cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies
ISSN : 25494120     EISSN : 25494139     DOI : -
Journal Educative is a scientific journal in the field of educational study published by the State Institute of Islamic Studies (IAIN) Bukittinggi, which is a transformation of the analysis journal published by STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Journal of analysis has been published periodically since 2007 and is a journal in the study of education. In each of its publications, the Educative Journal presents various academic articles in educational studies that not only from textual traditions in education, but also are mixed from field studies. The themes are also varies; educational management, educational sociology, educational technology, curriculum and learning, educational psychology, educational anthropology and Islamic education.
Arjuna Subject : -
Articles 103 Documents
Kahoot App as a Digital Evaluation Alternative For Online Learning Novrianti Novrianti
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 6, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v6i1.4646

Abstract

The use of paper tests has created problems for evaluation such as demotivation, psychological burden, and lengthy scoring process and analysis of answers. Kahoot is an application that offers digital evaluation. Examining the effectiveness of its use is therefore necessary. This Research and Development (R&D) study adopts the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research instrument consists of test items and questionnaire sheets. The results of the validation of items in the category of “appropriate to use” include many revisions and recommendations. The results of the test items obtained as many as 46 questions in the valid category. The results of the practicality test in the “adequately practical” category show a score of 3.80. The effectiveness test results in two test classes were 0.068. The research indicates that this product is usable, but the effectiveness test data obtained show that there is no significant difference between digital evaluations using the Kahoot application. However, the norm reference value differs between the two classes. This means that a visually appealing digital evaluation can increase a student’s enthusiasm for learningPenggunaan paper test telah memberikan kesan membosankan, beban psikologis, proses skoring yang lama serta analisis jawaban pada soal essay merupakan permasalahan evaluasi. Pleh sebab itu, pengembangan evaluasi digital dengan menggunakan Kahoot dan melihat keefektifan pengembangan kedalam penggunaannya sangat dibutuhkan. Penelitian pengembangan ini dengan mengadobsi model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Instrumen penelitian meliputi butir tes dan lembaran angket. Analisis data yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Hasil data kualitatif dari validator tentang butir soal serta produk berisi saran dan masukan. Hasil validasi butir soal kategori layak digunakan dengan banyak revisi, hasil uji coba butir soal diperoleh sebanyak 46 soal dalam kategori valid. Hasil uji kepraktisan kategori cukup praktis dengan skor 3.80. Hasil uji efektifitas pada 2 kelas ujicoba, didapat sebesar 0,068. Berdasarkan hasil pengembangan, maka produk ini terkategori layak untuk digunakan, namun dari hasil uji efektifitas didapat data bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara evaluasi digital menggunakan aplikasi Kahoot. Hal ini memberikan makna bahwa evaluasi digital yang menarik mampu merubah semangat belajar mahasiswa. Kendala lain juga difaktori oleh kekuatan provider yang digunakan, sehingga kualitas kecepatan dan kepuasan usebilitas tidak terpenuhi.
The Influence of Self-Efficacy in Mediated Individual Characteristics on Leadership Learning Performance in PT X Tasnim RahmatTasnim Rahmat
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 6, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v6i2.5158

