cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Ranah: Journal of Language Studies is published by the National Agency for Language Development and Cultivation. It is a research journal which publishes various research reports, literature studies and scientific writings on phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, forensic linguistics, comparative historical linguistics, cognitive linguistics, computational linguistics, corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies. It is published periodically twice a year in June and December. Each article published in Ranah will undergo assessment process by peer reviewers.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Membandingkan Partikel Fatis deh dan dong dalam Bahasa Indonesia Umi Kulsum
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.759 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v1i1.15

Abstract

Pengamatan terhadap bahasa Indonesia ragam lisan belum sebanyak pengamatan terhadap ragam tulis. Partikel deh dan dong banyak digunakan dalam ragam lisan dan belum ada yang mengungkap secara detail kedua partikel ini dan/atau membandingkan penggunaan keduanya. Pengamatan mengenai deh dan dong ini meliputi (1) jenis kalimat, (2) posisi, (3) pola, (4) fungsi, dan (5) kesinoniman keduanya. Pengamatan mengenai keduanya menggunakan metode deskriptif dengan teknik penyulihan dan permutasian. Kedua partikel yang diamati mempunyai persamaan dan perbedaan. Kedua partikel ini terdapat pada kalimat deklaratif dan imperatif dengan posisi final atau medial.  Selain itu, partikel dong terdapat juga pada kalimat interogatif. Kedua partikel ini tidak ditemukan pada posisi inisial. Posisi final merupakan posisi dominan bagi keduanya. Kedua partikel hampir mempunyai fungsi yang sama, terutama fungsi yang dipunyai keduanya pada kalimat imperatif, yaitu menghaluskan perintah. Akan tetapi, fungsi deh pada kalimat deklaratif lebih bervariasi jika dibandingkan dengan fungsi dong. Namun, dong mempunyai fungsi sebagai penegas pertanyaan dan fungsi ini tidak dipunyai deh. Partikel deh bersinonim dengan dong hanya pada kalimat imperatif, sedangkan pada kalimat interogatif dong tidak bersinonim dengan deh. Partikel deh pada kalimat deklaratif sebagian besar bersinonim dengan dong.
RETENSI DAN INOVASI FONOLOGIS PROTOBAHASA MELAYIK PADA BAHASA MELAYU TAMIANG Muhammad Toha
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.823 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v5i1.40

Abstract

This research was conducted diachronically. The object of this research is the PM phonemes which experienced retention and innovation in Melayu Tamiang language which observed the diachronic perspective. The data used in this research are 400 vocabularies. It was collected in Durian Village, Rantau District; Rantau Bintang Village, Bandar Pusaka District; Sekerak Kanan Village, Sekerak District and Bandar Khalifah Village, Tamiang Hulu District. The data was collected using listening and speaking method along with registering and recording techniques. The data were analysed using qualitative method. Diachronically, the result of the research showed that PM vowels, such as /*a/, /*ə/, /*i/ and /*u/ are still passed down by BMT until now. However, there are innovation occurred to *u < /U/ and *a < /ɔ/ vowels. Similarly, some PM consonants such as /*b/, /*d/,  /*g/, /*h/, /*j/, /*k/, /*l/, /*m/, /*n/, /*p/, /* r/, /*s/, /*t/, /*w/, /*y/, /*ñ/, /*ŋ/ and /*ˀ/ are still maintained by BMT, while the consonant phonemes which experienced innovation are *h < Ø/ , *k <  /ˀ/, *l < /ˀ/, *r < /R/ , *s < /h/ and *t < /ˀ/.  ABSTRAKAbstrakPenelitian Protobahasa Melayik ini dilakukan secara diakronis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fonem protobahasa Melayik (PM) yang mengalami retensi dan inovasi pada bahasa Melayu Tamiang (BMT) ditinjau dari persepektif diakronis. Data yang digunakan sebanyak 400 kosakata. Pengumpulan data dilakukan di Kampung Durian, Kec. Rantau, Desa Rantau Bintang, Kec. Bandar Pusaka, Desa Sekerak Kanan, Kec. Sekerak, dan Desa Bandar Khalifah, Kec. Tamiang Hulu. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan cakap dengan teknik catat dan rekam. Data dianalisis dengan menerapkan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fonem vokal PM seperti /*a/, /*ə/, /*i/, dan /*u/ masih diwariskan oleh BMT hingga kini. Namun inovasi terjadi pada vokal *u < /U/ dan *a < /ɔ/. Inovasi terjadi dengan sejumlah fonem konsonan PM, seperti /*b/, /*d/, /*g/, /*h/, /*j/, /*k/, /*l/, /*m/, /*n/, /*p/, /* r/, /*s/, /*t/, /*w/, /*y/, /*ñ/, /*ŋ/, dan /*ˀ/ masih dipertahankan oleh BMT sampai saat ini. Fonem konsonan yang mengalami inovasi adalah * h < Ø/ , *k < /ˀ/, *l < /ˀ/, *r < /R/ , *s < /h/ dan *t < /ˀ/.
LEKSIKON KEKERABATAN ETNIK MELAYU PALEMBANG Rahmat Muhidin
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 1 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.032 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v6i1.258

