cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia
ISSN : 14128152     EISSN : 25801007     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Pendidikan (JAP) published on 2003 with the ISSN: p.1412-8152 e.2580-1007 and issued by Program Studi Administrasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. JAP is a journal that focuses on publishing qualitative and quantitative research articles in the scope of Educational Administration including Leadership, Planning, Human Resources, Finance, Curriculum, Facilities and Infrastructure, Public Relations, Student Affairs, Learning and Management Education, and Organization.
Arjuna Subject : -
Articles 457 Documents
MANAJEMEN MUTU LAYANAN AKADEMIK BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM Imam Makruf
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.867 KB) | DOI: 10.17509/jap.v25i1.11579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model manajemen kualitas layanan akademik berbasis TIK yang dapat diimplementasikan di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri dengan studi kasus di IAIN Surakarta dan STAIN Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan studi kasus di IAIN Surakarta dan STAIN Salatiga. Subyek penelitian adalah pembuat kebijakan, perencana, penyelenggara, pelaksana, dan pengendali kualitas layanan akademik. Informan penelitian adalah dosen, staf akademik, dan siswa. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Model interaktif digunakan untuk analisis data yang dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan melakukan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu layanan akademik berbasis ICT tidak efektif karena dokumen kebijakan dan instrumentasi pengendalian mutu untuk mengoptimalkan proses layanan tidak lengkap, koordinasi antara banyak lembaga layanan akademik berbasis TIK tidak intensif; database SIAKAD dan PDPT telah terintegrasi dengan jelas, lembaga pengendalian mutu tidak sempurna secara khusus dalam aspek struktur kelembagaan, sumber daya manusia, dan instrumentasi berkualitas; dan ada komitmen kecil dari semua pemilik steak untuk menerapkan budaya berkualitas dalam pekerjaan mereka.
GAYA PENGASUHAN ORANG TUA AUTHORITATIVE DAPAT MENUMBUHKAN MOTIF BERPRESTASI PADA DIRIISELF ANAK DAN REMAJA HM. Engkos Kosasih
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.219 KB) | DOI: 10.17509/jap.v14i2.6416

Abstract

Perolehan tinggi rendah Nilai ujian Nasional (NUN) siswa SMA/remaja, dipengaruhi, diantaranya, oleh faktor internal siswa, dalam hal ini adalah faktor motivasional yaitu faktor motivasi berprestasi. Adanya motivasi berprestasi pada diriIself anak dan remaja, dikarenakan adanya motif berprestasi pada derajat yang tinggi dalam diri/se/f-nya. Motif berprestasi, atau kebutuhan berprestasi (N- Ach), adalah suatu keinginan untuk menjadi unggul dengan derajat tinggi, yang tefdapat pada dmlself anak dan remaja. Bagaimana terbentuk dan meningkatkan motif berprestasi pada diriIself anak dan remaja, artikel ini mencoba memaparkannya.
STUDI PENULUSURAN LULUSAN JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA TAHUN 2001-2003 Suryadi Suryadi; Asep Suryana
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.436 KB) | DOI: 10.17509/jap.v3i2.6117