Abstract

The achievement of learning performance can create benefits for a company both in increasing employee competence and company productivity. The cost spent, however, is usually not proportional to the graduation rate and returns on the company. Self-efficacy is a performance predictor. Individual characteristics have a strong role in the effectiveness of learning. This research aims to test the role of individual characteristics in  leadership learning performance with self-efficacy as a mediator variable. The data in this study are secondary data owned by PT X. This data were processed by parallel mediation analysis model using Macro PROCESS and SPSS software. The results showed that self-efficacy is able to mediate the role of individual characteristics in leadership learning performance. This research found that self-efficacy and continuous learning ability were able to partially mediate the role of individual characteristics in leadership learning performance. Thus, by adding indirect effect of mediator variable, it can further enhance the role of individual characteristics in leadership learning performance.Tercapainya kinerja pembelajaran dapat memberikan manfaat bagi perusahaan baik dalam peningkatan kompetensi karyawan maupun produktivitas perusahaan. Biaya yang dikeluarkan, bagaimanapun, biasanya tidak sebanding dengan tingkat kelulusan dan pengembalian perusahaan. Self-efficacy adalah prediktor kinerja. Karakteristik individu memiliki peran yang kuat dalam efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran karakteristik individu dalam kinerja pembelajaran kepemimpinan dengan efikasi diri sebagai variabel mediator. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder milik PT X. Data ini diolah dengan model analisis mediasi paralel menggunakan software Macro PROCESS dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri mampu memediasi peran karakteristik individu dalam kinerja pembelajaran kepemimpinan. Penelitian ini menemukan bahwa efikasi diri dan kemampuan belajar berkelanjutan secara parsial mampu memediasi peran karakteristik individu dalam kinerja pembelajaran kepemimpinan. Dengan demikian, dengan menambahkan pengaruh tidak langsung dari variabel mediator dapat lebih meningkatkan peran karakteristik individu dalam kinerja pembelajaran kepemimpinan. 
Role Conflict and Well-Being Among Working Students: The Viewpoint of a Full-Timer Aulia Fernandha; Novika Grasiaswaty
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 6, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v6i2.4713

Abstract

This research examines the relationship between the conflicting role and the academic well-being of students who are both studying and working. It is widely assumed that students who are both working and studying experience low academic well-being, such as getting low grades, being not confident with academic performance, and feeling removed from college activities. On the other hand, most of them also experience a conflict between the multiple roles they engage in, and this reduces their productivity. Based on the literature, role conflict often occurs in individuals who have difficulty in determining the scale of priorities and responsibilities. Previous research has shown how role conflict was related to the well-being of part-time working students. Therefore, the purpose of this research is to determine whether role conflict of full-time working students is related to their subjective well-being. This study was quantitative with questionnaire data collection technique. The participants in this study were 100 college students in private universities in Jakarta. The data analysis technique used was the Spearman correlation test. The result showed that there was no relation between role conflict of working students and their academic subjective well-being. Theoritical and practical implications are discussed later.Penelitian ini mencoba mengungkap hubungan antara konflik peran dengan kesejahteraan subjektif akademik mahasiswa yang kuliah sekaligus bekerja. Diketahui mahasiswa yang bekerja dan berkuliah mengalami indikator kesejahteraan akademik yang rendah seperti mendapat nilai yang buruk, tidak percaya diri dengan performa di perkuliahan dan tidak terikat dengan kegiatan kuliah. Di sisi lain, mereka juga banyak mengalami konflik dengan dua peran yang dilakukan sehingga menurunkan produktifitasnya. Menurut literature, konflik peran sering terjadi pada individu yang kesulitan dalam menentukan skala prioritas dan tanggung jawab. Penelitian sebelumnya, Role Conflict memiliki hubungan dengan well-being pada mahasiswa pekerja part-time. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk apakah Role Conflict pada mahasiswa pekerja berhubungan dengan College Student Subjective Well-being pada mahasiswa pekerja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode pengambilan data Kuesioner. Partisipan dalam penelitian berjumlah 100 Mahasiswa di perguruan tinggi swasta Jakarta. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara konflik mahasiswa pekerja dengan kesejahteraan subjektif akademik mahasiswa. Implikasi teoritis dan praktis didiskusikan kemudian.
Model and Construction of Islamic Education Curriculum : In Thamavitya Mulniti School Muang Yala Thailand Moh Roqib; Iis Sugiarti; Abdulghani Chehae
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 6, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v6i2.4909

