cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 02163942     EISSN : 25496883     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
This journal is a scientific journal publications to develop knowledge in the field of Medical Science and Health. Topics of papers that can be published in the Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (JKK) Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta is scientific topics that correspond to areas of interest in the Faculty of Medicine and Health are Medical Science, Public Health, Obstetrics, Nursing, Pharmacy, Nutrition, other fields of health sciences. This journal is published periodically since 2004, 2 (two) times in 1 year (January and July). Available online since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru BTA (+) di Wilayah Kerja Puskesmas Petamburan Kota Jakarta Pusat Tahun 2012 Ika Septiana Sari; Munaya Fauziah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.2.68 - 75

Abstract

DKI Jakarta berada di urutan ke-5 provinsi dengan angka prevalensi tertinggi kasus tuberkulosis di Indonesia yaitu sebesar 1.208 per 100.000 penduduk.Menurut Depkes RI 1/3 penderita ditemukan di RS dan 1/3 lagi di Puskesmas, sisanya tidak terdeteksi dengan baik (Kemenkes, 2010). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB Paru BTA(+) di wilayah kerja Puskesmas Petamburan Kota Jakarta Pusat Tahun 2012. Metode penelitiannya yaitu cross sectional pada 90 responden yang diperoleh dengan cara systematic sampling dan dilakukan bulan Juni 2012. Analisis chi-square (a=0,05) dilakukan untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian TB Paru BTA(+). Riwayat kontak (nilai P=0,000), pendapatan keluarga (nilai P=0,000) dan minum alkohol (nilai P=0,018) berhubungan signifikan dengan TB Paru BTA(+). Usia, jenis kelamin, status gizi, imunisasi BCG, pendidikan, pekerjaan dan lingkungan fisik berupa pencahayaan, ventilasi, kepadatan hunian, kelembaban, suhu, jenis  lantai, jenis dinding, jenis atap, dan merokok tidak berhubungan secara statistik. Perlu penyuluhan terhadap masyarakat, kontak dan penderita TB, peningkatan investigasi, perilaku hidup bersih dan sehat dan membentuk kelompok sadar TB.
Kajian Perilaku Breastfeeding Father sebagai Peran Suami Ideal dalam Pemberian ASI Ekslusif Munaya Fauziah; Tria Astika Endah Permatasari; Sugiatmi Sugiatmi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.11.1.32-36

Abstract

Pemberian ASI eksklusif adalah salah satu strategi dalam program percepatan perbaikan gizi (Scallin Up Nutrition) yang sesuai dengan target pencapaian Millenium Development Goals (MDGs). Pemberian ASI ekslusif merupakan intervensi spesifik yang bertujuan untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dan meningkatkan derajat kesehatan ibu. Pertumbuhan bayi dapat optimal dan terhindar dari berbagai masalah gizi Kenyataannya, cakupan ASI eksklusif di Indonesia, masih dibawah target 80%. Tujuan dari penelitian adalah untuk menggali secara mendalam perilaku Breastfeeding father yaitu ayah yang mendukung pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan pendekatan positive deviance. Penelitian dilakukan pada Bulan April-Agustus tahun 2013 di Kecamatan Ciputat dan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik diskusi kelompok terarah (FGD) dan wawancara mendalam (WM). FGD dilakukan pada 2 kelompok ibu-bapak yang anaknya tidak diberikan ASI ekksklusif. WM dilakukan pada 4 pasang ibu-bapak yang memberikan ASI ekskklusif. Orangtua merupakan Informan kunci dalam penelitian ini. Beragam perilaku khusus yang ditemukan pada ayah yang berperan sebagai Breastfeeding Father antara lain memberikan handuk hangat saat paydara ibu membengkak, membantu memberikan ASI yang sudah diperas saat ibu lelah, membantu menyiapkan kebutuhan bayi, memijat pundak dan tangan ibu, dan selalu memberikan motivasi bahwa ibu dapat berhasil memberikan ASI eksklusif. Ibu juga merasa nyaman juga saat memeroleh dukungan dari suami maupun orangtuanya. Pemerintah perlu membuat kebijakan untuk mendukung peran breastfeeding father. Perlu adanya pemberian ijin cuti untuk ayah yang bekerja dalam membantu ibu memberikan ASI ekslusif. Perilaku khusus breastfeeding dapat diseminasi pada masyarakat luas untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia.
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa terhadap Pemakaian Alat Pelindung Diri Saat Berolahraga pada Masa Pandemi COVID-19 Fanny Septiani Farhan; Alvina Sarda Nour Fadillah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.196-201