Abstract

Sejak penutupan lembaga pendidikan guru setingkat SLTA, yakni: SPG dan SGO pada tahun 1989, beberapa jurusan dan program studi yang ada di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Jurusan Ilmu Pendidikan (JIP) sangat merasakan dampaknya, khususnya yang terkait dengan peluang keija bagi para lulusannya. Selama ini beberapa lulusan dapat ditampung dan diterima untuk bekerja, baik di beberapa lembaga pemerintah maupun swasta. Namun demikian kesesuaian antara apa yang mereka peroleh di bangku kuliah dengan apa yang mereka kerjakan di tempat bekerja belum pasti benar berkesesuaian, sehingga dari sisi akuntabilitas, FIP dan JIP sebagai lembaga perlu dikaji ulang. Setidaknya ada tiga kepentingan mengapa studi penulusuran ini perlu dilakukan, yaitu: (1) untuk memperoleh informasi yang terkait dengan profil/ pemetaan lulusan dan bidang pekeijaannnya, (2) untuk melihat akuntabilitas lembaga terhadap pemerintah dan pengguna, dan (3) untuk kepentingan pengembangan lembaga, terutama yang terkait dengan pengembangan mutu dan relevansi pendidikan. Dari hasil studi penelusu ini ditemukan hal-hal sebagai berikut: Jenis pekerjaan yang digeluti lulusan Adpend berpariasi seperti berikut : 29,7% sebagai guru, 8,1% sebagai dosen, 21,6% sebagai pengembang kurikulum, 13,5% sebagai tata usaha, 2,7% sebagai peneliti, dan 21,6% dalam pekerjaan lainnya. Adapun tempat bekerja dapat diidentifikasi sebagai berikut :23,1% berada di sekolah, 7,7% di PTN, 5,1% di PTS, 5,1% di kantor dinas, 2,6% kantor departemen lain, 28,2% di Bimbingan Belajar, 5,1% di pesantren, 2,6 di pabrik, dan 20,5% di tempat pekerjaan lainnya. Melihat dari statusnya dalam kepegawaian adalah sebagai berikut : 11,1% Pegawai negeri Sipil, 15 JURNAL Administrasi Pendidikan Vol. III, Nomor 2 Oktober 2005:15-2748,9% Pegawai Swasta, 2,2% Wiraswasta, 6,7% Pegawai kontrak, 2,2% Guru Bantu, 11,1% : Gum . Sukwan, dan 17,8% . Guru Yayasan.Informasi tentang pekerjaan yang diperoleh memperlihatkan kecenderungan sebagai berikut: 2,2% diperoleh dari lembaga tertentu, 42,2 diperoleh dari Media Massa, 6,7% diperoleh dari UPI dan 48,9% secara perorangan. Adapun bila dilihat dari bagaimana cara memperoleh pekerjaan dapat diidentifikasi sebagai berikut : 46,7% melamar langsung dan 53,5% rekomendasi secara perorangan. Untuk masa tunggu memperoleh pekeijaan untuk Jurusan Administrasi Pendidikan diperoleh data sebagai berikut : 62,2% kurang dari 1 tahun, 17,8% 1 - 2 tahun, 20% lebih dari 3 tahun. Kesesuain pekerjaan yang diktekuni dengan keahlian yang dipelajari di kampus sebagai berikut : 40,9% dirasakan sudah sesuai antara pekeijaan dengan ilmu yang didapatkan, 36,4% kurang sesuai dan 22,7 tidak sesuai.
PERENCANAAN, PELAKSANAAN, EVALUASI, DAN PENERAPAN YANG EFEKTIF PADA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR Api Achmad Rochjadi
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.382 KB) | DOI: 10.17509/jap.v21i1.6668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, menganalisis, memaknai, dan menafsirkan efektivitas penyelenggaraan Diklat Jabatan Fungsional Auditor (JFA) yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi program, penerapan hasil diklat, dan diakhiri dengan memberikan rekomendasi penyelenggaraan Diklat JFA yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Diklat JFA kurang efektif disebabkan dalam merencanakan Diklat JFA belum dilakukan analisis kebutuhan secara komprehensif. Dalam merancang sasaran diklat belum spesifik, sulit diukur, dan belum ada kurun waktu. Pengembangan kurikulum, materi diklat, dan panduan diklat belum disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan pengguna. Alat bantu pembelajaran kurang berfungsi dengan baik. Pemilihan widyaiswara belum dilakukan sesuai kompetensinya, serta tidak pernah dilakukan seleksi peserta. Dalam pelaksanaan diklat, widyaiswara kurang kreatif menarik minat peserta, dan metode pembelajaran kurang variatif. Evaluasi terhadap peserta diklat belum dilakukan. Berkaitan dengan penerapan hasil diklat, rancangan transfer pembelajaran belum dibuat, beberapa hasil diklat belum diterapkan dalam pekerjaan, serta belum ada indikator kinerja auditor. The purpose of this study is to determine, describe, analyze, and interpret the effectiveness of education and training arrangement for Auditor Functional Position, which includes planning, implementation, evaluation of the training program, transfer of training, and the conclusion by providing recommendation how to arrange Education and Training for Auditor Functional Position effectively. The research used a qualitative approach through interview, observation, and documentary study methods. The results of research showed conclusions that Diklat JFA is less effective because training needs analysis has not been done comprehensively yet. In designing the training objectives, has not been specific, difficult to measure, and has not had time period. Curriculum development, training material, and training guidance have not been adjusted with the demands of the users needs. Some learning tools were less functioned. Trainers has not been selected as their competencies, and participants selection was not been done. In implementing training, some trainers were less creativity to attract participants attention, and learning methods had less variety. Evaluation to training participants have not been done. According to training results application, training transfer design has not been made, some training results have not been able to implemented in workplace, and there have not been auditor performance indicators yet. 
PENGARUH SUPERVISI AKADEMIK DAN KEGIATAN KELOMPOK KERJA GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU Ulva Uswatun Hasanah
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.044 KB) | DOI: 10.17509/jap.v21i2.6685