Abstract

Historically Patani was an independent kingdom. However, it is now part of the Kingdom of Thailand. This creates dilemmas and various conflicts, including in regard to Islamic education. In this study the author will examine the model and curriculum construction of Islamic Education in the Thamavitya Mulniti School Muang Yala, Southern Thailand. This is a qualitative research using interview, observation and documentation techniques in extracting data. This study shows that, genealogically, the Thamaviya Mulniti School departs from the Islamic Boarding School (Pesantren), which is then complementary to the formal education system. The education model in Thamavitya Mulniti School uses traditional and modern education models. In formal education, the school applies a system of religious classes and academic classes which are carried out separately. Curriculum construction in the school is the application of a dualistic curriculum, namely religious and academic at the discretion of the Thai Government. The religious curriculum includes subjects of Islamic Religious Education, as well as Malay language and culture. Academic curriculum includes general subjects (science). This curriculum model has implications for the level of progressivity of Islamic education, especially if it is associated with historical and geopolitical conditions. The Patani Muslim community with regard to Islamic education experiences a dilemma, between hegemony, global demands in maintaining culture as a national identity.Menurut sejarahnya dahulu Patani merupakan kerajaan yang berdiri sendiri dan mandiri yang sekarang telah masuk ke dalam kekuasaan Kerajaan Thailand. Akibatnya timbul dilema dan konflik di berbagai bidang, termasuk dalam bidang pendidikan Islam. Pada penelitian ini penulis akan mengkaji tentang model dan konstruksi kurikulum Pendidikan Islam di Thamavitya Mulniti School Muang Yala Thailand Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam penggalian datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara genealogis Thamavitya Mulniti School merupakan sekolah yang berangkat dari pendidikan pesantren yang kini mengkomplementerkan dengan sistem pendidikan formal. Model pendidikan di Thamavitya Mulniti School Muang Yala Thailand menggunakan model pendidikan tradisional (pesantren) dan pendidikan modern (formal). Pada pelaksanaan pendidikan formal menerapkan sistem kelas yang terpisah antara kelas agama dan kelas akademik. Konstruksi kurikulum di sekolah menerapkan kurikulum dualistik yaitu agama dan akademik (sains). Kurikulum agama meliputi mata pelajaran rumpun Pendidikan Agama Islam termasuk Bahasa, dan Budaya Melayu. Kurikulum akademik meliputi mata pelajaran pengetahuan umum. Dengan adanya kebijakan penggunaan kurikulum tersebut berimplikasi terhadap progresivitas pengembangan pendidikan Islam. Terutama jika dikaitkan dengan kondisi historis dan geopolitik  menyebabkan masyarakat Muslim Patani mengalami dilema, antara hegemoni, tuntutan global dan dalam mempertahankan budaya sebagai identitas bangsa.
High School Teachers’ Performance in Term of Transformational Leadership and Principle Supervision Competencies Indra Jaya; Wedra Aprison
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 6, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v6i2.4791

Abstract

This research is ex post facto, rather than experimental. It tries to reveal the phenomenon without controlling the research variables. The type of research conducted is survey research with a quantitative approach, where data is collected from a sample of the population to represent the entire population, using a questionnaire as the main data collection tool. To determine the relationship between variables we used a correlational research plan. The level of relationship between variables is expressed in the form of a correlation coefficient. The types of data in this study are quantitative in the form of numbers or qualitative data that is numbered. The result of this research is that R Square = 0.086, which means that the transformational leadership variable and the supervision of the principal influence teacher performance in public high schools throughout the East Agam Regency of 8.6%. The t value for the transformational leadership variable is 0.371 with a significant level of 0.711 > 0.05. This shows that the t count is smaller than t table (0.100 < 1.181), meaning that there is negligible effect of the transformational leadership variable on teacher performance. The t value for the principal supervision variable is 3.003 with a significant level of 0.003 < 0 ,05. This shows that t count is greater than t table (3.003 > 1.181)Banyak kepala sekolah belum mampu mentransformasikan visi dan misi lembagnya kepada guru, belum maksimal dalam melakukan supervisi kepada guru sehingga kinerja guru terlihat biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan pretasi. Kepemimpinan tranformatif sangat dibutuhkan oleh lembaga pendidikan dimasa datang. Penelitian ini bertujuan membuktikan apakah kepemimpinan transformatif dan kompetensi supervisi memiliki pengaruh terhadap kinerja guru di lapangan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif, dimana data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Tingkat hubungan antar variabel dinyatakan dalam bentuk koefisien korelasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa R Square = 0,086 yang berarti variabel kepemimpinan transformasional dan supervisi kepala sekolah memberikan pengaruh terhadap kinerja guru di SMA Negeri se-Kabupaten Agam Wilayah Timur sebesar 8,6%. Nilai t hitung untuk variabel kepemimpinan transformasional adalah sebesar 0,371 dengan taraf signifikan sebesar 0,711 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa t hitung lebih kecil dari t tabel (0,100 < 1,181), artinya terdapat pengaruh yang tidak terlalu signifikan dari variabel kepemimpinan transformasional terhadap kinerja guru, Nilai t hitung untuk variabel supervisi kepala sekolah adalah sebesar 3,003 dengan taraf signifikan sebesar 0,003 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel (3,003 > 1,181), sehingga dapat dikatakan variabel indivenden yang dikaji memberikan pengaruh terhadap variabel dependen penelitian ini.
Improving Student Career Adaptability Through Microblogs Ahmad Rofi Suryahadikusumah
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 7, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v7i1.5444

