cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia
ISSN : 14128152     EISSN : 25801007     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) published on 2003 with the ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007 and issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. JAP is a journal that focuses on publishing qualitative and quantitative research articles in the scope of Educational Administration including Leadership, Planning, Human Resources, Finance, Curriculum, Facilities and Infrastructure, Public Relations, Student Affairs, Learning and Management Education, and Organization.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
MUTU KINERJA PENGAWAS SEKOLAH MENENGAH Yohamir Syamsu
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.449 KB) | DOI: 10.17509/jap.v25i1.11569

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan rekrutmen, kompetensi, motivasi, dan kepuasan kerja pengawas serta pengaruhnya terhadap kinerja pegawas sekolah baik secara persial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metoda survei dengan pendekatan kuantitatif. Pada sekolah menengah Priangan Timur adapaun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah pengawas sekolah menengah di Priangan Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekrutmen pengawas sekolah tinggi, kompetensi pengawas sekolah pada kategori sedang, motivasi dipersepsikan tinggi, dan kepuasan kerja pengawas sekolah menengah dipersepsikan tinggi. Sedangkan gambaran kinerja pengawas dipersepsikan tinggi. Secara parsial, proses rekrutmen pengawas memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pengawas. demikian juga variable kompetensi, motivasi, dan kepuasan kerja memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pengawas. Hasil penelitian menunjukkan pula bahwa secara simultan rekrutmen, kompetensi, motivasi, dan kepuasan kerja memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pengawas. Rekomendasi dalam penelitian ini agar keberadaan pengawas tidak hanya dijadikan sebagai pelengkap dalam sebuah sistem pengelolaan pendidikan bagi pemerintah daerah. Hasil kerja pengawas dalam bentuk rekomendasi, hendaknya dijadikan sebagai salah satu landasan pengelolaan lembaga dalam melakukan perbaikan atau peningkatan mutu pendidikan.
PENGARUH EFEKTIVITAS KINERJA MENGAJAR DOSEN DAN KUALITAS LAYANAN ADMINISTRASI AKADEMIK TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Liris Raspatiningrum
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.285 KB) | DOI: 10.17509/jap.v13i1.6391

Abstract

UPi isian memberikan layanan berbentuk fisik bangunan, hingga layanan berbagai fasilitas, administrasi dan dosen yang bennutu kepada mahasiswanya. Namun data hasil kuesioner ‘Evaluasi Perkuliahan' online dan ‘Pendapat Alumni' menunjukkan layanan tersebut masih dikeluhkan mahasiswa/alumni. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauhmana efektivitas kinerja mengajar dosen dan kualitas layanan administrasi akademik berpengawh terhadap kepuasan mahasiswa. Populasi sebanyak 4.765 orang. Penentuan sampel menggunakan metode simple random sampling. Data penelitian digali, dengan menggunakan angket. Hasil analisa data, baik variabel efektivitas kinerja mengajar dosen (Xi) maupun variabel kualitas layanan administrasi (X?J berpengaruh terhadap kepuasan maiiasiswa (Y) pada tingkat signifikansi 5%. Hasil uji regresi linier, 8,4% variabel Y dipengaruhi secara bersama-sama oleh variabel Xi dan Xi, sisanya 91,6% dipengaruhi oleh variabel lain. Nilai Fmmg = 16,90 dengan signifikansi 0,00a=0,05. Artinya, kinerja mengajar dosen dan kualitas layanan administrasi akademik secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa. Tingkat korelasi antara variabei Xi dengan X? cukup kuat sebesar 0,50.
KONTRIBUSI KINERJA MANAJERIAL KEPALA DAN KINERJA KOMITE TERHADAP MUTU SD NEGERI DI KECAMATAN JATIWANGI Asep Wildan Solihin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.137 KB) | DOI: 10.17509/jap.v21i1.6659

