cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Juripol
ISSN : 25991787     EISSN : 25991779     DOI : -
Core Subject : Economy,
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan), kajian ilmiah tentang dunia pendidikan dengan scope bunga rampai pada pembahasan pendidikan, Manajemen, Manajemen Bisnis dan Manajemen Informatika dengan pendekatan yang lebih mengacu pada manajemennya
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PERANAN ANGGARAN DALAM MENINGKATKAN PENGAWASAN BIAYA OPERASI PADA PT. HARUN NAULI MEDAN MHD HAFIZ AKBAR NASUTION
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11688

Abstract

Penelitian ini dilandaskan pada pemikiran bahwa peranan anggaran sebagai alat pengawasan sangatlah penting karena suatu perencanaan yang tidak diikuti oleh pengawasan merupakan pekerjaan yang sia-sia. Bagaimanapun baiknya suatu perencanaan tidak akan mencapai tujuan tanpa pengawasan yang baik. Perusahaan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu PT. Harun Nauli Medan yang bergerak dibidang jasa kontruksi yakni pembangunan perumahan , jembatan dan jalan. Setiap periode akuntansi perusahaan ini senantiasa menyusun dan melaksanakan anggaran biaya. Dimana perusahaan menggunakan anggaran dalam meningkatkan pengawasan biaya operasionalnya. Adapun anggaran yang disusun oleh pihak manajemen perusahaan dimaksudkan agar kegiatan operasional yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan juga agar tugas masing-masing bagian yang terkait didalamnya dapat dilaksanakan dengan baik. Dari data-data mengenai anggaran dan realisasinya sejak tahun 2018 s/d 2021 diketahui bahwa terdapat selisih antara anggaran dan realisasinya. Selisih ini merupakan selisih menguntungkan ( favorable) karena anggaran lebih besar dari pada realiusasinya. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah anggaran sudah berperan sebagai alat sebagai alat pengendalian biaya operasional? Sedang tujuan penelitian ini adalah bagai mana penyusunan , pelaksanaan anggaran, peran anggaran tersebut dalam pengawasan biaya operasi. Hasil penelitian yang diperoleh dan sekaligus menjadi kesimpulan dari mpenelitian ini antara lain bahwa dalam pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan anggaran yang dibuat, terdapat sedikit perbedaan dengan realisasinya., namun penyimpangan yang terjadi tidak begitu besar dan tidak cukup berarti. Akan tetapi pada proses perencanaan penyusunan anggaran PT. Harun Nauli Medan masih belum melakukan pengklasifikasian biaya, misalnya mana yang termasuk biaya tetap, biaya variabel, dan biaya semi variabel. Semua biaya-biaya dijadikan satu kelompok kedalam biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum. Untuk itu, alangkah baiknya jika dalm menyusun anggaran perusahaan pengelompokan biaya dilakukan dengan lebih spesifik dan jelas,dan anggaran terrsebut harus bersifat fleksibel agar anggaran yang disusun tersebut dapat lebih efektif dan efisien guna mempertahankan kemampuan dalam memperoleh laba bersih perusahaan.
PEMAKAIAN FRASA DALAM SEBUAH KARANGAN henilia henilia
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11689