Abstract

Kesadaran masyarakat terhadap olahraga meningkat, sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam mencegah infeksi COVID-19. Namun masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya untuk tetap menjaga protokol pencegahan penularan COVID-19 saat berolahraga. Salah satunya adalah pemakaian Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan perilaku pemakaian APD saat olahraga pada masa pandemi COVID-19 oleh mahasiswa angkatan 2017 Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2020 dengan alat ukur menggunakan kuesioner. Sampel penelitian adalah mahasiswa FKK UMJ sebanyak 150 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki pengetahuan sedang mengenai COVID-19 (54,0%), olahraga (65,3%), dan APD (46,0%). Adapun APD yang paling banyak digunakan adalah masker (90,0%). Hal ini mengimplikasikan bahwa di masa Pandemi COVID-19, olahraga merupakan salah satu aktivitas fisik yang tetap harus dilakukan untuk meningkatkan imunitas, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan memakai APD, yaitu masker. 
Trend Kasus Hipertensi di Puskesmas Ciputat Timur Tangerang Selatan Tahun 2010-2012 Apriningsih Apriningsih
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.1.6-11

Abstract

Badan Kesehatan Dunia pada tahun 2000 melaporkan bahwa hipertensi merupakan faktor penyebab kesakitan dan kematian ke - 3 di dunia. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko primer untuk teijadinya penyakit jantung dan stroke yang menjadi penyebab kematian terbanyak. Salah satu program pengendalian dan pencegahan penyakit hipertensi adalah kegiatan surveilens epidemiologi penyakit tidak menular. Penyakit hipertensi menjadi prioritas pertama bersamaan dengan penyakit stroke dan penyakit jantung koroner. Penelitian ini bertujuan menganalisis kecenderungan penyakit hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ciputat Timur, Tangerang Selatan dari tahun 2010 hingga tahun 2012 yang berasal dari data sekunder yaitu dari laporan LB 1 penyakit Puskesmas Ciputat Timur. Terdapat peningkatan prevalensi penyakit hipertensi setiap tahunnya dari tahun 2010 hingga 2012. Pola kejadian penyakit hipertensi di Puskesmas Ciputat timur adalah semakin mudanya usia kejadian kasus barn hipertens yaitu pada tahun 2011 yaitu penderita baru hipertensi pada kelompok usia 20-24 tahun lebih tinggi di bandingkan pada kelompok usia 50-59 tahun maupun kelompok usia lebih dari 70 tahun.
Fenomena Kehamilan Tidak Direncanakan Pada Perempuan Menikah Desri Astuti; Nurfadhilah Nurfadhilah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.1.46-57

Abstract

Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD) adalah kehamilan yang teijadi ketika seorang perempuan sedang tidak berencana memiliki anak. Penelitian ini bertujuan mclihat fenomena kehamilan yang tidak terencana pada perempuan menikah secara mendalam menggunakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu perempuan menikah yang pemah mengalami KTD sebanyak sembilan orang dan dua orang informan merupakan suami informan utama untuk mengkonfirmasi data. Informan bertempat tinggal di Cirendeu, Pondok Ranji dan Cilincing. Pemilihan Informan melalui identifikasi dengan instrumen kuisioner identifikasi. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam yang direkam dengan voice recorder. Analisis data dilakukan dengan cara memberikan kode pada kata kunci yang diberikan informan dan kemudian dikelompokkan menjadi tema-tema. Hasil analisis dalam penelitian ini dikelompokkan dalam enam tema utama yaitu penyebab terjadinya KTD pada perempuan menikah, perasaan yang muncul ketika dinyatakan positif hamil disaat tidak sedang berencana memiliki anak, tindakan yang dilakukan terhadap KTD, pihak lain yang memengaruhi pengambilan keputusan tindakan terhadap KTD, persepsi tentang dampak KTD, dan sikap terhadap aborsi. Selain keenam tema tersebut, peneliti juga menganalisis dua tema temuan lainnya yaitu pemenuhan kebutuhan terhadap keluarga berencana dan penentuan jumlah anak dalam rumah tangga. KTD dapat mengarah pada teijadinya aborsi. Kehamilan tidak direncanakan dapat dicegah bila dilakukan peningkatan penggunaan kontrasepsi yang efektif.
Penerapan Higiene Sanitasi dan Keselamatan Kerja Pengolah Makanan pada Unit Gizi di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi Naila Naila
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.1.12-23

