cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 25811800     EISSN : 25974122     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
ELSE adalah jurnal ilmiah tentang pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 613 Documents
Penerapan Metode Partisipatori untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Kelas VI SDN 6 Tamanagung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016-2017 Rahayu, Yulia Tri
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.515 KB) | DOI: 10.30651/else.v2i2.1820

Abstract

Abstrak: Bahasa merupakan salah satu hasil kebudayaan yang harus dipelajari dan harus diajarkan. Dengan bahasa kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk, dibina dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi-generasi mendatang. Oleh sebab itu melalui proses pengajaran bahasa diharapkan siswa mempunyai kemampuan yang memadai untuk dapat berbahasa Indonesia secara baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan penerapan metode partisipatori dan metode kerja kelompok dalam upaya peningkatan prestasi belajar  Bahasa Indonesuia Kelas VI SDN 06 Tamanagung melalui metode ini siswa dituntut berperan aktif mengikuti penjelasan berdiskusi berkelompok, merangkum hasil diskusi Bahasa Indonesia,  membacakan hasil diskusi didepan kelas, mampu mengexpesikan  berbahasa Indonesia dengan tepat. Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui sejuah mana peningkatan prestasi belajar siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia dengan menerapkan metode partisipatori dan metode kerja kelompok. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 3 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 55% pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 67,5 % dan siklus 3 mencapai 85 %,  secara klasikal telah mencapai ketuntasan.Kata kunci: Metode Partisipatori, Kerja Kelompok, Prestasi Belajar Bahasa IndonesiaAbstract: Language is one of the results of culture that must be learned and must be taught. With the cultural language of a nation can be formed, fostered and developed and can be passed on to future generations. Therefore, through the language teaching process, students are expected to have sufficient ability to be able to speak Indonesian properly and correctly. This study aims to prove the application of participatory methods and group work methods in an effort to improve Indonesian Language learning achievement Class VI SDN 06 Tamanagung through this method students are required to play an active role following group discussion explanations, summarizing the results of the Indonesian language discussion, reading the results of the discussion in front of the class, able to expose speak Indonesian correctly. The purpose of this class action research is to find out which one is to improve student learning achievement in Indonesian language lessons by applying participatory methods and group work methods. This action research was carried out in 3 cycles. From the results of the actions taken it is proven to improve student learning outcomes by achieving ideal standards. From 55% in Cycle 1, it can increase in cycle 2 to 67.5% and cycle 3 to 85%, classical has achieved completeness.Keywords: Participatory Methods, Group Work, Indonesian Language Learning Achievement
Penerapan Metode Dongeng dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku Menggosok Gigi pada Anak Taman Kanak-Kanak Rachmayani, Dita; Kurniawati, Yunita; Lestari, Sumi
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 2 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.112 KB) | DOI: 10.30651/else.v2i2.1678

Abstract

Abstrak: Pentingnya pemahaman perilaku sehat sejak usia dini dapat berdampak positif bagi tumbuh kembang anak. Salah satu perilaku sehat pada anak yaitu menggosok gigi. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku menggosok gigi pada anak taman kanak-kanak dengan menggunakan metode dongeng. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen dengan desain the one-group pretest-posttest. Hasilnya diperoleh nilai Z = -3.241 dengan signifikansi 0.001 (<0.05) maka dapat disimpulkan bahwa metode dongeng efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku anak.           Kata kunci: Dongeng, Perilaku, Menggosok, Gigi, AnakAbstract: The importance of understanding healthy behavior from early age has positive impact on children development. One of the healthy behaviors in children is brushing teeth. Therefore, the purpose of this study is to improve knowledge and behavior of brushing teeth in children by using fairytale method. The research method used is experimental research with the one-group pretest-posttest design. The result is Z = -3.241 with significance of 0.001 (<0.05) it can be concluded that the fairytale method is effective in improving child knowledge and behavior.Keywords: Storytelling, Behavior, Brushing, Teeth, Child
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Tuna Rungu di SDN Inklusi Agustin, Ina
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.195 KB) | DOI: 10.30651/else.v3i1.2460