Abstract

Keterampilan berbicara dan keterampilan menulis termasuk dalam keterampilan produktif. Keterampilan menulis dianggap sebagai keterampilan berbahasa yang paling sulit. Hal ini disebabkan keterampilan menulis dianggap sebagai keterampilan mendengarkan, berbicara, dan membaca. Selain itu, dalam keterampilan menulis juga harus menguasai keterampilan menyusun gagasan atau ide yang akan disampaikan kepada pembaca dengan menggunakan kata-kata dalam susunan yang tepat berdasarkan penggunaan kata, pemilihan kata, dan struktur kalimat. Keterampilan menyusun kata-kata dan kalimat membentuk kesatuan isi dalam paragraf juga diperlukan dalam keterampilan menulis. Karangan sebagai hasil proses berpikir dan bernalar, mungkin merupakan proses bernalar induktif atau deduktif. Untuk memahami kedua proses ini masih mengalami kesulitan. Penulis belum mampu menggeneralisasi atau menyatakan hubungan sebab akibat tentang yang ditulisnya sebagai proses induktif. Begitu pula halnya dengan proses deduktif pun belum bisa memulai karangannya dengan pernyataan umum yang selanjutnya dikembangkan dengan rincian-rincian yang bersifat khusus. Hal ini terjadi karena penulis sangat kurang pengetahuan tentang tema yang ditulisnya. Memadukan kalimat dengan kalimat dalam paragraf merupakan kendala bagi penulis. Mereka tidak bisa membentuk paragraf yang dibangun oleh kalimatkalimat yang mempunyai hubungan timbal-balik, sehingga kalimat-kalimat itu bukan merupakan satu-kesatuan. Penggabungan dua buah kata atau lebih yang menjadi satu-kesatuan dan tidak memiliki unsur predikatif disebut frasa. Penggabungan tersebut untuk menampung konsep makna yang lebih khas atau lebih tertentu yang tidak dapat diwujudkan dengan sebuah kata. Istilah frasa digunakan sebagai satuan sintaksis yang satu tingkat berada di bawah klausa, atau satu tingkat berada di atas satuan kata. Karena frasa itu mengisi salah satu fungsi sintaksis, maka salah satu unsur frasa itu tidak dapat dipindahkan secara kesuluhan sebagai satu-kesatuan.
ANALISIS HUKUM TERHADAP PENYELESAIAN SENGKETA HARTA BERSAMA MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM Yusriana Yusriana
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11690

