cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
BERDIKARI : Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks
ISSN : 22528172     EISSN : 26215896     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
Peningkatan Kapasitas Perempuan dalam Kesehatan Jiwa Keluarga Di masa Pandemi Covid-19 Retna Tri Astuti; Lailatul Nur Hidayati; Listiana Listiana; Farihah Abghi Rusda; Rachel Pasa Vicha Abdilla
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 9, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v9i2.10563

Abstract

The Covid-19 pandemic that has occurred in the world has spread to Indonesia. Caused by the Covid-19 pandemic only on the health aspect but also on the social and economic aspects the impact not only has an impact on increasing problems. This problem is also experienced by the people of Ngapus Village. Ngapus village is a village prone to landslides. Most of the people in Ngapus Village work as farmers. The level of community education is low, namely elementary and junior high school graduates so that the income level of the community in Ngapus Village is still below the average. With the Covid-19 pandemic, it will certainly increase the poverty level in this village to a high level. Women like women in other villages also rose up and played a role in overcoming the socio-economic problems of the family. In helping to meet the needs of the family sometimes experience stress so it is necessary to make mental health efforts, especially at the family level. This program aims to help improve the mental health condition and preparedness of Ngapus Village residents. The method used to achieve this goal is through non-formal education for women, this is easier for the Dasawisma group because they are a vulnerable group. The implementation of community development is carried out through non-formal education, namely training carried out with lectures, discussions, practices and assistance to Mrs. Dasawisma, namely health about covid-19 and trauma healing due to the Covid-19 pandemic, in addition to training on making herbal drinks. The results of the implementation of this community development program are an increase in the knowledge and skills of mothers in the mental health of Dasawisma and an increase in preparedness in the field of mental, social and economic health during the Covid-19 pandemic. 
Peningkatan Tata Kelola dan Promosi Aneka Snack untuk Memperluas Pangsa Pasar Mancanegara Haryadi Arief Nuur Rasyid; Zuhdan Azis
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 5, No 1 (2017): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.5115

Abstract

Nowdays, snack products have new creations with started to be widely available. However, it is produced by micro, small and medium enterprises (UMKM), of course also experience constraints as MSME in general is not profes-sional yet did by the people and can not produce continuously. It is a small business, the production aspect of UMKM also uses simple methods and technology and still uses simple management as well. SMEs that move in the fulfillment of culinary tourism also has constraints and has characteristics sebagaiman above. Culinary business that seeks to support tourism include eel products/fried catfish crispy and seaweed. Both of these efforts are done by young people who are creative and have a willingness to go forward developing the business. For catfish fried crispy is done by Noviani brass with trademark “Sari Rasa” while for various snack that comes from seaweed developed by Br. Stenley Avanda with brand “Panda”. Once identified through observation and interviews it can be seen that the problems that are still faced include: 1) not understood yet how to market products to foreign tourists, 2)  not to implementation yet of professional governance and administration, including the absence of a good business plan, and regular organizational systems; 3) unavailability of English-speaking product packaging; 4) lack of promotion media using the internet; 5) the need for more intensive management assistance to penetrate the wider market. From these problems, efforts have been made to overcome them through activities such as the understanding of export management or foreign tourism through applicative training, product promotion by using English packaging, making brochures with english language and making english-language website. From a series of activities, both partners benefit from increased understanding of product sales to foreign tourists, and can take advantage of promotional media in accordance with the needs of foreign tourists. Keywords: Governance, promotion, various snacks.
Pengolahan Air Mineral dalam Kemasan Rendah Kontaminasi Wardana, Linda Kusumastuti
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 6, No 2 (2018): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.6243