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kinerja manajerial kepala dan kinerja komite terhadap mutu SD Negeri di Kecamatan Jatiwangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Populasinya sejumlah 41 sekolah yang terdiri dari 41 kepala sekolah dan 471 guru. Sampel diambil dengan Probability Samples teknik Proportionate Random Sampling dan diperoleh 41 kepala sekolah dan 161 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara, data yang terkumpul selanjutnya diolah dengan teknik korelasi dan regresi linier juga berganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel kinerja manajerial kepala (X1), kinerja komite (X2) dan mutu (Y) SD Negeri di Kecamatan Jatiwangi dalam kategori baik. Variabel X1 berkontribusi terhadap Y, variabel X2 berkontribusi terhadap Y, dan secara simultan X1 dan X2 berkontribusi terhadap variabel Y. Adapun rekomendasi dari penelitian ini: 1) Kepala Sekolah harus lebih memahami dan melaksanakan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran dan manajemen sekolah. 2) Komite sekolah hendaknya meningkatkan perannya dalam menyerap aspirasi, ide, gagasan dari masyarakat untuk kemajuan sekolah.The purpose of this study is to determine how much contribution of the principals managerial performance and school committee's performance towards the Public Primary School Quality at Kecamatan Jatiwangi. This research uses descriptive method and quantitative approach. The population in this study are 41 schools, consisting of 41 principals and 471 teachers. Samples were taken with Probability Samples with Proportionate Random Sampling technique and obtained 41 principals and 161 teachers. Questionnaires technique and interview was used to collecting data, and processed by correlation and linear regression techniques. The results showed that general depiction of the performance of managerial principals, school committee performance and quality of public primary schools at kecamatan Jatiwangi are at good category. X1 variables contribute to the Y, X2 contribute to Y, and simultaneously X1 and X2 contribute to variable Y. The recommendation from this study are: 1) The Principal must better understand and implement the use of information technology in teaching and school management. 2) The school committee should play an increasing role in absorbing aspirations, ideas from the community for the better school.
PENGARUH KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGGALIAN DANA DAN AKUNTABILITAS SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN KINERJA SEKOLAH Abubakar Abubakar
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.234 KB) | DOI: 10.17509/jap.v7i1.6264

Abstract

Kepala sekolah adalah key person yang menentukan keberhasilan pencapaian program di sekolah. Dalam konteks, otonomi pendidikan ya n g menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), sekolah dituntut untuk dapat menggali sumber dana dari berbagai sumber yang dapat diakses sekolah dan selanjutnya digunakan untuk pembiayaan program di sekolah Kenyataan sekolah masih mengandalkan dana yang bersumber dari pemerintah Meski kalau di telisik lebih lanjut selama itu sumber dana sebagian besar berasal dari masyarakat atau orang tua murid. Berapa pun dana publik yang diterima sekolah, maka sekolah harus akuntabel dan dana yang diserap pada akhirnya mendukung peningkatkan kinerja sekolah.
KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU Ly Rathana; Cicih Sutarsih
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.939 KB) | DOI: 10.17509/jap.v22i2.5391

