cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 20883226     EISSN : 26208210     DOI : -
Core Subject : Education,
MADANIA: Jurnal-Jurnal Keislaman (ISSN Print: 2088-3226|ISSN Online: 2620-8210) adalah jurnal yang memuat tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, review buku baru, studi naskah di bidang Keislaman, Keilmuan, dan Kemanusiaan, dengan konsentrasi pada disiplin ilmu Tarbiyah, Syari’ah, Ushuluddin, dan Dakwah. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, Juni dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
PENGARUH KESADARAN DAN KEPERCAYAAN POLITIK TERHADAP PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DHARMASRAYA PADA PILKADA 2015 Anggraini Merry; Asrinaldi Asrinaldi; Aidinil Zetra Zetra
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 8, No 1 (2018): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.043 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v8i1.5676

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh kesadaran politik terhadap partisipasi masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh kesadaran dan kepercayaan politik terhadap tingkat partisipasi politik masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Faktor kesadaran dan keprcayan politik mempengaruhi tingkat partisipasi politik masyarakat Kabupaten Dharmasraya pada Pilkada Serentak Tahun 2015. Hasil peneitian menunjukan bahwa tingkat kesadaran politik dan kepercayaan terhadap sistem pemerintahan masyarakat Kabupaten Dharmasraya cukup tinggi. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Kendall Tau diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,462. Kesadaran politik dan kepercayaan terhadap sistem pemerintahan memiliki hubungan positif dengan partisipasi politik masyarakat pada Pilkada Serentak di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2015
PENDIDIKAN HUMANISTIK; Mengenal Pendekatan Multiple Intelligences dalam Pendidikan Islam Zulkifli M Nuh
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2018): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.048 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v8i2.5698

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan proses pendidikan humanis dengan menggunakan pendekatan Multiple Intelligences. Pendekatan ini sebenarnya ingin mengatakan bahwa semua anak lahir dalam keadaan cerdas. Tidak ada anak yang bodoh, dalam pengertian tidak pandai. Setiap anak memiliki kecerdasan, yaitu SpatialVisual (Berfikir dalam Citra dan Gambar) ; Linguistik-Verbal (Berfikir dalam kata-kata) ; Interpersonal (Berfikir lewat komunikasi dengan orang lain); Musikal-Ritmik (Berfikir dalam irama dan melodi) ; Naturalis (Berfikir dalam acuan alam); Badan-Kinestetik (Berfikir melalui sensasi dan gerakan tubuh); Intrapersonal (Berfikir secara reflektif) dan Logis-Matematis (Berfikir dengan penalaran).
PSIKOLOGI TRANSPERSONAL; Mengenal Konsep Kebahagiaan dalam Psikologi Abu Bakar MS
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2018): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.876 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v8i2.5700

Abstract

Kehadiran psikologi transpersonal memberikan arti yang cukup penting dalam menjawab problem-problem kemanusiaan masa kini dan juga dalam upaya menafsirkan serta mengevaluasi gejala-gejala keagamaan secara psikologis. Psikologi transpersonal menempatkan agama dalam susunan pengalaman manusia yang bersifat pribadi, yang memiliki akar dalam kehidupan psikis. Oleh karena itu, gejala agama bukanlah sekadar luapan konflik dan ketegangan di saat masa kanak-kanak yang tidak terpecahkan, akan tetapi agama merupakan wujud transendensi diri dengan kekuatannya sendiri. Agama bagi seseorang, dalam pandangan psikologi transpersonal, merupakan urusan pribadinya dengan Tuhan. Di sisi lain, tasawuf Islam tetap mengakui adanya aspek metafisika yang menjadi bahan telaah psikologi transpersonal. Sehingga, kebahagiaan dalam psikologi ini, adalah aktualisasi dari penghambaan kepada Tuhan.
DESEKULERISASI ULAMA; Makna Ulama Menurut Nurcholish Madjid Imam Hanafi; Sofiandi Sofiandi
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2018): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.244 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v8i2.5713