Abstract

Tirta Polengan merupakan merupakan produk olahan dari sumber air murni kaki Gunung Merapi di Dusun Lembar, Desa Polengan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menjadi air minum dalam kemasan rendah kontaminasi. Teknologi yang digunakan untuk mengolah sumber air tersebut menjadi air minum adalah Reverse Osmosis (RO). Pelaksanaan program dibagi menjadi tiga tahapan, pertama adalah pra program, tahap pelaksanaan program, dan keberlanjutan program. Tahap pra program dirinci menjadi 4 kegiatan yaitu dimulai dengan observasi, menyiapkan alat dan bahan, membentuk kelompok usaha, dan merancang desain label serta kemasan. Tahap pelaksanaan program dirinci menjadi 7 kegiatan yaitu meliputi sosialisasi program kepada masyarakat setempat, perbaikan dan penambahan cabang saluran air, pemasangan penampungan air, pemasangan alat Reverse Osmosis (RO), uji coba produk, pelatihan produksi dan pengemasan, dan pendampingan produksi serta pengemasan. Hasil dari program ini adalah adannya pandangan baru masyarakat setempat bahwa sumber air yang selama ini tidak bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang bernilai jual. Selain itu, timbul motivasi masyarakat setempat untuk menjalankan unit usaha bersama dalam bidang pengolahan air minum dalam kemasan rendah kontaminasi yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dalam jangka panjang. Program ini tidak hanya bermuara pada terciptanya produk, rencana lanjutan program ini adalah dengan melakukan pendampingan pemasaran produk baik secara online maupun offline dan diversifikasi produk Tirta Polengan. Kata kunci: Tirta Polengan, Reverse Osmosis, mata air pegunungan, air minum rendah kontaminasi
Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana Untuk Meningkatkan Ketangguhan Dewayani, Eka Kadharpa Utama
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 7, No 1 (2019): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.7158

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu daerah yang memiliki intesitas bencana seperti banjir genangan dan tanahlongsor di beberapa kecamatan seperti Blimbing, Sukun, Kedungkandang, Lowokwaru, dan Klojen. Menurut UtayaSugeng (2008) banjir genangan dan tanah longsor terjadi karena proporsi lahan terbuka di Kota Malang semakinsempit serta sistem saluran drainase yang tidak memadai (Dewanto Muslim, 2013). Predikat Kota Malangsebagai kota pendidikan menyebabkan semakin padatnya pemukiman. Akibatnya banjir seringkali menimbulkankemacetan lalu lintas, rusaknya infrastruktur jalan raya dan terganggunya aktifitas perekonomian warga. Selain itucurah hujan yang relatif tinggi pada bulan Pebruari, Nopember, Desember dengan perkiraan 201 - 300 mili meterhingga Maret 2017 (BMKG Stasiun Klimatologi Malang, 2017) menyebabkan beberapa wilayah seperti KotaLama, Polehan, Jodipan, Sukun dan Bareng sering terjadi banjir dan longsor. Disetiap musim penghujan, KelurahanBareng selalu mengalami bencana banjir. Bencana ini sangat berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakatyang pada kondisinya merupakan kawasan yang termasuk dalam kategori kumuh dan padat penduduk. Penyebabbencana banjir serta dampaknya terhadap perekonomian masyarakat Kelurahan Bareng. Dari dampak tersebutakan dijelaskan tentang bagaimana pengembangan ekonomi yang kompatibel dengan keadaan dan kebutuhanmasyarakat Kelurahan Bareng.
Membangun Perilaku Anti Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)- Human Immunodeficiency Virus (HIV) Pada Kelompok Remaja Mardalena, Mardalena; Apriani, Selvy
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 8, No 1 (2020): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.8175

Abstract

Adolescent is the category of relatively young group with energetic, responsive, and highly curious characteristics. Effective adolescent guidance can guarantee better future of national generation. “Where there is a healthy body, there is a healthy mind” is the proverb that suits adolescent best, including those in Banyuasin. However, healthy physical and mind development should be in line with the control of high curiosity in several aspects. Uncontrolled curiosity may lead to inappropriate life choices among adolescent. Adolescent tends to be curious about new things, especially those related to pseudo satisfactions. Such behavior may lead adolescent to one infectious disease called Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). This disease is caused by a virus called Human Immunodeficiency Virus (HIV). This disease may drastically decrease human’s immune system, which eventually leads to death. This is the condition that adolescent must avoid and stay away from. Therefore, the development of understanding and awareness against AIDS through socialization and education among adolescent is necessary since there are potential risks that threaten the future of national generation. Anti-AIDS adolescent development program has been implemented through socialization and education on High School students. Implemented development has improved the adolescent’s understanding and awareness, especially among High School students in Banyuasin. This development program has become the pioneer of the anti-AIDS-HIV adolescent behavior development.
Peningkatan Keterampilan Teknologi Informasi untuk Optimalisasi Tata Kelola dan Proses Pembelajaran Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal Maziyyah, Nurul; Rahajeng, Bangunawati
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 8, No 2 (2020): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.8279