Abstract

The research was motivated by the need for career adaptability development for UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten students to be able to anticipate problems such as discovering the desired field of work and the difficult task of job searching. Microblogs make it easier for students to find and utilize career information online and increase awareness of career opportunities and challenges. This study examines the effectiveness of microblogs in improving students' career adaptability. The method used is quasi-experimental. The research population is UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten students who are followers of the Instagram handle @unitkarir_uinsmhbanten, totaling 549 people. The sample used is 15% of the total population, 82 people, who were selected randomly. Research data on career adaptability was obtained using the career adaptability scale, which refers to the construct of Mark L. Savickas. The results showed that microblogs were proven to significantly improve students' career adaptability, based on tstat (35,039) > ttable (1.66365), and sig = 0.000 < 0.05. The average change in career adaptability (N-Gain) obtained is 62%. The aspect of career adaptability that increased the most after students joined the microblog was career control, followed by career curiosity and career concernPenelitian dilatar belakangi oleh adanya tuntutan pengembangan career adaptability pada mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, agar mampu mengantisipasi masalah seperti kekhawatiran tidak mendapatkan pekerjaan dan kurangnya pemahaman tentang bidang pekerjaan yang diinginkan. Microblog lebih memudahkan mahasiswa untuk menemukan dan memanfaatkan informasi karier secara online, dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran terhadap peluang dan tantangan karir. Penelitian bertujuan menguji efektivitas microblog dalam meningkatkan career adaptability mahasiswa. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental. Populasi penelitian adalah mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang menjadi pengikut (followers) Instagram @unitkarir_uinsmhbanten yang berjumlah 549 orang. Sampel yang digunakan adalah 15% jumlah populasi yaitu 82 Orang dan dipilih secara random.  Data penelitian mengenai career adaptability diperoleh menggunakan skala career adaptability yang mengacu kepada konstruk dari Mark L.Savickas. Hasil penelitian menunjukkan Microblog terbukti secara signifikan dapat meningkatkan career adaptability mahasiswa, berdasarkan perbandingan antara thitung dengan ttabel yaitu, thitung (35.039) > ttabel (1.66365), serta nilai sig = 0.000 < 0.05. Rata rata perubahan career adaptability (N-Gain) yang diperloeh adalah 62%. Aspek career adaptability  yang paling meningkat setelah mahasiswa mengikuti microblog adalah career control, selanjutnya diikuti oleh aspek career curiosity, dan career concern. 
Effects of Mindful Eating on the Mental Health of Students at State Universities in Malang Mihmidati Hilmia; Umi Wasilatul Firdausiyah; Hasan Abdul Wafi
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 7, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v7i1.5485