Abstract

Ulama menduduki posisi penting dalam masyarakat Islam. Ulama tidak hanya sebagai figur ilmuan yang menguasai dan memahami ajaran-ajaran agama, tetapi juga sebagai penggerak, motivator dan dinamisator masyarakat ke arah pengembangan dan pembangunan umat. Perilaku ulama selalu menjadi teladan dan panutan. Ucapan ulama selalu menjadi pegangan dan pedoman. Ulama dalam pandangan Nurcholish Madjid adalah menjaga akhlaq masyarakat. Pengetahuan dan pendalaman tentang ajaran agama yang dimilikinya memungkinkan para ulama bertindak selaku kekuatan moral. Yang kedua adalah mereka yang memahami dengan penuh penghayatan gejala-gejala alam sekitarnya seperti hujan (meteorologi), tetumbuhan (flora), fenomena geologis gunung-gunung (mineralogi), gejala kemanusiaan (ilmu-ilmu sosial), dan binatang-binatang (fauna) dengan berbagai variasi dan kompleksitasnya. Hal ini berarti bahwa seorang ulama tidak memisahkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai moral religius. Antara ilmu dan etika, kesemuanya adalah satu kesatuan mutlak. Ilmu dan aktivitas keilmuan merupkan manifestasi dari pengabdian manusia kepada Tuhan.
DARI ISLAM KE KRISTEN Konversi Agama pada Masyarakat Suku Minangkabau Kurnial Ilahi; Jamaluddin Rabain; Suja’i Sarifandi
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2018): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v8i2.5728

Abstract

Fenomena konversi agama pada masyarakat suku Minangkabau; dari Penganut Islam menjadi pemeluk Kristen dimulai sejak adanya kontak dan relasi perdagangan antara bangsa-bangsa Barat; Portugis, Belanda, Inggris dan Prancis dengan masyarakat Minangkabau dari Kerajaan Pagaruyung (1347–1825 M). Nama-nama pendeta orang Minang, di antaranya adalah : (1) Pendeta I.F.M. Salim Alias Abdoel Chalid Salim (1904-1985), ia adalah adik kandung Haji Agus Salim, Pahlawan Nasional, (2) Pendeta Willy Amrul alias Abdul Wadud Karim Amrullah disingkat AWKA (1927-2012), adik seayah dari Buya HAMKA, (3) Pendeta Akmal Sani yang sangat besar peranannya dalam merombak Ranah Minang “Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah” menjadi kawasan “Adat dan Syarak basandi Yesus dan Injil,”
BUDAYA DISIPLIN KERJA; Sebuah Sketsa Kerja Orang-Orang Jepang Syafiah Sukaimi; Muh Said
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2018): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.666 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v8i2.5729

Abstract

Jepang, termasuk salah satunya negara di dunia yang turut diperhitungkan dalam persaingan dunia global atas berbagai percepatan kemajuan yang di alaminya terutama di bidang sain dan teknologi. Salah satu penyebab utamanya karena eksis dan lestarinya budaya disiplin di kalangan masyarakat Jepang pada umumnya. Sikap-sikap mental dan perilaku sosial positif setiap pribadi dalam berbagai aktivitas, merupakan wujud budaya disiplin mereka. Terlestarinya budaya disiplin mereka di samping karena faktor warisan tradisi leluhur mereka, serta berperannya secara aktif setiap orang tua dan para pendidik (guru) dalam mendidik generasinya hingga usia dianggap bisa mandiri, dan juga karena faktor dukungan pemerintah (Raja) dengan berbagai sarana dan fasilitas berasis teknologi modern. 
TUNJUK AJAR MELAYU; Warisan Nilai Pada Bait-Bait Syair Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji Mulyadi H
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 8, No 2 (2018): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.14 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v8i2.6139