Abstract

Aisyiyah Busthanul Athfal Kindergarten (TK ABA) is a pre-primary educational institution established by the Muhammadiyah foundation, which is expected to create quality future generations in terms of formal, religious, and social education. In managing a kindergarten institution, a management system and adequate human resources are needed in terms of skills such as information technology (IT) skills. The purpose of the community service activities carried out is to introduce IT skills to the teachers of TK ABA Ponggalan, Giwangan. These community service activities were carried out by providing 4-meetings, computer training, and introduction to computer applications that are important in learning management at TK ABA. The results of data analysis showed that 83.33% of teachers had never received formal or non-formal IT training. The evaluation of community service activities shows that 100% of teachers are satisfied with the training provided. The aspect with the lowest level of satisfaction is related to the adequacy of the material provided in the training because it is still at the introductory level. Through the service activities carried out, it can be concluded that providing IT training for teachers of TK ABA is essential in supporting the management and learning at TK ABA Ponggalan, Giwangan. This, of course, can increase the trust of parents and the interest of prospective students in schools, which indirectly affects school income and welfare.
Editorial Foreword Berdikari, Admin
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 9, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v9i2.13126

Abstract

Perkembangan zaman tentu akan mempengaruhi aktivitas kehidupan manusia dari berbagai tipe, strata sosial, latar belakang geofisik, budaya, dan tingkat aksesibilitas. Permasalahan kompleks yang dihadapi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup merupakan derivasi dari kondisi tersebut. Tuntutan kebutuhan yang semakin hari semakin kompleks, sementara kondisi lingkungan tidak mendukung akan menjadikan kehidupan masyarakat terbatas dan sulit untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman yang sedang terjadi. Berangkat dari fenomena kondisi masyarakat di atas, maka tidak ada kata lain yang dapat dikatakan dan dilakukan, selain MEMBANTU. Perguruan tinggi merupakan suatu Lembaga Pendidikan yang berisi kumpulan kaum, cendekia dengan berbagai kompetensi yang dimiliki, dan sumberdaya yang cukup dapat dan harus memberikan BANTUAN. Terlebih Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) yang dilandasi dan digerakkan dengan Teologi Al Maun dalam aktivitasnya. Bantuan yang diberikan dapat dilakukan melalui salah satu program Catur Dharma PTMA, yakni Pengabdian kepada masyarakat. Program Pengabdian Masyarakat merupakan implementasi dari riset/penelitian yang telah dilakukan oleh dosen dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, baik materiil maupun spiritual. Bantuan dalam bentuk pendampingan akan dapat mengantarkan masyarakat menjadi BERDAYA, sehingga dengan pengetahuan dan ketrampilan yang telah diadopsi diharapkan perlahan-lahan masyarakat akan mampu menolong dirinya sendiri.Berbagai program pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan oleh dosen dengan latar belakang kompetensi keilmuan yang beragam memberikan hasil dan perubahan yang bermakna dalam kehidupan masyarakat dari berbagai latar belakang. Capaian program dan kegitan pengabdian masyarakat oleh dosen perlu ditularkan dan disebar-luaskan kepada masyarakat yang lebih luas, agar lebih bermanfaat. Penyebar-luasan capaian program pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui proses diseminasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. BERDIKARI hadir dalam rangka melakukan diseminasi praktik baik dari capaian program pengabdian dosen berbagai tema program, mitra, lokasi, dan kondisi sosial serta budaya. Edisi kali ini menyuguhkan pengalaman pemberdayaan masyarakat dengan beberapa tema, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pariwisata kreatif, pengelolaan sumberdaya desa dan pengelolaan jenazah.Tema Pendidikan, banyak dibahas tentang metode pembelajaran, teknologi pendukung pembelajaran, dan pendukung literasinya. Sehat jasmani dan rohani sangat diperlukan agar manusia dapat beraktivitas dalam kehidupannya dengan baik dan sukses. Program bidang kesehatan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri. Implementasi program dilaksanakan melalui pendekatan edukasi, dengan harapan masyarakat mampu berdaya dan berswadaya untuk menjaga kesehatannya. Masyarakat yang sehat mampu berkreasidengan berbagai aktivitas. Salah satunya, mengembangkan ekonomi kreatif dan juga pariwisata. Capaian program pengabdian kepada masyarakat dengan fokus ekonomi kreatif dan pariwisata diulas secara rinci pada edisi ini, dengan harapan dibaca, dipahami, dan akhirnya dapat direplikasikan secara luas di masyarakat. Praktik baik lainnya dari hasil program pengabdian masyarakat oleh dosen, yaitu pengelolaan administrasi dan keuangan desa. Data kependudukan, dan pengelolaan dana desa merupakan dua hal penting yang harus dikelola dengan benar dan bertanggungjawab. Mengingat pentingnya hal itu, maka edisi ini juga menguraikan tata kelola administrasi dan keuangan desa yang didukung oleh teknologi informasi menjadi solusi yang baik. Apa pun yang dicapai oleh masyarakat tentu harus diorientasikan pada kehidupan selanjutnya yang abadi. Tiap makhluk Allah yang bernyawa pasti melalui kematian untuk menuju alam keabadian. Kematian sesorang dapat menjadi permasalahan yang tidak ringan, terutama dalam pengelolaan jasad, belum lagi tidak banyak orang yang paham dan berani. Mengingat pentingnya urusan terkait pengelolaan jenazah, maka BERDIKARI kali ini menyajikan hasil pengabdian dosen secara runtut dan mudah dipahami.Akhirnya, semoga paparan hasil pengabdian dosen yang dimuat dalam BERDIKARI edisi Agustus 2021 ini dapat memberikan tambahan pengetahuan yang bermanfaat.Salam Pengabdian - Salam Berdikari
Pemanfaatan Limbah Kertas Rontgen untuk Pelindung Mata Bayi Dengan Fototerapi di RS PKU Muhammadiyah Temanggung Sari, Novita Kurnia; Suharsih, Tulus; Pranoto, Agung; Riyanto, M.
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 2 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.4210

