cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 02163942     EISSN : 25496883     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
This journal is a scientific journal publications to develop knowledge in the field of Medical Science and Health. Topics of papers that can be published in the Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (JKK) Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta is scientific topics that correspond to areas of interest in the Faculty of Medicine and Health are Medical Science, Public Health, Obstetrics, Nursing, Pharmacy, Nutrition, other fields of health sciences. This journal is published periodically since 2004, 2 (two) times in 1 year (January and July). Available online since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Perilaku Perawatan Diare pada Anak Balita di Wilayah Puskesmas Kecamatan Pulogadung Jakarta Eviana S Eviana S Tambunan
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.11.1.54-65

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui gambaran perilaku perawatan diare pada anak balita di wilayah puskesmas Kecamatan Pulogadung, Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan fenomologi. Informan adalah ibu rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menelaah data yang tersedia dari berbagai sumber, memasukkan data hasil wawancara dan observasi ke komputer dan mengorganisasikan dalam bentuk transkrip, meringkas data yang telah di entry dalam bentuk matriks, penarikan kesimpulan atau verifikasi untuk selanjutnya ditampilkan dalam bentuk naratif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak membersihan payudara sebelum meneteki (2) mencuci tangan tanpa menggunakan sabun saat memberikan makan pada anak ataupun menceboki anak, (3) menggunakan air galon isi ulang untuk minum tanpa merebus, (4). cara pencucian alat makan maupun botol susu yang kurang tepat (6) penggunaan obat diare yang tidak tepat. Untuk itu diperlukan pendidikan kesehatan denagnpenggunaan media yang komunikatif dan melakukan pemantauan melalui kunjungan rumah untuk memonitor kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan keluarganya terutama dalam penanganan diare pada anak.
Hubungan antara Depresi, Cemas, dan Stres terhadap Frekuensi Bangkitan Kejang pada Pasien Epilepsi Erica Sugandi; Dyan Roshinta Laksmi Dewi; Wilson Wilson
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.220-228

Abstract

Epilepsi adalah gangguan neurologis kronis pada otak yang ditandai dengan kejang tanpa provokasi minimal dua kali dengan jarak kejang pertama dan kedua lebih dari 24 jam. Sekitar 50 juta orang menderita epilepsi di dunia. Sekitar 1/3 pasien epilepsi menderita depresi, cemas, dan stres. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi antara depresi, cemas dan stres terhadap bangkitan kejang pada pasien epilepsi di Poli Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik korelasi numerik berpasangan dengan desain penelitian potong lintang. Total sampel penelitian ini sebanyak 37 orang. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman dan uji regresi logistik serta dihitung menggunakan SPSS 23. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat korelasi positif lemah antara depresi, cemas, dan stres terhadap frekuensi bangkitan kejang pada pasien epilepsi. Hasil analisis variabel menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara depresi, cemas, dan stress terhadap frekuensi bangkitan kejang pada pasien epilepsi (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi antara depresi, cemas, dan stres terhadap frekuensi bangkitan kejang pada pasien epilepsi di Poli Saraf RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. Perlu dilakukan penelitian yang sama dengan pengambilan jumlah sampel yang lebih banyak dan penambahan variabel berdasarkan onset epilepsi.
Survei Perilaku Merokok Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia Dewi Rokhmah; Globila Nurika; Taufan Asrisyah Ode
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.139-146

Abstract

COVID-19 telah menyebar ke berbagai negara dan menimbulkan banyak krisis. Salah satu perilaku yang dapat menurunkan imunitas tubuh adalah merokok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko perilaku merokok dan dampak pandemi pada para perokok. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dalam format Google form yang disebarkan kepada masyarakat di Indonesia melalui broadcast aplikasi WhatsApp maupun media sosial seperti Instagram dan Facebook. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji koefisien kontingensi (α=0.05) untuk mengetahui hubungan variabel pada skala data nominal.  Terdapat 950 responden yang tergabung dalam penelitian ini dan 32 diantaranya merupakan perokok. Variabel jenis kelamin (p=0.000) dan pekerjaan (p=0.038) merupakan variabel yang secara statistik berpengaruh pada perilaku merokok. Jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan dan pendidikan formal terakhir tidak berhubungan dengan perubahan perilaku merokok saat pandemi COVID-19. Jenis kelamin dan pekerjaan merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok. Perubahan perilaku merokok pada saat pandemi COVID-19 tidak dipengaruhi jenis kelamin, usia, status pernikahan, pekerjaan dan pendidikan formal terakhir. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai dampak pandemi terhadap perilaku merokok dengan melibatkan sampel responden perokok yang lebih besar.
Waktu Pencapaian Kemampuan Duduk pada Pasien Pasca Stroke Alief Leisyah; Ferial Hadipoetro Idris
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.2.64 - 67