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran supervisi akademik kepala sekolah kepala sekolah, kelompok kerja guru dan kinerja mengajar guru di SD Negeri Se Kecamatan Cikupa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer dengan cara menyebarkan kuisioner kepada responden. Penelitian ini menggunakan sebagian populasi sebagai responden dengan jumlah sampel 226 guru Sekolah Dasar dan 41 kepala sekolah yang terdiri dari 41 sekolah Negeri di Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner dengan skala interval. Hasil penelitian menunjukan bahwa supervisi akademik kepala sekolah di SD Se-Kecamatan Cikupaberada pada kategori sangat tinggi, kelompok kerja guru sekolah di SD Se-Kecamatan Cikupa berada pada kategori tinggi dan Kinerja mengajar guru di SD Se-Kecamatan Cikupa berada pada kategori sangat baik yang berarti guru sudah baik. Selain itu pengaruh supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja mengajar guru berada pada kategori sangat kuat, pengaruh kelompok kerja guru sekolah terhadap kinerja mengajar guru berada pada kategori kuat, pengaruh supervisi akademik kepala sekolah dan kelompok kerja guru secara bersama-sama terhadap kinerja mengajar guru berada pada kategori kuat.The aim of this study is to describe the academic supervision of the school principal's head, a working group of teachers and teaching performance in elementary school teacher of  Cikupa. The method used in this research is descriptive method with quantitative approach. The data used are primary data by distributing questionnaires to the respondents. This study uses a part of the population as a respondent with a sample of 226 elementary school teachers and 41 principals that consists of 41 schools in the Cikupa -Tangerang regency. The data collection technique using a questionnaire with a scale interval. The results showed that academic supervision in elementary school principals in Cikupa are very high category, the working group of school teachers in elementary school in Cikupa at the high category and performance of teachers teaching in elementary school Cikupa are in the very good category, which means the teachers are good. Besides the influence of academic supervision of the principals school of teacher's teaching performance is very strong, the influence of the working group on the performance of school teachers to teach the teachers are in the strong category, the influence of the academic supervision of school principals and teachers working group jointly on the performance of teachers to teach are at strong category
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG TINDAK KEKERASAN GURU DENGAN KONSEP DIRI Setiawati Setiawati
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.568 KB) | DOI: 10.17509/jap.v8i2.6296

Abstract

Seiring dengan proses berjalannya waktu indivdu berkembang dan mempejari setiap hal yang ada di lingkungannya dan membentuk suatu persepsi-persepsi dengan didasari oleh penglihatan, pendengaran, perasaannya terhadap lngkungan dan keselumhan persepsi tersebut kemudian menjadikan sebuah konsep d r pada individu. Penelitian ini menerangkan bagaimana kosep diri sisw a ketika mereka menerima tindakan yang kurang berkenan terhadap dirnya, apakah bersifat  progresif, agresif, atau degradatif. Hal ini tergantung pada tingkat sensitivitas siswa dan tingkat perilaku guru, semakin tinggi tingkat sensitifitas siswa dan tingkat perilaku penyimpang gunru maka semakn berkurang persepsi siswa terhadap dan semakin rendah konsep diri siswa. Begitu pula sebaiknya.
KONTRIBUSI PERILAKU KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA KOMITE SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Cucu Cucu; Endang Herawan
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.331 KB) | DOI: 10.17509/jap.v23i1.5572

Abstract

AbstrakUpaya meningkatkan kualitas pendidikan salah satunya mengimplementasikan Manajemen Berbasis Sekolah. Perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan peran komite sekolah merupakan dua faktor yang ikut berkontribusi terhadap keberhasilan pengimplementasian manajemen berbasis sekolah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran dan kontribusi kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja komite sekolah terhadap efektivitas implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka.  Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kontribusi perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja komite sekolah terhadap efektivitas implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode survey dengan menggunakan angket sebagai alat pengumpul data. Hasil dari penelitian ini adalah gambaran umum perilaku kepemimpinan kepala sekolah  memiliki kategori sedang, kinerja komite sekolah memiliki kategori tinggi, serta efektivitas implementasi Manajemen Berbasis Sekolah memiliki kriteria sangat tinggi. Kontribusi perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap efektivitas implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka adalah sedang. Kontribusi kinerja komite sekolah terhadap efektivitas implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka adalah kuat. Kontribusi perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja komite sekolah terhadap efektivitas implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka adalah kuat.  Kata Kunci : Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah, Kinerja Komite Sekolah, Efektivitas Implementasi MBS
KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL, PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN IMPLEMENTASI RENCANA STRATEGIS Tarita Maulida
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.579 KB) | DOI: 10.17509/jap.v24i1.6524