Abstract

Fototerapi sering digunakan untuk bayi yang mengalami peningkatan bilirubin. Fototerapi adalah terapi untuk mengatasi keadaan hiperbilirubunemia dengan menggunakan sinar biru berenergi tinggi yang mendekati kemampuan maksimal untuk menyerap bilirubin. Pada bayi yang menjalani fototerapi akan diberikan pelindung mata untuk melindungi efek buruk dari sinar biru tersebut. RS PKU Muhammadiyah Temanggung menyediakan pelayanan fototerapi. Selama fototerapi bayi diberikan pelindung mata dengan menggunakan kertas karbon yang dibungkus dengan kasa dan direkatkan menggunakan plester. Kendalanya mata bayi terkadang menjadi iritasi karena posisi pelindung mata yang mudah bergeser sehingga perawat harus berulangkali memperbaiki posisi pelindung mata bayi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan membuat pelindung mata menggunakan limbah kertas rontgen, dilapisi kain flannel, dibentuk seperti kacamata dan diberikan perekat agar ukuran dapat disesuaikan dengan ukuran kepala bayi. Hasilnya pelindung mata ini tidak menimbulkan iritasi pada mata dan kulit bayi dan tidak mudah lepas meskipun bayi banyak bergerak. Selain itu pelinduung mata ini juga bisa dicuci dan digunakan berulang kali. Harga yang dibutuhkan untuk membuat pelita ini juga terjangkau dibandingkan dengan harga pelindung mata yang dijual di pasar. Perawat juga merasakan bahwa pelindung ini lebih efektif dan efisien. Dari sisi waktu perawat tidak perlu lagi berulangkali memperbaiki pelindung mata bayi dan membuat pelindung mata tiap kali ada bayi yang akan melakukan sesi fototerapi.Kata Kunci : pelindung mata, fototerapi, kertas rontgen.
Peningkatan Kualitas Layanan Dan Tata Kelola Pendidikan Anak Usia Dini Kenanga Panggung Harjo, Sewon, Bantul Qamari, Ika Nurul; Suryono, Leli Joko
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 5, No 2 (2017): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.5226

