cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
qolamuna : Jurnal studi islam
ISSN : 25024299     EISSN : 24606049     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 194 Documents
Keunggulan Bersaing; Kajian Tematis Tafsir Al-Qur’an Sarkowi Sarkowi
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2017): Juli 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.6 KB)

Abstract

Artikel ini akan membahas Tafsir Al-Qur’an tentang keunggulan bersaing organisasi. Kajian tematik strategi keunggulan bersaing ini pada tataran praktisnya akan membantu orang-orang Islam untuk melihat dari segi moralitas mengenai strategi keunggulan bersaing, yaitu pedoman yang harus dipegang dan dipahami dalam strategi keunggulan bersaing yang belandaskan al-Qur’an dan al-Hadits, yaitu mengenai apa ‘yang baik, dan seperti apa ‘yang tidak baik’, dalam strategi keunggulan bersaing, yaitu antara lain: Untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam lembaga pendidikan, strategi keunggulan bersaing penting untuk dilaksanakan. Strategi tersebut harus dilaksanakan guna menghadapi persaingan antar lembaga pendidikan yang semakin maju dalam menarik konsumen. Strategi harus disertai dengan sifat kebijaksanaan dan adil dari para penyelenggara lembaga pendidikan. Kata kunci : Keunggulan bersaing, Tafsir Tematik
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Perlindungan Hukum Bagi Para Pihak Dalam Perjanjian Perkawinan Shohib Muslim; Khrisna Hadiwinata
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2017): Juli 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.516 KB)

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui, memahami dan menganalisis perlindungan hukum dari perjanjian perkawinan terhadap para pihak dalam perkawinan, terkait dengan kekaburan peraturan mengenai keabsahan perkawinan. Perjanjian perkawinan secara objektif memberikan perlindungan bagi pihak yang memiliki harta kekayaan lebih banyak. Bagi pihak yang lemah secara ekonomi, perjanjian perkawinan dapat dijadikan sarana perlindungan hukum dengan cara melakukan perluasan isi perjanjian perkawinan dengan mencantumkan hal-hal yang dimungkinkan terjadi dalam perkawinan. Perkawinan merupakan perbuatan hukum mempunyai akibat hukum yaitu persatuan harta yang didapat dalam perkawinan. Ketentuan persatuan harta dapat disimpangi dengan membuat perjanjian perkawinan, seperti dalam pasal 29 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974. Kata kunci: Perjanjian perkawinan, perlindungan hukum, perkawinan
Pemahaman Kitab Fatkhul Mu’in, Pengamalan Thaharah Dan Shalat Fardlu: (Sebuah Penelitian Korelasi Dalam Pendidikan Agama Islam) Khoirus Sobirin
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2016): Februari 2016
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.389 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Apakah ada hubunganantara pemahaman kitab Fatkhul Mu’in dengan pengamalanthaharah santri Madin ulya di pondok pesantren Mamba’ul UlumAwang-awang Mojosari Mojokerto, Apakah ada hubungan antarapemahaman kitab Fatkhul Mu’in dengan pengamalan shalatfardlu santri Madin ulya di pondok pesantren Mamba’ul UlumMojosari Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah kuantitatifkorelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tulisdan peraktek, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datamenggunakan program SPSS 16.0 for window. Berdasarkananalisis tersebut disimpulkan: Ada hubungan antara pemahamankitab Fatkhul Mu’in dengan pengamalan thaharah santri Madin Ulya Mamba’ul Ulum Mojosari Mojokerto. Hal ini ditunjukkan olehnilai r hitung = 0,456, r tabel = 0,266 jadi, r hitung > r tabel (0,456> 0,266). Ada hubungan antara pemahaman kitab Fatkhul Mu’indengan pengamalan sahalat fardlu santri Madin Ulya Mamba’ulUlum Mojosari Mojokerto. Hal ini ditunjukkan oleh nilai r hitung =0,516, r tabel = 0,266. Jadi, rhitung > rtabel (0,516 > 0,266).Kata Kunci: Pemahaman Kitab Fatkhul Mu’in, Thaharah Shalat Fardlu
Integrasi Peran IQ, EQ dan SQ dalam Regulasi Hukum Islam Ahmad Zarkasyi
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 2 (2016): Februari 2016
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.857 KB)