Abstract

Keluarga yang baik, bahagia lahir bathin adalah dambaan setiap insan. Namun demikian tidaklah mudah untuk mewujudkan sebuah keluarga bahagia, langgeng, aman, dan tentram sepanjang hayatnya. Perkawinan yang sedemikian itu tidaklah mungkin terwujud apabila diantara para pihak yang mendukung terlaksananya perkawinan tidak saling menjaga dan berusaha bersama-sama dalam pembinaan rumah tangga yang kekal dan abadi. Apabila terjadi perceraian sudah dapat dipastikan akan menimbulkan akibat-akibat terhadap orang-orang yang berkaitan dalam suatu rumah tangga, dimana dalam hal ini akibat hukumnyalah yang akan dititik beratkan. Akibat hukum dari perceraian ini tentunya menyangkut pula terhadap anak dan harta kekayaan selama dalam perkawinan. Dalam menetapkan putusan sengketa harta bersama antara suami dan isteri Kompilasi Hukum Islam merupakan standard hukum yang dipergunakan pada pengadilan agama, sebagaimana dijelaskan dalam pasal 88 Kompilasi Hukum Islam. Kompilasi Hukum Islam pasal 85 sampai dengan pasal 97 merupakan hukum terapan dan sinkron dalam penyelesaian sengketa harta bersama antara suami dan isteri untuk saat ini.
PENGARUH KONSENTRASI DAN WAKTU APLIKASI CENDAWAN BEAUVERIA BASSIANA TERHADAP PERKEMBANGAN HAMA KEDELAI (Glycine max, (L) Merril) Wiwik Yunidawati
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan waktu aplikasi Cendawam Beauveria bassiana terhadap perkembangan hama kedelai (Glycine max, (L) Merr) serta interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Amir Hamzah, Medan dengan ketinggian tempat ± 25 m di atas permukaan laut dengan topografi datar.. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu Faktor konsentrasi Beauveria bassiana (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: K0 = Kontrol, K1 = 12,5 ml/liter air, K2 = 22,5 ml/liter air, K3 = 32,5 ml/liter air dan Faktor waktu aplikasi (W) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : W0 = Kontrol, W1 = 1 minggu sekali, W2 = 2 minggu sekali, W3 = 3 minggu sekali. Untuk menggambarkan perkembangan hama dilakukan pengamatan populasi hama, mortalitas hama, intensitas serangan dan persentase kerusakan polong. Pemberian konsentrasi cendawan Beauveria bassiana berpengaruh sangat terhadap populasi hama ulat grayak dan kutu kebul pada umur 50 dan 60 HST, populasi hama kepik hijau pada umur 60 dan 70 HST, populasi hama belalang pada umur 50 HST, dan berpengaruh sangat nyata terhadap intensitas serangan hama ulat grayak dan hama kutu kebul pada umur 50 dan 60 HST, intensitas serangan hama kepik hijau pada umur 60 dan 70 HST, intensitas serangan hama belalang pada umur 50 HST dan berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas hama ulat grayak pada umur 60 HST, mortalitas hama kepik hijau pada umur 60 dan 70 HST, mortalitas hama kutu kebul dan hama belalang pada umur 50 HST, dan berpengaruh sangat nyata terhadap persentase kerusakan polong, Hasil pengamatan terbaik diperoleh pada perlakuan K3 (32,5 ml/liter air). Waktu aplikasi cendawan Beauveria bassiana berpengaruh sangat nyata terhadap populasi hama ulat grayak dan hama kutu kebul pada umur 50 dan 60 HST, populasi hama kepik hijau pada umur 60 dan 70 HST, dan populasi hama belalang pada umur 50 HST, dan berpengaruh sangat nyata terhadap intensitas serangan hama ulat grayak dan hama kutu kebul pada umur 50 dan 60 HST, intensitas serangan hama kepik hijau pada umur 60 dan 70 HST, intensitas serangan hama belalang pada umur 50 HST dan berpengaruh sangat nyata terhadap Mortalitas hama ulat grayak pada umur 60 HST, mortalitas hama kepik hijau pada umur 60 dan 70 HST, mortalitas hama kutu kebul dan hama belalang pada umur 50 HST dan berpengaruh sangat nyata terhadap persentase kerusakan polong. Hasil pengamatan terbaik diperoleh pada perlakuan W1 (satu minggu sekali). Interaksi antara konsentrasi dan waktu aplikasi cendawan Beauveria bassiana berpengaruh nyata terhadap persentase kerusakan polong tanaman kedelai tertinggi dijumpai pada kombinasi perlakuan K0W0 (konsentrasi kontrol dan waktu aplikasi kontrol), sedangkan persentase kerusakan polong tanaman kedelai terendah terdapat pada perlakuan K3W1 (konsentrasi 32,5 ml/liter air dan waktu aplikasi satu minggu sekali). Sesuai dengan hasil penelitian ini untuk budidaya tanaman kedelai disarankan mengunakan cendawan Beauveria bassiana untuk mengedalikan hama yang ada pada tanaman kedelai dengan konsentrasi konsentrasi 32,5 ml/liter air dan waktu aplikasi satu minggu sekali.
ETIKA BERBAHASA DALAM TRANSAKSI JUAL BELI rostina rostina
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11692