Abstract

Mystical literature is not only a part of the long tradition in Malay literature in archipelagos but also it is directly a integral part of policical, cultural and social practice that was conditioned, and if conditioned the discursive formation in society of Malay particularly in Pengengat Island-Kepulauan Riau province, and widely in South East Asia area. Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji is the Islamic literary work that is characterized typically by Sufism, writing by Raja Ali Haji, an intellectual, cultural observer, Moeslem leader in 19th centuries in Pengengat Island. This Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji  is included al-irsyadi’s literary work containing the didactic-educational message for ethical and moral reconstruction of life.
DEVELOPING SUFISTIC LEARNING: Considering Pluralistic Consciousness in Islamic Education Imam Hanafi
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 1, No 1 (2011): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.828 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v1i1.4662

Abstract

Differences always create a complex problem. This can be seen by the fact that variety of religions, ethnics, and languages provoked many riots in Indonesia. As a result, these riots made ‘black history’ in this country. Therefore, it is very important to formulate a philosophical framework in order to solve this problem. Education is one of important media to solve this problem. In this case, education has to create an excellent learning methodology that can accept the variety of religions, ethnics, and languages in the classroom. In this article, there is learning methodology, which can be called Sufism model. This methodology develops both intellectual (ratio) and spiritual capability, which connect  the esoteric dimensions of human being. This Sufism learning methodology engages the substantial meaning from Sufism tradition in order to translate human’s activity based on spiritual aspects. Therefore, human beings are not framed on symbolic meaning that makes differences become a complex problem.
The DEVELOPMENT of COGNITIVE ASPECT of LEARNERS THROUGH TEACHER PERSONALITY Nazar Al Masri
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 1, No 1 (2011): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.593 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v1i1.4667

Abstract

This paper studies about how is the position of education  which should not merely develop intellectual aspect of learners but also other aspects such as ethics, aesthetics,   and social character of the learners. Moreover, affective aspect or personality of the learners has become the aim of education and it is the most important part in the process of education to which every teacher should pay more attention. Furthermore, every teacher has ability to influence his students. This influence could be from teacher personality reflected from his behavior on how he acts, says, walks, and many others. Therefore, the good model from the teacher is needed.
Pendidikan Karakter Menurut KH. Hasyim Asya’ri Dalam Kitab Adab Al-Alim Wa Al-Muta’allim Afiq Budiawan
Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 9, No 1 (2019): Madania
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.274 KB) | DOI: 10.24014/jiik.v9i1.8385

Abstract

Pendidikan karakter pada umumnya masih pada taraf menghafal atau memperkenalkan nilai belum sampai pada tingkat penghayatan dan tingkat menjadikan nilai-nilai sebagai komitmen pribadi dalam kehidupan. Melihat kembali kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim karya K.H Hasyim Asy’ri, maka terdapat risalah mengenai pendidikan karakter terkhusus pada nilai karakter pendidik dan peserta didik. Maka penelitian ini berfokus pada Bagaimana karakter pendidik dan Bagaimana relevansinya pendidikan karakter menurut K.H Hasyim Asya’ri dengan pendidikan karakter di Indonesia. Penelitian bersifat kualitatif dengan teknik library research. Sumber data primer berasal dari kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim dan sumber sekunder berasal dari publikasi ilmiah berupa buku-buku, jurnal-jurnal dan hasil penelitian lain yang terkait. Teknik pengumpulan data: dokumentasi dan mengidentifikasi. Teknik analisis data menggunakan content analysis dengan pendekatan induktif. Hasil penelitian: 1) karakter pendidik dan peserta didik diklasifikasikan menjadi tiga bagian: a. sikap mental atau karakter b. upaya yang dilakukan agar menjadi pendidik dan peserta didik yang berkarakter, c. strategi mengajar belajar yang dilakukan pendidik. Ketiga tersebut memiliki indicator yang sesuai dengan kopentensi pendidik menurut UU Sisdiknas 2003, 2) relevansi pendidikan karakter antara lain; makna dan tujuan pendidikan karakter, nilai-nilai karakter baik untuk pendidik maupun peserta didik, latar belakang pemikiran tentang pendidikan karakter, metode pendidikan karakter, media dan evaluasi pendidikan karakter.

Page 9 of 20 | Total Record : 192