Abstract

This is research aims to identity and classify the kinship lexicon then explain the role and meaning in Palembang Malay greetings. The research used descriptive method. The technique used was ethnographical interview Palembang Malay ethnic in communicating either in nuclear family based on matchmaking or bloodline (offspring). That research result showed that the role and meaning of lexicon kinship dislayed that the people considered as close relatitive are family. Family relation is both consanguine and afinal. It is categorized into ego aligned, over ego, and below ego. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menjelaskan identitas dan mengklasifikasi leksikon kekerabatan dengan menjabarkan peran dan makna sapaan bahasa Melayu Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan data dengan menggunakan wawancara yang berkaitan secara etnografi. Hasil kajian leksikon kekerabatan bahasa Melayu Palembang di Kota Palembang adalah sebagai berikut: Etnik Melayu Palembang dalam berkomunikasi pada keluarga inti (keluarga batih) berdasarkan pada pertalian darah dan hubungan karena perkawinan. Kategori hubungan itu dapat dikelompokkan menjadi: hubungan sejajar ego/pribadi, di atas ego, dan di bawah ego.
Konstruksi Pemberitaan Isu Terorisme pada Media Massa: Tinjauan Imagologi dan Linguistik Kritis dan Kontribusinya dalam Pembentukan Karakter Siswa SMA Siti Maryam
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 1 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.219 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v7i1.580

Abstract

The issue of terrorism is one of the issues that have become public consumption for free at some time. Such issues have been dispersed in such a way, that berkitan with the issue of terrorism to global terrorism issues nationwide. It has started to have an impact on the formation of the mindset and character of the community, one of them against students at the level of theupper menangah school (HIGH SCHOOL). The character and mindset was formed and acquired through the contents of mass media news coverage of related issues of terrorism by means of construction in such a way by each of the mass media (especially print media) with differing goals and methods. This becomes something interesting when further related how the form of the construction of the mass media (print) contemporary form of terrorism through the preview imagologi and critical linguistics has deemed contributions towards the formation of character of the community, particularly high school students. In this case, the collection of data is carried out by an examination of the literature and advanced observation then analyzed using the theory of imagologi and critical Linguistics, then research results presented in narrative form (informal methods).Research results are obtained, namely the occurrence of construction news coverage by various mass media print of terrorism in Indonesia and in the world. The construction was done through analogy, transfer of facts, and discrimination against particular groups are considered a trigger action terrorism AbstrakIsu terorisme merupakan salah satu isu yang telah menjadi konsumsi umum secara bebas pada beberapa waktu terakhir. Isu tersebut telah tersebar sedemikian rupa, baik yang berkitan dengan isu terorisme nasional hingga isu terorisme global. Hal tersebut pun telah mulai berdampakpada pembentukan pola pikir dan karakter masyarakat, yang salah satunya terhadap siswa pada tingkat sekolah menangah atas (SMA). Pola pikir dan karakter tersebut dibentuk dan diperoleh melalui isi pemberitaan media massa terkait isu terorisme dengan cara konstruksi yang sedemikian rupa pula oleh masing-masing media massa (khususnya media cetak) dengan metode dan tujuan yang berbeda-beda. Hal inimenjadi sesuatu yang menarik untuk ditelaah lebih jauh terkait dengan bagaimana bentuk konstruksi media massa (cetak) terhadap isu kontemporer berupa terorisme melalui tinjauan imagologi dan linguistik kritis yang dianggapmemiliki kontribusi terhadap pembentukan karakter masyarakat, khususnya siswa sekolah menengah atas. Dalam hal ini, pengumpulan data dilakukan dengan telaah pustaka dan observasi lanjutan yang kemudian dianalisis menggunakan teori imagologi dan linguistik kritis, kemudian hasil penelitian disajikan dalam bentuk naratif (metode informal).Hasilpenelitian yang diperoleh yaitu terjadinya konstruksi pemberitaan oleh berbagai media massa cetak terhadap isu terorisme, baikdi Indonesia maupun di dunia. Konstruksi tersebut dilakukan melalui analogi, pengalihan fakta, dan diskriminasi terhadap golongan tertentu yang dianggap sebagai pemicu aksi terorisme.
OLAH KATA DALAM MEDIA LUAR RUANG SEBAGAI INDUSTRI KREATIF Wati Kurniawati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5379.186 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v4i2.31