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengaruh kepemimpinan instruksional kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap kinerja mengajar guru pada SMP Se-Bandung Utara. Metode yang digunakan adalah analisis deskripsi analitik dengan pendekatan kuantitatif, melalui teknik analisis data korelasi. Data diambil dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner yang digunakan adalah The Principal Instructional Management Rating Scale (PIMRS) (Hillinger Murphy, 1985) untuk variabel Kepemimpinan Instruksional kepala sekolah, Organizational Climate Index (OCI) (Hoy, 2003), sedangkan untuk variabel iklim sekolah dan the Teacher Performance Criteria Questionnaires (TPCQ) (Cheffers Sullivan, 2010; Cheffers Keilty, 1981, Cheffers, 1972) untuk kinerja mengajar guru. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 sekolah dan 85 guru sebagai responden. Berdarsakan analisis data, hasil penelitian ini ditemukan bahwa kepemimpinan instruksional kepala sekolah, sekolah memberikan memberikan pengaruh yang pisitif dan signifikan terhadap kinerja mengaja guru. Maka terdapat pengaruh kepemimpinan instruksional kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap kinerja mengajar guru yang baik.  Saran dan rekomendasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja mengajar guru, agar memperhatikan kepemimpinan instuksional dan iklim sekolah para guru sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan. Kinerja guru yang perlu diperbaiki adalah menggunakan kritik yang tepatnya digunakan untuk pengendalian, guru menghindari penggunaan kritik yang kasar. Kata kunci: kepemimpinan instruksional, iklim sekolah, kinerja mengajar guru.                                                                                                    AbstractThis research is to describe the influence of principals’ instructional leadership and school climate on teacher performance of secondary schools in the north of Bandung. The study used correlation statistical analysis based on the interpretation of the Pearson Correlation which provides the direction and significance. The Principal Instructional Management Rating Scale (PIMRS) by Hillinger Murphy, 1985), Organizational Climate Index (OCI) by Hoy, (2003), dan Teacher Performance Criteria Questionnaires (TPCQ) modified by Cheffers Sullivan (2010); Cheffers Keilty (1981), Cheffers (1972) are used as the data collection instrument through survey questionnaires. This study with population of  30 schools and 85 teachers as respondents found that the instructional leadership of school principals and school climate significantly and positively influence on teacher performance, yet as the commendation; in order to improve the quality of education, Teacher performance needs to be improved is to use constructively and critically criticism and avoid using harsh criticism.  Keywords: Instructional Leadership, School Climate, Teacher Performance.
PEMBUATAN KEPUTUSAN, PARTISIPASI GURU DAN IMPLEMENTASI RKM MADRASAH ALIYAH SWASTA Enjang Aris Somantri
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.838 KB) | DOI: 10.17509/jap.v24i1.6499

Abstract

Madrasah aliyah sudah tentu memiliki rencana kegiatan pengembangan madrasah. Rencana kegiatan tersebut dapat berjalan efektif apabila faktor-faktor yang mempengaruhinya dapat dikelola dengan baik yaitu diantaranya pembuatan keputusan kepala madrasah dan partisipasi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa pengaruh Pembuatan Keputusan Kepala Madrasah dan Partisipasi Guru terhadap Implementasi Rencana Kegiatan Madrasah (RKM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan instrumen angket. Sampel penelitian ini berjumlah 30 MAS di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan keputusan kepala madrasah dan paritipasi guru baik secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh terhadap implementasi RKM.Madrasa Aliyah has a strategic plan for development of madrasa. The action plan can be effective if the factors that influence it can be managed properly such decision-making head of madrasa and teacher participations. The purpose of this study is to describe and analyze the influence wheter decision making head of madrasa and participations of teacher influence on implementation activity plan in madrasa (RKM). This study uses a quantitative approach using questionnaires. Population is the subject of this study amounted to 30 private madrasa aliyah scattered in the district of Bandung Barat. The results showed that decision-making head of madrasa and participation of teacher partially and simultaneously has an influence on the implementation of RKM.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, SISTEM INFORMASI MANAJEMEN, DAN FORMULASI RENCANA STRATEGIS Wiyardi Wiyardi
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.795 KB) | DOI: 10.17509/jap.v23i2.5630