Abstract

Implementasi rencana strategis merupakan tahap paling sulit karena merupakan proses berbagai strategi dan kebijakan berubah menjadi tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur sehingga diperlukan sumber daya yang baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan transaksional yang diikuti dengan kemampuan pengambilan keputusan yang baik berpengaruh positif dan efektif terhadap implementasi rencana strategis. Kondisi tersebut dimungkinkan karena kepala sekolah transaksional mampu melaksanakan pengambilan keputusan dengan baik mengenai siapa yang akan melaksanakan, apa yang harus dilaksanakan dan bagaimana sumber daya manusia bertanggung jawab terhadap implementasi rencana strategis.Strategic plan implementation phase is the most difficult due process is different strategy and policy measures to be change through the development programs, budgets and procedures resources needed so good. The study results showed that transactional leadership followed by the ability of a good decision making positive influence and effective implementation of strategic plan. It’s possible because transaksional principalship able to do with good decision on who is going to implement, what should be done and how human resources responsible for implementation of strategic plan.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH TERHADAP PRODUKTIVITAS SEKOLAH (Studi pada Madrasah Aliyah Kota dan Kabupaten Sorong) Muzdalifah Muzdalifah
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.28 KB) | DOI: 10.17509/jap.v12i1.6357

Abstract

Produktivitas sekolah merupakan cerminan prestasi sekolah dalam mempersiapkan sumber daya Manusia dalam menghadapi persaingan global dunia pendidikan. Untuk itu diperlukan suatu kondisi yang mampu membawa perubahan dan pemberian motivasi kepada seluruh personil yang ada di sekolah untuk melakukan upaya ekstra dalam mencapai efektivitas kerja sesuai dengan tujuan pendidikan. Melalui komunikasi yang persuasif Kepemimpinan transformasional kepala sekolah mempengaruhi bawahannya, menjalin hubungan yang harmonis dengan seluruh personil yang ada dalam organisasi sekolah dan menyebabkan guru dan seluruh staf yang ada di sekolah menghasilkan interaksi edukatif yang efektif sebagai bentuk iklim yang kondusif sehingga upaya pencapaian tujuan pendidikan sekolah dilaksanakan secara efektif dan efisien.
KONTRIBUSI KUALITAS KEHIDUPAN KERJA, MOTIVASI BERPRESTASI KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA KEPALA SEKOLAH Agus Ekada; Aceng Muhtaram Mirfani; Cicih Sutarsih
Jurnal Administrasi Pendidikan Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.014 KB) | DOI: 10.17509/jap.v23i2.5641

Abstract

AbstrakKepala sekolah merupakan komponen yang sangat strategis dan berpengaruh terhadap peningkatan mutu sekolah. Karena itu diperlukan suatu kondisi yang mampu mendorong kepala sekolah untuk memperoleh prestasi kinerja yang lebih tinggi. Fokus masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana deskripsi kinerja kepala sekolah, kualitas kehidupan kerja, dan motivasi berprestasi kepala sekolah, serta berapa besar kontribusi kualitas kehidupan kerja dan motivasi berprestasi kepala sekolah terhadap kinerja kepala sekolah. Tujuannyauntuk menganalisis dan memverifikasi terkait kontribusi kualitas kehidupan kerja dan motivasi berprestasi kepala sekolah terhadap kinerja kepala sekolahdi sekolah dasar terakrediasi A se-Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan instrumen angket dan dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif. Objek penelitian ini adalah kepala sekolah dasar negeri terakreditasi A di Kabupaten Cirebon dengan sampel sebanyak 69 kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kualitas kehidupan kerja berkontribusi terhadap kinerja kepala sekolah sebesar 34,3% (2) motivasi berprestasi kepala sekolah berkontribusi sebesar 28% (3) kualitas kehidupan kerja dan motivasi berprestasi kepala sekolah secara simultan berkontribusi terhadap kinerja kepala sekolah sebesar 37,3%. Rekomendasi penelitian ini adalah pentingnya menciptakan kualitas kehidupan kerja sebagai iklim yang baik bagi kepala sekolah mengingat kinerja kepala sekolah merupakan faktor penting dalam upaya meningkatkan mutu sekolah. Kata Kunci           : Kualitas Kehidupan Kerja, Motivasi Berprestasi Kepala Sekolah, Kinerja Kepala Sekolah. AbstractThe principal is a very influential and strategic component to increase of the school’s quality. Due to that reason, it needs a certain situation which is able to encourage the school principal to gain a higher work achievement. The research’s focus is about how the description of the principal’sperformance, the quality of work life, the principal’s achievement motivation and how high the contribution of quality of work life and the achievement motivation tothe principal’s performance. The purpose is to analyze and verify the contribution of the quality of work life and the principal’s achievement motivation to the principal’s performance in public elementary schools accredited A in all Cirebon regency. The research method applied is a survey method with questionnaire instruments and is analyzed with the use of quantitative approach. The research object is the principals of public elementary schools accredited A in all Cirebon regency with 69 samples of the principals. The research result shows that (1) the quality of work life contributes to the principal’s performance by 34.3%, (2) the principal’s achievement motivation contributes to the principal’s performance by 28 %, (3) the quality of work life and the principal’s achievement motivation simultaneously contributes to the principal’s performance by 37.3%. The research’s recommendation is on the essential of creating the quality of work life as a good climate to the principals considering the principal’s performance as an important factor with a mean of increasing the school quality. Key words             : Quality of Work Life, Principal’s Achievement Motivation, Principal’sPerformance