Abstract

Bahasa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dan berfungsi untuk menjalin hubungan, memelihara, serta menjalin keakraban antara penuturnya. Bahasa yang ada di pasar sangat beragam dalam penggunaannya, hal tersebut dikarenakan penutur yang heterogen dan memiliki latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda. Keberadaan masyarakat yang memiliki bahasa yang beragam membuat bangsa ini kaya akan keragaman bahasa yang digunakan. Keragaman bahasa biasanya dipengaruhi oleh penggunaan dari penutur dan mitra tutur. Pemakaian suatu bahasa terjadi dalam masyarakat tutur. Menurut Fishman (dalam Chaer dan Leoni, 2010:36), masyarakat tutur merupakan masyarakat yang setidaknya mengenal satu variasi bahasa dan norma yang sesuai penggunaannya. Bahasa dan penggunaannya di dalam masyarakat tidak diamati secara individu, tetapi dihubungkan dengan suatu kegiatan yang ada di dalam masyarakat tersebut. Oleh karena itu, masyarakat dan bahasa merupakan satu kesatuan yang berhubungan erat dan saling membutuhkan satu sama lain. Tanpa bahasa, komunikasi antara seorang individu dengan individu lainnya tidak akan berlangsung dengan baik.
Pengaruh Skarifikasi dan Perbedaan Ukuran Biji Terhadap Perkecambahan Benih Kopi Robusta (Coffea, sp) Riyanti Riyanti
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi dan perbedaan ukuran biji terhadap perkecambahan benih kopi robusta (Coffea sp). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Amir Hamzah Medan pada bulan Januari sampai dengan April 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah ukuran biji (U) yang terdiri dari 3 taraf yaitu U1 (berukuran kecil yaitu < 0,25 gram), U2 (berukuran sedang yaitu 0,25-0,27 gram), dan U3 (berukuran besar yaitu > 0,27 gram). Faktor kedua adalah perlakuan skarifikasi (S) yang terdiri dari 3 taraf yaitu S0 (tanpa skarifikasi), S1 (penggosokan), dan S2 (penusukan). Parameter yang diamati meliputi T50 (hari), daya kecambah (%), kecepatan tumbuh benih, indeks vigor, tinggi kecambah dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran biji berpengaruh nyata terhadap daya kecambah umur 28 HST dan tidak berpengaruh nyata terhadap parameter lainnya. Hasil terbaik ditemukan pada ukuran biji besar. Perlakuan skarifikasi berpengaruh sangat nyata terhadap daya kecambah umur 28 HST dan berpengaruh terhadap kecepatan tumbuh umur 35 HST. Hasil terbaik ditemukan pada perlakuan penusukan. Interaksi antara ukuran biji dan skarifikasi tidak menunjukkan adanya pengaruh peningkatan terhadap seluruh parameter viabilitas benih kopi. Untuk dapat meningkatkan viabilitas benih kopi, dianjurkan untuk menggunakan biji berukuran besar dan perlakuan skarifikasi dengan cara penusukan.
Analisis Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Atas Produk Skincare Ilegal Isdiana Syafitri; Atika Sandra Dewi
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11697

Abstract

Seorang wanita selalu ingin tampil cantik. Menjadi cantik membuat banyak pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab dengan memproduksi atau memperdagangkan skincare ilegal yang memberikan kecantikan sesaat. Banyak konsumen yang tidak menyadari bahaya memakai produk skincare ilegal. Konsumen mengalami kerugian akibat skincare yang digunakan mengandung bahan berbahaya. BPOM bertugas mengawasi peredaran skincare ilegal dan melakukan penyidikan terhadap pelaku usaha serta memberikan sanksi hukum bagi pelaku usaha yang nakal. Permasalahan dalam penulisan ini adalah bagaimana perlindungan hukum bagi konsumen terhadap skincare yang ilegal. Metode penelitian hukum yuridis normatif, penelitian hukum yang dilakukan dengan meneliti dan mengadakan penelusuran literatur hukum serta menganalisis data sekunder seperti peraturan perundang-undangan, dengan tujuan untuk memperoleh data atau kebenaran yang akurat sesuai dengan peraturan yang berlaku guna mendapatkan kepastian hukum tetap. Perlindungan konsumen diatur dalam Pasal 19 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pelaku usaha bertanggungjawab memberikan ganti rugi atas kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang/jasa yang diperdagangkan. Para penjual skincare yang melanggar kewajibannya dapat dikenakan sanksi hukuman, yaitu sanksi administratif dan sanksi pidana. Pemberian sanksi pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 1,5 Miliar dengan alasan efek jera
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI DEBITUR JAMINAN HAK TANGGUNGANNYA TELAH DILELANG TANPA MELALUI RESTRUKTURISASI KREDIT tarmizi tarmizi
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11699