Abstract

Di dunia, stroke merupakan penyakit penyebab kematian kedua terbanyak seteiah penyakit jantung iskemik. Hasil dari riset kesehatan dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2007 menunjukkan bahwa prevalensi stroke di Indonesia ditemukan sebesar 8,3 per 1000 penduduk. Kemampuan duduk yang buruk adalah salah satu masalah seteiah serangan stroke.Pemulihan atas kemampuan duduk seteiah terkena serangan stroke adalah satu hal yang penting untuk seseorang karena duduk adalah suatu kemampuan yang penting untuk kehidupan yang mandiri.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kapan waktu pencapaian kemampuan duduk pada pasien pasca stroke.Metodologi Penelitian ini menggunakan studi potong lintang (cross sectional) pada pasien pasca stroke Penelitian ini dilakukan pada 33 orang laki- laki dan perempuan pasien pasca stroke yang berada di unit rehabilitasi medik RSIJ Cempaka Putih periode bulan September -  Oktober dengan rentang usia 39-79 tahun. Pemeriksaan menggunakan wawancara, observasi, dan pemeriksaan pada catatan medik untuk mengetahui kemampuan duduk pasien.Analisis data menggunakan analisa deskriptif.Hasil percobaan menunjukkan bahwa rerata waktu pencapaian kemampuan duduk 21,36 hari, nilai tengah 21 hari, dan dengan Confidence Interval  (Cl) 95%, nilai terendah 17,58 hari dan nilai tertinggi 25,15 hari. Kesimpulan waktu pencapaian kemampuan duduk pasien pasca stroke adalah 21,36 hari.
Gambaran dan Cara Pengendalian Paparan Timbal (Pb) yang dialami Petugas Penjaga Pintu Tol Serang Timur Banten Elliza Fitri; Triana Srisantyorini
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.11.1.21-31

Abstract

Tingkat pencemaran udara di Indonesia semakin memprihatinkan Dari semua penyebab polusi udara yang ada, emisi transportasi terbukti sebagai penyumbang pencemaran udara tertinggi di Indonesia, yakni sekitar 85%.Timbal secara umum dikenal dengan sebutan timah hitam, biasa digunakan sebagai campuran bahan bakar bensin.Timbal bersama bensin dibakar dalam mesin dan sisanya ± 70% keluar bersama emisi gas buang hasil pembakaran.Jalan tol merupakan jalan alternatif lintas jalan umum yang telah ada dan dilalui berbagai jenis golongan kendaraan roda empat. Emisi gas buang dari kendaraan yang melewati jalan tol akan terhirup oleh petugas penjaga pintu tol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan cara pengendalian paparan timbal yang dialami oleh petugas penjaga pintu tol. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Desain studi ini digunakan untuk menggaali informasi lebih dalam tentangcara pengendalian paparan timbal (Pb) yang dialami petugas penjaga pintu tol Serang Timur Banten tahun 2013. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2013.Jumlah informan 9 orang dengankriteria masa kerja> 1 tahun di pintu tol Serang Timur.Hasil penelitian pada bulan Juni 2013 kendaraan yang melintas gerbang tol Serang Timur sebanyak 662.244 unit kendaraan. Hasil pemeriksaan kadar timbal (Pb) dalam darah petugas penjaga pintu tol Serang Timur berkisar antara 0,0376 - 0,1322 mg/1, hasil pemeriksaan tersebut masih di bawah Indeks pemaparan biologis (300 jj.g/1 = 0,3 mg/1). Hasil pemeriksaan kadar timbal di udara gerbang tol Serang Timur adalah 0,09 pg/Nm3 dan melebihi NAB yaitu 0,05 mg/m3. Cara pengendalian paparan timbal dengan menggunakan masker dan suplemen makanan tabahan masih belum optimal.Saran bagi perusahaan untuk memberlakukan penggunaan masker bagi petugas pintu tol.
Analisis Pembelajaran Daring Masa Pandemi COVID-19 Pada Program Studi Pendidikan Dokter Nyono Nyono; Patmawati Patmawati; Rr. Eko Susetyarini; Febri Endra Budi Setyawan
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.185-195