Abstract

Keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 13 Tahun 2005 merupakan jenis pendidikan non formal. Penyelenggaraan PAUD utamanya ditujukan untuk pendidikan pra sekolah, yaitu untuk anak-anak usia dini (0 - 6 tahun). PAUD Kenanga dalam penyelenggaraannya telah mengalami berbagai perubahan pengelola, dimana pada mulanya diselenggarakan menurut keberadaan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) untuk kesehatan ibu dan anak di setiap dusun (Pedukuhan Glugo ada 4 dusun). Tujuan program ini adalah meningkatkan kualitas layanan penyelenggaraan PAUD dan perbaikan tata kelola (manajemen) baik dari sisi struktur pengelolaan maupun administrasi PAUD. Metode pendekatan partisipatif dengan focus group discussiondilaksanakan dengan melibatkan kelompok ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga), Kepala Pedukuhan Glugo, dan ibu-ibu sukarelawan yang selalu siap sedia melaksanakan kegiatan PAUD. Hasil dan Implikasi meliputi terpadunya penyelenggaraan PAUD di Pedukuhan Glugo, yang sebelumnya diselenggarakan di setiap dusun, saat ini telah terpadu menjadi satu, yakni Satuan PAUD Sejenis Kenanga. Kualitas layanan juga meningkat, dengan terpadunya tata kelola di tingkat pedukuhan. Beberapa peningkatan kualitas layanan yang terlaksana adalah dibangunnya ruang bermain dan belajar, pembelian dan pengadaan alat-alat bermain indoor dan outdoor, pengadaan seragam untuk peserta didik, pengadaan seragam untuk pengelola dan pendidik, penyelenggaraan rekreasi untuk ibu dan anak, mendatangkan guru menyanyi dan pengenalan musik.Kata Kunci: pendidikan anak usia dini, kenanga, kualitas layanan, tata kelola
Batik Dengan Pewarna Alami Upaya Meraih Pasar Wisatawan Mancanegara Winarsih, Atik Septi; Zaenuri, Muchamad; Asnawi, Asnawi
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 6, No 1 (2018): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.6137

Abstract

Batik Indonesia has been confirmed by Unesco as a world cultural heritage and Yogyakarta was crowned as World Batik City by World Craft Council (WCC), on the 50th anniversary of the organization in Dongyang, Zhejiang Province, China, on October 18-23, 2014 This indicates that batik is worldwide. Batikpun usage rate is very high, not only the people of Indonesia but also many foreign tourists who buy batik for souvenirs even batik also has become an export product. Yogyakarta Special Region (DIY) is a tourist visiting area that relies on batik as main souvenir. Production of batik in Yogyakarta is high enough to cause environmental problems, especially in the disposal of waste. The process of making this batik will harm or disrupt the natural environment around, such as plants and animals and even livestock. Environmental disturbances are based on substances or chemicals released at the end of the batik making process. By looking at these conditions began to be thought by the batik craftsmen to develop environmentally friendly batik by using natural dyes. The use of natural dyes is not so popular and still at the stage of testing, but Mrs. Rini Kartikasari and Mrs. Tanti Syarif have started introducing this product to the market. The main issue of course relates to the marketing and governance of the development of this natural dye batik. With this PPPE program can make batik natural dyes as export products or can be marketed in the areas of foreign tourists visit. At the present stage, several activities have been conducted, such as: partners and their communities have received tourism management training, upgraded showroom, and assistance for exhibition, website design and equipment introduction. In this year also generated output in the form of: standardization of product quality, website, and various equipment to support batik production process with natural dye. From these activities bring significant benefits for both partners, they are able to increase sales turnover and can market products in the area of †foreign tourists.Keywords: batik, natural dye, Sleman.