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan  lembar kerja siswa (LKS) yang valid, efektif dan dapat diterapkan dalam pembelajaran bagi siswa tuna rungu; (2) meningkatkan keterampilan menulis anak tuna rungu. Pengembangan lembar kerja siswa (LKS) ini menggunakan model pengembangan 4 D (four D model) oleh Thiagarajan dan Semmel (1974). Model rancangan ini terdiri dari empat tahap yaitu tahap pendefinisian (define), perencanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Adapun subjek penelitian adalah satu orang siswa tunarungu kelas IV di SDN Pucangan 02 Kecamatan Montong Kabupaten Tuban. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket dan dokumentasi. Hasil rata-rata kevalidan dari validasi ahli mencapai 84,5%,  dengan kategori sangat valid. Hasil ujicoba lapangan pada pelaksanaan pembelajaran tahap 1 adalah  72% dan kriteria tinggi, tahap 2 yaitu diperoleh 84% dan kriteria tinggi. Selanjutnya mengalami peningkatan lagi pada tahap 3 yaitu 88% dan kriteria sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa lembar kerja siswa (LKS) yang dikembangkan memiliki keterterapan tinggi. Untuk hasil respon siswa adalah 84% dan kriteria sangat tinggi. Berdasarkan data di atas, lembar kerja siswa (LKS) dapat dikatakan valid, efektif dan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran pada siswa tuna rungu di kelas IV SDN Pucangan II Kecamatan Montong Kabupaten Tuban.Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa (LKS), Kemampuan Menulis, Tuna RunguAbstract: This study aims to (1) develop student worksheets (LKS) that are valid, effective and can be applied in learning for deaf students; (2) improve writing skills of deaf children. The development of student worksheets (LKS) uses a 4 D (four D model) development model by Thiagarajan and Semmel (1974). This design model consists of four stages, namely defining, planning, developing and distributing (disseminate). The research subjects were one fourth grade deaf student at Pucangan Elementary School 02 Montong District, Tuban Regency. Data collection techniques in this study used observation, interviews, tests, questionnaires and documentation techniques. The average validity results from expert validation reached 84.5%, with very valid categories. The results of field trials on the implementation of stage 1 learning were 72% and high criteria, stage 2 which was obtained 84% and high criteria. Furthermore, there was an increase in stage 3, which was 88% and the criteria were very high. This shows that the student worksheets (LKS) developed have high applicability. For the results of student responses is 84% and the criteria are very high. Based on the data above, student worksheets (LKS) can be said to be valid, effective and can be applied in learning activities in deaf students in class IV of Pucangan II Elementary School Montong District, Tuban Regency.Keywords: Student Worksheet (LKS), Writing Ability, Deaf
Literasi Numerasi di SD Muhammadiyah Ekowati, Dyah Worowirastri; Astuti, Yuni Puji; Utami, Ima Wahyu Putri; Mukhlishina, Innany; Suwandayani, Beti Istanti
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.624 KB) | DOI: 10.30651/else.v3i1.2541