Abstract

Restrukturisasi tidak wajib dilakukan didalam kredit bermasalah di perbankan akan tetapi dapat dilakukan, karena tidak wajib maka dapat dilaksanakan lelang, bank dapat melakukan resturkturisasi, jika ada kesepakatan di dalam perjanjian kredit antara bank dan debitur maka harus melalui restrukturisasi, dan jika tidak ada kesepakatan maka bank dapat langsung melakukan lelang terhadap objek jaminan. Apabila restrukturisasi gagal, yaitu debitur tidak mampu memenuhi kewajibannya, maka dapat melakukan perjanjian ulang antara debitur dan bank dengan menyesuaikan kemampuan usaha debitur. Oleh karena itu, bilamana objek jaminan dilelang tanpa melalui restrukturisasi kredit maka akibat dari adanya konflik norma Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan Pasal 224 HIR, yaitu timbulnya ketidakpastian hukum mengenai pengaturan pelaksanaan Eksekusi Barang Jaminan yang telah dibebani Hak Tanggungan, dengan adanya gugatan telah mengakibatkan peserta lelang mengundurkan diri dari pelaksanaan lelang Hak tanggungan.
Pemanfaatan Abu Cangkang Sawit Dan Semen Terhadap Tanah Lempung Di Uji Dengan Unconfined Compression Test Rika Deni Susanti; Debby Endriani; Husni Thamrin
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11700

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui sifat-sifat fisik (index properties) dari tanah yang berasal dari Dusun Paloh 80, Percut Sei Tuan dan mengetahui perbandingan kuat daya tekan tanah yang dicampur dengan abu cangkang sawit dan semen. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel sebanyak 40 sampel tanah dan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui nilai index properties dan engineering properties menggunakan uji UCT (Unconfined Compression Test). Dengan tanah asli dan tanah yang sudah distabilisasi menggunakan campuran abu cangkang sawit dan semen dengan persentase 0%, 6%, 12%, 18%, 24%, dan 30% pada kondisi kadar air optimum. Pengujian yang dilakukan berdasarkan metode ASTM. Semakin bertambahnya persentase campuran abu cangkang sawit dan semen, maka nilai koefisien semakin kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan bebas (qu) pada tanah asli sebesar 0.433 kg/cm2 . Pada variasi campuran 3% ACS + 3% semen, diperoleh nilai kuat tekan tanah (qu) maksimum sebesar 0.585 kg/cm2 . Nilai kuat tekan bebas tanah (qu) meningkat hingga variasi campuran 15% ACS + 15% semen sebesar 2.150 kg/cm2, nilai kuat tekan bebas campuran ACS + Semen masih diatas nilai kuat tekan bebas pada tanah asli.
IMPLEMENTASI UMKM TENTANG PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA DEPOT AIR ISI ULANG CLEAN WATER TANJUNG MORAWA vince ariany; Indah Safirti
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11705

Abstract

Laporan keuagan merupakan alat untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan yang dapat memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, dan arus kas sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan pada manajemen. Penelitian ini ditujukan untuk UMKM yaitu Depot Air Isi Ulang Clean Water yang belom menyusun laporan keuangan.Tujuan dari penulis adalah untuk membantu dan memberikan informasi pada Depot Air Isi Ulang Clean Water untuk dapat menyusun Laporan Keuangan secara sederhana yang dapat membantu dan memudahkan pemilik UMKM dalam membuat lapora keuagan. Metode yang digunakan oleh penulis adalah merode deskriptif.Metode deskriptif adalah salah satu cara untuk membuktikan, mengungkapkan, dan mengumpulkan permasalahan yang menjadi suatu jawaban dengan aturan-aturan yang telah diterapkan secara sistematis dan menggunakan data primer dan sekunder yang diambil dari Depot Air Clean Water.Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi UMKM dalam menyusun laporan keuangan pada Depot Air Isi Ulang Clean Water yang bertempat dijalan Bangun Rejo Dusun VI Tanjung Morawa, yang dimana air saring dibutuhkan sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat Depot Air Isi Ulang Clean Water menunjukan bahwa mengalami kendala dalam menyusun laporan keuanga dan masih menggunakan cara pencatatan keuangan yang sederhana dengan alasan pemilik usaha masih beranggapan bahwa pencatatan laporan keuangan secara sederhana saja. Karena kurangnya pengetahuan dan pengalam Depot Air dalam bidang akuntansi.Hasil penyusunan lapora keuangan yang berupa Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas.