cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies
ISSN : 25494120     EISSN : 25494139     DOI : -
Journal Educative is a scientific journal in the field of educational study published by the State Institute of Islamic Studies (IAIN) Bukittinggi, which is a transformation of the analysis journal published by STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Journal of analysis has been published periodically since 2007 and is a journal in the study of education. In each of its publications, the Educative Journal presents various academic articles in educational studies that not only from textual traditions in education, but also are mixed from field studies. The themes are also varies; educational management, educational sociology, educational technology, curriculum and learning, educational psychology, educational anthropology and Islamic education.
Arjuna Subject : -
Articles 103 Documents
Integrasi Domain Afektif Taksonomi Bloom dengan Pendidikan Spiritual Al-Ghazali (Telaah Kitab Ayyuhal Walad) Maesaroh Lubis; Nani Widiawati
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.986 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3228

Abstract

Research on the affective domain in Bloom's taxonomy has begun with the practical problem of lack of attention to this domain, especially when compared to cognitive domains. The author adopted the concept of spiritual education described by Al-Ghazali in Ayyuhal Walad's scripture as a perspective and basis for the integration of Bloom 's affective taxonomy, the source of the theory of learning practises in Indonesia, and the essence of Al-Ghazali 's spiritual education in this paper. This literature review used Al-Ghazali 's work in Majmu'at Rasa'il as the primary source. Bloom 's work is the theoretical basis for learning designs, as Reigeluth explains in teaching-design theories and models. They recommend that education be a medium for the opening up of divine inspiration, which enables students to engage in practical action as a reflection of the usefulness of practical knowledge. In collecting the data, the author used the Library's research phases as follows: data collection, criticism, interpretation, and writing. The finding shows that the integrative-holistic learning proposed by Al-Ghazali is practically illustrated through Bloom's learning design. It exemplifies that the objective of learning is to form the three domains holistically: affective, cognitive, and psychomotor.Penelitian mengenai domain afektif dalam taksonomi Bloom diawali dari problem praktis tentang minimnya perhatian peneliti terhadap aspek ini terutama apabila dibandingkan dengan pada aspek kognitif. Dalam tulisan ini, penulis mencoba menjadikan konsep pendidikan spiritual yang dideskripsikan Al-Ghazali  dalam kitab Ayyuhal Walad sebagai perspektif dan dasar perlu dilakukannya integrasi antara domain afektif taksonomi Bloom yang selama ini menjadi sumber teori bagi praktik pembelajaran di Indonesia dengan esensi pendidikan spiritual Al-Ghazali . Tulisan ini merupakan hasil penelaahan literatur dengan sumber primer karya Al-Ghazali  yang tertuang dalam kitab Majmu’at Rasa’il. Teori B.S.Bloom menjadi dasar teoretik desain pembelajaran yang dijelaskan Reigeluth dalam teori-teori disain pembelajaran dan model-model yang merekomendasikan bahwa seyogyanya pendidikan menjadi media bagi terbukanya inspirasi ilahiyah yang mampu menggerakkan pelajar pada tindakan praktis sebagai refleksi kebermanfaatan ilmu yang ditekuninya. Dalam proses pengumpulan data, metode yang digunakan adalah metode studi pustaka yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu pengumpulan data, kritik, interpretasi dan penulisan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran integratif-holistik yang diusung Al-Ghazali  dalam prakteknya tergambar melalui rekayasa pembelajaran Bloom. Ia menggambarkan bahwa pembelajaran harus ditujukan pada pembentukan ketiga domain secara holistik, yaitu aspek afektif, kognitif dan psikomotik
Pendidikan Life Skills Sebagai Modal Sosial (Studi Kasus di SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta) Agus Firmansyah
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.509 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i1.3225