Abstract

AbstrakRencana stratejik merupakan suatu hasil formulasi langkah-langkah strategi yang telah mempertimbangkan berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan sistem informasi manajemen terhadap formulasi rencana stratejik SMP Swasta se-kota Bandung. Penelitian ini penting dilakukan karena formulasi rencana stratejik yang akurat dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekolah. Populasi penelitian ini adalah seluruh SMP Swasta di kota Bandung sebanyak 173 sekolah, sedangkan sampel penelitian sebanyak 67 sekolah. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui penyebaran angket sebagai alat pengumpul data. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika yang meliputi korelasi, dan path analisis. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa peran kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap formulasi rencana stratejik SMP Swasta di kota Bandung dengan kategori rendah sebesar 27,2%. Selain itu, sistem informasi manajemen memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap formulasi rencana stratejik SMP Swasta di kota Bandung dengan kategori sedang sebesar 58,2%. Secara simultan, kepemimpinan kepala sekolah dan sistem informasi manajemen memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap formulasi rencana stratejik SMP Swasta se-kota Bandung dengan kategori tinggi sebesar 65,3%. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam formulasi rencana stratejik SMP Swasta se-kota Bandung di masa yang akan datang yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan.Kata Kunci : Formulasi rencana strategis, kepemimpinan kepala sekolah, sistem informasi manajemen, rencana strategis, kepemimpinan.  AbstractThe strategic plan is the result of the strategy formulation steps which has been considering various aspects. This study aimed to analyze both the influence of the principal leadership and the use of management information system in/ implemented in private junior high schools in Bandung. This study is considered important/ significant/ essential/ vital due to the fact that an accurate formulation of strategic plans are believed to be able to improve the quality of education in the school.  Among 137 private junior high schools in Bandung which are taken as the study population, 67 schools become the sample study. The approach of this study is quantitative approach. In addition, this study also employs a descriptive method making use of questionnaire as the data collection tool. All the data obtained were analyzed statistically covering the correlation and path analysis. Based on data analysis, it was found that the role of the principal leadership gives a positive and significant influence towards the formulation of strategic plans in private secondary schools in Bandung with low category of 27.2%. Besides, the use of management information system gives a positive and significant influence on the formulation of strategic plans in private secondary schools in Bandung with a medium category by 58.2%. Simultaneously, the role of the leadership of the principal and the use of management information system gives a positive and significant influence on the formulation of strategic plans in private secondary schools in Bandung with a high category of 65.3%.  The results of this study are expected to contribute in the future  formulation of strategic plans in private secondary schools in Bandung so that the quality of education can be improved.  Keywords : Formulation of strategic plan, Principal leadership, manajemen information system, strategic planning, leadership.
EFEKTIVITAS SEKOLAH DI KABUPATEN ACEH TENGAH ANTARA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL DAN BUDAYA SEKOLAH Mawardi Mawardi
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.211 KB) | DOI: 10.17509/jap.v24i2.8298

Abstract

Penelitian ini didasari oleh kondisi efektivitas sekolah dasar (SD) di Kabupaten Aceh Tengah yang  masih jauh dari harapan.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kepemimpinan situasional, budaya sekolah dan efektivitas sekolah dasar negeri di Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam peneitian aini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 40 sekolah dengan 124 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan situasional sebagai variabel independen mempunyai pangaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas sekolah. Budaya sekolah sebagai variabel independen mempunyai pangaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas sekolah sebagai variabel dependen. Hal ini berarti bahwa kepemimpinan situasional dan budaya sekolah mempunyai pangaruh yang positif dan signifikan terhadap efektivitas sekolah. Rekomendasi yang disarnkan adalah Kepala sekolah selaku pemimpin sekolah hendaknya dapat memimpin semua personil sekolah, sehingga mereka dapat menjalankan semua tugas dengan baik.Guru hendaknya dapat menjadi pendidik dan pengajar yang komunikatif bagi siswanya.
KUALITAS MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM RANGKA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MANAJEMEN BERBASIS LUAS Sururi, Sururi; Suryadi, Suryadi
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.I No.1 April 2003
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.688 KB) | DOI: 10.17509/jap.v1i1.6061

