinya PDAM Surya Sembada Kota Surabaya mengalami pemborosan sumber daya secara yang luar biasa, sehingga program penurunan kebocoran harus diprioritaskan.Kata kunci: ILI, Neraca Air, NRW, PDAM

Page 1 of 2 | Total Record : 11