Abstract

The aim of this research was to describe life skills education as the social capital that must be possessed by students. This research was a qualitative field study which seekeed to describe the data collected from the field and the literature related to the discussion. The focus of this research was on Condongcatur Muhammadiyah Elementary School. The data collection technique used to obtain data was observation, interviews, and documentation. The data was analysed in stages: data reduction, data presentation and the summarization of research results. The results of this research were as follows: first, the concept of life skills education in SD Muhammadiyah Condongcatur is an integrated system of life skills education. The implementation of life skills education is part of three main components of learning activities, namely intra-curricular, extra-curricular and school programmes and activities. Second, the process of implementing life skills education, shaping social asset at Condongcatur Muhammadiyah Elementary School, through two stages, the implementation of life skills education to build cooperation in school mosques and the application of life skills education to build confidence among students.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan kecakapan hidup (life skills) sebagai modal sosial yang harus dimiliki peserta didik di SD Muhammadiyah Condongcatur. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) yang bersifat kualitatif yang berusaha mendeskripsikan data-data yang diperoleh dari lapangan maupun literatur yang berkaitan dengan pembahasan. Fokus penelitian ini adalah SD Muhammadiyah Condongcatur. Untuk mendapatkan data digunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keseluruhan data dianalisis dengan tahapan:  mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan hasil penelitian. Penelitian ini menyimpulkan, yaitu: pertama, konsep pendidikan kecakapan hidup (life skills) di SD Muhammadiyah Condongcatur berupa konsep pendidikan kecakapan hidup dengan sistem terpadu. Pelaksanaan pendidikan life skills ada pada 3 komponen utama kegiatan pembelajaran yaitu intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan program dan kegiatan sekolah. Kedua, proses pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup (life skills) membentuk modal sosial di SD Muhammadiyah Condongcatur melalui 2 tahapan yaitu pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup (life skills) membangun kerjasama di masjid sekolah dan penerapan pendidikan life skills dalam membangun kepercayaan peserta didik
Does Reward Affect the Accuracy of Pupil Perception? Lalu Hamdian Affandi; Mohammad Archi Maulyda; Muhammad Erfan; Vivi Rachmatul Hidayati
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3169

Abstract

Accuracy of perception is the ability of individuals to recognize, organize, and interpret input from the environment and it is influenced by the level of individuals’ concentration on observing an object. When we can find out the causes of individual perceptual accuracy, we can design a learning instrument to enhance this ability. The purpose of this study is to examine the effect of r`eward on the accuracy of pupils' perceptions. The study employs a comparative experimental approach, in which 20 subjects are divided into two groups: 10 subjects were promised rewards and 10 subjects were not. The accuracy of perception is measured by the length of time used by subjects when completing two different levels of tests. The more time required by subjects to complete the test, the more inaccurate perceptions of research subjects. To test hypotheses, the researcher performed the Split-Plot Anova technique on the subject's length of time completing the tests. The result shows that the p-value is 0.115, greater than 0.05 which means that there was no influence of giving rewards on the accuracy of perception.Kecermatan persepsi merupakan kemampuan individu dalam mengenali, mengorganisasikan, serta memaknai hal-hal yang berada di lingkungan sekitar dan dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi individu dalam mengamati suatu objek. Ketika kita dapat mengetahui penyebab kecermatan persepsi yang dimiliki individu, kita dapat merancang sebuah instrumen pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan ini. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian penghargaan terhadap kecermatan persepsi peserta didik. Penelitian yang menggunakan kaidah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen komparasi ini membagi 20 subyek ke dalam dua kelompok yaitu 10 subyek yang dijanjikan reward dan 10 subyek tidak dijanjikan reward. Kecermatan persepsi subyek diukur dengan tes yang diberikan sebanyak dua kali menggunakan instrumen yang berbeda dengan memperhatikan lama waktu subyek menyelesaikan tes. Semakin banyak waktu yang dibutuhkan oleh subyek dalam menyelesaikan tes, semakin tidak cermat persepsi subyek penelitian. Data rentang waktu subyek dalam mengerjakan tes dianalisis dengan teknik Split-Plot Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,115 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara pemberian penghargaan dengan kecermatan persepsi yang dimiliki subyek.
Here, Hidden, in My Head (3H) Strategy: an Interactive Solution to Increase Students’ Reading Comprehension Mike Amelia; Yosi Delfitra
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3676

Abstract

The eighth-grade students of SMPN 2 Danau Kembar of West Sumatra, Indonesia, had a problem with their reading skills since they unexpectedly did not understand the texts well. The implementation of an inappropriate learning strategy was criticized as one of the factors contributing to the problem. This study aimed to determine the impact of the 3H strategy on increasing the student's ability to understand the descriptive text. It was quasi-experimental research in which two classes were assigned to experimental and control classes. Each class consisted of 24 pupils (VIII-A) as an experimental class, and 24 pupils (VIII B) as a control class were selected as a sample through an objective inspection. The mean score of understudy reading perception in the test class is 75.71 higher than the mean score of student reading comprehension in the control class is 69.54. The researcher was given 2,91 for the data T calculated and 1,68 for the Ttable. Overall, H0 was rejected, and Ha was received. In view of the findings of the research, teaching reading through the use of the 3H strategy has a positive effect on students reading understanding.Permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas delapan SMPN 2 Danau Kembar di Sumatera Barat, Indonesia dalam kemampuan mereka dalam memahami teks merupakan landasan dasar permasalahan dari penelitian ini. Diantaranya ditemukan fakta bahwa kemampuan siswa memahami teks berada dibawah standar yang diharapkan. Ha ini dikarenakan beberapa faktor salah satunya adalah lemahnya strategi yang digunakan pada saat proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui efek dari strategi 3H (Here, Hidden, and in my Head) dalam memahami teks deskriptif. Metode riset ini adalah quasy experiment. Siswa kelas delapan SMP N 2 Danau Kembar merupakan populasi penelitian ini.  Kelas VIIIA (24 orang) sebagai kelas experimen dan kelas VIII B (24 orang) sebagai kelas kontrol merupakan kelas sampel yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling.  Pada kelas experimen diperoleh rerata 75,71, sementara itu rerata kelas kontrol adalah 69,54. Peneliti juga mendapatkan Tcalculated sebesar 2,91 dan Ttable sebesar 1,68. Dari data yang didapatkan jelaslah bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi 3H memberikan efek positif dan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa pada teks deskrptif.
Errors Behind Asking Open-Ended Questions: A Study in Individual Counseling Class Yeni Afrida; Fadhilla Yusri
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3679

Abstract

The skill of asking open-ended questions is one of the most important skills in counseling. Asking the right questions may help a counselor to understand the counselee's situation. This study aims to reveal the errors in asking open-ended questions during the implementation of individual counseling conducted by  27 fourth-semester students of the Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teaching Training, State Islamic Institute (IAIN) Bukittinggi. The research was conducted through a quantitative approach. This research found that there were some common errors made by students when using open-ended questions; they were 1) 70.37% of students used open-ended questions that were not coherent, 2) 66% of students used open-ended questions “why” in their question, 3) 40.74% used repeated open-ended questions that have the same meaning, 4) 29.62% used open-ended questions that did not in line with the context, 5) 14.81% students used open-tailed questions, 6) 11.11% students used 2 open-ended questions simultaneously at the same time, and 7) there were 11.11% who did not use open-ended questions at all during the counseling processBertanya adalah salah satu keterampilan yang paling penting dalam proses konseling. Pengajuan pertanyaan-pertanyaan yang tepat dapat membantu konselor memahami situasi konseli, alasan konseli menemui konselor, harapan-harapan konseli, dan informasi-informasi yang relevan dengan situasi yang dihadapi oleh konseli saat itu. Keterampilan menggunakan pertanyaan terbuka merupakan salah satu dari keterampilan bertanya yang penting tersebut. Penelitian ini berupaya mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang digunakan oleh 27 orang mahasiswa semester IV Program Studi Bimbingan dan Konseling Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi dalam pelaksanaan konseling individual. Secara spesifik penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesalahan-kesalahan penggunaan pertanyaan terbuka dalam konseling individual yang dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif. Melalui penelitian ini diperoleh informasi bahwa, terdapat beberapa kesalahan umum yang dilakukan mahasiswa pada saat menggunakan pertanyaan terbuka yaitu 1) 70,37% mahasiswa menggunakan pertanyaan terbuka yang tidak runtut, 2) 66% mahasiswa menggunakan pertanyaan terbuka dengan kata tanya mengapa, 3) 40,74% menggunakan pertanyaan terbuka yang berulang dengan makna sama, 4) 29,62 % menggunakan pertanyaan terbuka yang tidak sesuai konteks, 5) 14,81% mahasiswa menggunakan pertanyaan terbuka mengekor, 6) 11,11% mahasiswa menggunakan sekaligus 2 pertanyaan terbuka dalam waktu yang sama, dan 7) terdapat 11,11 persen yang sama sekali tidak menggunakan pertanyaan terbuka selama proses konseling.
Adiwiyata Program for Students in the Study of Psychology of Learning and Ecological Counseling Guidance Nur Azizah; Adhitya Ridwan Budhi Prasetyo Nugroho
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3689

Abstract

Researchers have conducted studies on the planning, implementation, management and evaluation of the Adiwiyata program in the context of school activities. However, a specific analysis has not been identified in the field of Learning Psychology and Environmental Counseling. The aim of this study is therefore to analyze the Adiwiyata program in the study of Learning Psychology and Ecological Guidance. This literature study was conducted by analyzing the primary sources of the Regulation of the Minister of the Environment of the Republic of Indonesia No. 05 of 2013 on the Guidelines for the Implementation of the Adiwiyata Program and No. P.52/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 on the Movement of Environmental Care and Culture in Schools (PBLHS Movement). The results showed that the psychology of learning of the Adiwiyata programme could be integrated into the learning process as well as educational facilities for students using the school environment by considering the psychological development of the students. In the meantime, the Adiwiyata program in the study of ecological counseling guidance can be internalized in creating programs or applied in guidance and counseling services for students to solve the problems and to form students' self-awareness and environmental awareness. Kajian penerapan program Adiwiyata mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, serta evaluasi maupun penerapan dalam kegiatan di sekolah telah banyak dilakukan. Namun belum ditemukan analisis spesifik dalam kajian psikologi belajar dan bimbingan konseling ekologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis program Adiwiyata bagi siswa dalam kajian psikologi belajar dan bimbingan konseling ekologi. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis sumber primer dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata dan Nomor P.52/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 Tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (Gerakan PBLHS). Hasil penelitian menunjukkan program Adiwiyata berdasarkan kajian psikologi belajar dapat diintegrasikan dalam proses belajar mengajar maupun sarana edukasi siswa melalui pemanfaatan lingkungan sekolah dengan mempertimbangkan perkembangan psikologis siswa. Sedangkan Program Adiwiyata dalam kajian bimbingan konseling ekologi bisa diinternalisasi dalam pembuatan program maupun diaplikasikan dalam layanan bimbingan dan konseling bagi siswa untuk mendapatkan solusi atas masalahnya maupun membentuk kesadaran diri siswa maupun kesadaran pada lingkungan.
Inclusive Primary Schools Without Shadow Teachers: Can Learning Services be Optimal? Arif Widodo; Umar Umar
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3196

Abstract

The Shadow Teacher is urgent in inclusive education. However, the shadow teacher cannot be found in all-inclusive educational institutions. The purpose of the study is to evaluate learning programs in inclusive primary schools that do not have Shadow Teachers. This case study was carried out in SDN Gunung Gatep, one of Central Lombok's inclusive elementary schools, from May to November 2020. The data was obtained through interviews with teachers, principals, and students with special needs. In addition to interviews, the data collection was taken by recording and observation during the learning process. Based on the results of the report, the teaching services provided by teachers are not satisfactory.Guru pendamping khusus berperan penting dalam pendidikan inklusif. Permasalahannya adalah tidak semua penyelenggara pendidikan inklusif memiliki guru pendamping khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis layanan belajar di sekolah dasar inklusif yang tidak memiliki guru pendamping khusus. Pengambilan data dilaksanakan di SDN Gunung Gatep, salah satu sekolah dasar inklusif di Lombok Tengah,  sejak Mei hingga November 2020. Data penelitian deskriptif kualitatif jenis studi kasus ini dilaksanakan melalui wawancara dengan informan utama guru, kepala sekolah dan siswa berkebutuhan khusus. Selain dengan wawancara, pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan observasi pada saat proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, layanan belajar yang dilakukan guru belum optimal.
Working University Students in Riau Archipelago: Dual Role and Depression Nurul Retno Nurwulan; Gjergji Selamaj
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3330

Abstract

University students working and studying at the same time for various reasons. The aim of the study is to review the impact of students’ dual role as students and workers on the depression rate of working university students in Batam, Indonesia. A comprehensive review of the literature revealed that working while studying does not necessarily affect students’ academic performance. However, depression is the most common health problem in university students. However, working students tend to have higher depression rate than non-working students. Depression in students may be the cause of the high dropout rate in Batam. It is important to administer depression-prevention intervention as early as possible, since the first- and second-year students are the most likely to get depressed Beragam alasan melatarbelakangi mahasiswa bekerja selama berkuliah. Penelitian ini mengulas dampak peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja kecenderungan depresi pada mahasiswa bekerja di Batam, Indonesia. Ulasan komprehensif dari literatur dan observasi langsung menunjukkan bahwa bekerja sambil berkuliah tidak mempengaruhi kinerja akademis mahasiswa. Meskipun demikian, mahasiswa bekerja cenderung memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi daripada mahasiswa yang tidak bekerja. Depresi pada mahasiswa dapat menjadi penyebab tingginya tingkat dropout di Batam. Melakukan intervensi pencegahan depresi pada mahasiswa sedini mungkin merupakan hal yang sangat penting dikarenakan mahasiswa tingkat pertama dan kedua adalah yang paling rentan terhadap depresi.
International Students’ Vocabulary Learning Strategies at the English Language Intensive Course for Overseas Students’ Program Suci Fitriani; Febria Sri Artika
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3518

Abstract

The purpose of this research is to investigate the Vocabulary Learning Strategies (VLS) employed by international students who are studying English as a second language at the English Language Intensive Course for Overseas Students Program (ELICOS) of the University of Canberra College English Language Centre (UCCELC) in Australia. A qualitative design was used to gather information from six international students from different countries including Indonesia, China, Philippine, and Japan by using interviews. The results from the interview were then analyzed and presented by using the qualitative research procedures including coding, grouping, argument construction, and drafting. The finding of this research revealed that students at the ELICOS program employ various VLS including cognitive, metacognitive, memory, and social strategies. Cognitive strategies are identified as the most popular strategies used by the students, followed by metacognitive and memory strategies respectively and social strategies are recognized as the least popular. These findings have important implications in improving the quality of language teaching and learning process and enriching the research repertoire in the field of VLS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran kosa kata yang digunakan oleh mahasiswa internasional yang sedang mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di English Language Intensive Course for Foreign Students Program (ELICOS) di University of Canberra College English Language Centre (UCCELC) di Australia.  Desain kualitatif digunakan untuk mengumpulkan informasi kepada enam siswa internasional dari berbagai negara termasuk Indonesia, Cina, Filipina, dan Jepang dengan menggunakan wawancara. Hasil wawancara kemudian dianalisis dan disajikan dengan menggunakan prosedur penelitian kualitatif meliputi pengkodean, pengelompokan, penyusunan argumen dan penyusunan. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa siswa pada program ELICOS menerapkan berbagai strategi pembelajaran kosakata termasuk strategi kognitif, metakognitif, memori dan sosial. Strategi kognitif diidentifikasi sebagai strategi paling populer diikuti oleh strategi metakognitif dan memori masing-masing dan strategi sosial diakui sebagai yang paling tidak populer. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar bahasa dan memperkaya khasanah penelitian di bidang strategi pembelajaran kosa kata.
Education and Entrepreneurship Integration Strategy at State Islamic Institute of Bukittinggi Harfandi Harfandi; Era Sonita; Zulhelmi Zulhelmi
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3156

Abstract

The increasing number of graduates from State Islamic Institute of Bukittinggi (IAIN Bukittinggi), who do not have any competency from year to year, will increase the number of unemployed in the society. In this regard, this study aimed to formulate strategies in integrating education with entrepreneurship at State Islamic Institute of Bukittinggi in order to produce applicative and highly competitive graduates. After being analyzed using SWOT analysis, SWOT Matrix, and Weight Score Table, it can be concluded that the right strategies are; implementing the KKNI curriculum that suits market needs, developing curricula especially entrepreneurship courses, equipping students with adequate entrepreneurial knowledge, creating entrepreneurship training programs, such as holding student business units to develop students' entrepreneurial potential, and multiplying student entrepreneurship practices through collaboration with business actors.Dengan bertambahnya lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, yang tidak memiliki kompetensi dari tahun ketahun,  akan menambah jumlah pengangguran di tengah-tengah masyarakat. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi dalam mengintegrasi pendidikan dan kewirausahaan pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi guna menghasilkan lulusan yang aplikatif, dan berdaya saing tinggi. Setelah dianalisis dengan menggunakan  analisa SWOT, Matrix SWOT, dan Tabel Bobot Skor, maka dapat dikemukakan bahwa strategi yang tepat adalah;  mnerapkan kurikulum KKNI yang sesuai dengan kebutuhan pasar, mengembangkan kurikulum terutama mata kuliah kewirausahaan, membekali mahasiswa dengan pengetahuan kewirausahaan yang memadai, dan membuat program-program pelatihan kewirausahaan, seperti mengadakan unit-unit usaha mahasiswa untuk pengembangan potensi wirausaha mahasiswa, serta memperbanyak praktek-praktek kewirausahaan mahasiswa, melalui kerjasama dengan para pelaku usaha.

Page 8 of 11 | Total Record : 103