Abstract

This research discusses the practice of mindful eating of female students at State Universities in Malang and whether it affects their mental health. This paper aims understand the relationship between mindful eating and mental health. The sample is taken from students of five state universities in the city of Malang. The methodology in this study is quantitative in terms of numerical data analysis and statistical processing, which is assisted by data collection techniques such as analytical surveys as a way of collecting data on a large enough population. Seventy-one percent (128 respondents) of the acquired data came from open and closed questionnaires. Many students did not understand the concept of mindful eating and its application. The choice of food type was determined based on the feelings or emotions. In addition, weak mindful eating was also found to be more common in respondents who did multitasking eating. The results of the study prove that few female students actually practice mindful eating process well. This shows that there is a lack of attention to mental health.Diskursus penelitian ini mengacu pada mindful eating mahasiswi di Perguruan Tinggi Negeri kota Malang yang berpengaruh pada kesehatan mental mereka. Tujuan dari tulisan ini tidak lain untuk memperoleh hasil reseacrh hubungan dari mindful eating dengan kesehatan mental, yang diambil dari sampel mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Malang. Kemudian terkait metodologi pada penelitian ini bersifat kuantitatif pada ranah analisis data angka dan diolah secara statistik, yang dibantu dengan teknik pengumpulan data melalui survei analitik untuk mengumpulkan data pada populasi yang cukup besar. Data penelitian ini menemukan sebanyak 71% (128 responden) dari data kuesioner terbuka dan tertutup, bahwa para mahasiswinya banyak yang belum memahami konsep mindful eating beserta penerapannya, dimana pemilihan jenis pangan ditentukan berdasarkan perasaan atau emosi yang sedang dirasakan. Selain itu, lemahnya mindful eating juga ditemukan lebih banyak pada responden yang melakukan aktivitas makan secara multitasking (bersamaan dengan aktivitas lain). Hasil penelitian membuktikan bahwa sedikit mahasiswi yang benar-benar melakukan proses mindful eating dengan baik, dan hal ini membuktikan adanya ketidak sadaran dan kurangnya perhatian terhadap kesehan mental.
The EFL Rural Students’ Experiences in Coping with Online Learning During the Covid-19 Pandemic Toni Indrayadi; Aridem Vintoni; Usman Usman
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 7, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v7i1.5468

Abstract

This study aims to explore the learning experiences of the Indonesian rural students during the Covid-19 pandemic which had transitioned to online learning and solutions. A phenomenological approach was used as a research methodology using semi-structured interviews for the data collection. This study was conducted in one Islamic higher education with seven participants. The data were analyzed through thematic analysis by comparing each participant's interview result in the form of research themes. The five themes that emerged in this study are: adapting to online learning, internet access, learning environment, and learning autonomy. The findings of the study indicate that online learning is a problem for the participants who live in rural areas. These problems were caused by unfamiliarity with the online learning method, unstable internet connection, lack of parents’ support, and learning autonomy. However, all challenges can be solved by students. The findings of the study have implications for government and higher education stakeholders to provide enough facilities for online learning for rural students to participate in the learning process smoothlyPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman belajar siswa daerah terpencil Indonesia selama Covid-19 yang berfokus pada tantangan dan solusi pembelajaran online dari siswa. Pendekatan fenomenologi digunakan sebagai metodologi penelitian dengan menggunakan wawancara semi terstruktur untuk pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan di salah satu Perguruan Tinggi Islam dengan jumlah peserta tujuh orang. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan membandingkan hasil wawancara masing-masing partisipan dalam bentuk tema penelitian. Lima tema yang muncul dalam penelitian ini adalah adaptasi pembelajaran online, akses internet, lingkungan belajar, dan kemandirian belajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran online merupakan masalah bagi peserta yang tinggal di daerah terpencil. Permasalahan tersebut disebabkan oleh ketidaktahuan terhadap metode pembelajaran online, koneksi internet yang tidak stabil, kurangnya dukungan orang tua, dan kemandirian belajar. Namun, semua tantangan dapat diselesaikan oleh siswa. Temuan penelitian ini berimplikasi kepada pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi untuk menyediakan fasilitas pembelajaran online yang cukup bagi siswa daerah terpencil untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran dengan lancar.
Parental Participation in Child-Friendly School Practices at Elementary School During the Covid-19 Pandemic Muhaimi Mughni Prayogo; Kristi Wardani
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 7, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v7i1.5499