Abstract

Pembelajaran daring merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh staf pendidik untuk melanjutkan keberlangsungan proses pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 dan menimbulkan dilema tersendiri bagi mahasiswa pendidikan dokter karena tidak dapat melakukan interaksi secara langsung baik dengan dosen, teman maupun pasien karena alasan keamanan dan keselamatan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pembelajaran daring yang dilakukan pada Program Studi Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional pada 336 mahasiswa dan 23 dosen yang diperoleh secara total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan korelasi menggunakan uji Lambda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi mencari informasi tentang COVID-19 berkorelasi terhadap jenis kelamin dan umur mahasiswa (p<0,05), efektifitas aplikasi google meet memiliki korelasi dengan jenis kelamin dosen (p<0,05), serta lokasi mencari informasi juga berkorelasi dengan lama mengajar dosen (p<0,05). Pembelajaran daring melalui aplikasi google meet dan zoom dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran pada masa pandemi walaupun mahasiswa lebih menyukai penggunaan aplikasi google meet. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang hasil belajar mahasiswa selama pembelajaran daring.
Indikasi Janin Terhadap Persalinan Seksio Sesarea di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Heri Rosyati
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.2.99 - 104

Abstract

Persalinan pada umumnya berjalan dengan normal pervaginam tanpa indikasi namun adakalanya dalam proses persalinan indikasi ibu dan janin merupakan salah satu faktor penyulit yang mengharuskan dilakukannya tindakan seksio sesarea untuk menyelamatkan jiwa ibu dan janin. Sejauh ini seksio sesarea mengalami kemajuan dan teknik operasi yang jauh lebih sempurna sehingga ada kecenderungan untuk melakukan operasi seksio sesarea tanpa dasar indikasi yang cukup kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh indikasi janin terhadap persalinan seksio sesarea di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih yang dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2011. Metode yang digunakan desain case control tidak berpadanan (tanpa matching) dengan 633 responden. Populasi kasus seluruh ibu hamil sebanyak 388 responden yang bersalin secara seksio sesarea di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Populasi kontrol yaitu ibu hamil sebanyak 275 responden yang persalinannya secara normal di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder yang diambil dari catatan rekam medik di Rumah Sakit Islam Jakarta. Hasil analisis didapatkan hubungan yang bermakna antara gemeli (P value 0,002), letak sungsang (P value 0,000), letak lintang (P value 0,000), dan gawat janin (P value 0,024) dengan persalinan seksio sesarea. Dalam rangka mendeteksi dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang terjadi selama kehamilan, persalinan, nifas termasuk riwayat penyakit penyerta. Untuk tindakan seksio sesarea ada hal-hal yang memungkinkan persalinan tidak berjalan normal, berdasarkan indikasi janin yaitu letak lintang dan gawat janin.Penelitian ini dapat diguanakan sebagai pertimbangan dalam penerapan pedoman umum indikasi dilakukan SC dalam mencegah terjadinya kematian ibu dan janin.
Praktik Pemberian MPASI pada Anak Usia 6-11 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Timur, Tangerang Selatan Sugiatmi Sugiatmi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.11.1.66-79

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dini berhubungan secara bermakna terhadap peningkatan pertumbuhan yang terlalu cepat dan tidak sesuai usia bayi menyebabkan kegemukan (“overweight”) dan terjadinya penyakit jantung koroner. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif untuk mendapatkan informasi mendalam tentang praktik pemberian MPASI pada anak umur 6-11 bulan di Ciputat Timur, Tangerang Selatan yang dilakukan pada bulan November 2014. Data diperoleh melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara kepada ibu sebagai informan, suami, kader posyandu dan bidan sebagai informan kunci. Triangulasi sumber dilakukan untuk menjamin keabsahan data.Pengolahan data menggunakan program EZtex, sedangkan analisis data menggunakan analisis content. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan tidak rnenunjukkan ada perbedaan dalam pemberian MPASI. Harga, ketersediaan saran, dukungan suami, kader kesehatan dan bidan berhubungan dengan pemberian MPASI yang baik. Pemberian informasi secara rutin dengan melibatkan suami penting untuk meningkatkan pemahaman informan tentang MPASI, pelatihan kader dan bidan secara rutin penting untuk meningkatkan kapasitas dalam memberi informasi kepada ibu.
Hubungan Pengetahuan terhadap Kecemasan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Peserta Vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Bambu Apus Farsida Farsida; Yossy Melna Aufah; Yusri Hapsari Utami
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.229-239

Abstract

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tidak serta merta diterima oleh masyarakat, terjadi keraguan dan penolakan karena beberapa faktor, antara lain reaksi pasca imunisasi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi COVID-19 hampir sama dengan vaksin lainnya. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa 8.624 peserta vaksinasi, mencatat 64 kejadian terkait kecemasan, termasuk 17 laporan sinkop kejadian terkait kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kecemasan tentang KIPI pada peserta vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Bambu Apus. Studi cross-sectional pada 384 peserta vaksinasi COVID-19 pengambilan sampel dipilih secara purposive pada bulan Oktober 2021. Pengumpulan data menggunakan kuesioner demografi yang meliputi pengetahuan dan kecemasan. Hubungan pengetahuan dengan kecemasan menggunakan uji chi-square. Sampel dengan pengetahuan baik sebanyak (89,6%) dan paling banyak mengalami kecemasan sedang (84,6%). Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kecemasan tentang KIPI pada vaksinasi COVID-19 (p<0,001). Sebagian besar peserta vaksinasi COVID-19 memiliki pengetahuan yang baik tentang KIPI vaksin COVID-19 dan mengalami kecemasan ringan-sedang. Meningkatkan pengetahuan tentang KIPI vaksin COVID-19 dengan mencari informasi terpercaya dapat mengurangi kecemasan.
Pengalaman Penderita HIV Pada Lelaki Suka Lelaki (LSL); Analisis Kualitatif tentang Persepsi Diri, Respon Saat Didiagnosis, Perilaku Pencegahan, dan Dukungan Pendamping Sebaya Dewi Purnamawati; Nurfadhilah Nurfadhilah; Rohimi Zamzam; Karina Amalia; Rika Zulia Ningsih
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.155-163

Abstract

Salah satu populasi berisiko tertular HIV adalah kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL). Risiko penularan pada populasi LSL 22 kali lebih besar dibanding populasi lainnya. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran secara mendalam pengalaman penderita HIV pada kelompok LSL. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan adalah penderita HIV pada kelompok LSL, LSM dan tenaga kesehatan sebanyak 8 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan FGD, kemudian dianalisis secara tematik. Penelitian menghasilkan empat tema, yaitu persepsi diri, respon pertama kali didiagnosis, perilaku pencegahan dan dukungan pendamping sebaya. Hasil penelitian menunjukkan usia informan berkisar 25-31 tahun. Hampir semua mempersepsikan diri tidak normal dan tertarik dengan sesama jenis dengan berbagai alasan, seperti mengalami pelecehan, kegagalan berhubungan, coba-coba atau merasa dirinya perempuan. Sebagian memiliki kepercayaan diri yang negatif, namun semua masih meyakini tentang agama yang dianut. Semua merasa syok, putus asa, takut akan meninggal serta depresi saat didiagnosis HIV, tapi hal ini tidak mengubah perilaku sebagian informan, karena sebagian masih aktif secara seksual dan jarang atau tidak menggunakan kondom, sementara sebagian yang lain memilih tidak aktif lagi secara seksual semenjak didiagnosis HIV. Semua patuh mengkonsumsi obat ARV. Dukungan pendamping sebaya dirasakan dalam hal informasi, sosial dan pengobatan. Perlu pendekatan spiritual yang humanis pada LSL dengan penyediaan konseling hotline,dalam pencegahan penularan HIV.