Abstract

Penelitian ini didorong oleh adanya kebijakan tentang Regrouping SD, walaupun di Indonesia telah dilaksanakan sejak Tahun 1997/1998, namun di Kabupaten Bandung, dari 122 SD Negeri baru dapat digabung menjadi 61 SD, dan memunculkan permasalahan yang saslah satunya berkaitan dengan profesionalisasi jabatan kepala sekolah bagi sekolah-sekolah yang digabungkan.Empat problematik yang diajukan dalam penelitian ini ialah:(1)     Kemampuan-kemampuan manajerial apa yang dilakukan Kepala SD dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai pimpinan sekolah dasar? (2) Bagaimana intensitas kemampuan manajerial yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari? (3) Kendala apa yang dihadapi Kepala SD dalam melaksanakan tugas-tugas manajerial di sekolah-sekolah? (4) Bagaimana profil kemampuan Kepala SD yang dapat mengelola sekolah hasil penggabungan?Dari hasil penelitian ditemukan kepala SD di Kabupaten Bandung menganggap bahwa kemampuan manajerial yang di­butuhkan para Kepala SD dalam pelaksanaan manajemen sekolah dasar hasil penggabungan ialah: (1) pengembangan akademik/pengajaran; (2) pengembangan administrasi sekolah; (3) pengembangan kepemimpinan; (4) pengembangan supervisi pe­ngajaran; dan (5) pengembangan inovasi pendidikan. Sedangkan profil kemampuan manajerial Kepala SD yang efektif bagi manajemen SD hasil penggabungan di Kabupaten Bandung, mencakup lima bidang kemampuan, yaitu:  (I) Bidang kemampuan akademik/pengajaran; (2) Bidang administrasi dan ketatalaksanaan sekolah; (3) Bidang kepemimpinan pendidikan; (4) Bidang supervisi pengajaran; dan (5) Bidang pelaksanaan inovasi pendidikan di sekolah.
MANAJEMEN PENINGKATAN KOMPETENSI APARATUR (Studi tentang Implementasi Kebijakan Reformasi Sumber Daya Kediklatan pada Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri RI) Megalia, Ratu; Makmun, Abin Syamsuddin
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 April 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.433 KB) | DOI: 10.17509/jap.v17i1.6439

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kompetensi dan produktivitas PNS sehingga sulit untuk mencapai efesiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.Pendidikan dan pelatihan atau Diklat merupakan bagian integral dari pengembangan sumberdaya manusia.  Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri  (Badiklat Kemendagri) memiliki posisi yang sangat strategis dalam usaha mengembangkan kompetensi sumber daya manusia aparatur. Dengan posisinya yang strategis ini, Badiklat Kemendagri dituntut melakukan reformasi penyelenggaraan diklat yang berbasis kompetensi. Secara umum penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, memahami, dan memaknai tentang implementasi kebijakan reformasi sumber daya kediklatan di Badiklat Kemendagri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, bersifat interpretatif dan naturalistik.  Pengumpulan data melalui wawancara mendalam yang didukung dengan studi observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.Temuan hasil penelitian ini menunjukkan implementasi reformasi dalam aspek sumber daya kediklatan masih belum optimal. Hal ini antara lain diindikasikan dengan: (1) belum optimalnya pelaksanaan analisis kebutuhan diklat (AKD) yang merupakan langkah pertama dalam proses penyelenggaraan diklat; (2) kondisi kurikulum pada sebagian diklat masih mengacu pada kurikulum lama sehingga terdapat materi ajar yang kurang relevan; (3) reformasi persyaratan peserta terus diupayakan karena sampai saat ini masih cukup banyak peserta pada penyelenggaraan diklat tidak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan baik dari segi jumlah maupun kualifikasi; (4) jumlah widyaiswara 15 orang dengan usia berkisar 50 sampai 64 tahun menunjukkan adanya ketimpangan rasio antara jumlah dan jenis diklat terhadap ketersediaan widyaiswara. Namun, tahun 2010 telah dilaksanakan kebijakan rekruitmen widyaiswara dari CPNS dan berlatar belakang pendidikan minimal S2; (5) telah dilakukan berbagai upaya perbaikan sarana dan prasarana pembelajaran. Namun, belum semua materi diklat menggunakan fasilitas e-learning, akibat dari terbatasnya SDM yang menguasai IT. Sarana perpustakaan kurang di optimalkan pemanfaatannya, demikian pula koleksi buku maupun relevansinya perlu pengembangan; (6) masalah keterbatasan pembiayaan APBN telah membatasi jumlah target group (peserta) dalam beberapa penyelenggaraan diklat. Namun, dengan diterapkannya PNBP dapat menambah jumlah target group; (7) evaluasi diklat lebih ditekankan  pada evaluasi proses dan output, sedangkan evaluasi outcome [dampak]  belum dilaksanakan secara terencana. Reformasi sumber daya kediklatan terus berjalan seiring dengan target waktu yang telah ditetapkan hingga tahun 2014. Akhirnya, penelitian ini menawarkan sebuah strategi alternatif model manajemen peningkatan kompetensi aparatur yang didasarkan pada pendekatan empat komponen sistem yang saling berkaitan dalam satu siklus kegiatan dan menekankan pada pelaksanaan uji kompetensi serta  sertifikasi sumber daya manusia diklat melalui penetapan standar, sehingga dapat tercipta tata kelola pemerintahan yang baik [good governance] dan  akuntabel. This research is driven by low competence and productivity of civil public servants which makes the efforts to achieve efficiency and effectiveness in governance being very difficult. Training and education is an integral part of human resource development. Education and training bodies’ ministry of home affairs has a very strategic position in the efforts to develop civil public servants human resources competence. They are expected to do reform in education and training establishment which is based on competence. Generally, this research aims to describe, understand, and interpret the implementation of policy reforms at the education and training bodies’ ministry of home affairs. This research used a qualitative approach, interpretative and naturalistic. Data is collected through in-depth interviews supported by observational studies and documentation. The data analysis technique performed inductively through the stages of data reduction, data presentation, and draw conclusions. The findings of this research shows that the implementation of reforms in terms of education and training resources is still not optimal. This is indicated by: (1) training needs analysis as the first step of education and training process which is not yet optimized; (2) the curriculum in most training is still referring to the old curriculum which means there is an insufficient relevant teaching materials; (3) reform of the requirements of the participants was still ongoing because there are still a lot of participants in the education and training who not meet the established criteria in terms of quantity and qualifications; (4) the number of lecturers are 15 people with ages ranging from 50 to 64 years. It means there are inequity ratio between the number and type of education and training on the availability of lecturers. In 2010, the lecturer’s recruitment policy coming from civil public servant candidates with minimal educational background of master degree has begun to be implemented;  (5) various efforts to improve learning infrastructure has started to be done however, not all of the training material have used e-learning facilities, this is because the limitation of available human resources with information technology mastery. The library is not fully used and the book collection and its relevance should be developed further; (6) the limitation of state budget financing abilities have limited the number of target group/participants in the implementation of education and training however, the implementation of non-tax revenues can increase the number of target groups; (7) evaluation of education and training are emphasized on the evaluation process and output, while the evaluation of outcomes has not been implemented in a planned manner. The reform of education and training resources continue to go hand in hand with the target time that has been set up in 2014.Finally, this research offers an alternative model of civil public servant competence improvement management which is based on the approach of four interrelated components of the system in a single cycle of activity and emphasis on the implementation of competency test and the certification of education and training human resources through the establishment of certification standards, in order to create good governance and accountable governance.

Filter by Year

2003 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2024): OCTOBER 2024 Vol 21, No 1 (2024): APRIL 2024 Vol 20, No 2 (2023): OCTOBER 2023 Vol 20, No 1 (2023): APRIL 2023 Vol 19, No 2 (2022): OCTOBER 2022 Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol 18, No 2 (2021): OCTOBER 2021 Vol 18, No 1 (2021): APRIL 2021 Vol 28, No 3 (2021): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN: Volume 28 Special Issue: Forum ASN Internasiona Vol 27, No 2 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.2 OKTOBER 2020 Vol 27, No 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.1 APRIL 2020 Vol 17, No 2 (2020): OCTOBER 2020 Vol 17, No 1 (2020): APRIL 2020 Vol 26, No 2 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.2 OKTOBER 2019 Vol 26, No 1 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.1 APRIL 2019 Vol 16, No 2 (2019): OCTOBER 2019 Vol 16, No 1 (2019): APRIL 2019 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 15, No 2 (2018): OCTOBER 2018 Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018 Vol 24, No 2 (2017): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXIV NO.2 OKTOBER 2017 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.1 April 2010 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017 Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016 Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016 Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 22, No 2 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.2 Oktober 2015 Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015 Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015 Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014 Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014 Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 April 2013 Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013 Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.I April 2012 Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012 Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.2 Oktober 2011 Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIII No.1 April 2011 Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011 Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010 Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.IX No.1 April 2009 Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009 Vol 6, No 1 (2009): APRIL 2009 Vol 8, No 2 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol VIII No 2 Oktober 2008 Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.VII No.1 April 2008 Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008 Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.V No.1 April 2007 Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.III No.1 April 2005 Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005 Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005 Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.I No.1 April 2003 Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003 More Issue