Filter by Year

2003 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2024): OCTOBER 2024 Vol 21, No 1 (2024): APRIL 2024 Vol 20, No 2 (2023): OCTOBER 2023 Vol 20, No 1 (2023): APRIL 2023 Vol 19, No 2 (2022): OCTOBER 2022 Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol 18, No 2 (2021): OCTOBER 2021 Vol 18, No 1 (2021): APRIL 2021 Vol 28, No 3 (2021): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN: Volume 28 Special Issue: Forum ASN Internasiona Vol 27, No 2 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.2 OKTOBER 2020 Vol 27, No 1 (2020): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVII NO.1 APRIL 2020 Vol 17, No 2 (2020): OCTOBER 2020 Vol 17, No 1 (2020): APRIL 2020 Vol 26, No 2 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.2 OKTOBER 2019 Vol 26, No 1 (2019): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXVI NO.1 APRIL 2019 Vol 16, No 2 (2019): OCTOBER 2019 Vol 16, No 1 (2019): APRIL 2019 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 2 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.2 OKTOBER 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 25, No 1 (2018): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXV NO.1 APRIL 2018 Vol 15, No 2 (2018): OCTOBER 2018 Vol 15, No 1 (2018): APRIL 2018 Vol 24, No 2 (2017): JURNAL ADMINISTRASI PENDIDIKAN VOL.XXIV NO.2 OKTOBER 2017 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.1 April 2010 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 24, No 1 (2017): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIV No.I April 2017 Vol 14, No 2 (2017): OCTOBER 2017 Vol 14, No 1 (2017): APRIL 2017 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 2 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.2 Oktober 2016 Vol 23, No 1 (2016): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXIII No.1 April 2016 Vol 13, No 2 (2016): OCTOBER 2016 Vol 13, No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 22, No 2 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.2 Oktober 2015 Vol 22, No 1 (2015): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXII No.1 April 2015 Vol 12, No 2 (2015): OCTOBER 2015 Vol 12, No 1 (2015): APRIL 2015 Vol 21, No 2 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.2 Oktober 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 21, No 1 (2014): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XXI No.I April 2014 Vol 11, No 2 (2014): OCTOBER 2014 Vol 11, No 1 (2014): APRIL 2014 Vol 17, No 1 (2013): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XVII No.1 April 2013 Vol 10, No 1 (2013): APRIL 2013 Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.I April 2012 Vol 9, No 1 (2012): APRIL 2012 Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIV No.2 Oktober 2011 Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XIII No.1 April 2011 Vol 8, No 2 (2011): OCTOBER 2011 Vol 8, No 1 (2011): APRIL 2011 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 12, No 2 (2010): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.XII No.2 Oktober 2010 Vol 7, No 2 (2010): OCTOBER 2010 Vol 7, No 1 (2010): APRIL 2010 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.IX No.1 April 2009 Vol 6, No 2 (2009): OCTOBER 2009 Vol 6, No 1 (2009): APRIL 2009 Vol 8, No 2 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol VIII No 2 Oktober 2008 Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.VII No.1 April 2008 Vol 5, No 2 (2008): OCTOBER 2008 Vol 5, No 1 (2008): APRIL 2008 Vol 5, No 1 (2007): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.V No.1 April 2007 Vol 4, No 1 (2007): APRIL 2007 Vol 3, No 1 (2005): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.III No.1 April 2005 Vol 3, No 2 (2005): OCTOBER 2005 Vol 3, No 1 (2005): APRIL 2005 Vol 2, No 1 (2004): OCTOBER 2004 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Administrasi Pendidikan Vol.I No.1 April 2003 Vol 1, No 1 (2003): APRIL 2003 More Issue