Abstract

Pada era globalisasi dan memasuki pasar terbuka pada tingkat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) penggunaan kata dan istilah asing tetap marak sebagai industri kreatif. Tatanan kehidupan dunia yang baru tersebut telah mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat dalam berbagai sendi kehidupan. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah olah kata atau penggunaan kata dan istilah asing pada media luar ruang sudah menerapkan kaidah yang diatur Pusat Bahasa? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan kata dan istilah asing dalam media luar ruang. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang ditunjang dengan teknik pengumpulan data dan analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan merekam/memfoto/mencatat kata dan istilah asing yang digunakan pada media luar ruang, yaitu dari papan nama, papan petunjuk, papan iklan, kain rentang, dan baliho yang berjumlah 71 buah. Data diklasifikasi berdasarkan bentuk kata, frasa, klausa, kalimat, dan wacana di dalam sebuah konstruksi bahasa. Selanjutnya data ditabulasikan dan dianalisis. Teori yang diacu adalah Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2003), A Grammar of Contemporary English (1972), dan Pengindonesiaan Kata dan Ungkapan Asing (2006). Temuan dalam penelitian ini mendeskripsikan penggunaan kata dan istilah asing pada media luar ruang, yaitu pada papan nama yang sesuai dengan kaidah 2 dan kaidah 5 berjumlah 33 buah (46,4%) dan pada papan iklan 7 buah (9,9%). Sementara itu, penggunaan kata dan istilah asing pada papan nama yang tidak sesuai dengan kaidah 1, 2, 3, 4 berjumlah 29 buah (40,6%) dan pada kain rentang 2 buah (2,7%). Data yang sesuai dengan kaidah berjumlah 40 buah (56,3%). Data yang tidak sesuai dengan kaidah berjumlah 31 buah (43,7%). Dengan demikian, frekuensi data yang sesuai dengan kaidah lebih dominan dibandingkan dengan data yang tidak sesuai dengan kaidah.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE TUTURAN TUKUL ARWANA PADA ACARA “BUKAN EMPAT MATA Vita Nirmala
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7419.349 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v2i2.232

Abstract

Makalah ini membahas tentang alih kode dan campur kode yang dituturkan oleh Tukul Arwana dalam acara “Bukan Empat Mata”. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang difokuskan pada alih kode dan campur kode yang dituturkan oleh Tukul Arwana dan penyebab alih kode dan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode yang dituturkan oleh Tukul Arwana dalam bentuk kata dan frasa, sedangkan alih kode dalam bentuk kalimat. Alih kode dan campur kode digunakan dalam bahasa Inggris dan Jawa. Alasan mengapa Tukul Arwana menggunakan alih kode dan campur kode adalah untuk menciptakan suasana humor, santai, dan dalam situasi tidak formal.
KELAPA SAWIT DAN PUNAHNYA BAHASA LOKAL Sahril Sahril
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9100.912 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v2i1.54

Abstract

Kehadiran kelapa sawit di tengah masyarakat sebenarnya adalah untuk menambah penghasilan bagi masyarakat setempat. Akan tetapi, di sebalik itu semua ada sektor yang dirugikan, yaitu lingkungan dan ekologi yang berdampak pada punahnya flora dan fauna setempat. Punahnya flora dan fauna berdampak pula pada punahnya bahasa lokal yang ada di daerah tersebut. Di antara bahasa yang punah adalah penamaan untuk flora dan fauna yang punah itu. Melalui kajian ekolinguistik ditemukan penyebab punahnya bahasa lokal. Dari hasil penelitian, ditemukan ada 49 nama flora dan fauna yang tidak lagi diketahui oleh penuturnya, khususnya di kalangan generasi muda.
UNGKAPAN LISAN BERMAKNA BUDAYA SUATU TINJAUAN ETNOLINGUISTIK Sjane F. Walangarei
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4632.681 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v2i1.474