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) rancangan program literasi numerasi, (2) pelaksanaan program literasi numerasi, (3) upaya dalam mengatasi kendala pelaksanaan program literasi numerasi, (4) faktor pendukung dan (5) faktor penghambat pelaksaan program literasi numerasi. Jenis penelitian ini adalah deskripsif kualitatif. Hasil penelitian yaitu (1) rancangan literasi numerasi di SD Muhammadiyah 1 Kota Malang secara umum belum terprogram dan secara khusus menyesuaikan materi literasi numerasi pada pembelajaran matematika dan tema pada pembelajaran tematik kurikulum 2013. (2) Pelaksanaan program literasi numerasi telah sesuai dengan tiga tahapan program literasi sekolah yakni tahap pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran, serta sesuai dengan lima indikator literasi numerasi. (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala program literasi numerasi telah beracuan pada tujuan umum literasi di sekolah. (4) Faktor pendukung terdiri dari pemerintah dan sasaran program literasi numerasi. (5) Faktor penghambat beracuan pada tiga sasaran literasi numerasi. Sasaran literasi numerasi terdiri dari basis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat.Kata Kunci: Program, Literasi, Numerasi, Sekolah DasarAbstract: The purpose of this research is to describe : (1) plan of the numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang, (2) realize the numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang, (3) effort to solve problems in realizing the numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang, (4) proponent factor in realizing the numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang, (5) inhibiting factor in realizing the numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang. This research used a qualitative research approach by using descriptive type. The result of this research showed that (1) plan of the numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang is not in program list yet and in especially case, it still makes an adjustment with the numeracy literacy matter in learning mathematics and lesson topic 2013 curriculum. (2) The realization of this numeracy literacy program in elementary school Muhammadiyah 1 Malang is matched with the three steps of school literacy program, they are habitual, development and learning step it also conforms to five indicators of numeracy literacy. (3) The effort to solve problems in realizing the numeracy literacy program based on the general purpose of the literacy in school. (4) Government and numeracy literacy program’s object is included in proponent factor. (5) The inhibiting factor is aimed at three of numeracy literacy program’s objects. Numeracy literacy targets consist of the class base, school culture base, and community base.Keywords: Program, Lliteracy, Numeracy, Elementary School
Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Portofolio pada Siswa Kelas VI SDN Ajung 02 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Herwanti, Wiwien
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.967 KB) | DOI: 10.30651/else.v3i1.2043

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan mendeskripsikan peningkatkan hasil belajar IPS menggunakan metode pembelajaran portofolio di kelas VI SDN Ajung 02 Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian siswa kelas VI SDN Ajung 02 yang berjumlah 14 siswa. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, soal tes. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran portofolio dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Peningkatan hasil belajar siswa ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar siswa pada setiap tindakan. Pada tahap pra siklus, nilai rata-rata kelas 61,1 sedangkan pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh adalah 70.9. Prestasi belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 9,8 poin. Nilai rata-rata siswa pada siklus II sebesar 73,1 atau mengalami peningkatan sebesar 2,2 poin. Persentase ketuntasan siswa juga mengalami peningkatan pada setiap tahap tindakan. Pada tahap pra tindakan jumlah siswa yang mencapai kriteria tuntas sebanyak empat siswa dengan persentase sebesar 28.6%, sedangkan pada siklus I sebanyak 10 siswa dengan persentase sebesar 71,4% dan pada siklus II sebanyak 11 siswa dengan persentase sebesar 78,6%.Kata Kunci: Hasil Belajar IPS,  Metode Pembelajaran PortofolioAbstract: The aim of this studyto improve the quality of learning and describe learning outcomes increased social studies using learning methods portfolio in class sixth grade SDN Ajung 02 Sub Regency of Jember Leaves.This type of research is the study of the subject with the Class Action on sixth grade SDN Ajung 02 of 14 students.This research takes place in two cycles. The instruments used are observation sheets, reserved tests.Descriptive data analysis of qualitative and quantitative with the formula percentages.The results showed that the method of learning portfolio can improve learning outcomes social studies.Improved student learning outcomes is demonstrated by the increasing value of the average student learning outcomes in each action.At the stage of pre cycle, an average rating of 61.1 class while in cycle I, the average value obtained was 70.9.The achievements of the student learning experience an increase of 9.8 points. The value of the average students in cycle II amounted to 73.1 or experience an increase of 2.2 points.Ketuntasan percentage of students also experience increased at each stage of the action.At this stage of the pre an action number of students reaching the mastery criteria for as many as four students with percentage of 28.6%, while on a cycle I as many as 10 students with a percentage of 71.4% and cycle II a total of 11 students with a percentage of 78.6%.Keywords: Social Studies, Learning Outcomes, Learning methods Portfolio
Penerapan Pendidikan Inklusi Berbasis Kontekstual di Sekolah Dasar Suwandayani, Beti Istanti
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.507 KB) | DOI: 10.30651/else.v3i1.2490

