cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan)
ISSN : 24610437     EISSN : 25409131     DOI : -
Jukung adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian ilmiah meliputi bidang rekayasa dan teknologi lingkungan yang dikelola oleh Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat. Jukung diterbitkan dua kali dalam setahun setiap bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN DALAM MENDUKUNG PELESTARIAN LINGKUNGAN PESISIR KAMPUNG NELAYAN MANGGAR Mega Ulimaz; Nadia Almira Jordan
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.236 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7321

Abstract

Salah satu permukiman pesisir di Kota Balikpapan terdapat di Kecamatan Manggar Baru. Permukiman pesisir tersebut memiliki karakteristik sebagai kumpulan rumah nelayan yang berdiri di atas permukaan air sungai. Kampung atas air di Manggar mengarah pada karakter permukiman kumuh akibat limbah domestik dan non domestik yang terbuang ke muara sungai. Bagian hilir Sungai Manggar tercatat berstatus cemar ringan dengan indeks polusi 4.76 (Balikpapan dalam Angka 2018). Kampung Manggar memiliki fungsi utama sebagai terminal utama nelayan dan juga fungsi permukiman. Kampung tersebut sangat rentan terhadap perubahan sehingga harus dipreservasi atau dikonservasi  agar pelestarian lingkungan tidak hanya berada di antara ruang, melainkan unsur utama dalam tata ruang kota. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik geospasial infrastruktur dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif dan penyajian dengan Sistem Informasi Geografis. Hasil analisis menunjukan bahwa infrastruktur pendukung pelestarian kualitas lingkungan terdiri dari penyebaran vegetasi dan penempatan lokasi fasilitas publik pendukung kegiatan perikanan dengan pola yang mengelompok. Kata kunci: Infrastruktur Lingkungan, Permukiman Nelayan, Konservasi Lingkungan ABSTRACT  One of the coastal settlements in Balikpapan City is located in Manggar Baru District. The coastal settlements has characteristic as clustered fisherman houses that stand on the surface of Manggar river. Kampung Manggar leads to slums area due to domestic and non-domestic waste into the river. The downstream part of the Manggar River is detected as small pollution status with pollution index of 4.76 (Balikpapan in Figures 2018). Kampung Manggar has the main function as the main terminal of fishermen and also the function of settlements. This kampung is very vulnerable to change, so it must be preserved or conserved because the environmental preservation is not only in built environment, but also in urban spatial planning. The purpose of this study is to analyze the geospatial characteristics of infrastructure to support the preservation of the coastal environment. The method of this study is descriptive statistics with Geographic Information Systems. The results of the analysis show that the infrastructure that support the preservation of environmental quality consists of the distribution of vegetation and the location of public fishing facilities as a clustered pattern. Keywords: Environmental Infrastructure, Fisherman Settlement, Riverside Settlement.Salah satu permukiman pesisir di Kota Balikpapan terdapat di Kecamatan Manggar Baru. Permukiman pesisir tersebut memiliki karakteristik sebagai kumpulan rumah nelayan yang berdiri di atas permukaan air sungai. Kampung atas air di Manggar mengarah pada karakter permukiman kumuh akibat limbah domestik dan non domestik yang terbuang ke muara sungai. Bagian hilir Sungai Manggar tercatat berstatus cemar ringan dengan indeks polusi 4.76 (Balikpapan dalam Angka 2018). Kampung Manggar memiliki fungsi utama sebagai terminal utama nelayan dan juga fungsi permukiman. Kampung tersebut sangat rentan terhadap perubahan sehingga harus dipreservasi atau dikonservasi  agar pelestarian lingkungan tidak hanya berada di antara ruang, melainkan unsur utama dalam tata ruang kota. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik geospasial infrastruktur dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif dan penyajian dengan Sistem Informasi Geografis. Hasil analisis menunjukan bahwa infrastruktur pendukung pelestarian kualitas lingkungan terdiri dari penyebaran vegetasi dan penempatan lokasi fasilitas publik pendukung kegiatan perikanan dengan pola yang mengelompok. Kata kunci: Infrastruktur Lingkungan, Permukiman Nelayan, Konservasi Lingkungan ABSTRACT  One of the coastal settlements in Balikpapan City is located in Manggar Baru District. The coastal settlements has characteristic as clustered fisherman houses that stand on the surface of Manggar river. Kampung Manggar leads to slums area due to domestic and non-domestic waste into the river. The downstream part of the Manggar River is detected as small pollution status with pollution index of 4.76 (Balikpapan in Figures 2018). Kampung Manggar has the main function as the main terminal of fishermen and also the function of settlements. This kampung is very vulnerable to change, so it must be preserved or conserved because the environmental preservation is not only in built environment, but also in urban spatial planning. The purpose of this study is to analyze the geospatial characteristics of infrastructure to support the preservation of the coastal environment. The method of this study is descriptive statistics with Geographic Information Systems. The results of the analysis show that the infrastructure that support the preservation of environmental quality consists of the distribution of vegetation and the location of public fishing facilities as a clustered pattern. Keywords: Environmental Infrastructure, Fisherman Settlement, Riverside Settlement.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA ASETAT DARI ALFA SELULOSA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT M. Topan Darmawan; Muthia Elma; M. Ihsan
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 4, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.443 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v4i1.4658

Abstract

Selulosa asetat merupakan senyawa turunan selulosa yang sering digunakan sebagai serat, membran, dan film fotografi dalam industri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh waktu asetilasi terhadap karakter selulosa asetat yang dihasilkan. Adapun proses yang digunakan dalam penelitian ini adalah proses cellanase dengan bahan baku tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Tahapan reaksinya adalah aktivasi, asetilasi, dan hidrolisis. Aktivasi dilakukan di dalam labu leher tiga dengan penambahan asam asetat glacial 50 mL dan diaduk selama 3 jam pada kecepatan 125 rpm. Selanjutnya ditambahkan asetat anhidrida 15 mL sebagai agen asetilasi. Asetilasi dilakukan dengan variasi waktu, 2; 2,5; 3; dan 3,5 jam. Pada tahapan hidrolisis, ditambahkan air 2 mL dan asam asetat glacial 5 mL. Reaksi berlangsung selama 30 menit. Selanjutnya ditambahkan 1 gram natrium asetat untuk netralisasi yang berlangsung selama 5 menit. Kemudian dilakukan pencucian sampai bau asam asetat hilang. Tahapan terakhir adalah pengeringan yang dilakukan dengan suhu 55ºC selama 6 jam. Produk yang dihasilkan kemudian dianalisis kadar air, kadar asetil, rendemen dan gugus fungsi menggunakan analisa FTIR. Selulosa asetat yang terbaik diperoleh pada waktu asetilasi selama 2,5 jam dengan  kadar  asetil  40,36%, kadar  air  4.43%,  dan  rendemen 153,8%.Kata kunci: cellanase, selulosa, selulosa asetat. Cellulose acetate is a cellulose derivative which is often used as a fiber, membrane, and photographic film in industry. The  objectives  of  this  study  were  to determine the effect of acetylation time on the character of cellulose acetate. The process used in this study is the process of cellanase with α-cellulose of empty palm oil bunches materials. Stages of reaction are activation, acetylation, and hydrolysis. Activation was performed in a three-neck flask with the addition of 50 mL glacial acetic acid and stirred for 3 hours at 125 rpm. Then added 15 mL acetic anhydride as acetylation agent. Acetylation was performed by varying the time, 2; 2.5; 3; And 3.5 hours. At the hydrolysis stage, 2 mL of water and 5 mL glacial acetic acid were added. The reaction lasts for 30 minutes. Then added 1 gram of sodium acetate for neutralization lasts 5 minutes. then do the washing up to the smell of acetic acid disappeared. The final stage is the drying is done at a temperature of 55ºC for 6 hours. The resulting product was then analyzed for water content, acetyl content, rendement and functional groups using FTIR analysis. Cellulose acetate are best obtained at the time of acetylation for 2.5 hours with acetyl content of 40.36%, water content 4:43%, and a yield of 153.8%.Keywords: acetate cellulose, cellanase, cellulose.
ANALISIS STABILITAS DAN PERKUATAN LERENG MENGGUNAKAN PLAXIS2D DI DESA SUKARESMI, SUKABUMI, JAWA BARAT A'isyah Salimah; Muhammad Fathur Rouf Hasan; Suripto Suripto; Yelvi Yelvi; Imam H Sasongko
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.304 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7316

Abstract

Permukaan tanah tidak semua berbentuk bidang datar, namun memiliki perbedaan ketinggian dan kemiringan pada setiap daerah. Perbedaan ketinggian tanah mampu mengakitbatkan terjadinya pergerakan tanah yaitu longsor. Keberadaan bangunan base transceiver station (BTS) tower di Desa Sukaresmi, Cisaat, Sukabumi yang berada pada daerah lereng curam dengan kondisi retaining wall dan pagar dalam keadaan retak dan mengalami penurunan tanah menjadi salah satu faktor yang mengancam keselamatan. Untuk mengantisipasi dampak kerusakan lingkungan bertambah parah dibutuhkan penanganan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis stabilitas dan perkuatan lereng menggunakan software Plaxis2D. Adapun metode penelitian dilakukan dengan melakukan investigasi lapangan secara langsung, pengujian laboratorium, analisis stabilitas perkuatan lereng dengan software Plaxis2D serta rekomendasi perbaikan drainase. Upaya perkuatan lereng dengan mengganti dan memperdalam retaining wall existing. Hasil perkuatan lereng dapat meningkatkan nilai safety factor menjadi 1,369, nilai ini lebih besar dari safety factor existing sebesar 1,302. Kata kunci: cisaat, longsor, Plaxis2D, stabilitas lereng. The soil surface is believed to have differences in height and slope in each region. The different elevation could cause land movements namely landslides. The existence of tower base transceiver station (BTS) buildings in Sukaresmi Village, Cisaat,  Sukabumi on a deep slope area with cracked retaining walls and fences condition which experienced settlement is one of the factors that threaten safety. To anticipate the impact of environmental damage getting worse requires special handling. The aim  of this study is to analyze the stability and slope reinforcement using Plaxis2D software. The research method is carried out by conducting direct field investigations, laboratory tests, reinforced slope stability analysis with Plaxis2D software and drainage refinement recommendations. Countermeasures to strengthen the slope are done by replacing and deepening the existing retaining wall. The result of this measure is the increase of the safety factor value to 1,369, this value is greater than the value of the existing safety factor of 1,302. Keywords : cisaat, landslide, Plaxis2D, slope stability.
KAJIAN BEBAN EMISI SO2 DAN NOx DARI KEGIATAN INDUSTRI DI KAWASAN INDUSTRI SIER SURABAYA Rachmanu Eko Handriyono; Martiha Nilam Kusuma
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.592 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v3i2.4026