Abstract

Global and cultural mixture exist around the world. Big culture will press small culture. This situation can cause the decadency of cultural values and the most importantly demoralization in this generation can be passed over the next generation. This research have been done as one of many ways to save a generation. The research discuss cultural expressions are used by Tondanonese in their daily conversation. These expressions, in general, are in the form of advice and insinuation to warn the society that everything has its rule and must be obeyed by them. Those cultural expressions have been used since long time ago until now. But unfortunately, Tondanonese are unaware those expressions which are in the form of language that emphasize cultural attitudes and actions in which social values/norms, mindsets, and life style existed. The cultural expressions of Tondanonese research have been done to save this generation from the decadency of ethic and to preserve Tondanonese culture which social values and educated thought bounded. ABSTRAKEra global dan penyesuaian budaya terjadi di berbagai belahan dunia ini. Budaya yang kuat akan menekan budaya yang kecil. Situasi ini menyebabkan kemerosotan nilai-nilai budaya dan yang paling dikuatirkan adalah kemerosotan etika pada generasi sekarang dan dikuatirkan akan berlanjut pada generasi berikutnya. Menyikapi hal tersebut, mengangkat budaya orang Tondano adalah salah satu upaya menyelamatkan suatu generasi. Upaya tersebut adalah mengangkat ungkapan yang bermakna budaya di masyarakat Tondano dalam percakapan sehari-hari dan digambarkan secara umum dalam bentuk nasihat dan sindiran. Selain itu, Ungkapan tersebut untuk memperingatkan masyarakat bahwa segala sesuatu memiliki aturan dan harus ditaati sebagai kesepakatan bersama. Hal menarik dari pada masyarakat Tondano yaitu ungkapanungkapan tersebut masih digunakan sampai sekarang. Namun sangat disayangkan, masyarakat Tondano tidak menyadari bahwa ungkapan-ungkapan tersebut merupakan bagian dari bahasa yang mampu menegaskan sikap budaya dan perilaku tentang nilainilai, norma, pola pikir, dan cara hidup masyarakat. Studi tentang ungkapan-ungkapan budaya masyarakat Tondano dilakukan untuk penyelamatan generasi dari kemerosotan etika dan penyelamatan budaya Tondano yang mengandung nilai sosial dan pemikiran-pemikiran yang mendidik.
PENERAPAN MODEL TERAPI LINGUISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PENDERITA DISARTRIA Gusdi Sastra; Noviatri Noviatri
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5266.714 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v2i2.5

Abstract

Penelitian tentang terapi linguistik sudah banyak dilakukan terhadap pasien yang menderita disartria. Disartria adalah gangguan dalam bertutur yang disebabkan oleh kerusakan sistem saraf pusat yang secara langsung mengontrol aktivitas otot-otot yang berperan dalam proses tuturan dalam pembentukan suara pengucapan. Kajian ini membahas tiga isu, yakni bentuk-bentuk lingual dapat diterapkan pada penderita disartria sebelum memperoleh terapi linguistik, pengaruh-pengaruh emosional terhadap pengetahuan leksikal dan semantis dari pasien, dan capaian model terapi linguistik yang diterapkan pada pasien disartria yang kemampuan bertuturnya sudah cacat. Dalam menganalisis data, kajian ini menggunakan teori Prins (2004) dan metode Nunan (1992) yang dipadu dengan Sudaryanto (1993). Bersadarkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, dan dengan menerapkan model terapi linguistik, ditemukan bahwa terdapat peningkatan berbicara pasien, hampir 40 persen dari indeks pengetahuan atau informasi lingual, 20 persen semantik, dan 40 persen perasaan. Indeks lingual sangat penting sebagai sebuah cara terapi bagi pasien yang menderita disartria. Peningkatan dalam kemampuan bertutur ini menambah rasa percaya diri bagi penderita disatria di dalam kehidupan sosial.
ANALISIS KONTRASTIF PENGEMASAN INFORMASI DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS Ikmi Nur Oktavianti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10281.366 KB) | DOI: 10.26499/rnh.v3i1.45

Abstract

Penutur bahasa mempunyai hakikat kreatif dan inovatif. Maka dalam pemroduksian bahasa, penutur dapat memodifikasi konstruksi lingual sedemikian rupa demi kepentingan penyampaian informasi atau pesan kepada lawan tutur. Karena bahasa-bahasa di dunia mempunyai karakteristiknya masing-masing, maka fenomena pengemasan informasi menarik untuk diamati. Oleh sebab itu, makalah ini mengulas perihal pengemasan informasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Di samping itu, tulisan ini berusaha memerikan faktor-faktor internal bahasa penyebab persamaan dan perbedaan pengemasan informasi di antara kedua bahasa tersebut.

Page 2 of 32 | Total Record : 312