Abstract

Abstrak: Education for All  adalah gerakan global yang dipimpin oleh UNESCO tanpa mendiskriminasikan perbedaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksananan pendidikan inklusi berbasis kontekstual, faktor pendukung dan faktor penghambat serta upaya yang dilakukan untuk mengantasi faktor pengambat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang dihasilkan adalah penerapan pendidikan inklusi telah dilaksanakan di sekolah dasar Kota Batu dengan mengawali asesmen sebagai acuan dalam penyusunan program pembelajaran individual berbasis kontekstual. Faktor pendukung adalah kerja sama yang baik antara kepala sekolah, guru, orang tua dan anak reguler dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Faktor penghambatnya adalah belum maksimalnya sarana prasarana di sekolah tersebut, serta informasi yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan inklusi. Upaya yang dilakukan adalah mendukung stakeholder untuk mengikuti seminar, pelatihan dan workshop terkait pendidikan inklusi.Kata Kunci: Pendidikan Inklusi, Kontekstual, Sekolah DasarAbstract: Education for All is a global movement led by UNESCO without discriminating differences. The purpose of this study was to describe the implementation of contextual-based inclusion education, supporting factors and inhibiting factors and the efforts made to anticipate the inhibiting factors. The method used in this study is a qualitative descriptive type. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The results are that the implementation of inclusive education has been carried out in elementary schools in Batu City by initiating assessment as a reference in the preparation of individual contextual-based learning programs. Supporting factors are good cooperation between principals, teachers, regular parents and children in supporting the growth and development of children with special needs. The inhibiting factor is the lack of maximum infrastructure in the school, and the right information in implementing inclusive education. The effort is to support stakeholders to attend seminars, training and workshops related to inclusive education.Keywords: Inclusive Education, Contextual, Primary School
Pengembangan Multimedia Interaktif dan Instrumen Penilaian Berbasis Keterampilan Proses Dasar di Sekolah Dasar Chan, Faizal; Budiono, Hendra; Setiono, Panut
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.504 KB) | DOI: 10.30651/else.v3i1.2330

Abstract

Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur pengembangan dan kelayakan produk pengembangan yang dihasilkan berupa Multimedia InteraktifBerbasis Keterampilan Proses Dasar  pada materi tumbuhan dan bagian-bagiannya untuk siswa sekolah dasar. Penelitian  ini  menggunakan  jenis penelitian Research and Development  (penelitian dan pengembangan). Langkah–langkah dalam memgembangkan multimedia interaktif dengan mengadaptasi model pengembangan Hannafin dan Peck yang terdiri dari tiga proses utama, yaitu: tahap penilaian kebutuhan, tahap desain, tahap pengembangan dan implementasi. Kelayakan produk pengembangan diukur berdasarkan tanggapan dari ahli materi dan media. Subjek ujicoba dalam penelitian pengembangan ini adalah siswa kelas tinggi di SDN 55/I Sridadi Muara Bulian Kab. Batanghari sejumlah 9 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket validasi dan angket kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan Multimedia interaktif dan instrument penilaian berbasis keterampilan proses dasar memenuhi kelayakan dengan tingkat kevalidan multimedia interaktif dari validasi materi dengan rata-rata 3,27 kategori Valid, validasi media 3,3 kategori valid dan validasi instrument peneilaian 3,33 kategori valid. Angket respon guru terahdap multimedia interaktif  dengan rata-rata persentase 80% kategori sanagar baik, repon guru terhadap instrume  peneilaian dengan rata-rata 79,2 kategori Baik serta repon siswa dengan persentase 91,67% dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa, produk yang dihasilkan telah dinyatakan valid dan praktis berdasarkan hasil uji kevalidan dan kepraktisan.Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Instrument Penilaian, Keterampilan Proses DasarAbstract: This research and development aims to describe the development procedure and the feasibility of the development products produced in the form of Interactive Multimedia and Assessment Instruments Based on Basic Process Skills for elementary school students. This study uses a type of research and development research. Steps in developing interactive multimedia by adapting Hannafin and Peck's development model which consists of three main processes, namely: the stage of needs assessment, design stage, development and implementation stages. Feasibility of product development is measured based on responses from material and media experts. The test subjects in this development research were high-class students at SDN 55 / I Sridadi Muara Bulian, Kab. Batanghari is 9 people. Data collection was carried out using validation questionnaires and practicality questionnaires. The results showed that the interactive multimedia and skills-based assessment instruments based on the basic process fulfilled the feasibility of the level of validity of interactive multimedia from material validation with an average of 3.27 valid categories, 3.3 validation of media validations and validation of 3.33 validation instruments. Questionnaire responses of teachers were exposed to interactive multimedia with an average percentage of 80% in the category of good teachers, teacher responses to instructional assessment with an average of 79.2 categories Good and respondent with a percentage of 91.67% with very good categories. It can be concluded that, the products produced have been declared valid and practical based on the results of validity and practicality test.Keywords: Interactive Multimedia, Assessment Instruments, Basic Process Skills
Analisis Ketersediaan Sarana dan Prasarana Terhadap Motivasi Belajar Siswa SD pada Zona Utara Kabupaten Mojokerto Pratiwi, Desi Eka
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.136 KB) | DOI: 10.30651/else.v3i1.2502

