cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 02163942     EISSN : 25496883     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
This journal is a scientific journal publications to develop knowledge in the field of Medical Science and Health. Topics of papers that can be published in the Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (JKK) Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta is scientific topics that correspond to areas of interest in the Faculty of Medicine and Health are Medical Science, Public Health, Obstetrics, Nursing, Pharmacy, Nutrition, other fields of health sciences. This journal is published periodically since 2004, 2 (two) times in 1 year (January and July). Available online since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Gambaran Peningkatan kadar NT-proBNP pada Penyakit Ginjal Kronik Derajat 3 dan Penyakit Ginjal Kronik Derajat 4 yang disertai Gagal Jantung NYHA I dan II Tri Ariguntar Wikaning Tyas
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.11.1.1-14

Abstract

Mekanisme yang mendasari hubungan antara penyakit kardiovaskular dan Penyakit Ginjal Kronik (PGK) meliputi hipertensi yang lama, volume overload dan aktivasi neurohormonal berkepanjangan dan menimbulkan gagal jantung penderita PGK. Diagnosis gagal jantung pada penderita PGK serupa dengan rekomendasi untuk pengerita gagal jantung tanpa PGK. Kadar NT-proBNP meningkat pada gagal jantung dan pada kelainan fungsi ginjal yang berhubungan dengan Laju Filtrasi Glomerulus. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran peningkatan kadar NT-proBNP PGK derajat 3 yang disertai gagal jantung NYHA 1-II. Desain studi menggunakan deskriptif analitik, dilakukan pada penderita PGK derajat 3 dan 4 yang disertai gagal jantung NYHA I-II, yang berobat ke poliklinik Ginjal hipertensi dan poliklinik Kardiologi di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo. Derajat PGK ditetapkan berdasarkan persamaan Modification of Diet in Renal Disease (MDRD), sedangkan klasifikasi gagal jantung berdasarkan New York Heart Association (NYHA). Pemeriksaan NT-proBNP dilakukan dengan bahan serum dengan prinsip electrochemiluminisencence immunoassay (ECLIA). Hasil menunjuukkan Sebanyak80 subyek (50 subyek kelompok PGK 3 yang disertai gagal jantung NYHA I-II dan 30 subyek kelompok PGK 4 yang disertai gagal jantung NYHA I-II). Nilai median kadar NT-proBNP kelompok PGK derajat 3 yang disertai gagal jantung NYHA I - II adalah 477.3 pg/mL (rentang nilai: 127.4 -  4087 pg/Ml). Nilai median kadar NT-proBNP kelompok PGK derajat 4 yang disertai gagal jantung NYHA I - II adalah 6285 pg/mL (rentang nilai: 671.1 - 16542 pg/mL). Peningkatan kadar NT-proBNP pada kelompok PGK 3 dengan NYHA I-II ke Kelompok PGK 4 dengan NYHA I - II sebesar 13.2 kali. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat peningkatan kadar NT-proBNP pada kelompok PGK 3 dengan NYHA I-II ke Kelompok PGK 4 dengan NYHA I - II sebesar 13.2 kali.
Analisis Spasial Pandemi COVID-19 di Jawa Timur (Januari – Juli Tahun 2021) Adinda Arumantika Sahara; Sudijanto Kamso
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.164-176

Abstract

WHO menetapkan wabah COVID-19 sebagai pandemi global. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami peningkatan kasus COVID-19. Penelitian ini menampilkan pola penyebaran spasial di wilayah Jawa Timur serta akan membandingkan kondisi autokorelasi spasial pada periode PPKM dengan statistik pengukuran yaitu Indeks Moran, LISA serta menggunakan pembobotan Queen Contiguity. Hasil penelitian didapatkan selama periode PPKM berlangsung, terdapat autokorelasi spasial insiden COVID-19 di Jawa Timur dengan pola pengelompokan berkembang menjadi cold spot yang terkonsentrasi pada pulau Madura, Jawa Timur bagian utara dan selatan. Serta ditemukan hot spot pada Jawa Timur bagian barat selama periode PPKM mikro. Faktor penentu yang berkaitan dengan pola insiden COVID-19 di Jawa Timur adalah kepadatan penduduk dan tingkat pengangguran terbuka. Ditemukan pula hubungan yang tidak konsisten pada variabel persentase penduduk lansia dan persentase penduduk miskin terhadap insiden COVID-19. Adanya temuan tersebut harus menjadi pertimbangan secara hati-hati dalam pembuatan kebijakan. Oleh karenanya dari temuan ini diharapkan dapat memandu respon kesehatan khususnya di Jawa Timur dalam pengendalian COVID-19.
Korelasi Antara Hasil Ujian Kognitif Tahap Akademik dan Profesi dengan Hasil Uji Kompetensi Dokter Indonesia di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Amir Syafruddin; Gandes Retno Rahayu; Yayi Suryo Prabandari
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.2.82 - 92

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan mendasar yang harus dimiliki seorang mahasiswa kedokteran untuk dapat menguasai basic medical knowledge yang kemudian berkembang menjadi clinical knowledge. Kemampuan kognitif ini di uji melalui Uji Kompetensi Dokter Indonesia. Uji Kompetensi Dokter Indonesia merupakan bentuk evaluasi yang diselengarakan oleh Pemerintah Indonesia untuk mengetahui tingkat kompetensi dokter yang telah dihasilkan oleh institusi pendidikan kedokteran. Tingkat keberhasilan Uji Kompetensi Dokter Indonesia dipengaruhi oleh proses selama pendidikan di kedokteran yang dilalui dengan dua tahap, yakni tahap akademik dan tahap kepaniteraan. Penelitian ini ingin melihat hubungan kemampuan kognitif tahap akademik dan tahap kepaniteraan dengan hasil UKDI. Melihat korelasi hasil uji kognitif pada tahap akademik dan kepaniteraan dengan hasil UKDI dalam kurun waktu satu tahun dari tahun 2011 hingga 2012 .Metode penelitian korelasi yang diawali dengan analisis dengan Pearson product moment yang kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi multivariat. Didapatkan bahwa tingkat hubungan antara uji kognitif tahap akademik dengan UKDI adalah positif namun lebih banyak termasuk dalam kategori rendah (r= 0,20 - ,399), sedangkan tingkat hubungan antara uji kognitif tahap kepaniteraan juga positif tapi lebih banyak bagian termasuk dalam kategori sangat rendah (r = 0,00-0,199). Kemampuan uji kognitif tahap akademik memilki tingkat hubungan yang rendah terhadap nilai keberhasilan UKDI, sedangkan hasil uji kognitif pada tahap kepaniteraan sangat rendah hubungannya untuk keberhasilan di UKDI.
Faktor- faktor yang Mempengaruhi Akseptor KB tidak Memilih Alat Kontrasepsi dalam Rahim di Desa Tanggung Gunung Tulung Agung Jawa Timur Tahun 2014 Rannie Kusuma Wardhani; Farsida Farsida
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.11.1.49-53

Abstract

Gerakan Keluarga Berencana Nasional disiapkan untuk membangun sumber daya manusia yang optimal, dengan ciri semakin meningkatnya peran serta masyarakat dalam memenuhi kebutuhan untuk dapat membangun keluarga sejahtera dalam rangka pelayanan Keluarga Berencana (KB). Dalam penyelenggarannya digunakan berbagai macam alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Akseptor KB tidak memilih Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) sebagai alat kontrasepsi di Desa Tanggung Gunung kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Metodologi Penelitian. menggunakan desain studi cross sectional dengan sampel 256 responden dan teknik insidental sampling. Penelitian dilakukan terhadap akseptor KB selain akseptor AKDR di Desa Tanggung Gunung November-Desember 2014 dengan kuisioner penelitian sebagai data primer dan data sekunder diperoleh dari Rakerda Pembangunan dan Kependudukan Keluarga Berencana Tahun 2014 Kabupaten Tulungagung.Hasil Faktor-faktor yang mempengaruhi akseptor KB tidak memilih AKDR di Desa Tanggung Gunung pada bulan November - Desember 2014 diantaranya faktor pengetahuan, dimana 22 responden (47,66%) berpengetahuan kurang, Pengalaman responden dalam AKDR 232 responden (91%) belum pernah menggunakan AKDR. Sebagian besar responden berpendidikan terakhir SMP yaitu 115 responden (45%). Responden yang bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga yaitu 210 responden (82%). Sebagian besar responden mempunyai anak satu 131 responden (51%). Hampir seluruh dari responden tidak pernah melakukan/mendapatkan konseling yaitu 208 responden (81%).Kesimpulan.Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi akseptor KB tidak memilih AKDR di Desa Tanggung Gunung Jawa Timur Tahun 2014. Faktor-faktor tersebut adalah pengetahuan ,pendidikan, pengalaman, paritas (jumlah anak), pekerjaan dan konseling.
Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi Mahasiswi Fakultas Keperawatan di Universitas Swasta di Tangerang Diani Damayanti; Ega Adelinge Trisus; Ema Yunanti; Belet Lydia Ingrit; Tirolyn Panjaitan
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.212-219

Abstract

Stres dapat menjadi pemicu terjadinya gangguan menstruasi pada mahasiswi. Saat mengalami stres, kortisol menyebabkan ketidakseimbangan hormon pada siklus menstruasi, sehingga siklus menstruasi menjadi terganggu.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi mahasiswi Fakultas Keperawatan di satu Universitas Swasta di Tangerang. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik purposive sampling sebanyak 244 responden. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari 28 pernyataan tentang siklus menstruasi dengan nilai cronbach alpha 0,819 dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswi mengalami stres normal sebanyak 81 responden (33.2%) dan menstruasi tidak teratur sebanyak 135 responden (57%). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi mahasiswi Fakultas Keperawatan di satu Universitas Swasta di Tangerang dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Stres dapat memengaruhi siklus menstruasi pada mahasiswi keperawatan di Tangerang. Oleh karena itu diharapkan mahasiswi dapat menemukan teknik manajemen stres yang baik.
Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2017-2019 Triana Srisantyorini; Putri Nabilla; Dadang Herdiansyah; Dihartawan Dihartawan; Fini Fajrini; Suherman Suherman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.131-138

Abstract

Bakteri (Mycobacterium Tuberculosis) merupakan bakteri penyebab tuberkulosis (TB) yang paling sering menyerang pada bagian paru-paru. Jumlah kasus TB Paru di Indonesia sebanyak 156.723 pada tahun 2016, 420.994 kasus pada tahun 2017, dan pada tahun 2018 terdapat 19.971 kasus pada laki-laki dan 15.802 kasus pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial dan uji statistik kejadian TB paru berdasarkan faktor risiko kependudukan di wilayah DKI Jakarta tahun 2017-2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi dengan pendekatan analisis spasial menggunakan data sekunder yang akan diolah dengan menggunakan uji korelasi dan software Quantum GIS. Hasil uji analysis spasial menunjukkan terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi kuat antara kepadatan penduduk (p value = 0.001 dan r = 0.700) dengan kasus baru TB paru, namun tidak terdapat hubungan antara kelembaban udara dengan kasus baru TB paru (p value = 0,145). Adapun gambaran analisis spasial kepadatan penduduk cenderung diikuti oleh jumlah kasus baru TB. Perlu adanya komitmen dan kerjasama untuk mengatasi masalah kemiskinan dan kepadatan penduduk serta peningkatan peran masyarakat dalam pendidikan dan penyuluhan tuberculosis guna mengurangi risiko kasus TB paru di Indonesia.
The Cigarette Smoking Knowledge and Attitude Components of Adolescence in Muhammadiyah Junior High School of Jakarta Fatin Najwa; Nurdiyana Abdul Manap; Ahmad Syazrain; Muhamad Izzuddin; Tria Astika Endah Permatasari; Siti Riptifah Tri Handari
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.2.59-63

Abstract

The World Health Organization (WHO) attributes more than 4 million deaths per year due to tobacco, and it is expected that this figure will rise to 10 million deaths per year by 2020. Moreover, it is now a growing public health problem in developing world. To investigate the knowledge and attitude component of adolescence in Madrasah TsanawiyyahMuhammadiyah Indonesia about cigarette smoking. Across sectional study was conducted using self administered questionnaire among 97 students of Madrasah Tsanawiyyah Muhammadiyah which has 2 components which are knowledge and attitude. Non probability sampling was used in selection of the respondents. Majority 78% of the respondent obtained a good rating for their knowledge component and about 79% obtained a good rating obtained a good rating for attitude. The smoke-free could reduce both the acceptability (norms) and availability of tobacco to youth.
Hubungan Motivasi dan Kualitas Pelayanan terhadap Pengambilan Keputusan untuk tetap Memilih KB Mandiri IUD di Kelurahan Rawa Terate Jakarta Timur Elli Hidayati
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.11.1.15-20

Abstract

Sejak tahun 1983 program KB telah berkembang pesat dan menjadi suatu gerakan dimasyarakat. Pelayanan KB sudah dilaksanakan melalui klinik pemerintah,klinik swasta,dokter dan bidan praktik swasta. Data SDKI 2002/03 ditemukan sekitar 63 % peserta KB memilih tempat pelayanan swasta.Berdasarkan hasil pengamatan jumlah akseptor KB mandiri mengalami ketidakstabilan dalam setiap tahunnya. Tahun 2007 jumlah peserta KB mandiri IUD (Intrauterine Device) 413 orang, tahun 2008 sebanyak 250 orang dan tahun 2009 sebanyak 440 orang. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan motivasi dan kualitas pelayanan terhadap pengambilan keputusan untuk tetap memilih KB mandiri IUD. Jenis desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, dengan pendekatan cross sectional,Am penelitian ini bersifat kuantitatif, dimana populasinya adalah seluruh akseptor yang aktif dengan KB mandiri IUD yang berada diwilayah kelurahan Rawa Terate sebanyak 440 responden tahun 2009,dengan jumlah sampel sebanyak 82 responden, cara pengambilan sampel menggunakan proposional masing-masing RW dalam satu kelurahan Rawa Terate,tehnik pengumpulan data dengan questioner, dan pengolahan data dilakukan dengan analisis univariat, analisis bivariat dengan chi-square. Hasil penelitian dengan analisis univariat didapatkan distribusi frekuensi pengambilan keputusan untuk tetap memilih KB mandiri IUD dengan jawaban sangat setuju 50 %, Motivasi untuk tetap memilih KB mandiri IUD 87,8%, dan kualitas pelayanan 43,9 %, Sementara hasil analisis bivariat variabel yang secara signifikan berhubungan dengan pengambilan keputusan untuk tetap memilih KB mandiri IUD adalah kualitas pelayanan dengan nilai p < dari 0,05. Penelitian ini merekomendasikan perlunya meningkatkan pelayanan KB khususnya mengenai penyuluhan dan konseling Kontrasepsi IUD agar akseptor mempunyai motivasi yang tinggi untuk ber-KB.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Orang Tua dengan Pelaksanaan Cuci Tangan di Rumah Sakit Bianca Marshelly Simanungkalit; Claudia Martha Sinay; Sri Rahayu Eyvelin Nainggolan; Lia Kartika; Edson Kasenda
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.177-184

Abstract

Cuci tangan adalah proses menghilangkan kotoran dan debu di kedua tangan menggunakan sabun dan air. Pengamatan awal menunjukkan hanya sedikit orang tua yang melakukan kegiatan cuci tangan sambil memberikan dukungan perawatan anak di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan praktik cuci tangan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian menggunakan teknik accidental sampling dan melibatkan 128 orang tua. Analisis data chi-square dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan praktik cuci tangan. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan praktik cuci tangan (p = 0,374). Namun terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan praktik cuci tangan (p = 0,001). Perawat diharapkan dapat terus mendukung orang tua melalui pemberian edukasi dan aplikasi tentang pentingnya aktifitas cuci tangan selama masa perawatab anak. Studi lebih lanjut direkomendasikan untuk dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi praktik cuci tangan orang tua.
Persepsi tentang Bentuk Payudara terhadap Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Tria Astika Endah Permatasari
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2014): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.10.2.93 - 98

Abstract

Memberikan Air Susu Ibu (ASI) merupakan langkah awal dalam menentukan masa depan terbaik bagi anak. Pemberian ASI tidak hanya sebagai investasi kecerdasan dan kesehatan bagi anak namun juga melindungi kesehatan ibu serta menjalin ikatan kasih sayang diantara ibu dan anak. Manfaat pemberian ASI sejalan dengan salah satu tujuan dari Millenium Development Goals (MDGs) yaitu mengurangi tingkat kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi ibu terhadap bentuk payudara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2012 dengan menggunakan desain studi Cross Sectional. Variabel Dependen adalah praktik pemberian ASI dan variabel independen antara lain persepsi ibu terhadap bentuk payudara, karakteristik ibu (tingkat pendidikan dan pekerjaan), status gizi ibu, peran petugas kesehatan, dan peran media informasi). Sampel sebanyak 100 orang ibu yang sedang menyusui yang diambil secara random dari ibu yang berkunjung ke Puskesmas di wilayah Ciputat-Tangerang Selatan.Hasil analisis statistik menunjukkan sebanyak 23% ibu tidak menyusui bayinya. Sebagian besar ibu (81%) memiliki persepsi bahwa bentuk payudara akan berubah jika menyusui menjadi tidak seindah semula. Analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square (Convidence Interval 95%) diketahui terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi ibu terhadap bentuk payudara dengan praktik pemberian ASI {Odd Ratio, OR=6,712), status gizi ibu (OR=3,529), dan peran media massa (OR=3,573). Diketahui juga ibu yang berpendidikan tinggi memiliki kecenderungan untuk memberikan ASI (31,9%) dibandingkan ibu berpendidikan rendah (19,l%).Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan studi kualitatif. Pemberian informasi yang benar mengenai pemberian ASI dan menjaga bentuk payudara ibu juga adanya kerjasama lintas sektor antara pemerintah dengan pihak media massa perlu lakukan secara terus menerus.