Abstract

Basis teori hukum Islam sebagaimana dibahas oleh para ahli teori hukum Islam terdahulu, salah satu persyaratan penting mujtahid dalam memahami sumber hukum Islam adalah keharusan mengetahui tujuan (maqasid al-syari’ah) ditetapkannya hukum dalam Islam, yakni kemaslahatan umat manusia baik di dunia maupun di akhirat. Oleh sebab itu, manusia harus memiliki konsep dunia atau kepekaan emosi dan Intellegence yang baik (EQ dan IQ) dan penting pula penguasaan ruhiyah vertikal atau SQ (Spiritual Quotient). Kecerdasan intelektual (IQ) berperan dalam memahami nash al-Qur’an maupun As-Sunnah untuk mengatur kehidupan manusia agar dalam meregulasi hukum tetap relevan-universal pada setiap zaman (waktu) dan Makan (ruang). kecerdasan emosional merujuk kepada kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain, sehingga produk hukum yang dihasilkan tidak hanya menyentuh ranah kognitif dari nash-nash Al-quran maupun hadits, tapi sekaligus membantu memahami kebutuhan psikis-psikologis manusia sebagai individu dan kelompok masyarakat. SQ merupakan kecerdasan tertinggi manusia yang memberikan makna spiritual terhadap pemikiran, perilaku, yang menekankan pada keimanan, sehingga menghasilkan kearifan hukum yang bertujuan untuk memperoleh ridho Allah SWT.Kata Kunci : IQ, EQ, SQ  dan Hukum Islam.
Tinjauan Hukum Terhadap Kedudukan Fatwa Dewan Syariah MUI dalam Usaha Asuransi di Indonesia Muslim, Shohib; Hadiwinata, Khrisna
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.603 KB)

Abstract

The purpose of this study to analyze the regulation that regulates the strength of the law of the national sharia board fatwa MUI Number 21/DSN-MUI/X/2001 on the implementation of sharia insurance business in Indonesia and to analyze how protection of the law against the insured in case of insolvency of sharia insurance company. The results of the research indicate that the legal force of the fatwa of the MUI Sharia Council is still very weak, so there is a need for a law-level regulation to accommodate the implementation of sharia insurance in Indonesia. Based on TAP MPR Number III/2000 regarding the source of National Law and Order of Regulation of the Unitary State of the Republic of Indonesia and the Law of the Republic of Indonesia Number 12 of 2012 on the Establishment of Laws and Regulations, the fatwa does not also include the type of state legislation Unity of the Republic of Indonesia. Keywords: Sharia Insurance, The Board’s fatwa MUI, Legal Protection.
Kajian Hadist dalam Pandangan Sunni dan Syiah Zainuddin, Zainuddin
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.751 KB)

Abstract

Artikel ini akan membahas kajian hadist dalam pandangan sunni dan syiah. Hasil analisis menyimpulkan bagi kelompok Syi'ah hadis bukan yang bersumber dari Nabi SAW, akan tetapi juga meliputi segala sesuatu yang bersumber dari Imam dua belas. Hal ini berarti ketersambungan sanad dalam Syi'ah tidak disyaratkan harus selalu sampai kepada Nabi SAW, tetapi bisa juga kepada imam yang ma'sum. Sementara Sunni hanya membatasi pada segala sesuatu yang bersumber dari Nabi SAW sebagai hadis dan sumber kehujjahan agama. Karenanya, Sunni sama sekali tidak mengakomodasi hadis-hadis yang ketersambungan sanadnya tidak sampai kepada Nabi SAW. Adapun riwayat-riwayat yang berasal sahabat disebut hadis mauquf dan riwayat-riwayat dari tabi'in disebut hadis maqtu’, keduanya tidak dapat dijadikan hujjah. Perbedaan ini berimplikasi kepada banyaknya materi hadis yang bisa dijadikan hujjah. Kata Kunci: Hadist, Sunni, Syiah
Hikmah Dilarangnya Poliandri (Kajian Normatif Yuridis, Psikologis dan Sosiologis) Hayati, Irma Nur
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.707 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang perspektif filosofis, normatif yuridisi, psikologis tentang hikmah dilarangnya praktek poliandri. Dalam perspektif normatif bahwa poliandri hukumnya haram, hal ini berdasarkan dalil Al-Quran surat al-Nisa [4]: 24, dan al-Sunnah hadis riwayat Ahmad. Dalam perspektif yuridis, bahwa poliandri bertentangan dengan pasal 3 ayat 1, yakni bahwa seorang istri hanya boleh menikah dengan seorang suami (asas monogami). Sementara dalam perspektif psikologis bahwa poliandri sangat bertentangan dengan fitrah manusia, bahkan dapat menganggu ketenangan hati atau jiwa. Terakhir, dalam perspektif sosiologis bahwa poliandri dapat mendatangkan masalah, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat, bahkan bertentangan dengan nilai-nilai sosial budaya. Kata kunci: Poliandri, Normatif Yuridis, Psikologis, Sosiologis.
Prinsip Implementasi Manajemen Strategik dalam Perspektif Islam Rahmatullah, Rahmatullah
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.474 KB)

Abstract

The focus of this research is to describe the principles of strategic planning and implementation of an Islamic perspective. The research method used was literature review, where researchers reviewed and studied the literature related to the theme of this research. The result of this study showed that there were several principles of strategic planning and implementation of Islamic perspectives, including the importance of the strategy and the goals of the future (vision, mission, goals, and objectives), the organization had to be solid and orderly, the organization was not fragmented, the importance of deliberation in the organization, the importance of internal and external environmental analysis (SWOT) and the importance of making good policy. Keywords : Strategic Management, Islamic perspective.
Prinsip Pernikahan dalam Cedaw Perspektif Hukum Islam Ainiyah, Qurrotul
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 4 No. 1 (2018): Juli 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.085 KB)

Abstract

In this study, we reviewed the law contents of article 16 in CEDAW (The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women) which regulates the same rights and obligations between men and women in marriage based on the principles of equality and equity. The article 16 contents then analyzed with Islamic marriage principles. This study concluded that Islam placed every human as servant of God. Both men (husbands) and women (wives) have proportional rights and obligations, not necessarily the same, because both have rights and obligations that are different from the kind but will have the same value in servitude to God as a logical consequence of "strong agreement" with God. Keywords: Principles of Marriage, Cedaw, Islamic Law
Telaah Kualitas Hadist tentang Tawassul Zarkasyi, Ahmad; Halim, Abdul
Qolamuna : Jurnal Studi Islam Vol. 4 No. 1 (2018): Juli 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.874 KB)

Abstract

Artikel ini membahas derajat Hadis tentang orang buta yang bertawassul dengan Nabi. Uji otentisitas Hadis tentang orang buta yang bertawassul dengan Nabi ini dilakukan dengan menggunakan metode content analysis. Dilihat dari segi sanadnya, seluruh periwayat Hadis ini adalah berkualitas tsiqah. Seluruh sanadnya berstatus ittishal al-sanad. Dilihat dari segi matannya, walaupun matan Hadis riwayat Ahmad ini dianggap bertentangan dengan beberapa ayat Al-Quran, tetapi pada hakikatnya tidak ada satu ayatpun yang melarang tawassul, maka matan Hadis ini dinyatakan bebas syudzudz. Matan Hadis tentang orang buta yang bertawassul dengan Nabi ini juga tidak mengandung unsur illat yang mencederainya. Penelitian ini menemukan bahwa Hadis tentang orang buta yang bertawassul dengan Nabi ini mempunyai 5 (lima) jalur periwayatan yang berujung pada 1 (satu) periwayat tingkat sahabat. Kata Kunci: Hadist, Kualitas Tawassul.

Page 5 of 20 | Total Record : 194