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketersediaan sarana dan prasarana terhadap motivasi belajar siswa SD berdasarkan letak fisiografis  pada zona utara Kabupaten Mojokerto. Pengumpulan Data dalam penelitian ini menggunakan angket berskala, lembar observasi dan lembar wawancara yang diolah secara kuantitatif dan kualitatif. Objek penelitian adalah 10 SD/MI yang dipilih secara random sampling tersebar di kabupaten mojokerto. Berdasarkan hasil analisis pada 10 sekolah, diperoleh data sebagai berikut (1) SDN Windurejo II sarana prasarana baik, motivasi belajar siswa sebesar 66 %; (2) SDI Insan Mulia sarana prasarana sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 36,47 %; (3) SDN Sooko I sarana prasarana sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 71 % ; (4) MI GUPPI 2 sarana prasarana baik, motivasi belajar siswa sebesar 44,44 %; (5) SDN Berat Wetan I sarana prasarana sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 61,66 %; (6) SDI Plus Al-Azhar sarana prasarana baik, motivasi belajar siswa sebesar 81,33 %; (7) SDN Gempolkerep sarana prasarana sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 40 %; (8) SDN Wonorejo I sarana prasarana sangat sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 40 %; (9) SDI Arinal Auna sarana prasarana sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 53,63 %; (10) SDN Temon sarana prasarana sangat baik, motivasi belajar siswa sebesar 80 %. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana yang memadai mampu memotivasi belajar siswa di kelas, namun sarana dan prasarana bukan menjadi penentu utama tingginya motivasi belajar siswa, karena ada 4 sekolah dengan sarana dan prasarana yang baik/ sangat baik namun motivasi belajar siswa rendah. Banyak faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa antara lain faktor eksternal dan internal.Kata Kunci: Sarana dan Prasarana, Motivasi Belajar, Kabupaten MojokertoAbstract: This Research aims to describe the contribution of facilities and infrastructure of the learning motivation of elementary students in the northern zone of mojokerto district. The research instruments were questionnaire scale sheets, observation sheets, and interview sheets. The types of data obtained were qualitative data and quantitative data. The objects of this research consists of 10 SD/MI randomly selected in mojokerto district. The research objects are 10 elementary school that were selected randomly from different area of mojokerto district. Based on the results of the analysis at the 10 schools are: (1) The facilities in SDN Windurejo II is good, the students learning motivation is 66%; (2) The facilities in SDI Insan Mulia is very good, the students learning motivation is 36,47 %; (3) The facilities in SDN Sooko I is good, the students learning motivation is 71 %; (4) The facilities in MI GUPPI 2 is good, the students learning motivation is 44,44 %; (5) The facilities in SDN Berat Wetan I is very good, the students learning motivation is 61,66 %; (6) The facilities in SDI Plus Al-Azhar is good, the students learning motivation is 81,33 %; (7) The facilities in SDN Gempolkerep is very good, the students learning motivation is 40 %; (8) The facilities in SDN Wonorejo I is very good, the students learning motivation is 40 %; (9) The facilities in SDI Arinal Auna is good, the students learning motivation is 53,63 %; (10) The facilities in Temon is very good, the students learning motivation is 80 %. From the data, it can be concluded that the adequate facilities and infrastructure are able to motivate student in learning in the classroom. However, the facilities and infrastructure are not the main determinant factor for the students high motivation in learning, since there are 4 elementary school that has very good facilities and infrastructure but the students still have low learning motivation. Accordingly, there are many factors influence students learning motivation that is the internal and external factor.Keywords: Facilities and Infrastructure, Learning Motivation, Mojokerto District
Penerapan Model Pembelajaran Word Square pada Materi Globalisasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Semester II SDN Sidorejo I Kabupaten Tuban TA 2016-2017 Fatimah, Iis Daniati
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.724 KB) | DOI: 10.30651/else.v3i1.2388