Abstract

Tuntutan pengelolaan program Kesehatan dan Keselamatan Keija di Rumah Sakit (K3RS) semakin tinggi. Hal ini merupakan dampak proses kegiatan pemberian pelayanan maupun kondisi sarana-prasarana yang tidak memenuhi standar. Tujuan penelitian ialah diketahuinya gambaran penerapan higiene sanitasi dan keselamatan keija dalam pengolahan makanan pada Unit Gizi di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi dengan disain kualitatif untuk memberikan gambaran terhadap sanitasi faktor fisik, pada proses peijalanan pengolahan makanan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur kepada 6 (enam) orang informan serta observasi dan pengukuran juga data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanitasi faktor fisik yang belum memenuhi standar adalah pencemaran bau limbah, pencahayaan, suhu/kelembaban, proses pencucian dan pemeliharaan peralatan masak serta aliran air kotor bagian pengolahan. Sedangkan yang sudah memenuhi standar dari faktor fisik berdasarkan Kepmenkes, Nomor: 715/MENKES/SK/V/2003 adalah sarana dan prasarana pekeija, kebisingan yang tidak melebihi NAB, sumber air bersih, fasilitas cuci tangan dan toilet, pencucian dan pemeliharaan peralatan makan. Faktor pengolahan yang sudah memenuhi standar berdasarkan Kepmenkes, Nomor: 1204/MENKES/SK/X/2004 adalah pada proses penerimaan bahan makanan, fasilitas penyimpanan bahan makanan, cara penyimpanan makanan matang, proses penyajian dan distribusi. Faktor pengolahan yang belum memenuhi standar terletak pada keadaan ruang bahan makanan kering, higiene pribadi pada proses pengolahan, dan keadaan ruang pengolah makanan. Faktor personal yang telah memenuhi standar terkait keamanan keija karyawan, sedangkan yang belum memenuhi standar adalah penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) atau perlengkapan kerja yang ditetapkan secara lengkap serta kebiasaan mencuci tangan. Faktor fisik, faktor proses pengolahan makanan dan faktor personal belum memenuhi syarat higiene dan sanitasi makanan. Mutu sarana dan prasarana lingkungan keija, pengawasan terhadap perilaku dan kualitas makanan serta sosialiasi personal higiene kepada penjamah makanan perlu ditingkatkan melalui audit lapangan yang berkesibnambungan.
Perilaku Pemberian Asi Eksklusif di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur Fakhriah Fakhriah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.1.24 - 29

Abstract

UNICEF menyebutkan bahwa di Indonesia hanya 8% ibu memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya sampai usia 6 bulan. Sekitar 4% bayi disusui dalam waktu satu jam pertama kelahirannya. Secara global, lebih dari satu juta bayi barn lahir dapat diselamatkan setiap tahun dengan memulai pemberian ASI dalam satu jam pertama kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur tahun 2011. Desain studi yang digunakan adalah kasus kontrol tidak berpadanan (tanpa matching) yang diteliti secara retrospektif. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April-Agustus 2011. Populasi pada penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 7-12 bulan. Sampel yang diteliti sebanyak 100 orang yang diambil secara secara proporsional pada wilayah keija Puskesmas Pasar Rebo. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel paling yang paling dominan yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI Eksklusif adalah pengetahuan (OR 4,139; 95% Cl; 1,706-10,042) dan dukungan suami (OR 3,905; 95% Cl 1,346-11,323). Program pemberian ASI Eksklusif dapat dioptimalkan dengan dibuatnya undang-undang yang mendukung pemberian ASI ekslusif oleh Dinas Kesehatan Kota Jakarta.
Peran Sikap dan Pengetahuan terhadap Perilaku Berisiko Tertular HIV-AIDS Pada Siswa di SMK Nusantara 01 Kota Tangerang Selatan Siti Aisyah; Munaya Fauziah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.1.30 - 36