Abstract

ABSTRAK Peningkatan konsumsi energi dari kegiatan industri di perkotaan berpotensi menyebabkan penurunan kualitas udara. Gas buang SO2 dan NOx dari kegiatan industri menimbulkan emisi yang dapat menurunkan kualitas udara di Kota Surabaya. Penelitian ini menghitung beban emisi SO2 dan NOx dari kegiatan industri di Kawasan Industri SIER Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah inventarsisasi emisi untuk evaluasi status kualitas udara di perkotaan. Penelitian ini mengambil 12 sampel lokasi industri berupa konsumsi energi atau penggunaan bahan bakar dan peralatan pengendali emisi di Kawasan Industri SIER Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan total beban emisi SO2 dari kegiatan industri di Kawasan Industri SIER Surabaya adalah 382,48 ton/tahun sedangkan NOx sebesar 155,32 ton/tahun. Konsumsi energi dari kegiatan industri berupa penggunaan batu bara merupakan penghasil emisi SO2 dan NOx terbesar di kawasan industri SIER Surabaya yaitu SO2 sebesar 195,05 ton/tahun dan NOx sebesar 90,27 ton/tahun.      Kata kunci: beban emisi, konsumsi energi, kualitas udara ABSTRACT Increased energy consumption from industrial activities in urban areas has the potential to cause a decrease in air quality. SO2 and NOx exhaust gases from industrial activities generate emissions that can make air quality decrease in Surabaya. This study calculates SO2 and NOx emission load from industrial activities in industrial area of SIER Surabaya. The purpose of this study is the inventory of emissions for air quality status evaluation in urban areas. This study took 12 samples of industrial sites in the form of fuel use and emission treatment equipment in industrial area of SIER Surabaya. The result shows that total SO2 emission load from industrial activity in industrial area of SIER Surabaya is 382,48 ton/year while NOx equal to 155,32 ton/year. The energy concumption by use of coal is the largest SO2 and NOx emitter in the industrial area of SIER Surabaya ie SO2 of 195.05 ton/year and NOx of 90.27 ton/year.  Keywords: air quality, emission load, energy consumption  
4. KAJIAN BANK SAMPAH SEBAGAI ALTERNATIF PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK DI KOTA BANJARBARU Muhammad Rubiyannor; Chairul Abdi; Rizqi Puteri Mahyudin
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.953 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1066

Abstract

PENGARUH JENIS BAHAN ORGANIK PADA SISTEM RESAPAN BIOPORI MODIFIKASI TERHADAP PERUBAHAN KIMIA TANAH SEBAGAI TEKNIK KONSERVASI TANAH Muzaimah Muzaimah; Chairul Abdi; Fakhrur Razie
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 3, No 1 (2017): MARET 2017
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.053 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v3i1.3199

Abstract

Kebanyakan lahan yang belum dikelola dengan baik dalam bidang pertanian maupun perkebunan tentunya lama kelamaan akan dapat berpengaruh terhadap kesuburan tanah yaitu menurunnya kualitas sifat kimia tanah pertanian/perkebunan.  Membuat lubang resapan biopori modifikasi dengan penambahan bahan organik merupakan salah satu upaya konservasi tanah untuk menangani permasalahan tersebut.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis bahan organik pada lubang resapan biopori modifikasi terhadap beberapa sifat kimia tanah.  Penelitian ini dilakukan dilahan perkebunan karet dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan masing-masing 4 kali ulangan yaitu variasi pemberian 4 jenis bahan organik seperti daun dan ranting kering, pupuk kompos , rumput/tanaman liar, kotoran ternak dan tanpa bahan organik sebagai kontrol dan variasi kedalaman sampel 0-50 cm dan 50-100 cm. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penambahan jenis bahan organik menunjukkan tidak berbeda nyata terhadap C-Organik tanah di kedalaman 0-50 cm maupun 50-100 cm serta Kapasitas Tukar Kation (KTK) di kedalaman 50-100cm sedangkan dikedalaman 0-50 cm berbeda nyata, adapaun variasi kedalaman sampel diketahui tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedalaman 0-50 dan 50-100 cm terhadap C-Organik dan KTK. Kata Kunci : biopori modifikasi, C-organik, jenis bahan organic, konservasi tanah, KTK.  Most of the land that has not been managed well in agriculture and plantation certainly over time will be able to effect the soil fertility is declining quality of the chemical properties of agricultural land / plantation. Make biopori modifications with the addition of organic matter is a soil conservation efforts to solve these problems. This research was conducted to determine the effect of the type of organic material in the absorption holes biopori modifications to some of the chemical properties of the soil. This research was conducted in the land  rubber plantations and using a randomized block design (RBD) with 5 of each treatment 4 replicates ie variation of 4 types of organic materials such as leaves and dry twigs, compost, grass / weeds, manure and without organic matter as a control and variation of the sample depth of 0-50 cm and 50-100 cm. Based on survey results revealed that the addition of organic material showed a no real different to the C-organic of soil at a depth of 0-50 cm and 50-100 cm in depth and Cation Exchange Capacity (CEC) of 50-100 cm while at a depth 50-100 cm real different rent and  sample depth variations as there are no significant differences between the depth of 0-50 and 50-100 cm of the C-Organic and CEC. Keywords: CEC, C-organic, biopori modification, organic matter variety, soil conservation.
STUDI KOMPARASI BAHAN BAKAR MINYAK DARI HASIL KONVERSI SAMPAH PLASTIK JENIS PET DAN PE SEBAGAI POTENSI ENERGI ALTERNATIF Rudy Yoga Lesmana; Nani Apriyani
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.414 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7329

Abstract

Kuantitas limbah plastik saat ini memang sangat sulit untuk dikelola. Salah satu solusi untuk mengurangi pertumbuhan sampah plastik yaitu dengan membuatnya menjadi bahan bakar alternatif, yaitu minyak mentah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menciptakan minyak mentah sebagai energi alternatif dari sampah plastik dan untuk membandingkan kuantitas minyak hasil olahan sampah plastik berjenis PET dan PE dengan bahan bakar konvensional. Metode penelitian dilakukan dengan mengumpulkan sampel berupa sampah plastik yang berbahan baku PET dan PE melakukan pembuatan reaktor dan mengolah sampel menjadi minyak mentah, melihat kuantitas minyak mentah hasil olahan, melakukan pengujian nilai kalor minyak mentah hasil olahan berdasarkan bahan baku plastik, dan melakukan perbandingan nilai kalor minyak mentah hasil olahan dengan bahan bakar konvensional berdasarkan studi literatur Hasil penelitian menunjukan kuantitas minyak hasil olahan dari PE yaitu sebanyak 80 ml, 240 ml, dan 342 ml dengan waktu pengolahan berturut turut yaitu 120, 240 dan 360 menit, dan plastik jenis PET tidak menghasilkan minyak mentah, dan hanya menghasilkan serbuk berwarna putih. selanjutnya untuk perbandingan nilai kalor dari minyak hasil olahan sampah plastik, hanya plastik berjenis PE yang dapat diketahui nilai kalornya,yaitu sebesar 44.900 Kj/Kg karena plastik berjenis PET tidak menghasilkan minyak Kata kunci: Energi Alternatif, minyak mentah, Plastik.  The Quantity of plastic waste today is indeed very difficult to manage. One of solution to reduce the growth of plastic waste is to replace alternative fuels, namely crude oil.the purpose of this research is to make crude oil as an alternative energy from plastic waste and to compare crude oil processed by plastic PET (Polyethylene Therepthalate) and PE (Polyethylene) waste with conventional fuels. The research methodology includes collecting samples in the form of plastic waste made from PET (Polyethylene Therepthalate) and PE (Polyethylene) raw materials, making reactors and processing samples into crude oil, lokking at the amount of crude oil processed crude oil based on plastic raw materials, and comparing the heat value of crude oil processed with conventional fuel.  The research methodology includes collecting samples in the form of plastic waste made from PET and PE raw materials making reactors and processing samples into crude oil, looking at the quantity of processed crude oil, testing the heating value of processed crude oil based on plastic raw materials, and comparing the heating value crude oil processed with conventional fuels based on literature studies.  The results showed that the quantity of processed oil from PE is 80 ml, 240 ml, and 342 ml with successive processing times of 120, 240 and 360 minutes, and PET-type plastic does not produce crude oil, and only produces white powder. then for the comparison of the calorific value of oil processed plastic waste, only PE-type plastic that can know the heating value, which is equal to 44,900 Kj / Kg because PET-type plastic does not produce oil Keywords: alternative energy, crude oil, plastic
SELEKSI TUMBUHAN PERDU SEBAGAI ALTERNATIF PENYUSUN VEGETASI RUANG HIJAU PERMUKIMAN Dienny R. Rahmani; Wahyunah Wahyunah
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 4, No 1 (2018): MARET 2018
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.4 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v4i1.4659