Abstract

Abstrak: Adapun tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pembelajaran word square pada materi globalisasi dengan  subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Sidorejo I kabupaten Tuban T.A 2016-2017 yang berjumlah 30 siswa. Para siswa tersebut terdiri dari 15 putra dan 15 putri. Dari segi akademik, para siswa mempunyai kemampuan akademik yang heterogen. Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kurang tuntasnya siswa dalam belajar materi globalisasi yang disebabkan oleh beberapa factor, salah satunya karena guru minim pengetahuan tentang pembelajaran terkini yang inovatif,kreatif dan imajinatif. Setelah melakukan observasi, maka diperlukan adanya perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data prasiklus rata- rata kelas 68.7% dengan siswa yang mendapat nilai ≥ 75 sebanyak 8 siswa dan yang mendapat nilai ≤ 75 sebanyak 22 siswa. Siklus I di peroleh rata- rata kelas 74.3% dengan siswa yang mendapat nilai ≥ 75 sebanyak 14 siswa dan yang mendapat nilai ≤ 75 sebanyak 16 siswa. Karena belum mencapai KKM mata pelajaran PKn maka dilakukan tindakan pada siklus berikutnya yaitu siklus II, diperoleh rata- rata kelas 83.7% dengan siswa yang mendapat nilai ≥ 75 sebanyak 24 siswa dan yang mendapat nilai ≤ 75 sebanyak 6 siswa. Dari hasil yang diperoleh pada siklus II maka tidak diperlukan siklus berikutnya. Adapun peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sidorejo I mata pelajaran PKn materi Globalisasi mulai dari tahap prasiklus, siklus I dan siklus II adalah dari nilai 68.7% menjadi 74.3 terjadi peningkatan sebesar 5.6% dan dari 74.3% menjadi 83.7% terjadi peningkatan sebesar 9.4%. Artinya hasil belajar siswa dengan pembelajaran word square pada materi globalisasi mengalami peningkatan yang bisa dilihat pada paparan data prasiklus, siklus I dan siklus II.Kata Kunci: Word Square, Pembelajaran Word Square, Hasil BelajarAbstract: The purpose of this study is to find out the increase in student learning outcomes through word square learning in globalization material with the research subjects are fourth grade students of SDN Sidorejo I Tuban T.A 2016-2017 district which numbered 30 students. The students consisted of 15 sons and 15 daughters. In terms of academics, students have heterogeneous academic abilities. The background of this study is the lack of completeness of students in learning globalization material caused by several factors, one of which is because teachers lack knowledge about the latest learning that is innovative, creative and imaginative. After making observations, it is necessary to improve learning carried out in two cycles. Prasiklus data averaged 68.7% with students who got a score of 8 75 as many as 8 students and who received a score of ≤ 75 as many as 22 students. Cycle I was obtained 74.3% class average with students who got ≥ 75 as many as 14 students and who got ≤ 75 as many as 16 students. Because it has not yet reached the KKM of Civics Subjects, the next cycle is carried out in the second cycle, which is 83.7% with students who get ≥75 as many as 24 students and who get ≤75 as many as 6 students. From the results obtained in cycle II, the next cycle is not needed. The increase in completeness of learning outcomes of fourth grade students of SDN Sidorejo I Civics subject matter Globalization starting from the pre-cycle stage, cycle I and cycle II are from 68.7% to 74.3 an increase of 5.6% and from 74.3% to 83.7% an increase of 9.4% . This means that student learning outcomes with word square learning on globalization material has increased which can be seen in pre-cycle data exposure, cycle I and cycle II.Keywords: Word Square, Word Square Learning, Learning Outcomes
Penerapan Model Problem Based Learning dengan Media Rak Telur Rainbow untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas II SDN Ajung 02 Jember (Semester II Tahun Pelajaran 2017-2018) Hartini, Hartini
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.356 KB) | DOI: 10.30651/else.v3i1.2524

Abstract

Abstrak: Masalah penelitian ini adalah hasil belajar matematika  siswa kelas II SDN Ajung 02  masih rendah, terbukti dari 22 siswa presentasi ketuntasan belajar siswa sebesar 27% dengan rata-rata 59,77 padahal kelas dinyatakan tuntas jika memperoleh 85%. Respon dan aktivitas belajar siswa juga masih rendah terbukti dengan kurang aktifnya siswa saat pembelajaran. Maka peneliti menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dengan media rak telur rainbow. Penelitian dilaksanakan di kelas II SDN Ajung 02  Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur dengan jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 3 siklus yang setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik  pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes hasil belajar dan angket pada setiap akhir siklusnya, alat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar panduan observasi, soal-soal tes dan angket. Terbukti pada siklus I persentase hasil belajar siswa 46%, siklus II 68% dan pada siklus III menjadi 86%. Dan persentase hasil aktivitas belajar pada siklus I sebesar 67%, siklus II sebesar 75%, siklus III sebesar 86,5 serta hasil respon siswa pada siklus I sebesar 56,6%, siklus II sebesar 66,67%, dan siklus III sebesar  71,6%.Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Rak Telur Rainbow, Hasil BelajarAbstract: The problem of this study is that the mathematics learning outcomes of class II students at SDN Ajung 02 are still low, as evidenced by the 22 students who presented their learning completeness by 27% with an average of 59.77 even though the class was declared complete if it received 85%. The response and learning activities of students are also still low as evidenced by the lack of active students during learning. So the researcher applied the Problem Based Learning (PBL) model with rainbow egg rack media. The research was conducted in class II SDN Ajung 02 Ajung Subdistrict, Jember Regency, East Java Province. The type of research used was Classroom Action Research (CAR) with 3 cycles in which each cycle consisted of stages of planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques used were observation, learning outcomes tests and questionnaires at the end of each cycle, data collection tools were carried out using observation guide sheets, test questions and questionnaires. Evidenced in the first cycle the percentage of student learning outcomes was 46%, cycle II 68% and in cycle III to 86%. And the percentage of learning activities in the first cycle is 67%, cycle II is 75%, cycle III is 86.5 and the results of student responses in the first cycle are 56.6%, cycle II is 66.67%, and cycle III is 71 , 6%.Keywords: Problem Based Learning, Rainbow Egg Rack Media, Learning Outcomes

Page 5 of 62 | Total Record : 613