Abstract

Hasil Survei Biologis Terpadu dan Perilaku Kementerian Kesehatan tahun 2009 di empat kota besar yaitu Yogyakarta, Tangerang, Pontianak, dan Samarinda menunjukkan bahwa remaja yang telah melakukan hubungan seks diluar nikah sebesar 12,1% pada remaja laki-laki, dan 4,7% pada remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku berisiko terhadap HIV-AIDS pada siswa di SMK Nusantara 01 Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2012. Desain studi yang digunakan cross sectional dengan sampel 155 responden sccara simple random sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan terdapat 6 responden (3,9%) yang memiliki perilaku berisiko terhadap HIV-AIDS. Analisis bivariat dengan uji Chi-square memperlihatkan variabel pengetahuan (nilai p=0,034) dan sikap terhadap HIV-AIDS (nilai p=0,048) memiliki hubungan bermakna dengan perilaku terhadap HIV-AIDS. Variabel usia, jenis kelamin, sumber informasi, tempat tinggal, komunikasi dengan teman sebaya, dan keterbukaan dengan orang tua, tidak ada hubungan yang bermakna dengan perilaku berisiko terhadap HIV - AIDS. Diharapkan kepada sekolah agar dapat secara mandiri atau bekeija sama dengan instansi terkait untuk melakukan kegiatan, seminar maupun penyuluhan untuk pemberian berbagai informasi yang tepat mengenai HIV-AIDS dan agar dilaksanakannya pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR).
Waktu Pencapaian Kemampuan Berdiri Pada Pasien Pasca Stroke Fitri Larasati; Ferial Hadipoetro Idris
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.1.1-5

Abstract

Menurut hasil kongres stroke sedunia, dalam skala global stroke sekarang berada dalam peringkat kedua penyebab kematian dan merupakan faktor utama penyebab kecacatan serius. Prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2007 adalah delapan per seribu penduduk atau 0,8 persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapan waktu pencapaian kemampuan berdiri pada pasien pasca stroke. Desain penelitian ini menggunakan studi potong lintang (cross sectional). Penelitian ini dilakukan pada 35 orang, laki-laki dan perempuan pasien pasca stroke yang berada di Unit Rehabilitasi Medik RSU Cempaka putih Periode September-Oktober 2013 dengan rentang usia 35-80 tahun. Data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan pemeriksaan pada catatan medik untuk mengetahui waktu kemampuan berdiri pasien. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata waktu pencapaian kemampuan berdiri 7,46 minggu dan nilai tengah 7 minggu. Waktu pencapaian kemampuan berdiri pasien pasca stroke adalah 7,46 minggu.
Karakteristik dan Saluran Informasi pada Ayah Terhadap Praktik Menyusui Eksklusif di Daerah Urban Jakarta Sugiatmi Sugiatmi; Judhi Astuty Februhartant; Trini Sudiarti
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.1.37-45

Abstract

Di Indonesia praktik menyusui eksklusif (32%) masih rendah. Karakteristik ayah dan saluran informasi yang digunakan memengaruhi keberhasilan praktik menyusui tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik dan saluran informasi pada ayah terhadap praktik EBF. Penelitian merupakan analisis data sekunder studi cross sectional ‘Peran Ayah dalam Optimalisasi Praktik Pemberian ASI: Sebuah Studi di Daerah Urban Jakarta, 2007’ dari SEAMEO-TROPMED RCCN, Universitas Indonesia terhadap 536 ayah dan ibu yang memiliki balita sehat berumur 0-6 bulan di Jakarta Selatan, pada Desember 2006 - Oktober 2007 dalam wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kproporsi praktik menyusui eksklusif di Jakarta adalah 29.1%. Terdapat hubungan paritas dan komposisi keluarga dengan praktik menyusui secara eksklusif tetapi tidak terdapat hubungan saluran informasi dengan praktik menyusui eksklusif.