Abstract

Perdu sebagai salah satu penyusun vegetasi sering diabaikan atau bahkan dianggap sebagai tumbuhan tidak penting dan pengganggu bagi vegetasi di permukiman baik vegetasi komunalk maupun pribadi. Sementara itu, secara ekologis justru memiliki peranan dalam strata vegetasi yang seharusnya ada dan sebenarnya memiliki manfaat bagi kehidupan perkotaan. studi ini dilakukan untuk menyeleksi tumbuhan perdu yang dapat digunakan dalam vegetasi permukiman berdasarkan kelebihan ekologisnya dan tingkat preferensi masyarakat. kelebihan ekologis diperoleh dengan mendata karakteristik fisik tumbuhan perdu,kandungan karbon tersimpan, kemampuan merubah iklim mikro, dan kemudahan ditemukan. Preferensi masyarakat diperoleh menggunakan kuisioner dengan kriteria manfaat, estetika, dan jenis yang disukai. Jenis Perdu yang mudah ditemukan adalah jenis Octhocharis, Sauropus, Ficus, melastoma, chombrataceae, dan Cassia. Perdu yang memenuhi kriteria baik secara ekologis maupun preferensi masyarakat adalah Jenis chombrataceae dan Cassia sehingga cocok untuk ruang hijau pribadi dan komunal. Sedangkan yang hanya memenuhi kriteria ekologis adalah Jenis Sauropus dan Ficus, sehingga cocok untuk alternatif ruang hijau komunal.Kata kunci :   ruang hijau komunal, ruang hijau permukiman, ruang hijau pribadi, tumbuhan perdu, vegetasi penyusun ruang hijau. Shrubs as one of the vegetation component are often ignored or even considered as non-essential and disruption plant in both communal and private vegetation component. Meanwhile, ecologically it has a role in the vegetation level that should exist and actually has benefits for urban life. this study was conducted to select shrubs that can be used as one of  vegetation component based on their ecological benefit and the level of sociaty preferences. ecological benefit data obtained by collecting physical characteristics of shrub plants, carbon storage, micro-climate change capability, and ease of discovery. Public preferences were obtained using questionnaires using citeria like benefit, aesthetic, and preferred type of plant. The types of shrubs that easy to find are Octhocharis, Sauropus, Ficus, melastoma, chombrataceae, and Cassia. Shrubs that meet the criteria both ecologically and socially preferable are the Chombrataceae and Cassia that is suitable for both private and communal green spaces. While those that only meet the ecological criteria are Type Sauropus and Ficus, that only suitable for green communal spaces alternative vegetation. Kata kunci :   Communal green space, green space vegetation component, private green space, residential green space, woody shrub plant.
BESARAN LAJU EROSI DAN JUMLAH SIDEMENTASI PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) RIAM KANAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Riza Miftahul Khair; Rd Indah Nirtha NNPS; Nopi Stiyati Prihatini; Chairul Abdi; Mustafa Kamal
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 5, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.771 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v5i2.7317