Abstract

Educational practitioners are paying more attention to the practise of distance learning, nowadays. Furthermore, the Covid-19 pandemic prompted changes to child-friendly school policies that involved parental participation in distance learning environments. The purpose of this qualitative study was to examine, using nine sub-components, how parents at Tlacap Elementary School participated in promoting Child-Friendly School (CFS) implementation during the pandemic Covid-19 timeframe. The subjects are the headmaster, program coordinator, teacher of 3rd and 5th grade, and parents of 3rd and 5th grade. It used a google form and Focus Group Discussion by google meet in the data collecting process. Data analysis was conducted through reduction, display, and generalization and verified by Miles and Huberman. Internal validation undertakes by more careful observation, member check, and use of documentation tools. The parents' participation in supporting CFS implementation during the Covid-19 pandemic at Tlacap primary school has achieved six of the nine sub-components of participation well. School programs must consider the proper duration and frequency for all parents’ backgrounds. This research results can be a consideration in developing a school-home collaboration model in primary-level distance learning in the future.  Praktik pendidikan jarak jauh dewasa ini semakin banyak dikaji oleh praktisi pendidikan. Terlebih, pada masa pandemi Covid-19 yang mendorong terjadinya penyesuaian praktik sekolah ramah anak yang melibatkan partisipasi orang tua dalam setting pendidikan jarak jauh. Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis partisipasi orang tua siswa dalam mendukung penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) pada masa pandemi di SDN Tlacap berdasarkan sembilan sub-komponen SRA. Informan terdiri dari kepala sekolah, koordinator program SRA, guru kelas 3 dan 5, serta perwakilan orang tua siswa kelas 3 dan 5 yang dipilih dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner google form dan FGD daring melalui google meet. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menggunakan validitas internal melalui pengamatan lebih cermat, member check, dan penggunaan alat bantu dokumentasi. Partisipasi orang tua dalam mendukung penerapan SRA pada masa pandemi Covid-19 di SD Negeri Tlacap telah meraih enam dari sembilan sub-komponen partisipasi dengan baik. Program sekolah harus mempertimbangkan durasi dan frekuensi program parenting yang sesuai dengan berbagai latar belakang orang tua siswa. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengembangkan model kolaborasi sekolah-rumah pada praktik sekolah ramah anak melalui pembelajaran jarak jauh di tingkat sekolah dasar di masa mendatang.
Building a Bridge to the New Normal in the Province of South Kalimantan, Indonesia and the State of California, America Riinawati Riinawati; Rusnadi Rusnadi
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 7, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v7i1.4906

Abstract

The existence of the COVID-19 pandemic definitely has an influence on many aspects of life, including schooling. Various efforts continue to be strengthened in the implementation of this educational process so that educational goals may still be met throughout the epidemic. The government continues to issue policies in responding to changing situations. Educational institutions must be able to provide innovations that are consistent with pandemic policies. In order to establish bridges to the new normal, this research identified and assess policies, methods, and models for implementing education in the post-COVID-19 era. This study is a case study in the province of South Kalimantan, Indonesian and the State of California in the United States. The literature review or study research approach was employed.  The findings reveal that, despite a policy of allowing for limited face-to-face schooling, health protocols in Kalimantan were still strictly enforced. Meanwhile, in California, learning is performed entirely face-to-face, reducing social alienation, despite the fact that wearing a mask is still required. Blended learning was employed as an effective and efficient way to accomplish learning objectives.Adanya pandemi COVID-19 tentunya memberikan pengaruh pada banyak aspek kehidupan, termasuk sekolah. Berbagai upaya terus dikuatkan dalam pelaksanaan proses pendidikan ini agar tujuan pendidikan tetap dapat terpenuhi sepanjang masa wabah ini. Pemerintah terus mengeluarkan kebijakan dalam menanggapi situasi yang berubah. Lembaga pendidikan harus mampu memberikan inovasi yang sejalan dengan kebijakan pandemi. Dalam rangka menjembatani new normal, penelitian ini mengidentifikasi dan mengkaji kebijakan, metode, dan model penyelenggaraan pendidikan di era pasca-COVID-19. Penelitian ini merupakan studi kasus di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia dan Negara Bagian California di Amerika Serikat. Tinjauan literatur atau pendekatan penelitian studi digunakan. Temuan mengungkapkan bahwa, meskipun ada kebijakan yang mengizinkan sekolah tatap muka terbatas, protokol kesehatan di Kalimantan masih ditegakkan dengan ketat. Sementara itu, di California, pembelajaran dilakukan sepenuhnya dengan tatap muka, mengurangi keterasingan sosial, meskipun penggunaan masker tetap diperlukan. Blended learning digunakan sebagai cara yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Page 10 of 11 | Total Record : 103