Abstract

DAS Riam Kanan merupakan kawasan lindung yang memiliki nilai strategis karena terdapat waduk Riam Kanan yang berfungsi sebagai sarana pengendali banjir dan kekeringan, pemasok kebutuhan air, keperluan domestik dan industri, keperluan irigasi dan pengembangan perikanan serta pembangkit listrik. Dengan adanya hal tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana laju erosi untuk selanjutnya diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai laju erosi lahan di DAS Riam Kanan dengan metode MUSLE, RUSLE, USLE. Analisis perhitungan laju erosi dengan metode USLE sebesar 35,83 ton/ha/th dengan besar kehilangan tanah 5.905.845,198 ton/th, metode MUSLE sebesar 76,61 ton/ha/th dengan besar kehilangan tanah 12.622.104,992 ton/th dan metode RUSLE sebesar 92,41 ton/ha/th dengan besar kehilangan tanah 15.225.669,372 ton/th. Laju erosi ketiga metode dapat dirasiokan sebesar 1 : 2,14 : 2,58 Kata Kunci :  DAS, Erosi, Sedimentasi Watershed of Riam Kanan protected areas that have strategic value because there is serves as a means of controlling floods and droughts, water suppliers, domestic and industrial purposes, irrigation and development purposes fisheries as well as power plants. Related to this research needs to be done in order to obtain the information the extent to which the rate of erosion that occurs and then is expected to be used as the basis for sustainable land management. This research aims to get the value of the rate of soil erosion land in Riam Kanan watershed using USLE, MUSLE, RUSLE. The results of the analysis of the rate of erosion of USLE 35.83 method using tons/ha/yr with huge loss of land of 5,905,845.198 tons/yr, MUSLE method of 76.61 tonnes/ha/yr with huge loss of land of 12,622,104.992 tons/yr and the RUSLE method of 92.41 tonnes/ha/yr with the huge loss of land 15,225,669.372 tons/yr. Ratio a comparison of the rate of erosion the third method of 1:2.14:2.58  Keywords :  erosion, sedimentation, Watershed
VARIASI KANOPI DAN POROSITAS POHON DI RUANG HIJAU PRIBADI PERMUKIMAN BARU KELURAHAN LOKTABAT UTARA KOTA BANJARBARU CANOPY AND POROSITY VARIATION ON THE TREES IN THE PRIVATE GREEN SPACE IN LOKTABAT UTARA BANJARBARU Wahyunah Wahyunah; Krisdianto Krisdianto; Anang Kadarsah; Dienny R. Rahmani
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.994 KB) | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2312

Abstract

Alih fungsi lahan secara besar-besaran berdampak negatif pada kualitas ekologis area perkotaan yang mengakibatkan perubahan habitat hijau menjadi berbagai fungsi yang salah satunya menjadi daerah pemukiman mengakibatkan penurunan tutupan hutan. Loktabat Utara adalah salah satu area yang memiliki permukiman baru dalam jumlah besar. Sehingga, perlu dilakukan studi terhadap lebar tajuk dan porositas tajuk pada pohon yang ditaman oleh masyarakat di ruang hijau pribadi untuk melihat seberapa besar kualitas revegetasi setelah alih fungsi lahan yang terjadi. Lebar tajuk diukur dari ujung terluar hingga ujung terluar berikutnya yang dapat dibentuk oleh tajuk pohon. Porositas dikurung dengan menggunakan software ENVY yang kemudian dibandingkan dengan tabel konversi porositas. Hasil studi menunjukan bahwa lebar tajuk terbesar terbentuk pada pohon mentega dan porositas terendah terbentuk pada pohon jambu air. Sedangkan pohon yang paling digemari oleh adalah pohon rambutan yang ditaman oleh 26,7% masyarakatpermukiman baru karena dapat memberi manfaat langsung dan memiliki pertumbuhan yang cepat. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa lebar kanopi dan porositas pohon di daerah permukiman baru dapat dikatakan baik dan memberi mamfaat langsung terhadap pemiliki ruang hijau pribadi. Kata kunci:      Kanopi, lebar tajuk, permukiman baru, porositas, ruang hijau pribadi. Land use give a massive negative impact on the ecological quality of the urban area resulted in changes of green habitat into various functions, one of which became a residential area resulted in a decrease of forest cover. North Loktabat is one area which has a large number of new residential area. Thus, necessary to study the canopy width and porosity on the trees in the garden by the people private green space to see how much the quality of regrowth after land conversion happens. Canopy width is measured from the outer edge the the opposite side formed by the tree canopy. Porosity measured using ENVY software then compared with a conversion table of porosity. The study results showed that the largest canopy width formed on butter tree and low porosity formed in water guava tree. While most favored tree is rambutan by 26.7% of new residential communities because it can provide direct benefits and have rapid growth. Thus, can be concluded that the canopy width and porosity of trees in new residential areas can be said to be good and give direct benefitto the owner of a private green space. Keywords : canopy, canopy width, new residential area, private green space, porosity.

Page 8 of 20 | Total Record : 200